Selasa, 27 September 2016

Sinopsis Scarlet Heart Ryeo Episode 10 Part 2

PS : All images credit and content copyright : SBS

 
Ratu Yoo sedang ada dikamarnya, Pelayan memberitahu Tuan Putri Yeon Hwa datang untuk menemuinya. Ratu Yoo binggung kenapa  Putri Yeon Hwa datang. Yeon Hwa langsung menghadap istri pertama raja.
Yang Mulia pernah memintaku mengunjungimu kalau ada cerita seru yang ingin kubicarakan. Aku ingin menceritakannya pada hari ini.” ucap Yeon Hwa sengaja mendekati Ratu Yoo,
Benarkah? Kalau kau bersikeras, maka aku harus mendengarnya. Aku tak sabar mendengar ceritamu.” Ungkap Ratu Yoo dengan senyuman liciknya. 

Baek Ah sengaja mengintip dari belakang karena mengetahui sebuah tempat kalau kata orang-orang, ada penari baru yang hebat. Dalam hatinya bergumam Tak ada orang yang bisa dianggap penari hebat kalau bukan aku yang mengakui kemampuannya.  Coba kita lihat... yang mana orangnya...”  Salah satu dari beberapa penari pedang adalah Woo Hee.
Woo Hee akhirnya berlatih sendirian dan merasa ada seseorang yang mengamatinya dari belakang dan langsung bertanya siapa yang bersembunyi dibelakang saja. Baek Ah keluar dari persembunyianhya menyapa Woo Hee dengan panggilan Zhong Zi Qi. Woo Hee dengan sinis bertanya kenapa Baek Ah ada di tempat ini.
Siapa yang memberimu uang dan menyuruhmu mengikutiku kesini?” kata Woo Hee sinis
Aku hanya datang ke sini untuk bermain musik bagi para penari. Buat apa juga aku mengikutimu?” kata Baek Ah, Woo Hee sedikit percaya
"Tapi Kau sendirilah yang selalu mengikutiku, Zhong Zi Qi. Apa Kau tidak ingat?” ucap Baek Ah membalasnya. Woo Hee tak tahu kalau Baek Ah itu bermain musik di sini.
Aku ini bisa apa saja dan terkenal karena punya banyak bakat. Aku tidak menyangka kau rupanya seorang gisaeng. Dari caramu bicara, kukira kau itu seorang wanita bangsawan.” Sindir Baek Ah
Entah kau musisi atau pelukis kerajaan, fokuslah saja pada pekerjaanmu. Jangan mengkritik status orang lain, itu kebiasaan buruk.” Tegas Woo Hee
Kita harusnya saling memperkenalkan diri karena sudah tiga kali bertemu. Apakah Siapa namamu? Apakah benar Zhong Zi Qi?” tanya Woo Hee
Woo Hee mangaku namanya Bok Soon, tapi seorang memanggil namanya  Woo Hee karena harus masuk ke ruangan sekarang. Woo Hee sedikit panik dan tetap mengaku kalau namanya Bok Soon lalu berlari pergi. Baek Ah melihat Woo Hee itu wanita yang  tangguh juga.


Ratu Yoo bertemu dengan Mentri Park Young Gyu  dan Wang Won, menanyakan  Bagaimana kelanjutan rencana mereka untuk membuat Raja... dan Putra Mahkota memalingkan wajahnya dari Wang So, Mentri Park mengatakan kalau mereka  harus membuat Raja percaya bahwa Pangeran ke-4 adalah musuh bagi Putra Mahkota.
Yang Mulia Ratu sementara ini, berpura-pura saja mendukung Pangeran ke-4. Sisanya aku yang urus, Yang Mulia.” Jelas Mentri Park
Paman dari Putra Mahkota sedang dililit utang. Dan aku memberikan dokumen terkait hal itu pada Pangeran ke-4. Setelah dokumen-dokumen itu terungkap, maka Putra Mahkota akan mencurigai Pangeran ke-4.” Ucap Wang Won
“Wang Yo sedang berada di Seokyeong bersama dengan Wang Shik Ryeom. Jadi Semuanya sempurna.” Ungkap Ratu Yoo bahagia. Mentri Park pun harus melakukan bagian tugasnya sekarang.

Baek Ah bertanya pada kakaknya kenapa Putra Mahkota mengunjungi keluarga ibunya. Wang So mengatakan kalau Wang Moo itu ada urusan dan meminta agar jangan menanyakan hal itu pada kakak pertama mereka. Baek Ah lalu ingin mengetahu apakah benar bahwa Wang Soo membawa Hae Soo keluar dari Istana. Wang So hanya memalingkan wajahnya
“Hae Soo itu dayang istana.  Jika kau memperlakukannya seperti seorang wanita biasa, maka kalian berdua akan berada dalam masalah. Kau tidak perlu membuat hidupnya jadi lebih sulit.” Kata Baek Ah khawatir
Bukan maksudku seperti itu. Aku tak pernah berpikiran ingin menyulitkannya. Tapi Aku hanya tak biasa dengan situasi seperti itu. Aku tidak tahu bagaimana harus berperilaku dan berhubungan baik dengan orang lain. Apa Haruskah aku dikritik atas hal-hal seperti itu?” ucap Wang So

Aku hanya tidak tahu kau rupanya sangat peduli pada Soo.” Kata Baek Ah
Hanya kau dan Soo orang yang kupunya di dunia ini.” ucap Wang So menepuk pundak adiknya.
Ji Mong tiba-tiba berlari masu ke dalam ruangan memanggil Wang So, memberitahu kalau Istana Cheondeokjeon sedang dalam keadaan gempar sekarang, karena Keluarga ibu Putra Mahkota menaikkan harga pajak sebanyak dua kali lipat dan Banyak pemimpin keluarga penguasa ingin memohon pada Wang So untuk melengserkan Putra Mahkota. Baek Ah dan Wang So kaget mendengarnya. 


Di ruang pertemuan
Semua sudah berkumpul,  Mentri Park dengan nada dingin bertaya Apakah Yang Mulia Putra Mahkota tidak tahu tentang penggelapan dana pajak tersebut? Karena mereka dapat laporan kalau Wang Moo berada di sana saat keluarganya menagih pajak. Wang Mo mengatakan  baru tahu setelah ada kabar itu dan merasa kalau ini bisa jadi kesalahan di pihak keluarganya.
Tapi, kau tidak berhak berbicara seperti itu. Keluargaku tidak berencana memeras uang rakyat.” Tegas Wang Moo
Jangan coba-coba membuat tuduhan palsu.” Bela Park So Hee 
Putra Mahkota saja baru tahu kabar itu. Tapi tetap saja, Anda sudah lalai mengawasi tindak korupsi yang diperbuat oleh keluargamu. Yang Mulia.... Kami ingin memprotes bahwa masa depan bangsa ini seharusnya tidak...diberikan kepada tangan Putra Mahkota yang tak bermoral ini. Tolong pertimbangkan permohonan ini.” ucap Mentri Park semua ikut meminta agar Raja mempertimbangkanya.
Kalau benar begitu... menurut kalian siapa yang seharusnya menggantikan Putra Mahkota Moo?”tanya raja,

Apa Anda ingin melengserkan Putra Mahkota?” ucap So Hee tak percaya Raja langsung memutuskan untuk mencari penganti.
Kita butuh alternatif kalau-kalau memang harus menggulingkan kedudukannya. Karena itulah aku menanyai pendapat kalian, siapa pangeran... yang akan menjadi Putra Mahkota lalu memimpin Goryeo setelah kepemimpinanku.” Tanya Raja
Yang Mulia, kami yakin Pangeran ke-4 paling cocok dengan posisi tersebut. Pangeran Wang Jadi pernah diadopsi. Dia tidak punya keluarga yang akan mengakuinya atau memanipulasinya. Dan Juga, dia memimpin jalannya ritual hujan. Oleh karena itu, dia mendapatkan kepercayaan dari keluarga kerajaan dan seluruh rakyat negeri ini. Jadi Dialah menurut kami, yang paling cocok menjadi Putra Mahkota.” Ucap Mentri Park sengaja mengadu domba
Raja, Wang Moo dan Soo Hee kaget karena Pangeran Ke empat Wang So yang akan mengantikanya posisi putra mahkota. 


Wang Won menemui kakaknya meminta maaf karena tak menyangka semuanya jadi kacau. Wang Moo bingung apa maksud adiknya itu.  Wang Won mengaku hanya khawatir pada putra mahkota jadi menceritakan semuanya pada Wang So karena berpikir kakaknya itu orang yang paling peduli pada Pangeran Moo.
Karena itulah, aku memperlihatkan catatan yang ditulis pamanmu.” Jelas Wang Won sengaja menyakinkan Putra mahkota
Maksudmu saudara ke-4 tahu semua tentang keluarga ibuku?” tanya Wang Moo terlihat mulai terhasut.
Aku cerita padanya Jadi dia pasti tahu. Tapi, aku tak menyangka hal itu membuat kedudukanmu dalam bahaya. Hukumlah aku, Hyungnim.” Kata Wang Won, Wang Moo hanya diam saja. 

Raja bertemu dengan Putra Mahkota dengan Wang So dan juga Ji Mong, dibagian atas istana. Raja mengatakan kalau Sudah saatnya Wang So kembali ke Shinju dan harus pergi setelah Festival Double Yang. Wang So kaget lalu menyakinkan apakah ia benar-benar harus pergi.
Ada beberapa faksi ingin untuk menjadikanmu Putra Mahkota. Ibumu Ratu Yoo-lah, yang ada di balik semua itu. Dia memanfaatkanmu untuk memperoleh kekuasaan.” Ucap Raja
Aku tidak pernah berhubungan dengan mereka, jadi kenapa aku harus pergi? Itu tidak adil.” Kata Wang So


Manusia bisa berubah-ubah dan menjadi licik. Kau mungkin menyangkalnya sekarang, tapi jika kau terus seperti ini... maka kau bisa jadi melupakan rasa kesetiaanmu sekarang ini.” tegas Raja
Wang So teringat kata-kat ibunya “ Kau adalah perisai bagi Putra Mahkota. Kau tak tahu saja ayahmu telah memanfaatkanmu.” Lalu mengatakan pada Raja kalau perasaan setiaku ini tak ada artinya sama sekali bagi ayahnya. Raja mengaku ingin Wang So  tetap berada bersamanya, tapi menurutnya tak ada pilihan lagi.
Tunas seharusnya dipotong sebelum tunas itu tumbuh semakin besar. Begitulah cara kerja Istana.” Tegas Raja, Wang So pun tak bisa membantah perkataan raja. 

Dayang datang menemui seorang pelayan dengan meminta agar memastikan kalau anak itu yang menyajikan minuman ini. Pelayan yang mengunakan pakaian yang sama dengan Hae Soo mengeti lalu membawa sebuah tempat seperti obat. Akhirnya Dayang itu menemui seseorang kembali melapokan kalau  sudah melaksanakan perintahnya.
Ratu Yoo tidak boleh tahu apa yang telah kuperintahkan padamu.” Kata Yeon Hwa yang menyamar dibalik kain dan topi dengan rencana liciknya. 

Ratu Yoo seperti menerima laporan dari Dayangnya, tiba-tiba Wang So datang menemui ibunya bertanya dengan nada marah apakah ibunya belum cukup puas juga membuatnya menderita dan Kapan berhenti mengganggunya.
Bukannya kau bilang ingin menjadi raja? Seorang ibu seharusnya membantu mewujudkan keinginan anaknya. Jangan khawatir.... Takhta itu akan menjadi milikmu jika semuanya berjalan sesuai rencana.” Ucap Ratu Yoo santai
Jangan berbohong dan mengaku kalau ini semua demi diriku. Aku tidak tahu apa yang kau rencanakan, tapi aku jamin itu tidak akan berjalan sesuai rencanamu.” Kata Wang So
Putra Mahkota akan mati di *Festival Double Yang. (hari ke-9 bulan ke-9 menurut Kalender Cina) Aku sudah mengirimkan cangkir teh yang sudah beracun ke dapur istana. Karena Putra Mahkota Moo suka minum teh maka Kau takkan bisa menghentikannya.” Ucap Ratu Yoo licik
“Apa Kau pikir karena  aku tahu semua ini, maka aku takkan menghentikan dia minum teh itu?” ucap Wang So
Bagaimana caramu nanti menjelaskan pada mereka kalau kau tahu semua tentang racun ini? Apa kau mau menjelaskan pada mereka kalau itu ulahku?” kata Ratu Yoo
Wang So pikir kalau memang harus melakukan maka akan melakukan hal itu. Ratu Yoo rasa nanti akan menjelaskan kalau semua ini untuk membuat Wang So menjadi raja, selain itu akan menjelaskan pada mereka, kalau seluruh keluarga mereka yang memfitnah dan meracuni Putra Mahkota Moo, maka mereka sudah buat perjanjian permohonan membuat Wang So sebagai Putra Mahkota berikutnya karena menurutnya  Beginilah kehidupan Istana.
Semuanya berjalan sesuai rencana jika semua orang menggigit ekor sesamanya. Coba saja kau menghentikan rencana meracuni Moo, kalau kau bisa. Maka Kau sendiri yang membuat dirimu nanti dihukum gantung.” Ucap Ratu Yoo yakin

Semua ini takkan berjalan sesuai dengan keinginanmu,” tegas Wang So
Raja telah mengusirmu. Apa kau masih tidak mengerti? Seorang dayang rendahan yang menyajikan teh akan mati, begitu juga Putra Mahkota Moo. Lalu kau akan memiliki segalanya.” Ucap Ratu Yoo meyakinkan.
Wang So menegaskan tak mungkin bisa mempercayai ibunya.  Ratu Yoo mengingat kalau Wang So sendiri yang mengatakannya. Mesk kau menjadi raja, tidak akan membunuh saudaranya, karena ia mempercayai anaknya jadi akan mendukungnya. Sementar Ji Mong melihat ke langit heran karena  bintang Putra Mahkota memudar


Mentri Park bertemu dengan Woo Hee, dengan sinis kalau sudah meminta agar menungu sebentar lagi tapi sekarang malah bersikeras untuk menemuinya. Woo Hee meminta agar mentri Park Cepat tetapkan tanggal kudetanya karena ia harus mengungkap kejahatan nyali si pencuri (Wang Geon) itu.
Ini Istana Raja Goryeo... Sulit menentukan momen yang pas disini.” Ucap Mentri Park sengaja mengulur waktu
Jangan pikir kau bisa macam-macam denganku. Jika kau tidak membantuku membunuh Raja..., maka aku akan mengungkapkan semuanya pada rakyat Hubaekje apa yang kauperbuat sebelum kau meninggalkan negeri itu. Aku ragu hidupmu akan berapa lama lagi setelah aku membeberkan semuanya.” Kata Woo Hee mengancam
Waktu kau masih kecil, kau itu sangat lucu, bahkan memanggilku paman.” Ucap Mentri Park mendekatinya

Apapun yang kulakukan untukmu, lalu apa yang bisa kau lakukan padaku sekarang?” tegas Woo Hee
Aku tahu kau tidak ikhlas membantuku.” Ucap Mentri Park
Baek Ah akan pergi melihat Woo Hee sedang bicara dengan Mentri Park dan buru-buru bersembunyi. Woo Hee seperti mengetahui lalu berteriak sengaja berpura-pura marah kalau Mentri Park yang memperlakukan gisaeng seperti ini lalu mengancam agar berteriak dan meminta supaya menjaga martabatnya. Mentri Park binggung, Woo Hee memberitahu kalau Ada musisi kerajaan.
“Dasar Wanita kurang ajar! Beraninya kau menolakku? Enyahlah kau!” ucap Mentri Park berakting lalu pergi meninggalkanya. Baek Ah sengaja membalikan badannya saat bersembunyi, Mentri Park seperti tak tahu kalau Baek Ah si pangeran yang melihatnya hanya melihat alat musik yang dibawanya. 


Baek Ah seperti mengenal Mentri Park dan bertanya-tanya kenapa harus bertemu dengan Woo Hee lalu melihat Woo Hee sudah menatap sinis padanya dan mendekatinya untuk menanyakan keadaanya. Woo Hee menyindir  kalau mau jadi seorang pengecu setidaknya lakukan dengan konsisten.
“Lagi pulan kau juga tak bisa mengatasi semua itu sendirian. Sepertinya kau punya nyali juga... bisa bertahan hidup di Gyobang. (institusi pelatihan gisaeng)” komentar Baek Ah, Woo Hee tak membalasnya lalu berjalan pergi.
Ini punyamu, 'kan? Apa Kau tak mau barang ini ku kembalikan?” ucap Baek Ah sengaja memperlihatkan gantungan yang ditemukanya

Wang Wook kembali menemui makam istrinya sambil berbicara dengan bergumam.
Dimanapun dan kapanpun kita akan bertemu lagi... maka Aku takkan pernah melupakan kalau aku berhutang budi padamu, Istriku. Aku akan menepati janjiku padamu. Aku akan mencintai Hae Soo.  Tolong jagalah kami.” 

Festival Double Yang, sebuah dadu berhenti segi lama memberikan pilihan yaitu  Minumlah sambil mengaitkan tangan. Ji Mong bertanya pada Baek Ah, siapa yang akan dipilihnya, dan memberitahu Raja belum pernah sekalipun terpilih dan mengodanya apakah akan aman setelah ini. Raja hanya tertawa karena suasana mereka terlihat santai.
Baek Ah mulai berjalan mencari siapa yang ingin diajak minum bersama, Wang Jung memalingkan wajahnya, tapi tepat didepan meja  adiknya mengajak agar minum bersama. Wang Jung menolak karena ia laki-laki dan kenapa harus minum denganya. Ji Mong menegaska Tidak boleh menolak... di dalam permainan ini lalu memberikan dua gelas diatas meja, Akhinya Baek Ah dan Wang Jung minum dengan melakukan love shot.
Semua pun tertawa melihatnya, Wang Moo ingin meminum dari cangkirnya tapi menahanya, Wang So seperti khawatir. Ji Mong pikir mereka akan memulai lagi permainanya.  Raja pun mulai minum lebih dulu. 

Pertama, jika banyak bunga bermekaran di pohon yang tinggi... maka itu artinya kau telah melihat dari atas surga.” Ucap raja menunjuk istrinya , Ratu Hwang Bo pun ikut minum.
Kedua.... Kurangnya warna yang beragam, maka warna kuning adalah warna sejati bumi kita.” Kata Ratu Hwang Bo menujuk  pada anak sulungnya, Wang Wook pun mulai minum untuk melanjutkanya.
Ketiga… Apa yang kau tabur di awal dan apa yang kau tuai belakangan adalah kebajikan manusia.” Kata Wang Wook dan menunjuk pada Baek Ah
Keempat.... Bunga yang bisa tumbuh besar dan berjuang melawan musim salju melambangkan integritas.” Kata Baek Ah lalu menunjuk pada adiknya.
Wang Jung terlihat kebinggungan menyebut yang kelima, Ratu Yoo seperti berharap kalau anaknya bisa membangkan dirinya didepan raja. Wang Won lalu mengambil alih kalau yang kelima adalah “Jika ada kelopak bunga dalam minumanmu, itu artinya makananmu akan tetap segar.”dan itu adalah puisi  yang ditulis oleh Zhong Hui tentang bunga krisan.

Raja pun memuji Wang Won lalu berkomentar pada Jung, seni bela diri itu memang baik tapi harus fokus pada studinya. Wang Jung pun mengangguk mengerti. Wang Mo beberapa kali terlihat menaruh kembali gelasnya, Ratu Yoo sengaja bertanya dengan ramah apakah Putra Mahkota tidak nafsu makan dan minum. Wang Mo mengaku sedang tidak ingin minum alkohol hari ini dan Maaf sudah membuatnya khawatir.
Kenapa tidak kita bawakan saja teh krisan? Itu baik untuk kesehatanmu. Selir Oh, bawakan minuman teh krisan untuknya.” Kata Yeon Hwa, Selir Oh pun pergi mengambilkan minuman teh untuk Putra Mahkota. 

Di dapur
Pelayan datang memberitahu kalau  Putra Mahkota mau meminum teh krisan. Hae Soo meminta agar menunggu sebentar. Seorang teman Hae Soo berpura-pura memegang kepala meminta untuk melayani Putra Mahkota karena sepertinya sedang demam.
Hae Soo menolaknya karena Selir Oh menyuruhnya  tidak boleh melayani para pangeran untuk saat ini. Si pelayan pun bisa mengerti lalu tiba-tiba berpura-pura lemas, Hae Soo pun panik melihat temanya terlihat lemas. 

Wang Eun berjalan dengan Soo Duk mulai mengomel mereka terlambat karena sang istrinya lama sekali dandanya dan pasti Raja akan marah. Soo Duk yang kesusahan mengunakan pakaian wanita hanya cemberut, Wang Eun bertanya kenapa ekspresi wajahnya seperti itu.
Apa kau pikir kita terlambat karena aku telat bangun, kan? Dasar Tak tahu malu kau itu.” kata Wang Eun kesal, Hae Soo melihat Wang Eun dilorong menyapanya dengan membungkuk.

Wang Eun tak peduli menyuruh istrinya untuk cepat pergi. Soon Duk  mengatakan kalau Wang Eun harus menerima ucapan salam darinya. Wang Eun bingung, Soon Duk memberitahu kalau Wang Eun  tidak menerimanya maka pelayan itu harus terus-terusan berdiri seperti itu. Wang Eun melihat Hae Soo yang membungkuk didepanya.
“Sekarang.. Angkat kepalamu. Aku tak mau melihatmu.... Cepat berbalik.” Kata Wang Eun ketus, Hae Soo pun langsung membalikan badanya.
Mulai sekarang, kau harus berbalik setiap kali kita bertemu. Apa Kau mengerti?” kata Wang Eun, Hae Soo hanya bisa mengangguk mengerti.
Aku lagi kesal sekarang, jadi mau pulang saja,   Terserah kau, mau ikut aku atau tidak.” Ucap Wang Eun berbalik arah. 


Soon Duk pikir kalau Hae Soo  tersinggung oleh kelakuannya, kenapa tidak menjadi istri keduanya saja. Hae Soo membalikan badanya melihat Soon Duk itu sangat menyukainya  sampai agak khawatir pada Wang Eun, lalu berpesan agar menjaganya.
Pastikan dia tidak buat kegaduhan dalam Istana. Dia orang yang mudah dipengaruhi, jangan biarkan dia dekat-dekat dengan sembarang orang.” Pesan Hae Soo
Aku istrinya sekarang! Jadi Kau tidak perlu khawatir soal itu.” Tegas Soon Duk kesal lalu mengikut pergi dengan suaminya dan terlihat kesusahan mengangkat bajunya. 

Hae Soo membawakan minuman untuk putra makhota, sebelum masuk para penjaga menguji teh ini terlebih dahulu. Wang So tiba-tiba berdiri dari tempat duduknya karena ada yang ingin dikatakan pada Putra Mahkota, Ratu Yoo terlihat panik. Pangeran Moo pun mempersilahkan.
Sebenarnya...” kata Wang So lalu kaget melihat Hae Soo datang membawakan teh, teringat kembali ucapan ibunya Seorang pelayan yang menyajikan teh akan mati..., begitu juga Putra Mahkota Moo. Hae Soo memberikan teh untuk putra mahkota tanpa curiga.
Jadi, apa yang mau kau katakan?” tanya Putra Mahkota.
Aku telah menyebabkanmu berada dalam masalah baru-baru ini. Sebagai saudaramu, aku ingin meminum tiga tuangan minuman darimu... untuk memperkuat persaudaraan kita.” Kata Wang Soo, Ratu Yoo dan Yeon Hwa terlihat kaget. Wang Moo pun menyetujuinya tapi yang diminumnya itu teh bukan alkohol.
Dengan suasana hatiku hari ini, sepertinya teh juga bisa membuatku mabuk.” Kata Wang So, Wang Mo meminta agar Hae Soo memberikan gelasnya pada Sang adik.
Hae Soo pun memberikan gelasnya pada Pangeran Ke empat, tapi Wang So seperti sengaja menjatuhkanya. Hae Soo langsung membungkuk meminta maaf, Wang So mengaku kalau itu salahnya karena baru saja makan kue dan tanganya sangat berminyak. Ratu Yoo tersenyum licik, Wang Moo meminta agar memberikan gelas yang baru, Hae Soo pun mengambilkanya.
Pertama, aku akan meminumnya demi umur panjangmu.” Ucap Wang So meminum cangkir pertamanya, Yeon Hwa benar-benar khawatir.
Kedua, kau tetap berjuang untuk Goryeo... jadi aku akan minum tuangan kedua ini demi keberhasilanmu....di medan perang.” Kata Wang So dengan tangan bergetar. Hae Soo binggung melihat tangan Wang So yang bergetar.

“Ini Bukan cangkirnya. Tapi kau meracuni tehnya? Aku... meminum racun yang Kau tuangkan. Gumam Wang So, Yeon Hwa hanya menatapnya karena salah sasaran.
Terakhir... siapapun yang berusaha memisahkan kita dengan perkataan liciknya.. maka aku berharap semoga persahabatan kita takkan pernah berubah.” Ungkap Wang So berusaha menahan racun yang masuk dalam tubuhnya.
Aku sangat berterima kasih atas ketulusanmu. Yang Mulia, tak bisakah kau melihat ketulusan adikku? Mana bisa aku terpisah dari saudara seperti ini? Tolong tarik keputusan Yang Mulia yang menyuruhnya kembali ke Shinju.” Ucap Pangeran Lee
Raja hanya menjawab dengan meminum araknya, Hae Soo melihat  Teh-nya telah habis jadi akan mengambilnya lagi dan bergegas pergi. Wang So melihat Hae Soo berjalan pergi lalu pamit pergi pada Raja, saat berjalan sepertinya mulutnya mulai mengeluarkan darah karena efek dari racun dalam tubuhnya. 
bersambung ke episode 11 


FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09