Jumat, 22 September 2017

Sinopsis Manhole Episode 14 Part 2

PS : All images credit and content copyright : KBS

Goo Gil masuk kamar Soo Jin binggung hanya ada Jae Hyun dan bertanya apakah Jung Ae tidak datang kemari. Jae Hyun mengelengkan kepala. Goo Gil pikir Jae Hyun sudah bersusah payah merawat Soo Jin. Jae Hyun pikir Tidak sama sekali karena senang melakukannya.
“Jae Hyun... Aku akan berada di sini. Jadi Kau harus pulang dan istirahat.” Kata Goo Gil
“Baiklah. Terima kasih. Aku akan berganti baju dan kembali.” Ucap Jae Hyun lalu pamit pada Soo Jin dengan menaikan selimutnya. Goo Gil panik melihat ditangan Jae Hyun sama dengan bekas luka yang dilihatnya.  Jae Hyun seperti seolah tak sadar berkata kalau akan segera kembali.

Jae Hyun sampai dirumah, baru saja selesai mandi lalu melihat ada bekas luka dibagian tanganya. Ia pun mengingat tatapan Goo Gil yang gugup melihat bekas luka ditanganya. Ia langsung memecahkan vas bunga yang ada di wastafel. 

Jin Sook naik ke atas gerobak yang dibawa Suk Tae melalui terowongan.  Ia pikir tubuhnya berat ditarik oleh pacarnya. Suk Tae mengaku Jin Sook seringan bulu, Jin Sook.
“Terima kasih sudah mengatakan itu. Jalanlah lebih cepat.” Ucap Jin Sook sengaja mengejeknya.
“Kita hampir sampai. Tolong jangan desak aku. Berapa mangkuk nasi yang tadi kau makan?” ejek Suk Tae. 

Saat didepan Man Hole melihat Phil sedang berusaha kembali membuka lubang dengan palu.  Phil heran melihat keduanya datang karena seharusnya berkerja. Suk Tae memberitah kalau mereka datang untuk membantu ide gilanya. Phil binggung.
“Aku bukan membantumu karena percaya kamu menjelajahi waktu, tapi karena aku terharu betapa kau sangat ingin menyelamatkan Soo Jin. Aku bisa dipecat karena ini.” Ungkap Suk Tae. Soo Jin membenarkan. Suk Tae pun mengeluarkan Bor tangan untuk membuka kembali Man hole. 

Goo Gil datang dengan wajah panik mengeluh Phil yang tidak menjawab teleponnya. Phil heran Goo Gil datang menemuinya. Goo Gil berkata ada yang harus dikatakan. Phil ingin tahua apa itu. Goo Gil malah menariknya agar ikut denganya.
Suk Tae dan Jin Sook ingin tahu, tapi Goo Gil mengaku itu bukan apa-apa. Dan menarik Phil untuk pergi. Jin Sook memberitahu kalau mereka harus cepat membuka lubang. Phil berada jauh dari Jin Sook dan Suk Tae ingin tahu apa yang dikatakan Goo Gil.
“Entah apa aku harus mengatakan ini. Jadi Aku harus bilang atau tidak, ya?” ucap Goo Gil kebingungan. Phil mendesak ada apa.
“Jangan terkejut, Apa Kau ingat waktu kubilang aku melihat bekas luka di pergelangan tangan penyerang?” kata Goo Gil. Phil mengangguk. Goo Gil merasa kalau ini sangat gila. Phil kembali ingin tahu apa maksud temanya.
“Hari ini aku melihat pergelangan Jae Hyun. Dia memiliki bekas luka yang sama. Semua orang punya bekas luka, kan? Tapi kenapa dia memiliki bekas luka yang sama di pergelangan kirinya? Ini Tidak mungkin dia, kan?” ucap Goo Gil masih tak percaya
“Terlalu banyak bukti yang menyatakan sebaliknya. Gantungan kunci yang rusak. Bekas luka di pergelangan. Semuanya tidak mungkin kebetulan.” Kata Phil. Goo Gil masih tak yakin dengan dugaanya.
“Dialah penyerangnya... Aku yakin.” Kata Phil lalu akan pergi. Goo Gil menahan kemana Phil akan pergi.
“Dia sedang bersama Soo Jin. Bagaimana mungkin aku diam saja? Dan Goo Gil, terima kasih.” Kata Phil bergegas pergi
“Apakah sebaiknya tadi aku diam? Apa Dia akan menimbulkan masalah lagi?” kata Goo Gil khawatir 


Jae Hyun baru saja akan kembali ke rumah sakit,  Phil melihatnya langsung menarik baju Jae Hyun kalau mereka harus bicara. Jae Hyun menarik badanya agar Phil tak menariknya lagi. Phil langsung mengumpat Jae Hyun yang tak tahu malu.
“Beraninya kau tinggal bersama Soo Jin. Korban penyerangan itu melihat bekas luka di pergelanganmu.” Ucap Phil marah
“Siapa? Apa Goo Gil yang mengatakan itu? Sekarang kau dan teman-temanmu berusaha menjebakku sekaligus.” Kata Jae Hyun
“Kita akan lihat nanti.” Kata Phil menarik tangan Jae Hyun yang ditutup perban. Lalu bertapa kagetnya ada luka baru diatas luka lama Jae Hyun.
“Tadi aku terluka. Kenapa? Apa itu masalah?” ucap Jae Hyun dengan mengingat sebelumnya dengan sengaja memberikan luka ditanganya dengan pecahan vas bunga.
“Kau melakukan ini karena Goo Gil melihat bekas lukamu.” Kata Phil yakin
“Aku kehabisan kata-kata.Jangan libatkan aku dalam spekulasi gilamu itu dan Berpikirlah sesukamu.” Ejek  Jae Hyun. Phil sudah siap memukul Jae Hyun.
“Jika kau memukulku lagi, maka itu tidak akan selesai hanya dengan penangguhan. Berpikirlah sebelum bertindak. Kau pegawai negeri sipil dan Nyawa Soo Jin sedang dalam bahaya. Tapi Kau malah berbicara omong kosong. Dasar Kau sangat menyedihkan. Aku paham alasan Soo Jin berkata tidak akan menemuimu lagi. Jika kau seorang polisi, bawalah bukti yang kuat. Paham?” Kata Jae Hyun menantang.
“Bukti yang kau katakan tadi. Aku akan membawa bukti itu dan menunjukkannya kepadamu. Jadi Tunggu saja. Aku akan mengekspos siapa kau sebenarnya.” Ucap Phil yakin. 
Phil pergi ke kantor polisi melihat kembali semua rekaman CCTV. Sersan Choi melarang Phil yang datang karena tidak boleh kemari sampai penangguhannya berakhir.
“Pak... Anda masih memiliki rekaman CCTV itu, kan? Aku harus menangkap dia.” Ucap Phil
“Kami juga polisi. Bukan hanya kamu. Jadi Pulanglah dan tunggu.” Kata Sersan Cho. Phil berteriak seperti sangat memohon. Akhirnya Phil dibiarkan untuk melihatnya.
“Bukti... Aku harus menemukan bukti bahwa dia adalah Park Jae Hyun.” Ucap Phil terus melihat rekaman CCTV. 

Suk Tae mencoba mengebor tapi tetap tak tembus. Jin Sook pikir tidak bisa dibor dan heran karena Goo Gil dan Phil yang tidak datang. Goo Gil tiba-tiba datang dengan Dal Soo. Keduanya pun kaget, Suk Tae bertanya kenapa Dal Soo datang
“Kudengar kau membutuhkan bantuan. Lama tidak bertemu.” Kata Dal Soo dan ingin tahua apa yang dilakukanya.
“Apa Kau tidak bisa lihat? Kami sedang mengebor.” Kata Suk Tae. Dal Soo ingin tahu mereka ingin mewujudkan keinginan Phil yang mana. 

Dal Soo kaget kalau itu  maksudnya Perjalanan waktu dan bertanya apakah mereka melakukan ini karena percaya kepada Phil. Jin Sook mengaku kalau tidak percaya tapi berusaha untuk mempercayai ucapan Phil.
“Apa Kamu pikir kami tahu? Kami hanya melakukan apa pun agar Soo Jin siuman.” Ucap Goo Gil  
“Hei, Suk Tae. Menurutmu, apa ini bisa dibuka dengan bor?” tanya  Dal Soo. Goo Gil pikir Dengan alat ini, akan butuh waktu 10 tahun lalu menatap Dal Soo. 



Ibu Soo Jin menenami anaknya lalu melihat tangan Soo Jin bergerak. Ia langsung berteriak memberitahu suaminya akalu Soo Jin baru menggerakkan jarinya. Saat itu Soo Jin akhirnya membuka matanya. Tuan Kang bertanya apakah Soo Jin bisa mendengar suaranya.
Jae Hyun pun datang, Ibu Soo Jin memberitahu kalau Soo Jin sudah sadar. Soo Jin terlihat hanya menatap kosong. Jae Hyun bertanya apakah masih bisa mengenalinya. Soo Jin hanya diam saja.  Ayah Jin Sook bertanya apakah mengenali mereka, Soo Jin mengangguk lalu menanyakan keberadaanya.
“Apa Kau ingat soal kecelakaan itu?” tanya Jae Hyun. Soo Jin mengaku tidak ingat apapun.
“Tidak apa-apa. Selama kamu mengenali kami, tidak apa-apa. Sayang, panggilkan dokter.” Ucap Ibu Soo Jin pada suaminya. Jae Hyun seperti bisa bernafas lega Soo Jin tak mengingatnya. 

Dokter melihat dari hasil tes merasa beruntung karena Soo Jin sudah siuman karena mereka yakin Jadi hanya perlu memperhatikan proses penyembuhan luka-lukanya.
“Omong-omong, sepertinya dia tidak bisa mengingat kecelakaan itu. Apa Anda yakin tidak ada masalah lain?” ucap  Jae Hyun memperlihatkan wajah khawatir.
“Sebagian pasien menderita hilang ingatan jangka pendek karena syok akibat kecelakaan. Pada akhirnya ingatan mereka akan kembali seiring waktu, jadi, jangan terlalu khawatir.” Kata Dokter.
Mereka merasa Senang mendengarnya. Dokter berpesan agar Jangan paksa Soo Jin mengingat kembali dan bisa beristirahat sepenuhnya. Mereka menganguk mengerti. 

Jae Hyun menemani Soo Jin dalam kamar menanyakan keadaan dan apakah  sudah bisa mengingat sesuatu. Soo Jin bertanya dimana orang tuanya. Jae Hyun mengatakan menyuruh mereka membeli makanan karena kelaparan seharian. Soo Jin menganguk seperti tak begitu takut.
“Soo Jin... Apa Kau tidak bisa mengingat sesuatu tentang kecelakaan itu?” ucap Jae Hyun. Soo Jin mengaku Tidak ingat apapun.
“Sebanyak apa yang kau ingat?” tanya Jae Hyun ingin memastikan.
“Itu... Kita berjanji akan berwisata ke Inggris. Dan aku menemukan tiket untuk penerbangan kita di saku jasmu.” Cerita Soo Jin
“Jadi, kau tidak ingat apa-apa setelah itu?” ucap Jae Hyun. Soo Jin menganguk dan bertanya apa sebenarnya yang terjadi.
“Tidak ada. Tidak usah khawatirkan itu. Mari lupakan semua kenangan buruk. Istirahatlah lebih dahulu.” Kata Jae Hyun. Soo Jin pun memutuskan akan tidur karena sangat mengantuk.
Jae Hyun terdiam mengingat ucapan Phil “Bukti yang kau katakan tadi. Aku akan membawa bukti itu dan menunjukkannya kepadamu. Tunggu saja. Aku akan mengungkap siapa dirimu sebenarnya.” Akhirnya ia segera keluar dari ruangan. 


Soo Jin merasakan Jae Hyun sudah keluar dari kamar dan mengendap-ngendap untuk kabur. Seorang perawat melihat Soo Jin menahanya kalau  tidak boleh bergerak jadi meminta kembali ke kamar karena baru menjalani operasi. Soo Jin memohon agar bisa menelp karena  Ada hal mendesak yang harus diurus.

Phil masih ada di kantor polisi, Soo Jin menelp  memberitahu kalau baru siuman dan meneleponnya diam-diam jadi meminta agar cepat datang karena Ada yang harus dikatakan. Phil mengerti akan segera datang secepatnya ke kamarnya.  
“Jangan... Kita bertemu di depan rumah sakit.” Ucap Soo Jin. Phil pun menyetujuinya. 
Jae Hyun pergi ke sebuah tempat seperti bangunan yang sudah terbengkalai, lalu membuat api dan membuang semua pakaian, masker dan juga topi serta kunci yang bisa dijadikan Phil sebagai barang bukti. 
Phil mengemudikan mobilnya dan terjebak lampu merah, Soo Jin sudah menunggu di depan rumah sakit. Jae Hyun baru datang melihat Soo Jin, tapi Soo Jin melihat Jae Hyun bergegas kabur dan masuk ke dalam rumah sakit. Jae Hyun binggung karena Soo Jin terlihat kabur dan ada diluar dari kamarnya.

Phil baru datang melihat Soo Jin masuk dan Jae Hyun ada dibelakangnya. Soo Jin berlari mencoba menghindari Jae Hyun dengan menekan tombol lift, tapi Jae Hyun sudah berjalan lebih dekat dengan Soo Jin. Akhirnya Soo Jin berlari bersembunyi di tempat yang gelap.
Jae Hyun tak bisa menemukanya, sampai akhirnya mendengar suara dari tangga darurat. Phil ikut berlari mencoba mengejar menaiki tangga. 

Sementara di depan Man Hole, Sudah ada alat berat yang dipakai oleh Goo Gil untuk membongkar lubang. Goo Gil bertanya berapa lama lagi karena Nanti warga melaporkan mereka. Goo Gil terus berkerja dengan wajah serius.
“Kapan Goo Gil belajar melakukan ini?” tanya Jung Ae tak percaya
“Bukankah dia berkata bertugas di militer dengan ini? Jika dipikir-pikir, dia pria yang berbakat.” Kata Jin Sook mengejek Jung Ae. 
Soo Jin sampai diatap, Jae Hyun sudah bisa menemukanya. Soo Jin meminta agar Jae Hyun jangan mendekat dengan wajah ketakutan. Jae Hyun bisa mengetahui Soo Jin yang mengingat semuanya, yaitu semua yang terjadi sebelum kecelakaan itu.
“Jangan mendekat... Pergi sana, Jae Hyun.” Ucap Soo Jin ketakutan
“Lalu kenapa kau membohongiku? Aku bisa menjelaskan semuanya. Kurasa ada kesalahpahaman. Kita harus bicara.” Kata Jae Hyun.
“Aku ingat semuanya. Orang yang menabrakku dengan mobil adalah kau, Jae Hyun. Jadi, pergilah.. Jangan dekati aku!” ucap Soo Jin
Phil pun akhirnya sampai keatap melihat Soo Jin dengan Jae Hyun meminta agar medekat padanya. 


Didepan Man Hole
Air keluar dari lubang manhole, mereka bahagia karena akhirnya Sudah terbuka dan Go Gil berhasil dan Sukses. Jung Ae pun bertanya Setelah ini sudah terbuka lalu bagaimana. Suk Tae juga tak tahu  karena Pil tidak memberi tahu. Semua hanya bisa melonggo.  

Jae Hyun tiba-tiba menyandera Soo Jin agar tak mendekat. Soo Jin berusaha untuk melepaskan tangan Jae Hyun. Phil berteriak meminta Jae Hyun agar melepaskan Soo Jin.
“Semua ini karena kau. Jika bukan karena kau, kami tidak akan berada di sini. Enyahlah... Kecuali kau ingin melihatnya mati.” Ucap Jae Hyun
“Apa Kau ingat ucapanku? Aku akan mengungkap siapa kamu sebenarnya. Semua sudah berakhir jadi Menyerahlah.” Kata Phil
“Benarkah? Kau bilang Semua sudah berakhir? Kalau begitu, kita akan mengakhiri semua ini bersama.” Kata Jae Hyun 

Suk Tae dkk binggung karena mereka sudah membukanya tanpa mengetahui langkah selanjutnya. Jin Sook pikir Phil pasti memberitahu sesuatu. Suk Tae mengatakan kalau Phil hanya ingin membuka lubang ini dan tidak memberitahu apa yang harus dilakukanya dan berpikir untuk menelp Phil saja. Jin Sook pun menyuruh Suk Tae agar segera menelp.
Saat itu lampu di atas man hole mulai kedap kedip  dan angin besar pun datang. Semua binggung melihat ada cahaya yang bergerak cepat keluar dari Man Hole. 

Di atap gedung.
Soo Jin berusaha melepaskan tangan Jae Hyun dengan mengigitnya. Jae Hyun pun kesakitan karena itu tangan yang terluka. Soo Jin naik pinggir gedung mengancam Jae Hyun agar tak mendekat dan apabila mendekat maka akan melompat.
“Soo Jin, jangan lalukan Itu sangat berbahaya. Turunlah.” Ucap Phil. Jae Hyun malah sengaja mendekat dengan mengulurkan tanganya.
“Jangan dekati aku.” Ucap Soo Jin saat itu seperti melihat tangan Jae Hyun seperti terpeleset dan Soo Jin pun jatuh dari gedung.

Phil langsung menangkap tangan Soo Jin sebelum jatuh dari gedung. Soo Jin melihat Phil yang menyelamatkanya. Saat itu cahaya seperti membawa pergi keduanya masuk ke dalam manhole. 

Keempat teman Soo Jin hanya bisa melonggo binggung yang baru saja dilihat oleh mereka. Ada cahaya masuk ke dalam manhole seperti membawa Phil pergi. Lalu  Suk Tae bertanya apakah mereka melihatnya dan Siapa yang melihatnya. Semua mengangkat tangan dengan mulut melonggo karena sangat aneh.

Phil dan Soo Jin kembali berdiri di tepi jalan sebelum kecelakan terjadi. Phil binggung keberadaanya sekarang. Soo Jin pun heran melihat kalau dirinya seperti ditarik ke masa lalunya.
“Aku yakin melewati lubang got itu.” Kata Phil karena seperti masih berada ditahun 2018. Sampai akhirnya ia sadar kalau ada di jalan dan Jae Hyun siap untuk menabraknya, lalu berlari menghampiri Soo Jin.
Bersambung ke episode 15

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


Sinopsis Manhole Episode 14 Part 1

PS : All images credit and content copyright : KBS
Soo Jin menyakinkan kalau bukan Jae Hyun pelaku penyerangan tanpa sebab.  Jae Hyun melihat Soo Jin sudah memegang masker dan juga topinya, mimik wajahnya terlihat dingin lalu berusaha untuk tetap tenang. Soo Jin menaruh kembali masker dan topi dalam tas.
“Soo Jin.. Ada apa?” kata Jae Hyun santai. Soo Jin terlihat gugup menanyakan tas apa yang ada didalam bagasi.
“Ini tas gym-ku.” Kata Jae Hyun lalu menutup kembali bagasi mobilnya. Soo Jin makin gugup melihat Jae Hyun yang ada didekatnya, dan ingin mengatakan sesuatu
“Ada apa? Katakanlah.” Ucap Jae Hyun. Soo Jin mengurungkan niatnya mengaku tak ada apa-apa
“Apa yang kau pikirkan? Kau tampak pucat.” Kata Jae Hyun ingin memegang tangan istrinya. Tapi Soo Jin langsung menghindarinya. Jae Hyun pun mulai  merasakan keanehan. Soo Jin langsung meminta maaf. Jae Hyun pun mengajak Soo Jin kembali ke rumah dengan menarik tanganya. Soo Jin pun tak menghindarinya. 

Soo Jin menatap Jae Hyun sedang memasukan baju ke dalam koper, Ia mengingat kembali ucapan Goo Gil saat di rumah sakit “ Dia memiliki bekas luka yang panjang di pergelangan tangannya”
Lalu Saat bertemu dengan Phil, Jae Hyun berkata “Potongan gantungan kunci yang dia temukan di TKP cocok dengan gantungan kunciku. Sepertinya dia mengira bahwa aku pelaku penyerangan.”  Dan Ia mengingat berita kalau Pelaku memakai topi dan masker hitam. Jae Hyun sadar sedari tadi Soo Jin hanya menatapnya.
“Ahh.. Aku lupa... Tadi aku mau melakukan sesuatu di dapur.” Ucap Soo Jin bergegas ke dapur dengan gugup. Jae Hyun berjalan sambil menatap Soo Jin seperti berusaha menghindar pergi ke dapur.

“Setibanya kita di Inggris, bagaimana jika kita ke tempat berkencan dahulu? Jalan-jalan di Taman Hyde dan ke Pasar Portobello.” Kata Jae Hyun
“Tentu. Kita ke sana. Kita akan melewati saat yang menyenangkan di sana.” Ucap Soo Jin terus berjalan. Jae Hyun memeluk Soo Jin dari belakang. Soo Jin ketakutan dan langsung melepaskanya dengan wajah santai
“Jae Hyun, pukul berapa kita akan berangkat? Kita harus makan sebelum keluar. Lalu Apa yang sebaiknya kita makan? Aku harus pergi membeli bahan pangan jadi akan pergi sekarang saja.” Ucap Soo Jin mencoba untuk kabur
“Kita bisa makan di luar. Jangan khawatir.” Kata Jae Hyun. Soo Jin memikirkan kembali kalau akan mencuci piring dan harus menyelesaikannya.
Jae Hyun pikir akan membantu istrinya. Soo Jin menolak menyuruh agar segera mandi saja karena sebelumnya juga baru pulang dan akan pergi mandi.  Jae Hyun pikir akan cepat selesai jika melakukan bersama. Soo Jin pikir setelah mandi maka Jae Hyun bisa mengambil pakaian dalamya yang bawa ke Inggris karena Inggris lebih dingin dibandingkan Seoul jadi membawa juga kemeja lengan panjang dan kardigan. Jae Hyun menganguk mengerti. 

Jae Hyun selesai mandi dengan mengeringkan rambut tanpa curiga, lalu berjalan ke dapur dan ruang tengah tak melihat ada Soo Jin. Ia membuka pintu kamar tak melihat Soo Jin dan beberapa kali memanggilnya.  Akhirnya Ia berlari ke depan apartement, tak melihat Soo Jin pergi dari rumah.
Phil gelisah mondar mandir mengingat ucapan Suk Tae “Semua bisa melihat kaulah yang salah. Jadi, kau harus meminta maaf kepada Jae Hyun dan Soo Jin.” Lalu mencari nama Soo Jin dengan nama "Kesayanganku" tapi enggan untuk melakukanya.
Soo Jin sudah menaiki taksi, wajahnya panik dan melihat ponselnya kalau Jae Hyun yang menelp. Ia pun tak mengangkat telp dari Suaminya. Ia ingin menelp Phil tapi teringat percakapan dengan Phil sebelumnya.
“Soo Jin, jangan mempercayai orang ini. Dia berbahaya.” Ia pun tak berani untuk menelp Phil lebih dulu karena ia berkata “Kurasa aku tidak bisa menemuimu lagi. Ya, aku tidak mau menemuimu lagi.” Ia pun kebingungan yang harus dilakukan dengan keadaan panik. 

Jin Sook sibuk melayani tamu yang datang ke restoranya, Soo Jin datang Jin Sook kaget melihat temanya yang datang. Soo Jin mengajak Jin Sook untuk bicara. Jin Sook bertanya ada masalah apa dengan melihat wajah Soo Jin seperti panik. Terdengar suara pelanggan yang meminta sebotol Soju.
“Aku akan segera kembali, jadi Tetaplah di sini. Ini hanya sebentar.” Ucap Jin Sook lalu bergegas masuk ke dapur untuk mengambil Soju. Soo Jin akhirnya memilih untuk keluar dari restoran. Jin Sook kembali setelah membawa Soju binggung karena Soo Jin malah pergi bukan menunggu di dalam restoran. 

Soo Jin pergi ke rumahnya menekan bel rumahnya untuk pulang ke rumah ibunya. Terdengar suara ibunya dari Interkom “Jae Hyun, Soo Jin di sini.”. Soo Jin kaget ternyata suaminya ada dirumah ibunya, akhirnya Ia berlari kabur menghindari Jae Hyun. Jae Hyun keluar rumah melihat Soo Jin berlari kabur dan mengambil mobil untuk mengejarnya.
Soo Jin akhirnya naik taksi di jalan, Phil kebingungan dan ingin bertemu dengan Soo Jin, saat itu ponselnya terlihat nama Soo Jin "Kesayanganku" menelp. Soo Jin langsung berkata untuk menolongnya karena sangat takut. Phil pun bertanya keberadaan Soo Jin sekarang. 

Jae Hyun terus mengikuti taksi yang dinaiki Soo Jin sampai akhirnya terjebak dalam lampu merah,akhirnya harus berhenti lebih dulu. Soo Jin berhenti di sebuah tempat yang cukup sepi menunggu Phil.
Phil pun datang dengan mobilnya, Soo Jin memanggil Phil karena berada diseberang jalan. Jae Hyun dari jauh melihat Soo Jin yang menemui Phil lagi. Phil mencoba menyebarang jalan, tapi banyak mobil lalu lalang dengan kecepatan tinggi.
Saat sudah mulai lengang, Soo Jin dan Phil berlari ke tengah jalan. Jae Hyun sengaja melajukan mobil dengan kecepatan tinggi. Soo Jin melihat Mobil akan menabrak Phil langsung mendorongnya. Tubuh Soo Jin pun terguling dengan luka dibagian kepala.
Phil bangun setelah terjatuh lalu panik melihat Soo Jin yang tak sadarkan diri. Jae Hyun sempat menghentikan mobilnya dan kaget karena ternyata Soo Jin yang terkena mobilnya, lalu pergi meninggalkan begitu saja. 

Phil membawa Soo Jin ke rumah sakit, sambil menangis memberitahu  tidak akan membiarkannya mati seperti ini dan akan melakukan apa pun untuk menyelamatkannya jadi meminta agar bertahan. Perawat menahan Phil  untuk menunggu di luar ruangan. Orang Tua Soo Jin datang dengan panik
“Apa yang terjadi dengan Soo Jin?” tanya Ibu Soo Jin
“Dia baru saja masuk ke Ruang Operasi.”kata Phil. Ibu Soo Jin tak percaya kalau separah itu luka anaknya.
“Dia tidak sadar.” Kata Phil. Ibu Soo Jin makin panik. Suaminya menyakinkan kalau Soo Jin akan selamat. Jae Hyun akhirnya datang dengan wajah panik.
“Ibu.... Apa maksud Ibu dia mengalami kecelakaan? Apa yang terjadi?” ucap Jae Hyun panik
“Soo Jin menjadi korban tabrak lari. Tadi dia datang ke rumah, tapi tidak masuk dan pergi menemuinya lalu mengalami kecelakaan... Dasar Kau berandal. Kau mengejar Soo Jin selama hidupmu dan akhirnya membuat masalah. Kembalikan Soo Jin.” Teriak Ibu Soo Jin menyalahkan Phil.
Phil hanya diam saja. Jae Hyun bisa bernafas lega karena Ibu mertuanya menyalahkan Phil dari semua yang dialami Soo Jin. Ibu Soo Jin ingin tahu kenapa Soo Jin pergi menemui Phil. Phil menceritakan kalau Soo Jin menelp dan Begitu menemuinya, Soo Jin ditabrak di depan matanya. Ibu Soo Jin bertanya apakah Phil menangkap pelakunya. Phil mengelengkan kepala
“Dasar berengsek... Teganya mereka melarikan diri setelah menabrak seseorang.” Ucap Ibu Soo Jin makin marah dan juga sedih dengan melihat keadaan anaknya. 

Soo Jin masih terbaring di ruang operasi dengan luka dibagian tubuhnya. Jin Sook mencoba menelp Soo Jin tapi tak juga diangkat, wajahnya mulai binggung karena sebelumnya Soo Jin datang mengajak bicara dan pergi begitu saja. Suk Tae datang dengan wajah panik.
“Jin Sook!... Soo Jin menjadi korban tabrak lari.” Teriak Suk Tae dan Jin Sook melotot kaget. 

Soo Jin sudah masuk kamar rawat setelah di operasi dan kembali di periksa oleh Dokter. Dokter memberitahu sudah mengoperasi luka-luka fisiknya, tapi masalahnya adalah Soo Jin  masih belum sadar jadi hanya bisa menunggu dirinya pulih.
“Sayang, kita harus bagaimana? Soo Jin yang malang.” Ucap Ibu Soo Jin menangis.
“Dia pasti akan bangun.... Dia akan bangun... jangan berpikir dia akan seperti ini selamanya. Berpikir positiflah.” Ucap suaminya.
“Soo Jin, kenapa kau mencurigaiku? Seharusnya kau memercayaiku saat aku menyangkalnya.” Gumam Jae Hyun melihat Soo Jin yang tak sadarkan diri. Phil tak banyak berkata-kata memilih untuk keluar dari kamar. 

Goo Gil dkk akhirnya datang melihat Phil langsung menanyakan Bagaimana keadaan Soo Jin karena mendengar operasinya sudah selesai. Phil memberitahu Soo Jin masih belum sadar. Mereka merasa kasihan pada Soo Jin karena ini mengerikan.
“Omong-omong, kenapa kau menemuinya?” tanya Suk Tae
“Dia meneleponku dan meminta bantuanku.” Kata Soo Jin. Suk tae ingin tahu bantuan apa. Phil juga tak tahu.
“Kedengarannya sangat genting. Soo Jin datang menemuiku tadi. Dia tampak sangat serius. Seharusnya aku mendengarkannya saat mendatangiku. Andai aku menyuruhnya untuk tetap di sana, maka dia tidak akan mengalami kecelakaan. Ini salahku.” Ucap Jin Sook merasa bersalah.
“Ini bukan salahmu. Jangan berpikir begitu.” Ucap Suk Tae menenangkan pacarnya. 
Jae Hyun akhirnya datang melihat semua teman Soo Jin datang. Suk Tae berkomentar kalau Jae Hyun pasti terkejut. Jae Hyun mengaku masih tidak bisa percaya karena janji akan pergi ke Inggris besok dan kejadianya akan seperti ini .
“Soo Jin akan segera bangun. Kita harus yakin.” Ucap Suk Tae menyakinkan. Phil hanya menatap Jae Hyun seperti merasakan sesuatu.
“Ya, kita harus yakin. Mereka bilang dia harus istirahat sekarang, jadi, masuklah nanti.” Kata Jin Sook. Phil seperti tak bisa diam saja memilih untuk pergi.
Semua temanya binggung kemana Phil akan pergi,  Goo Gil pikir Phil bisa menimbulkan masalah jika mereka tidak mencegahnya jadi lebih baik ikuti saja. Mereka pun bergegas mengikuti kemana Phil akan pergi. 


Phil kembali ke Manhole dengan membawa palu untuk mencecahkan agar memohon untuk membawa pergi karena harus menyelamatkan Soo Jin. Ia memohon agar bisa membawa ke tempat sebelum kecelakaan itu. Tapi tetap saja Man Hole masih tertutup rapat.
Semua teman Phil datang, Suk Tae langsung menyuruh Phil agar menghentikanya. Phil mengatakan Soo Jin tidak sadar di rumah sakit. Tapi Ia  tidak bisa berbuat apa-apa untuknya, bahkan Kondisinya masih kritis, tapi tidak bisa membantu.
“Kami juga merasakan hal sama. Bukan hanya kau yang frustrasi. Tangkaplah pelakunya jika kau punya waktu melakukan ini.” Ucap Jin Sook
“Apa gunanya menangkap pelakunya? Itu tidak akan membuat Soo Jin sadar. Hei.. Suk Tae, aku tidak bisa hidup jika terjadi sesuatu dengan Soo Jin. Bisakah kau membiarkanku membuka lubang got ini? Aku Mohon Biarkan aku... mendapatkan peluang untuk menyelamatkan dia. Aku mohon kepadamu.” Ucap Phil memohon sambil berlutut.
Semua teman-temanya binggung melihat Phil sampai berlutut memohon. Goo Gil pun bertanya alasan Phil yang mau menghancurkan lubang got ini Untuk menyelamatkan Soo Jin. Phil terus memohon pada Suk Tae agar bisa membuka kembali Man hole karena harus menyelamatkan dia. Seok Tae.

Jae Hyun menemui Sersan Choi di depan kantor polisi. Sersan Choi menyapanya dengan bertanya alasanya datang . Jae Hyun ingin tahu Apakah mereka menemukan petunjuk tabrak lari itu. Sersan Choi mengatakan Itu terjadi di tempat yang sangat terpencil.
“Kami tidak menemukan banyak kamera CCTV dan menelusuri rekaman CCTV dari sudut lain, tapi lalu lintas di sana sangat padat. Sulit untuk melihat yang mana pelakunya.” Ucap Sersan Choi. Jae Hyun terlihat bisa bernafas lega karena polisi tak menemukan jejaknya.
“Kasus itu sudah diserahkan kepada detektif polisi. Kita harus menunggu petunjuk yang mereka dapatkan. Kami juga mencari saksi mata dan akan menghubungimu begitu mendapatkan petunjuk. Jangan khawatir.” Kata Sersan Choi. Jae Hyun menganguk.
“Omong-omong, bagaimana keadaan istrimu?” kata Sersan Choi. Jae Hyun mengatakan masih belum sadar lalu memberikan minuman. Sersan choi menerima dan Jae Hyun pergi meninggalkan Kantor polisi. 


Phil kembali ke tempat Soo Jin dirawat, terlihat Soo Jin masih belum sadar. Akhirnya Ia duduk memegang tangan Soo Jin.
“Akulah yang berkata tidak akan ada hal buruk terjadi kepadamu. Seharusnya aku saja yang ditabrak mobil itu. Seharusnya aku menyelamatkanmu. Soo Jin, aku tidak keberatan kamu marah kepadaku. Aku tidak peduli kau tidak menganggapku sebagai teman.” Kata Phil
“Tidak... maksudku...Aku tidak keberatan kau tidak ingin menemuiku. Aku hanya ingin kau bangun kembali.” Ungkap Phil hanya ingin Soo Jin kembali tersadar. 

Saat itu Jae Hyun datang terlihat marah karena Phil ada didekat Soo Jin. Phil mengatakan sengaj datang untuk melihat keadaannya. Jae Hyun menegaskan tidak ingin Phil datang lagi, karena Soo Jin memilikinya, lalu duduk didepan istrinya.
“Kemarin, Soo Jin meneleponku dan meminta bantuanku. Apa Kau tahu soal itu?” ucap Phil sebelum keluar dari kamar
“Bagaimana aku bisa tahu? Kau yang dia telepon, bukan aku.” Ucap Jae Hyun sinis.
“Jika dia sangat membutuhkan bantuanku, sebagai suaminya, Apa kau tidak tahu soal ini?” balas Phil 
“Memang kenapa? Apa Kau menyalahkanku karena tidak menjadi suami yang baik?” kata Jae Hyun marah
“Jika saat itu keadaannya mendesak, kenapa dia justru meneleponku dan bukan suaminya? Aku hanya merasa itu aneh dan penasaran. Aku ingin tahu bantuan apa yang dia inginkan.” Kata Phil
“Kau bisa tanyakan langsung begitu dia sadar. Jadi Bisakah kamu pergi?” ucap Jae Hyun makin sinis tak ingin membahasnya. 


Suk Tae duduk diam di meja kerjanya mengingat kembali ucapan Phil “Suk Tae, aku tidak bisa hidup jika terjadi sesuatu dengan Soo Jin. Bisakah kau biarkan aku membuka lubang got ini? Kumohon biarkan aku mendapatkan peluang untuk menyelamatkan dia. Aku mohon.” Suk tae berjalan mendekati kepala timnya.
“Permisi, Pak, aku ingin bertanya sesuatu. Ini tentang lubang got yang kita tutup tiga bulan lalu. Aku ingin melakukan rekonstruksi pada lubang itu.” Ucap Suk Tae. Kepala Tim binggung kenapa Mendadak.
“Begini... Seseorang ingin kita membukanya kembali. Bolehkah kita melakukan konstruksi lagi?”kata Suk Tae.
“Aku kira warga sekitar ingin itu ditutup karena suara-suara aneh. Apa Kali ini mereka ingin membukanya?” kata Seniornya. Suk Tae pikir seperti itu. 

Suk Tae kembali bertemu dengan Jin Sook ditaman. Jin Sook bertanya apakah kepala menolak usulanya. Suk Tae mengangguk dan memikirkan Phil karena temanya itu berpikir satu-satunya cara untuk menyelamatkan Soo Jin adalah masuk ke lubang itu.
“Sungguh tidak masuk akal kita sampai stres karena cerita yang tidak bisa dipercaya ini.” Kata Jin Sook heran
“Tapi andai Pil sungguh bisa menjelajahi waktu lewat lubang got itu untuk menyelamatkan Soo Jin, maka aku yang akan menghancurkan lubang got itu.” Kata Suk Tae
“Ya, sebagian orang mengabulkan permintaan orang mati.” Kata Jin Sook
“Kenapa aku tidak melakukannya untuk temanku yang masih hidup? Jin Soo, ayo kita buka lubang itu. Dia memang terdengar gila, tapi tidak ada lagi yang bisa kita perbuat untuk Soo Jin. Saat orang putus asa, mereka sembahyang di kuil atau berdoa di gereja. Ayo kita coba saja.” Kata Suk Tae menyakinkan. Jin Sook terlihat masih shock. 


"Rumah Sakit NU"
Dal Soo bergegas turun dari mobil dan ingin masuk ke rumah sakit. Saat itu Goo Gil baru saja datang kaget melihat Dal Soo juga ada didepan rumah sakit. Akhirnya keduanya duduk di taman, Dal Soo ingin tahu apa yang terjadi apda Soo Jin.
“Aku bahkan tidak tahu ini terjadi. Seharusnya kau meneleponku.” Kata Dal Soo sedikit kesal.
“ Kukira kau tidak akan memperdulikan kami lagi.” Ungkap Goo Gil
“Jangan asal bicara. Aku juga bagian dari keluarga ini. Kudengar kau juga mengalami kecelakaan. Apa Kau baik-baik saja?” ucap Dal Soo

“Apa Kau tidak bisa lihat? Aku baik-baik saja saat ini.” Ucap Goo Gil sinis. Dal Soo piki  Semua orang harus hidup bahagia dan mengeluh karena hal seperti ini terus terjadi.
“Kudengar kamu yang memesan jus dari Jung Ae. Apa Kau kira kamu akan dimaafkan atas perbuatanmu itu hanya karena membeli jus darinya?” ucap Goo Gil marah
“Aku tidak melakukan itu untuk dimaafkan” kata Dal Soo pikir Memesan jus bukanlah sikap yang mengesankan.
“Hei, ada yang ingin kutanyakan. Kenapa kau meninggalkannya?” tanya Goo Gil
“Kupikir dia tidak akan bahagia jika tetap bersamaku. Selama masih menjadi putra ibuku, maka selama aku tidak bisa memutuskan ikatanku dengannya, kurasa aku tidak bisa membahagiakan Jung Ae.” Kata Dal Soo
“Itu hanya alasan. Kau hanya tidak terlalu mencintainya dan hanya melarikan diri karena takut.” Ejek Goo Gil.
Dal Soo membenarkan  menurutnya Jika berada dalam situasinya, maka Goo Gil pasti akan melindungi Dan Ah  sampai akhir. Ia juga selalu tahu bahwa Jung Ae mencintai melebihi cintanya dibanding Ia kepada Jung Ae. Dan Ia yakin Jung Ae akan lebih bahagia jika bersama Go Gil.
“Sudah terlambat bagiku untuk membuatnya bahagia dalam hidup ini. Kuharap kau bisa membahagiakan Jung Ae” kata Dal Soo pasrah. Saat itu Jung Ae mendengar ucapan Dal Soo hanya bisa menangis kemabli.
Bersambung ke part 2

 FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09