PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Selasa, 23 Agustus 2016

Sinopsis Love In The Moonlight Episode 1 Part 1

PS : All images credit and content copyright : KBS

Sebuah baju kerajaaan yang sangat megah tergantung, semua pelayan istana membawakan banyak perlangkapan, berjalan keluar dari ruangan. Terlihat seorang pria yang sedang diikat rambutnya, mahkota kecil pun dipasang diatasnya. Baju raja dengan lambang naga pun dipasang, tak lupa bagian ikat pinggangnya. Sosok pria itu pun duduk sambil membaca buku dengan wajah serius.
Tiba-tiba senyuman terlihat dan melempar buku terlihat judul [Cerita cinta dari zaman Joseon yang kita tidak ketahui]

Sampai akhirnya buku itu pindah ke tangan seorang wanita dengan gaya pria bernama Hong Ra On memegang buku diatas mejanya. Seorang pria terlihat gugup matanya berputar-putar kesana kemari mengatakan kalau alasanya datang bukan karena masalah dirinya tapi tentang teman dekatnya.
Dia telah melakukan hal-hal aneh dan membuatku khawatir.” Cerita Tae Hyun (Ps: Pake nama asli) Ra On bertanya apa hal aneh yang dimaksud
Dia berjalan keluar dari sebuah tempat tapi malah menabrak dinding dan  membentur dahinya. Dia minum alkohol yang ia tidak bisa menangani  dan ikut perkelahian yang sangat tidak menyukainya.” Cerita Tae Hyun, Ra On melihat dahi dan tangan Tae Hyun yang penuh luka.
“Jadi kau marah setiap kali orang berbicara tentang seorang wanita tertentu.” Kata Ra On, Tae Hyun langsung membenarkan dan menekan tombol warna merah yang ada didepanya.

"Ini tidak akan berjalan dengan baik. Hubungan itu tidak akan berhasil." Kau kesal karena teman berhenti memberikan sinyal padamu” jelas Ra On
Tae Hyun tak percaya bagaimana Ra On bisa mengetahuinya, dengan senyuman sudah mendengar Ra On itu juga dikabarkan  seperti seorang peramal ketika berhubungan dengan suatu hubungan antara pria dan wanita dan menurutnya rumor yang di dengarnya itu benar.
Hidup ini tidak layak ditinggali karena  wanita itu.” Ungkap Tae Hyun akhirnya ceplosan sendiri
Tidak masalah, aku mengerti.  Tidak ada orang yang pernah membunuh untuk menceritakan seorang wanita dia mencintainya. Jadi harus memiliki keberanian.” Kata Ra On menekan bagian bel depan berwarna hijau. Senyuman Tae Hyun terlihat bahagia. 


Tae Hyun sibuk menyapu halaman depan, seorang wanita cantik lewat didepanya, bertanya apakah ingin jalan-jalan. Wanita itu hanya diam saja, tiba-tiba hampir saja terjatuh. Tae Hyun panik langsung memegang tangan si wanita sambil menanyakan keadaanya. Si wanita langsung melirik sinis dan pergi. Tae Hyun hanya bisa mengucapkan nikmati perjalanan anda.

Dia adalah dinding. Dia bahkan tidak akan melihat kepadamu” ucap Ra On datang melihat si keduanya. Tae Hyun binggung apa maksudnya dinding
“Aku mengatakan dia memiliki dinding yang menjaga hatinya.” Jelas Ra On, Tae Hyun pun bertanya apa yang harus dilakukan sekarang.
 “Jangan melakukan apa-apa selama 10 hari. Pesan Ra On, Tae Hyun takut kalau wanita itu bisa melupakan dirinya untuk selamanya, sementara si wanita sedang berjalan sendirian
Jika seorang pria yang selalu sekitar menghilang, maka setiap wanita akan penasaran. Kemudian pada hari ke-10 ... ucap Ra On 


Tae Hyun berjalan dengan membawa kayu bakar melihat si wanita yang disukainya berjalan dengan menutupi wajahnya. Saat berpapasan si wanita berjalan begitu saja, Tae Hyun sedih melihatnya sampai akhirnya tiba-tiba berlari memeluk dan mendorongnya.
Sebuah batang kayu jatuh dan hampir menimpa si wanita. Si wanita panik langsung berdiri menutupi badanya. Tae Hyun khawatir bertanya apakah ada yang terluka. Si wanita terlihat marah dengan yang dilakukan Tae Hyun, lalu melihat ada luka dibagian samping dahi dan menanyakan keadaanya. Tae Hyun mengatakan kalau ia baik-baik saja.
Jangan lakukan ini lagi.” Tegas si wanita dan berjalan pergi, Tae Hyun menarik pundaknya dan membuatnya berdiri tepat didepan wanita itu.

Tidak, aku akan menjaga segala sesuatu bahkan di masa depan. Apapun Kesulitan yang datang pada jalanmu,  Setiap batu yang terbang ke arahmu bahkan Orang yang mengejekmu.  Aku akan memblokir mereka semua.” Tegas Tae Hyu, si wanita berkaca-kaca mendengarnya dan langsung memberikan tamparan pada Tae Hyun.
Dimana...saja kau...  selama 10 hari terakhir?” kata si wanita, Tae Hyun yang tadinya sedih berubah senang karena ternyata si wanita menunggunya.
Keduanya saling menatap tangan si wanita pun meraba bagian wajah Tae Hyun yang terluka dengan wajah sedih, lalu tersenyum malu. Tae Hyun langsung memeluk erat si wanita. Keduanya terlihat sangat bahagia, Tae Hyun melirik keatas pohon ada Ra On yang membuat rencana dengan sengaja menjatuhkan batang pohon. 


Jejeran buku terlihat judul  [Man dari Hwaseong, Wanita dari Gunsan] lalu [Cerita cinta dari zaman Joseon yang kita tidak ketahui] yang ketiga [Love in the Moonlight]
[Chapter 1, Takdir dalam sinar bulan]
Seorang pelayan istana bernama Kasim Jang, terlihat panik berdiri didepan pintu dengan berapa pelayan lainya. Lalu ia mengatur nafasnya dulu sebelum mengetuk pintu, sampa akhirnya memanggil Pangeran bertanya apakah sudah bangun. Tak ada sahutan dari dalam kamar.
Yang mulia, kami mohon maaf, tapi itu terlalu mendesak.” Kata Kasim Jang lalu membuka pintu dan menyuruh semua masuk ke dalam ruangan membawa semua perlengkapan. 
Raja Soonjo berjalan dengan langkah cepat dengan para pelayan yang menutupinya dengan payung. Kasim Jung berlari panik dengan dua pelayan dibelakangnya melihat Raja yang datang. Ketika bertemu di jalan, Kasim  Jung ingin memberikan hormat, tapi Raja mengatakan tidak perlu untuk memberitahu semuanya. 

Tiga pejabat lain pun menyapa Raja yang datang sambil membungkuk, lalu terdengar suara dari seorang pria yang diseberang danau bertanya apakah mengingat saat Lee Young mengingat "Nasihat tentang bersinar Awal dan Pensiun Akhir". Lee Young dengan wajah tegang dan serius mengatakan mengingatnya.
"Ketika ayam berkokok ...Dan kau terjaga, sikat gigimu, Sisir rambut Anda dan don jubah dan topi. Kemudian buka buku mu dan membuka halaman  tentang kebijaksaan dan orang bijak. Kong Hu Cu duduk, Dan Yan Hui dan Zengzi menghadiri sebelum dan belakang." Kata Lee Young, Kasim Jang bisa tersenyum mendengarnya. Raja pun seperti terkagum mendengarnya.
Guru didepan Lee Young bertanya apa arti dari perkataan itu. Lee Young dengan percaya diri menjawab Seorang sarjana harus duduk tegak, membentuk tubuhnya dan mengingat pikirannya sebagai bercahaya seperti matahari terbit. Dia harus khusyuk dan diam dan memerintahkan dan apapun itu. Raja tersenyum mendengar jawabanya.
“Benar sekali . Lebih baik untuk menjaga kearifan ini ...dalam hati Anda dan merenungkan itu setiap saat.” Kata si guru,  Lee Young mengatakan kalau harus melakukanya. Tiga orang pejabat lain terlihat cemberut mendengarnya,
Melihat Putra Mahkota berfokus pada studi ... menghangatkan hatiku.” Ungkap raja bahagia. Guru dan Lee Young saling tersenyum setelah saling bertanya antara guru dan murid. 

Tiba-tiba dua lembar kertas melayang karena tertiup angin, menyebrangi danau. Lee Young panik dan akhirnya lembaran kertas berakhir pada dua penjabat yang berhasil menangkapnya, sambil mengeluh tak percaya melihat tulisannya. Si guru berusaha membantu dengan memberikan contekan pada tulisan yang ada didepanya.
Apa artinya dalam buku ...” kata Lee Young dan dilanjutkan oleh Kim Ui Gyo membaca lembaran kertas “Tentang berpakaian dengan benar” Guru melotot kaget mendengar Ui Gyo bisa tahu apa yang dituliskan.
Jangan mengejekku untuk meminta sesuatu yang sederhana.” Kata Lee Young lalu tertawa lebar, Gurunya makin panik karena tak seharusnya dikatakan.
Lee Young melihat tatapan gurunya binggung, Kasim Jang ikut panik mendengarnya, Raja menahan amarahnya. Kim Geun Gyo pun ikut membaca ditulisan “tertawa tiga kali” lalu mengumpa marah dengan yang mereka berdua lakukan menurutnya sangat konyol. Kim Hun memberikan kode agar mereka tak banyak bicara.
Lee Young melirik binggung, Raja pun meminta agar kertas itu diberikan padanya dan menahan amaranya. Lee Young dan gurunya pun langsung berdiri, tapi kesalahan kembali terjadi, Baju Lee Young yang terlihat rapih saat duduk ternyata belum terpasang dengan sempurna bahkan rambutnya terlihat acak-acakan seperti baru bangun tidur.
Raja terlihat sangat marah, Kim Hun hanya diam dan dua Kim lainya tersenyum bahagia bisa membongkar aib dari putra mahkota. Sang Guru langsung memohon ampun merasa tidak layak belas kasihan pada Raja, begitu juga Kasim Jang. Raja benar-benar sangat marah, mengumpat anaknya yang tak berguna langsung meremas kertas dan membuangnya. Lee Young hanya bisa tertunduk diam dengan baju dalam yang masih terlihat 


Lee Young merapihkan bajunya mengungkapkan padahal sudah mengikuti yang diperintahkan gurunya, karena murid harus mematuhi gurunya tapi merasa seperti melihat lebih banyak kesalahan. Gurunya seperti tak enak hati, Lee Young kembali duduk menjelaskan maksudnya itu  menurutnya gurunya harus mengajar muridnya buka berpura-pura untuk mengajar.
Maafkan saya, Yang Mulia.” Kata Gurunya berlutut memohon ampun.
“... Itu hanya  lelucon. Kau tidak melakukan kesalahan. Angin yang bersalah untuk muncul tanpa peringatan.” Ucap Lee Young dengan senyuman  selesai membuat pesawat dari kertas lalu menerbangkanya. Guru bertanya apa maksudnya itu.
Sebuah kertas yang terbang di langit. Ini adalah pesawat-kertas.” Kata Lee Young terlihat konyol dengan rambut yang berantakan. 

Pesawat kertas pun terbang sampai ke area pasar, saat itu Ra On sedang berjalan disapa oleh pedagang dengan bahagia. Pedagang lain yang melihat  bertanya siapa pemuda yang setiap orang membuat keributan itu. Pedagang heran karena temanya  itu tak mengela orang itu.
Dia lahir untuk sukses. Dia sudah ditandakan untuk menjadi besar. Dia akan melakukan apa saja untuk uang! Dia adalah Sam Nom!” ucap si pedagang dengan suara lantang. Ra On yang mendengar tersenyum bahagia, lalu membalikan badanya dan memberikan jempolnya pada si pedagang. 

Tiba-tiba ketika berjalan kembali, wajah Ra On melotot kaget melihat tiga orang yang berjalan ke arahnya. Dengan cepat ia bersembunyi disamping toko yang tutup, tiga pria itu terlihat preman yang suka meminta uang.
Setelah tiga pria itu pergi, Ra On bisa bernafas lega melihat uang yang ada ditanganya tak akan diambil, lalu melihat sebuah lowongan pekerjaan [Melamar untuk menjadi kasim, maka kau akan dibayar 10 yang.] Ra Oh menarik nafas panjang menurutnya jumlah yang lebih dari cukup untuk membayar semua utangnya. Lalu mikirkan untuk menjadi seorang kasim dan melihat kearah bawahnya. 

Ra On membawaka semangkuk obat kedalam rumah, lalu mengomel pada pria yang sedang tertidur karena tak bangun padahal mencium bau obat bahkan malah membalikan badanya. Si pria menyuruh Ra On saja yang memakanya.
Aku bahkan tidak layak untuk makan dengan pemberi pinjaman datang untuk kita. Aku tidak layak untuk memiliki tonik herbal.” Kata Si pia
Ayah, jangan seperti itu. Ayo.... Bangun.” Rayu Ra On pada ayahnya.
“Aku bilang untuk berhenti. Kenapa kau terus menggangguku? Kau tak ada hubungnya dengan ku dan tidak membawa nama keluargaku. Mengapa Kau tidak pergi saja ?” ucap si paman.
“Aiss.... Berhenti memberitahuku untuk pergi. Aku punya tempat untuk pergi, kau menemukanku dan membesarkanku, sehingga harus bertanggung jawab.” Kata Ra On kesal
Itu karena aku hanya beban untukmu! Kau bilang akan mengumpulkan uang dan menemukan ibumu. Berapa lama Anda akan berpura-pura menjadi anak laki-laki?” teriak si paman
Ra On makin kesan kesal karena si paman membahas hal itu lagi, seorang pria terdengar dari luar bertanya apakah ada orang didalam. Ra On memberitahu kalau sudah pulang, lalu meminta si paman agar menghentikan omong kosongnya, lalu memint obat agar bisa lebih baik. Pria itu memanggil Ra On.
Aku bilang untuk tidak memanggil nama itu, Aku Sam Nom. Hong Sam Nom.” Kata Ra On yang mengakui namanya Sam Nom
Jika kau tidak kembali suatu hari, maka Aku akan senang. Kau tahu apa maksudku ‘kan” kata si paman
“Aku tak akan bahagia” ucap Ra On berkaca-kaca lalu keluar dari rumah berjanji akan kembali lagi nanti. 


Seorang pria memberitahu sudah membawa Sam Nom. Pria yang sedang melihat gambar leluhur langsung membalikan badanya dengan gaya nyentrik mengunakan kacamata hitamnya. Ra On masuk ruangan melihat ada action figur yang jatuh langsung mendirikan kembali. Si pria langsung memberikan sambutan pedangnya pada Ra On.
Ra On mengeluh melihat tingkah si pria sementara si pria kena batunya dengan kesusahan memasukan pedang kedalam tempatnya. Ra On bertanya baju apa yang dipakai si pria itu itu, Si pria memberitahu kalau membuatnya sendiri dan menanyakan pendapatnya  Ra On, karena itu adalah seragam kamuflase untuk perang.
“Kau tidak bisa mengatakan ...jika aku pohon atau jika pohon adalah aku.” Kata Si pria bersembunyi dibalik tiang kayu, Ra On setuju saja dengan yang dikatakan si pria dengan baju dari lembaran daun lalu bertanya apa  balasanya

Dia khawatir jika serbuk sari membuatku bersin. Jadi Dia khawatir dengan ku” kata si pria membuka suratnya.
“Lalu Apa yang akan kau tulis pada surat balasanya?” tanya Ra On sudah mengambil kertas untuk menulisnya. Si pria balik bertanya apa yang seharusnya dituliskanya.
“Katakan padaku tentang perasaanmu pertama kalinya,  Aku hanya menulis atas namamu, tapi aku tidak mengarang cerita, benarkan?” ucap Ra On, si pria dengan gugup membenarkan.
“Nanti,  Aku akan meninggalkan dengan tempat kerja,  Jadi Untuk berapa lama akan kau hanya bertukar surat?” tanya Ra On
Apa lagi yang akan kita lakukan?” ucap si pria, Ra On bertanya apakah pria itu tak ingin bertemu dengan wanita itu, tangan si pria itu langsung lemas.
Ahh… mungkin kau tidak benar-benar ingin melihatnya.” Ucap Ra On, Si pria dengan gugup mengatakan kalau ingin bertemu dengan wanita itu sambil membayangkanya. 


Sosok wanita terlihat cantik dibagian mata dan bibirnya, Lee Young pun membaca surat yang ada ditanganya. Mata mu adalah sebagai brilian sebagai mutiara hitam dan hidung mu adalah setajam bulan sabit, dan  Bibirmu yang merah seperti delima" lalu melihat sosok wanita dengan pipi yang gemuk asyik makan diatas danau.
“Siapa yang mengirimkan ini ? Siapa merayu adikku dengan kebohongan yang mengerikan?” kata Lee Young marah
Aku tidak tahu, Yang Mulia. Saya hanya mengambil surat itu ... yang ditempatkan pada waktu yang dijanjikan dan lokasi. Saya mengatakan yang sebenarnya, Yang Mulia.” Kata si pelayan sambil berlutut

"Saya ingin bertemu denganmu sebelum akhir musim semi. Bisakah aku menunggu di bawah pohon di Gunung Mongmyeok?" kata Lee Young kembali membaca suratnya lalu bertanya pada pelayan apakah mungkin pria itu  melakukanya. Si pelayan mengatakan kalau itu tak mungkin. 
Lalu apa yang akan kau katakan pada Princess Myung Eun?” tanya Lee Young,  pelayan pikirakan mengatakan bahwa putri tidak bisa keluar.
Lee Young merasa adiknya itu pasti ingin keluar,  pelayan pikir akan mengatakan Putra Mahkota sangat khawatir pada adiknya. Lee Young rasa adiknya itu hanya akan menyalahkannya. Pelayan bertanya bagimana jika mengatakan pada putri mahkota tapi tidak mendapatkan respon apapun. Lee Young pikir itu bagus dan pelayan itu langsung dipecat. Si pelayan langsung berdiri dan mengerti lalu pergi dari hadapan putra mahkota. Lee Young hanya bisa mengelengkan kepala dengan helaan nafas melihat tingkah adiknya. 


Di tempat makan para kasim, seorang kasim mengataka kalau tahu persis mengapa orang membandingkan Dongungjeon dengan kotoran. Kaim lain berpikir mereka bisa berhenti membayar kami selama tiga hari bahkan Mereka harus makan tauge dalam kotoran miskin sebagai gantinya. Kasim Jang sedang makan menyuruh keduanya berhenti membicarakan kotoran karena sedang makan bahkan akan makan tauge.
“Apa yang mereka lakukan memang mengerikan. Dalam hal orang yang berkuasa menemukan bau menjijikkan, maka kita harus makan makanan hambar tanpa bumbu apapun. Kami juga harus mengunyah cengkeh pahit. Aku sangat kecewa.” Kata Kasim Jang
“Jika ada kasim baru yang cerdas dan bertekad kuat, maka Aku harus meminta satu lagi. Hanya ada beberapa dari kami untuk mengurus istana ini.” ucap Kasim Jang sedih
Tiba-tiba pelayan datang dengan wajah panik memanggil Kasim Jang,  memberitahu sedang dalam kesulitan, kalau Putra Mahkota... Kasim jang bertanya apa yang terjadi Putra  Mahkota. Pelayan memberitahu Putra Mahkota melepas jubah kerajaan dan menghilang lagi. Kasim Jang pun menjerit kesal karena Putra Mahkota membuat kegaduhan kembali. 


Lee Young sudah mengunakan pakaian biasa melewati pasar seperti orang biasa lainya, tak terlihat sebagai calon penerus raja. Ditengah pasar sedang terjadi pertunjukan, Ra On membuka topengnya terlihat sangat lincah menari sambil menabuh gendangnya.
Terlihat dua pria masuk ke tengah pertunjukan dan satu satu pria mengomel agar meminta pada ayah dari ratu, lalu bertabrakan dengan Ra On sampa terjungkal. Ra On dengan topengngnya mengatakan sengaja datang untuk mencicipi sesuatu yang manis seperti madu, tapi hanya menemukan anemon laut licin ini, menurutnya sangat menjijikkan. Semua tertawa dengan lelucon yang dibawakan Ra On.

“Siapa Anda dan di mana asalmu? Kamu pikir kamu siapa?” teriak si pria dengan topengnya, Ra On tak mau kalah bertanya siapa pria itu. Si paman membuka topeng kalau ia adalah raja dan kembali menutupnya saat berhadapan dengan Ra On.
“Aku hidup di dalam istana di sana, lalu pergi ke jalan lurus dan belok kanan lalu kiri, kanan lalu kiri dan masuk ke Dongungjeon ...” ucap Ra On, Lee Young mendengarnya langsung terdiam,
Si pria merasa tahu karena tinggal disana juga, Ra On membuka topengnya terlihat kaget melihat kalau itu adalaha ayahnya. Semua langsung tertawa, Si Paman berakting mara pada Putra Mahkota bukannya belajar tap malah selalu selalu luar bertindak vulgar lalu mengajak anaknya untuk bermain. Semua pun tertawa mendengarnya, tabuhan gendang kembali di pukul.

“Heii.... Kau Bagaimana kau bisa membuat lelucon antara Raja dan Putra Mahkota?” teriak Lee Young marah, semua orang menatap aneh ke arah Lee Young
“Kau menyebut diri Anda seorang pemain JANGGU, tapi kau hanya tahu bagaimana berbicara. Kau akan lebih baik merusak talinya” ucap Lee Young mencoba menutupi kerugiaan semua penonton lalu berjalan pergi.
“Aku menantikan JANGGU  pagi ini. Apa sebenarnya yang dia katakan?” kata Ra On heran dengan membuka topengnya, lalu melihat tali dalam gendangnya putus. 

Salah seorang pria kembali membaca Ra On ke rumah si pria lalu langsung menukarkan bajunya. Ra On binggung ada apa dengan pria itu, Temanya memberitahu agar Ra On segera menganti bajunya dengan baju yang dipakai pria itu.
“Setiap kali dia gugup atau terkejut, maka dia tergagap.” Kata si temanya menjelaskan si pria yang tak dapat bicara. Ra On bisa mengerti
“Tapi Mengapa aku harus melepaskan pakaian?” tanya Ra On, si pria dengan gagap mengatkaan ... Pergi ke Gunung Mongmyeok...
“Kau harus pergi ke Gunung Mongmyeok hari ini atas namanya.” Kata teman pria menjelaskanya. 
“Ahh. ... Apakah dia menjawab bahwa dia juga ingin bertemu?” ucap Ra On, Si pria mencoba mengatakan kalau statusnya.... dengan gagap.

“Ini mungkin karena dia statusnya terlalu tinggi kelas  jadi kau harus mengurusnya.” Ucap temanya.
“Apa maksudmu aku harus mengurusnya? Aku menulis surat atas nama mu,  tapi aku pikir perasaanmu yang tulus kepadanya.  Bukankah itu benar? Katakanlah aku  pergi ke sana atas namaku, Itu berarti aku harus bertindak seperti seorang bangsawan. Bagaimana jika aku tertangkap? Maka Aku akan dibunuh.” Kata Ra On akan pergi.
Si pria memanggilnya, memberikan kantung uangnya. Temanya memberitahu kalau pria itu akan membayar dengan upah yang cukup. Ra On membalikan badan melihat sekantung uang ditangan pria itu, dengan helaan nafasa memilih pergi. Si pria berteriak kalau bukan hanya itu saja dan membunyikan uang dalam tanganya.
Ra On kembali mengambil semua uang dalam kantong dan yang disembunyikan dalam bajunya, sambil pura-pura mengomel tidak dapat mengontrol orang dengan uang seperti ini dan mencoba melepaskanya baju si pria untuk bertukar. 


Ra On akhirnya pergi ke tempat pertemuan diatas gunung, dengan gaya bangsawan duduk ditempat seperti sebuah peristirahatan. Dengan percaya diri, Ra On mengatakan Sekarang begitu dekat dengan wanita itu setelah jauh, jadi tidak bisa menyembunyikan kegugupannya. Tapi ternyata didalam ruangan tak ada siapapun.
“Mengungkapkan bagaimana saya merasa tentangmu hanya dalam kata-kata ... maka tidak bisa memuaskan kerinduanku untukmu.” Ucap Ra On
“Aku hanya melihatmu dengan mataku” ucap seseorang membalasnya, Ra On mengungkapnya sangat menyukai suaranya.
Tiba-tiba ia melihat sebuah sarung kaki dan baju dari pria, saat melihat dari belakang tirai ternyata memang seorang pria, dan bertanya dalam hati di mana seorang wanita secantik bunga tapi malah ada laki-laki. Teringat kembali ucapan si pria kalau mereka itu tidak bisa bersama-sama nantinya.  Ra On melonggo menutup mulutnya tak pecaya kalau seberapa tinggi kelas wanita itu tapi ternyata yang dimaksud adalah seorang pria.

Ketika akan pergi teringat kembali uang yang akan didapatnya dengan membelikan semua uang yang diberikan oleh pria itu. Ra On akhirnya membuka tirai melihat sosok Lee Young yang datang, Lee Young langsung membuka kipasnya mengungkapkan kata-kata yang sangat mengetarkan hati.
“Aku tidak bisa membantu tetapi bisa berkaca-kaca ... seperti ketika aku  baca bagian ini.” ucap Lee Young berakting dengan mengusap air atanya.
“Ketika bilang  berkaca-kaca, kau  harus menangis.” Ucap Ra On, Lee Young binggung. 
“Kau menderita karena jatuh cinta yang tidak diperbolehkan.” Gumam Ra On karena melihat sosok pria bukan wanita,

Akhirnya Ra On memegang tangan Lee Young mengatakan kalau  bisa mengerti segalanya. Lee Young langsung menarik tangnya bertanya apa tujuan Ra On ingin bertemu denganya karena sudah tahu itu sia-sia.
“Bagaimana Anda bisa menghentikan perasaanmu,  hanya karena  kau tidak diizinkan ... untuk saling mencintai? Aku hanya memiliki satu niat. Yang aku inginkan adalah untuk ... menyampaikan... cinta yang mendalam untukmu” ucap Ra On berjalan mendekati Lee Young, Lee Young berjalan mundur untuk menghindarinya.
“Aku yakin kau itu sangat merindukan dia.” Gumam Ra on
“Dari pada tetap ada di sini seperti sekarang, mari kita lupakan semua pembedaan di dunia saat ini dan membuat kenangan bahwa kita akan ingat selamanya. Percayalah kepadaku.” Ucap Ra On lalu berjalan mengajak Lee Young pergi. Lee Young semakin mengerutkan dahinya. 

Di sebuah restoran pinggir pasar
Seorang pelayan membawakan pesanan tapi malah tersandung dan jatuh, Lee Young terlihat tak suka menghempaskan bajunya yang terkena cipratan. Si bibi pemilik memarahi pelayannya dan menyuruh untuk segera membereskan semuanya.
“Gukbap di tempat ini sangat enak,  Pemilik tempat ini ... pernah menjadi seorang wanita yang bertugas di dapur kerajaan.” Ucap Ra On bahagia. Tiba-tiba terdengar umpantan dari si bibi yang memarahi pelangannya karena makan banyak kimchi yang disediakanya, semua langsung tertawa.
“Kenapa  tertawa, apa kau ini orang bodoh?” ucap si  bibi pemilik, pelanggan lain merasa si bibi itu terlalu kasar untuk pelanggannya.
“Kaulah yang kasar. Aku perlu mendapatkan keuntungan. Makan kimchi ini bukan Gukbap.” Kata si  bibi kesal lalu berjalan pergi.

Ra On dan yang lainya terus saja tertawa, Lee Young hanya bisa mengerutkan dahi melihat sesuatu yang  menurutnya tak lucu. Ra On masih saja terus tertawa, Lee Young bertanya kenapa Ra On harus tertawa dengan umpatan dari si wanita yang terlihat lucu. Ra On pikir Lee Young itu sedang bercanda. Lee Young menegasakan kalau ia sedang bertanya.
“Astaga, kau begitu frustasi. Bagaimana itu disebut umpatan?! Ini cinta yang mengingatkan kita nenek kita. Itulah yang hidup adalah tentang.” Ucap Ra On
“Nenekku tidak pernah mengutuk seperti itu.” Kata Lee Young, Ra On tak percaya
“Lalu Apakah kau pernah dimarahi oleh kakekmu untuk  Menghafal karakter yang salah?” tanya Ra On, Lee Young mengatakan tidak pernah meurutnya kenapa harus membuat kesalahan ketika itu begitu mudah dengan gaya sombongnya.
“Apakah aku dipukul karena mengompol di malam hari?” ucap Ra On, Lee Young mengaku tidak pernah dipukul
“Bahkan jika aku lakukan, maka tidak ada orang yang bisa berani memukulku” tegas Lee Young memlapisi bajunya dengan kain sebelum makan.

Ra On memberikan pukulan dengan cepat Lee Young bisa menghindarinya, lalu berkomentar kalau dilihat Lee Young itu lahir dengan sendok perak di mulutnya. Lee Young terlihat binggung. Ra On menjelaskan itu berarti Lee Young dilahirkan dalam keluarga kaya  dan menjalani kehidupan yang sangat nyaman. Lee Young berusaha menyangkalnya mengatakan kalau bukan tipe orang seperti itu.
“Apa yang salah dengan itu? Hei.... Tidak semua anak laki-laki harus kuat dan kokoh. Mereka juga dapat menjadi lemah seperti bunga.” Goda Ra On, Lee Young tetap mengaku kalau bukan seperti itu.
“Baik-baik saja, kita akan berhenti disini saja” ejek Ra On ingin kembali memakanya. 

Tiba-tiba si bibi datang sambil mengumpat menyuruh keduanya cepat pergi kalau sudah selesai makan. Lee Young melirik sinis pada si bibi, si bibi mengomel pada Lee Young yang berani menatapnya seperti itu. Tapi setelah mendekatkan wajahnya seperti mengenalinya, Lee Young hanya memberikan senyumanya. Si Bibi panik tak bisa berkata-kata karena mengenali kalau itu putra mahkota.
Lee Young memberikan kode agar segera pergi dan tak memberitahu siapapun, Ra On binggung melihat si bibi yang tiba-tiba memukul wajahnya lalu pergi. Lee Young akan mulai makan setelah mengelap sendoknya, Ra On dengan santai menaruh robekan kimchi dengan tangan disendok Lee Young. Lee Young dengan wajah marah bertanya apa yang dilakukan Ra On padanya.
Ra On dengan senyumanya memberikan kalau Kimchi dicampur dengan Gukbap itu rasanya sangat enak. Lee Young terlihat kesal melempar sendoknye menyuruh Ra On untuk mengikutinya sekarang. Ra On binggung karena makanan mereka belum habis tapi sudah pergi. 

Lee Young melirik Ra On yang mengikutinya, Ra On mengeluh pada Lee Young kalau memang tak mau makan lebih baik bilang padanya karena sangat disayangkan membuang-buang Gukbap berharga seperti itu. Lee Young menarik Ra On menghempaskan ke pohon. Ra On pikir Lee Young atk perlu memalukan sampai sejauh ini.
“Alasan mengapa aku  datang ke sini secara pribadi ... bukannya memesan seseorang untuk menangkapmu tapi adalah aku  berharap kau akan menjadi orang peduli dan baik Namun, Kau bahkan tidak mengenali siapa aku menulis surat  Kau bahakn berpura-pura menjadi seorang bangsawan ketika kau tidak bisa melakukanya. Haruskan aku menyingkirkanmu ?” ucap Lee Young dengan pisau dileher Ra On, Ra On pun panik
“Aku tidak berpura-pura, Yang pasti Aku seorang bangsawan. Segala sesuatu di suratku adalah asli.” Kata Ra On berani melawan dengan mendorongnya.
Lee Young menepuk pundak Ra On seperti mulai percaya, lalu mendorong agar menunjukan jalan dimana keberadaan keluarganya. Ra On pun seperti tak takut, Lee Young meminta Ra On untuk segera berjalan dan Ra On dengan percaya diri akan menunjukan jalannya. 
bersambung ke part 2 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

1 komentar:

  1. Page ini backsound nya punya Oh My Venus ya?
    Kenapa ga pake soundtrack asli nya moonlight drawn by cloud aja?

    BalasHapus