Senin, 28 November 2016

Sinopsis Night Light Episode 1 Part 2

PS : All images credit and content copyright :MBC

Flash Back
Tuan Seo berdiri didepan rumah mengatakan “ Meskipun 100 Won, juga Tuhan. Uang 100 mu tak jatuh di jalan. Tapi kau kehilangan jiwamu. Aku tak bisa menerima anakku yang kubesarkan jadi anak bodoh.” Yi Kyung masih kecil berlutut memohon pada ayahnya.
Ini koin 100 won Jangan sampai ada yang terlewat.” Kata Tuan Seo melempar uang koin ditangan. Yi Kyung sambil menangis mengumpulkan uang koinan dengan bertelanjang kaki sampai dibagian sela-sela tanah.

Akhirnya esok harinya, tubuhnya pun demam. Tuan Seo terlihat menyayangi anaknya merawatnya dengan memberika kompresan pada kepalanya. Sekarang keadaan terbalik, Yi Kyung yang dewasa duduk didepan ayahnya yang tak berdaya, disampingnya sudah ada koper yang diambil dari tangan Tuan Kim, saat akan pergi ayahnya terlihat membuka matanya. 
Kau.... Kenapa kemari?” ucap Ayahnya, Yi Kyung mengaku hanya ingin mencari udara segar. Tuan Seo menanyakan bagaimana dengan bajingan itu.
“Aku masih belum punya kesempatan bertemu mereka.” Kata Yi Kyung
Kau tak membacanya dan bukan saingannya.” Ucap Tuan Seo
Aku tak mau berkelahi. Ini hanyalah bisnis.” Tegas Yi Kyung


Tuan Seo merasa menyesal karena seharusnya tak mendidik seperti begini. Yi Kyung pikir ayahnya, harusnya bisa menyesal dari 30 tahun yang lalu. Tuan Seo menyuruh Yi Kyung jangan datang lagi karena tak mau melihatnya dalam keadaan seperti ini. Yi Kyung menyuruh ayahnya untuk bangun jadi tak akan datang lagi.  Tuan Seo tahu anaknya datang bukan untuk mencari udara segar lalu ingin tahu alasannya datang ke rumahnya. Yi Kyung hanya diam saja. 


Se Jin mencari-cari sebuah alamat lalu menemukan sebuah bangunan didepanya yang terlihat antik. Sek Kim datang memberikan berkasnya kalau itu Rekening pribadi Son Ki Tae dan hanya itu saja bahkan  Tak ditemukan apapun. Yi Kyung yakin pasti mengunakan nama orang lain.
Antisipasi juga masalah ini.” perintah Yi Kyung
Ada tamu di bawah. Apa Mau kusuruh dia pergi? Dia seperti seorang pemula, jadi aku sedikit...” kata Sek Kim binggung.
“Apa Peralatan yang dibutuhkan sudah datang semua?” tanya Yi Kyung, Sek Kim mengangguk.
Kalau begitu, Sek Kim... Seharusnya kau tak di sini.” kata Yi Kyung dingin, Sek Kim pun pergi meninggalkan ruangan, Yi Kyung langsung melihat CCTV dengan Se Jin sedang bicara dengan Sung Mook 

Sung Mook memberitahu orang ini  menggunakan nama orang terdekat untuk menggelapkan dana rakyat, Kalau tak dilakukan dengan benar, banyak orang akan rugi. Se Jin menyimpulkan tentang Son Ma Ri, kalau mereka hanya butuh nomor ponselnya saja untuk mencari bukti penggelapan dana ayah-nya...
Tak perlu mencurinya. Tapi Hanya menduplikat isi hape-nya. Butuh waktu 5 menit, bisakan? Kami akan urus sisanya.” Ucap Sung Mook
Berapa bayarannya?” tanya Se Jin, Sung Mook menjawab 1 juta Won,  Se Jin terlihat sedikit berpikir
“Kau hanya berkerja 5 menit untuk 1 juta. Itu upah yang luar biasa.” Kata Sung Mook, Se Jin meminta bayaran dua kali lipat, 2 juta won.
Sebanding dengan bahaya yang kuhadapi. Kalau aku sial, maka aku bisa dianggap sebagai pencuri. Jadi sepadan dengan jumlah uangnya.” Kata Se Jin

Yi Kyung tiba-tiba datang mengatakan agar menaikan jadi 3 juta won, Se Jin kaget melihat Yi Kyung yang datang. Yi Kyung bertanya dengan  jumlah bayarannya apakah Se Jin bisa menangani sampai bersih. Se Jin mengucapkan terimakasih dan bertanya untuk menyakinkan apakah akan memberikan bayaran itu.
Bukannya kau bilang harus kalkulasi dengan benar?” ucap Se Jin tak percaya.
Aku yang menghitung... Lee Se Jin, lakukan saja dengan baik. Melanggar prinsip juga perlu dilakukan, Sepertinya kondisimu mendesak.” Kata Yi Kyung duduk dikursinya.
Aku miskin, jadi Setiap hari juga mendesak. Direktur tak tahu itu, kan?” kata Se Jin
Lee Se Jin, aku tak ada bedanya denganmu. Dalam hati sangat mendesak, tapi tak bisa memenuhi kebutuhan. Kita berdua meletakkan tangan di atas apa yang kita inginkan, kan?” kata Yi Kyung menyakinkan. 

Sebuah mobil datang, Ma Ri turun dari mobil dan dibelakangnya da pengawal yang membuntuti. Se Jin sudah ada didalam mobil dengan Tak sopir yang mengantarnya. Tak memberikan kunci lokernya dan juga alat lainya, Se Jin langsung mengambilnya merasa tak perlu di jelaskan lagi karena sudah mengetahuinya.
Aku ini pintar, jadi Sekali dengar langsung hafal.” Ucap Se Jin bangga
Aku tak mau kau buat kesalahan.” Kata Tak khawatir, Se Jin mengerti dan langsung keluar dari mobil lalu bergegas masuk ke tempat Ma Ri. 

Se Jin sudah masuk ke dalam spa, berbicara dengan seorang pegawai dengan berkata kalau banyak dengar pujian bahwa bahwa kemampuannya seperti tangan Tuhan. Si pegawai mengatakan selama ini  tak pernah punya dua pelanggan sekaligus.
Tapi karena Anda teman Ma Ri, jadi kami khusus membawamu kemari.  Dan Ma Ri baru saja tiba.” Ucap Si pegawai, Se Jin berpura-pura kaget.  Si pegawai memberitahu kalau Ma Ri baru saja masuk ke ruang perawatan.
Wanita ini, ingin mengejutkanku. Jadi Ma Ri ada di mana? Aku ingin di sebelah ruangannya.” Kata Se Jin terlihat sangat menyakinkan. 

Ma Ri sudah berbaring di atas meja perawatan, sementara Se Jin pergi ke bagian loker dan langsung membuka hanya dengan mengunakan satu alat saja. Setelah itu ia mengambil ponsel Ma Ri dan langsung memasukan ke sebuah alat untuk mengambil isinya.
Didalam rumah, Sek Kim sudah siap menerima datang dan melihat Gambarnya lumayan. Sung Mook bertanya apakah mereka  Bisa mengkonfirmasi rekening pakai ini. Sek Kim pikir  Selama duplikatnya berhasil maka setiap saat juga bisa Sama dengan ponsel Ma Ri punya kembaran.
Gadis ini lumayan baik kerjanya” komentar Sung Mook, Se Jin hanya menatap layar besarnya dengan semua data yang akan didapatnya. 

Ma Ri sedang berbaring teringat ingin menelpon. Pegawai membantu mengambilkanya. Ma Ri menolak karena memiliki banyak kartu kredit dan uang di dalam tas. Se Jin masih mengambil data dari ponsel Ma Ri, lalu panik ketika mendengar suara teriakan Ma Ri meminta agar dibuatkan teh melati.
Saat Ma Ri akan masuk, pintu loker terkunci ketika mendorongnya dan  akhirnya terbuka, Se Jin sengaja membalikan badanya. Ma Ri yang marah menarik Se Jin agar minggir, Se Jin membalikan badan terlihat mengunakan masker dan ketika akan pergi maskernya terlepas. Ma Ri teringat itu adalah wanita yang bersama dengan Hong Suk.
Se Jin langsung berusaha kabur dari salon spa, saat akan masuk mobil ternyata Tak sudah meninggalaknya. Ia pun berlari kearah lain untuk menyelamatkan diri. Ma Ri baru keluar berteriak marah pada pengawalnya agar menangkap Se Jin, Se Jin berlari di jalanan sempit sampai akhirnya menemukan jalan buntu. 

Dua pengawal Ma Ri siap untuk mengepungnya, Se Jin ketakutan melihat Dua pria mendekatinya. Saat itu Tak datang untuk menyelamatkanya. Se Jin kaget dan menunjuk kebelakang, dua pengawal pun membalikan badanya.
Tak langsung memberikan teknik bela diri dengan memilintir dan berkelahi sampai membuatnya pingsan. Se Jin langsung jatuh lemas karena nasibnya tadi benar-benar di ujung tanduk kalau memang tertangkap. Tak mengejeknya apakah Se Jin ingin tetap berjongkok sampai keduanya bangun. 

Sek Kim melihat uang di dalam amplop lalu memberitahu kalau itu adalah Uang kertas baru 3 juta Won dan meminta agar di cek. Se Jin mengucapkan terimakasih menerima bayaranya. Sek Kim merasa Belakangan ini, sekarang hanya tinggal transfer pakai kartu bank saja.
Kau membuat orang jadi susah menebakmu.” Komentar Sek Kim
Karena ini terasa lebih nyata, jadi lebih bagus. Tapi ketua sedang  pergi ke mana?” ucap Se Jin yang tak melihat Yi Kyung.
Beliau itu selalu sibuk dan meminta aku sampaikan padamu. "Lee Se Jin-ssi telah berjasa kali ini. Terima kasih, telah merepotkanmu."” Ucap Sek Kim, Se Jin tersenyum mendengarnya. 

Gun Woo datang ke sebuah restoran, pamanya pun turun dari mobil didepanya, Gun Woo sempat memberikan salam tapi wajah pamanya seperti sinis menatap keponakanya. Keduanya bertemu dengan Ketua Son dalam restoran tertutup.
Masalah Park Moo Il  sangat disesalkan. Orang yang telah berkontribusi banyak pada perekonomian Korea, tidak akan ada duanya lagi. Semua ini gara-gara politik.” Kata ketua Son
Grup kita juga sedang berusaha mencari solusi. Tapi belum ada yang benar-benar berguna. Satu-satunya cara yang tertinggal adalah ke Seongbuk-dong mencari orang tua tersebut.” Ucap Mo Sam berbisik.
Gun Won yang ada didalam ruangan seperti tak peduli dengan pembicaran keduanya karena sibuk dengan melahap makanan yang ada didepanya. Ketua Son melirik sinis lalu berkomentar Direktur muda mereka ternyata nafsu makanya sangat lahap.
Ayo kita makan sama-sama, menu Abalone nya sangat segar. Ternyata Restoran ini enak sekali dan Lagipula aku bukanlah direktur, tapi hanya seorang Ketua Tim saja bagian “Tim special project.” Ucap Gun Woo, Moo Sam langsung memperingati keponakanya. Seorang pelayan masuk membisikan sesuatu pada Ketua Son.
“Aku harus Permisi sebentar. Ada tamu yang sedang menungguku di ruang sebelah.” Kata Ketua Son, Moo Sam pun berdiri mempersilahkan karena tahu kalau Ketua Son sangat sibuk. Ketua Son melirik sinis pada Gun Woo karena tak mau bangun dan hanya sibuk makan semua hidangan. 
Ketua Son masuk ke sebuah ruangan, Yi Kyung sudah menunggunya dan memperslihan duduk. Ketua Son mengatakan kalau datang dengan mengesampingkan rasa tidak sopan terhadap tamunya, jadi meminta agar Yi Kyung  Langsung ke pokok pembicaraan saja.

Walaupun aku tidak tahu siapa tamu tersebut, mungkin dia harus lama menunggu. Karena apa yang ingin kusampaikan tak mungkin bisa didengarkan sambil berdiri.” Tegas Yi Kyung. 
Moo Sam menanyakan peratanyan yang mudah pada keponakanya, apa yang sedang dilakukan sekarang. Gun Woo mengambil minum bertanya balik untuk apa pamanya meminta agar datang.  Ia tahu orang tadi Son Ee Seong adalah Keuangan Global, dan  begitu terkenal di dunia keuangan.
Tidak ada cara lain jika ingin menyelamatkan ketua Park. Karena Hanya bisa mengulurkan tali ke Seongbuk-dong.” Kata Moo Sam
Itu adalah seutas tali yang busuk. Bertemu muka dengan cara seperti ini juga takkan memberi bantuan apapun.” tegas Gun Woo
Setidaknya dulu mereka berdua adalah...” ucap Moo Sam langsung disela oleh Gun Woo
Betul, dulu mereka adalah teman baik. Kolusi politik dan bisnis yang dikemas dengan menggunakan persahabatan... Tapi persahabatan yang indah itu sudah lama retak. Sekalipun orang tua yang mengulurkan tangan, Ayahku juga akan menyingkirkan tangan tersebut.” Kata Gun Woo
Lalu kau ini apa sebenarnya? Sebagai seorang anak yang juga merupakan Kepala tim Special Project, apa yang sedang kau lakukan?” ejek Moo Sam

Tidak peduli apapun itu, aku akan melakukannya sesuai dengan caraku sendiri. Aku tidak mungkin terlibat dengan orang seperti itu.”tegas Gun Woo lalu berdiri dari tempat duduknya.
Moo Sam merasa Gun Woo jangan bertindak sok suci,  karena menurutnya Di dunia ini tidak ada "orang seperti kau dan orang seperti aku" . Gun Woo jadi tahu itu alasan pamanya yang  sibuk mengembangkan orang-orangnya  sendiri, Secara bergantian satu persatu bertemu dengan Direktur anak perusahaan. Moo Sam kaget bertanya siapa yang memberitahukanya.
Sepertinya paman sudah mulai panik, Sampai menggunakan bahasa informal.” Sindir Gun Woo
Aku tidak tahu kau dengar apa dari siapa. Tapi Itu fitnah!” tegas Mo Sam menyangkalnya.
Bagaimanapun juga, Kegiatan penyelamatan yang sama sekali tidak penting. Jadi cukup sampai di sini saja. Masalah ayah biar aku yang cari akal membebaskannya dan juga kau Harus dicoba ya abalone nya ini Enak sekali.” Kata Gun Woo lalu keluar ruangan, Moo Sam hanya bisa teriak memanggil keponakanya tapi Gun Woo seperti tak peduli. 


Ketua Son kaget melihat berkas yang ada ditanganya, Yi Kyung mengetahui  Melalui rekening putrinya, Son Ki Tae mengirimakan uang dengan jumlah yang ditansfer sekitar 5,2 milyar Won dan menurutnya Sisa dana yang lain mungkin juga begitu serta Ditransfer keluar menggunakan nama istri atau keluarga dekat.
Menurut perkiraanku, seharusnya melebihi 100 milyar Won.” Kata Yi Kyung, Ketua Son bertanya lalu kenapa dengan sikap santai.
Ternyata Anda sudah tahu, Aku juga punya pikiran seperti itu.” ucap Yi Kyung
“Aku dengar kau habis dari Jepang. Sepertinya kau sama sekali tidak berhasil mendapatkan tanda-tangan persetujuan dari ayahmu. Orang yang sudah putus asa hanya bisa menggunakan kecurangan. Bahkan rekening cucu perempuanku juga kau lacak dengan begitu teliti. Sepertinya kau sudah panik. Benar, 'kan?” ucap Ketua Son seperti tak ingin dijatuhkan begitu saja.

Aku mempelajari sebuah pepatah yang sangat baik dari tangan Ketua,  Meminjam kekuatan untuk melakukan kejahatan, Putramu menjual harta keluarga. Ayahnya tahu tapi sengaja tidak menghiraukan. Apakah Anggota-anggota perusahaan yang lain akan duduk berdiam diri saja?”kata Yi Kyung
Ketua Son mengerucutkan bibir seperti mulai panik, Yi Kyung mengingatkan Minggu depan Dalam rapat asosiasi, Ketua Son akan akan menunjukkan kebesaran hatinya. Karena Berkat keputusan itu, mka Galeri S secara resmi akan menjadi anggota asosiasi dari perusahaan. Dengan demikian, dokumen itu juga akan menjadi sesuatu yang sama sekali tidak pernah ada. Ketua Son tertawa mendengarnya lalu merobeknya.
“Ini Hanya dengan selembar kertas sampah, sama sekali tidak ada gunanya. Menurutmu orang-orang akan percaya pada omongan siapa? Orang yang melubangi barel minyak adalah Son Gi Tae  Dokumen ini tidak lebih hanyalah sebatang korek api.” Kata Ketua Son
Tapi... Tapi begitu kecurigaan orang menyala, sekalipun itu ketua, juga tidak akan sanggup mengendalikan apinya. Akankah semua terbakar jadi abu? Semuanya tergantung pada pilihanmu, Ketua” ucap Yi Kyung lalu keluar lebih dulu. 

Sung Mook menunggu di mobil matanya melotot kaget saat melihat Gun Woo keluar dari restoran dan Yi Kyung berjalan didepan tanpa disadarinya. Gun Wook pun mengemudikan mobilnya tanpa sadar pula Yi Kyung ada didekatnya. Yi Kyung pun akan masuk ke dalam mobil dengan Sung Mook  membuka pintu untuknya.
Apa komentar ketua Son?” tanya Sung Mook penasaran
Dia baru saja menerima kertas ujian. Untuk bisa menulis jawabannya, butuh beberapa waktu.” Ucap Yi Kyung lalu bertanya ada apa dengan tatapan Sung Mook yang berbeda. Sung Mook berusaha menutupinya.
Aku dari kecil hingga dewasa selalu berada di dekatmu. Melihat ekspresi wajahmu, bisa menebak suasana hati Ayah, jadi ada masalah apa?”tanya Yi Kyung.
Aku melihat Park Gun Woo, Saat kau  berjalan keluar dan dia barusan pergi.” kata Sung Mook
Ini adalah Korea dan ada di Seoul. Tidak peduli kapan dan di mana bertemu, jadi tak perlu merasa aneh.” Tegas Yi Kyung dingin seperti sudah tak peduli akan bertemu dengan Sung Mook. 

Gun Woo mengemudikan dengan mata berkaca-kaca, seperti menahan semua beban keluarga di pundaknya sekarang. Yi Kyung sudah duduk dimeja kerjanya membuka sebuah kotak cincin, tapi isinya sebuah koin 1 Won.

Flash Back
Gun Woo memaikan gitarnya di pinggir sungai saat itu pick gitarnya patah dan mencari yang lain dalam tasnya, Yi Kyung memberikan koin yang disimpanya dalam saku celana, Gun Woo mengambilnya mencoba memainkannya tapi malah membuat tanganya sakit. Yi Kyung meminta agar Gun Woo mengembalikanya.
Itu bukan koin 1 Won biasa. Tapi ini Koin pertama yang kupegang di tanganku saat aku kecil, jadi Sungguh berarti. Bagiku seperti jimat..” Jelas Yi Kyung
“Dan Juga berarti koin yang sangat penting Hal ini cukup membuatku terharu. Ini Koinmu, dan ini musikku. Apa Kau tidak merasa jika sangat serasi? Aku akan rajin belajar dan membalas budimu. Jadi Pinjamkan koin ini padaku hingga saat itu tiba.” Kata Gun Woo dan Yi Kyung seperti membiarkanya.

Yi Kyung menatap koin 1 Won yang disudah ada ditanganya dan mengembalikan pada tempatnya, lalu mengeluarkan sebuah foto dengan 3 orang pria dalam foto dan berada di tahun 1988 pada saat Olympiade Seoul matanya menatap dua benda yang ada diatas meja, foto dan juga koinnya

Se Jin baru mendapatkan bayaran membakar daging panggang, menyuruh keponakanya agar makan yang banyak karena masih dalam masa pertumbuhan kalau perlu makan dua daging sekaligus. Song Mi menolak karena sedang diet.
Belajar itu tergantung pada stamina tubuh. Nanti saja kalau sudah mulai kuliah baru kau ingin diet.” Ucap  Se Ji lalu melihat Bibi Jang yang makan terburu-buru seperti ada orang yang ingin mengejarnya.
“Selesai makan aku mau ke pemandian. Aku harus menggantikan shift ibunya Hyun Joo” kata Bibi Jang, Se Jin pikir hari ini adalah hari libur.
“Haei... Jadi orang itu harus punya muka. Uang yang diperoleh keponakan perempuanku dari hasil menipu, jika kuambil begitu saja tanpa malu maka kakak dan kakak iparku bisa marah padaku.” Kata Bibi Jang,
Sudah kubilang, aku tidak menipu orang, Kenapa Setiap kali harus menyinggung orang-tuaku?!” keluh Se Jin saat itu ponselnya berdering. 

Se Jin keluar rumah kaget melihat Yi Kyung ada di depan rumahnya,   Yia Kyung tahu datang pada saat hari libur dan bertanya apakah menganggunya. Se Jin mengaku tidak karena  Sekarang ini seorang pengangguran. Yi Kyung pikir itu  adalah sebuah hal yang baik lalu menyuruhnya masuk ke dalam mobil.
Musim sudah berganti, tapi pakaian di lemari masih saja tidak berubah. Dalam hal berbisnis, aku bisa cepat mengambil keputusan. Tapi tidak begitu pintar dalam hal berbelanja Karena itu aku ingin meminjam kejelianmu.” Kata Yi Kyung dalam mobil
Sampai sekarang ini sih belum ada orang yang menilai seleraku jelek. Tapi mungkin tidak level dengan Anda.” Ucap Se Jin bangga dan juga merendah.

Saat melihatmu di acara lelang amal, sepertinya tidak begitu. Orang yang sanggup memilih gaun seperti itu dan terlihat anggun memakainya, tidaklah banyak.” Komentar Yi Kyung
Itu juga pakaian milik orang lain. Tapi, bukankah lebih baik pergi dengan teman jika mau shopping?” ucap Se Jin, Yi Kyung hanya terdiam lalu mobil berhenti di lampu merah.
Hari ini kau jadi temanku saja, Se Jin, Boleh, kan?” kata Yi Kyung lalu memasang kacamata dan melajukan mobilnya. 


Mereka pergi ke sebuah toko baju dengan pakaian yang dicoba bergantian antara Yi Kyung dan juga Se Jin, sampai akhirnya beberapa tak belanja pun penuh ditangan Se Jin dan dibantu oleh pegawai. Se Jin sempat mencoba topi dan juga sebuah dress hitam, Yi Kyung memberikan sedikit senyuman. 

Yi Kyung membawa Se Jin ke bagian rumahnya seperti sebuah dress room, Se Jin melonggo karena bagian rumah Yi Kyung sangat luas dan mewah. Yi Kyung meminta maaf karena  harus sampai harus angkat-angkat barang. Se Jin pikir tak masalah karen Yi Kyung juga  membelikan beberapa pakaian untuknya.  Yi Kyung pikir pemberiannya itu tak seberapa.
Masih ada satu hadiah yang lebih besar lagi. Coba buka lemari pakaian itu!” ucap Yi Kyung, Se Jin melonggo ketika melihat sebuah dress merah yang dipinjam sebelumnya.
“Nyonya Namdong Grup sepertinya suka berubah pikiran. Tapi untungnya, gara-gara itu pakaian ini berhasil menemukan pemiliknya.” Kata Yi Kyung, Se Jin merasa tak enak karena harganya  terlalu mahal.
“Ini Harganya setara gajiku beberapa bulan, Jadi mana sanggup kukenakan? Kalau dipakai terasa panas dingin.” Ucap Se Jin
Jika kau merasa hadiah ini terlalu mahal, anggap saja ini sebagai upahmu.”kata Yi Kyung

Se Jin binggung, Yi Kyung memberitahu kalau Besok ada janji dengan pengusaha barang-barang seni dari Taiwan. Tapi karena pertemuan penting lainnya dan waktunya agak mepet, tapi Banyak sekali barang seni yang jika dilewatkan akan terasa sayang sekali. Yi Kyung binggung maksudnya.
Cukup satu jam saja... Aku mau kau jadi diriku. Tadinya aku berencana mengirim bawahanku, tapi mereka bilang transaksi baru bisa berlangsung jika aku hadir.” Jelas Yi  Kyung
Aku... tidak mengerti bahasa Mandarin.” Kata Se Jin binggung
Mereka akan membawa penerjemah. Ini juga pertemuan yang pertama. Jadi Kau cuma perlu saling bertukar kartu nama dan membawa pulang katalog produk saja.” Jelas Yi Kyung
Se Jin terlihat ragu, Yi Kyung bisa mengerti kalau memang Se Jin tak bisa maka tak perlu melakukanya. Se Jin pikir bukan seperti itu, tapi ia bertanya-tany apakah sanggup menjadikan dirinya seperti Yi Kyung seorang ketua. Yi Kyung mendekat pada Se Jin dengan sengaja memperlihatkan pada cermin.
Pertanyaan ini tak seharusnya aku yang jawab. Tanyakan pada dirimu sendiri, Se Jin. Sekalipun untuk waktu yang singkat... Sekalipun itu palsu... Apa Kau mau jadi sepertiku?” kata Yi Kyung
Di bandara, dua orang pria memegang papan nama sebagai tugas menjemput Feng Brothers. Dua pria seperti dari luar korea keluar dari pintu kedatangan menemui keduanya. 
Ki Tae memberitahu ayahnya kalau Feng Brother sudah datang dan meminta bertemu jam 2 siang nanti. Tuan Son meminta agar karyawan mereka yang menyelesaikan pekerjaan karena  mereka berdua tidak bolah  terlibat dalam bentuk apapun dengan masalah ini.
Jika borok kita sampai ketahuan orang, bisa runyam.” Ucap Tuan Son, Ki Tae memastikan kalau tak akan ada masalah dengan wajah ketakutan.
Jika kau masih merasa takut, jangan sentuh uang milik Asosiasi.” Teriak Tuan Son kesal
Seo Yi Kyung tak akan ikut pertemuan hari ini.” ucap Tuan Son yakin 

Yi Kyung menungu diruangan, Sung Mook masuk memberitahu  Semua berkas yang dibutuhkan dalam rapat telah dipersiapkan. Yi Kyung hanya diam terlihat menutupi kegelisahanya. Sung Mook pikir Yi Kyung tak perlu khawatir mengenai masalah Se Jin.
Jika ingin membuat Ketua Son lengah, hanya ada jalan satu ini.” ucap Sung Mook
Penyesalan, bersalah dan nostalgia hal merugikan seperti itu tak pernah ada dalam kamusku. Kalau begitu, mari kita lakukan hal yang benar-benar menguntungkan.” Kata Yi Kyung dengan penuh rasa dendam 

Se Jin sudah berjalan dilorong hotel dengan percaya diri menekan bel didepan kamar, pintu pun terbuka. Yi Kyung berjalan masuk ke sebuah ruangan rapat. Ketua So kaget karena Yi Kyung bisa datang ke rapat asosiasi. Se Jin dengan percaya diri mengatakan dengan bahasa inggris kalau ia dalah Nona Seo Yi Kyung.
bersambung ke episode 2 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

5 komentar:

  1. trimakasih buat sinopsisnya mbak.
    di awal2 episode yi kyung ama se jin sih CS an, unik lihat drama yg kek gini.
    ayah nya yi kyung keras terhadap yi kyung tapi dia sayang ke yi kyung.
    penasaran ada apa dimasa lalu mereka. sampai2 yi kyung cuek bebek sama gun woo.
    aku suka drama ini. semangat nulis sinops nya mbak.

    BalasHapus
  2. Suka drama nya d tunggu lanjutan nya mba

    BalasHapus
  3. Suka drama nya d tunggu lanjutan nya mba

    BalasHapus
  4. Makasih minn...
    D tunggu kelanjutannya 😁😊

    BalasHapus
  5. gomawo mb dyah dee udah buat sinopsis drama ini,,
    Di tunggu kelanjutannya,,
    SEMANGAT dan FIGHTING,,

    BalasHapus