Senin, 05 Desember 2016

Sinopsis Night Light Episode 3 Part 2

PS : All images credit and content copyright :MBC
Yi Kyung dan Se Jin sudah ada didalam mobil, keduanya melihat seorang wanita keluar dari toko dengan membawa banyak barang belanjaan dan juga sebuah mobil mewah yang berjalan di Seoul. Yi Kyung menyuruh Se Ji agar membawa uangnya agar pergi belanjanya seperti perempuan-perempuan itu dan juga obil yang dikendarai oleh orang-orang itu
“Cukupkah uangku ini untuk membeli rodanya?” kata Se Jin tak yakin
“Semuanya adalah uang. Jadi Bagian mana yang berbeda?” balas Yi Kyung
“Mereka itu adalah orang-orang kaya.Tempat mereka menghabiskan uangberbeda denganku.” Kata Se Jin
“Salah! Apakah ini dinamankan Pengecut atau bukan?Inilah perbedaannya.Kau tidak berani menghamburkan uang ini.Karena kau tahu begitu uang itu habis, maka kau tidak punya uang lagi.Pada saat menggunakan uang, kau akan merasa khawatir, 'kan?” kata Yi Kyung, Se Jin terdiam membenarkanya,
“ Inilah suratan nasibmu.Kau baru akan merasa aman jika punya uang.Saat uangmu habis, maka kau merasa bahaya.Sifat orang miskin.” Komentar Yi Kyung
“Sekalipun begitu, tetap saja tidak boleh menggunakan uangsecara membabi buta seperti orang kaya.” Kata Se Jin
“Bukankah kau bilang ingin jadi sepertiku?Orang-orang itu adalah orang-orang seperti ini, 'kan?Jika keinginanmu itu adalah serius, maka jangan mengkhawatirkan uang.Selama kau masih bisa mengkhawatirkanuangmu sendiri,kau tidak akan pernah menangdalam pertempuran ini.” Jelas Yi Kyung. 

Se Jin hanya diam saja saat ada toko tas mahal dan bermerek, Yi Kyung hanya melihat dari kejauhan. Ma Ri datang dengan temanya melihat Se Jin dengan sinis bertanya mau apa datang ke tempat ini, dan berpikir kalau memasangkan GPS ditubuhnya jadi bisa mengetahui keberadaanya.
“Apa Sudah keluar dari rumah sakit? Apa Kau diusir dari rumah sakit karenaketahuan pura-pura sakit?” ejek Se Jin melawan.
“Hei, ini butik barang bermerek.Toko yang seharusnya kau kunjungiadalah toko barang kodian.” Balas Ma Ri lalu melihat ada Se Jin juga tak jauh dari mereka.
“Tadinya aku sempat heran.Ternyata kau ke sini membantumajikanmu beli tas.” Kata Ma Ri merendahkan Se Jin lalu mengajaknya pergi ke bagian tas yang dinginkanya.
Se Jin melihat Barang yang disukai Ma Ri dan langsung mengambilnya dan langsung ingin membelinya dan juga memilih tas yang lainya. Yi Kyung melongggo, bertanya apa yang sedang dilakukanya. Se Jin menjawab sedang mengejarkan Prnya. Ma Ri binggung.
“Ini Biaya rawat inap rumah sakit ditambah ganti rugi kerusakan mental.” Kata Se Jin memberikan uang ke tangan Ma Ri, setelah itu memlapor pada Yi Kyung kalau  sudah melakukan sesuai dengan instruksinya.
“Aku menggunakan uang dalam jumlah besar pada hal yang menurutku paling tidak berarti.” Kata Se Jin, Yi Kyung pun bisa melihatnya dan bisa menerimanya dan mengajak untuk mulai dari sini saja.


Keduanya pergi ke sebuah restoran, Se Jin merasa Jika barang-barang ini dibawa pulang maka bibinya yang melihatnya pasti akan langsung pingsan. Yi Kyung bertanya bagaimana perasaanya. Se Jin mengaku tak jelas karena Dalam waktu 2 jam aku menghabiskan uang yang harus didapatkan dengan bekerja keras selama 2 tahun.
“Mentalku sedikit terguncang. Tapi seperti tadi, sama sekali tidak ada perasaan khawatir. Sepertinya PR ini berharga.” Ucap Se Jin
“Perasaan seperti ini. harus kau ingat dengan baik. Sekalipun kelak kau memiliki kebiasaan menghamburkan uang, perasaan ini tidak boleh sampai kau lupakan.”kata Yi Kyung. Se Jin mengeluarkan sesuatu dari tasnya sebuah kotak gelang diberikan untuk Yi Kyung
“Tadi masih ada sisa sedikit uang. Ini pengeluaran yang lebih tidak berarti dibanding biaya rawat inap Ma Ri. Karena Presdir sama sekali tidak mau repot menerima pemberian seperti ini, makanya kubelikan untukmu.”kata Se Jin lalu memasangkan gelang ke tangan  Yi Kyung.
Yi Kyung melihat kalau kebetulan pergelangan tangannya terlihat kosong lalu memberitahu ada Sisa PR yang harus diselesaikan. Se Jin kaget,  Yi Kyung bertanya Hari ini sudah menghabis berapa banyak. Se Jin melihat sisa uang di amplopnya
“Sampai saat ini lebih kurang... Uang yang ada di dalam amplop boleh dibilang hampir habis kupakai.” Kata Se Jin bangga menyelesaikan tugasnya.
“Berapa banyak yang kau habiskan,sekarang harus kau dapatkan kembali.Mau itu kau pinjam atau rampok. Tidak peduli kau pakai cara apapun itu.  Waktu satu minggu harusnya sudah cukup.” Tegas Yi Kyung, Se Jin melonggo mendengarnya. 


Yi Kyung menuruni tangga dengan wajah tersenyum karena sudah memberikan perkerjaan rumah untuk Se Jin, saat itu Se Jin masih dibuat binggung harus mengembalikan uang tersebut. Ponsel Yi Kyung berbunyi, Moo Sam menelp meminta agar mereka segera bertemu sekarang.
Se Jin kembali ke toko untuk mengembalikan barang yang baru dibeli saat bersama dengan Ma Ri, tapi seperti kalau tak bisa ditukar padahal baru saja dibeli. Pegawai menjelaskan kalau pernah kejadian ada yang menggunakannya ke pesta atau reuni, lalu kemudian dibalikkan lagi. Se Jin keluar dari toko lainya dengan wajah lemas mengingat perkataan pegawai toko.
“Saat barang diturunkan dari etalase dan dibungkus, sepatu tersebut sudah jadi barang bekas. Maaf.”Se Jin kebingungan lalu melihat ke arah gedung-gedung bertingkat yang ada didepanya. 

Yi Kyung  bertemu dengan Moo Sam seperti tak percaya mendengarnya. Moo Sam pikir dirinya tak munkin sengaja datang untuk bercanda dengannya dan sangat yakin. Yi Kyung  hanya terdiam mendengaan penjelasanya.
“Sekarang di dalam perusahaan, radar yang berusaha mendeteksi kesalahanku tidak hanya satu atau dua. Terutama dari Tim Perencanaan. Mereka itu sudah seperti bom” ucap Moo Sam yakin
“Lalu dokumen penting itu asalnya dari mana?Orang di luar Grup yang berusaha menahanmu, menurut tebakanmu, siapa orang itu?” ucap Yi Kyung  bertanya-tanya.
“Tidak jelas. Apa Pentingkah itu sekarang?Rapat Umum Grup Presdir perusahaan sudah di depan mata.Sebelum saat itu tiba, maka kau harus mencari jalan keluar.” Kata Moo Sam panik

“Tenangkan dirimu. Kau adalah calon Tuan pemilik Moojin Grup. Hanya dikarenakan hal sepele seperti begitu tidak boleh sampai panik.” Ucap Yi Kyung 
“Jika hal ini sampai terbongkar, yang terluka tidak hanya aku seorang. Presdir Seo juga tidak akan sanggup mempertanggung-jawabkannya.” Ucap Moo Sam mengancam,
“Pada saat masalah muncul, orang yang duduk di atas perahu yang sama harus saling berkonsultasi. Bukan malah saling mengancam.” Tegas Yi Kyung 
Moo Sam mengumpat kalau Gun Woo membuat orang sakit kepala dan mereka Harus cari cara untuk menyingkirkannya. Yi Kyung  pikir kalau cara itu akan ia yang mencarinya. Moo Sam bertanya apakah bisa dipercaya. Yi Kyung meminta agar Moo Sam harus bisa mempercayainya karena pada situasi seperti ini, dirinya itu kartu tersembunyi yang dimilikinya. 


Hee Jung masuk ke dalam ruangan melihat Gun Woo sedang memetik gitarnya, lalu bertanya Dokumen ini harus diapakan. Gun Woo menyuruh agar membakarnya karena tak peduli dengan yang sudah dilakukan pamanya. Hee Jung pikir sesuatu. Gun Woo merasakan  Ada bau busuk jadi lebih baik Buang saja.
“Aku akan melakukannya sesuai caraku. Jam berapa pesta pernikahan putra kedua  Direktur Choi?” kata  Gun Woo
“Moojin Grup Center jam 4 sore.” Kata Hee Jung
“Para Direktur yang ada di Grup akan hadir semuanya 'kan? Apapun itu mencoba merayu atau memaksa.Aku ingin mencoba yang terakhir kalinya.” Kata Gun Woo
“Park Moo Sam juga akan hadir.” Ucap Hee Jung memberitahu.
“Tentu saja. Sebelum gosip dokumen suap tersebut merebak, maka dia akan berusaha menutup mulutku lebih dulu.” Kata Gun Woo lalu merasa suara gitarnya terdengar keruh dan mungkin sudah lama tidak dimainkan kali. 

Flash Back
Gun Woo mengatakan pada Yi Kyung kalau “Koinmu dan musikku..” yang menurutnya sangat serasi.  Yi Kyung tertawa mengejek mendengarnya. Gun Woo berjanji akan rajin belajar dan membalas budinya jadi meminta agar meminjamkan koinya hingga saat itu tiba.
Yi Kyung melihat koin yang masih disimpanya, seperti masih sangat berharga. Teringat kembali dengan kenanganya bersama dengan Gun Wo.
Flash Back
Gun Woo dengan wajah berdarah mengajak Yi Kyung agar  pergi bersama, Tidak peduli ke mana pun itu. Ke suatu tempat di mana tidak ada satu orang pun yang kenal pada mereka dan Tinggalkan tempat ini bersamanya. 

Sung Mook bertemu dengan Gi Tae disebuah parkiran. Gi Tae akan mengulangi kata-kata sekali lagi agar mengunakan ini untuk mengimbangi uang tunai. Karena Jika hal itu sampai ke telinga ayahnya maka . tidak akan mengampuni Seo Yi Kyung.
“Presdir kami juga mengharapkan hubungan yang baik dengan Anda, Direktur. “ ucap Sung Mook
“Kau sedang membohongi siapa? Bukankah dia mengincar posisi sebagai Direktur bagian keuangan Asosiasi?Kalian dari awal susah mengincar itu sehinggamenjadikanku sebagai target, 'kan?” kata Gi Tae
Sung Mook hanya diam dan saat itu seorang pria datang dengan mengemudikan mobilnya. 

Yi Kyung melihat kalau waktunya sangat mepet. Jadi mereka harus membagi yang menjadi tanggung-jawab mereka masing-masing, tolong persiapkan dengan sematang-matangnya. Ketiga anak buahnya sudah berkumpul. Sek Kim memastikan kalau Yi Kyung akan mengekekusi  sesuai dengan itu
“Aku sama sekali tak mengerti.” Balas Yi Kyung dengan tatapan sinis
“Oke, aku mengerti ini bagian dari pekerjaan. Tapi yang menjadi target adalah Park Gun Woo” kata Sek Kim seperti khawatir, Tak yang ada disana langsung pamit untuk keluar dari ruangan. 
“Hal ini bisa menyebabkan kerugian yang mematikan bagi Park Gun Woo.  Apa Benar mau dilakukan seperti itu?” ucap Sek Kim merasa keduanya itu sudah berjodoh.
“Jodoh... Orang itu jadi batu sandungan atas rencanaku. Itu... bukan jodoh. Tapi pembawa sial. Aku akan mengakhiri kesialan itu dan menyingkirkan batu sandungan tersebut.” Kata Yi Kyung dingin,Dua orang terlihat tak bisa berkata-kata 

Tak melihat Se Jin yang sedang menyandarkan kepalanya seperti sedang bermalas-malasan, lalu  mengejek Tidak punya disiplin sama sekali dan mengajak agar melakukan sedikit briefing. Se Jin meminta agar Tak bisa meminjamkan uang,  10 juta atau 20 juta Won
“Apa ini Untuk mengisi PR mu? Lebih baik kau rampok bank saja.” Usul Tak
“Tadi sempat berpikir seperti itu, Ah...  Sungguh amat sangat menjengkelkan. Aku pelanggan terpercaya bank selama delapan tahun.Tapi permohonan kredit 5 juta Won saja tidak diberikan. Ini Keterlaluan, 'kan?” kata Se Jin kesal
“Semakin kau banyak uang, maka semakin mereka ingin meminjamkan uang padamu. Semakin kau melarat, semakin enggan mereka meminjamkan uang padamu. Itulah bank. Sampai sekarang apa kau masih belum ngerti?” ucap Tak
“Aku ngerti, tapi sekarang sekali lagi disadarkan. Jadi apa yang harus lakukan sekarang?” kata Se Jin, kebinggungan mengacak-ngacak rambutnya.
Tak bertanya apakah Se Jin sudah menghafalnya dengan bertanya  siapa Park Gun Woo, Se Jin menjawab itu  Putra tunggal pemilik Moojin Grup Park Moo Il, Ketua Tim Special Project dengan senyuman menggoda kalau pria itu juga sebagai tipenya. Tak terlihat gugup.
Se Jin bertanya ada apa dengan pria itu, Tak ingin membahas kalau Sepertinya pernah ada cerita sesuatu dengan Yi Kyung,  Se Jin tak mengerti, Tak yakin pasti seperti ada sesuatu. Saat itu  Yi Kyung mengetahui Se Jin sudah datang menyuruh agar menemuinya diruangan. Se Jin langsung bergegas masuk. 


Yi Kyung menayakan PR yang diberikanya, Se Jin mengaku Serasa mau mati mengerjakanya.  Yi Kyung tahu Sekalipun semua barang bermerek tersebut dijual lagi, paling cuma bisa dapat setengahnya saja dan juga Se Jin  tidak memiliki agunan apapun untuk mendapatkan kredit dari bank.  Se Jin pikir Yi Kyung sudah tahu betul masalahnya.
“Kalau begitu kenapa Anda memberiku PR yang begitu susah? Apakah Mempermainkanku itu menyenangkan ya?” keluh Se Jin kesal
“Kau harus melihat ke atas.Jika kau hanya lihat ke bawah atau ke kiri dan kanan, maka kau tidak akan menemukan jawabannya.” Kata Yi Kyung, Se Jin binggung.

“Jika kau ingin bisa menghasilkan uang, kau harus berjalan di sisi orang kaya. Pernikahan, kabar dukacita, perubahan personil, kau Harus memanfaatkan mereka yang kau tahu. Sekarang Dandani dirimu supaya terlihat cantik dan menarik. Kau harus ke suatu tempat.” Kata Yi Kyung 


Sebuah depan ballroom sudah banyak orang berkumpul dengan karangan bunga dimana-mana. Yi Kyung sudah berdiri dan menunjuk beberapa wanita sedang berkumpul dan menujuk pada wanita yang mengenakan setelan berwarna biru. Se Jin melihat Sepertinya dia adalah isteri dari Penanggung jawab keuangan proyek.
“Kabarnya keluarga orang tuanya memiliki banyak lahan.” Kata Se Jin melihat pakaian dari atas dan bawah, Yi Kyung menanyakan wanita disebelah kirinya.
“Anggota Dewan Kang In Sook dari Partai Minhwa.Politisi lokal wanita yang terpilih 3 kali. Benar 'kan? Putrinya pengacara yang sangat hebat.” Kata Se Jin bangga
“Cobalah melebur dalam pembicaraan mereka senatural mungkin. Orang-orang ini ke depannya akan berdiri di garis yang sama denganmu dan jadi uang bagimu. Terlebih lagi, Nyonya Kang harus bisa mengingatmu.” Kata Yi Kyung, Se Jin binggung berpikir Yi Kyung mau terjun ke politik
“Dibandingkan dengan ibunya, aku lebih membutuhkan putrinya.” Pikir Se Jin, Yi Kyung yakin  Suatu saat nanti pasti akan terpakai.
Se Jin bertanya bagimana caranya  harus memperkenalkan diri. Yi Kyung pikir masakan yang sudah di berikan tak mungkin harus disuapi juga ke mulut Se Jin. Se Jin mengerti lalu mendekati wanita mengaku kalau penggemar beratnya jadi memberanikan diri muncul didepanya. 

Yi Kyung dari kejauhan melihat Moo Sam yang tak jauh darinya, seperti keduanya sedang menyusun rencana.  Tak yang menunggu didalam mobil memberitahu kalau Park Gun Woo telah tiba dan melihat gaya pakaian Gun Woo itu biasa saja.
Gun Woo masuk ke dalalm gedung dengan menyapa direktur yang ada diruangan. Se Jin melihatnya bisa mengingat pria itu Gun Woo, Ketua Tim Special Project Moojin Grup dan Putra tunggal Park Moo Il. Yi Kyung melihat dari atas dengan tatapan sinis saat Gun Woo sedang memberikan selamat pada mempelai pria dan keluarganya. 

Gun Woo bertemu dengan direktur lainya, saat itu Moo Sa datang dengan nada mengejek agar Jangan cuma bisa menghadiri pesta pernikahan orang lain tapi sebaiknya lekas untuk mencari jodoh. Gun Woo datang nada bercanda kalau sengaja datang untuk cuci mata melihat teman-teman pengantin wanita.
“Bukan ke sini mau merengek meminta dukungan Rapat Presiden Perusahaan?” sindir Moo Sam, Gun Woo pikir bisa jadi seperti itu. Moo Sam pun mengajak Gun Woo akan berbicara berdua saja.

“Gun Woo, katanya kau demi menjebakku, melakukan trik-trik di belakang punggungku Seorang keponakan tidak sepantasnya membuat malu pamannya, bahkan Sepanik apapun itu. Kau juga tidak lebih dari seorang yang busuk, Jika kakak sampai tahu, betapa kecewanya dia.” Kata Moo Sam
“ Jangan khawatir. Aku tidak akan seperti adik ayah,  Melakukan perbuatan-perbuatan yang merugikan perusahaan.” Balas Gun Woo menyindir
“Yang menghancurkan perusahaan adalah kau. Apa kau mau Mundur dari proyek Dubai?Berbuat hal yang tidak menguntungkanseperti ini.” Ucap Moo Sam sinis
Gun Woo mengingatkan kalau  Hari ini adalah hari baik jadi meminta agar memilihlah kata-kata yang terdengar lebih enak di telinga. Moo Sam pikir kakak kedua jadi seperti ini semua gara-gara kakak pertama yang Memaksa seseorang yang tidak bersedia untuk pergi ke Timur Tengah bahkan Menyuruh orang bekerja membanting tulang.
Ia memperlihatkan hasil yang didapatkan mereka sekarang, Gun Woo tak ingin membahasanya meminta Moo Sam agar menghentikanya.  Moo Sam mengingatkan kakaknya yang  sedang menderita dibawah dan juga kakak pertamanya meninggal di luar negeri sudah cukup memprihatinkandan Sekarang yang namanya keponakan malah menganggap remeh perusahaannya.
“Kubilang cukup!” teriak Gun Woo marah besar sampai menghempaskan tangan pamanya, Semua orang melihat keduanya seperti sedang adu mulut.
“Hari ini adalah hari baik. Mana boleh kau ngamuk di pesta pernikahan orang lain?” ejek Moo Sam seperti sengaja membuat Gun Woo marah. Gun Woo pun memilih untuk pergi keluar menenangkan diri. Se Jin melihat kancing baju Gun Woo yang terjatuh lalu mengambilnya.

Gun Woo pergi ke lantai atas tiba-tiba ia melihat sosok wanita yang dikenalnya, Yi Kyung berjalan di lorong lalu menghilang. Gun Woo terlihat kaget langsung mengikutinya saat itu Yi Kyung sengaja ingin membuat Gun Woo mengikutinya. Gun Woo terus mengejar sampai ke depan gedung.
Tiba-tiba seorang pria yang sebelumnya bertemu dengan Sung Mook datang menemui Gun Woo, dengan bahasa inggris menanyakan jalan. Gun Woo pun melihat alamat di kertas kalau akan pergi ke Grand Hall. Diam-diam di dalam mobil Tak mengambil foto dengan Yi Kyung yang duduk dibelakang.

Se Jin datang karena ingin mengembalikan kancing baju, Tak melihat dari kejauhan memberitahu Yi Kyung. Se Jin berpapasan dengan orang yang menanyaka alamat lalu teringat saat terjadi ledakan orang itu yang menyenderanya. Si pria terlihat ketakutan dan langsung kabur mendorong Se Jin.
Gun Woo melihat Se Jin yang didorong sampai terjatuh menolongnya, Se Jin malah mengkhawatirkan Gun Woo karena bisa mengenal pria itu. Yi Kyung menelpnya. Se Jin ingin memberitahu tentang orang yang baru ditemuinya. Yi Kyung memperingatakan Se Jin agar Jangan banyak bicara dan Segera ke pintu utama sekarang juga.
Se Jin binggung, Yi Kyung memperingatkan agar Jangan tanya apapun dan jangan bicara dengan orang lain. Se Jin ingin mengatakan sesuatu. Yi Kyung memberikan waktu 3 menit. Gun Woo yang melihat wajah Se Jin panik bertanya apakah membutuhkan bantuan, Se Jin mengaku tak perlu dan langsung berlari untuk pergi ke bagian pintu depan. 

Se Jin sudah ada di dalam mobil berpikir kalau mereka seharusnya lapor polisi karena ingat dengan sangat jelas wajahnya dan pria tadi adalah orang asing yang menculiknya. Tak menyela kalau  Se Jin pasti salah lihat, Se Jin pikir untuk apa pria itu medorongnya sampai jatuh lalu melarikan diri
“Pasti dia orangnya, tidak salah lagi Presdir” kata Se Jin, Yi Kyung pun bertanya kenapa Se Jin keluar dari tempat resepsi.
“Aku menemukan kancing manset Park Gun Woo.” Ucap Se Jin memperlihatkan ditanganya.
“Apa Kau ikut keluar cuma karena mau mengembalikan barang ini?” ucap Yi Kyung sinis
“Tentu saja bukan, karena Aku punya tujuan lain. Presdir sendiri pernah bilang, 'kan? Harus bergaul dengan orang-orang berduit dan Putra mahkota Moojin Grup masih lajang sampai sekarang. Aku berencana menggunakan kancing manset ini sebagai alasan untuk bisa mengenal dia.” Kata Se Jin, Tak mengejek itu  Se Jin mimpinya sungguh muluk.
Se Jin merasa ada yang salah dengan dirinya,  Yi Kyung memperingatkan Se Jin Jika targetnya adalah salah satu dari chaebol, sebaiknya cari pria lain saja Karena Orang tersebut Tidak lama lagi akan berubah jadi seorang pengangguran.


Moo Sam kembali ke dalam mobilnya, Saat itu Sung Mook melihat dari dalam mobilnya. Moo Sam baru turun dari mobil, si pria yang sebelumnya menculik datang membawa pisau, Moo Sam bertanya siapa orang itu dan berusaha menahanya. Tapi si pria udah menusukan pisau dan terlihat darah berceceran. Moo Sam berteriak memanggil Sekertarisnya.
Di rumah sakit, semua petinggi sudah berkumpul di depan ruangan dengan wajah panik. Gun Woo pun datang paling akhirn dengan nafas terengah-engah. Dokter keluar dari ruangan memberitahu kalu hanya luka tusukan ringan dan Lukanya juga tidak dalam jadi butuh istirahat beberapa hari saja sudah bisa pulih kembali.
Gun Woo bisa bernafas lega mendengar keadaan pamanya, tapi beberapa orang seperti menaruh curiga pada Gun Woo yang melakukan itu. 

Sung Mook melaporkan pada Yi Kyung kalau Upahnya sudah diberikan dan pelaku sudah dikirim keluar negeri dengan pesawat malam. Yi Kyung menanykan fotonya,  Sung Mong mengatakan kalau Sek Kim  secara anonim mengirimnya kee-mail Grup Presiden perusahaan dan Rekaman CCTV nya akan jatuh ke tangan Direktur Park.
Se Jin duduk diam dalam kamarnya, melihat foto Gun Woo yang ada ditanganya dan juga kancing Manset yang dipegangnya. Teringat kembali saat Gun Woo marah pada Moo Sam dan menjatuhkan kancing tersebut, Tak yakin Gun Woo itu memiliki hubungan sesuatu pada Yi Kyung. Sebelum bertemu dengan Gun Woo, Se Jin melihat si penculik yang berbicara dengan Gun Woo.
 Ketika ingin berbicara di telp, Yi Kyung malah menyuruhnya Jangan banyak bicara dan Segera ke pintu utama sekarang juga. Se Jin terus melihat foto Gun Woo dan juga kancing Mansetnya. 

Foto si pria yang bertemu didepan gedung seperti sedang memberikan sesuatu dan juga menusuk Moo Sam di perlihatkan diatas meja. Tuan Park pikir Gun Woo sudah melihatnya. Gun Woo mengaku Begitu sampai di kantor sudah lihat. Tuan Park pikir semua Direktur  pasti juga sudah lihat dan ini pemandangan jelek untuk mereka.
“Katanya pengirimnya adalah anonim. Kalau rekaman CCTV itu yang menyebarkannya adalah Paman” kata Gun Woo
“Tapi kabarnya si Moo Sam sama sekali tidak lapor polisi. Dia bilang jika perihal ponakan yang berniat mencelakakan pamannya sendiri sampai terkuak, bisa membawa aib bagi nama baik perusahaan.” Ucap Tuan Park. Gun Woo seperti tak percaya ayahnya bisa percaya begitu saja.
“Aku meminta Sek Han  beserta penanggung-jawab personalia ke sini membawa berkas dan materinya. Sebelum aku melihat sisi yang lebih buruk dari anakku sendiri, maka aku akan menyelesaikannya. Dan Cara lain apa lagi yang bisa kulakukan?” ucap Tuan Park akan mengambil keputusan.

Gun Woo menyakinkan ayahnya kalau Semua ini rekayasa dari pamanya untuk mendepaknya dari perusahan, bahkan menyutradarai dan membintangi sendiri sinetron ini. Tuan Park pikir Gun Woo bisa mengetahuinya, tapi ia yang ada didalam tahanan tak mungkin bisa tahu.
“Gun Woo, kau bukan tandingan pamanmu. Demi mendapatkan posisi sebagai ketua,  empedunya ditusuk dengan pisau pun dia tidak keberatan. Moo Sam adalah orang yang culas seperti itu.Di dunia ini...orang yang ditakdirkan sebagaipemenang adalah mereka yang kejam dan berhati culas.” Kata Tuan park
“Tidak akan terjadi! Aku tidak akan menyerah begitu saja Perbuatan yang dilakukan oleh Paman dikarenakan keserakahannya itu aku akan membuatnya membayar semuanya.” Ucap Gun Woo menahan amarah dengan mengepalkan tanganya, Tuan Park mendekat dengan meluruskan kepalan tanganya.
“Sepasang tangan ini tidak mungkin digunakan untuk bertarung melawan orang lain. Andai bisa seperti yang kau harapkan. Bermain gitar sambil melewati hari-harimu seumur hidupmu, sudah pasti kau akan hidup bahagia. Semua ini akibat dari perbuatan Ayahmu, Gun Woo.” Kata Tuan Park lalu keluar ruangan. Gun Woo meremas semua foto dengan penuh amarah. 


Yi Kyung dan anak buahnya melakukan pertemuan. Sung Mook memberitahu  Park Moo Il mengadakan rapat dengan sekretaris dan ketua personalianya dan dalam waktu hari ini juga akan ada penunjukkan personil. Yi Kyung melihat Ketua Park berniat menyelesaikannya sebelum skandal tersebut tersebar keluar karena dia  sangat menyayangi putranya.
“Selamat! Seperti yang Anda kalkulasikan. Park Gun Woo kehilangan pekerjaannya.” Ucap Sek Kim
“Orang yang seharusnya kau kasih selamat itu bukanlah aku. Ini akan merupakan hadiah keluar rumah sakit bagi Park Moo Sam” kata Yi Kyung

Saat itu Se Jin datang terburu-buru berpikir dirinya terlambat tapi menurutnya semua datang lebih pagi. Yi Kyung akan kembali keruanganya. Se Jin menahanya mengatakan kalau ada yang ingin dibicarakan. Yi Kyung bertanya apakah Urusan yang mendesak. Se Jin pikir kalau bagi dirinya sangat mendesak. Keduanya pun masuk ruangan.
“Aku berpikir semalaman. Setelah kupikir-pikir,kurasa ini bukanlah kebetulan belaka.Pria Taiwan itu pasti sudah melakukan perbuatan jahat dan Hampir dipastikan ada hubungannya dengan Moojin Grup atau Park Gun Woo.  Orang di belakang peristiwa ini sudah pasti adalah Presdir.  Tentu saja Anda mungkin ada alasanmu sendiri di balik semua ini. Yang ingin kuketahui adalah...” ucap Se Jin disela oleh Yi Kyung
“Apa kau punya  Banyak waktu luang? Sampai memiliki waktu main detektif seperti ini” sindir Yi Kyung, Se Jin kaget mendengarnya. 
“Jadi Kapan PR mu akan kau selesaikan? Aku pernah bilang, berapa banyak yang kau hamburkan, itu yang harus kau dapatkan kembali. Pak Kau Sudah lupa?” kata Yi Kyung
Se Jin mengaku kalau sedang mencari solusinya,   Yi Kyung menyuruh agar menyelesaikan tuganya lebih dulu dan memperingatkan kalau Hal yang tidak perlu diketahunya, sebaiknya tidak usah diketahunya, serta apabila Se Jin  perlu tahu, tanpa bertanya maka akan memberitahu.
“Aku Bukan bermain detektif tapi  Hanya ingin lebih memahami Presdir saja. Aku Ingin tahu bagaimana caramu berpikir., Kenapa Presdir melakukan hal-hal seperti itu. Untuk bisa membantumu, maka aku harus bisa membaca denahmu. Seperti yang pernah Anda bilang dulu, aku tidak lebih dari sebuah cermin murahan. Tapi setidaknya... aku berharap bisa melihat cerminan diri Presdir yang sesungguhnya.” Jelas Se Jin
“Hati-hati supaya kau tidak memecahkan dirimu sendiri. Aku tidak suka jika barang milikku dirusak.” Tegas Yi Kyung meninggalkan ruangan.


Yi Kyung melihat Se Jin yang terdiam, teringat kembali saat bersama dengan Gun Woo dengan luka dikepalanya.
“Ini Bukan demi diriku sendiri. Kau harus meloloskan diri dari kubangan rawa ini.” Ucap Gun Woo
Tuan Park melihat Yi Kyung yang jalan bersama dengan Gun Woo dan mengetahui kalau Gun Woo adalah putra Park Moo Il, jadi Jika tidak ingin meneruskan tragedi generasi sebelumnya, maka keputusan harus segera diambil. Sebuah koin terlihat terlempar dari tangan.
bersambung ke episode 4 
FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar