Senin, 12 Desember 2016

Sinopsis Night Light Episode 5 Part 2

PS : All images credit and content copyright :MBC
Gun Woo mengemudikan mobilnya teringat saat di tarik masuk oleh anak buah Tuan Seo, meminta agar memberikan kesempatan untuk putrinya, karena Yi Kyung juga memiliki hak untuk bebas. Tuan Seo dengan wajah  amarahnya mengumpat Gun Woo anakyang sombong.
Akhirnya Gun Woo menghentikan mobilnya, merasa nafasnya terasa sesak dan keluar dari mobil untuk mengatur kembali nafasnya.  Akhirnya Ia sampai didepan rumah terlihat Yi Kyung baru saja turun dari mobil. Yi Kyung terlihat sinis. Gun Woo minta tenang karena datang bukan untuk mengungkit masa lalu.

Keduanya duduk bersama, Gun Woo meminta agar Yi Kyung  Kembali ke Jepang menurutnya Tidak peduli apa yang direncanakan,tidak akan berjalan seperti harapanya jadi secepatnya bereskan urusan dan angkat kaki. Yi Kyung ingat menurutnya dulu lelucon yang dibuat Gun Woo itu  tidak lucu.
“Pamanku...Bermimpi menjadi ketua.  Aku akan mengubah mimpi ini menjadi mimpi buruk.Tapi aku tidak berharap kau terlibat di dalamnya.Ini adalah nasehat yang kuberikan pada Seo Yi Kyung yang kukenal 12 tahun yang lalu.” Kata Gun Woo
“Apakah Kau punya kemampuan untuk ig tu?” ucap Yi Kyung mengejek 
“Jang Tae Joon.Orang yang ingin kau ajak bekerja sama ini, jadi aku kapan saja bisa bekerja sama dengannya.” Tegas Gun Woo.
“Silakan. Mari kita mencoba sekali, untuk Bertarung.” Kata Yi Kyung menantang


Sementara diruang tengah terlihat keadaan tegang,  Tak diam-diam keluar ruangan dan masuk ke dalam mobil untuk memeriksa sesuatu, lalu dikagetnya dengan pintu mobil yang terbuka. Ia melihat Se Jin yang datang dan bertanya apakah Gun Woo akan keluar. Se Jin binggung apa yang sedang dilakukanya.
“Bagaimana caranya kau membuka pintu mobil ini?” ucap Se Jin binggun \g
“Kenali diri sendiri dan musuhmu, niscaya kau tidak akan pernah kalah berperang.Tidak peduli apapun itu, coba cari jika kau bisa menemukan sesuatu yang mungkin berguna.” Ucap Tak terus mencari kebagian mobil
“Apa Park Gun Woo adalah musuh?” kata Se Jin, Tak heran merasa Se Jin berpikir kalau Gun Woo dia berada di pihak mereka.
“Park Gun Woo kunyuk itu... jika dibiarkan akan menjadi batu sandungan bagi Presdir Seo” kata Tak dan Se Jin melihat sebuah CD dalam dasbord mobil. 

Yi Kyung berdiri dari tempat duduknya karena merasa lelah jadi tidak akan mengantarnya keluar. Gun Woo berdiri mendekatnya mengaku kalau sudah mendengar tentang ayahnya, yaitu  Tiga orang penting di balik kemenangan Olympiade '88.
“Masa kejayaan itu sangat singkat.Bagi Tetua, hal itu menjadi beban pada karir politiknya.Sementara ayahku menjadi tamak akan aset yang tersisa.”

Saat itu Tuan Jang sedang ada diruangan mencoba terus menulis dengan tinta dan Tuan Park yang berbaring ditempat tidur. Gun Woo pun meminta maaf, Yi Kyung menegaksan kalau Permintaan maaf ini tidak seharusnya keluar dari mulut Gun Woo. Tapi Gun Woo  merasa bersalah karenaakan menghentikannya.
“Karena itu, sebelum aku membuatmu merasa tersiksa, pulanglah, Yi Kyung.” Kata Gun Woo, Yi Kyung mengambil sebuah CD dalam laci dan memperlihatkan pada Gun Woo
“Kau pernah bilang jika ini adalah impianmu Tapi kau melepaskannya. Kau yang tidak sanggup melindungi impianmu sendiri, Apa kau sanggup menghentikanku? Jika aku bisa jatuh ke dalam tanganmu, maka aku tidak akan bisa melangkah sejauh ini. Gun Woo, kau tidak mungkin bisa memenangkan pertarungan ini. Karena monster tidak akan bisa dikalahkan oleh manusia.” Ucap Yi Kyung menantang,
Gun Woo terlihat sangat marah dan keluar dari rumah dan membuang Cdnya begitu saja dijalan lalu terlindas oleh mobil. 



Se Jin memberitahu Yi Kyung kalau Gun Woo baru saja pergi dan bertanya apakah masih ada instruksi lainnya. Yi Kyung bertamua apalah Se Jin ingin dipromosikan, dan hanya untuk malam ini saja menjadi teman minumnya.
Keduanya minum dalam kesunyian, Se Jin pun tak berani bicara. Akhirnya Yi Kyung memberitahu kalau Park Gun Woo orang itu adalah seorang debitur.

Flash Back
Se Jin keluar rumah melihat ayahnya sedang sibuk memelihar bonsai, Tuan Seo memberitahu kalau sudah bertemu dengan Ketua Matsuoka karena Mengenai insiden kali ini, akan menuntutnya untuk meminta maaf padanya, lalu melihat kaki anaknya yang terluka menanyakan keadaanya. Yi Kyung pikir Masih bisa dipakai untuk  jalan.
“Tindakan gegabah yang tidak perlu, harus dihindari.” Katat Tuan Se dingin
“Kami tidak adu tinju, cuma sekedar saling beramah-tamah saja.” Ucap Yi Kyung
“Apa tak ada  Kejadian yang lain?” tanya Tuan Seo, Yi Kyung bertanya apa maksudnya kejadian yang lain. Saat itu Sung Mook datang menemuia Tuan Seo dan keduanya pun masuk ke dalam ruangan. 

Tuan Seo melihat foto Gun Woo yang diperlihatkan oleh Sung Mook lalu bertanya apakah Bajingan ini adalah anak dari Park Moo Il. Sung Mook membenarkan.
“ Sungguh sebuah kutukan. Jika ini adalah kutukan generasi,maka harus segera dipatahkan.” Tegas Tuan Seo penuh dendam.
Sang Chul terlihat kebinggungan keluar dari toko, tiba-tiba Sung Mook datang seperti dewa penolongnya. Didalam mobil, sebuah foto tanda pengenal ada ditangan Sung Mook dan Sang Chul menerima uang dengan gugup menegaskan kalau  yang punya hutang adalah dirinya dan Gun Woo  hanya meminjamkan namanya sebagai penjamin.
“Tentu saja, selama kau mengembalikan hutangmu dalam jangka waktu yang ditentukan, maka tidak akan ada masalah apapun.” Kata Sung Mook

Gun Woo pulang ke rumah melihat rumahnya sudah berantakan dan mencek bagian lacinya, setelah itu melihat sebuah note yang tertempel di kulkas “Maafkan aku, Gun Woo... Aku orang gila, sampah.” Akhirnya Gun Woo berlari ke restoran memanggil Sang Chul, tapi keadaan restoran juga sudah tak  berantakan.
Ketik akan masuk ke dalam gedung, bertemu dengan Yi Kyung bertanya apakah meminjam uang pada Sang Chul.  Bukan hutang yang sudah ada, tapi hutang uang yang baru lagi. Yi Kyung merasa lelucon yang dibuatnya itu tak lucu karena Cara kerjanya tidak seperti itu.

“Debitur yang tidak memiliki jaminan hipotek atau orang yang menjamin..” ucap Yi Kyung dan Disela oleh Gun Woo kalau ia sebagai penjaminya.
“Dengan menggunakan kesempatan saat aku tidak di rumah ia mencuri stempel dan kartu izin tinggalku Dan membuatku menjadi penjaminnya.” Jelas Gun Woo
“Apa Kau yakin itu adalah kantor kami?” tanya Yi Kyung kaget, Gun Woo malah balik bertanya apakah memang  tidak ada hubungannya dengannya, Akhirnya Yi Kyung menarik Gun Woo keluar dengan wajah panik.
“Untuk beberapa waktu ini cari sebuah tempat dan bersembunyilah di sana. Jangan pergi kerja lagi.” Perintah Yi Kyung, Gun Woo binggung kenapa harus melakukanya menurutnya kalau memerintahakn harus menjelaskan lebih dulu.
“Ayahku..  sudah tahu akan kehadiranmu Dengan Menggunakan namamu sebagai penjamin, dikarenakan ia sudah menargetkanmu dari awal.” Jelas Yi Kyung. Gun Woo tak mengerti maksudnya dan ingin tahu alasan ayah Yi Kyung yang menargetkan dirinya.
“Ini Karena ia harus melindungi kerajaan yang didirikannya. Sebagai seorang pewaris, tidak boleh goyah. Gun Woo, kau telah menjadi kendala yang menjengkelkan bagi orang lain.” Ungkap Yi Kyung
Gun Woo bisa mengerti ternyata dengan alasan seperti ini, Yi Kyung pikir  Sekalipun alasannya jauh lebih konyol dari alasan ini, tindakan Tuan Seo  akan jauh lebih kejam dan meminta agar Gun Woo cepat  melarikan diri. Gun Woo bertanya dengan begitu maka Sang Chul akan berada dalam bahaya. Yi Kyung menegaskan kalau itu adalah akibat dari perbuatannya.
“Dia sudah tahu jika ini sangat berbahaya, tapi demi uang yang tidak seberapa dia mengkhianatimu. Jika kau tidak menemukan tempat persembunyian biar kubantu. Terlebih dulu...” ucap Yi Kyung disela kemali oleh Gun Woo.
“Tidak, Sang Chul harus ditemukan dulu. Aku tidak bisa berpura-pura tidak tahu sama sekali. Kalau menurut apa yang kau katakan sepertinya semua ini berawal dariku.” Ucap Gun Woo
“Jika kau berbuat seperti ini kau pasti akan terluka, maka Sangat berbahaya.” Kata Yi Kyung memperingati.
“Orang yang akan melarikan diri masih bisa mengkhawatirkan orang lain. Yah..Benar katamu.... Aku ini memang sedikit berlebihan dan Maaf telah mencurigaimu.” Ucap Gun Woo lalu berjalan pergi. 



Gun Woo pergi ke kuil tak melihat Sung Chul ada didalam lalu melihat tempat yang biasa meninggalkan pengharapan, ia melihat sosok pria mengunakan topi. Ketika menepuk pundaknya ternyat bukan Sang Chul.  Gun Woo akhirnya keluar dan tiga anak buah Tuan Seo sudah menunggunya. 

Yi Kyung sudah menunggu didepan rumah, Sung Mook keluar dan ingin masuk ke dalam mobil. Yi Kyung sengaja mengajaknya bicara kalau semua yang dilakukan atas perintah ayahnya dan bertanya Di mana dokumen milik Gun Woo, karena Satu ruang kerja sudah mencarinya tapi tidak juga ketemu. Sung Mook seperti tak ingin Yi Kyung terlibat.
“Apa Di gudang penyimpanan emas ayah Atau di dalam brankas di bank? Sek Jo... kau sudah tahu sebenarnya, 'kan?” ucap Yi Kyung
“Justru karena seperti ini ketua jadi khawatir. Kau yang kukenal tidak akan menggunakan cara seperti ini untuk mencari jawaban. Lupakanlah hal yang berhubungan dengan Park Gun Woo karena  ketuaa akan menyelesaikannya.” Kata Sung Mook lalu pergi meninggalkanya. 

Sek Kim tiba datang menghampiri Yi Kyung lalu menariknya sedikit jauh dan memberitahu kalau selama ini berada di pihaknya,  Yi Kyung tak mengerti maksudnya. Sek Kim memberitahu kalau dengar percakapan Sung Mook di telp, tapi menegaskan kalau bukan sengaja mau nguping.
“Pria itu... Park Gun Woo  sekarang sedang dikurung di dalam gudang.” Ucap Sek Kim, Yi Kyung kaget dan langsung pergi berlari menuju gudang. 

Yi Kyung datang ke gudang, melihat Gun Woo sudah di ikat pada kursi dengan penuh lupa pukulan, lalu ia mencoba mengoyangkan pundaknya, tapi Gun Woo tak bergerak. Ia berusaha  kembali mengoyangkanya, Gun Woo pun membuka mata melirik pada Yi Kyung memintanya tak perlu khawatir, Yi Kyung bisa bernafas lega ternyata Gun Woo masih hidup.
“Aku jauh lebih tahan banting dari pada yang kau kira.” Kata Gun Woo, Yi Kyung memarahinya karena sudah menyuruhnya agar  melarikan diri.
“Tadinya memang aku berencana seperti itu.Tapi Sang Chul masih belum ketemu. Selain itu aku tidak sanggup Pergi sendiri tanpamu” kata Gun Woo menatapnya. Yi Kyung pun membuka ikatan tali bertanya apakah bisa jalan.

“Yi Kyung... Pergilah bersamaku, Tidak peduli ke manapun itu,  Ke suatu tempat di mana tidak ada satupun orang yang mengenali kita, Jadi Pergilah bersamaku.” Kata Gun Woo, Yi Kyung mengatakan kalau itu mustahil.
“Ini bukan demi diriku tapi Kau harus meloloskan diri dari kubangan rawa ini. Penerus... Ini adalah harapan ayahmu,  Tapi sama sekali bukan pilihan hidupmu. Kemungkinan ini adalah kesempatan pertama  yang juga merupakan kesempatan terakhir. Aku akan membantumu. Sebelum itu, kau harus menyelamatkan dirimu sendiri terlebih dulu.” Ucap Gun Woo yakinkan.

“Aku......tidak akan melarikan diri begitu saja. Jika harus meninggalkan ayahku... maka Aku akan melakukannya dengan caraku sendiri. Dengan penuh martabat.” Tegas Yi Kyung, Gun Woo dengan lemas melepaskan tangan yang memegang erat lengan Yi Kyung.

Yi Kyung baru keluar dari ruangan dengan membawa tas yang berisi uang, Tuan Seo melihatnya dengan menyindir anaknya sudah berubah menjadi seorang pencuri di rumah dan menuduh Gun Woo si brengsek itu yang sudah mengajarinya.
“Apa Dia menyuruhmu mencuri uang Ayahmu dan melarikan diri bersama?” kata Tuan Seo sinis
“Itu tidak mungkin, karena  Aku hanya mengambil bagian dari kerja kerasku selama ini, Yang seharusnya menjadi bagianku.” Ucap Yi Kyung
“Tidak ada cara penghitungan yang seperti ini dan Yang kau kerjakan juga tidak banyak.” Kata Tuan Seo menyindir, Yi Kyun menegaskan kalau hitunganya itu akurat.

“Begitu lulus aku langsung bekerja di bawah ayah” ucap Yi Kyung mengingatkan, Tuan Seo tak percaya anaknya demi seorang pria  menjadi buta dan mengkhianati ayahnya, menurutnya Yi Kyung juga tidak pantas menjadi seorang anak.
“Kau salah.. Dia dan aku tidak ada hubungan sama sekali. Walaupun sedikit terlambat, tapi aku masih ingin mencari panggilan hidupku yang sebenarnya.” Tegas Yi Kyung
“Panggilan hidupmu tidak ada di luar sana. Tapi di sini, di bawah naunganku.” Balas Tuan Seo
“Jika diteruskan pertikaian ini, hanya akan membuang-buang waktu saja. Aku mau menghitung bersih hidupku yang lalu.” Ucap Yi Kyung

Disebuah ruangan, ada banyak tumpukan berkas dan Tuan Seo memperingatkan Sekalipun itu 1 Yen, maka tetap harus dihitung. Selama merasa itu adalah bagian dari haknya. Yi Kyung mulai menghitung dengan kalkulator sementar Tuan Seo mengunakan cara menghitung lama mengunakan sempoa.
Sementara diluar ruangan, terlihat Sung Mook dan Sek Kim yang terlihat gelisah. Keduanya terus menghitung sampai larut malah, Yi Kyung sempat melemaskan tanganya yang kaku. Tuan Seo lebih dulu menyelesaikan hitungnya, lalu memberitahu anaknya kalau  Penghitungan sudah selesai. Yi Kyung pikir masih ada sedikit lagi berkas miliknya.
“Bagaimanapun juga, bagianmu cuma ini.” Ucap Tuan Seo, Yi Kyung tetap tak yakin dan ingin tetap menghitungnya karena Pasti ada salah hitung di mana. Tuan Seo berteriak memanggil anaknya.

“Jumlah yang tidak bisa kau peroleh, jangan dipaksakan. Jumlah ini adalah jumlah maksimal yang diukur dari kemampuanmu yang sekarang ini.” Kata Tuan Seo, Yi Kyung menahan amarah dengan mengenggam tanganya erat-erat.
“Tolong bebaskan Gun Woo.” Kata Yi Kyung memohon
“Jika kau masih berniat membantu berengsek itu melunasi hutangnya, maka tidak ada sesen pun yang tertinggal. Apa Kau berniat pergi dengan tangan kosong?” kata Tuan Seo
“Tidak.... Aku tidak akan pergi. Jika bagian yang menjadi hakku digunakan untuk membayar lunas hutang piutang, Apa Gun Woo akan dibiarkan pergi dalam keadaan tanpa kurang sesuatu apapun? Asalkan janji ini bisa ditepati, maka dengan status sebagai penerus Il-han Finansial maka aku akan memulai dari awal. Ini adalah persyaratan terakhir yang bisa kutawarkan sebagai barter Apa kau bersedia menerimanya?” ucap Yi Kyung menyerahkan hidupnya.


Yi Kyung mengingat saat kebersamanya dengan Gun Woo, di tepi sungai memainkan gitarnya. Lalu Gun Woo mengatakan kalau “ Koinmu dan musikku. Apa Kau tidak merasa jika sangat sepadan? Aku akan latihan dengan giat dan membalas budimu. Sebelum saat itu tiba, pinjamkan ini padaku dulu.” Yi Kyung hanya tersenyum mendengarnya.
Gun Woo pun sebelumnya mengajaknya untuk pergi bersamanya,  Tidak peduli ke manapun,  Ke suatu tempat di mana tidak ada satupun orang yang mengenali mereka.
“Kau harus meloloskan diri dari kubangan rawa ini. Kemungkinan ini adalah kesempatan pertama yang juga merupakan kesempatan terakhir. Aku akan membantumu. Sebelum itu, kau harus menyelamatkan dirimu sendiri terlebih dulu.” Ucap Gun Woo 

Tiba-tiba terdengar suara teriakan memanggil nama Yi Kyung di luar rumah, Yi Kyung kaget karena Gun Woo yang datang kerumahnya. Tuan Seo dan menemuinya. Gun Woo meminta tolong agar Tuan Seo memberika kesempatan untuk putrinya karena ia  punya hak untuk hidup lebih bebas dibandingkan sekarang ini. Tuan Seo mengumpat pada Gun Woo yang berani datang kerumahnya.
“Aku akan membujuknya untuk meninggalkan tempat ini.... Kau tahu aku. Transaksi yang sudah disepakati, pasti akan kutepati.” Kata Yi Kyung pada ayahnya, Tuan Seo mempercayai anaknya. 

Yi Kyung dan Gun Woo duduk di sebuat atap gedung dengan sekelilingnya seperti kolam. Yi Kyung bercerita  Waktu SMP pernah dituduh orang sebagai pencuri karnea Selalu menyendiri tanpa teman, seorang Korea kelahiran Jepang jadi mudah sekali dijadikan target.
“Ayah mendapat panggilan dari sekolah. Dia diminta untuk berlutut di depan ketua kelas yang kehilangan uang sekolahnya. Gedung tersebut adalah milik Ayah anak itu.  Setelah lulus SMP, suatu hari aku main ke perusahaan, Aku melihat ayah dari ketua kelas berlutut di depan Ayahku. Gedung itu sekarang menjadi milik ayahku.Kekuatan uang... untuk sekarang ini belum sanggup kutinggalkan.” Cerita Yi Kyung
“Apa yang sudah bicarakan oleh ayahmu, padamu? Apa Mengancammu? Atau...” ucap Gun Woo langsung disela oleh Yi Kyung.

“Ini adalah keputusanku sendiri.  Sekarang aku baru tersadar dari mimpiku. Setelah kembali ke kenyataan barulah aku bisa melihat dengan jelas. Aku mau menjadi semakin hebat dan semakin bijaksana. Jika aku lemah seperti sekarang ini, maka semuanya akan berantakan.” Ucap Yi Kyung. Gun Woo ingin bicara tapi Yi Kyung lebih dulu bicara
“Jangan mencoba menasehatiku, Jangan pula mencoba membujukku. Aku akan berubah menjadi culas dan Akan menjadi orang pertama yang berdiri di punca k untuk menaklukkan dunia ini. Aku Tidak akan dituduh orang dan tidak akan dijadikan target oleh siapapun.” Kata Yi Kyung

Gun Woo seperti tak percaya Yi Kyung memilih keputusan yang berbeda. Yi Kyung mengaku Masa-masa yang dilalui dengan Gun Woo dianggap sebagai sebuah mimpi yang indah dan mengucapkan terimakasih. Gun Woo bertanya apakah dengan carai ini mereka mengakhiri hubunganya. 
Yi kyung menyuruh Gun Woo pulang ke tempat yang menjadi rumahnya, karena ia akan tetap berdiam  di tempat di mana akan menjalani hidupnya, lalu pamit pergi. Gun Woo ingin pergi, tapi melihat layar TV besar dengan sebuah berita akhirnya ia pun hanya terdiam melihat Yi Kyung yang pergi dengan menuruni lift. Yi Kyung pun mengengam erat koin ditanganya

Tak dan Se Jin naik mobil bersama, Se Jin melihat ke arah jendela merasa kalau cahaya lampunya... jauh lebih terang dibandingkan dengan yang lainnya menurutnya itu mirip dengan Presdir Seo, Tak hanya diam menyetir mengantar Se Jin pulang.
Yi Kyung duduk diam dalam kamarnya, ponselnya pun berdering. Sek Nam Jong Gyoo dari Baeksong Financial Group menelp kalau Tetua ingin bertemu sekali lagi dengannya sebagai  Pertemuan rahasia.

Esok harinya Yi Kyung pergi sendirian dengan mengemudikan mobil ke dalam rumah Tuan Jang, saat masuk ruangan pertemuan betapa kagetnya melihat Gun Woo juga ada disana. Gun Woo pun berdiri seperti ikut kaget melihat Yi Kyung datang ke tempat Tuan Jang.
Bersambung ke episode 6

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


1 komentar: