Senin, 19 Desember 2016

Sinopsis Night Light Episode 7 Part 2

PS : All images credit and content copyright :MBC

Se Jin melamun duduk dimeja kasir lalu melayani pelanggan yang membeli makanan, ketika keluar dari minimarket melihat mobil Tak sudah terparkir dan tatapan pun sinis. Tak membuka kaca jendela menyakinkan untuk tak salah paham karena datang bukan diperintahkan oleh Direktur Seo, Se Jin tak peduli memilih untuk masuk ruangan dengan wajah dingin. 

Tuan Park masih berbaring diatas tempat tidurnya membaha apakah mereka tahu alasan Tuan jang itu begitu terburu-buru, yaitu Karena Pemilu yang akan datang sudah di depan mata tapi dananya tidak mencukupi. Jadi Tuan Jang bermaksud menjebloskannya ke dalam penjara dan siap-siap mencaplok Moojin Grup.
“Selagi aku masih bernafas dan hidup di dunia ini, jangan harap itu akan terjadi!” kata Tuan Park geram
“Itu sudah pasti. Aku akan menggantikan Gun Woo dan membantumu dengan segenap hatiku.” Ucap Moo Sam menyakinkan kakaknya.
“Waktu kecil kau mencuri jarum, setelah dewasa mencuri emas. Dasar bajingan!” umpat Tuan Park kesal, Moo Sam pun hanya bisa tertunduk diam
“Tim Pengawas ribut mau memecatmu dan dengan susah payah baru  sajaaku berhasil mencegahnya. Sebau-baunya kotoran anjing, maka masih ada saatnya dibutuhkan.” Ucap Tuan Park, Yi  Kyung tiba-tiba berani berkomentar.

“ Ini adalah keputusan yang bijaksana. Jika ingin melawan Seongbuk-dong, mulai dari sekarang harus mempersiapkan diri. Dengan membangun koneksi yang dibutuhkan untuk memblokir jalan dia mengumpulkan dana. Hal yang harus dikerjakan banyak sekali. Dengan begini, Park Gun Woo juga akan mulai mencari kesempatan untuk kembali.”ucap Yi Kyung, Tuan Park langsung menyuruh adiknya menunggu diluar ruangan.
Moo Sam binggung, Tuan Park berteriak menyuruh adiknya agar segara keluar. Akhirnya Moo Sam berbisik pada Yi Kyung kalau mereka itu satu sekutu sekarang jadi tak perlu ada yang dirahasiakan lagi. Yi Kyung hanya diam saja. 

Tuan Park mengakui kalau anaknya itu berbuat seperti itu demi perusahaan miliknya, jadi ia ingin tahu rencana Yi Kyung sebenarnya apakah Demi membalas dendam Jang Tae Joon. Yi Kyung mengaku Terhadap nama yang tidak berarti itu, maka ia sama sekali tidak tertarik.
“Harta dan kekayaan Ayahku yang dirampas dan digenggam dengan erat-erat oleh ketua dan Ketua Jang, .. Aku sangat penasaran apa sebenarnya itu. Selain itu Aku juga ingin merasakannya dalam genggaman tanganku.”kata Yi Kyung
“Itu memang bukan apa-apa,  Bahkan Sedikit manfaat pun tidak ada.” Kata Tuan Park menyakinkan
“Seperti apa perasaanku...nanti akan kuberitahu setelah kurasakan dengan tanganku sendiri.” Ungkap Yi kyung 

Sementara Ketua Song berusaha mengirikan hardisk dengan Sek Nam, Tuan Jang seperti duduk diam dengan tenang. Tiba-tiba Ketua Song kaget melihat tak bisa dipindahkan saat sedang mentranfer data. Sek Nam menyakinkan kalau sudah serah terima dengan benar, akhirnya mencoba kembali dan hasilnya sama yaitu gagal. Ketua Song terlihat panik melihat wajah Tuan Jang yang terlihat kecewa. 

Ketua Song masuk ruangan terlihat sangat marah dan melihat Ki Tae duduk dengan mengangkat kakinya keatas meja. Ki Tae mengejek ketua Asosiasi yang baru dengan menanyakan alasanya datang. Ketua Song bertanya keberadan Ketua Song sekarang karena tidak berada di ruangan.
“Dikarenakan terlalu sedih, beliau keluar mencari udara segar. Beliau ke Jepang mengunjungi temannya dan Beberapa hari lagi baru pulang. Menurutku diaseminggu lagi baru pulang.” Kata Ki Tae dengan bertanya ada apa menanyakan ayahnya.
“Dia memberikan yang palsu! Jadi Yang asli disembunyikan di mana?” kata Ketua Song marah 

Sung Mook menerima telp lalu memberitahu Yi Kyung kalau ada telp dari Baeksong Finansial. Sek Nam menceritahu kalau Tuan Jang tertawa dan merasa lelucon ini lucu sekali, bahkan mengatakan sudah saatnya barang yang ada di tangan Yi Kyung  itu dikembalikan kepada pemiliknya.
“Uang pensiun Ketua Son Ui Sung, 10% dari saldo rekening. Ada pun bagianku, tambahan ekstra 300% harusnya sudah cukup. Kerugian yang disebabkan oleh pemeriksaan Badan Pengawas Keuangan tidak terhitung di dalamnya.”kata Yi Kyung
“Tuan akan marah dan Ke depannya akan semakin kesal lagi.” Kata Sek Nam geram
“Pemilu berikutnya akan segera tiba. Jalur keuangan yang begitu penting malah dihambat.” Kata Se Jin lalu menutup ponselnya.

Sung Mook bertanya Akankah ada ruang buat negosiasi. Se Jin mengatakan kalau Ini bukan negosiasi, tapi ancaman karena Tujuan utama mereka bukan uang.Tuan Jang terlihat sangat marah dengan meremas kertas tintanya, dengan mengumpat. Gun Woo juga berada dalam ruangan. Sek Nam menangkan kalau  akan mencari tahu syarat negosiasinya. Tuan Jang  dengan kata khiasan meminta agar taburkan remah-remah roti pada burung merpatiyang ada di taman.
“Maka... merpati-merpati yang menyerbu pada saat itu, berkumpul di tengah tidak akan bisa bergerak. Bulu-bulu berterbangan, Mematuk sembarangan dengan paruh. Dari awal tidak sepantasnya merpati itu diberikan remah roti.” Ucap Tuan Jang
“Aku akan melalui Badan Pajak Nasional ataupun polisi untuk menekan pihak mereka.” Kata Sek Nam
“Hal itu hanya akan menimbulkan tindakan kontra. Aku sangat memahami Seo Yi Kyung, Dia itu jika lawannya menusuk dengan pisau, maka dia akan membalas dengan senjata api. Jadi Serahkan saja padaku. Hutang budiku padamu dengan kesempatan ini izinkan aku membalasnya.” Kata Gun Woo lalu pamit pergi. 


Se Jin baru saja selesai berkerja, Tak keluar dari mobil meminta agar mengantarnya dengan mobil. Se Jin menyuruh Tak minggir saja, Tak kembali menghalangi jalan Se Jin dengan mengajaknya pergi ke rumah Direktur Seo.
“Sepertinya emosinya sudah surut, Jadi Pergi ke sana dan bicarakan baik-baik.” Ucap Tak, Se Jin merasa Tak itu bodoh
“ Direktu Seo bukan marah padaku. Tapi Akulah yang tidak memiliki manfaat baginya.” Kata Se Jin
“Kalau begitu, ubahlah sendiri hingga menjadi bermanfaat baginya.” Saran Tak
“Kenapa aku harus berbuat seperti itu? Coba kau jelaskan! Kenapa aku harus meneror orang yang sama sekali tidak membutuhkanku?” kata Se Jin
Tak mengingatkan Se Jin yang  ingin menjadi orang yang seperti Direktur Seo,  menurutnya Tidak peduli apa yang dikatakan oleh Direktur Seo seharusnya Se Jin menyerah begitu saja. Se Jin hanya terdiam. 

Se Jin duduk diam menopang kepalanya, Bibi Jang memberitahu tentang  Tagihan listrik, air, dan gas merasa kalau Pengeluaran itu mengalir bagaikan air dan bagaimana mereka bisa hidup seperti ini bahkan Masih harus membelikan baju dingin buat Song Mi.
“Bibi Kalau butuh lebih baik  beli saja. Jangan bilang barang ini dan itu” kata Se Jin, Bibi Jang memberitahu kalau itu harganya mahal sekali.
“Itu adalah penyakit orang miskin. Karena takut begitu dibelanjakan, maka uangnya tidak ada lagi. Demi uang satu sen, hati tidak tenang. Apa Kau ingin melewati seumur hidupmu seperti ini?” ucap Se Jin, Bibi Jang kaget Se Jin bisa berkata seperti itu. 

Se Jin keluar dari rumah berjalan dengan mengingat ucapan Yi Kyung “Awalnya memang aku membutuhkanmu, Tapi sekarang sudah tidak ada alasan lagi bagiku untuk itu. Aku... paling benci orang yang lemah.”
Saat itu ia berjalan sampai ke depan rumah dengan menatap terus ke lantai atas,  Yi Kyung baru pulang mengunakan mobilnya, melihat Se Jin yang berdiri didepan rumahnya. Se Jin pun akhirnya memilih untuk pergi meninggalkan rumah. 
Se Jin kembali berkerja di dengan membawa barang-barang dari truk ke minimarket. Tak menunggu dimobil melihat Se Jin dan Se Jin sempat memberikan senyumanya, Tak terlihat senang melihatnya. Ponselnya berdering, Sek Nim memarahi Tak yang seharian pergi keluar rumah karena Yi Kyung sedang mencarinya. Tak mengerti dan saat akan pergi melihat Gun Woo datang dan masuk ke dalam minimarket. 


Gun Woo masuk seperti mencari-cari seseorang dan melihat Se Jin sedang merapihkan barang dalam rak. Se Jin menyapa pelanggan yang datang tapi langsung terdiam melihat Gun Woo yang datang. Gun Woo bertanya jam berapa Se Jin selesai kerja. Se Jin hanya diam saja
“Ada yang ingin kubicarakan denganmu jadi Luangkan waktumu untukku setelah selesai kerja.” Kata Gun Woo, Se Jin hanya diam tak memperdulikanya.  Gun Woo akhirnya memanggilnya.
“Aku tidak ada waktu, juga tidak tertarik.” Tegas Se Jin, Gun Woo yakin begitu mendengarnya maka ada kemungkinan berubah pikiran. Se Jin memilih pergi ke gudang menaruh kardus. 


Gun Woo mengambil sekotak permen dan berjalan ke kasir, Se Jin pun mulai menscan barcode. Gun Woo mendengar kalau Se Jin itu dipecat dari Galeri S.  Dengan sinis, Se Jin pikir apakah kurang mencolok dengan keberadaanya berkerja di minimarket. Gun Woo mengaku sangat menyesalkan hal itu.  Se Jin tak peduli dengan memberitahu total belanjanya 5000 Won.
“Apa Kau Tidak ada rencana ingin kembali ke Galeri S?”tanya Gun Woo, Se Jin menanggapinya dengan bertanya apakah  Punya kartu diskon atau kartu langganan?
“Aku ada satu hal yang kuharap bisa dibantu oleh Lee Se Jin”  ucap Gun Woo.
Se Jin memberitahu kalau sekarang sedang membantu menghitung belanjaanya. Gun Woo pun bertanya apakah Se Jin ingin terus  dimanfaatkan Seo Yi Kyung lalu didepak begitu saja. Se Jin terdiam mendengarnya seperti sangat menusuk hatinya. 

Tak tertunduk diam menemui atasanya. Yi Kyung memarahinya karena tak ada yang menyuruh Tak dengan melakukan hal tidak berguna seperti itu Tak mengaku kalau menggunakan waktu pribadinya untuk datang ke tempat Se Jin.
“Waktu pribadi dari mana? Kau harus Stand-by 24 jam. Itu adalah persyaratan kontrak. Apa Kau sudah lupa?” kata Yi Kyung memarahinya.
“Se Jin sekarang kerja di toko serba ada.” Kata Tak memberitahu, Yi Kyung seperti tak peduli
“Kupikir Anda akan merasa penasaran dia kerja apa di sana. Bukannya kau yang penasaran?” ucap Tak, Yi Kyung menasehati Tak agar jangan melakukan yang  tidak diperintahkan. Tak memberitahu kalau Gun Woo datang ke minimarket tersebut untuk mencari Se Jin. Yi Kyung terlihat kaget. 

Se Jin dan Gun Woo akhirnya bertemu disebuah tempat, Gun Woo memberitahu kalau Yi Kyung  sama sekali tidak pernahperhatian pada orang lain da Juga tidak suka diperhatikan. Tapi terhadap Se Jin terlihat berbeda. Se Jin merasa walaupun seperti itu sekarang dirinya dipecat.
“Jika kau meminta diberikan sekali lagi kesempatan, maka sudah pasti dia akan menyanggupinya.” Kata Gun Woo
“Apakah Setelah itu aku akan menjadi spy bagimu, Park Gun Woo?” kata Se Jin sinis. Gun Woo mengatakan kalau imbalan yang diberikan sangat pantas.
“Kukira kau bukan tipe orang yang akanmelakukan transaksi seperti ini. Ternyata Kau tidak mirip seperti yang kubayangkan.” Komentar Se Jin, Gun Woo juga mengaku cukup kaget dengan dirinya sendiri.
“Di satu sisi kau pernah mencintai, di sisi lain keinginan untuk menang juga sangat kuat. Begitukah” tegas Se Jin.


Gun Woo mengaku  hanya ingin Yi Kyung berhenti di saat harus berhenti. Karena Jika diteruskan, maka akan runtuh. Se Jin berpikir itu  dinamakan munafik, karena Demi memintanya menjadi bawahan untuk mengkhianati Direktur Seo.
“Aku tahu kenapa Yi Kyung begitu memandang tinggi dirimu. Kalian berdua memiliki banyak persamaan. Yi Kyung yang dulu juga seperti ini dengan Gaya bicaranya juga begitu menusuk. Dia Tidak peduli siapa lawannya, pantang mundur. Tatapan matanya mirip sekali dengan Kau yang sekarang ini.” Ungkap Gun Woo seperti memujinya.
“Pokoknya itu tidak mungkin. Ini Sudah cukup aku dimanfaatkan oleh Direktur Seo,  Aku tidak ingin diperalat lagi oleh orang lain.” Ucap Se Jin berdiri
“Keadaan yang berubah juga akan membuat pendirian berubah. Setelah kau berubah pikiran, silakan hubungi aku.” Kata Gun Woo memberikan kartu namanya,Se Jin memilih untuk pamit pergi tak memperdulikanya. 



Yi Kyung menerima telp dengan wajah malas, Moo Sam bertanya apakah ia membuat masalah lagi. Yi Kyung binggung apa maksudnya.  Moo Sam menagatakn menerima informasi dari orang dalam di Seoul, bahwa pihak jaksa akan menyita dan menginvestigasi Galeri S dengan alasan dugaan transaksi barang-barang palsu dan nama perusahannya pun ikut  terseret.
“Bukankan Transaksi khusus kemarin itu sudah ditangani dengan baik?”kata Moo Sam panik
“Kau tidak usah khawatir mengenai hal yang satu ini. Status tersangkanya baru bisa ditetapkan setelah adanya surat perintah.”ucap Yi Kyung sempat kaget dan berusaha untuk tenang
“Apa kau yakin dan  bisa kupercaya? Jadi Semua itu gara-gara apa?” kata Moo Sam, Yi Kyung menyudahi telpnya saat melihat beberapa orang masuk ke dalam rumahnya. 

Beberapa orang masuk ke dalam rumah, Sung Mook yang ada dilantai bawah kaget. Salah seorang memberitahu kalau mereka dari Kantor Kejaksaan Seoul dengan memperlihatkan “Surat perintah Penyitaan dan Penggeledahan”
“Berkenaan dengan perihal pembelian karya seni anak perusahaan Moojin di luar negeri. Surat perintah penyitaan dan penggeledahan atas dugaan pemalsuan dan plagiarisme karya seni. Jadi Aku mohon Kerja sama pihak Anda sangat diharapkan.” Ucap Jaksa lalu menyuruh semua anak buahnya mengambil barang-barang untuk penyidikan. Yi Kyung hanya melihat dari atas tangga dengan semua rumah digeledah. 

Tuan Jang kembali sibuk menulis dengan tinta,  Gun Woo datang terlihat marah karena sudah mengatakan sebelumny kalau mengenai masalah Yi Kyung menyerahkan padanya dan berjanji  pasti akan berhasil menemukan akun cypher itu. Sek Nam emberitahu kalau Surat perintah ini dikeluarkan dikarenakan masalah ini.
“Jika penyelidikannya bisa jauh lebih cepat dari padamu, Park Gun Wo-ssi, Bukankah akan mengurangi banyak masalah?” kata Sek Nam yakin
“Gun Woo... Tahukah kau kenapa anak itu mau bercanda dengan lelucon seperti ini? Uang... dari awal perkiraannya seperti itu. Jumlah kebocorannya sangatlah tidak jelas.Tapi dengan hanya memegang "kunci" tersebuttidak akan bisa membuka rekeningku.Dia ingin supaya aku membiarkannya Dan menunjukkan jika dia adalah orang yang suka ikut campur.” Ucap Tuan Jang, Gun Woo terlihat mengepalkan tangan menahan amarahnya.

Yi Kyung melihat ruangan yang sudah berantakan setelah dilakukan penyeldikan dari kantor kejakasaan. Sung Mook masuk ruangan memberitahu kalau Hard disk-nya aman. Yi Kyung masih ingat kalau yang terakhir kali itu Badan Pengawas Keuangan dan sekarang jaksa.
“Sekalipun singanya sudah ompong, tapi cakarnya ternyata masih sangat tajam.” Ungkap Yi Kyung duduk lemas di kursinya.
“Lalu Penyelesaiannya bagaimana?” tanya Sung Moo. Yi Kyung meminta agar menunggu sebentar lagi dengan menutup matanya seperti berusaha untuk berpikir jernih. 

Sek Nam menerima telp di luar ruangan dan terlihat kaget dengan hasil penyidikan oleh kejakasaan. Gun Woo mendengar dengan mengejeknya apakah mengaduk-aduk Galeri S hanya pekerjaan yang sia-sia semata, menurutnya Tuan Jang pasti akan ngomel-ngomel lagi.
“Jika tidak yakin bisa mencaplok, jangan sembarangan menargeti Seo Yi Kyung.  Sepertinya aku juga sudah memperingatkanmu sebelumnya.” Kata Gun Woo dengan mata melotot
“Dan Sekarang satu-satunya yang bisa dipercaya hanyalah Park Gun Woo,  seorang.BisakahTuan Jang mengharapkan kabar baik darimu?” sindir Sek Nam
“Jangan terlalu berharap! Penutupnya harus dibuka dulu baru bisa tahu apa isi di dalamnya.” Kata Gun Woo
“Jika butuh uang,  maka jangan sungkan buka mulut.” Ucap Sek Nam , Gun Woo mengaku tidak perlu karena akan melakukannya dengan caranya sendiri Walaupun kali ini adalah pengecualian.

Se Jin sedang membersihkan kaca jendel minimarket, salah seorang teman Ma Ri melihatnya dan langsung menelp Ma Ri, karena menurutnya harus berterima kasih pada matanya yang tajam dan persahabatan kita.
Tiba-tiba Ma Ri datang dengan temanya menyapa Se Jin yang sudah lama tak bertemu denga menyindir kalau mengira pergi ke Paris shopping barang-barang bermerek lagi karena tidak bisa terhubungi. Se Jin hanya diam dengan sibuk menatap barang.
“Sepertinya bukan saja kami, tapi ada beberapa orang lainnya yang tertipu juga nih! Apa Kau buka toserba sendiri Atau Jangan-jangan kau kerja di sini?” sindir Ma Ri
“Aku sedang kerja. Kalau mau ngobrol, lain kali saja.” Ucap Se Jin kembali menyusun barang yang lain.

“Lalu lain kali itu kapan? Apa kau  Mau menghilang lagi begitu diteleponi? Teman-temanku sekarang sudah ngamuk.” Ucap Ma Ri mengikutinya dari belakang.
“Jika tidak ada yang mau dibeli, silakan keluar!” kata Se Jin, Ma Ri merasa Se Jin menganggap dirinya bodoh.
“Iya, kau kuanggap orang paling tolol.” Ucap Se Jin, Ma Ri mulai mengumpat dan ingin melakukan sesuatu.
Se Jin tiba-tiba memegang ember sisa kuah ramen, Ma Ri mundur perlahan dengan ketakutan. Se Jin sengaja bertanya-tanya berapa harga jaket bulunya, seperti terlihat sangat mahal sekali. Lalu mengancam kalau memang masih tak ingin keluar maka akan menyiramnya. Ma Ri pun buru-buru keluar dengan wajah panik. Se Jin tertawa tapi setelah itu menangis langsung melepaskan baju part timenya lalu pergi. 


Gun Woo kembali datang ke minimarket dan dibuat binggung dengan pintu yang terkunci dan tak ada Se Jin didalamnya. Sementara Se Jin duduk melamun dengan memainkan koin milik Yi Kyung, lalu ia melihat koinya diatas meja seperti menemukan jawabnya. 

Se Jin datang ke rumah Yi Kyung terlihat kaget dengan semua berantakan bahkan hiasan natal pun sudah tak karuan. Sek Kim mengeluh Se Jin yang baru datang padahal sudah lama menunggu. Se Jin kebinggung melihat benar-benar suasana yang kacau balau.
Sek Nim memberitahu kalau Orang-orang dari kejaksaan datang mengobrak-abrik rumah Direktur Seo, Se Jin langsung buru-buru naik ke lantai dua tanpa mendengarkan ucapan Sek Kim lagi. 

Yi Kyung melihat Se Jin yang datang berkomentar terlihat sangat lelah. Se Jin pikir Yi Kyung juga seperti itu karena tadi melihatnya sedang memejamkan matanya disofa. Yi Kyung bertanya apakah ada yang ingin dibicarakan dan meminta agar singkat karena ingin beristirahat.
“Park Gun Woo, biar aku yang akan merayunya. Aku akan Merayunya dan menjadikannya milikku.” Kata Se Jin. 
“Keadaanya Sudah seperti begini, tidak usah dipaksakan.” Ucap Yi Kyung merasa tak ada gunaya.
“Ini Bukan karena atas instruksimu. Dan Bukankah Kau sendiri pernah bilang? Jadi orang harus memandang jauh ke depan baru bisa menemukan jawaban.Jika berhasil mendapatkan chaebol sebagai pasanganku, boleh dibilang hidupku akan indah dan bergelimang harta.” Kata Se Jin, Yi Kyung melihat Se Jin terlihat sangat yakin.
Ia pun menanyakan caranya, Se Jin memberitahu kalau Gun Woo yang lebih dulu datang mencarinya, lalu berniat untuk memanfaatkanya, seperti hanya yang dilakukan Yi Kyung sebelumnya jadi bisa memulai dari itu. Yi Kyung pikir dengan memulainya memang mudah tapi Masalah berdatangan di belakang.
“Jika ini adalah hal yang mudah, kau juga tidak akan memintaku untuk melakukannya.” Komentara Se Jin. Yi Kyung mengartikan kalau pada akhirnya Se Jin membutuhkan bantuanya.
“Nilai dan manfaatmu hanya akan terlihat saat kau berdiri di pihakku.” Kata Yi Kyung,
Se Jin tahu kalau Yi Kyung itu sedang menunggunya, dan Penasaran kapan akan kembali. Akhirnya ia kembali datang dengan suka rela jadi Yi Kyung hanya pergi menerimanyas saja. Yi Kyung merasa pernah mengatakan  pada saat memohon bantuan orang lain,  maka harus mempersiapkan diri jika ditolak. Se Jin yakin Yi Kyung tidak mungkin akan menolak.

“Karena saya adalah kunci utama yang dibutuhkan olehmu dalam rencanamu. Ini adalah buktinya” kata Se Jin dengan mengelurkan kotak cincin yang berisi koin.
“Jika kau memang berencana untuk tidak mau bertemu denganku lagi, maka kau  pasti sudah akan meminta kembali pinjaman yang jauh lebih berharga dari nyawamu ini.” Ucap Se Jin bangga.
“Lalu  Kejadian apa yang membuat pikiranmu berubah?” tanya Se Jin.
“Aku merasa muak, tapi aku yang bagaikan orang bodoh selalu dimanfaatkan orang lain, Baik oleh direktur atau Gun Woo.  Kalian hanya bisa melihat keinginan sendiri. Demi memenuhi keinginan itu, menggoda orang dengan uang danperkataan yang manis. Maka Tidak adil jika hanya Aku seorangyang ditarik oleh kalian. Jadi aku juga akan memanfaatkan dengan baik. Baik itu untuk Park Gun Woo atau Direktur Seo yang membutuhkanya” kata Se Jin
Yi Kyung menyakinkan apakah Se Jin  sanggup mewujudkannya. Se Jin menegaskan sekalipun Yi Kyung meninggalkanya maka ia  juga tidak akan menyerah dan bertanya apakah ingin membuktikanya.  Yi Kyung hanya menatapnya. 


Se Jin menelp Gun Woo dari ponselnya, Yi Kyung terlihat terkejut. Gun Woo bertanya apa yang terjadi dengan Se Jin karena baru saja dari minimarket tempatnya berkerja. Se Jin memberitahu kalau  sudah kembali lagi ke Galeri S dan Tidak bisa lama-lama bicara di telepon.
“Kau butuh bantuan apa dariku?” Tanya Se Jin
“Kau hanya perlu mencari suatu barang. Ada sebuah hard disk untuk akun yang terkunci.” Kata Gun Woo, Se Jin pun meminta agar Gun Woo bisa mengirimkan fotonya dan meminta imbalan 3 kali lipat dari yang diminta sebelumnya. Gun Woo sempat terdiam dan menyetujuinya. Se Jin pun berjanji akan menelpnya lagi. 

Yi Kyung berjalan dan menaruh sesuatu diatas meja, kalau barang itu yang sedang dicari oleh Gun Woo. Se Jin baru mendapatkan gambar dari ponselnya terlihat kaget karena memang sama persis. Yi Kyung menjelaskan kalau Di dalamnya ada uang yang bisa membeli satu blok jalan di kawasan mahal.
“Tapi ini hanyalah separuh kunci, Jadi tidak ada manfaatnya sama sekali. Dan Sama halnya juga dengan Seongbuk-dong. Berikan pada Gun Woo dan Kau serakan secara langsung padanya. Setelah memberikan kontribusi yang demikian besar, maka dia akan bisa meninggalkan Seokbuk-dong dengan tenang. Selain itu Denganmu juga akan terjalian hubungan yang kuat.Sekalipun ini hanyalah separuh kunci,tapi ada gunanya juga.” Ungkap Yi Kyung
“Apakah  Dari awal kau sudah memperhitungkan jika Park Gun Woo akan mencoba mendekati aku? Jadi apakah Karena itu kau memecatku?” kata Se Jin tak percaya

Yi Kyung mengaku tidak sepenuhnya benar tapi hanya setengah saja,  karena ada kemungkinan Se Ji akan kembali Tapi ada juga kemungkinan akan akan menyerah, menurutnya Jika terlalu terburu-buru, maka Park Gun Woo tidak akan percaya. Se Jin mengartikan ini adalah serangan telak di penghujung jalan.
“Pada saat menghadapi orang, jangan sekali-kali menggunakan ketulusan. Baik itu menghadapi Park Gun Woo ataupun orang lain. Begitu ada sedikit ketulusan yang terlibat di dalamnya, maka semua kepalsuan akan terpampang keluar.” Pesan Yi Kyung lalu berdiri.
“Saat kau memasuki ruang kerja ini dan begitu melihat tatapan matamu aku sudah tahu. Maka Ujian akhirmu sudah usai.” Kata Yi Kyung memuji Se Jin hebat dengan mengulurkan tanganya. Se Jin pun menjabat tanganya. 

Se Jin pergi ke sebuah cafe melihat Gun Woo sudah menunggunya, lalu teringat kembali ucapan Yi Kyung sebelumnya “Saat kau memasuki ruang kerja ini begitu melihat tatapan matamu aku sudah tahu. Ujian akhirmu sudah usai.” Gun Woo melihat Se Jin yang datang langsung berdiri menyambutnya.
Bersambung ke episode 8

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar