Selasa, 31 Mei 2016

Sinopsis Another Miss Oh Episode 9 Part 2

Soo Kyung menelp seeorang terlihat gugup, lalu ia menyururi jalan dan melewati jembatan melihat sosok orang yang selama ini ingin ditemuinya. Pria itu menungu di pinggir jembatan. Keduanya saling menatap lalu sang pria berjalan ke arah yang sama dan Soo Kyung mengikutinya, keduanya berjalan tanpa berbicara. Soo Kyung memegang baju di lengan kiri si pria dan terlihat tersenyum bahagia. 

Soo Kyung sudah ada direstoran dan terlihat gugup dengan menekan jari-jarinya, Pria itu menanyakan keadaan Soo Kyung yang sudah lama tak bertemu, Soo Kyung mengangguk dengan wajah seperti bersemu merah, keduanya menikmati minum kopi bersama, lalu So Kyun menikmati cerita si pria dengan bahasa korea yang terdengar sangat fasih.
Kau ingat kejadian Seine ? Dulu ... kau tidak suka wine.  Jadi kita harus mencari tempat yang menjual minuman Korea.  Kita masih muda sekali.  Kita mabuk dan meminta mereka membawakan soju.  Padahal sudah disajikan soju.  Dulu, aku kesulitan sekali.  Kau muntah di Seine.”

Jin Sang keluar dari hotel dan masuk ke dalam mobil sambil mengeluh tak ada kamar kosong juga di hotel itu, terlihat kesal karena malam ini mereka terasa sulit sekali. Si wanita pikir mereka kerumah Jin Sang saja. Jin Sang menghela nafas tapi akhirnya menyetujuinya, keduanya terlihat sangat bersemangat meninggalkan pelataran hotel. 

Jin Sang sudah memarkirkan mobilnya, dengan melangkah bahagia sambil bernyanyi masuk sambil memeluk pacarnya akan masuk ke dalam apartementnya. Ketika berbelok terdengar jeritan histeris si wanita, lalu berlar terbirit-birit. Jin Sang panik melihat pria yang membawa kapak masih menunggu dan mengejarnya dari belakang.
Dalam parkiran kejar-kejaran pun terjadi, Jin Sang berusaha berlari sekencangnya untuk menghindari si paman kapak. Si wanita terlihat ketakuan dan bersembunyi.
Beberapa saat kemudian, Jin Sang sudah berbaring di jok belakang dan pria yang memegang kapak mulai melucutinya dari sepatu sampai celana. Jin Sang memohon untuk meminta maaf, si pria terus berusaha melucutinya. Jin sang berteriak meminta tolong dengan baju yang masih utuh. 

Seorang wanita menuruni tangga melihat di layar rumahnya ada wajah Jin Sang yang ketakutan, memohon agar ibunya tak membuka pintu. Tapi ibunya tak melihat langsung membuka pintu rumahnya, Jin Sang menyuruh ibunya masuk saja dan mengunci pintu.
Ibu Jin Sang kaget melihat anaknya hanya mengunakan pakaian dalam dan kemeja dengan tali yang mengikat badanya dengan kardus di dadanya. Jin Sang meminta ibunya masuk karena ia baik-baik saja. Ibunya berusaha membaca tulisan di dada anaknya.
Aku main-main dengan wanita menikah. Bagaimana kau mendidik anakmu ?
Ibu Jin Sang langsung jatuh lemas melihat tulisannya, Jin Sang menjerit panik melihat ibunya Si pria membiarkan ibu Jin Sang untuk mengetahui tingkah anaknya. Ji Sang pun pasrah. 

Jin Sang menari-nari dengan irama musik Prancis didalam rumah sambil memegang botol wine, Soo Kyung datang dengan mengetuk pintu dan sepatu yang sudah dikalungkan pada lehernya.
Kapan kau mau ikut denganku ? Apa Kau ketemu dia ?” ucap Jin sang, Soo Kyung menyandarkan badanya di sofa
Lelaki itu ...sudah ... melanjutkan hidupnya.  Hanya aku yang terjebak di masa lalu. “ cerita Soo Kyung lalu menjatuhkan tubuhnya di sofa dengan kepala dibawah.
Makanya aku menyuruhmu temui dia.   Wanita suka sekali tinggal di masa lalu.  Tapi Lelaki ? Tidak begitu. “ kata Jin Sang kembali minum wine dari botolnya.


Soo Kyung mulai minum langsung satu gelas dengan mulutnya, Jin Sang pun mengajak Soo Kyung untuk hari ini mereka akan melihat siapa yang paling kuat. Keduanya mulai bersulang, Jin Sang pun meminta untuk satu teguk lagi.  Keduanya terus minum dan minum bahkan sampai melakukan love shot.
Tapi keduanya masih tetap kuat, Jin Sang mulai menari-nari begitu juga Soo Kyung berputar-putar seperti penari balet. Keduanya kompak melakuan tarian dada setelah itu, Soo Kyung bisa masuk ke dalam kolong kaki Jin Sang dengan sempurna.
Soo Kyung menjerit kalau bisa terbang, Jin Sang menahan tubuh Soo Kyung yang melakukan push up denga pijakan kaki diatas rak. Beberapa saat kemudian Soo Kyung tergeletak di lantai, Jin Sang mulai menghitung seperti pertarungan tinju. Soo Kyung langsun terbangun. Keduanya kembali minum, Jin Sang pikir mereka tak butuh gelas dan langsung minum dari botolnya. Keduanya menikmati minum wine dari botol sambil menari-nari. 


Soo Kyung merasakan ada bagian badan yang menyentuh lehernya dan menciumnya, lalu tersadar saat membuka matanya ternyata kaki yang menyentuh badanya, wajahnya panik menarik selimut dan melihat ternyata Jin Sang tertidur dengan mengunakan bertelanjang dada dan mengunakan pakaian dalamnya.
Dengan mata melotot terkejut berusaha untuk menutup mulutnya, lalu menarik kain yang ada didekatanya dan menutupi badannya dengan kain. Pelahan berjajan jongkok mengambil pakaiannnya lalu keluar dari kamar. Soo Kyung sudah ada didalam kamar jatuh lemas mengetahui sudah tidur dengan Jin Sang, teman dari adiknya. 

Pagi harinya
Jin Sang meminum kopi dan merasakan kepalanya terasa sangat sakit. Soo Kyun keluar kamarnya dengan wajah gugup. Jin Sang melihat Soo Kyung pergi ke kantor bertanya  Semalam mereka minum sampai jam berapa. Soo Kyung tak menjawab karena merasa gugup dan memilih untuk pamit pergi saja. Jin Sang heran dengan sikap Soo Kyung kembali meminum kopinya.
Soo Kyung sudah ada didalam lift tiba-tiba menjerit histeris “Memalukan!” sampai semua pegawai menjauh ketakutan. Soo Kyung langsung memukul dinding lift, lalu jatuh lemas dan menyuruh semuanya keluar dari lift. Pegawai pun berhaburan keluar dari lift. Soo Kyung tak percaya bisa tidur dengan si bocah kecil itu. 

Ibu Tae Jin sangat marah dengan ibu Hae Young yang sudah gila, karena berani sekali bicara dengan berteriak padanya. Padahal sebelumnya bertemu tak bisa menatap matanya.
Dia diam saja dan menundukkan kepalanya! Tapi sekarang malah membentakku ! Dia bilang, meskipun putrinya harus sendiri sampai tua, dia tidak akan ijinkan menikah denganmu ! Dia bilang, akan mencabik-cabik dirimu !” teriak Ibu Tae Jin melotot sambil menunjuk-nunjuk pada anaknya.
Kenapa melakukan itu tanpa bertanya dulu ?!” teriak Tae Jin sangat marah, sampai semua pengunjung cafe menatapnya.  Ibunya mengumpat anaknya itu sudah gila dan menyuruh untuk memelankan suaranya.
Jangan menelpon rumahnya lagi... Jangan lakukan apapun.... Cukup diam saja sampai kembali ke Amerika.”pinta Tae Jin berusaha mengontrol emosinya.
Apa sesuatu terjadi diantara kalian ?” ucap Ibu Tae Jin curiga, Tae Jin tak menjawab memilih untuk pergi meninggalkan cafe. 


Tae Jin gelisah di dalam kamarnya, lalu melihat ponselnya mengetik nama Hae Young, tapi terlihat ragu untuk menelp.
Flash Back
Tae Jin duduk sendirian dalam bar, pelayan melihat Tae Jin heran karena harus mencemaskan hal itu, menurutnya  Tae Jin Bilang saja, "Eh, kau bau!", maka perempuan akan langsung pergi. Tae Jin berteriak marah sambil melempar makanan.
Apa itu perkataan tepat pada perempuan ?” teriak Tae Jin
Hyungnim, kau tidak bisa berkata halus jika ingin putus dengan perempuan.  Kalau dengan perempuan,  kata "aku tidak suka lagi padamu" tidak cukup.  Dia akan terus tanya padamu apa alasannya,  Perempuan suka berhalusinasi.  Dia akan berpikir  "pasti ada yang salah dengannya". Kalau dengan perempuan harus berikan jawaban detil.  Contohnya  "Aku tidak suka dengan cara makanmu".” Jelas Si pelayan dengan wajah serius

Tae Jin pun mengatakan pada Hae Young tak menyukai cara makannya, Hae Young tampak terlihat shock dengan menahan tangisnya.
Sipelayan yang mengusulkan cara itu mengartikan kata-kata tadi itu tidak suka lagi padanya, maka akan langsung mundur. Tae Jin terlihat tak begitu yakin dengan ucapanya.
Setelah Tae Jin mengatakan tak menyukai cara makan calon istrinya, Hae Young hanya menangis lalu keluar cafe dengan membawa tasnya. Tae Jin menatap kepergianya, Hae Young sempat berhenti melangkah. Tae Jin seperti berharap Hae Young memalingkan wajahnya, tapi Hae Young terus berjalan. Tae Jin hanya bisa tertunduk dengan mengepalkan tanganya. 


Hae Young sedang sibuk mengetik di mejanya, saat itu masuk pesan dari Tae Jin Harusnya dari awal kau bilang kau yang batalkan. Kenapa cerita yang sebenarnya ?”  Tapi Hae Young tak peduli setelah membacanya tak membalasnya dan menelungkupkan ponselnya lalu kembali serius mengetik.
Karena aku tidak bisa bersandiwara lagi. Aku ingin menangis sekali saja. Aku ingin berkata jujur dan menangis tersedu-sedu. Makanya aku menangis sepuasnya. Sekarang aku lega. gumam Hae Young dengan tatapan kosong masuk ke dalam lift untuk pulang bekerja. 
Hae Young tiba-tiba berhenti melangkah melihat didepanya sudah ada Tae Jin yang menunggunya. Tae Jin membalikan badanya melihat Hae Young dengan sedikit tersenyum. 
Akhirnya keduanya berdiri ditaman, Tae Jin mengajak Hae Young pergi kesuatu tempat karena pasti belum makan. 
“Kau mau makan apa ? Nanti aku belikan yang enak. “ ucap Tae Jin
Kau kejam, Mana bisa aku makan di depanmu Tae Jin ssi ?Semakin kita bicara aku semakin marah, Sampai disini saja.  Mulai sekarang kita tidak perlu bertemu lagi.” Kata Hae Young dengan mata berkaca-kaca beranjak pergi.
Aku masuk penjara. Aku ditahan sehari setelah kita putus.” Ucap Tae Jin, Hae Young terhenti langsung membalikan badanya.

Aku tidak ingin ditangkap saat kita menikah.  Kalau kulakukan, maka keluargamu bisa hancur dan Kau juga akan hancur.  Aku kira akan lama ditahan, Setidaknya beberapa tahun, aku yakin Kau akan berkata mau menunggu.” Jelas Tae Jin, Hae Young menatap terlihat matanya makin memerah
“Tapi... Hae Young, putus denganmu adalah keputusan yang tepat. Aku pikir hanya ... perlu berkata sesuatu padamu.  Sesuatu yang bisa membuatmu meninggalkan aku. Makanya aku melakukan itu… Maaf....” kata Tae Jin dengan wajah sedih dan merasa menyesal
Hae Young menatapnya tanpa berkata-kata, lututnya terasa lemas lalu menangis sesungukan. Tae Jin berjalan mendekatinya ingin memegang lenganya, Hae Young langsung menghempaskan lalu berjalan pergi. Tae Jin mengejarnya ingin memegang tanganya, Hae Young kembali menghempaskan dengan mata marah, Tae Jin pun membiarkan Hae Young pulang sambil menangis. 

Hae Young berjalan pulang sambil menangis seperti anak kecil yang kehilangan balon, lalu masuk ke rumah memanggil ibunya sambil menangis memberitahu ibunya kalau Tae Jin itu dipejara. Keduanya orangnya melonggo kaget. 
Makanya dia melakukan itu.... Bukan karena dia benci aku ! Dia bersikap seperti karena dia ingin aku bahagia! Dia tidak benar-benar benci kepadaku !” jerit Hae Young lalu menangis histeris lalu jatuh lemas, Ibunya langsung memeluk anaknya.
Tentu saja.... Putriku memang putri yang hebat.” Kata Ibu Hae Young mengelus rambutnya.
Kenapa dia dipenjara ?” tanya Tuan Oh penasaran, istrinya pikir tak perlu memperduikan itu, sambil memenanngkan anaknya meminta untuk tak menangis. 

Do Kyung mondar mandir didepan rumah, seperti menunggu seseorang tapi tak kunjung datang. Lalu ia duduk bersandar dikamar Hae Young dan sempat sedikit tertidur tapi Hae Young belum juga pulang, lalu mengetik pesan dari ponselnya “Hari ini, apa kau tidak pulang lagi ?” pada Hae Young.
Tapi ia memilih untuk tak mengirimnya memilih untuk menaruh kembali ponslenya dimeja, lalu sambil tertunduk terus menunggu Hae Young pulang. Matanya melihat boneka tertawa yang suka didengar Hae Young agar bisa tertawa. Do Kyung pun mengambilnya dengan menatap boneka tertawa, senyuman terlihat seperti mengingatkan pada Hae Young.  

Do Kyung duduk didepan meja rekamanya kembali memutar suara Hae Young yang tak sengaja didengar.
“Ternyata menyukainya tetanggamu, ada kelebihannya. Aku jadi ingin pulang rumah lebih cepat. Dulu aku tidak mau pulang cepat  sebelum aku mabuk. Pikirkan aku dan pulang lebih cepat ! Aku tidak minta kau suka padaku ! Aku hanya kesepian sekali !” jerit Hae Young saat dirumah sendiria sambil menangis didepan pintu, lalu  mengeluh karena belum malam tak tahu yang harus dilakukan.
Do Kyung mengingat Hae Young yang berlari kearahnya lalu meloncat kepelukanya dan berbisik meminta untuk berputar di depan temanya, dan ia mengikuti permintaanya. Setelah itu mereka berjalan sambil berpelukan dan Hae Young meminta untuk senyuman dengan penuh cinta. Do Kyung pun bisa tersenyum seperti mengikuti kegilaan Hae Young.

Lalu Do Kyung mendengar suara Hae Young yang memanggil “sayang” berpura-pura ketika menerima paket atau makanan yang dipesannya supaya dianggap tinggal bersama suaminya. Setelah itu mengaduh kesakitan karena kesandung meja dalam kegelapan.
Tuhan dan Budha sedang sibuk menjaga orang kurang beruntung di dunia ini ... Tapi jika kalian punya waktu luang dan sudah ada disini. Ada lelaki bermata indah yang memilih hidup menderita. Tolong bantu dia sadar dan kembali ke dirinya.
Do Kyung mendengarkan dengan serius, Hae Young yang mendoakan dirinya padahal ia juga sedang menderita. 


Hae Young baru saja menutup telpnya, ibunya yang sedang mencuci piring bertanya siapa yang menelpnya. Hae Young mengatakan dari Tae Jin, Ibunya bertanya kenapa menelp. Hae Young menjawab Tae Jin ingin datang.
Kemana ? Mau apa kemari ? Kau Bilang saja tak perlu kemari.  Jangan temui dia.  Lepaskan Tae Jin itu.  Dia sudah membuangmu sehari sebelum menikah, Apapun alasannya tidak bisa. Jangan temui dia, Putuskan.  Kau bisa hidup sendiri.” Ucap ibunya tak rela
“Aku hanya bertemu sebentar saja.” Kata Hae Young, Ibunya pikir untuk apa menurutnya lebih baik menyudahi saja semuanya.
Ibu.... Aku bosan.” Kata Hae Young dengan wajah melas, Ibunya bertanya kenapa bosan karena punya ibu dan ayah, dan tetap tak menginginkan anaknya menemuinya denan mengancam akan membunuhnya kalau sampai bertemu lalu melepask sarung tanganya. 

Hae Young sedang bermain pingpong dengan pria lainya, sepertinya keahilanya bisa mengalahkan lawan teman prianya. Wajahnya terpaku ketika melihat Do Kyun yang akhirnya datang.
Keduanya pun mulai bermain pingpong sama seperti saat mereka berpacaran, permain terlihat sangat serius, dua kali Do Kyung kehilangan bola dan akhirnya bisa membalasnya walaupun nafasnya terengah-engah karena sudah lama tak bermain. Hae Young menatap Do Kyung dengan senyuman dan terlihat juga nafasnya terengah-engah. 

Hae Young memberikan sebotol minuman berkomentar Do Kyung terus bermain ping-pong kalau lebih baik darinya, lalu menceritakan  berhenti main ping-pong setelah putus. Do Kyung mengaku kalau ini juga pertama kali setelah setahun, Hae Young terdiam sejenak lalu mengajaknya untuk makan sesuatu. Do Kyung menolak karena harus pergi.
“Apa kau punya janji?” tanya Hae Young, Do Kyung membenarkan
Aku kira kita bisa makan malam dulu.  Kapan mau datang lagi ?” tanya Hae Young

Tidak lagi.  Aku kemari karena kau pasti menunggu terus.  Aku sudah baik-baik saja.  Kalau kita bertemu di jalan, aku bisa menyapamu sambil tersenyum. Terima kasih sudah menemuiku lebih dulu.” Kata Do Kyung lalu mengulurkan tanganya
Hae Young terkaget karena Do Kyung tak ingin main pingpong denganya lagi, menurutnya Do Kyung tak perlu seperti ini. Do Kyung merasa Kalau lebih dari ini  maka akan aneh jadi Sebaiknya sampai disini saja. Hae Young pun menyambut tangan Do Kyung dengan menahan tangisnya, Do Kyung pun pergi meninggalkan Hae Young terlihat tanpa penyesalan. 

Do Kyung berada di dalam mobil menelp Hae Young, terlihat Hae Young yang menelp sudah tahu kalau yang menelp itu Tetangga prianya. Do Kyung mengajak Hae Young pulang, Hae Young menarik nafas panjang mendengarnya. Do Kyung mengajak Hae Young untuk  Pulang kerumah. Hae Young heran dengan sikap Do Kyung yang tiba-tiba mengajaknya pergi.
Ada yang ingin kukatakan, Pulanglah denganku. Keluar sekarang. Aku sudah didepan. ” Kata Do Kyung penuh semangat sudah memarkir mobilnya.

Hae Young keluar rumah masih menempelkan ponselnya, mencari-cari diluar rumah. Do Kyung terlihat memberikan sedikit senyuman, tapi senyumanya hilang ketika melihat Tae Jin yang keluar rumah pamit dengan Hae Young. Hae Young menurunkan tangannya dengan wajah binggung, Do Kyung pun melepaskan hands freenya terlihat kecewa.  
Do Kyung memacu mobilnya dengan wajah penuh amarah sambil mengumpat Tae Jin sibajingan, setelah di jalan yang kosong. Mobil Do Kyung dari belakang tiba-tiba ditabrak yang membuat sedikit terbanting di stirnya. Do Kyung keluar dari rumah dan merasakan kesakitan dibagian perutnya sambil mengumpat marah. 


Tapi setelah melihat ke arah belakang tak ada yang mobil siapapun, mobilnya dibagian belakang pun nampak baik-baik saja. Do Kyung kebingungan melihat sekeliling hanya ada mobilnya saja tak ada mobil lain. Tiba-tiba merasakan kembali sakit dibagian perutnya, lalu dimatanya melihat dirinya yang terkapar di aspal dengan kepalanya penuh dengan darah.
Do Kyung membuka matanya dan sudah terbaring di tempat tidurnya.
Dokter mondar mandir terlihat kebinggunga, beberapa saat kemudian dia menjerit kalau sudah mengerti. Lalu duduk dibangkunya mengatakan  Sepertinya tahu, alasannya. Do Kyung sudah duduk didepanya terlihat bersemangat.  
Aku tahu apa yang kau lihat selama ini.  Aku mengerti.” Ucap Dokter, Do Kyung menatap Dokternya dengan mata memerah dan berkaca-kaca. 

Do Kyung berjalan pulang dengan tatapan kosong, seperti memikirkan tentang kata-kata dokter. Hae Young yang juga baru pulang berjalan disampingnya, menyapanya yang baru pulang kerja. Lalu memberitahu mau mengambil barangnya hari ini dan Barang yang besar akan dibawa oleh perusahaan pindahan. Do Kyung hanya diam saja, Hae Young meminta agar menanggapinya. Do Kyung tetap diam saja
Kau mau berkata soal apa ? Kau bilang ada yang ingin dibicarakan.” Kata Hae Young
Uang jaminannya sudah siap.” Ucap Do Kyung, Hae Young mengucapkan syukur
Tapi kenapa kau sepertinya marah ?” kata Hae Young melihat sikap Do Kyung
“Apa Kau pacaran lagi dengan lelaki itu ?” tanya Do Kyung sinis, Hae Young membenarkan. Do Kyung mengejek Hae Young itu gampangan sekali. Hae Young membenarkan kalau memang gampangan.
Aku mulai tidak suka padamu.  Dia sudah mencampakkanmu, tapi kau kembali?” ungkap Do Kyung dengan saling menatap

Hae Young menegaskan Tae Jin itu punya alasan yaitu ada di penjara. Do Kyung berteriak tak terima Hae Young memaafkannya karena itu, Hae Young juga ikut berteriak dengan sikap Do Kyung yang  bisa memaafkan  Oh Hae Young padahal sudah menghancurkan hatinya dan ingin bertemu lagi denganya. Do Kyung menegaskan Hae Young itu punya alasan yang jelas.
Tapi bajingan itu malu mengaku kalau dia bangkrut ! Jadi dia menusukmu dengan kata-kata dan melarikan diri.  Apa itu lelaki sejati ? Kalau dia sungguh cinta padamu,  harusnya dia tidak begitu.” Tegas Do Kyung
Aku juga tahu ! Dia lebih mementingkan harga dirinya dibandingkan aku ! Saat ini aku tidak masalah dengan siapapun.  Aku butuh dia meskipun dia sudah membuangku Agar bisa menahan diriku dan tidak melemparkan diriku kepadamu!!! Aku merasa bingung sekali! Semua karena kau!!  Agar hatiku tidak meledak !!!” teriak Hae Young Do Kyung tak berkomentar memilih untuk pergi, sambil melepaskan jasnya.
“hei..... lelaki jahat ! Kau lelaki paling kejam ! Kau paling pengecut !” teriak Hae Young penuh amarah. 
Do Kyung tak mengubrisnya memilih untuk terus berjalan, Hae Young berlari mengejarnya dan langsung memukulnya. Do Kyung menariknya mengumpat Hae Young sudah gila. Hae Young berteriak marah tak ingin disentuh. Do Kyung tetap ingin memegangnya, Hae Young mendorongnya dengan meluapkan rasa kesal sambil memukul dan berteriak.
Akhirnya Do Kyung memeluk pinggang Hae Young agar bisa tenang, tapi Hae Young merontah meminta untuk melepaskanya, dan mengigit tangan Do Kyung agar bisa terlepas. Tangan Do Kyung pun terlepas sambil mengaduh kesakitan. Hae Young ingin memuku lagi tapi tanganya sudah dipegang oleh Do Kyung dan akhirnya hanya bisa menjerit histeris. Do Kyung meminta Hae Young untuk menghentikanya.
Nafas keduanya terengah-engah, Do Kyung akan berjalan pergi dan Hae Young kembali memukul dengan tas bahkan ingin mencengrkamnya. Do Kyung bisa memegangnya dan mendorong ke dinding dengan memegang dua tanganya, Hae Young mendorong ingin melepaskanya, tapi tangan Do Kyung lebih kuat dan membuatnya tak bisa bergerak.

Do Kyung melihat bibir Hae Young yang luka, keduanya terlihat kelelahan dengan nafas yang tak beraturan, mata mereka tiba-tiba bertemu. Do Kyung langsung mencium Hae Young, dan Hae Young pun membalasnya, terlihat keduanya berciuman melampiaskan semua perasaan yang tertahan. Tangan Do Kyung merasa bagian pinggang Hae Young seperti merasakan kenyamanan, Hae Young pun mengalungkan tanganya di leher Do Kyung.
Keduanya saling berpelukan dengan sangat erat, Hae Young pun merasakan seperti kehangatan dipelukan Do kyung dan Do Kyung pun memeluknya dengan erat lalu matanya tiba-tiba terbuka seperti teringat sesuatu dan langsung melepaskanya. Ia memegang kepalanya dan tertunduk seperti merasa sudah kehilangan pikiranya.
Hae Young binggung melihat sikap Do Kyung yang terlihat kebingungan, Do Kyung mengambil jaketnya dan langsung pergi dengan memegang kepalanya. Hae Young menatap punggung Do Kyung yang pergi meninggalkanya begitu saja setelah menciumnya. 
Flash Back
Dokter mengatakan Sepertinya  sudah tahu  apa yan selama ini dilihatya dan sudah mengerti. Do Kyung dengan mata memerah dan  berkaca-kaca bertanya apa itu namanya, lalu meminta dokter untuk tak melihat dengan pandangan aneh dan menyuruhnya untuk mengatakan saja
bersambung ke episode 10


FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09