Sabtu, 07 Januari 2017

Sinopsis Goblin Episode 11 Part 1


 

PS : All images credit and content copyright : TVN
Kim Shin datang dengan Wang Yeo dibelakang badanya masuk ke dalam restoran. Kim Sun menyapa pelanggan yang baru datang, tapi saat melihat Kim Shin yang datang dengan sinis memberitahu Si pekerja paruh waktu lagi keluar sedang mengantarkan makanan.
“Kim Sun...” ucap Kim Shin yang mengenal adiknya, Kim Sun terlihat kesal mendengar nama aslinya. Kim Shin langsung memeluk adiknya, Kim Sun mengumpat pada Wang Yeo yang hanya diam dan melihat yang ada didepanya.
“Kita juga belum tahu pasti. Jadi jangan sentuh dia.” Kata Wang Yeo menariknya
“Apa kau itu memang benar Sun?” kata Kim Shin, Kim Sun balik bertanya kenapa kalau memang benar merasa heran dengan tingkah Kim Shin.

Wang Yeo menjelaskan ceritanya panjang, Kim Sun bertanya-tanya cerita apa yang dimiliki dengan Kim Shin. Kim Shin mengatakan kalau ia adalah kakaknya dan sangat merindukan adiknya tetap memanggilnya Kim Sun, Kim Sun menegaskan namanya Sunny.
“Selain itu, bukannya kita sudah sepakat tidak bertemu lagi? Kenapa kau masih saja berteman dengannya setelah memanggilmu telur goreng?” ucap Kim Sun kesal pada Wang Yeo
“Masalahnya..., orang ini adalah kakakmu dalam kehidupan masa lalumu.” Kata Wang Yeo berusaha menjelaskanya. Kim Sun makin binggung kehidupan masa lalu apa maksudnya.
“Apa kau mengarang soal ini biar kau bisa bertemu denganku? Kau pasti merindukanku, ‘Kan” ejek Kim Sun


Kim Shin kesal melihat adiknya malah berbicara dengan Wang Yeobukan dengan kakaknya, merasa kaalu tidak ingat apapun soal masa lalunya. Kim Sun membalas kalau Kim Shin itu  terlalu berpakaian rapidan tampan untuk mengada-ada mengatakan hal itu.
“Yah.. Baiklah. Akan kudengarkan Penjelasanmu Dulu aku jadi seperti apa dalam kehidupan masa laluku?” kata Kim Sun
“Kau dulunya Ratu Goryeo Dan aku seorang Panglima.” Ucap  Kim Shin  
“Oh, Goryeo?” komentar Kim Sun, Kakaknya pikir adiknya mengingatnya sekarang.
“Aku ingat sekali. Utangmu 5000 won membuat ayam mantang bakar itu. Bayar sekarang” ucap Kim Sun tak percaya Kehidupan masa lalu bahkan Ratu menyuruh mereka keluar dari restoranya. 


Eun Tak baru datang setelah mengantar pesanan binggung melihat dua pria yang datang ke restorannya, suasana terasa tegang. Akhirnya Eun Tak bertanya apa yang terjadi, Kim Sun menyuruh Eun Tak agar melempar garam pada dua pria yang ada didepanya.
Wang Yeo merasa tak tahu cara menjelaskanya, Kim Sun pikir kalau  tak tahu caranya lebih baik jangan dijelaskan lalu Wang Yeo mengejar KimSun yang pergi meninggakan cafe. Kim Shin ingin mengikutinya tapi ditahan oleh Eun Tak, ingin tahu yang terjadi sebenarnya. 

Wang Yeo dan Eun Tak saling menatap diruangan tengan, mereka mengajak untuk saling bertukar informasi. Eun Tak ingin tahu apa yang terjadi dengan Kim Shin juga bosnya, lalu menyakinan kalau Kim Sun itu Mantan pacarnya.
“Kalau dia memang mantan pacarnya,  maka kau tidak mungkin duduk disini. Harusnya kau marah, dan membuat suasana jadi gelap.” Kata Eun Tak, Wang Yeo mengatakan kalau Kim Sun memang bukan mantannya.
“Pertanyaanku...” ucap Wang Yeo langsung dijawab Eun Tak kalau itu rahasia. Wang Yeo merasa belum bertanya.
“Kau pasti akan bertanya "Apa ada orang lain yang datang mencari bos-mu?" “ ucap Eun Tak
“Tapi kenapa itu rahasia? Padahal Aku sudah kasih tahu semuanya padamu, lalu kenapa kau merahasiakan hal yang kau tahu.”keluh Wang Yeo, Eun Tak mengatakan alasanya adalah setia kawan.

Kim Shin menemui Kim Sun dengan membawa barang-barang kesukaan adiknya dulu mulai dari buah persik sepatu yang selalu dinginkan dan kain dengan warna kesukaannya. Kim Sun melihatnya mengaku tak suka dengan warna itu, tidak biasa pakai sepatu tradisional dan tidak suka makan buah persik.
“Seperti yang kau lihat, cuma ini meja yang tersedia. Usahaku berjalan lancar.” Kata Kim Sun melihat restoranya sekarang ramai.
“Itu karena aku di sini.. Aku ini dewa keberuntungan.” Ucap Kim Shin

Eun Tak baru datang mengantar melihat Kim Shin yang masih ada direstoranya, Kim Shin mengaku baru akan keluar sekarang. Eun Tak menyuruh agar segera pulang. Kim Shin pun menyuruh untuk segera pulang.
“Pekerja Paruh Waktu Apa kau tak bisa mengencani pria lain saja? Apa harus dia orangnya?” ucap Kim Sun, Eun Tak dibuat binggung,
“Kalau memang harus dia, pergilah dan katakan ini padanya. "Buah persik, sepatu tradisional, dan kain sutra. Kau lebih baik datang dengan tangan kosong saja..Dan belilah ayam dari tempatku daripada membelikanku barang-barang itu." Lebih baik begitu!” kata Kim Sun dengan nada kesal 

Eun Tak menceritakan pada Duk Hwa karena Kim Shin membuat bosnya berpikiran yang aneh dan jadi merasa bersalah, tapi tetap saja datang ke tempat kerjanya dan merasa kasihan dengan Malaikat Pencabut Nyawa.
“Itu karena bos-mu adiknya Paman dalam kehidupan masa lalu mereka.” Kata Duk Hwa yang sibuk membereskan barang-barang untuk perabotan rumah. Eun Tak kaget mendengarnya.
“Kau bilang Kehidupan masa lalu? Tidak mungkin. Tapi, kau tahu itu darimana?” ucap Eun Tak binggung
“Apa kau mau kuberitahu suatu rahasia? Malaikat pencabut nyawa bisa melihat kehidupan masa lalu manusia kalau mereka menyentuh manusia.” Bisik Duk Hwa
Eun Tak mengingat pada malam sebelumnya, Kim Sun memegang tangan Wang Yeo mencoba untuk menahanya pergi. Duk Hwa menjelaskan dengan berpegangan tangan Wang Yeo  bisa tahu masa lalunya. Eun Tak benar-benar masih tak percaya Wang Yeo bisa melakukan itu. 


Wang Yeo terdiam dikamarnya, Kim Shin datang bertanya apakah ia yakin kalau wanita itu adiknya dan melihat yang lain lagi. Wang Yeo mengatakan tidak, padahal ingin melihat masa lalunya sekali lagi tapi karena Kim Sun berkata, "Anggap saja kau mencampakkanku." Maka gagal ingin melihat kehidupan masa lalunya.
“Jangan terlalu marah... Dia tidak ingat kehidupan masa lalunya.” Ucap Wang menenangkan Kim Shin, tapi Kim Shin malah berpikir karena masalahh itu.
“Meskipun dia memang Kim Sun dalam kehidupan sebelumnya maka aku bukan apa-apa baginya dalam kehidupan sekarang ini. Dia punya kehidupannya sendiri sekarang. Aku ingin tahu apa aku harus membiarkan masa lalu menjadi masa lalu saja.Aku berharap, dulu aku sudah melakukan segalanya bagi dia saat kami berdua tinggal di waktu yang sama.Dia seorang gadis anggun dan elegan.Kenapa kepribadiannya sekarangberubah drastis begitu?” Ucap Kim Shin sedikit mengeluh.
“Apa salahnya dengankepribadian Sunny yang sekarang?Bukannya sebelumnya kau baik padanyadan memanggilnya "Sun"?Apa kau berharap dia itubukan adikmu?” kata Wang Yeo dengan nada sedikit cemburu.
“Bukannya kalian berdua sudah putus?Kenapa kau marah-marah sekarang?Jika kau ingin mengencani dia lagi,lupakan saja rencana itu.Beraninya seorang malaikat pencabut nyawamendekati adikku, apalagi adikku itu manusia?” balas Kim Shin ikut marah
Wang Yeo mengaku  setuju dengan perkataannya sebelumnya. Yaitu "Membiarkan masa lalu menjadimasa lalu saja." Kim Shin menegaskan sebelum mati  Wang Yeo tak bisa jadi pilihan kekasih adiknya dan  menjauh drinya.
“Kalau saja ada air,sudah kusiram kau.” Ucap Kim Shin kesal lalu meninggalkan kamar, Wang Yeo merasa kalau bisa mengetahui dialog drama itu yang tayang di pagi hari. 


Kim Sun dan Eun Tak pergi ke cafe minum kopi bersama, bosnya itu bertanya apakah Eun Tak percaya dengan adanya kehidupan masa lalu. Eun Tak mengangguk. Kim Sun tak percaya kalau Eun Tak  bisa mempercayainya. 
“Kata orang, manusia diberiempat tahap kehidupan.Tahap kehidupan menanam benih,tahap kehidupan menyiram benih, tahap kehidupan masa panen dan tahap kehidupan memanfaatkanhasil panen.Bukankah empat tahap kehidupan itu artinya menandakan adanya kehidupan masalalu dan kehidupan selanjutnya?” jelas Eun Tak
“Kau dan aku, kita mungkin tidaktahu hidup apa yang kita jalani sekarang.” Ungkap Eun Tak, Kim Sun pikir  ada benarnya juga dan bertanya darimana mengetahuinya.
“Aku tahu darimana-mana.” Kata Eun Tak tak bisa memberitahu yang sebenarnya. Kim Sun penasaran apa lagi yang diketahuinya. Eun Tak pun memikirkanya.

Flash Back
“Aku sudah menduganya kalau aku takkan pernah sampai di depan Raja. Aku sudah menduga semuanya itu...,  tapi yang kulakukan hanyalah melanjutkan langkah kakiku. Itulah perang terakhirku. Aku harus mati di sana.” Ungkap Kim Shin yang mengingat kejadian saat jaman goryeo, Wang Yeo ingin tahu alasanya.
“Aku datang kembali setelah menentang perintah kerajaan. Aku mengabaikan keprihatian dan ketakutan dari raja muda itu. Aku tidak bisa melupakan janji yang kubuat dengan mendiang raja sebelumnya untuk melindungi Yeo. Aku harus menyelamatkan nyawa orang yang tidak bersalah. Terlebih lagi, adikku itu malah melindungi orang bodoh itu dan mempertaruhkan nyawanya. “ cerita Kim Shin, Eun Tak diam-diam mendengarkan percakapan keduanya. 

Eun Tak mengingat semuanya kenyataan menceritkan pada Kim Sun kalau Orang yang bernama Kim Sun itu adalah orang yang sangat berani dalam menghadapi cinta.Kim Sung langsung menatap Eun Tak dan meminta agar menunjukan jalan padanya. Eun Tak binggung.
“Tunjukkan jalan ke rumah pria yang mengaku-ngaku dia itu kakakku.” Ucap Kim Sun, Eun Tak melonggo kaget mendengarnya. 

Wang Yeo dan Kim Shin duduk di ruang tengah, seperti biasa Wang Yeo sedang melipat handuk lalu keduanya dikaget dengan bunyi bel yang tak pernah berbunyi. Eun Tak pulang dengan Kim Sung memberitahu kalau  kedatangan tamu. Kim Sun melihatnya keduanya dalam rumah berpikir kalau mereka berdua tinggal bersama
“Sebenarnya kami bertiga tinggal bersama.” Ucap Kim Shin menarik Eun Tak untuk berdiri disampingnya lalu bertanya ada apa datang kerumahnya.
“Kau harusnya mempersilakanku duduk terlebih dahulu.” Tegus Eun Tak lalu mempersilahkan duduk dan menawakan minuman pada Bosnya.
“Aoa Kau punya alkohol? Aku mau soju saja.” Ucap Kim Sun, Wang Yeo memberitahu mereka hanya punya bir.
“Aku belum bilang kalau kau sudah boleh bicara denganku.” Kata Kim Sun sinis pada Wang Yeo, Wang Yeo hanya bisa tertunduk meminta maaf.
“Kenapa kepribadianmu berubah jadi seperti itu?” keluh Kim Shin melihat sikap Kim Sun yang ketus
Kim Sun membahas tentang Kim Shin yang menganggap kalau ia adalah adiknya, Kim Shin mendengan nada suara Kim Sun seperti sebuah candaan. Kim Sung meminta bukti menurutnya dirinya sangat menyedihkan mudah terpengaruh karena hal ini dan mengira kalau dua orang dewasa tidak akan bersekongkol untuk main-main dengannya. 
Kim Shin memberikan sebuah gambar pada adiknya sebagai bukti. Kim Sun ingin membukanya, tapi sebelumnya dengan sinis berpikir kalau Kim Shin membelinya di Insa-dong. Saat membukanya, Kim Sun seperti sedikit terkejut lalu bertanya apa orang yang ada dalam gambar ini adalah seorang Ratu  yaitu Adik Kim Shin
“Kebetulan sekali... Bos-ku ini selalu mendambakan seorang raja jadi kekasihnya.” Ungkap Eun Tak.
“Apa Kau sudah ingat sesuatu?” tanya Kim Shin melihat tatapan mata Kim Sun yang berbeda.
“Dia hanya terlihat muda. dan cantik. Waktu aku dulu seusianya, aku jelek sekali. Jadi apa yang terjadi pada si Ratu ini? Apa dia hidup bahagia selamanya?” ucap Kim Sun penasaran
Kim Shin sempat terdiam, Eun Tak pikir keduanya harus bicara lalu mengajak Wang Yeo untuk pergi. Wang Yeo pun tak menolak meninggalkan Kim Shin dan Kim Sun berdua. 


Kim Sun bertanya apakah Ratu itu  sengsara. Kim Shin menceritakan sering bertukar kabar dengannya lewat surat karena jarang bertemu dengannya, dengan Membaca surat-surat yang dikirimkan dan hanya itulah satu-satunya hal yang membuatku terus bersemangat pada hari-harinya berjuang untuk bertahan hidup.
Flash Back
Wang Yeo sedang berlatih memanah beberapa kali panahnya mengenai sasaran dibagian tengah, bersamaan dengan laporan dari pedana mentri kalau bahkan Panglima Kim Shin mengirim berita kemenangan dari wilayah perbatasan, sebanyak tiga kali.  Selanjutnya Mentri Park datang menyampaikan berita pada Wang Yeo

“Berita kemenangannya Kim Shin secara sengaja menyebar ke seluruh warga maka para warga itu semakin semangat memuja Kim Shin dan penghinaan dari para kemiliteran terhadap kita semakin besar. Jangan memuji Kim Shin atas usahanya tapi. kirimlah surat padanya yang menyatakan Anda khawatir dengan kesehatan adiknya karena reputasi keluarga kerajaan mulai runtuh.” Ucap PM Park
Wang Yeo sedang memanah beberapa kali salah sasaran, Kim Sun diam-diam melihatnya dari belakang merasa kalau  raja tidak punya bakat memanah rupanya.

Wang Yeo duduk didekat danau dengan membaca buku seperti yang biasa dilakuan seorang raja. Kim Sun melihat dari kejauhan kalau Wang Yeo  sudah selama setengah jam membaca satu halaman buku itu saja, menurutn Pelayan kalau Raja itu pasti juga tidak punya bakat belajar.
“Tidak. Dia pasti sedang gelisah.” Ungkap Kim Sun yang bisa mengetahui gerak gerik suaminya.
“ Tapi, kenapa dia jarang mengunjungiku? Dia itu membuat wanita jadi kesakitan saja.” Keluh Kim Sun hanya bisa menatap raja. 

Pengawal memberitahu kalau Yang Mulia telah datang. Kim Sun penuh semangat berlari keluar dan melihat Wang Yeo akan berjalan kearahnya, karena kaget Kim Sun tak bisa mengendalikan keseimbangnya. Wang Yeo bisa menangkap badan Kim Sun sebelum jatuh lalu mengoda kalau berat juga.
“Aku tadi mengingat seseorang, makanya aku seperti itu” ucap Kim Sun buru-buru berdiri. Wang Yeo bertanya mau kemana istrinya itu terburu-buru.
“Untuk melihatmu, Yang Mulia.” Akui Kim Sun, Wang Yeo memberitahu kalau ia yang akan datang menemuinya.
“Kukira alangkah lebih baik kalau kita bertemu di luar.” Ajak Kim Sun, keduanya saling  menatap dengan penuh cinta.

PM Park kembali memberikan nasehat pada Raja “Seseorang seharusnya tidak boleh mengandalkan orang yang memegang sesuatu yang rendahan. Jika kau menggenggam erat karena hal itu berharga maka hal rendahan sekaligus berharga itu akan mati, Karena tangan itu.”
Raja datang ke kediaman Ratu langsung melempar nampan obat dengan memperingatakan agar jangan pernah  membawa obat apapun ke kamar Ratu dan itu adalah perintah raja. Kim Sun melihat sikap raja yang berubah menahan rasa sedihnya.
“Ratu tidak boleh minum obat apapun. Siapapun yang mengirimkan obatnya, jangan pernah minum itu.”tegas Raja terlihat murka lalu keluar dari tempat ratu.
Pelayan binggung melihat sikap Raja terlihat sangat marah dan yakin kalau Yang Mulia Ratu pasti sedih. Kim Sun hanya bisa menahan tangisnya. 

Kim Shin datang dengan baju besi untuk perang, Anak buahnya meminta agar membuka gerbang istana karena Panglima Kim Shin sudah kembali membawa kemenangan. Dilorong istana, Wang Yeo memberitahu kalau kakak Kim Sun telah kembali membawa kemenangan lagi.
“Di antara kami berdua siapa yang lebihKauharapkan untuk tetap hidup?” ucap Wang Yeo dengan mata melotot, Kim Sun tak percaya suaminya menanyakan hal itu
“Jawab aku... Atau apa kau sudah membuat keputusanmu?” kata Wang Yeo curiga
“Yahh. Benar juga, entah aku atau kakakmu yang hidup maka kau tidak rugi apapun.” Sindir Wang Yeo, Kim Sun berani mengumpat raja itu bodoh.
Raja makin marah berpikir Kim Sun ingin mati dengan mengomentarai pakaian yang digunakan ratu dengan menduga kalau Ada pria lain yang di kagumi dalam hatinya. Kim Sun benar-benar tak mengerti dengan sikap rajanya.
“Aku tidak tahu apa musuhku itu orang-orang yang biadab itu atau kakakmu.” Ucap Raja dengan mata melotot
“Park Joong Won-lah musuhmu, Yang Mulia.” Tegas Kim Sun mengetahui kalau Wang Yeo itu dihasut.
“Kau harus memilih. Apa kau akan hidup sebagai wanitaku atau apa kau akan mati sebagai adik dari seorang pemberontak?” ungkap Wang Yeo. 

Wang Yeo duduk dengan gelisah didepan rumah, Kim Shin masih mengingat saat adiknya terkena panah ketika berjalan menemuia raja, Ia menceritakan Umur adiknya memang tidak panjang, tapi merasa selama adiknya hidup pernah bahagia. Bahkan pada saat detik-detik kematiannya masih memandangi orang bodoh itu.(Raja)
“Kalau begitu... Bagaimana dengan si Raja itu? Apa dia menjelma juga?” tanya Kim Sun penasaran dengan merasakan dadanya yang sakit. Kim Shin mengaku tak tahu
“Aku ingin tahu bagaimana rupanya. Apa dia tampan?” ucap Kim Sun yang mementingkan masalah penampilan
“ Jika kau memang adikku maka kalian berdua sangat konsisten dalam satu hal ini.” Ucap Kim Shin, Kim Sun heran karena suara  Kim Shin seperti orang yang bersedih .seolah mengingat itu semuanya
Ia merasa Seolah-olah hidup Kim Shin terus berlanjut sejak saat itu. Kim Shin sadar kalau Kim Sun  tidak akan percaya kalau ia  telah menjalani hidupnya dengan banyak kenangan.
“Aku tidak datang kemari karena percaya adanya reinkarnasi. Aku datang karena buah persik, sepatu tradisional, dan kain sutra. Mungkin kau sangat menyesal karena tidak sempat memberikan hadiah itu padanya. Sudah pasti kau menjadi gila akan hal ini..., tapi kegilaanmu itu dalam konteks yang baik. Karena itulah aku ingin jawaban darimu.” Ucap Kim Sun tenang
“Saat-saat seperti inilah, kau sangat mirip dengan Sun.” Komentar Kim Shin
“Kau Jangan bicara santai begitu padaku hanya karena kau kakakku di kehidupan masa laluku. Kakak adik pun yang tinggal terpisah pasti canggung saat mereka bertemu. Mana bisa aku tiba-tiba merespon baik pada orang yang mengaku-ngaku menjadi kakakku dari kehidupan masa laluku? Jadi... janganlah terlalu bersedih.” Ucap Kim Sun lalu pamit pergi, saat itu terlihat kesal karena Wang Yeo bahkan tidak mau mengantarnya keluar.


Kim Sun berjalan keluar rumah merasakan kalau seseorang mengikutinya dari belakang, lalu membalikan badan melihat Wang Yeo berdiri hanya menatapnya. Ia heran dengan Wang Yeo cuma menatapku saja dan tidak menegur untuk berhenti jalan. Wang Yeo yang polos malah bertanya apakah ia boleh meminta agar  berhenti berjalan
“Kalau kau menghentikan jalanku apa yang akan terjadi pada kita selanjutnya?” ucap Kim Sun, Wang Yeo hanya tertunduk bingung. Kim Sun mulai mengumpat Wang Yeo benar-benar bodoh lalu berjalan pergi. 

Kim Shin duduk sambil bertanya-tanya apakah wanita itu benar adiknya Kim Sun atau bukan. Wang Yeo datang duduk dengan lemas disampingnya, Kim Shin bertanya apakah adiknya sudah pulang. Wang Yeo merasa Kim Sun selalu pergi seolah tak ada masalah.
“Ada yang ingin kutanyakan padamu. Lukisan adikmu... Siapa yang menggambarnya?” tanya Wang Yeo,
“Wang Yeo... Itu memang lukisan adikku tapi itu  lukisan adikku di matanya Wang Yeo. Lukisan itu mengandung dosanya, rasa bersalah, dan rasa kerinduannya. Aku yakinitulah kebahagiaan terakhir yang dia goreskan.” Cerita Kim Shin
“Apa dia melakukan itu Setelah membunuh istrinya?” tanya Wang Yeo kaget. Kim Shin membenarkan kalau Wang Yeo membunuh istrinya,
Eun Tak duduk di kamarnya, lalu tiba-tiba langsung keluar membawa jaketnya. Sampai di restoran melihat Kim Sun menelupkan badanya seperti tak berdaya. Kim Sun terbangun dengan wajah penuh peringat melihat Eun Tak yang datang.Eun Tak mengaku dapat firasat kalau kondisi bosnyatak baik.
“Aku tidak peduli dengan apa itu kehidupan masa lalu. Aku bahkan tidak percaya kalau hal seperti itu memang ada. Tapi seluruh badanku kesakitan setelah pergi dari rumah itu.” Cerita Kim Sun
“Kalau kau merasa sakitnya tambah parah, kau harus bilang padaku. Biar nanti kita ke rumah sakit.”kata Eun Tak, Kim Sun menolak.
“Kita pulang saja. Aku tak sakit tapi kenapa dadaku terus saja terasa sakit  Padahal ada sesuatu yang jauh di dalam tubuhku ini lebih sakit. Rasanya seperti ada seseorang yang berjalan di atas jantungku dan seperti jantungku mau remuk.” Ucap Kim Sun , Eun Tak pun memasangkan jaket dengan memapah bosnya keluar dari restoran. 
Kim Sun berjalan bersama Eun Tak ke jalan rumahnya, Saat itu Eun Tak dikagetkan dengan teman malaikat kematian didepannya, Si malaikat juga kaget karena mengenal Eun Tak, Kim Sun memberitahu kalau pria itu yang menyewa ruang atap. Eun Tak bisa mengerti lalu menutup mata Kim Sun agar tak menatapnya lalu berjalan masuk ke bagian rumah.
“Apa Wanita yang tinggal di lantai bawah kenal dengan Pengantin Goblin? Ahh.. Dunia ini memang sempit.” Komentar si malaikat kematian tak percaya.
Bersambung ke part 2

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar