Jumat, 06 Januari 2017

Sinopsis Weightlifting Fairy Kim Bok Joo Episode 14 Part 2

PS : All images credit and content copyright :MBC

Bok Joo dan Joon Hyung duduk didepan tiga temanya seperti sedang disidang. Nan Hee benar-benar tak percaya dengan yang terjadi dan merasa sangat terkhianati. Sun Ok  ingin tahu sejak kapan dan berpikir kalau itu  sejak pergi ketaman bermain, Bok Joo mengelengkan kepala karena saat itu mereka hanya berteman. Joon Hyung mengaku saat itu sudah menyukai Bok Joo. Tae Kwon melonggo kaget. Nan Hee tersenyum mendengarnya.
“Jadi sejak kapan sebenarnya kalianmulai berkencan?Kemarin? Minggu kemarin?Seminggu sebelumnya?” tanya Nan Hee mencoba menahan wajahnya tetap isini
“Sejak saat hari yang sama saat aku kembali ke sekolah” akui Bok Joo, Nan Hee ingat mereka  melakukan mogok makan, Joon Hyung memberikan syal dan jaket.
Ia mengerti kalau tidak akan merasa seiri itu karena Bok Joo memiliki teman semanis itu, Tae Kwon mengerti Joon Hyung memberikannya pandangan yang tidak biasa. Sun Ok pun dengan nada marah menanyakan alasan mereka merahasiakan pada mereka karena punya banyak kesempatan untuk memberitahu.
“Aku tidak mau kalian menganggapku sebagai seorang pengkhianat Dan juga itu belum terlalu lamasejak aku membuat keributan tentang seorang pria.” Akui Bok Joo ketakutan
“Kami bilang itu pengkhianatan,tapi kami tidak benar-benar menganggapnya begitu.Bagaimana bisa kau berkencandengannya secara sembunyi-sembunyi? Bok Joo benar-benar gadis yang tidak jujur.Dia terus berbohong pada kita.” Ucap Nan Hee kesal, Bok Joo menenangkan bukan itu maksudnya.
“Kalian berdua terus menekannya.Bok Joo tidak punya pilihan...” kata Joon Hyung membela, Nan Hee terlihat marah karena Joon Hyung memihak pada Bok Joo sebagai kekasihnya,
Bok Joo meminta maaf karena tidak memberitahu teman-temanya, Sun Ok dan Nan hee mengatakan kalau Minta maaf tidak akan menyelesaikannya karena Kekasih Bok Joo  harus membayar apayang sudah dilakukan dan menganggap sebagai masa orientasi. Joon Hyung terlihat panik melihat keduanya seperti sudah siap melakukan peregangan tangan, lalu bertanya pada Bok Joo apakah teman-temanya akan memukulinya.
“Kau mengambil Bok Joo kami jadi  harus mentraktir kami.” Ucap Nan Hee, Joon Hyung bisa bernafas lega dan dengan senang hati akan membelikan daging.
“Baiklah. Jika aku membelikan kalian daging, apa kau akan memaafkan kami? Bisakah kami sekarang. bertemu satu sama lain tanpa sembunyi-sembunyi lagi?” ucap Joon Hyung tersenyum bahagia, Bok Joo panik menurutnya Joon Hyung  tidak harus membelikan daging karena tahu temanya itu makan tak seperti orang biasa. 

Pelatih Choi terlihat gelisah duduk di luar ruang latihan, Pelatih Yoon terlihat kelelahan keluar dari ruang kerjanya mengajak untuk pulang dengan mata setengah terbuka mengaku merasa sangat lelah hari ini. Pelatih Choi mengajak seniornya minum bersama kalau memang tidak punya janji.
“Bisakah nanti saja? Aku sangat lelah hari ini.” Kata Pelatih Yoon, Pelatih Choi menolak dengan tegas kalau tak bisa melakukan itu.
“Ini harus hari ini.” Ucap Pelatiah Choi dengan mata melotot, Pelatih Yoon pun tak bisa menolak dan mengajaknya pergi. 

Pelatih Yoon dibuat kaget saat keluar melihat Dae Ho sudah menunggu didepan pintu. Dae Ho tersenyum menurutnya datang tepat waktu, karena berpikir Pelatih Choi sudah selesaibekerja sekarang jadi akan mengantarnya  pulang.
“Aku punya sesuatu yang harus kukatakan pada Profesor Yoon.” Ucap Pelatih Choi menolak, Dae Ho pikir keduanya  keduanya akan pergi minum.
“Itu bagus, Aku ingin minum dengan Profesor Yoon, juga. Aku hanya akan makan beberapa makanan dan membawamu pulang setelahnya.”kata Dae Ho, Pelatih Choi mencoba memberikan pengertian pada paman Bok Joo.
Pelatih Yoon yang melihat keduanya memilih untuk pamit pergi saja. Pelatih Choi menahanya karena harus memberitahunya hari ini. Dae Ho heran pada Pelatih Choi karena bisa memberitahunya lain kali dan pelatih Choi ingin pulang lebih dulu. Pelatih Yoon pun memilih untuk pergi lebih dulu dan berjalan pergi. Pelatih Choi terlihat kesal dengan yang dilakukan Paman Bok Joo padanya. Tiba-tiba terdengar jeritan pelatih Yoon dari luar, keduanya bergegas pergi keluar gedung. 

Keduanya memapah Pelatih Yoon masuk ke dalam rumah, pelatih Choi meminta seniornya agar bisa bertahan. Rumah Pelatih Yoon terlihat masih gelap, Dae Ho binggung menyalakan lampu rumahnya. Pelatih Choi dengan meraba bisa menyalakan lampu. Mereka pun membawa Pelatih Yoon dengan bertelungkup di sofa.
“Ini sedikit berantakan... dan baunya.” Ungkap Dae Hoo melihat rumah Pelatih Yoon yang tak terurus.
“Astaga.,, Rasanya akan lebih sakit ketika obat anti nyerinya sudah habis. Aku merasa kau akan sangat buruk.” Kata Pelatih Choi khawatir
“Tidak, aku baik-baik saja. Aku tidak mematahkan satu tulang pun. Dan akan lebih baik setelah akhir pekan.” Ucap pelatih Yoon
“Tulang ekormu patah. Aku tidak bisa meninggalkanmu seperti ini. Kau tidak bisa membersihkan dirimu dengan benar dan harus makan sebelum minum obat. Jadi Aku akan kembali membawa kebutuhanmu besok.” Kata pelatih Choi,  Dae Ho langsung menolak tegas. Keduanya terlihat binggung.

“Maksudku adalah... jika seorang wanita mengunjungi pria yang hidup sendirian, gosip mungkin akan tersebar di sekitar sini. Aku benar-benar tidak setuju.” Kata Dae Ho berusaha mencari alasan.
Pelatih Choi pikir tak ada yang bisa dilakukanya, karena pelatih Yoon bahkan tidak bisa membawa minum untuk dirinya sendiri. Dae Ho pun pasrah dengan berat hati akan melakukannya dan menjaganya, bahkan akan menyiapkan kebutuhannya serta membuatkannya bubur, selain itu membantunya ketika Pelatih Yoon harus pergi ke kamar mandi. Ia juga akan tidur di rumah pelatih Yoon.
Ia menyuruh pelatih Choi pergi saja dan tak perlu khawatir karena ia yang akan menjaganya. Pelatih Yoon seperti sedikit kecewa karena tak bisa dijaga oleh Pelatih Choi dengan menahan rasa sakit. 


Nan Hee dan Suk Ok makan dengan cepat makan daging panggang bahkan menambah dua porsi lagi  daging bumbu lagi. Dua pria yang duduk didepanya hanya bisa melonggo melihat dua wanita yang makan melebihi mereka. Bok Joo melihat Nan Hee yang makan  dengan cepat hari ini. Nan Hee mengaku sangat  kelaparan karena hanya makan roti hari ini jadi Daging adalah yang terbaik ketika orang lain yang membelikannya.
Daging dua porsi pun datang, Bok Joo meminta mereka agar  mengunyahnya lebih lamabaru menelannya. Nan Hee pikir tak masalah karena mereka itu  memiliki perut dari baja jadi tak akan terkena masalah pencernana. Bok Joo pun menawarkan nasi karena pasti dagingnya terlalu asin. Nan Hee mengejek Bok Joo itu  bertingkah seperti seorang amatir.
“Kami akan menggoreng nasinya nanti. Apa kau tidak tahu ini SaengYangBokNaeng?” ucap Nan Hee, Dua pria didepanya binggung apa artinya itu.
“daging segar, daging berkualitas, nasi dan Mie adalah makanan dasar.” Ucap Nan Hee.
“Wahh..Aku tidak pernah makan seperti itu, tapi melihat kalian berdua makan membangkitkan selera makanku.” Ungkap Tae Kwon.
Nan Hee dengan senang hati mengajak Tae Kwon untuk bergabung, Joon Hyung melirik sinis pada temanya karena bisa menambah tagihan nanti. Nan Hee dan Sun Ok melihat tatapan Bok Joo dan Joon Hyung terlihat sinis menaruh sumpit merasa tak ingin makan lagi.
Keduanya mengelak menyuruh mereka makan saja, Sun Ok dan Nan Hee kembali makan menurutnya tidak akan mendapat kesempatan seperti ini lagi jadi makan dengan lahap. 


Akhirnya mereka pun selesai makan, mengucapkan terimakasih pada Joon Hyung, Joon Hyung pergi ke kasir untuk membayar semuanya. Si bibi memberitahu totalnya 128 ribu won. Joon Hyung melongo kaget membayarnya, tapi mau tak mau harus membayarnya.
Bok Joo datang bertanya apakah totalnya banyak, Joon Hyung mengaku tidak banyak tapi hanya setengah dari uang sakunya. Bok Joo merasa tak bersalah merasa kalau mereka tak perlu akan mentraktir mereka lain kali. Tapi Joon Hyung pikir memang harus mentraktir temanya.
Tae Kwon baru datang berkomentar Makan dengan pemakan profesional sangat menyenangkan, karena makan dua kali lebih banyak dari yang biasanya dimakan. Nan Hee lalu mengusulkan mereka untuk karaoke, Bok Joo menjerit kesal pada temanya, karena sudah banyak makan daging. Tapi ketiganya tetap ingin mereka pergi ke karaoke.
Tapi akhirnya mereka pergi ke karaoke. Bok Joo terlihat sangat bersemangat menari sambil menyanyi bersama dengan teman-temanya, sementara Joon Hyung hanya duduk lemas karena uang tabunganya habis hanya dalam sehari saja. 

Jae Yi sedang sibuk dalam ruanganya, pesan dari Ah Young masuk ke dalam ponselnya “Jae Yi, aku akan pulang ke kampung halamanku. Aku memutuskan untuk bekerja di rumah sakit milik ayahku untuk sekarang. Aku tidak memberitahumu langsung kalau-kalau aku masih memiliki perasaan padamu. Jaga dirimu.”
Wajah Jae Yi terlihat kaget, lalu bergegas sampai ke rumah Ah Young menekan nomor rumah tapi tak ada yang membuka pintu, lalu berusaha untuk menelp ponselnya tak aktif, wajahnya terlihat sedih karena ditinggalkan begitu saja. 

Mereka berlima kembali masuk asrama, Tae Kwon tak percaya Sun Ok ternyata pandai menyanyi, Nan Hee pikir  Joon Hyung tidak menghabiskan terlalu banyak.Sun Ok pikir nanti Joon Hyung akan mentraktir mereka kembali, Tae Kwon menolaknya karena nanti ia yang mentraktirnya, keduanya memperlihat gaya “swag” yang khas.
Bok Joo dan Joon Hyung masih saling berpegangan tangan seperti pasangn baru, Tae Kwon dkk pamit pergi tapi Bok Joo masih tetap bersama dengan Joon Hyung. Nan Hee pun pikir Bok Joo tak akan kembali ke asrama. Bok Joo mengaku akan masuk tapi  perlu bicara denganJoon Hyung sebentar.
Nan Hee dan Sun Ok langsung menariknya sementara Tae Kwon menarik Joon Hyung karena sebentar lagi pengabsenan malam. Bok Joo dan Joon Hyung masih saling berpegangan tangan sampai akhirnya terlepas karena harus menaiki tangga. Joon Hyung ingin mengejarnya tapi Tae Kwon bisa menariknya untuk segera masuk ke dalam kamar. 

Bok Joo akan kembali ke kamarnya, Nan Hee menahanya karena  punya banyak pertanyaan untuknya jadi harus tidur di kamar mereka malam ini. Sun Ok pun mengumpat Bok Joo gadis penipu dengan memperingatkan kalau  tidak akan bisa tidur malam ini dan menariknya pergi.
“Ceritakan pada kami sudah sejauh apa hubungan kalian.” Kata Nan Hee, Bok Joo sudah duduk seperti diruang sidang mengaku kalau tidak mengerti pertanyaannya.
“Coba Lihat, dia berpura-pura tidak mengerti. Kau lebih baik menjawabnya sekarang. Nan Hee bertanya sudah sejauh mana hubungan kalian.” Ucap Sun Ok siap dengan tongkatnya.
“Hubungan kami sudah sejauh, Kami pergi ke bioskop dan ke pantai.” Kata Bok Joo.
Keduanya mengeluh mendengar jawabanya, Nan Hee bertanya apakah mereka sudah berciuman, menurutnya Tidak mungkin  belum melakukannya. Bok Joo mengatakan itu rahasia  dan tidak akan berkata apapun. Nan Hee yakin kedua benar-benar sudah melakukanya, Bok Joo tak bisa menahan senyum dibibirnya.
Sun Ok benar-benar tidak bisa membayangkan Bok Joo dan Joon Hyung berciuman. Nan Hee pikir tidak seharusnya cemburu, lalu bertanya Kapan mereka berciuman, Dimana dan bagaimana itu bisa terjadi. Bok Joo balik bertanya apakah yang pertama atau yang kedua. Semua menjerit histeris mendengarnya, dikamar Nan Hee seperti terjadi kebahagian. 

Sementara di kamar Joon Hyung, Tae Kwon melotot kaget menyuruhnyas sadar karena pada dasarnya menghancurkan dirinya sendiri dan Jangan hidup seperti ini. Joon Hyung pikir  tak salah dengan Bok Joo, karena ia juga benar-benar menyukainya, dan Bok Joo memiliki kepribadian yang baik.
“Tapi, kekasihmu benar-benar berbeda masalahnya dengan seseorang yang memiliki kepribadian yang bagus. Lebih dari apapun, dia makan terlalu banyak, dan terlalu kuat.” Kata Tae Kwon
“Apa yang salah dengan itu? Menurutku... dia lebih seksi seperti itu.” Ungkap Joon Hyung yang benar-benar jatuh cinta dengan Bok Joo
“Kau membuatku gila. Ini game over.... Kau sudah tergila-gila padanya, kan?” kata Tae Kwon benar-benar tak menyangka, Joon Hyung hanya bisa tersenyum bahagia. 

Si Ho sedang membereskan pakaian ke dalam tas, Bok Joo kembali kamar mengetahui kalau pertandingannya hari ini dan ingin tahu perasaanya. Si Ho mengaku baik-baik saja tapi akhirnya mengaku kalau tidak merasa baik.
“Aku sudah banyak berkompetisi sejak aku kecil. Tapi Aku merasa paling gugup hari ini.” Akui Si Ho, Bok Joo bertanya apakah Si Ho memiliki  waktu sebentar.
Bok Joo mengajak Si Ho ke kolam dengan melempar uang, mengaku kalau  tidak menunjukannya pada siapapun dan menunjukannya pada Si Ho karena ini adalah hari yang spesial, lalu menyuruh agar membuat permintaan setelah berhasil melempar koin.
“Apa ini bisa mengabulkan permohonanmu?” ucap Si Ho tak yakin
“ Tentu saja...Aku selalu berdoa disini sebelum kompetisi dan Aku menang, kau ingatkan ?” kata Bok Joo, Si Ho pun memejamkan matanya mulai berdoa.
Bok Joo lalu bertanya apakah sekarang keadaan lebih membaik, dan berdoa masuk tim nasional. Sun Ok mengatakan tidak seperti itu tapi  berdoa untuk bisa berkompetisi tanpa rasa penyesalan. Bok Jooo berjanji dengan Joon Hyung akan datang melihat pertandinganya dengan memberikan semangat, Si Ho berjanji akan mentraktir mereka kalau semuanya berjalan lancar.

Dae Ho menyiapkan sarapan menyuruh Pelatih Yoon agar segera makan saja, Pelatih Yoon hanya melihatnya, Dae Ho memberitahu kalau menum makan yang dibuatnya termasuk yang mewah. Pelatih Yoon mengaku kalau tidak bisa makan telur tanpa saus. Dae Ho terlihat kesal
Pelatih Yoon tak enak hati akan memakanya saja, Dae Ho dengan baik hati mengambilkan saus tapi botolnya kosong dan merasa  harus membeli yang baru. Pelatih Yoon memberikan uang dalam dompetnya, Dae Ho mengaku kalau punya uang lalu keluar dari rumah. 

Pelatih Yoon berusaha memanggilnya karena  ingin meminta membelikan mayonaise juga, terdengar suara pintu tertutup. Pelatih Choi masuk memberitahu kalau tadi pintunya terbuka, sementara Dae Ho baru saa dari minimarket mengeluh pada pelatih Yoon seperti anak kecil yang tak  tidak bisa makan telur tanpa saus, ketika masuk rumah melihat Pelatih Choi yang membantu pelatih Yoon untuk duduk disofa.
“Kompresan hangat akan membantumu pulih lebih cepat.” Kata Pelatih Choi, pelatih Yoon menolaknya.
“Aku akan melakukannya nanti, jadi jangan khawatir. Kau harus pergi, yang diucapkan Dae Ho benar. Orang-orang akan salah paham jika mereka melihatmu disini. Pergilah sekarang.” Ucap Pelatih Yoon
“Aku tidak peduli. Siapa yang peduli tentang pikiran orang-orang? Kau tahu, kalau aku pernah menyukaimu sejak dulu.” Ungkap Pelatih Choi

Dae Ho didepan pintu kaget mendengarnya, pelatih Yoon menyuruh Pelatih Choi Berhenti bicara omong kosong, menurutnya kenapa bisa Pelatih Choi seorang wanita single mencintai pria tua yang sudah bercerai.Pelatih Choi pikir tak perlu memikirkan tentang hal itu.
“Sebagai seorang wanita dan pria, apa yang kau pikirkan tentangku?” ucap pelatih Choi dengan wajah serius, Pelatih Choi hanya bisa terdiam.
“Apa itu berarti penolakan? Apa Kau tidak menganggapku menarik sama sekali?” kata pelatih Choi terlihat kecewa.
Ia bisa mengerti dan benar-benar minta maaf, berjanji tidak akan pernah membuatnya berada di posisi yang sulit lagi. Pelatih Yoon menahan tangan Pelatih Choi sebelum pergi dari rumahnya, lalu merasakan sakit kembali. Pelatih Choi langsung panik melihatnya. Sementara Dae Ho yang mendengar dan melihatnya memilih untuk meninggalkan rumah dengan menaruh kantung belanja didepan pintu. 


Joon Hyung dan Bok Joo berjalan bersama, Bok Joo mengaku  sangat gugup dan harap Si Ho bisa melakukannya dengan baik hari ini. Joon Hyung merasa  Wanita memiliki ikatan tidak biasa yang tidak bisa dimengerti Dan bok Joo bicara seolah-olah Si Ho adalah sahabatnya.
“Apa kau bicara sinis padaku? Kau mengejekku sekarang, kan?” kata Bok Joo marah, Joon Hyung mengelak takut kena pukulan.
“Aku hanya bilang kalau kalian memiliki pikiran yang sangat luas, tapi sekarang Aku sangat senang. Kita tidak lagi harus bertemu secara sembunyi-sembunyi, seharusnya memberitahu semua orang dari jauh-jauh hari.” Ucap Joon Hyung mengenggam tangan pacarnya.
“Bagaimana bisa kau mengatakan itu? Mereka membuatmu kesulitan kemarin.”komentar Bok Joo, Joon Hyung tahu kalau  sudah membayarnya, jadi sekarang bisa secaraterang-terangan menunjukkan rasa sukanya pada Bok Joo
Tapi Bok Joo malah merasa khawatir, karena Orang-orang akan membicarakannya seperti orang gila. Ia tahu pasti akan mendapatkan komentar "Apa keluarganya Bok Joo kaya? Apa dia mengancam Joon Hyung? Bok Joo mendapat durian runtuh. Dia tidak terlalu baik untuk Joon Hyung.” Joon Hyung meminta Bok Joo jangan mengatakan seperti itu karena menurutnya Bok Joo adalah gadis yang cantik.
“Jangan khawatir... Aku akan menunjukkan pada semua orang kalau aku lebih menyukaimu jadi mereka tidak akan mengatakan itu.” Kata Joon Hyung ingn membuktikan pada Bok Joo
“Halo, bukankah kekasihku sangat cantik?” ucap Joon Hyung bertanya pada seorang wanita yang sedang makan, Si wanita mengaku kalau cantik. Joon Hyung terus bertanya kalau Bok Joo gadis yang menganggumkan.
“Hei.... Gadis ini milikku!” teriak Joon Hyung tak mau, Bok Joo merasa malu menarik Joon Hyung untuk segera pergi. 


Spanduk bertuliskan [Kompetisi Seleksi Tim Nasional Senam 2017] seorang atlet sedang mempertunjukan senamnya, Bok Joo dan Joon Hyung dengan bergandengan tangan duduk dibangk penonton. Si Ho terlihat gugup diruang tunggu.
Pelatih Sung datang menanyakan kesiapanya untuk bertanding, Si Ho mengaku merasa baik. Pelatih Sung berpesan agar Si Ho Tenang dan lakukan yang terbaik, karena Ini kesempatan terakhirnya dan akan jadi awal yang baru untuknya. Seorang wanit datang memberitahu  Song Si Ho dari Universitas Olahraga Haneol untuk bersiap-siap.
Si Ho masuk ke dalam ruangan pertunjukan dengan membawa bola, dua komentator mulai berbicara “Song Si Ho dari Universitas Olahraga Haneolmemasuki arena perlombaan. Aku yakin semua fans olahraga senam kenal siapa dia. Dia sebenarnya membuat kesalahan di babak penyisihan.”
“Itu benar. Tidak peduli seberapa berpengalamannya dirimu, kompetisi seperti ini benar-benar membuatmu gugup.” Komentar si wanita

Bok Joo dan Joon Hyung juga terlihat gugup, Si Ho mulai memperlihatkan atraksi senamnya dengan baik tapi saat melempar bola dan menangkapnya kakinya melewati garis, komentator memberitahu akan mendapatkan 0,1 poin pinalti setiap langkahnya dan akan mendapatkan tambahan pengurangan 0,3 poin karena melewati garis.
Si Ho duduk diam di depan layar penjurian, Pelatih Sung mengenggam tanganya meminta agar Jangan terlalu gugup dengan yakin akan mendapatkan poin yang bagus, jadi meminta agar mengontrol saja ekspresi wajah dan semoga beruntung dengan penampilan pitanya. Si Ho terlihat merasakan sesuatu kejangalan.
Hasilnya pun keluar Si Ho mendapatkan nilai 18,2 dan komentator mengatakan tidak mendapat terlalu banyak pengurangan poin dari poin pinalti kesalahannya.


Akhirnya Si Ho kembali ke dalam ruang ganti, dua pesenam lainya melirik sini pada Si Ho merasa kalau  tidak adil, mereka mendapatkan poin pinalti karena menyentuh pitanya sedikit tapi tidak mendapat poin pinalti sama sekali. Pesenam lain merasa kalau mereka seharusnya menyalahkan fakta karena pelatih mereka tidak memiliki pengaruh besar. Si Ho hanya terdiam keluar dari ruangan. 


Si Ho dengan pakaian berwarna merah siap memperlihatkan pertunjukan pitanya, Pelatih Sung di pinggir lapangan memberikan kode pada salah satu juri, seperti sengaja mengatur Skor untuk Si Ho agar bisa lulus masuk tim nasional.
Komentator tahu Si Ho itu ahli dalam penampilan pita jadi berharap bisa melupakan tentang kesalahannya sebelumnya. Si Ho pun mulai memainkan pitanya dengan baik, pikiran tiba-tiba mengingat kejadian yang menyedihkan sebelumnya, lalu melempar pita dan membuangnya begitu saja, tanpa menangkapnya.
Semua dibuat binggung berpikir Si Ho sudah menyerah dan menyuruh agar cepat mengambilnya. Si Ho tetap pada posisinya mengangkat tanganya, Pelatih Sung terlihat sangat marah merasa Si Ho sudah gila dan menyuruh mengambil pitanya. Bok Joo dan Joon Hyung juga dibuat tegang melihat Si Ho.

Bok Joo dan Joon Hyung pulang dengan bergendangan tangan, lalu Bok Joo berkomentar mantan Kekasih Joon Hyung sedikit keren hari ini dan sangat mengakuinya. Joon Hyung bisa mengetahuinya menurutnya Si Ho sangat keren dengan mengoda kalau sedikit menyesal putus dengannya. Bok Joo langsung meremas tanganya, Joon Hyung menjerit kesakitan sambil berkata kalau menarik ucapanya.
“Kau harus memperhatikan mulutmu. Jika tidak, maka aku akan menjambak rambutmu.” Kata Bok Joo, Joon Hyung merasa Bok Joo yang membicarakannya lebih dulu, Bok Joo melirik sinis. Joon Hyung tertunduk mengerti akan berhati-hati bicara.
“Joon Hyung... Kita akan melakukan pertandingan terakhir kita suatu hari nanti, kan? Apakah aku akan bisa melepaskan semuanya sepeti Si Ho ? Aku tidak yakin bisa melakukannya.” Kata Bok Joo
“Kau tidak tahu itu. Kau tidak bisa yakin dengan apa yang akan terjadi dalam hidup.” Ucap Joon Hyung, Bok Joo merasa Tiba-tiba saja itu membuatnya takut.
“Hei. Meskipun itu menakutkan, itu adalah sesuatu yang tidak bisa kau hindari. Jadi Jangan takut, Lebih baik kita bekerja keras dan melewati setiap harinya. Ayo kita bekerja keras untuk mengangkat besi, renang, dan berkencan.” Kata Joon Hyung dengan nada mengoda.
Bok Joo tak percaya mendengarnya merasa  Joon Hyung terdengar berkelas dan keren, Joon Hyung pikir harus mencoba untuk tidak terlalu keren. Bok Joo mengejek kalau bercandanya itu tak lucu, Joon Hyung pikir akan berhenti tapi kalau Bok Joo  terus mendengarnya, akan terbiasa dengan... Bok Joo menghentikanya lalu memeluknya dengan erat berjalan bersama. 


Nyonya Lee sedang ada di apotik, berbicara pada suaminya kalau  sepertinya Jae Yi akan pulang terlambat lagi. Tuan Jung tahu anaknya harus mempersiapkan sebuah seminar dan pasti ada di kliniknya. Nyonya Lee hanya berharap anak kesayangan itu akan segera menikah.
“Dia tampan, dan memiliki pekerjaan yang bagus. Tapi dia tidak pernah meninggalkan kliniknya ketika seharusnya berkencan.” Keluh Nyonya Lee
“Apa kau protes karena dia bekerja terlalu keras? Orang-orang akan mengatakan kalau kau terlalu serakah.” Kata Tuan Jung mengejek
“Aku hanya merasa kasihan padanya. Padahal Aku benar-benar menyukai gadis yang waktu itu kita temui, Ah Young. Dan Aku pikir dia juga menyukai Jae Yi. Aku bisa langsung mengetahuinya” kata Nyonya Lee yakin, Tuan Jung makin mengejeknya untuk menjadi seorang peramal saja. 

Saat itu pelanggan masuk ke dalam apotik, Nyonya Lee memberitahu kalau mereka sudah tutup. Seorang wanita menyapa, Nyonya Lee dan Tuan Jung kaget melihat yang datang adalah ibu dari Joon Hyung yang selama ini tak pernah menampakan dirinya. Ketiganya pun duduk bersama dalam sebuah cafe.
“Apa yang terjadi?Kenapa kau tidak menghubungikami selama ini? Setiap kami melihat Joon Hyung, kami merasa sangat... Ah... Kenapa kau tidak memiliki hati seperti ini?” ucap Nyonya Lee merasa kasihan pada Joon Hyung, Ibu Joon Hyung hanya bisa tertunduk meminta maaf.
“Tidak apa-apa. Kita tidak harus membicarakan tentang masa lalu. Jadi bagaimana keadaanmu? Kau masih tinggal di Kanada, kan? Kapan kau tiba di Korea?” kata Tuan Jung mencoba tak membahas yang lalu.
“Aku selama ini tinggal di Vancouver, Kanada dan tiba di Seoul beberapa hari yang lalu. Aku tidak berencana kembali, jadi tidak bisa memberitahumu sebelumnya. Aku punya sesuatu yang ingin kukatakan padamu. Kau pasti berpiki kalau aku orang yang tidak tahu malu.” Ungkap ibu joon Hyung. 

Bok Joo keluar asrama dengan wajah kesal pada teman-temanya  kerena tidak menunggu ketika membereskan matras, padahal tahu makan donkatsu itu penting, tapi tetap saja.... Saat itu seorang wanita mendekatinya, Ibu Joon Hyung datang  meminta tolong agar menunjukkan jalan ke kolam renang karena tidak pernah datang ke kampus sebelumnya.
“Kolam renang berada di bangunan sebelah sana.” Ucap Bok Joo, Ibu Joon Hyung terlihat masih binggung. Bok Joo pun menawarkan diri untuk menunjukan tempatnya. 

Bok Joo pun menunjukan jalan yang dekat dengan memberitahu kalau bakan melihat kolam renang dibagian depan. Ibu Joon Hyung mengucapkan terimakasih. Saat itu Joon Hyung baru keluar dari kolam renang akan menaiki sepedanya, Bok Joo akan pergi melihat Joon Hyung langsung memanggil dan melambaikan tanganya. Joon Hyung tersenyum melihatnya, saat itu.
Ibu Joon Hyung mendengar nama Joon Hyung langsung memanggilnya dan memberitahu kalau itu ibunya. Joon Hyung yang tersenyum berubah melotot kaget melihat sosok wanita didepanya, ternyata ibunya yang selama ini tak pernah bertemu. Bok Joo pun juga ikut kaget kalau wanita yang diantarnya itu adalah ibu Joon Hyung.
Bersambung ke episode 15

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar