PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Rabu, 08 Februari 2017

Sinopsis Night Light Episode 19 Part 1

PS : All images credit and content copyright :MBC
Se Jin datang menemui Yi Kyung dan masuk ke dalam mobil, wajahnya terlihat gelisah. Yi Kyung langsung bertanya ada masalah apa. Se Jin sempat kaget seperti Yi Kyung bisa mengetahuinya. Yi Kyung bisa melihat Se Ji yang punya sesuatu untuk dikatakan. Se Jin berusaha menyangkalnya.
“Apa kau ingin aku berpura-pura tertipu?” ucap Yi Kyung merasa sudah bisa mengenal Se Jin
“Aku merasa cukup aneh. Aku dengar setelah konferensi pers CEO Kang Jae Hyeon, dia diciduk oleh jaksa, benarkan?” kata Se Jin, Yi Kyung membenarkan.
“Semuanya terlihat seperti gelembung sabun... peringkat persetujuan, popularitas... Hal-hal seperti itu.” Komentar Se Jin
“Orang tidak tertarik pada kebenaran yang sebenarnya. Mereka ditipu oleh ilusi mereka sendiri bahwa mereka ingin percaya.
“Bank Amal akan diselidiki. Apa kau akan baik-baik saja?”kata Se Jin khawatir.

Yi Kyung memberitahu kalau tidak meninggalkan jejak kalau terlibat dan Yang mengelola dana itu... adalah Chunha Finance. Se Jin mengartikan kalau ayah Ma Ri... Yi Kyung menegaskan Gi Tae  akan dihukum sesuai dengan keserakahannya dan Jika tidak menginginkannya, maka dapat melarikan diri.Se Jin terlihat sangat khawatir mendengarnya.
“Kau seperti itu lagi... mengkhawatirkan orang lain tanpa alasan.” Komentar Yi Kyung melihat wajah Se Jin .
“Aku mengkhawatirkanmu, CEO. Setiap langkah yang kau ambil, kau membuat musuh. Orang-orang tidak akan hanya duduk dan menonton jika kau melakukannya dengan baik.” Komentar Se Jin
“Tidak perlu repot-repot.Ini caranya bekerja dengan orang-orang seperti itu, dan yang bisa aku lakukan hanya memecah belah mereka.” Jelas Yi Kyung


Se Jin bertanya apakah Gun Woo dengan Yi Kyung juga akan berpisah. Yi Kyung pikir mereka berdua punya apa yang diinginkan, jadi tidak perlu untuk pergi bersama-sama lagi lalu bertanya apakah ada yang salah. Se Jin mengungkapkan kalau Bekerja dengan mereka berdua merasa sangat baik.
“Hanya karena kau merasa baik, Aku tidak bisa melakukan apa yang aku tidak suka. Setelah Seongbuk-dong di tangani, aku akan sibuk mendapatkan Mujin Group.” Jelas Yi Kyung l
“Tapi, kenapa kau datang hari ini?” tanya Se Jin
“Untuk memberikan beberapa pujian. Dari semua yang aku dengar, kau sudah melakukannya dengan sangat baik dari yang ku bayangkan.” Akui Yi Kyung, Se Jin hanya bisa terdiam. 


Mujin Tower
Sek Moon memberitahu kalau Beberapa saat lalu, kakak Jung Mi Yeon tinggal di rumah temannya di LA. Gun Woo pikir perjalananya Sek Moon ke Jeongseon untuk membantu berhasil, lalu bertanya apakah  sudah mencari tahu.
“Dia bilang akan memeriksa kakaknya lebih dulu dan kemudian memberitahuku.” Ucap Sek Moon
“Beri tahu Jeong Mi Yeon bahwa kita akan menyetujui apa pun permintaannya.” Jelas Gun Woo
“Ini bukan masalah uang. Dan Rupanya, dia tidak ingin berhubungan lagi dengan mantan suaminya atau Collin Company lagi.” Jelas Sek Moon
“Jika jumlah uangnya besar, pemikiran juga bisa berubah dan Tetap lakukan itu. Saat Jeong Mi Yeon kembali ke Korea, Jaksa akan menangkapnya.” Tegas Gun Woo, Sek Moon mengangguk mengerti.

“Ngomong-ngomong... apa kau memberitahu Se Jin kalau kau pergi dalam perjalanan bisnis?” tanya Gun Woo
“Aku mengatakan kepadanya kalau pergi ke Busan.” Ucap Sek Moon, Gun Woo memastikan kalau Sek Moon mengaku  pergi untuk acara pernikahan, Sek Moon mengatakan kalau pergi mewakili Gun Woo ke acara pernikahan. 


Se Jin melihat file komputer yang diberi password, tiba-tiba Gun Woo datang menyapa berpikir kalau Se Jin harus beristirahat beberapa hari tapi malah ada diruanganya karena  Tidak ada hal yang mendesak di sini. Se Jin  merasa Tidak ada sesuatu yang bisa dilakukan di rumah.
“Kau Baru saja mengalami banyak kesulitan.” Ungkap Gun Woo, Se Jin pikir itu tak masalah untuknya.
“Ini adalah bonus. Aku merasa kalau harus memberikan bonus, tapi ini jumlahnya tidak banyak.” Ungkap Gun Woo memberikan sebuah amplop, tapi Se Jin merasa kalau Tidak perlu memberi itu.
“Aku melakukannya karena keinginanku.” Komentar Se Jin
“Setelah kita mendapatkan Korea Works, keuntungan masa depan perusahaan kami akan sangat tinggi Dibandingkan dengan itu, ini sedikit sekali. Jadi, terima saja.” Jelas Gun Woo
Se Jin pikir Sebagai gantinya, traktir makan nanti karena belum makan siang. Gun Woo setuju mengajak untuk pergi makan siang bersama. Saat Se Jin tak ada diruangan, Sek Moon datang sempat melihat foto Se Jin dan Yi Kyung lalu tampak gelisah membuka layar komputernya. 

Sek Nam baru saja mengantar seorang pria keluar dari ruangan Tuan Jang, lalu kembali masuk ke dalam ruangan. Tuan Jang langsung berkomentar kalau Parlemen Jung tidak bisa berkutik Kemampuannya kurang dibandingkan keserakahannya.
“Kenapa anda tidak membuatnya mematuhimu?Setelah Ketua Jeong meninggalkan partainya dengan memberontak, Aku akan mempersiapkan diri untuk mengajak mereka bergabung dengan partai baru” pikir Sek Nam
“Tapi pertama-tama sebelum itu, kita perlu bersikap keras terhadap CEO Seo. Dia memiliki mata yang menghalangi jalanku.” Ungkap Tuan Jang
“Apa anda memiliki rencana lain?” tanya Sek Nam
“Dia adalah lawan yang tidak akan menunjukkan kelemahan. Aku ingin kau berhati-hati menyelidikinya.” Perintah Tuan Jang, Sek Nam mengangguk mengerti. 

Sung Moon memberitahu  Seongbuk-dong tampaknya memilih Ketua  Partai Hanpyeong Jeong Gi Tae. Yi Kyung pikir itu Seperti yang diharapkan karena Tuan Jang menginginkannya sejak awal.
“Apa kau ingin memeriksa latar belakangnya?” tanya Sek Kim, Yi Kyung pikir tak perlu
“Biarkan saja politisi seperti dia Aku juga akan turun tangan  bersamaan dengan jatuhnya Seongbuk-dong.” Komentar Yi Kyung
“Akankah Seongbuk-dong dengan mudah mengambil umpan?” tanya Sung Moon
“Mereka akan sibuk dengan mencari kelemahanku. Kita perlu waktu yang tepat.” Jelas Yi Kyung
Ia lalu bertanya pada Sek Kim apakah sudah selesai, Sek Kim mengatakan hampir selesai. Yi Kyung pikir Ketika Seongbuk-dong mengambil umpan maka seharusnya mereka membantu menggali kuburannya saat itu dan Kali ini, harus benar-benar menyingkirkan mereka. Lalu bertanya pada Tak tentang Gi Tae.
“Perintah larangan keluar negeri sudah diberlakukan sebelum dia melarikan diri. Dia pasti bersembunyi di suatu tempat Ketua Son Ui Seong tidak bisa mencarinya.”ucap Tak
“Pegang ekor Son Ma Ri dulu. Son Gi Tae tidak akan bisa melarikan diri. Dia takut dengan ayahnya, tapi pasti dia akan menghubungi putrinya.” Jelas Yi Kyung, Tak mengerti.
“Ketua kami... pasti merasa ketakutan. dana Chunha Finace yang masuk ke Bank Charity semuanya dibekukan!” tegas Yi Kyung sudah siap membalas dendam


Tuan Son terlihat sangat marah karena merasa Direktur Song  akan menambahkan bensin ke dalam api. Direktur Song pikir Tidak perlu marah padanya karena Ini kesepakatan yang Presiden Son sudah disetujui dan ia hanya mengambilkan untuknya.
“Apa Kau pikir aku sudah pikun? Kau menjual Gi Tae dengan beberapa rekening yang ilegal, tapi kau memiliki nama lain di kontrak! Dan sekarang kau meminta kami untuk memuntahkan uang itu?” kata Tuan Son marah
“Jika kau merasa bersalah, bawa anakmu kemari, ketua. Aku hanya bisa berbicara dengan Presiden Son.” Tegas Direktur Song, Ketua makin berteriak marah .
“Kurangi kemarahanmu, ketua. Berteriak dan menjerit hanya menaikkan tensi darahmu. Lihat kembali kontrak itu kalau kau luang, dan hubungi aku setelah kau selesai membacanya.” Ungkap Direktur Song lalu keluar dari ruangan. Ketua Son melihat ulang dan terlihat sangat marah.

Ma Ri datang ke sebuah hotel lalu mengetuk pintu sebuah kamar, terdengar suara bertanya Siapa yang datang. Ma Ri kesal karena sudah pasti ia yang akan datang karena tak mungkin ada yang lain. Terdengar suara kembali  Apakah datang sendirian. Ma Ri meminta agar segera membuka pintu saja. Akhirnya Gi Tae membuka pintu dan memastikan kalau tak ada yang mengikuti anaknya.
“Panggil seseorang untuk membersihkannya! Apa ini? Apa kau takut kalau mereka tahu kalau kau buron sekarang?” komentar Ma Ri melihat kamar ayahnya yang sangat berantakan. Gi Tae meminta anaknya berhati-hati saat berucap.
“Aku tidak tahu apa yang harus ku lakukan padamu, Ayah!” keluh Ma Ri, Gi Tae tak ingin anaknya banyak bicara, bertanya apakah sudah membawa uang tunai
Ma Ri merasa sangat lelah padahal sudah menyuruh ayahnya agar memakai kartu miliknya saja. Gi Tae merasa anaknya sengaja menyuruh untuk mengunakan kartunya lalu meminta orang akan menangkapnya, dan kalau bukan jaksa maka kakeknya itu yang akan menangkapnya.
“Aku mengawasi keadaan dari sini Tinggal di satu hotel lebih dari 3 hari itu berbahaya.” Ungkap Gi Tae menerima uang dari anaknya.

“Menyerahkan diri dan menjalani pemeriksaan. CEO Gang atau siapa pun itu Minta bantuan mereka... Apa kau sudah meminta bantuan mereka?” komentar Ma Ri, Gi Tae hanya diam sambil meminum sojunya.
“Jadi bukan kau yang melakukan ini, kan? Kau menyebabkan masalah tanpa memberitahu mereka. Benarkan?” kata Ma Ri ingin memastikan, Gi Tae menyuruh anaknya pergi saja dari pada banyak mengoceh.
“Aku akan menghubungimu dalam beberapa hari. Jika itu adalah panggilan dari nomor tak dikenal, segera angkat.” Perintah Gi Tae.
“Aku ingin pergi dan melaporkanmu!” ucap Ma Ri berjalan keluar dari kamar ayahnya,  Gi Tae panik menyakinkan anaknya untuk tak melaporkanya dan sangat mempercayai anaknya. Ma Ri seperti tak peduli keluar dari kamar ayahnya.
Gi Tae menegaskan kalau dengan Seo Yi Kyung kalau dirinya tak akan  mati sendiri.

Yi Kyung duduk didalam mobil, teringat kembali ucapan Se Jin “Aku mengkhawatirkanmu, CEO. Setiap langkah yang kau ambil, kau membuat musuh. Mereka tidak akan hanya duduk dan diam jika kau melakukannya dengan baik.” Lalu berusaha mengalihkanya dengan melihat berkas lainya.
Se Jin kembali ke meja kerjanya, lalu merasakan sesuatu bau parfum dalam mouse komputernya. Ia merasakan kembali kalau itu bukan bau parfum yang biasa dipakai, saat itu berpikir kalau ada seseorang yang duduk didepan meja kerjanya. 

Moo Sam pikir  Yi Kyung telah ditarik keluar dari proyek kota baru. Yi Kyung mengatakan kalau itu tentang proyek, tidak bisa melepaskan itu. Ia hanya membiarkannya sebentar karena ada hal mendesak lainnya, selain itu juga galeri S juga bergabung dengan kelompok investasi eksternal.
“Mengenai... salah satu yang tidak bisa bergabung ke proyek hanya karena tidak punya uang. Dia yang menyeleksinya, jadi tidak akan mudah. Gun Woo , anak nakal itu, merapikannya dengan hati-hati, Aku bahkan tidak bisa ikut campur!” tegas Moo Sam
“Jika salah satu menerima sesuatu, kita harus membayarnya juga..” Komentar Yi Kyung
“Aku juga tahu.. kalau kau punya peran besar pada akuisisi Korea WorksTapi tetap saja, proyek kota baru ...disimpan untuk Gun Woo sendiri, jadi apa yang bisa aku lakukan ? Bahkan jika kau menyiksaku, maka kau tidak akan mendengar jawaban yang kau inginkan. Karena aku benci untuk memihak antara Seongbuk-dong dan kau, Aku memberikan kewenangan penuh padau Gun Woo, kau tahu itu!” tegas Moo Sam

Yi Kyung hanya memalingkan wajahnya, Moo Sam meminta agar Yi Kyung Menyerahlah sebentar untuk proyek kota baru, dan urusi proyek lain yang harus dilakukan dengan Mujin. Yi Kyung memastikan kalau memang Moo Sam  terganggu nanti, maka bisa minta Gun Woo untuk jadi perisainya. Mo Sam menegaskan kalau hanya mengatakan kalau tidak punya pilihan saat ini!
“Membuat pilihan seperti itu mungkin akan menyadarkanmu kalau kau tak punya pilihan. Aku tahu alasanmu melakukan ini dengan jelas.” Ucap Yi Kyung
“Jangan bersikap terlalu keras, CEO Seo.” Pinta Moo Sam, Yi Kyung pikir tak ada yang bisa di lakukan,  karena sudah mendapatkannya dengan susah.

Gun Woo berbicara di telpa memberitahu  Mereka tidak bisa lagi ambil bagian dalam tender ulang, jadi sudah menduga Yi Kyung akan ikut investasi eksternal dan alasanya itu karena dirinya. Moo Sam juga sudah tahu,  menurutnya Yi Kyung akan pergi dengan taktik "Aku tahu semuanya".
“Dia pergi dengan kata yang sulit untuk dia lakukan.” Komentar Moo Sam, Gun Woo melihat Sek Moon datang dan menyuruhnya untuk duduk lebih dulu
“Aku yakin dia sedang menyusun strategi. Dia akan menerobos masuk lagi, mengatakan sesuatu yang lain.” Ungkap Gun Woo
“Aku akan terus bersikap seperti tidak tahu apa-apa, dan kau menanganinya sesuai keinginanmu.” Jelas Moo Sam, Gun Woo mengerti  lalu menutup telpnya.
Gun Woo bertanya pada Sek Moo Apa  sudah memeriksanya. Sek Moo mengatakan Sampai sekarang, tidak ada yang terlihat aneh, bertanya pada Gun Woo apakah ia pecaya kalau Se Jin itu telah memata-matai mereka, menurutnya  Lee Se Jin yang dikenal, tidak akan memperlihatkan perasaan itu.
“Aku juga tidak yakin. Bahkan file Collin Company sudah diserahkan Jadi Awasi saja Se Jin Tapi melihatnya masih belum kembali ke galeri, Pasti ada alasan yang lain..” Ungkap Gun Woo. Sek Moon hanya bisa menghela nafas

Sek Kim sedang asyik dengan layar komputernya, merasa bahagia karena  menangkap di tempatnya bersembunyi. Se Jin yang ada diseberang telp menanyakan keberadaanya. Sek Kim merasa kalau Se Jin tidak akan tahu bahkan jika melihatnya.
“ Wanita itu... Aku mengenalnya dengan baik, tapi kurasa dia tidak sebaik yang ku tahu.” Kata Sek Kim. Se Jin ingin tahu apa yang dinstall oleh Sek Moo pada komputernya.
“Ini adalah program akses remote. E-mail, Pesan, pencarian di internet. Segala sesuatu yang kau lakukan, dia bisa mengaksesnya kapanpun.” Jelas Sek Kim
“Lalu, Sek Kim, apa yang baru saja kau lakukan... apa dia tidak menemukannya?” ucap Se Jin panik
“Aku datang dan segera pergi, tidak meninggalkan apapun bahkan bayangan. Jadi Se Jin Haruskah aku menghapusnya sekarang?” tanya Sek Kim
Se Jin sempat panik bisa bernafas lega lalu memutuskan untuk membiarkanya, merasa kalau menghilangkanya maka mereka tahu kalau merasakan sesuatu. Sek Kim tak mengerti maksudnya.  

Sung Moon baru saja memberikan berkas, Yi Kyung pikir  Jika itu buruk, itu akan sangat sulit untuk menemukanya,tapi tetap saja tidak mungkin untuk tidak bisa menemukannya jadi Kedengarannya itu benar. Sung Moon mengatakan akan segara memulai bisnisnya. Yi Kyung pun mempersilahkanya.
Se Jin mengiriman pesan email pada Yi Kyung “Park Gun Woo sekarang menyelidiki Collin Company.” Lalu menelp mantan atasanya. Ia  mengatakan kalau email itu sebagia bukti bahwa sedang memata-mata Yi Kyung.
Gun Woo menerima telp dari Sek Moon seperti tak yakin mendapatkan laporan, lalu merasa mereka  bicarakan besok, wajahnya terlihat sangat marah. 

Se Jin sudah datang ke tempat Yi Kyung menceritakan  Mereka tidak akan membiarkannya sendirian. Menurutnya Gun Woo yang sekarang adalah orang yang akan melakukan apa saja, jika itu untuk perusahaan.
“Investigasi Collin Company tanpa sepengetahuanmu itu juga aneh.”ungkap Se Jin
“Dengan menekan Seongbuk-dong, dan menarikku keluar, itu pasti rencananya.” Kata Yi Kyung
“ Jika dia berpikir bahwa aku seorang mata-mata, maka dia sebaliknya akan memanfaatkanku, kan? Dengan memberikanku beberapa potongan informasi untuk diketahui, atau dengan memberikanku beberapa informasi yang salah. Dia akan memakai cara itu.” Kata Se Jin
Yi Kyung menyimpulkan kalau Se Jin memang sengaja ketahuan. Se Jin membenarkan. Yi Kyung menegaskan bahwa tidak pernah menyuruh untuk memata-matai Gun Woo. Se Jin mengaku kalau itu keputusanya, menurutnya Jika iadi curigai,  maka kecurigaan itu harus dimanfaatkan dan kalau sampai ketahuan, maka akan bertanggung jawab. Se Jin pikir Yi Kyung tak perlu mengkhawatirkan hal itu.
“Hanya karena dia mencurigaimu, kau jangan membenci pada Gun Woo. Dia juga hanya menjaga ambisi dan cita-citanya.” Ungkap Yi Kyung.
“Aku tahu dan tidak akan membenci siapa pun. Rasa Emosiku... sudah aku buang. Dan itu semuaKarena pekerjaan.” Ucap Se Jin. 


Tuan Jang bertanya pada Tuan Son apakah CEO Seo sudah datang ke proyek kota baru. Tuan Son membenarkan kalau Chunha Finance memiliki kontak dengan sebuah perusahaan investasi di luar negeri dan ada seorang teman yang bisa dipercaya disana.
“Karena Park Gun Woo menentang itu, dia tidak bisa menjadi bagian dari kelompok investasi. Dia akan mengambil uang dan berinvestasi ke dalam perusahaan lain.” Jelas Sek Nam
“Itu adalah taktik yang dapat menyebabkan masalah hukum. Hanya saja... untuk masalah seperti itu, Mujin Grup harus maju ke depan. Bagaimanapun, mereka adalah perusahaan yang bertanggung jawab.” Ungkap Tuan Son.
Tuan Jang pikir Sek Nam sudah bertemu Moo Sam, Sek Nam mengatakan kalau yang dikatakan Moo Sam bahwa Gun Woo  U yang bertanggung jawab atas kota baru, tampaknya Moo Sam tidak pernah terlibat. Menurutnya Jika bertemu dengan Gun Woo,  sulit untuk mengatakan apa dia akan percaya apa yang dikatakan. Tuan Son pikirini adalah kesempatan terbaikuntuk menangkap CEO Seo


Tuan Son menelp Yi Kyung melaporkan kalau sudah melemparkan umpan pada Tetua dan Sek Nam, Yi Kyung bertanya tentang reaksi keduanya. Tuan Son merasa keduanya berpikir itu adalah kesempatan langka untuk membereskan Yi Kyung dan  belum mendengar kapan dan bagaimana mereka akan bergerak.
“Itu sudah lebih dari cukup!” ungkap Yi Kyung, Tuan Son terlihat khawatir.
“CEO Seo...Janjimu. kau harus menepatinya.” Tegas Tuan Son yang melakukan karena Yi Kyung memberikan janjinya.
“Jangan khawatir soal anakmu. Staf kami akan menemukannya dan membiarkannya pergi ke luar negeri dengan aman. Jika kau ingin bertemu dengannya, maka kami akan mengatur untukmu juga.” Kata Yi Kyung
“Sebagai buronan, dia tidak akan tahan terlalu lama. Kau harus menemukan dia dengan cepat.” Ungkap Tuan Son, Yi Kyung mengerti. 

Yi Kyung lalu bertanya pada Tak keberadaan  Gi Tae sekarang,  Tak mengatakan Gi Tae ada di Hotel Dongseong, kamar no. 2001 dengan menggunakan nama palsu tadi malam. Yi Kyung meminta Tak agar mengawasinya lebih sering lagi karena mereka pasti membutuhkannya segera. Tak mengerti.
“Apa yang terjadi dengan Se Jin sekarang, CEO? Park Gun Woo sudah mencurigakan. Setidaknya sekarang, kau harus memintanya untuk meninggalkan kantor itu.” Ucap Sek Kim khawatir, Tak kaget karena Gun Woo mencurigai Se Jin merasa tak percaya mendengarnya.
“Apa dia akan melakukan sesuatu yang berbahaya?”ucap Tak khawatir, Yi Kyung meminta agar Tak diam saja.
“Jangan mencoba untuk membantu dan menghalanginya. Se Jin sekarang sudah mampu menangani langkah selanjutnya.” Tegas Yi Kyung, Tak pun hanya diam saja. 

Gun Woo datang melihat ruangan Se Jin dengan tatapan sedih, Se Jin melihat Gun Woo yang datang menyapanya bertanya Kenapa harus datang sendiri padahal sudah menerima email dari file yang diteliti. Gun Woo beralasan kalau takut Se Jin  akan bosan karena  sendirian sepanjang hari, Se Jin pikir tak ada masalah.
“Saat bekerja di toko, bos sering memiliki pekerjaan lain, dan meninggalkanku sendirian 24 jam penuh.” Ucap Se Jin
“Jadi Tidak ada masalah sulit lainnya?” kata Gun Woo, Se Jin membenarkan  dan mengatakan kalau akan memberikan print out segera. Gun Woo menatap Se Jin dengan sedih karena tenyata berkerja sebagai mata-mata, sementara Se Jin melirik sinis karena sudah dicurigai.


Sek Nam memberitahu kalau tidak sempat menyiapkan pengawalan. Tuan Jang pikir  Tidak perlu merepotkan orang lain , karena Tidak ada keuntungan mengawalnya. Sek Nam memastikan kalau Tuan baik-baik saja. Tuan Jang hanya menghela nafas panjang.

Tuan Park datang ke ruang pertemuan, tatapan langsung sinis melihat Tuan Jang yang menemuinya. Tuan Jang menyapa teman lama yang sudah lama tak bertemu menurutnya Tuan Park. Sek Nam menyapa Tuan Park lalu keluar dari ruangan membiarkan keduanya bicara.
“Berhenti melihatku dan duduklah. Meskipun kita bermusuhan hampir selama satu periode, kita juga benar-benar sudah tua sekarangn, kan?” ucap Tuan Jang,  Tuan Park pun duduk dengan memalingkan wajahnya.
“Setelah menghindarinya terus, pada akhirnya, aku yang akan menang. Maafkan aku, Mu Il.”kata Tuan Jang
“Pembicaraan ini membuatku sakit gigi. Kenapa kau bicara omong kosong? Langsung ke intinya saja.” Komentar Tuan Son tak ingin bertele-tele.
“Bagiku, aku hampir tidak tahu alasan untuk melawan. Bahkan aku pun... tidak pernah menganggapmu atau Mujin Group sebagai orang asing.” Ungkap Tuan Jang, Tuan Son mengeluh temanya yang terus berbicara omong kosong dan memilih untuk pergi saja.

“Putri Seo Bong Su...sepertinya siap melakukan serangan.”ungkap Tuan Jang, Tuan Park terdiam dan kaget mendengarnya
Tuan Jang yakin kalau Tuan Park pasti bertemu dengan Yi Kyung juga dan ingin tahu alasannya datang ke Korea. Tuan Park mengatakan kaalu Yi Kyung  punya ambisi besar dan ingin naik ke puncak dunia.
“Sepertinya aku akan percaya! Itu semua alasanya. anak yang ada di sini untuk membalas dendam pada kita berdua, kau dan aku.” Ucap Tuan Jang, Tuan Park seperti tak percaya Yi Kyung ingin membalas dendam
“Dia bilang akan menjatuhkanku... dan mendapatkan kembali apa yang dicuri dari ayahnya. Anak itu berencana untuk melahap bahkan seluruh Mujin Group.” Ucap Tuan Jang.
Sementara Yi Kyung sedang duduk diam dengan alat hitung tradisional yang sering digunakan ayahnya. Tuan Jang pikir mereka tidak bisa membiarkannya. Tuan Park bertanya apakah  Yi Kyung mengatakan bahwa  akan berinvestasi dalam proyek kota baru. Tuan Jang pikir Yi Kyung  Mungkin  akan mengeluarkan uang dengan jumlah yang sangat besar.
“Jika kau tidak hati-hati, proyek yang kau sayangi, bisa diambil olehnya. Proyek kota baru Mujin adalah proyek hadiahku kepadamu, kan? Kita tidak bisa membiarkan beberapa orang bermata liar menghambur-hamburkan begitu saja.” Kata Tuan Jang
“Jang Tae Jun, Bicara langsung saja ke intinya! Kau bilang Hadiah? Kau membuat perusahaanku dalam masalah besar di Rusia, dan melemparkan tulang pada kami, kau bilang kau menyesal! Bukankah begitu?” ucap Tuan Park Sinis, Tuan Jang merasa temanya itu masih salah paham.
“Tentunya tidak! Kesalahpahaman apa itu? Kau tipe pria yang seperti apa... semua masih ada dalam pikiranku, sangat jelas! Kau dikejar Bong Su sampai sini. Dan sekarang, Kau ingin putrinya diusir. Hei, Aku pria... Melakukan ini, Apa Kau pikir kau akan hidup selama-lamanya?” sindir Tuan Park
Tuan Park pikir sudah selesai dengan apa yang dikatakan, dan Tuan Jang bisa memutuskan apa yang ingin dilakukan lalu berdiri dari tempat duduknya. Tuan Park meminta agar melepaskan  keserakahan orangtua ini dan biarkan dia pergi sekarang. Tuan Jang menegaskan setelah  hidup cukup lama, waktu akan datang untuk membiarkannya pergi. Tapi waktu itu belum datang.

Sek Nam bertanya pada Tuan Jang apakah  Tuan Park akan mempercayainya. Tuan Jang mengaku datang  bukan untuk membuat untuk mempercayainya, tapi Selama temanya itu encurigainya, maka itu sudah cukup.
“Mu Il... Aku tahu sifat orang itu sangat baik.” Ucap Tuan Jang, sementara Tuan Park terlihat mondar mandir dalam kamar rawatnya. 

Se Jin memoleskan lipstik pada bibirnya lalu dikagetkan dengan Tak datang dan memberikan isyrat untuk diam. Tak berkeliling ruangan dengan memastikan kalau tak ada penyadap, setelah itu memastikan  Ruanganya aman. Se Jin bertanya apakah Yi Kyung yang menyuruhnya datang.
“Tidak, aku datang sendiri. CEO mengatakan bahwa kau tahu bagaimana mengurus diri sendiri. Tapi aku masih merasa tidak nyaman.” Akui Tak, Se Jin mengejek Tak yang tetap pergi walaupun sudah dilarang.
“Sek Kim meminjamkan peralatan ini. Akhir-akhir ini, aku mengkhawatirkanmu.” Ungkap Tak melihat Se Jin  yang akan pergi sekarang
“Jika kau pergi, aku bisa pergi denganmu.” Kata Tak, Se Jin pikir dirinya juga tak ingin pergi sendirian. 

Keduanya berjalan bersama, Se Jin berpesan pada Tak kalau Sekarang tidak perlu khawatirkannya karena kalau pun itu sulit, maka akan meminta bantuannya Dan jika tidak nyaman, maka akan cepat menghubunginya. Lalu jika  tidak melakukannya, itu berarti Tak tidak perlu khawatir.
“Apa kau tidak percaya padaku?” tanya Se Jin, Tak mengaku mempercayainya. Se Jin malah merasa aneh Tak yang malah mempercayainya.
 “Ketika kau pertama kali datang ke Galeri, Aku tidak akan percaya. Tapi sekarang..Kau juga sudah dewasa. Tapi tetap saja menjauh dari hal-hal berbahaya. Menghindari adalah rencana terbaik.” Ungkap Tak
“Benar... Kau juga, jika pekerjaanmu membuatmu terluka, jangan melawan, tapi lari.” Kata Se Jin, Tak hanya tersenyum mendengarnya.
Bersambung ke part 2

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar