PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Sabtu, 06 Mei 2017

Sinopsis Ms Perfect Episode 19 Part 1


PS : All images credit and content copyright : KBS

Jae Bok datang kerumah sakit dan sudah menelp sebelumnya, Perawat dengan sinis sudah mengatakan kalau  Lee Eun Hee baik-baik saja. Jae Bok merasa penasaran dan ingin melihatnya. Perawat memberitahu kalau Jam besuk sudah berakhir. Jae Bok memohon agar bisa melihatnya.
Akhirnya si perawat pun mengantar di depan ruang rawat dengan memastikan kalau Eun Hee baik-baik saja. Jae Bok pun memanggil Eun Hee lalu sadar kalau yang dipegang adalah boneka Hae Wook dan ternyata Eun Hee yang mengambilnya.
Saat itu si wanita yang duduk memalingkan wajahnya, Jae Bok kaget ternyata bukan Eun Hee yang ada diruang rawat.  Ia pun merasa sudah menduganya kalau wanita didalam bukan Eun Hee dan mencari keberadaanya.

Tiba-tiba suasana dalam lorong terlihat seperti mengeluarkan asap dan dua anak-anaknya berdiri di lorong. Jae Bok kaget melihat Eun Hee berdiri dibelakang anaknya dengan senyuman seperti ingin mencekik. Jae Bok mengingau memanggil anak-anaknya.
Dua anaknya pun bangun karena mendengar ibunya yang mengigau sambil berteriak. Hae Wook pun tah ibunya bermimpi lagi.  Jae Bok melihat dua anaknya dan langsung memeluknya karena sangat khawatir anaknya akan disakiti oleh Eun Hee. 

Jung Hee memakai dasinya, teringat kembali saat Eun Hee datang memberikan pilihan dasi untuknya. Lalu saat Eun Hee yang sangat marah karena dianggap sebagai berkerja sama dengan Jae Bok untuk membawanya masuk ke rumah sakit jiwa.
Akhirnya Jung Hee sudah siap dan menuruni tangga, tiba-tiba dikagetkan saat melihat Eun Hee menyapanya sudah ada dilantai bawah. Ia pun bertanya Bagaimana Eun Hee bisa keluar. Eun Hee malah binggung dengan pertanyaan Jung Hee. 

Ternyata bukan Eun Hee yang bicara tapi ibu Jung Hee datang ke rumahnya. Jung Hee pun sadar kalau itu hanya halusinasinya saja.  Ibu Jung khawatir melihat wajah anaknya sangat pucat. Jung Hee pun bertanya kenapa ibunya datang ke rumahnya pagi-pagi sekali.
“Ohh.. Aku mengkhawatirkanmu. Moon Eun Kyung ada di RSJ, Jadi kau sendirian. Kau belum sarapan, kan? Ibu akan membuatnya” ucap Ibu Jung Hee.
“Tidak masalah. Aku harus pergi bekerja.” Kata Jung Hee segera pamit pergi.  
“Tapi.. Apa kau yakin Moon Eun Kyung ada di RSJ kan?” kata Ibu Jung Hee khawatir, Jung Hee yakin karena sudah memeriksanya lalu pergi berkerja.
Ibu Jung Hee merasa kasihan pada anaknya lalu berpikir kalau akan berdua saja tinggal dengan anaknya dirumah yang besar. 

Jung Hee keluar rumah dan tak melihat mobilnya lalu menelp sopir Kim. Sopir Kim dengan ketus mengatakan kalau sudah berhenti dan langsung menutup telp.
Akhirnya Jung Hee masuk ke ruangan dan dibuat binggung dengan semua barang dikeluarkan dari ruangan. Tuan Oh pun berbicara ditelp melaporkan kalau semuanya sudah dibereskan. Jung Hee pun bertanya pada Tuan Oh apa sebenarnya yang terjadi di ruangan.
“departemenmu sudah dihentikan. Jung Hee...  Anda dipecat hari ini.” Ucap Tuan Oh sinis. Jung Hee kaget mendengarnya.
“Ada begitu banyak proyek yang aku kerjakan Bagaimana bisa kau melakukan ini? Apa yang kau lakukan?” kata Jung Hee tak terima.
“Koo Jung Hee , Kau bukan siapa siapa sekarang.” Ucap Tuan Oh bergegas pergi. Jung Hee berteriak memanggilnya dan menatap sedih melihat papan nama “Direktur Koo Jung Hee” 

Jae Bok menelp untuk menyakinkan kalau Lee Eun Hee di RSJ dan meminta apabila terjadi sesuatu, maka memohon agar menghubunginya. Bong Goo pun bertanya apakah Eun Hee baik-baik saja. Jae Bok mengaku kalau baik-baik saja.
“itu Bagus.. Dia kan butuhkan pengobatan dan penyembuhan  Supaya bisa menjawab pertanyaan saat Interogasi.” Kata Bong Goo
“Setiap kali aku hubungi, Mereka selalu mengatakan hal yang sama.” Ucap Jae Bok merasa khaawatir
“Jae Bok, jangan terlalu khawatir  Aku sudah lihat dan dia mendapatkan pengobatannya” ucap Sam Kyu
Jae Bok masih tak yakin apakah Eun Hee benar-benar jadi lebih baik, merasa kalau  Untuk beberapa alasan, merasa Eun Hee tidak berada di sana dan terus memimpikan itu. Sam Kyu merasa Jae Bok belakangan ini sudah menjadi sensitif dan harus banyak istirahat.
Bong Goo yang melihat kekhawatiran Jae Bok mengajak untuk pergi, Jae Bok binggung kemana anak pergi. Bong Goo mengatakan kalau mereka akan melihat Lee Eun Hee dan Jae Bok pasti nanti akan  sakit karena memikirkan. Jae Bok tahu saat pergi menemui Eun Hee tapi ditolak untuk bertemu. Bong Goo tak peduli mengajak Jae Bok segera pergi saja.
“Baiklah. Masuklah ke sana entah bagaimana, dan pastikan keberadaannya dengan mata kepalamu. Aku merasa kasihan denganmu” ucap Sam Kyu. Jae Bok pun akhirnya setuju pergi dengan Bong Goo. 

Jung Hee masuk rumah kaget melihat koper yang ada diluar dan bertanya pada ibunya. Ibu Jung Hee memberitahu kalau koper itu adalah barang mereka dan seseorang menyuruhnya untuk pergi dari rumah Eun Hee. Tuan Ha keluar dari kamar, Jung Hee pun bertanya siapa orang itu karena tak mengenalnya.
“Ini perintah Bryan” ucap Si pria lalu memberikan ponselnya. Jung Hee langsung mengumpat marah pada adik iparnya.
“Seperti yang kau lihat, jadi Kosong rumahnya. Kakakku tidak ada dan Kau tidak punya hak untuk tinggal di sana.” Ucap Bryan tak peduli
“Bagaimana bisa kau mengusir seseorang tiba-tiba begini? Aku bertunangan dengan kakakmu” ucap Jung Hee
“Kau bilang tunangan? Kau benci dengannya dan bilang kalau kakaku itu gila Bukankah lucu kalau kau masih disana?” ucap Bryan menyindir. Jung Hee pun setuju kalau akan segera pergi dan keluar bersama ibunya. 


Di depan rumah
Jung Hee mengajak ibunya segara pergi dengan barang bawaan mereka. Ibu Jung Hee binggung kemana mereka akan pergi. Jung Hee pikir bisa pergi ke rumah ibunya. Ibu Jung Hee menatap sedih anakanya.
“Apa? Jadi kita tidak punya tempat tinggal?”Ucap Jung Hee bisa mengetahui dari tatapan ibunya.
“Oh, Adikmu Jung Bae ingin membuka usaha, jadi dia mengambil deposit sewa Rumah dan kabur” cerita Ibu Jung Hee yang sengaja datang pagi-pagi kerumah anaknya.
“Kenapa ibu memberinya semua itu? Ah.. Ibu, Tempat ituu ... Apartemen yang dibelikan Eun Hee untuk ibu?” ucap Jung Hee mengingatnya. Ibu Jung Hee sambil mengumpat kalau anak bungsunya juga mengambil semuanya.
“Kalau ibu memberinya semua itu, di mana kita akan tinggal?”ucap Jung Hee benar-bena kebingungan tak memiliki tempat tinggal. 

Jae Bok dan Bong Goo sudah ada diruang tunggu, perawat memberitahu kalau Lee Eun Hee sudah datang. Eun Hee datang menemui keduanya dengan pakaian rumah sakit dan rambut yang tergerai. Ketiganya pun duduk berhadapan.
“Aku dengar kalian datang mengunjungiku terakhir kali, tapi aku tidak bisa melihat kalian. Itu Karena aku belum siap bertemu dengan siapapun. Maafkan aku” ucap Eun Hee dengan nada lembut tak seperti biasanya.
“Apa kau sudah lebih baik sekarang?” ucap Jae Bok merasa masih tak yakin. Eun Hee mengaku merasa sedikit lebih ringan dan menanyakan keadaan Jae Bok sekarang karena kelihatan tidak sehat
“Eun Hee , Kau terlihat lebih baik.” Ucap Bong Goo Sinis, Eun Hee mengaku merasa lebih baik
“Aku minum pil dan mendapatkan pengobatan. Karena aku, kakak merasa tidak sehat kan?” ucap Eun Hee merasa bersalah.
“Sebenarnya, Aku sudah cemas. Orang-orang mengatakan kepadaku kalau kau ada di sini, tapi aku tidak percaya. Itu sebabnya aku datang.” Akui Jae Bok
Eun Hee pun mengerti, karena sudah melakukan banyak kesalahan kepada Jae Bok dan bahkan tidak bisa meminta maaf. Lalu ia pun meminta maaf. Bong Goo merasa tak yakin Eun Hee itu benar-benar tobat dan bukan hanya akting. Eun Hee akhirnya mengaku menyesal apa yang sudah terjadi dengan Na Mi dan tahu Bong Goo pasti sangat bersedih. Bong Goo sempat terdiam mengingat kembali kehilangan Na Mi.
“Setelah kalian datang ke sini, aku pikir-pikir. Aku sudah sangat banyak melukai orang orang. Kenapa aku melakukannya? Aku benar-benar menyesal.” Ucap Eun Hee.
“Itu karena penyakit mental mu, tetapi kau tidak akan di berikan pengampunan. Kau membuat kami semua menderita.” Ucap Jae Bok, Eun Hee kembali meminta maaf.
“Aku penasaran denganmu jadi Tolong jawab dengan jujur Apa yang terjadi dengan Na Mi ... Apa itu bukan kau yang melakukannya?” ucap Bong Goo ingin tahu.
Eun Hee terlihat gugup dan binggung, perawat tiba-tiba datang dan langsung meminta mereka Jangan merangsang pasien. Bong Goo merasa tak melakukan kesalahan. Akhirnya perawat memberitahu kalau Jam kunjungan sudah berakhir dan meminta agar pergi.
“Aku baik-baik saja. Mereka datang jauh jauh. Aku tidak keberatan berbicara lagi.” Ucap Eun Hee berusaha untuk ramah pada keduanya.
“Sudah waktunya untuk terapi musik “ kata perawat, Eun Hee pun tak bisa menolak dan akan pergi.
“Kakak, jangan gugup... Aku bukan lagi ...Lee Eun Hee yang kau kenal” ucap Eun Hee menyakinkan.
“Apa Kau menghiburku?  Ini lucu Apa karena pengobatanmu berjalan dengan baik? Kami akan datang kembali lain waktu. Kita akan berbincang lagi nanti. ” komentar Jae Bok sinis. 

Eun Hee pun belajar menyanyi dengan pasien lainya dengan senyuman bahagia seperti kembali normal. Jae Bok dan Bong Goo melihata dari depan pintu.
“Lee Eun Hee tidak berubah sama sekali. Dia hanya berakting” ucap Jae Bok yakin
“Jika dia tidak berubah, Akan ketahuan saat dilakukannya tes.” Kata Bong Goo meyakinkan dan menanyakan keadaan Jae Bok sekarang.
“Aku baik-baik saja. Aku harus menjadi. jika ingin menghadapi Lee Eun Hee.” Ucap Jae Bok 

Sam Kyu melihat sebuah tas di etalase merasa tas itu sangat cocok dengan Won Jae dan mengecek dari ponselnya harga tas tersebut. Mulutnya langsung melonggo melihat harga yang sangat mahal hanya untuk sebuah tas.
Lalu teringat sebelumnya Won Jae yang berkata kalau  akan membayar makanan dan bisa membeli segalanya, jadi Sam Kyu tidak perlu merasa tertekan. Akhirnya Sam Kyu menyakinkan diri sebagai seorang pria maka  akan membelikan Won Jae bahkan jika harus menjual gigi emasnya. 

Sam Kyu duduk didalam restoran dengan sudah membawakan tas sebagai hadiah. Won Jae melihat dari depan pintu seperti tak percaya Waon Jae akan membelikan makan malam di tempat yang romantis lalu berpikir dirinya yang runtuh. Saat itu Hye Ran datang menyapa temanya.
“Won Jae... Apa kita akan makan malam di sini? Kau yang traktir ‘kan?” ucap Hye Ran lalu sadar melihat Sam Kyu ada di dalam restoran.
“Hei, Kau mau mempertemukan kami ber dua?” ucap Hye Ran kesal, Won Jae membenarkan menyuruh mereka menghabiskan waktu berdua saja dan bergegas pergi.
“Hei, Won Jae... Apa yang kau lakukan? Jika kau menyerahkan dia seperti menjadi relawan, Apa kau pikir aku akan berterima kasih dan membawanya? Sudahlah... Lupakan. Temui dia sesukamu” ucap Hye Ran tak pedulii
“Kau ini kenapa? Aku pikir kau menginginkan dia lagi. Kau harus berkencan dengannya. Persahabatan lah yang lebih utama bagiku” kata Won Jae mendorong Hye Ran agar pergi.
“Apa kau pikir aku tidak punya harga diri? Aku punya banyak pria.” KataH Hye Ran
Keduanya saling mendorong-dorong siapa yang harus menemui Sam Kyu di dalam restoran. Sam Kyu bisa mendengar keributan dari luar dan meninggalkan tempat duduknya, lalu berjalan keluar saat membuka pinu dengan sengaja memeluk dua ahjumaa.
Won Jae dan Hye Ran melihat Sam Kyu bangga karena jadi rebutan memilih untuk pergi meninggalkanya. Won Jae hanya bisa menahan kesakitan karena kena pukul. 


Bong Goo dan Jae Bok berjalan bersama, Bong Goo bertanya apakah Jae Bok masih bermimpi buruk. Jae Bok menceritakan Eun Hee baik mengejar dan anak-anakmenghilang. Ia pun tidak bisa tidur dengan nyenyak, jadi agak lelah. Bong Goo pun menarik Jae Bok untuk duduk dibangku taman.
“Tidur di sini selama 10 menit.” Ucap Bong Goo melepaskan jasnya. Je Bok merasa akan tidur di rumah.
“Kau bilang tidak bisa tidur di rumah, tidur saja 10 menit. Kalau kau tidur selama 10 menit, pasti kau akan merasa baikan, Aku akan menghitung 10 menit dari sekarang, oke?” ucap Bong Goo
“Baiklah. Hanya 10 menit.” Kata Jae Bok sudah mengunakan jas dan memejamkan matanya.
“Bagaimana bisa kau tidur seperti itu? Kau tidak bisa tidur seperti itu. “ kata Bong Goo langsung menarik kepala Jae Bok agar bersandar di pundaknya.

“Kau  mengantuk, kan? Ini yang harus kau lakukan.” Ucap Bong Goo bangag dengan melihat Jae Bok yang bersandar dibahunya.
“Kau tahu, orang tuaku berpisah.. jadi aku tinggal sendirian sejak masih sekolah menengah. Aku pikir tidak ada gunanya untuk hidup dan Banyak orang yang mengoceh dimana mana Tapi menakutkan tidur sendirian di sebuah apartemen bawah tanah. Aku bersikap seperti ini supaya mimpi burukku hilang” cerita Bong Goo
“Hari ini, Kau akan melalui masa sulit seperti itu. Rasanya benar-benar sangat buruk. Aku berharap bisa pergi ke mimpimu dan menghilangkannya untukmu.” Ucap Bong Goo lalu melihat Jae Bok malah tak tertidur.
“Dari tadi kau membual, Bagaimana bisa aku tidur” keluh Jae Bok  Bong Goo mengerti lalu menyuruh Jae Bok tidur saja, Jae Bok pun memejamkan matanya bersandar di pundak Bong Goo. 


Jae Bok duduk diam dalam kamar, Hae Wook tertidur mengigau memanggil ayahnya seperti rasa kangen yang mendalam. Jae Bok sedih memeluk anaknya, lalu memikirkan apakah mantan suaminya itu baik-baik saja.
Akhirnya ia menelp Jung Hee tapi Jung Hee yang sedang berada di situasi sulit hanya menatap layar ponselnya dan dan memilih untuk tak mengangkat ponselnya. Seperti ia merasakan karma dari keserakahanya. 

Eun Hee terus menerima perawatan dengan belajar mengambar, wajahnya terlihat bahagia mengambar wajahnya. Eun Hee pun mengambar pohon dengan rumah. Ia pun sudah bisa berbicara dengan teman-temanya seperti orang biasa tanpa gangguan mental
[Satu bulan kemudian]
Jung Hee kembali berkerja di kontruksi, dengan fisik yang tak biasa berkerja kasa menjatuhkan bata yang dibawanya. Atasanya pun memarahinya agar berkerja dengan benar. Saat makan siang hanya makan roti dan sekotak susu, lalu beberapa anak remaja lewat berjanji untuk pergi ke Warnet. Ia pun teringat dengan Jin Wook yang sebaya dengan anak tersebut, dan terakhir kali mengajarkanya bermain gitar. 

Jung Hee melihat Jin Wook dan Che Ri berjalan keluar sekolah. Didepan mereka seorang teman yang bahagia melihat ayahnya yang menjemput dengan mobil dan memakai pakaian rapih. Teman-temanya pun mengangumi mobil ayahnya dan juga bangga melihat ayah temanya.
“Mereka sangat kekanak-kanakan. Itu mobil ayahnya, bukan miliknya.” Keluh Che Ri lalu tersadar melihat Ayah Jin Wook yang berada di balik dinding. Jung Hee langsung bergegas pergi tak ingin dilihat oleh anaknya.
Keduanya pun berusaha mengejar Jung Hee, Jin Wook tak melihat ayahnya dan merasa kalau itu bukan ayahnya. Tapi Che Ri yakin itu ayah Jin Wook. Jin Wook pikir tak mungkin karena ayahnya tak mungkin terlihat lusuh dan kotor, karena Ayahnya itu sangat keren.
Che Ri pikir Jin Wook bagus karena memiliki ayah, Jin Wook meminta maaf pada Che Ri karena sudah tak memiliki ayah, Che Ri pun seperti sudah biasa dan kembali mengajak pergi. Saat itu Jung Hee pun melihat anaknya langsung meminta maaf. 

Won Jae mengeluh karena Pembantu dirumah sudah membeli semua kebutuhan Che Ri mengaku kalau ingin berbelanja dengan ibunya saja. Won Jae pun memuji anaknya yang masih manja. Sam Kyu datang melambaikan tanganya, Che Ri seperti senang Ahjussi Sam Kyu akhirnya sampai. Won Jae mengeluh anaknya malah memanggil Sam Kyu.
“Ini daftar belanja kami, Tolong bantuannya “ kata Che Ri. Sam Kyu pun meminta Che Ri jangan khawatir.
“Ahjussi akan mendapatkan bahan makanannya tanpa kesalahan.” Kata Sam Kyu
“Aku mau pergi sekarang, Ibu. Aku ada pelajaran bermain cello” ucap Che Ri bergegas pergi. Won Jae tak percaya anaknya bisa membuat dirinya bertemu dengan Sam Kyu.
“Ibu... Mereka mengatakan cinta itu tentang waktu. Jangan sampai terlewatkan” ucap Che Ri bergegas pergi.
Won Jae memanggil anaknya yang sudah kabur,  Sam Kyu pun meminta agar mendorong trolly. Won Jae pun membiarkan dan terlihat sedikit gugup.Che Ri melihat dari balik rak tersenyum bisa membuat ibunya bertemu dengan Sam Kyu. 

Jae Bok pergi ke Motel dan berjalan dilorong, saat mengetuk pintu dikagetkan dengan ibu mertuanya keluar. Ibu Jung Hee pun menyapa mantan menantunya. Jae Bok bertanya kenapa ibu Jung Hee ada di Motel. Ibu Jung Hee mengaku kalau ceritanya panjang dan mengajaknya masuk.
Jae Bok merasa kasihan melihat ruangan kecil dengan ada jemuran dalam ruangan. Ibu Jung Hee pun mengajak Jae Bok duduk di atas tempat tidur,Jae Bok sudah menndengar dengar Ayah Jin Wook berhenti dari perusahaan. Ibu Jung Hee menegaskan kalau Bukan berhenti tapi dipecat.

“Sejak Moon Eun Kyung atau Eun Hee itu pergi, kami telah dilemparkan ke tempat sampah. Kami diusir dari rumah yang bagus “ cerita Ibu Jung Hee.
“Apa sejak saat itu ibu sudah tinggal disini? Dimana dia bekerja?” tanya Jae Bok. Ibu Jung Hee mengaku kalau dimana saja.
“Dia seorang pekerja yang baik, Jadi dia akan mendapatkan pekerjaan secepatnya” ucap Jae Bok menyakinkan.
“Tapi bagaimanapun ... Aku sudah kekurangan uang akhir-akhir ini. Apa kau punya uang?” kata Ibu Jung Hee.
Jae Bok merasa sedikit kesal karena itu alasan ibu mertuanya memanggilnya. Ibu Jung Hee berjanji setelah anaknya  mendapat pekerjaan yang baik, maka akan membayarnya kembali. Jae Bok mengeluarkan dompet dan memberikan semua uang yang ada didalam dompetnya.
Jung Hee masuk kamar kaget melihat Jae Bok ada di dalam kamar, begitu juga Jae Bok melihat Jung Hee yang lusuh tak seperti sebelumnya. Ibu Jung Hee ikut panik melihat anaknya yang pulang lebih awal hari ini. Jung Hee kesal melihat ibunya yang harus memanggil Jae Bok. 

Keduanya pun berada diatap gedung, Jung Hee menanyakan tentang anak-anak.  Dan merasa kalau Hae Wook pasti sudah banyak berubah. Jae BOk bertanya apakah Jung Hee ingin melihat mereka dan merencanakan untuk makan malam bersama.
“Sebelumnya kau tidak membiarkan aku melihat mereka. Apa kau merasa kasihan padaku?” ucap Jung Hee heran
“Itu karena Lee Eun Hee. Dia terlalu berbahaya untuk anak-anakku, Anak-anak juga merindukanmu. Jadi Kapan kau datang?” ucap Jae Bok, Jung Hee pikir tak perlu.
“Bagaimana bisa aku melihat mereka seperti ini?” ucap Jung Hee rendah diri
“Aku akan pergi mengunjungi mu sesekali” ucap Jae Bok. Jung Hee melihat Jae Bok kalau dalam keadaan baik.
“Ada desas-desus bilang kalau perusahaanmu akan berkembang.” Ucap Jung Hee. Jae Bok membenarkan kalau sangat sibuk akhir-akhir ini.
“Baguslah... Kau akan memenuhi impianmu. Aku yakin itu.” Komentar Jung Hee.
Jae Bok yakin kalau Jung Hee sangat membencinya, karena sekarang kehilangan segalanya dan mengirimnya ke RSJ. Jung Hee mengaku kalau awalnya seperti itu, Tapi menurutnya tidak berhak begitu dan merasa bodoh saat itu dan pasti kehilangan pikirannya, lalu meminta maaf.
“Kau boleh tidak memaafkanku. Aku sungguh minta maaf kepadamu dan anak-anak. Aku hanya ingin melakukannya dengan baik. Aku ingin menjadi ayah yang keren” akui Jung Hee. Jae Bok terdiam seperti bisa mengerti. 
Jae Bok menyuruh Jung Hee masuk saja ke dalam, Jung Hee mengatakan akan mengantar sampai depan. Jae Bok sudah sampai depan dan menyuruh Jung Hee masuk. Jung Hee meminta agar Jae Bok bisa Beristirahat dan Pergi ke dokter kalau merasa kesakitan. Jae Bok mengangguk mengerti.
“Bagaimana bisa ini terjadi pada kita? Bagaimana bisa?” gumam Jae Bok merasa tak percaya, Jung Hee terus menatap dari belakang seperti merasa menyesal dengan keadaanya yang berubah. 




Jae Bok mengangkat ponselnya,  Bong Goo menanyakan keberadaanya. Jae Bok memberitahu sedang dalam perjalanan ke kantor dan ingin tahu kenapa menelpnya. Bong Goo memberitahu kalau  Lee Eun Hee sudah keluar dari RSJ. Jae Bok benar-benar kaget mendengarnya dan bertanya Kapan keluar.
“Itu Baru saja. Aku sudah memeriksanya. Apa kau baik-baik saja?” kata Bong Goo. Jae Bok mengaku baik-baik saja dan dari kejauhan Jung Hee melihat Jae Bok terlihat gugup.
Jung Hee pun menanyakan ada apa. Jae Bok dengan nada panik memberitahu kalau Lee Eun Hee sudah keluar dan bertanya apakah Jung Hee akan bertemu lagi dengannya.
“Tidak berpikir tentangnya saja membuatku takut.” Ungkap Jung Hee.
“Apa kau baik-baik saja? Kau harus Berhati-hati. Dia mungkin akan mencarimu lagi” kata Jae Bok khawatir
“Aku baik-baik saja, Aku tidak takut apa pun.” Kata Jung He, Jae Bok meminta agar Jung Hee bisa berhati-hati. Jung Hee pun meminta agar Jae Bok dengan anak-anaik bisa berHati-hati.


Eun Hee tersenyum bahagia pulang kerumah dan memanggil ibunya kalau sudah kembali pulang, lalu teringat kalau ibunya yang membela dirinya dengan mengaku sebagai pelaku yang membunuh Na Mi. Lalu masuk ke dalam ruang rahasinya, wajahnya tersenyum bahagia melihat papan yang masih menempel foto Jung Hee sebagai obsesinya selama ini.

Bersambung ke part 2

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 
INSTRAGRAM dyahdeedee09  FANPAGE Korean drama addicted

Tidak ada komentar:

Posting Komentar