Jumat, 25 Agustus 2017

Sinopsis Manhole Episode 6 Part 1

PS : All images credit and content copyright : KBS
Soo Jin berjalan masuk ke dalam rumah sakit dengan wajah tegang,  saat itu ia kaget melihat Suk Tae dan ayahnya datang lalu bertanya apa yang sedang dilakukanya, lalu melihat Phil yang ada di trolly.
“Soo Jin , aku harus pergi sekarang. Aku tidak punya banyak waktu. Kau tidak akan mengerti meski kujelaskan.” Ucap Phil dalam tubuh Suk Tae.
“Aku mengerti.. Kau....Phil, 'kan?” ucap Soo Jin. Phil kaget Soo Jin bisa mengetahuinya. 

Keduanya akhirnya sampai di terowongan di dekat Man Hole, Phil sudah keluar dari tubuh Suk Tae. Ia bertanya apakah Soo Jin bisa melihatnya. Soo Jin mengaku Tidak Tapi bisa merasakan.
“Kau Phil.. benar 'kan? Aku tahu saat menatap matamu. Di matamu... ada... sesuatu yang istimewa sejak lama.” Ucap Soo Jin lalu memeluk Phil dengan erat. Phil terdiam seperti tak percaya kalau Soo Jin bisa merasakan jiwanya yang datang.
“Apa Kau tahu berapa lama aku menunggumu? Banyak sekali yang ingin aku katakan padamu. Kau akan tetap bersamaku, 'kan? Kau akan tetap seperti ini kan, Phil ?” kata Soo Jin memeluk Phil
“Aku... selalu ada di sisimu, Soo Jin” kata Phil lalu tiba-tiba jiwanya keluar dari tubuh Suk Tae saat berpelukan dengan Soo Jin. 


Keadaan kembali berada di rumah sakit, Suk Tae binggung karena tiba-tiba di tahan oleh dua petugas begitu juga Ayahnya. Phil tak bisa melakukan apapun karena keluar dari tubuh Suk Tae. Soo Jin sebelumnya melihat Phil mencoba untuk melihat keadaanya.
“Soo Jin.. Kenapa aku ada di sini?” ucap Suk Tae terus dipegang oleh Petugas seperti tahanan. Soo Jin terdiam tak percaya karena sebelumnya bisa melihat Phil.
“Tidak... Tadi itu Phil... Siapa kau?” ucap Soo Jin. Saat itu Suk Tae melihat ayahnya ditangkap juga oleh petugas bertanya kenapa ada dirumah sakit.
“Hei, kenapa aku ada di sini? Ini aneh. Tolong lepaskan aku.” Jerit Suk Tae kebingungan.
Di bawah manhole, lampu mulai berkedip tanda kalau Phil seharusnya bisa masuk dan pergi ke tempat lain. Tapi Phil tak datang membuat lampu hanya menyala saja dan Manhole tak terbuka.
 (Episode 6 : Mencintai Seolah Untuk Terakhir Kali)

Empat sekawan duduk di tempat Goo Gil, Jin Sook menanyakan kesibukan Dal Soo dan Goo Gil juga merasa mereka yang sudah Lama tidak bertemu. Dal Soo mengaku hanya bekerja pada kakaknya dan Secara teknis, bergantung padanya.
“Kalau begitu, sebaiknya kau pulang sekarang. Sekarang sudah lewat tengah malam. Aku harus kerja besok... Ayo pulang.” Ucap Soo Jin
“Kau... kenapa bekerja kantoran? Katamu kau ingin menjadi wirausahawan.” Ucap Dal Soo
“Menurutmu kenapa? Tentu karena Phil. Pil dulu berusaha keras membujuk aku menjalankan bisnis bersama dia. Tapi kemudian si bodoh itu terbaring begitu. Padahal aku sudah merancang proyek yang akan menghasilkan 100 juta won per tahun.” Cerita Jin Sook kesal
“Apa Phil mengusulkannya padamu? Aku tidak tahu.. Ahh..  aku pernah sekali ditipu oleh Phil. Saat kita masih SMA, Jung Ae menyukaiku, dan  Phil bilang begitu padaku.” Ucap Goo Gil. Jung Ae mengeluh Goo Gil mengatakan hal itu.
“Dia bilang Jung Ae selalu menatapku. Saat itu aku sangat bersemangat.” Ucap Goo Gil
“Hei, aku hanya menatap Dal Soo Oppa,  dan kau Oppa salah karena selalu di samping Dal Soo Oppa. Saat pertama kali Dal Soo Oppa lari menghampiriku, maka aku ikut berlari menyongsongnya. Jaket merah yang dia kenakan keren sekali.” Ucap Jung Ae mengebu-gebu lalu menyadarkan agar tenang dan jangan berlebihan.
“Jaket merah itu milik Phil. Karena aku kedinginan, maka dia memberikannya padaku. Aku memakainya cukup lama.” Ucap Dal Soo
Jin Sook yakin kalau Dal Soo  juga diperdaya oleh Phil, karean Gara-gara itu Jung Ae mengikutinya seperti penguntit. Goo Gil pikir kalau Semestinya yang memakai jaket itu. Jung Ae mengejek dengan Tas palsu tidak akan terkesan mewah yang artinya sekalipun memakai benda yang sama tidak berarti auranya serupa
“Tas palsu lebih cocok dikenakan di keseharian. Kau tidak akan mengerti. Jadi Aku memilih yang asli.” Ucap Jung Ae
“Aigoo... kurasa cintamu masih membara. Kalau aku memang tas asli yang mahal, tidak bisakah jual saja ke tempat lain?” kata Dal Soo. Jung Ae balik bertanya apakah harusa Di rumahnya.
Saat itu Jin Sook melihat ponselnya dan buat binggung karena mendapatkan pesan bahwa Terjadi keributan di rumah sakit sekarang.


Suk Tae mengaku kalau tidak tahu mengapa ada di sini dengan ayahnya ditahan oleh petugas. Jin Sook datang binggung melihat Suk Tae dan ayahnya, Suk Tae melihat semua temanya seperti meminta tolong. Jin Sook pun ingin tahu kenapa Tuan Jo ada di rumah sakit.
“Aku pasti kerasukan... Hantu telah merasukiku.” Ucap Tuan Yoo yakin. Semua dibuat binggung.
“Orang-orang ini mencuri seragam rumah sakit dan mencoba menculik pasien.” Kata perawat. Semua kaget Suk Tae mau melakukan sesuatu pada Phil
“Nona di sana menangkap basah dia.” Kata perawat. Jin Sook melihat Soo Jin yang sedang merawat Phil di ruangan.
“Tidak... Aku bersumpah. Itu tidak benar, teman-teman. Aku bahkan tidak tahu bagaimana bisa di sini.” Kata Suk Tae membela diri. Saat itu ayah dan ibu Phil datang. 

Tuan Bong memberitahu mereka  melakukannya agar ia tidak menghentikan perawatan putranya, dengan memberitahu kalau Suk Tae adalah Ini teman Phil, lalu Tuan Jo adalah karyawannya, jadi meminta agar melepaskan saja.
“Kami mengerti ini sulit dipahami. Tetap saja, biarkan mereka.” Ucap ibu Phil.
“Ahjumma...Sungguh.. Aku tidak melakukanya” kata Suk Tae membela diri dan meminta ayahnya juga mengatakan sesuatu. Tapi Tuan Jo hanya diam saja.
“Aku tidak mengerti kenapa aku ada di sini. Aku membuka mata dan sudah di sini.” Kata Suk Tae. Tapi semuanya seperti tak percaya 

Jin Sook masuk ke dalam ruang rawat berbicara dengan Soo Jin kalau Ini tidak masuk akal karna Seok Tae sudah tahu mereka tidak akan melepas peralatan medisnya dan Kenapa mencoba membawa Phil. Soo Jin memberitahu kalau tadi bukan Suk Tae Tapi Phil. Saat itu Phil dan Tuan Yoo berada dalam ruangan. Jin Sook yang mendengarnya merasa kalau dirinya seperti orang gila.
“Jin Sook.. Aku melihat Phil... Dia bahkan... menciumku. Tapi ke mana Phil... mencoba membawa pergi tubuhnya?.” Ucap Soo Jin
“ Itu tadi Seok Tae... Hei. Apakah Kau baik-baik saja?” ucap Jin Sook merasa ikut gila.
“Soo Jin pasti mengenalimu.” Kata Tuan Yoo. Phil seperti merasa tak yakin.
“Tapi, kenapa kau menciumnya segala, saat ada hal penting yang harus kau lakukan?” keluh Tuan Yoo
“Dia sangat sedih, aku hanya ingin menenangkan dia.” Kata Phil 


Tuan Bong berbicara pada Tuan Yoo kalau seharusnya menghentikan putranya yang berbuat gegabah begitu dan malah membantunya. Tuan Yoo mengaku kalau  tidak selemah itu sampai mudah dirasuki hantu, tapi I bersumpah tadi bukan dirinya.
“Berhentilah bicara soal hantu. Ini tidak masuk akal. Apa kau tidak merasa malu? Aku merasa, secara teknis, kau menganggapku saingan, tapi mari kita tidak terlibat dalam insiden apa pun. Hari ini sudah terlalu kacau, jadi aku akan membiarkanmu.” Ucap Tuan Bong berjalan pergi tapi kembali mendekati ayah Suk Tae.
“Kenapa kau tidak mengantarkan surat ke rumah kami? Apa kau Pikir aku tidak tahu? Dasar Kau kekanakan.” Ucap Tuan Bong kalau Ayah Suk Tae itu licik. 


Suk Tae berbicara pada Goo Gil, Jung Ae dan Dal Soo kalau tadi itu bukan dirinya dan tidak melakukannya. Tapi Ada sesuatu dan merasakan sesuatu yang aneh.
“Kita tadi sedang minum bersama. Aku ketiduran karena kelelahan. Seseorang menyerangku, jadi aku terbangun, tapi aku sudah berada di rumah sakit Phil.” Ucap Suk Tae benar-benar bingung.
“Apa ini demensia diakibatkan alkohol?” kata Goo Gil. Jung Ae hanya mengejek Suk Tae yang memang bodoh.
“Dia peminum yang sangat payah.. Hei, berhentilah minum.” Ucap Dal Soo
“Tidak, Hyung, sungguh aku tidak mabuk. Tapi aku merasa seperti tubuhku telah dirasuki.” Kata Suk Tae merasa merinding.
“Tidak ada hantu yang akan mencoba merasukimu.” Kata Dal Soo yakin. Suk Tae seperti masih kebingunan dengan dirinya. 


Phil sudah ada dibawah Man Hol merasa aneh  karena tidak pernah melewatkan satu kalipun dan memastikan  tidak akan berakhir hanya karena aku melewatkan sekali serta  Masih akan berfungsi. Tuan Yoo mengeluh Kalau phil  saja tidak tahu, bagaimana dengan dirinya.
“Waktu saat ini berjalan pada masa sekarang. Aku memerlukan waktu yang pas.” Kata Phil terlihat kebingungan.
“Soal Soo Jin yang hendak menikah maupun  manhole, sejujurnya aku tidak paham sama sekali akan perkataanmu.” Ungkap Tuan Yoo
“Aku harus berhasil kemari tengah malam nanti. Aku harus kembali dan memperbaiki segalanya. Kita berdua saja tidak akan cukup dan membutuhkan komplotan lagi.”kata Phil. 

Soo Jin memberitahu Jin Sook kalau melihat Phil di cermin ini dengan berjalan lurus keluar.  Jin Sook tak percaya bertanya apakah temanya itu  bertemu orang lain beberapa hari terakhir Soo Jin mengelengkan kepala. Jin Sook menyarankan Soo Jin harus pergi dan bertemu orang-orang, karena dulu kan punya banyak teman.
“Bukan itu masalahnya... Phil memakai tubuhnya Suk Tae, tapi hendak pergi ke mana? Dia akan kembali, Phil membutuhkanku.” Kata Soo Jin yakin. Jin Sook melihat temannya seperti orang gila merasa sedih.
“Soo Jin.. Aku tidak bisa pulang kalau kau begini.” Keluh Jin Sook khawatir.
“Kau tidak akan memahaminya. Phil... aku bisa melihatnya. Aku berSungguh-sungguh, dia berjalan melewati cermin dan keluar dari pintu itu.” Kata Soo Jin dan merasa harus mengikuti dia.

Jung Ae sudah ada didepan taksi, Goo Gil dan Dal Soo saling berebut siapa yang akan mengantarnya. Dal Soo menyuruh Goo Gil pergi saja karena akan mengantar Jung Ae pulang. Goo Gil tahu kalau rumah Dal Soo itu  beda arah dengan Jung Ae jadi akan mengantarnya, dan Tokonya juga sudah tutup.
“Kau harus membukanya lagi dalam kondisi ekonomi sekarang.” Ucap Dal Soo. Goo Gil kesal kalau Dal Soo tak perlu memperdulikanya.
“Kau kan harus bersih-bersih juga?” ucap Dal Soo. Jung Ae tak tahan melihat keduanya adu mulut menyuruh mereka pergi saja karena akan pulang sendiri.
“Kau bilang Sendirian? Tidak bisa... Bagaimana bisa pulang sendirian dini hari begini?” ucap Goo Gil lalu menyuruh Dal Soo yang mengantar saja. Dal Soo seperti tak enak hati.

“Sudah lama sekali, kalian pasti perlu bicara.”kata Goo Gil. Jung Ae memilih untuk pulang sendiri saja.
“Itu. Ide bagus.” Kata Dal Soo.  Goo Gil pikir mereka akan bertemu besok saat menengok Phil lagi.
“Kau bilang Besok? Besok aku pindah, jadi sepertinya aku tidak bisa datang dan itu Karena aku hanya bersama ibuku.” Ucap Jung Ae
Dal Soo mengetahui kalau Jun Ae yang akan pindah, Goo Gil menyuruh keduanya pergi karena sudah semakin larut. Keduanya masuk ke dalam taksi, Goo Gil terus melambaikan tangan pada taksi merelakan Jung Ae pergi dengan Dal Soo, lalu mengambil foto plat nomor taksi (Seoul 52S-8256)

Soo Jin tersenyum bahagia melihat wajah Phil yang sedang berlari. Jin Sook merasa khawatir pada temanya meminta pada orang tua Soo Jin untuk mengawasinya. Keduanya bingung karena merasa anaknya baik-baik saja.
“Masalahnya, dia bilang Phil mendatanginya, sehingga dia ke rumah sakit, jadi sebab itu aku menyeretnya pulang.”cerita Jin Sook. Keduanya kaget mendengarnya dan ingin mendekat, tapi Jin Sook meminta agar membiarkan Soo Jin saja. 

Jung Ae jalan bersama Dal Soo merasa kalau tidak perlu mengantarnya  pulang. Dan Soo merasa kalau Sudah lama, yaitu Enam tahun dan Jung Ae kelihatan berbeda. Jung Ae pikir seseorang selalu bisa berubah dan Segala sesuatu tampak mudah saat dirinya masih muda, tapi faktanya hidup itu sulit.
“Aku tidak menyangka kau akan berkata begitu. Apa Kau.. tidak merindukanku?” kata Dal Soo mengoda. Jung Ae mengaku tidak terlalu.
“Di sebuah buku tertulis bahwa ucapan dan isi hati wanita itu berbeda.” Kata Dal Soo
“Apa Kau masih belajar kencan dari buku? Sudah kubilang belajarlah berkencan langsung dengan wanita.” Kata Jung Ae kesal
“Bila aku ingin belajar berkencan langsung dengan wanita, berarti aku harus jalan bersamanya. Tapi karena aku tidak mengerti apa pun tentang mereka, maka aku tidak bisa melakukannya. Dan itu berarti aku tidak bisa memahami wanita, jadi pada akhirnya... aku tetap tidak akan tahu apa pun soal mereka.” Kata Dal Soo mengoceh
“Lupakan saja. Pikiranmu selalu rumit.” Kata Jung Ae lalu keduanya berhenti didepan apartement Jung Ae.
Dal Soo menyuruh Jung Ae masuk karena tahu kalau itu rumahnya. Jung Ae kaget Dal Soo bisa mengetahuinya. Dal Soo tahu karena mereka sudah melewatinya tiga kali lalu pamit pergi.
Jung Ae pun membiarkan Dal Soo pergi dan merasakan kakinya sangat pegal bahkan perutnya jadi terasa sakit. Pesan dari Goo Gil masuk, mengirimkan gambar plat taksi untuk berJaga-jaga saja.
“Apa Kau sudah sampai rumah? Aku sudah memperbaiki lampu lorongmu tadi. Jangan khawatir, masuklah.” Jung Ae melihat lampu ditangga yang sudah menyala, seperti tak percaya kalau Goo Gil memperhatikan dari jauh. 


Goo Gil terlihat gelisah melihat ponselnya sambil membersihkan ruangan billiard. Phil melihatnya merasa kalau nanti kembali akan memberitahu Goo Gil  untuk menyerah atas Jung Ae karena terobsesi akan sesuatu yang bukan untuk dirinya.
“Ya, jika kau berhasil kembali, tolong beritahu ini pada Goo Gil.”  Tuan Yoo. Phil berjanji akan menyampaikanya.
“ Dia harus bilang "Aku menyukaimu" katakan padanya untuk menyatakan sekali lagi.” Kata Tuan Yoo. Phil kaget berpikir kalau Goo Gil sebaiknya menyerah.
“Dia tidak akan pernah bisa bersama Jung Ae.” Ucap Phil
“Aku juga setuju soal pendapatmu, tapi siapa yang tahu akhirnya Jung Ae akan memilih siapa? Bagaimana menurutmu sendiri? Apakah Soo Jin akan memilihmu? Tidak seorang pun yang tahu.” Kata Tuan Yoo
Phil setuju kalau tak ada yang bisa diprediksi dari cinta. Tuan Yoo memperingatkan Phil kalau  jangan melakukan apa-apa pada Goo Gil dan tidak boleh merasukinya. Phil merasa Goo Gil itu lebih kuat dari Seok Tae, bahkan sangat sempurna. Tuan Yoo tahu Goo Gil bisa hancur jadi Phil Tidak boleh melakukanya.
“Lalu kenapa merekomendasikan Suk Tae padaku?” kata Phil heran.
“Suk Tae kan bukan anakku. Kalau kau mengusik anakku, maka aku tak akan pernah membantumu lagi.” Ajak Tuan Yoo
“Ahjussi munafik rupanya. Aish, lalu mana yang harus kumanfaatkan?” kata Phil binggung
“Kekuatan cinta... Kenapa kau tidak bergantung pada keyakinan akan kekuatan cinta yang bahkan dapat melintasi waktu?” kata Tuan Yoo

Soo Jin mengingat saat  Phil bertanya apakah bisa melihatnya. Soo Jin menjawab tak bisa melihat tapi bisa merasakan. Soo Jin terus melihat foto Phil sambil berbaring. Jin Sook pamit akan pergi. Soo Jin tetap diam dengan tatapan kosongnya. Jin Sook meminta agar jangan menatapnya seperti itu karena menakutkan. Soo Jin tahu Jin Sook sungguh tidak memercayainya
“Apa Kau berpikir aku sudah gila?” ucap Soo Jin. Jin Sook membenarkan kalau temanya sangat gila.
“Aku tidak tahu lagi bagaimana menjelaskan ini. Dia berada tepat di depanku dan ...” ucap Soo Jin penuh semangat bahagia.
“Soo Jin.. Kau harus mengistirahatkan pikiranmu dan pergi tidur. Kalau kau tidak bisa tidur, maka aku bisa menemanimu minum.” Kata Soo Jin
“Tak usah, aku baik-baik saja. Jangan khawatir, pergilah mencari uang sana. Aku harus tidur sekarang untuk menemui Phil besok.” Kata Soo Jin berbaring dengan penuh semangat.
“Kau... jangan berkeliaran lagi tengah malam seperti gadis gila.. mengerti?” ucap Jin Sook. 
Jin Sook berpesan pada ayah Soo Jin agar terus mengawasinya. Soo Jin menyuruh Jin Sook pulang saja, dan menelpnya nanti dan Datanglah saat akhir pekan untuk makan daging. Jin Sook pun pamit pergi. Soo Jin berbaring dengan senyuman memeluk foto Phil karena bisa bertemu kembali.
 Kedua orang tua Soo Jin menanyakan keberadaan anaknya. Jin Sook tahu kalau Sebelumnya sangat aneh, tapi sekarang kelihatan baik-baik saja. Orang tua Soo Jin pikir itu artinya  Soo Jin sudah tidak waras?
“Kalau aneh, ya aneh saja. Kalau baik-baik saja cukup baik-baik saja. Kalau kondisinya terus berubah-ubah, itu lebih aneh lagi.” Kata ayah Soo Jin ingin menemui anaknya. Jin Sook menahanya.
“Mari kita tenangkan diri dan jangan ikut bersikap aneh. Soo Jin sudah melewati hari yang berat, jadi wajar ini terjadi. Jadi tolong awasi saja dia” kata Jin Sook. Tuan Kang menganguk mengerti.
“Kuharap Soo Jin bisa tidur setidaknya dua jam.” Kata Jin Sook lalu pamit pergi. 

Jin Sook keluar dari rumah sakit, Phil melihatnya berjalan saling berpapasan menyuruh Jin Sok berhati-hati saat pulang. Jin Sook tiba-tiba berhenti den menatap ke arah belakang. Phil kaget berpikir Jin Sook juga bisa merasakannya.
“Aigoo, mereka semua perasa” ucap Phil lalu menatap rumahnya dan mengucapkan selamat malam pada kedua orang tuanya.
“Segalanya akan baik-baik saja setelah besok berlalu.” Kata Phil yakin lalu berjalan masuk ke rumah Soo Jin. Jin Sook berdiri didepan rumah Phil seperti terbiasa menatap sebelum pulang lalu matanya melihat lampu di rumah Soo Jin menyala, terkena sensor tapi berusaha untuk tak berpikiran aneh. 

Di kamar
Ibu Soo Jin menyuruh suaminya agar Jangan pergi tidur karena harus mengawasi Soo Jin. Tuan Kang mengeluh harus mengawasi anak  mereka yang sudah dewasa, karena Sebelumnya juga begitu. Soo Jin diam-diam menuruni tangga berjalan keluar rumah, saat itu Phil melihatnya dan berusaha memanggil tapi Soo Jin tak mendengarnya.
“Ke mana dia dini hari begini? Apa yang sebenarnya dia lakukan?” ucap Phil akhirnya mengikuti Soo Jin keluar. Tuan Kang pun akhirnya keluar dari kamar naik ke lantai atas untuk menjaga Soo Jin. 
Soo Jin berjalan cepat seperti ingin pergi menemui seseorang. Phil mcoa menghadangnya ingin tahu kemana Soo Jin akan pergi. Soo Jin tiba-tiba merasakan seperti tubuhnya melalui sesuatu,
“Kau, 'kan? Ini Phil, 'kan?” ucap Soo Jin merasakan kedatangan Phil.
“Dia pasti merasakan sesuatu... Aku harus bicara padanya.” Kata Phil. Soo Jin yang tak bisa melihat ingin tahu keberadaanya Phil. Phil merasa tak bisa begitu saja lalu bergegas pergi. 

Suk Tae dan Ayahnya berbaring tapi tak bisa memejamkan mata. Tuan Joo heran melihat anaknya yang tidak tidur, menurutnya Tubuh seorang PNS bukan milik pribadi dan Supaya bisa bekerja melayani dengan baik besok, maka harus tidur sekarang. Keduanya memiringkan badan untuk bisa tidur.
“Ayah... Apa yang terjadi pada kita kemarin? Sesuatu yang tidak dapat dinalar telah terjadi pada kita.” Ucap Suk Tae kembali membaringkan tubuhnya terlentang.
“Kau sebaiknya menyadarkan dirimu. Buat pikiranmu tetap fokus. Beraninya dia mempermalukan aku di depan semua orang? Aku tidak akan melupakan bagaimana Tuan Bong mempermalukan aku. Aku akan membuktikan diriku tidak bersalah.”kata Tuan Joo benar-benar tak bisa terima begitu saja.
“Ayah.. Tolong buktikan aku tidak bersalah juga.” Kata Suk Tae. Tuan Joo mengangguk setuju dan merasahaus akibat niat balas dendam jadi meminta agar Suk Tae mengambilkan air.
Suk Tae berjalan keluar dari kamar dan tiba-tiba bersin seperti tanda kalau Phil sudah merasuki tubuhnya. Tuan Jo binggung melihat anaknya malah keluar dari rumah, lalu berpikir kalau Mungkin airnya habis. Saat akan berbaring mengingat kalau sebelumnya sudah mengisi air minum sampai penuh. 

Soo Jin berlari mencari Soo Jin dan bertemu dengan Suk Tae. Suk Tae dengan jiwa Phil bertanya mau kemana. Soo Jin mengatakan  ingin menemui Phil sebentar lalu bergegas pergi. Suk Tae hanya menatapnya, Soo Jin berhenti dan bisa merasakan kalau Phil yang ada dalam tubuh Suk Tae.
“Kau. mengenali aku.” Ucap Phil menatapnya dengan berkaca-kaca. Soo Ji langsung memeluk Phil tanpa peduli apapun seperti melampiaskan rasa rindunya.
Sementara Tuan  Joo melihat dari kejauhan seperti tak percaya melihat anaknya yang berpelukan dengan Soo Jin di malam hari. 

Keduanya pergi ke tempat biasa bertemu, Soo Jin seperti kebinggungan memastikan kalau Phil  bicara bahasa Korea, Phil merasa kalau memang hanya bisa bahasa Korea. Soo Jin merasa tidak mengerti ucapan Phil  sedikitpun dan tidak paham bagaimana Phil adalah roh.
“Dan Juga soal kau bilang kecelakaanmu hanyalah fantasi belaka. Apa ini Segala sesuatu enam tahun terakhir?” ucap Soo Jin. Phil membenarkan.
“Jadi, melalui manhole di depan terowongan itu, apa kau datang dan pergi? Kau pergi tepat tengah malam, lalu kembali siang hari? Hei, Apa kau pikir itu masuk akal? Memangnya kau itu Alice di Negeri Dongeng, Dasar Omong kosong.” Ucap Soo Jin tak percaya
“Alice pergi lewat lubang kelinci, tapi aku lewat manhole.. Hei, apa kau ingat saat kita berdua duduk di situ... “ ucap Phil. Soo Jin mengaku tidak ingat.
“Cobalah untuk mengingatnya.” Rengek Phil. Soo Jin tetap menegaskan kalau Tak ingat dan Bukannya itu tidak terjadi. Phil yakin kalau Itu terjadi.
“Sebagai contoh, saat kita masih kelas 3 SD...” kata Phil. Soo Jin meminta Phil agar menghentikanya. 


Flash Back
Keduanya duduk ditaman dengan, Phil yang sedang bermain gelembung balon. Soo Jin merasa duduk  di sini nyaman sekali. Phil juga merasa Tidak ada orang lain yang tahu tempat ini dan Karena ia yang menemukannya jadi Tempat ini milik Soo Jin  sekarang.
Soo Jin tak percaya mendengarnya,  Phil Mengangguk kalau tidak akan membiarkan orang lain ke taman yang sudah ditemukan. Soo Jin tiba-tiba meberikan kecupan di pipi Phil. 

Soo Jin kesal Phil yang terus membahasnya padahal meminta agar tak membahasnya.  Phil pikir kalau itu kan memang terjadi Saat mereka kelas tiga.. Soo Jin mencoba mengalihkan kalau setelah itu Phil yang mengambar keesokan harinya di kelas seni.
“Aku malu sekali gara-gara itu!!!” ucap Soo Jin kesal
“Aku berpikir kalau sudah ciuman berarti akan menikah.”kata Phil. Soo Jin bisa mengerti kalau begitu.
“Ayo kita menikah. Begitu kau melewati manhole lagi, segalanya akan kembali normal. Jadi, ayo kita menikah Jika segalanya kembali normal, lalu aku akan menjadi apa?.” Ucap Soo Jin. Phil kaget tiba-tiba Soo Jin seperti melamarnya.
“Oh... Kau... hanya dirimu. Kau mungkin menungguku... siap untuk menikah.” Kata Phil gugup. Keduanya akhirnya berjalan bergandengan tangan. 


Soo Jin merasa gemetaran seolah habis minum. Phil khawatir bertanya apakah Soo Jin mengantuk. Soo Jin pikir Phil tahu kalau ia tidak bisa begadang. Phil tahu lalu berjongkok untuk menggendongnya. Soo Jin menolak, Phil menyuruh Soo Jin agar segera naiklah ke punggungnya karena  tidak akan menawari lagi nanti. Soo Jin pun akhirnya naik ke punggung Phil.
“Menyampaikan segala yang ada dalam pikiranku, tampaknya mustahil. Aku memikirkanmu lebih dari tiga kali dalam sehari. Orang-orang, menyebutnya cinta.” Ucap Phil. Soo Jin memejamkan matanya seperti tertidur. Phil bertanya apakah Soo Jin mendengarnya.
“Benar... Selama ini aku tidak pernah bisa mengatakannya. Tapi saat aku mengatakan semuanya sekarang, maka kau tertidur.” Ucap Phil. Soo Jin dengan mata terpenjam mengaku  bisa mendengarnya.
“Baguslah kalau begitu. Tapi, begitu aku masuk ke manhole , maka kau akan melupakannya. Tapi Tak apa, setidaknya aku mengingatnya. Jadi Soo Jin , aku ingin minta tolong. Bila hari ini aku tidak berhasil, mungkin aku akan lenyap selamanya. Oleh Sebab itu...” kata Phil terhenti dengan rengekan Soo Jin
Soo Jin mengeluh Phil yang berisik. Phil Pun meminta maaf dan menyuruh Soo Jin tidur saja di punggungnya. Dibelakang, Tuan Jo melihat anaknya bersama Soo Jin, bahkan mengendongnya pulang, tapi menurutnya Tidak mungkin karena tahu Suk Tae tidak pernah beruntung dengan para gadis. Ia dengan penuh dendam ingin tahu siapa yang ada dalam tubuh anaknya.
Bersambung ke Part 2

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar