Sabtu, 26 Agustus 2017

Sinopsis Manhole Episode 6 Part 2

PS : All images credit and content copyright : KBS
Suk Tae sudah pulang merasa lelah mengambil air minum di kulkas, Ayahnya datang berpikir anaknya masih kerasukan. Suk Tae heran bertanya kemana saja ayahnya. Tuan Yoo bertanya apakah itu karena tadi minta air. Suk Tae membenarkan.
“Ayah, aku hanya pergi mengambilkan air, tapi mendadak sudah terang. Ini Aneh sekali dan aku lelah sekali.” Ucap Suk Tae lalu berjalan ke kamar. Tuan Jo yakin kalau roh orang lain itu Sudah pergi.

Soo Jin sudah tertidur pulas di kamarnya, Phil menemani disampingnya. Saat Soo Jin memiringkan posisi tidurnya, Phil memberanikan diri memegang tanganya dan bisa menyentuhnya, Lalu membelai rambut Soo Jin. Soo Jin pun merasa bahagia seperti kembali bermimpi bisa memeluk Phil kalau sudah lama menunggunya untuk datang. 

Jung Ae dan ibunya berusaha mengangkat semua perabotan ke dalam mobil, lalu dikagetkan dengan dua pria mengunakan jaket warna mereka. Dal Soo dan Goo Gil datang dengan jaket merah yang dulu membuat Jung Ae terpana.
“Hei.. kalian Gila yah!? Sekarang sedang musim panas! Cepat lepas jaketnya!” ucap Jung Ae. Keduanya menolak melepaskanya lalu membantu mengangkat semua barang ke dalam mobil sementara Jung Ae dan ibunya duduk menunggu.
“Katakan pada mereka kau lebih membutuhkan uang. Mungkin mereka akan membawakanmu uang daripada jaket aneh begitu.” Bisik ibunya
“Mereka sama-sama miskin.” Kata Jung Ae menatap kearah pria yang ada ada didepanya.
“Tapi kau.. kenapa hanya menatap salah satu...dari dua lelaki miskin itu?” ucap Ibunya.
“Aku lebih menyukai lelaki miskin yang itu.” Kata Jung Ae menatap keara Dal Soo.
Goo Gil menarik tali untuk mengikat, Dal Soo memeriksanya kalau Sepertinya kurang kuat. Goo Gil menegaskan akan mengaturnya. Ibu Jung Ae berbisik kalau sudah mengatakan sebelumny, kalau harus mengencani seseorang yang menyukainya, Jika tidak, Jung Ae akan menghabiskan hidup memandangi punggung pria itu saja.
“Astaga, ibu begitu lagi...Aku tidak seperti Ibu... Ibu tidak punya keterampilan soal kencan Tapi aku berbeda.” Ucap Jung Ae.
Dal Soo terlihat sangat lelah merasa sangat haus. Jung Ae tiba-tiba berlari membawakan minum. Dal Soo ingin mengambilnya, tapi Jung Ae malah berlari pada pria yang sedari tadi ditatapnya, yaitu Goo Gil. Goo Gil kaget melihat Jung Ae memberikan minum dan merasa sangat Segar sekali. Dal Soo yang melihatnya terlihat kecewa karena Jung Ae memberikan perhatian pada Goo Gil. 

Suk Tae dan Jin Sook makan es krim bersama. Jin Sook dengan tatapan tegas menanyakan alasan datang ingin menemuinya. Suk Tae menceritakan kalau kelihatannya semalam bersama Soo Jin. Jin Sook binggung Suk Tae yang  bersama Soo Jin.
“Tunggu Sebentar... Kalau memang bersama ya bersama, kenapa bilang 'kelihatannya'?” kata Jin Sook binggung.
“Tapi, aku tidak mengingatnya.” Kata Suk Tae. Jin Sook benar-benar dibuat binggung..
“Jadi kau tampaknya bersama Soo Jin semalam, tapi tidak mengingatnya.” Kata Jin Sook heran
“Ya, dan kemungkinan, aku dirasuki hantu.” Kata Suk Tae ketakutan
“Kenapa hantu tidak membawamu pergi ke dunia lain sekalian? Ahh.. Mengecewakan sekali.” Ejek Jin Sook.

Suk Tae mengeluh kalau sedang tidak bercanda, karena semalam ayahnya mengikutinya, kalau Kata ayahnya seperti sedang berkencan dengan Soo Jin, bahkan menggendong Soo Jin dan yang lainya.  Jin Sook mengejek kalau merasa senang impian Suk Tae tercapai dalam mimpi karena selalu menyukai Soo Jin.
“Tidak lagi setelah aku menyerah menyukai Soo Jin dan Kau tahu. Aku menyukaimu.” Ucap Suk Tae mengungkapkan perasaanya tanpa peduli.
“Heii.. Hantu, permisi. Bisa kau membawanya pergi? Dia sudah gila.” Ucap Jin Sook dengan nada mengejk
“Hei... Aku serius... Dan, aku ke sini karena merasa takut.” Keluh Suk Tae kesal
“Auh, mereka semua kenapa sebenarnya? Kelihatannya tidak sedang mempermainkanku.” Kata Jin Sook dengan tatapan serius.
Suk Tae tahu  Jin Sook  memiliki pemikiran yang tangguh jadi meminta agar bisa melindunginya dan memohon agar malam ini tetap bersamanya. Ji Sook kesal kalau Soo Jin sedang merayu dengan mengatasnamakan hantu, dan mengejeknya memang kreatif sekali, serta Hebat sekali.
“Jin Sook.. Apa kau tahu yang lebih hebat lagi? Soo Jin terus mengirim pesan padaku, Dia menuliskan "Apa kau Phil sekarang?"” kata Suk Tae. Jin Sook seperti merasakan Soo Jin sudah gila. 


Phil terbangun dari tidurnya dan melihat Soo Jin sudah tak ada ditempat tidur dan sudah ketiduran, lalu melihat jam sudah jam dua siang. Lalu buru-buru keluar dari rumah Soo Jin, tapi tiba-tiba pandangan seperti berubah-rubah dan tubuhnya seperti akan menghilang. Di rumah sakit, Tubuh Phil seperti kejang dengan dan alat memberikan tanda darurat. Phil merasakan sakit dibagian dadanya. 

Soo Jin melihat foto Phil dan ingin melepaskanya, saat itu pintu terbuka dan langsung mengeluh datang terlambat, tapi ternyata yang datang adalah Jae Hyun. Jae Hyun merasa tak percaya kalau soo Jin  sedang menunggunya. Soo Jin seperti serba salah dan keduanya duduk bersama.

“Aku tidak bisa tidur semalaman kemarin... Hari itu aneh sekali. Soo Jin, apa yang terjadi padamu malam itu? Saat menemuimu, aku mendadak kehilangan ingatan.” Ucap Jae Hyun binggung.
“Apa kemarin kau minum alkohol?” kata Soo Jin menutup kalau Jae Hyun sudah dirasuki roh Phil.
“Aku tidak minum apa-apa dan Ini sangat aneh. Sesuatu yang tidak kita mengerti tengah terjadi.”kata Jae Hyun binggung.
“Kemarin kau ke sini, berbicara, lalu pergi.” Kata Soo Jin. Jae Hyun pikir Mungkin jadi aneh setelah pindah ke sini.
“Tapi, kau terlihat lebih bahagia sekarang.” Kata Jae Hyun melihat Soo Jin yang tersenyum dan penuh semangat
“Aku mendengarkan saranmu, Jae Hyun. Kau menyuruhku untuk menenangkan diri.” Kata Soo Jin
Jae Hyun mengaku  Ini Membingungkan dan mengaku Sejujurnya, kalau sejak awal melihat Soo Jin kalau merasa aneh. Ia merasa Ada yang berbeda dari Soo Jin. Soo Jin bingung apa maksud Jae Hyun. Jae Hyun mengatakan kalau itu Saat di halte. 

Flash back
Soo Jin duduk sendirian, di halte tanpa kanopi membiarkan dirinya basah kuyup. Jae Hyun datang dengan payung, awalnya hanya membiarkan saja tapi akhirnya memberikan payungnya untuk Soo Jin. Soo Jin hanya diam saja seperti tak sadar, sampai setengah jam baru sadar kalau ada yang memberikan payung padanya.
“Saat di mana kau tampak meminta tolong dalam diam. Kau terlihat kesepian, memiliki masalah, dan juga sedih. Aku berdiri di sampingmu selama tiga puluh menit. Apa kau Ingat yang kau katakan setelahnya padaku?” ucap Jae Hyun.
“Aku ucapkan "Terima kasih." Padamu” kata Soo Jin. Jae Hyun mengangguk membenarkan.
“Saat itu kau telah merenggut jiwaku” akui Jae Hyun

“Aku duduk di sana karena seseorang, melalui waktu yang berat karena dia, itu sebabnya.” Kata Soo Jin. Jae Hyun menunjuk foto Phil dan tahu kalau itu orangnya. Soo Jin membenarkan.
“Jika bukan karena dia, maka kita mungkin tidak akan pernah bertemu. Kita mungkin hanya akan menjadi orang asing satu sama lain.” Kata Soo Jin
“Aku harus berterima kasih padanya kalau begitu.” Pikir Jae Hyun
“Tapi, maafkan aku, karena dia juga, kita tidak bisa bersama. Maafkan aku. Dalam hatiku Satu-satunya bagiku hanya dia.” Ucap Soo Jin
“Yah..Bagaimanapun juga, aku senang kau sudah lebih baik. Sekarang saatnya bagiku untuk duduk di halte itu dengan pikiran kosong, Menunggu seseorang.” Kata Jae Hyun seperti menutupi rasa sedihnya.
“Aku yakin seseorang akan berdiri di sana untukmu.” Kata Soo Jin. Jae Hyun pun pamit pergi. 
Soo Jin binggung karena Phil lama sekali datangnya. Dirumah sakit terlihat keadaan genting,  Phil dengan terus bergetar. Dokter meminta agar perawat menyuntikan obatdan Hubungi walinya sekarang juga lalu memindahkanya. Perawat mengangguk mengerti dan  langsung bergegas keluar ruangan.
Phil pergi menemui Soo Jin tapi tubuhnya semakin menghilang dan merasakan sakit, lalu brharap agar tidak boleh terjadi. Tuan Yoo datang panik melihat Phil yang masih menemui Soo Jin. Phil bertanya apa yang terjadi padanya.
“Jiwamu jadi semakin lemah.” Ucap Tuan Yoo ikut khawatir.
“Ahjussi.. Ada yang tidak beres denganku. Aku merasa sangat lemah dan Soo Jin tidak bisa melihatku.” Kata Phil

“Soo Jin bukan masalahnya saat ini. Kau sekarang akan benar-benar mati. Kau sudah terlalu lama berada di luar ragamu dan harus lekas kembali ke tubuhmu. Kalu tidak, kau akan benar-benar mati.” Ucap Tuan Yoo
“Aku tidak akan mati! Soo Jin akan menyelamatkan aku. Aku mengatakan padanya tentang manhole.Segalanya akan kembali seperti semula. Pada akhirnya, dia satu-satunya yang bisa menolongku, tapi aku tidak bisa mengatakan padanya untuk menolongku. Soal aku harus berada di manhole tengah malam, dia tidak mengetahuinya.” Ucap Phil mencoba memanggil Soo Jin. Tapi Soo Jin tak bisa mendengar sibuk melihat kamera.
“Kita kembali dulu ke rumah sakit dan pikirkan jalan lain di sana. Kau harus cepat kembali ke rumah sakit sekarang.” Ucap Tuan Yoo
Phil berlari sambil berkata agar untuk meminta tolong pada Soo Jin untuk menyelamatkanya dan terus memohon. Soo Jin kembali bisa merasakan suara Phil yang meminta tolong agar menyelamatkanya dan langsung panik. Saat itu Jin Sook datang, bertanya mau pergi kemana. Soo Jin  memeluk temanya. Jin Sook binggung apa yang terjadi pada Soo Jin. 

Phil sudah masuk ruangan, Dokter memberikan pertolongan dengan menekan dadanya. Phil merasakan dadanya terasa sakit dan kebingungan yang akan terjadi karena tidak akan bisa keluar lagi. Ia pun memohon pad Soo Jin lalu kembali ke dalam tubuhnya. Saat itu grafik Phil kembali normal. Dokter tak percaya karena Phil akhirnya bisa kembali.
Ibu Phil datang bertanya apa yang mendadak terjadi pada anaknya. Dokter mengatakan kalau Phil mendadak mengalami masa kritis dan Jika kondisinya begini, maka tidak akan bisa melewati malam ini dan mereka harus mempersiapkan diri. Ayah Phil yang mendengarnya terlihat sedih.
“Dia... Pada akhirnya akan meninggalkan kita.” Ucap Tuan Bong sedih. 

Jin Sook mengetahui cerita Soo Jin kalau yang semalam ditemuinya bukan Seok Tae, tapi Phil. Soo Jin membenarkan.  Jin Sook bisa mengerti saja dan ingin tahu keberadaan Phil. Soo Jin juga tak tahu karena  sedang menunggunya dan Mungkin harus menemui Suk Tae.
“Biarkan Suk Tae, Dia baik-baik saja sekarang. Lalu, ada apa dengan manhole nya? Jadi Phil, melalui manhole  di depan terowongan itu.. melakukan perjalanan waktu?” ucap Jin Sook. Soo Jin membenarkan. Jin Sook merasa kalau ini gila
“Dengar sendiri darinya kalau nanti dia datang, Dia akan segera datang. Karena Dia bilang ingin minta tolong padaku.” Ucap Soo Jin. Jin Sok ingin tahu meminta tolong apa.
“Entahlah... Aku terlalu mengantuk, jadi tidak dengar bagian itu.” Kata Soo Jin
“Hei.. Kau... akan kujadikan daging panggang kalau Phil tidak datang hari ini.” Ucap Jin Sook memperingatinya.
Soo Jin melihat ponselnya yang berbunyi berpikir kalau itu pasti Phil, tapi wajahnya langsung berubah menerima pesan dari Ibu Phil “Soo Jin, Phil sepertinya tidak akan bisa melewati malam ini.” Jin Sook melihat wajah Phil bertanya ada apa.
“Phil.. Ibunya bilang kemungkinan dia tidak akan bisa melewati malam ini.” Ucap Soo Jin langsung bergegas pergi. 


Soo Jin langsung  berlari ke pinggir jalan mencari taksi, Jin Sok menahan Soo Jin kalau semua ini tidak masuk akal, karena Phil dalam kondisi kritis di rumah sakit dan Soo Jin bilang rohnya berkeliaran itu menurutnya hanya Omong kosong. Soo Jin yakin itu Phil, karena ingat semuanya tentang mereka dan buru-buru menghentikan taksi agar pergi ke rumah sakit.
Tuan Jo  melihat dari kejauhan keduanya yang terburu pergi menaiki taksi.  Mendengar kalau Roh Phil berkeliaran, lalu menyimpulkan kalau Sekarang, mengerti yang terjadi.

Tuan Jo mengemudikan sepeda motor melihat anaknya berjalan pulang. Suk Tae melihat ayahnya yang baru pulang kerja. Tuan Jo dengan wajah penuh marah mengingat kalau dipermalukan di rumah sakit dan bertanya apakah Suk Tae tahu perbuatan siapa. Suk Tae ingin tahu suapa.
“Itu Bulan yang sama dengan kemarin. Kemarin kita dipermalukan Maka hari ini adalah pembalasan dendam. Ayo kita ke rumah sakit.” Ucap Tuan Jo penuh dendam pada keluarga Bong. 

Dal Soo dkk berjalan bersama, Goo Gil membahas tentang lecet di meja dan kursi, kalau Dal Soo yang yang melakukannya. Dal Soo mengatakan kalau Lima sosis yang hilang dari kulkas Jung Aa, itu Goo Gil memakannya. Goo Gil membela diri kalau ia sangat lapar.
“Kau semestinya tidak menyentuh kulkas orang lain.” Ejek Dal Soo. Keduanya kembali adu mulut saling menyudutkan. Jung Ae menyurh merkea Hentikan, lalu sama-sama membuka ponsel karena berbunyi bersamaan.
“Kurasa, telah terjadi sesuatu kepada Phil. Tolong hentikan ayahku.” Tulis Suk Tae. 

Soo Jin dan Jin Sook datang melihat Phil yang terbaring. Ibu Phil melihat keduanya datang langsung  mengucapkan terima kasih. Soo Jin ingin tahu  Apa maksudnya Phil tidak akan bisa bertahan malam ini, karena Kemarin bertemu Phil dan tidak mengerti bagaimana bisa sekarang begini, lalu menatap Phil hanya diam saja dengan alat bantu oksigen.
“Hei.. Apa yang terjadi? Seharian ini aku menunggumu. Apa yang kau lakukan sekarang?” ucap Soo Jin memanggil Phil sambil menangis. Jin Sook dan kedua orang tuanya juga tak bisa menahan rasa sedih mereka. Soo Jin meminta agar Phil bisa membuka matanya. 

Soo Jin melihat foto Phil “Run to me, Phil! 17 Agustus 2011” lalu mengingat percakapan semalam bahwa Phil melalui manhole di depan terowongan itu. datang dan pergi, dengan pergi tepat tengah malam lalu kembali siang hari.  Setelah itu ibu Phil mengirimkan pesan “Soo Jin... Phil kelihatannya tidak akan bisa melalui malam ini.”
Lalu Soo Jin melihat jam dinding belum tengah malam, akhirnya ia bergegas keluar dari kamar. Jin Sook binggung melihat Soo Jin keluar. Soo Jin kembali masuk memberitahu orang tua Phil kalau dokter ingin bicara. Ibu Phil pun meminta keduanya agar menjaga Phil.
Soo Jin memastikan orang Tua Phil pergi, lalu membawa kursi roda. Jin Sook binggung yang akan dilakukan temanya itu. Soo Jin mengajak Jin Sook agar selamatkan Phil sekarang karena sebelumnya Phil bilang harus melewati manhole tengah malam, lalu segalanya akan kembali seperti semula.
“Hei.. Sadarkan dirimu, Kang Soo Jin!” ucap Jin Sook merasa Soo Jin sudah tak waras
“Dia tidak akan bisa melakukannya sendiri... Malam ini adalah hari terakhirnya. Aku tidak bisa membiarkannya pergi seperti ini. Jadi Bantu aku atau menyingkirlah.” Ucap Soo Jin. Jin Sook terlihat kesal Soo Jin yang sudah gila.
“Yah.. Benar... Aku akan bunuh diri kalau Phil mati. Aku tidak bisa hidup tanpa dia. Kau mungkin bisa bertahan tanpanya, tapi aku tidak.” Kata Soo Jin ingin bergegas.
“Soo Jin.. Phil akan baik-baik saja... Dia selalu seperti itu.” Kata Jin Sook melarang Soo Jin
“Kita tidak punya banyak waktu! Kalau waktu tengah malam lewat, maka segalanya akan berakhir!” kata Soo Jin dengan nada tinggi.
“Jangan bersikap seolah hanya kau yang memperdulikan Phil. Aku juga memperdulikan Phil sepertimu.” Tegas Jin Sook
“Lalu, kenapa kau tidak bisa merasakan dia. Kenapa kau tidak bisa merasakan keberadaan Phil?” kata Soo Jin


Jin Sook balik bertanya kenapa hanya Soo Jin  satu-satunya dan Saat orang lain tidak bisa, kenapa hanya Soo yang bisa. Jadi meminta agar Soo Jin Jangan nekat karena akan memanggil semuanya. Soo Jin menahan tangan Jin Sook sebelum keluar.
“Phil sudah mengetahuinya... Hari itu akan terjadi kebakaran, dia mengetahuinya. Apa Kau tidak ingat? Saat kita sampai, dia menyuruh kita untuk kembali. Dia bahkan menyiapkan ember-ember air di sekeliling. Bahkan Hari itu juga dia tidak minum. Sekarang saat memikirkannya lagi, itu masuk akal.” Ucap Soo Jin
“Dia sudah tahu hari itu akan terjadi kebakaran. Lalu Kenapa aku satu-satunya yang merasakan dia? Phil... hanya memikirkan aku, dan juga menyukaiku. Jin Sook.. Aku...tahu kau juga menyukai Phil. Mungkin selama ini aku bimbang... karenamu. Tapi, sekarang tidak lagi. Kali ini, aku harus melindungi dia. Kita... mungkin tidak akan bisa melihatnya lagi bila diam saja.” Ucap Soo Jin
“Soo Jin.. Kurasa kau benar. Satu-satunya yang dia pikirkan dan sukai hanya kau.” Ucap Jin Sook melihat Soo Jin mencoba melepaskan semua alat pada tubuh Phil. 


Tuan Yoo berusaha masuk pada Dokter yang lewat didepanya, tapi jiwanya tak bisa masuk. Ia kembali mencoba pada perawat dibelakangnya, tapi malah membuatnya terjatuh. Ia merasa  mungkin karena mereka berpendidikan tinggi, jadi sulit dirasuki padahal tidak punya banyak waktu tersisa 
“Kenapa tidak seorangpun bisa kurasuki? Harus petugas rumah sakit agar bisa mengeluarkannya dengan mudah.” Ucap Tuan Yoo
Soo Jin sudah bisa membawa Phil dengan menutup wajahnya mengunakan topi, lalu meminta agar Jin Sook memanggil taksi. Keduanya berjalan melalui lobby dan saat itu Tuan Jo dan Suk Tae datang dengan jimat penghilang hantu ditanganya.
“Kalian sangat mencurigakan... Kalian pasti bukanlah.. Soo Jin dan Jin Sook yang kukenal.” Ucap Tuan Yoo
“Kami tidak punya banyak waktu jadi Minggir.”  Ucap Soo Jin. Tuan Yoo menyuruh keduanya sadar dan ingin tahu siapa yang ada roh Phil diantara keduanya.
“Kelihatannya, yang satu lagi ayahnya Goo Gil. Sebab aku bau alkohol kemarin.” Ucap Tuan Joo siap menempelkan jimat.
Jin Sook menyuruh Suk Tae untuk minggir. Keduanya menahan agar tak pergi. Suk Tae pikir aneh Phil masih berkeliaran. Tuan Yoo pikir anaknya itu tidak belajar sama sekali, karena kemarin membiarkan tubuhnya dirasuki oleh Phil, maka mereka bisa membuktikan kalau kemarin kerasukan
“Aku akan membersihkan namaku dan membuat mereka minta maaf padaku..” ucap Tuan Yoo dan Saat itu Suk Tae bersin dan memukul bagian belakang kepala ayahnya. Soo Jin dan Jin Sook kaget melihat Tuan Yoo yang jatuh pingsan.
Tuan Yoo mengeluarkan suara aslinya dengan tubuh Suk Tae  untuk segera pergi karena tidak punya banyak waktu. Mereka pun segera mencari taksi yang lewat didepan rumah sakit. Dal Soo dkk baru saja akan turun dari taksi dengan membayar argo.
Ketiganya lalu melihat Suk Tae dkk sedang membawa Phil masuk kedalam taksi dan bertanya-tanya apa yang sedang mereka lakukan. Soo Jin membiarkan Phil untuk bersandar pada pundaknya. Akhirnya Dal Soo dkk meminta agar mengikuti taksi yang dinaiki oleh Soo Jin dkk. 

Suk Tae pun mendorong Phil melalui terowongan dan sampai di depan Man Hole. Jin Sook dibuat binggung, memanggil Suk Tae dengan Ahjussi. Kalau itu adalah ayahnya Goo Gil Oppa. Tuan Yoo mengumpat kalau gara-gara Phil maka tidak bisa beristirahat dengan tenang.
“Jadi, apa yang akan terjadi pada Phil sekarang?” tanya Soo Jin. Tuan Yoo juga tak tahu karena mereka tinggal tunggu saja.
“Aku tidak bisa percaya si berengsek ini melakukan perjalanan waktu lewat manhole.” Ucap Tuan Yoo.
Saat itu terdengar suara dari terowongan, Jin Sook dan Tuan Yoo berlari melihatnya. Sementara Soo Jin berbicara pada Phil dengan membuka topinya.
“Phil Ini bukan hari terakhir kita, 'kan?” ucap Soo Jin. Phil menjawab dengan jiwanya.
“Saat aku masuk ke manhole, kau akan melupakan segalanya. Hal-hal yang kita bicarakan, Semuanya.” Ucap Phil
“Aku merasa mengantarmu pergi untuk kebaikanmu. Jika yang kau katakan benar,maka kita akan bertemu lagi. Jangan sampai kehilangan aku Atau kubunuh kau.” Ucap Soo Jin
“Tentu... Dimanapun kau berada, maka aku akan menemukanmu. Jangan khawatir.” Kata Phil. 


Ketiga temanya melihat Suk Tae dan Jin Sook, saat itu juga Tuan Yoo keluar dari tubuh Suk Tae. Goo Gil melihat Suk Tae yang membawa Phil langsung memberikan tendangan dan pukulan. Suk Tae binggung tiba-tiba temanya memukulnya. Jin Sook menghentikan semua temanya aga tak menendangnya.
“Dia bukan Suk Tae. Dia ayahmu!” ucap Jin Sook. Goo Gil malah berpikir kalau Jin Sook ingin dihajar dan terus memberikan pelajaran pada Suk Tae. Suk Tae mengaku kalau itu dirinya bukan orang lain. Soo Jin masih berbicara pada Phil
“Phil... Tidak bisakah kita bersama? Di antara kita, apa sebenarnya yang menjadi penghalang?” ucap Soo Jin dan saat itu Alien memberitahu kalau sudah Tengah malam.
Besi penutup Manhole melayang, dan seperti banyak angin yang berputar-putar layaknya helikopter yang akan mendarat. Semua hanya bisa melonggo binggung, termasuk ayah Goo Gil yang sudah menjadi hantu. Seperti garis sinar pun keluar berjalan dan mengitari tubuh Phil.
Soo Jin melihat dengan matanya, kalau Phil menghilang dan dibawa masuk  kedalam manhole. Suk Tae melihat seperti tak percaya yang terjadi di matanya, kalau Phil pergi dengan masuk ke dalam Manhole.
“Phil... Jangan kehilangan aku Atau kubunuh kau.” Gumam Soo Jin
“Tentu... Aku akan menemukanmu dimanapun kau berada. Jadi jangan khawatir.”kata Phil yang pergi melalui Man Hole untuk menembus lorong waktu.
Bersambung ke episode 7

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar