Kamis, 31 Agustus 2017

Sinopsis School 2017 Episode 14 Part 2

PS : All images credit and content copyright : KBS
Sa Rang berjalan ke belakang sekolah melihat ibunya sedang bicara dengan seorang pria. Ibu Sa Rang mengeluh kalau ini tak benar kalau  tiba-tiab di pecat lalu memohon akan bekerja lebih baik lagi dan meminta maaf karena ini adalah satu-satunya pencaharianknya.
“Ini sama sekali tidak mendadak... Kuberi kau waktu sebulan.” Ucap si pria
“Maksudmu kau akan memecatku sebulan lagi. Apa salahku? Katakan supaya aku bisa memperbaikinya.” Kata Ibu Sa Rang
“Dengar. Kami juga tidak punya pilihan. Aku menerima perintah dari atasan untuk memecatmu. Cepatlah pergi, jangan membuat keributan.” Kata Si pria. Sa Rang yang mendengarnya langsung bergegas pergi. 


 Sa Rang langsung masuk ruangan Kepsek Yang terlihat sangat marah karena melakukan hal ini pada ibunya. Kepsek Yang juga memarahi Sa Rang yang berani masuk ke ruangan, lalu menegaskan kalau ucapanaya itu  tak bercanda. Sa Rang merasa Kepsek Yang itu keterlaluan, karena ibunya bekerja sangat keras Bahkan di hari libur sekalipun.
“Dia selalu bilang sekolah harus terus bersih. dan menyapu serta mengepelnya.”kata Sa Rang membela ibunya.
“Oh, begitu... jadi Mulai sekarang dia bisa mulai membersihkan rumahnya berkat anaknya yang setia ini.” Kata Kepsek Yang. Sa Rang berteriak marah. Kepsek Yang mengumpat Sa Rang yang berani berteriak.
“Makanya beritahu aku siapa X! Terserah kau mau mengatakannya atau tidak, tapi kalau kau tetap tutup mulut, maka ibumu tidak akan pernah mendapatkan pekerjaannya lagi! Aku benar-benar tidak mengerti. Apa X lebih penting daripada ibumu?” ucap Kepsek Yang.

Eun Ho berjalan dan tak sengaja berpapasan dengan Sa Rang, tapi Sa Rang yang masih marah memilih untuk berjalan kearah yang lain. Eun Ho akhirnya hanya duduk dengan menatap sedih kearah langit. Petugas Han duduk disampingnya berkomentar kalau Awan-awan itu sangat beruntung.
“Yang harus mereka lakukan hanya mengapung tanpa perlu mencemaskan soal dunia.” Ucap Petugas Han. Eun Ho mengaku kalau iri pada mereka.
“Kau kelihatan sedang bermasalah.” Kata Petugas Han melihat raut wajah Eun Ho yang tak cerita.
“Kukira aku sangat mengenalnya, dan paling mengerti dirinya, tapi sekarang, aku bahkan tidak tahu apa artinya kami satu sama lain.” Kata Eun Ho
“Sebuah hubungan akan semakin kuat, seiring dengan adanya masalah.” Kata Petugas Han memberikan nasehat lalu menerima telp dan  akan segera ke sana.
“Hubungan memang selalu berat untuk dipertahankan. Makanya kau harus melakukan semua yang kau bisa. Semoga beruntung.” Kata Petugas Han lalu bergegas pergi. Eun Ho terdiam menatap kosong. 


Petugas Han bertemu dengan ketua polisi diruanganya. Ketua Polisi memberitahu Tugas Petugas Han di SMA Geumdo akan berakhir di akhir bulan ini dan akan dapat tugas baru. Petugas Han mengerti.
“Aku sudah memberimu kesempatan, tapi Kau gagal karena kau tidak kompeten. Kau adalah orang yang tidak pernah kehilangan kepercayaan dirimu. Bagaimana bisa kau mendadak jadi tidak kompeten begini? Masih ada waktu menjelang penugasan barumu, jadi gunakan kemampuan yang selama ini kau sembunyikan itu, untuk membalikkan keadaan. Mengerti?” ucap Ketua Polisi 

Eun Ho sedang mengambar untuk webtoon dan Tae Woon melihatnya berkomentar kalau Eun Ho butuh materi baru dan berpikir harus menaruh obat pencuci perut dalam makanan Kepsek. Eun Ho mengeluh nanti kalau Kepsek Yang marah dan mengamuk. Tae Woon pikir Itu malah akan semakin lucu.
“Apa menjadi X hanyalah lelucon bagimu? Apa Kau melakukannya untuk bersenang-senang?” ucap Sa Rang dengan nada tinggi. Dae Hwi dan Bo Ra  binggung mendengar ucapan Sa Rang. Tae Woon pikir Memang ada alasan apalagi
“Dan kami semua berada dalam masalah karena leluconmu itu.” Ucap Sa Rang sinis. Tae Woon merasa ucapan Sa Rang  kasar sekali dan bertanya marah padanya. Sa Rang membenarkan.
“Aku Sangat marah... Kukira kau punya naluri keadilan. Aku kecewa karena ternyata jadi X hanyalah kesenangan saja bagimu. Karena kau.. Aku..” ucap Sa Rang tak bisa berkata-kata
“Aku bukan pahlawan. Apa yang kau harapkan dariku?” kata Tae Woon dengan nada marah. Eun Ho menghentikan keduanya yang terlihat mulai emosi.
“Sa Rang. Tae Woon mencemaskan semua anak-anak di sekolah.” Kata Eun Ho mencoba menjelaskan
“Apa kau hanya mencemaskan dia?” ucap Sa Rang sinis. Eun Ho binggung ada apa sebenarnya dengan Sa Rang.
“Aku merasa kesulitan karenamu belakangan ini.” Ucap Eun Ho
“Maaf karena membuatmu kesulitan.” Kata Sa Rang lalu keluar dari ruangan. Dae Hwi dan Bo Ra hanya diam saja karena tak mengerti. 


Sa Rang pergi keluar membawa barang, melihat Ibunya yang kena marah oleh seorang Guru. Ia memperingatkan agar bekerja dengan benar. Ibu Sa Rang pun meminta maaf karena hanya pergi untuk istirahat sebentar. Si pria tetap memarahi ibu Sa Rang yang berkerja dengan tak baik.
Eun Ho mencuci wajahnya wajahnya seperti ingin menurutkan rasa kesalnya, Tae Woon memberikan handuk untuk pacarnya. Eun Ho pikir Tae Woon bisa mendengarkan saja apa yang dikatakan Sa Rang dan tak harus berdebat dengannya. Tae Woon merasa kalau Sa Rang yang mulai duluan.
“Kau dengar dia menyebutku kekanakan.” Ucap Tae Woon tak terima

‘”Dia itu temanku dan Itu bukan hal serius. Kau harusnya membiarkan dia saja. Aku mendadak mengaku pacaran padanya, dan soal X..” ucap Eun Ho. Tae Woon akhirnya meminta maaf.
“Tapi dia juga keterlaluan.” Kata Tae Woon membela diri. Eun Ho pikir benar juga karena Sa Rang yang sensitif sekali belakangan ini.
“Kalau dia kesal, harusnya bilang padaku. Kalau tidak bilang, bagaimana aku bisa tahu?” keluh Eun Ho. 


Eun Ho berjalan pulang tiba-tiba Kepsek Yang sudah menghadangnya. Kepsek Yang pikir  seharusnya memperhatikan semuanya dengan saksama dan sudah membiarkan semuanya jadi besar. Eun Ho pikirKalau belum ada bukti, sebaiknya Kepsek Yang jangan bersikap seperti menuduhnya.
“Aku akan memberikan bukti sebentar lagi. Mata-mataku.. akan membawakan bukti yang kuat.” Kata kepsek Yang. Eun Ho kaget kalau Kepsek Yang punya Mata-mata.
“Jadi.. tak usah menanggung konsekuensinya nanti, mengakulah apa yang bisa kau akui sekarang.” Ucap Kepsek Yang. Eun Ho terlihat gugup tapi berusaha untuk tak memperlihatkanya. 

Guru Shim berjalan pulang heran melihat Guru Jang yang minum di minimarket. Guru Jang mengatakan kalau adalah kompetisinya dan mengajak minum. Guru Shim melihat ada dua kaleng bir tak percaya kalau Guru Jang sudah mabuk hanya karena dua kaleng bir.
“Aku sangat lemah dan Tidak jago minum. Tapi aku tidak bisa kalau tidak minum. Bu Soo Ji akan segera pergi.” Ucap Guru Jang. Guru Shim kaget kalau Petugas Han akan pergi dari sekolah.
“Dia dipecat karena gagal menangkap X.” Kata Guru Jang lalu memohon agar Petugas Han jangan pergi. Guru Shim pun langsung bergegas pergi. 

Petugas Han menemui Guru Shim bertanya alasan datang, Guru Shim bertanya apakah Petugas Han merasa senang karena meninggalkan sekolah. Petugas Han menceritakan kalau sudah gagal dalam tugas, jadi harus bertanggungjawab. Guru Shim pikir itu pasti gara-gara dirinya yaitu Karena tidak bisa menangkap X.
“Itu karena diriku sendiri, Karena aku dibutakan oleh perasaanku. Pria yang kusukai ingin melindungi anak-anak. Bagaimana bisa aku menangkap mereka?” ungkap Petugas Han. Guru Shim merasa tak enak hati mendengarnya.
“Aku merasa sedikit buruk karena dia ingin melindungi anak-anak melebihi dia ingin melindungiku, tapi sekali lagi, itulah pesonanya” akui Petugas Han.
“Aku harus melindungi semuanya. Aku harus melindungi anak-anak, juga melindungi wanita yang kusukai. Aku akan menemukan cara jadi mohon beri aku waktu.” Kata Petugas Han lalu memberikan ciuman di pipi Petugas Han.
“Aku mengembalikan ciuman darimu waktu itu. Harusnya pria yang melakukan ini lebih dulu.” Kata Guru Shim lalu beranjak pergi. Petugas Han hanya bisa terdiam seperti masih Shock. Guru Shim tiba-tiba kembali mendekati Petugas Han.
“ Dan.. Sekarang, aku yang melakukannya duluan.” Kata Guru Shim lalu menarik tangan Petugas Han untuk mendekat, lalu mencium bibirnya dan pergi. Petugas Han tersenyum menerima ciuman dari Guru Shim. 


Sa Rang dudk ditaman bermain, wajahnya terlihat sedih mengingat ucapan Eun Ho seperti membela Tae Woon kalau sebenarnya mencemaskan semua anak-anak di sekolah.
“Apa kau hanya mencemaskan dia?” ucap Sa Rang sinis. Eun Ho benar-benar bingggung dengan sikap Sa Rang.
“Aku merasa kesulitan belakangan ini karena kau.” Ucap Eun Ho, Saat itu Sa Rang terlihat sangat marah dan pergi. Sa Rang berjalan pulang melihat ibunya juga baru pulang berkerja dan mengingat sesuatu. 

Flash Back
Ibu Sa Rang mengunakan seragam kerja lalu bertanya apakah cocok denganya. Sa Rang melihat seragam ibunya Lucu sekali dan terlihat sesenang itu. Ibu Sa Raang mengaku lelah bekerja di restoran jadi Sekarang tidak perlu bergerak ke sana-sini lagi.
“Ibu juga akan sering melihatmu, jadi sangat senang. Tapi.. kalau ibu bekerja di sekolahmu, apa kau tidak akan malu?” ucap Ibu Sa Rang khawatir.
“Aku sangat senang.” Kata Sa Rang seperti tak malu ibunya hanya berkerja sebagai petugas kebersihan sekolah.
“Ibu akan bekerja dengan keras untukmu.” Ucap Ibu Sa Rang bersemangat. 

Sa Rang melihat ibunya berkaca-kaca lalu memanggilnya,  Ibu Sa Rang melihat anaknya yang baru pulang dan bertanya Kenapa lama sekali. Sa Rang mengaku tidak tahu. Ibunya melihat mata Sa Rang yang basah berpikir kalau habis menangis. Sa Rang menyangkalnya.
“Kenapa aku harus menangis?” ucapSa Rang. Ibu Sa rang yakin kalau Pasti ada masalah. Sa Rang tetap menyangkalnya.
“Ibu... Mulai sekarang aku hanya akan memikirkan Ibu.” Kata Sa Rang. Ibunya heran melihat tingkah Sa Rang tak seperti biasanya.
“Yang kubutuhkan hanya Ibu.” Ucap Sa Rang bahagia lalu mengajak segara pulang. 

Sa Rang membawa kotak berisi semua barang-barang milik X dan berdiri di   depan Ruang Kepala Sekolah. Ia mengingat perkataan Kepsek Yang “Jadi katakan padaku siapa X itu! Terserah kau mau bilang atau tidak, tapi kalau kau diam saja, maka ibumu tidak akan mendapatkan pekerjaannya lagi!”
Tangan Sa Rang gemetar ingin membuka pintu, tapi saat itu Eun Ho bisa menahanya dan melihat Sa Rang yang membawa semua barang bukti kalau Tae Woon adalah X dan ternyata temanya itu mata-mata. 

Keduanya keluar dari ruangan, Eun Ho tak percaya Sa Rang bisa melakukan ini dengan jadi mata-mata. Sa Rang bikin ini urusan Eun Ho kalau ia menjadi mata-mata atau bukan karena  sama sekali tidak peduli padanya. Eun Ho benar-benar tak mengerti dengan sikap Sa Rang dan ingin tahu apa yang terjadi sebenarnya.
“Kau bisa memberitahu aku. Kita.. selalu mengatakan segalanya satu sama lain.” Ucap Eun Ho
“Kaulah yang menyimpan rahasia dariku lebih dulu. Siapa X, apa hubunganmu dengan Tae Woon, kau yang awalnya merahasiakan semua dariku. Kenapa kau menyalahkanku?” ucap Sa Rang marah
“Aku memberitahumu semua itu! Aku bahkan menjelaskan bagaimana situasinya padamu. Ada apa sebenarnya denganmu? Kau bisa jelas” kata Eun Ho binggung.
“Kau hanya memberiku peringatan. "Ini sudah terjadi, jadi terima sajalah." Aku juga tidak komplain padamu. Aku tahu kau punya alasan dan mencoba mengerti.” Kata Sa Rang sinis
“Apa kau kira ini mudah bagiku? Apa Kau kira aku tidak pernah mencoba mengatakan semua padamu? Ini adalah rahasianya Tae Woon, jadi aku tidak bisa sembarangan memberitahu orang. Kau ini kenapa sebenarnya?” kata Eun Ho benar-benar marah dan binggung.
“Jadi yang penting hanya dia,  benar'kan? Kau bahkan tidak memikirkanku. Kau punya pacar sekarang jadi tidak butuh teman bodoh sepertiku lagi.” Ucap Sa Rang lalu beranjak pergi. 
Eun Ho menahanya lalu bertanya apakah Sa Rang mau melaporkan kalau Tae Woon adalah X dan akan jadi mata-mata, lalu apakah selama ini hanya sebatas ini pertemanan mereka. Sa Rang membenarkan kalau hanya sebatas ini jadi biarkan melaporkan semuanya serta akan menjadi mata-mata dan mengungkap siapa dia.
“Inilah yang kau pikirkan tentangku, jadi aku tidak punya alasan untuk tidak melakukannya.” Tegas Sa Rang lalu membawa kotak barang bukti. Eun Ho menatap berkaca-kaca pada sikap temanya. 

Kepsek Yang terlihat bahagia sudah ada diluar ruangan, seperti sedang bersiap-siap
Flash Back
Kepsek Yang menerima semua barang bukti, lalu memuji  Pemikiran  Sa Ran yang bagus karena Ibunya  yang lebih penting, bukan kesetiaan pada temanya. Sa Rang tahu kalau Kepsek Yang ingin bertemu dengan X, jadi akan mempertemukanya hari ini Tapi meminta agar kalau Pergi sendirian karena Hanya dengan cara itu X akan menunjukkan diri. 

Kepsek Yang pergi ke belakang sekolah dengan penuh semangat kalau Akhirnya akan menangkap X. Eun Ho berjalan menuruni tangga, Kepsek Yang kaget kalau Eun Ho itu adalah X. Eun Ho hanya terdiam lalu mengejek, kalau Sudah bilang bukan X dan sedang jalan mau pulang.
“Kenapa kau mempermainkan orang dewasa? Kau itu X, 'kan? Kau ingin bertemu di sini.” Ucap Kepsek Yang. Eun Ho menegaksan bukan dia orangnya.
Kepsek Yang menerima pesan “X tidak bisa muncul karena ada Ra Eun Ho.” Ia pun merasa sedikit yakin kalau Bukan Eun Ho dan menyuruhnya segera pergi karena ingin bertemu X. Eun Ho pikir  Ada sesuatu yang ingin katakan.

“Aku masuk UGD beberapa waktu lalu setelah makan siang di kantin sekolah. Sejujurnya, makanannya..” ucap Eun Ho langsung disela oleh Kepsek Yang dengan wajah panik menyuruh Eun Ho agar pergi saja.
“Ini sangat penting bagiku. Dokter di UGD bilang aku keracunan makanan. Sepertinya dari makan siang sekolah.” Kata Eun Ho terus mengoceh. Kepsek Yang makin panik agar Eun Ho segera pergi saja.
“Ada masalah dengan makan siangnya..” ucap Eun Ho. Kepsek Yang mendorong Eun Ho agar pulang dan goreng ayam untuk membantu ayahnya.
Eun Ho pun akhirnya berjalan pulang dan saat itu di depan sekolah. Tuan Hyun turun dari mobil. Tae Woon melihat ayahnya datang memberikan hormat seperti ketakutan.


Saat itu Ibu Sa Rang datang. Kepsek Yang berpikir kalau Ibu Sa Rang adalah X. Ibu Sa Rang menegasakan kalau tidak tahu soal X, Z atau apalah itu, lalu mengomel dengan Kepsek Yang berani mencoba membungkam dengan uang yang diberikan  Ia pikir Cuaca sedang panas jadi Pakailah uang itu untuk membeli es.
 “Kenapa aku harus membungkammu? Apa kau benar bukan X?” ucap Kepsek Yang dibuat binggung.
“Aku tidak tahu soal itu. Sa Rang bilang aku bisa menemuimu di sini. Makanya aku datang.” Ucap Ibu Sa Rang. Kepsek Yang mulai mengumpat marah.
“Kau harus dipecat supaya dapat pelajaran.” Kata Kepsek Yang. Ibu Sa Rang merasa tak takut untuk memecatnya saja.
“Aku tidak akan tinggal diam dengan apa yang kulihat waktu itu. Jadi Sebaiknya Bapak bersiaplah.” Kata Ibu Sa Rang. Kepsek Yang menantang apa yang dilihat oleh ibu Sa Rang dan punya bukti.
Ibu Sa Rang menumpahkan semua bungkus makanan. Kepsek Yang binggung karena Ibu Sa Rang malah membuang semua bungkus makanan, Ibu Sa Rang menegaskan kalau Kepsek Yang ingin bukti dan punya banyak bungkus makanan yang sudah kedaluwarsa, bahkan kalau memang mau  akan menyusunnya di halaman sekolah.
“Kau bilang Kadaluwarsa? Mereka tidak akan mati hanya karena itu. Aku tidak bisa memberi mereka makanan enak dengan uang yang sedikit.” Ucap Kepsek Yang sombong
“ Dasar tak tahu malu. Apa kau tidak merasa bersalah.. setelah melihat semua ini?” ucap Ibu Sa Rang marah. Kepsek Yang mengaku Sama sekali tidak.
“Apa kau punya bukti kalau semua ini berasal dari kantin kita? Apa Kau punya itu semua?” ejek Kepsek Yang kalau Ibu Sa Rang  bodoh dan sudah memecatnya jadi Jangan buang waktunya dan menyingkir.
“Kau terus membicarakan soal barang bukti jadi kubawakan ini untukmu.” Ucap Ibu Sa Rang memberikan ponsel. Kepsek Yang binggung dan melihat video dari dapur dengan semua kemasan yang sudah kadaluarsa. 


Flash Back
Ibu Sa Rang melihat hasil video yang direkam oleh Tae Woon dkk merasa tak percaya kalau pihak sekolah bisa memberi makan anak-anak dengan ini. Tae Woon mengajarkan Ibu Sa Rang untuk mengirimkan file video nanti pada Kepala sekolah. Ibu Sa Rang pun mengerti.
Kepsek yang bertanya apa yang direncanakan Ibu Sa Rang sekarang. Ibu Sa Rang tahu kalau sudah dipecat jadi tentu saja mau pulang. Tapi sebelumnya akan singgah ke kantor TV, koran dan juga kantor Kementerian Pedidikan, lalu menunjukkan video ini pada mereka. Kepsek Yang mulai  panik mengejar Ibu Sa Rang.
Saat itu Tuan Hyun sudah berdiri diatas melihat keduanya, bertanya apa yang terjadi. Kepsek Yang terlihat kebingungan. Eun Ho dkk keluar dari ruangan dengan senyuman. Tae Woon berdiri disamping ayahnya memberikan jempolnya. Eun Ho pun membalasnya, semua terlihat senang bisa membalas Kepsek Yang. 
Flash Back
Sa Rang menegaskan Karena ini yang dipikirkan Eun Ho tentang dirinya, jadi tidak alasan baginya untuk tidak melakukannya. Eun Ho memanggil Sa Rang dengan menagis merasa kalau Sa Rang seperti membuatnya jadi orang yang paling brengsek. Sa Rang melotot kaget melihat Eun Ho menangis.
“Apa kau tahu seberapa besar...” ucap Eun Ho tak bisa berkata-kata
“ Apa Kau kira aku senang? Apa kau tahu betapa kesalnya aku? Kalian hanya berkumpul dengan sesama kalian saja, dan tertawa bersama-sama. Kenapa kau menangis?  Kau memang brengsek” kata Sa Rang marah. 


Di bangku lapangan sekolah.
Eun Ho mulai mengumpat  kepala sekolah psiko, karena mengancam Sa Rang dengan, menurutnya seharusnya bilang lebih cepat karena membuatnya sangat kesal. Sa Rang pikir kalau memang  mengatakannya, apa yang bisa mereka  lakukan, Apa Tae Woon akan mengaku sebagai X karena ia  juga tidak tahu harus bagaimana.
“Tetap saja.. Kau ini bodoh sekali. Aku bisa saja membantu.... Aku memang jahat. Aku tidak berhak jadi temanmu. Aku memang tidak berhak, tapi.. bisakah kau memaafkan aku kali ini saja?” ucap Eun Ho
“Tidak... Kalau bukan karena kau, maka aku pasti sudah melaporkannya.” Kalaupun Tae Woon ketahuan hidupnya tidak akan terpengaruh. Tapi kita.. kalau kita berhenti, maka kita harus menghadapi pertarungan kita sendiri. Jadi aku merasa tidak masalah kalaupun harus melaporkannya.” Kata Sa Rang. Eun Ho seperti sedih mendengarnya.
“Tapi.. bagaimana kalau ibuku benar dipecat? “ kata Sa Rang khawatir
“Kepala sekolah jahat itu. Berani sekali dia mengancammu.. seperti itu? Tapi Jangan cemas. Kita akan melakukan apa saja untuk melindungi ibumu.”kata Eun Ho yakin
“Kau kedengaran seolah kau adalah X-nya.”ejek Sa Rang. Eun Ho tersenyum bahagia dan melihat temanya yang sudah kembali tersenyum. Sa Rang berusah menyangkalnya tapi Eun Ho bisa melihatnya.
“Ayo kita balas dendam. Temui dia dan pura-puralah jadi mata-matanya.” Kata Eun Ho dengan wajah penuh semangat. 


Sa Rang menatap sedih pada Eun Ho yang mengulurkan tangan pada Bo Ra bukan pada dirinya. Young Gun pun juga seperti merasa kesal karena Bo Ra lebih dekat dengan Eun Ho. Lalu Eun Ho bersama Bo Ra mengulurkan tangan pada Sa Rang untuk berjalan bersama. Bo Ra pun dengan senyuman menerima uluran tangan dari temanya.
“Kesalahpahaman kecil memang bisa merenggangkan sebuah hubungan. Tapi di antara kerenggangan itu ada sebuah kesempatan yang tercipta. Kesempatan untuk pertemuan yang baru, kesempatan untuk memperkuat hubungan yang sudah berjalan lama. Cara terbaik menyembuhkan kerenggangan itu adalah dengan menggenggam tangan satu sama lain dengan erat.”

Ibu Eun Ho masuk rumah melihat suami dan anaknya sibuk membungkus makanan dalam kotak makan. Tuan Ra mengatakan kalau akan membawakan Eun Ho makan siang mulai besok dan Bekal makan siang 3 kotak. Eun Ho memberika dua jempol pada ayahnya.
“Aku tidak percaya pada sekolah dan Makanannya membuat dia sakit.” Ucap Tuan Ra. Ibu Eun Ho merasa suaminya terlalu berlebihan Seperti bipolar saja.
“Apa kau menghabiskan semua yang kita punya untuk bekal makan siangnya?” ucap Ibu Eun Ho kesal.
“Apa ibu bilang ini Bekal makan siang? Itu ide bagus, Mungkin kita bisa mulai berbisnis bekal makan siang.” Kata Tae Sik bahagia.
Ibu Eun Ho bertanya apakah sang anak memang menginginkanya. Tae Sik mengangguk. Ibu Eun Ho pikir anaknya perlu dipukul dengan kotak makan, lalu kejar-kejaran sampai masuk rumah. Ayah Eun Ho bertanya apda anaknya kalau Makanan di sekolah masih sama saja. Eun Ho mengangguk tapi seperti tidak sama juga.


Eun Ho membuka lokernya dan dikagetkan dengan sebuket bunga, Tae Woon berjalan mendekat dengan senyuman. Eun Ho mengingat perkataak Tae Woon kalau daging lebih cocok daripada bunga untuknya. Tae Woon tahu kalau Eun Ho tidak punya bunga kesukaan jadi Tidak usah merasa kecewa.
Flash Back
Tae Woon yang ingin bicara berdua pada Eun Ho bertanya bunga apa yang disukainya. Eun Ho heran Tae Woon tiba-tiba menanyakan hal itu.
Eun Ho melihat bunga yang berikan Tae Woon merasa tidak butuh makan siang hari ini karena sudah kenyang. Tae Woon pun memberikan earphone pada telinga Eun Ho dan mereka menikmati musik bersama dengan saling berpandangan. 

Tae Woon pulang dikagetkan dengan semua perlengkapan sebagai X sudah ada diatas meja. Ayahnya terlihat sangat marah kalau  sudah memperingatakan agar jangan lakukan hal bodoh. Ia mengetahui Tae Woon adalah X dan semua Sampah ini. Tae Woon berusaha menjelaskan tapi ayahnya sudah lebih dulu berbicara.
“Sudah kubilang, aku akan membebaskanmu dari semua masalah ini. Tapi Ra Eun Ho, gadis itu.. dia akan dikeluarkan dari sekolah.” Kata Tuan Hyun. Tae Woon melotot kaget karena ayahnya kembali membuat dirinya merasa bersalah untuk kedua kalinya.
Bersambung ke Episode 15

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar