Sabtu, 09 September 2017

Sinopsis Manhole Episode 10 Part 1

PS : All images credit and content copyright : KBS
Dal Soo keluar dari rumah terlihat baru bangun dan nampak bagiaan melihat Hari yang indah, lalu dengan senyuman bahagai menyiram tanaman dihalaman berpikir kalau mereka semua pasti lapar. Saat itu Jung Ae datang.
“Apa yang kau lakukan? Menyiram tanaman?” ucap Jung Ae. Dal Soo tersenyum.
“Ayo kita makan bersama.”kata Jung Ae memperlihatkan kotak makan yang dibawanya. 

Dal Soo terlihat makan dengan lahap Kimbap dengan lauk lainya, Jung Ae pikir Mungkin berat badan Dal Soo akan bertambah dan makan dengan baik akhir-akhir ini. Dan Soo mengatku telah mendapatkan selera makan yang hebat setelah pindah ke ruamahnya dan bisa tidur dengan nyenyak.
“Tempat yang bagus. Aku makan dengan baik, tidur dengan nyenyak, jadi tempat ini memang bagus.” Ungkap Dal Soo melihat dari atap ada pemandangan pegunungan hijau.
“Aku berharap kau mendapatkan keberuntungan di sini dan menjadi pria yang kaya raya.” Kata Jung Ae
“Apa hebatnya menjadi kaya raya? Kau hanya akan merasa tidak bahagia. jika mengatasi segala hal. Aku hanya ingin hidup bahagia seperti yang aku lakukan saat ini.” Kata Dal Soo
“Tapi jika kau butuh uang, maka kau bisa membeli pakaian, jalan-jalan ke luar negri dan tinggal di rumah mewah.” Ucap Jung Ae
“Aku akan menunjukan bagaimana bahagianya kita bahkan tanpa adanya uang. Jangan khawatir. Aku akan membuatmu bahagia.” Kata Dal Soo. Jung Ae pun pasrah meminta Dal Soo melakukan sebisa yang diinginkanya. Dal Soo mengangguk mengerti.
“Ngomong-ngomong, aku penasaran  apakah Jin Sook baik-baik saja.” Kata Dal Soo khawatir.
“Dia itu tipe orang yang akan pulang bahkan jika kau meninggalkannya di tengah padang pasir. Dia beradaptasi dengan baik, di manapun dia berada. Dia akan baik-baik saja.” Ucap Jung Ae 


 (Episode 10, Cinta tidak sejalan dengan apa yang kau inginkan)
Jiwa Phil kembali ke dalam tubuhnya yang tertidur, Phil mengeluh karena banyak nyamuk sampai kakinya sakit dan mencoba mengaruknya. Tapi saat mengaruk kakinya, tak merasakan apapun, lalu akhirnya dikagetkan dengan suara dibalik tubuhnya.
“Apa kau bangun?” ucap seseorang yang berbaring disamping Phil. Phil langsung terbangun dan kaget melihat Jin Sook berbaring ditempat tidurnya.
“Kenapa kau ada di kamarku?” ucap Phil binggung. Jin Sook masih terlihat mengantuk mengatakan datang pagi ini.
“Kenapa? Apa kau takut aku melakukan sesuatu padamu?” goda Jin Sook lalu mengeluh banyak sekali nyamuk dan ingin melihat apakah Jin Sook digigit juga dan akan mengobatinya.
Phil panik mencoba menghindari Jin Sook yang ingin melihatnya,  Jin Sook mendekat ingin mengolesi obat. Tapi Phil mengaku baik-baik saja menutupi karena hanya mengunakan celana pendek dan berlari keluar kamar. Jin Sook binggung melihat tingkah Phil yang aneh. 

Phil berlari menuruni tangga, Tuan Phil sedang membaca koran mengeluh anaknya yang membuat keributan pagi-pagi begini. Phil dengan nafas terengah memberitahu di kamarnya. Ibunya bertanya dikamarnya apa maksudnya.
“Ibu, Jin Sook... Jin Sook ada di kamarku.” Ucap Phil binggung. Ibu Phil mengerti maksud anaknya.
“Kupikir dia merindukan suaminya.” Ucap Ibu Phil santai. Phil kagat kalau a menjadi suami. Jin Sook pun turun menyapa orang tua mertuanya dengan ramah. 

“Apa kau sangat merindukan Phil? Kau seharusnya pindah bersamanya.” Ucap ibu Phil
“Ayolah, aku tidak bisa melakukannya. Kita masih belum menikah.”kata Jin Sook malu-malu
“Tunggu, apa? Menikah?” gumam Phil binggung. Ibu Phil menyuruh Phil agar mengantilah pakaiannya.
“Tunggu, apa aku menikahi Jin Sook?” gumam Phl masih binggung, lalu akhirnya pamit pergi ke kamar mandi.

(7 September 2017, 12:13 siang)
Phil duduk di dalam bathtub dengan membiarkan basah tanpa membuka bajunya, Ia yakin kalau hanya mimpi di tengah-tengah perjalanan waktuknya, Lalu berpikir kalau tidak bisa bangun dengan menggunakan air dingin ini.
“Tidak... Pasti ada mimpi semacam ini. Pasti ada.” Ucap Phil frustasi. Terdengar suara Jin Sook memanggil untuk segera keluar karena sudah menunggu.
“Bagaimana... Bagaimana bisa aku menikahi Jin Sook? Dasar Manhole sialan! Manhole bodoh!” umpat Phil kesal 

Tuan Phil melihat kalau Jam makan siang hampir berakhir jadi harus makan dengan cepat dan kembali bekerja. Semua pun sudah siap makan siang bersama. Phil hanya diam saja, karena seperti tak menyangka di masa sekarang akan seperti ini.
“Hei, jangan pilih-pilih... Ibu memasak makanannya jadi Berterimakasihlah padanya.” Ucap Jin Sook pada Phil. Ibu Phil terlihat bahagia memberikan makana untuk calon menantunya.
“Aku tidak yakin, apakah rasanya enak.” Kata Ibu Phil. Jin Sook mencoba masakan ibu mertuanya.
“Ibu. Kau seharusnya menjualnya di New York. Kau luar biasa!” ucap Jin Sook memuji
“Astaga, kau benar-benar manis... Kau gadis yang baik.” Kata Ibu Jin Sook Ayah Phil pun memberikan lauk untuk Jin Sook.
“Makan apapun yang kau inginkan. Akhirnya Phil menjadi anak yang baik. Aku selalu menginginkan anak perempuan. Aku sangat bahagia kau menjadi menantuku.” Ucap Ayah Phil
“Aku akan bersikap baik padamu, Ayah.” Kata Jin Sook. Phil hanya bisa diam melihat ayah ibunya terlihat bahagia menerima Jin Sook di keluarga mereka.  Jin Sook pun menyuapi Phil yang hanya diam saja. Phil benar-benar tak mengerti dengan masa sekarang yang berubah. 

Jung Ae sedang membereskan komik, Goo Gil datang bertanya kemaan Dal Soo karena Jung Ae sendirian. Jung Ae mengatakan Dal Soo pergi ke sauna. Goo Gil mengejek Dal Soo memang harus mandi, karena benar-benar kotor. Jung Ae membalas kalau itu Bukan urusan Goo Gil.
“Apa tidak ada pelanggan di tokomu?” kata Jung Ae.
“Pekerja paruh waktu sedang bekerja saat ini. Aku perlu istirahat sebentar.” Kata Goo Gil duduk disofa.
“Kenapa kau beristirahat di sini? Ini bukan tempat peristirahatan.” Ucap Jung Ae lalu melembar sebuah komik karena itu yang terburu dan sudah ditunggu-tunggu dan segera pulang.
“Aku di sini untuk bertemu denganmu, bukan membaca...” ucap Goo Gil. Jung Ae binggung seperti salah mendengar. Goo Gil tak ingin membahanya hanya bisa mengucapkan  Terimakasih karena sangat ingin membacanya.

“Hei, Goo Gil. Dimana Dal Soo?” tanya Jin Sook datang. Goo Gil mengatakan Dal Soo sedang pergi ke sauna.
“Apa ini tempat pertemuan? Kenapa semua orang datang kemari?” keluh Jung Ae.
“Aku kemari untuk mengembalikan buku ini.  Apa aku harus menyimpannya lagi?” kata Soo Jin memperlihatkan buku yang ingin dikembalikan.
“Tidak... Semua pelangganku seperti parasit. Ini bukan perpustakaan umum.” Kata Jung Ae menyindir Goo Gil
“Aoa Sebelumnya kau bilang tempat peristirahatan dan sekarang perpustakaan umum?” kata Goo Gil. Jung Ae mengeluh Goo Gil benar-benar tidak berguna.
Jung Ae melihat film-film yang dipinjem Soo Jin merasa  tidak tahu jika menyukai film seperti ini dengan judul "England in Love". Soo Jin mengaku alasan menontonnya karena di sanalah ingin melanjutkan kuliahnya. Jung Ae mengaku sangat iri  karena ingin juga kuliah di luar negri.
“Ayo. Ayo kita pergi.” Ucap Goo Gil langsung bersemangat mendekati Jung Ae. Jung Ae mengumpat Goo Gil yang gila.
“Apa kalian mau datang ke pemotretan pernikahan Jin Sook?” kata Soo Jin. Keduanya mengatakan sudah pasti akan datang.
“Aku ingin melihat Jin Sook mengenakan gaun pengantinnya.” Kata Jung Ae. Soo Jin pun pamit dan akan bertemu nanti.
“Apa Menurutmu Phil bahagia?” ucap Goo Gil menatap sedih saat Soo Jin pergi. Jung Ae binggung apa maksudnya.
“Untuk pria, cinta pertama akan berlangsung selamanya. Aku hanya ingin tahu apa dia akan bahagia tanpa Soo Jin. Phil selalu menatap Soo Jin sepertiku, yang Menatapmu” ucap Goo Gil. Jung Ae menyuruh Goo Gil agar menghentikan omong kosongnya.
“Aku akan membunuhmu jika kau mengacaukan Phil dengan mengatakan sesuatu seperti itu. Soo Jin juga tidak merasa nyaman. Jadi Diam. Cepatlah pulang.” Kata Jung Ae. Goo Gil pun hanya bisa diam saja. 

Soo Jin sibuk mempersiapkan setting untuk mengambil gambar, Jae Hyun datang menyapa bertanya apakah Soo Jin siap untuk belajar di luar negeri. Soo Jin mengangguk. Jae Hyun memastikan kalau Soo Jin pergi ke Inggris, dan mendengar kalau ada sekolah seni yang terkenal. di sana
“Tidak bertemu denganmu selama beberapa tahun membuatku sedih. Mungkin aku akan ikut.” Ungkap Jae Hyun. Soo Jin binggung.
“Jika kita ditakdirkan bersama,  maka kita akan bertemu lagi. Kau pergi mendadak. Kau bahkan tidak bisa hadir di pernikahan temanmu. Semua orang di lingkungan ini sedang  membicarakan pernikahannya.” Kata Jae Hyun. Soo Jin mengetahuinya.
“Aku tidak bisa hadir karena tanggal keberangkatan dan Maafkan aku, aku harus segera pergi.” Ucap Soo Jin terburu-buru dan pamit juga pada bosnya. Jae Hyun terlihat kecewa dengan kepergian Soo Jin
“Kau sudah berusaha keras,  tapi burung biru itu terbang menjauh.” Ungkap Bos Soo Jin
“Seharusnya aku mematahkan sayapnya lebih cepat. Sekarang aku terlambat.” Ungkap Jae Hyun seperti pembunuh berdarah dingin
 “Kau bilang "Mematahkan sayapnya"? Bagaimana bisa kau mengatakan hal yang menyeramkan seperti itu?” keluh Si bos merasa takut.
“Itu hanya gaya basa dalam berpidato. Aku sedih melihatnya pergi.” Kata Jae Hyun. Si Bos tak ingin membahasnya lagi mengambil segelas kopi yang dibawa Jae Hyun dengan mengucapkan terimakasih. 

Soo Jin berbicara dengan tempat belajarnya kalau Setelah menerima surat penerimaan maka akan segera mendapatkan visanya, Gurunya bilang itu  Tentu saja dan merasa bangga karena Biasanya sulit masuk sekolah seni tapi Soo Jin sudah diterima.
“Sekarang yang perlu kau lakukan hanyalah naik pesawat. Apa kau sudah menemukan tempat tinggal?” ucap guruna. Soo Jin mengaku Belum.
“Aku bisa menemukannya di dekat sekolahmu.” Kata gurunya. Soo Jin terlihat senang karena itu ide bagus.
“Aku akan menghubungi pemiliknya” ucap Gurunya. Soo Jin terlihat sangat bahagia  dan mengucapkan Terima kasih lalu pamit pergi dan Gurunya berjanji akan menghubunginya lagi.

Jae Hyun diam-diam mendengar percakapan Soo Jin dibalik buku lalu menghampiri Guru Soo Jin, ingin tahu sekolah mana yang dicari Soo Jin. Guru itu binggung dan bertanya kenapa menanyakan hal itu.
“Aku tidak sengaja mendengar pembicaraanmu. Aku sedang mempertimbangkan untuk kuliah di jurusan seni.” Ucap Jae Hyun mencari alasan.
“Oh seperti itu.. Mari kita membicarakannya di ruanganku.” Kata Gurunya. Jae Hyun pun mengikutinya. 

Jin Sook sibuk memilihkan pakaian Phil dengan kaos hijau terlalu hangat lalu melihat yang bergaris hitam putih tapi merasa tidak terlihat bagus untuk calon suaminya. Phil terlihat binggung, lalu memberanikan bicara pada Jin Sook Bagaimana mereka bisa seperti ini. Jin Sook binggung apa maksudnya.
“Aku penasaran kenapa kita memutuskan untuk menikah.” Ucap Phil
Flash back
Phil menatap Jin Sook yang menangis setelah mengaku semua perasaannya, seperti Phil merasa kasihan pada Jin Sook dan Soo Jin yan sudah menolaknya, lalu memutuskan untuk menikah.
“Kenapa? Apa kau menyesali keputusanmu?” kata Jin Sook. Phil menyangkalnya.
“Aku hanya merasa seperti sedang bermimpi.” Ungkap Phil. Jin Sook menegaskan kalau Jin Sook tidak sedang bermimpi lalu memilih sebuah baju.
“Pink terlihat bagus untukmu. Kau akan tampan jika memakainya.” Ucap Jin Sook. Phil binggung bertanya kemana mereka akan pergi.
“Banyak yang harus kita lakukan hari ini. Cepat ganti baju dulu.” Kata Jin Sook lalu keluar kamar
“Baiklah. Jangan menyakiti Jin Sook.  Tapi Apa kau tidak berpikir pink itu cocok untukku, Jin Sook?” keluh Phil melihat baju pink. 

Keduanya sudah mengunakan pakaian couple warna pink. Phil berjalan dengan tatapan kosong. Jin Sook melihat wajah Phil seperti merasa tak nyaman, akhirnya menarik tangan Phil agar bisa memeluknya dengan berkomentar kalau Cuacanya bagus lalu berbelok. Saat itu Suk Tae yang sedang berkerja menatap sedih karena Jin Sook bersama Phil. 

Suk Tae seperti tak nafsu makan, hanya diam saja. Seniornya bertanya kenapa Suk Tae  tidak makan. Suk Tae mengaku merasa seperti mengunyah pasir. Seniornya panik merasa kalau Suk Tae akan kena masalah jika memakannya lalu bertanya berapa umurnya. Suk Tae bertanya balik kenapa seniornya bertanya.
“Aku punya adik ipar yang cantik. Jika kalian berdua seumuran maka aku akan mengenalkannya padamu.” Ucap Seniornya
“Aku hanya punya satu hati dan itu sudah milik orang lain.” Ungkap Suk Tae yang masih mencintai Jin Sook.  

Phil melihat layar TV yang berputar-putar seperti ingin kembal masuk Man Hole lagi. Jin Sook melihat Phil hanya diam saja menariknya dan memperlihatkan sebuah kulkas ukuran besar dan menyukainya. Phil pun akan membelinya.
 Jin Sook melihat beberapa cangkir dan Phil akhirnya mendekat memegang cangki pilihan calon istrinya lalu Jin Sook melihat cangkir itubuatan Denmark. Setelah itu melihat lampu duduk, Phil hanya duduk diam diatas tempat tidur. Jin Sook tiba-tiba langsung menarik Phil untuk berbaring.
“Apa kau lelah?” ucap Jin Sook. Phil mengaku Tidak lelah dan sangat menyenangkan.
“Jika kau lelah. Kita bisa beristirahat.” Kata Jin Sook. Phil pikir lebih baik  pulang saja dengan wajah panik
“Masih banyak yang harus dilakukan.” Kata Jin Sook. Phil hanya bisa menghela nafas dan Jin Sook mengeluh kepalanya, lalu berpikir apakah mereka boleh berbaring. 

Soo Jin duduk diam ditaman, tanganya sudah memegang sebuah tiket Dari Incheon ke London dan juga paspor, tapi wajahnya berusaha untuk tersenyum. Phil duduk di cafe sendirian, Jin Sook datang membawakan minuman. Phil merasa tak enak karena seharusnya membiarkan laki-laki yang melakukannya.
“Kau harusnya melakukannya sebelum aku.” Keluh Jin Sook.
“Maaf, banyak yang kupikirkan hari ini. Tapi Ngomong-ngomong, kenapa kau memesan bir? Ini masih siang.” Ucap Phil melihat kaleng tinggi sepergi bir.
“Itu kopi. Bukankah itu menarik?” kata Jin Sook. Phil mencobanya dan merasakan enak, tapi karena terburu-buru malah membasahi baju dan juga mulutnya.
“Astaga, kau seperti anak kecil,  selalu menumpahkan minuman.” Kata Jin Sook membersihkan wajah dan bagian dada Phil. Phil menatap binggung seperti merasa ada hal yang aneh.
“Jangan menatapku seperti itu.  Ini memalukan.” Kata Jin Sook. Phil akhirnya hanya bisa meminta maaf karena tidak membantunya.
“Tidak apa-apa. Aku tahu hal ini sangat sulit untuk pri memilih barang-barang untuk pernikahan Kau melakukannya dengan cukup baik hari ini Lalu Apa yang harus kita berikan untuk hadiah perpisahan Soo Jin?”kata Jin Sook
Phil memikirkan itu Hadiah untuk Soo Jin lalu bertanya apakah Soo Jin belajar di luar negeri. Jin Sook binggung melihat Phil yang terkejut padahal sudah tahu, lalu memikirkan temanya akan kesulitan belajar di luar negeri. Phil binggung kalau Soo Jin akan Belajar ke luar negeri?
“Apa dia pergi ke luar negeri sendirian? Lalu Apoteker itu?” kata Phil. Jin Sook bertanya apakah maksudnya itu Jae Hyun.
“Sepertinya Jae Hyun tertarik pada Soo Jin. Tapi Soo Jin sepertinya tidak tertarik sama sekali. Kupikir mereka akan terlihat cocok jika bersama” kata Jin Sook
Phil langsung kesal mendengarnya, Jin Sook heran melihat reaksi Phil seperti tak suka. Phil akhirnya tak ingin membahasnya lagi. 


Saat itu keduanya berjalan pulang bertemu dengan Jae Hyun, Phil langsung menatap sinis. Jae Hyun bertanya pakah mereka baru pulang dari suatu tempat. Jin Sook dengan wajah bahagia mengatakan baru pergi untuk membeli hadiah pernikahan. Jae Hyun mengaku iri.
“Selamat atas pernikahan mu.” Ucap Jae Hyun. Jin Sook pun mengucapkan Terima kasih. Phil melihat Jae Hyun membawa tas  “Agensi Pendidikan Luar Negeri”
“Hei, Phil... Dia mengucapkan selamat, kau harus berterimakasih padanya. Kenapa kau hanya berdiri saja?” ucap Jin Sook menyadarkan calon suaminya. Phil hanya memberikan sedikit senyuman. Jin Sook pun pamit mengajak Phil untuk pergi. Jae Hyun melihat dari belakang.
“Sekarang, aku tidak merasa terganggu lagi olehnya.” Ucap Jae Hyun bahagia. 

Phil binggung kenapa Jin Sook membawanya kesini.  Jin Sook memberiitahu Soo Jin berjanji untuk mengambil foto pernikahan mereka jadi menyewa studio ini. Phil terlihat kaget. Jin Sook heran dengan Phil seperti orang linglung dari bangun tidur.
“Apa yang salah denganmu hari ini? Apa kau hilang ingatan atau sesuatu?
 “ keluh Jin Sook saat itu Soo Jin datang menyapa keduanya.
“Hei.. Lihatlah sepasang kekasih ini. Kalian juga mengenakan baju yang sama.  Kalian benar-benar bisa melakukan hal seperti ini diluar pemikiranku. Dan Mengapa dia begitu kaku? Mungkin dia gugup.” Ucap Jin Sook. Phil hanya diam saja. Jin Sook melihat wajah Phil berpikir seperti itu.
“Gaunmu sudah siap jadi mari kita selesaikan make up mu terlebih dulu.” Kata Soo Jin. Saat itu Goo Gil datang, Soo Jin malah mengeluh teman-temanya datng padahal belum siap.
“Ini akan menjadi momen bersejarah jadi aku memanggil mereka semua.” Ucap Soo Jin pada Jin Sook
“Aku datang untuk melihatmu menggali kuburan mudamu. Selamat tinggal.” Bisik Dal Soo pada Phil.
“Aku akan merangkak keluar dari kuburan. Jangan khawatir.” Balas Phil
“Aku tidak tahu aku akan menikah lebih dulu darinya. Aku benar-benar tidak tahu.” Kata Jung Ae melihat Jin Sok
“Jung Ae, aku siap untuk menikah  bahkan hari ini pun aku siap.” Ata Goo Goo Gil
“Jangan mengganggu kita, dan tetaplah diam. Aku harus fotogenik hari ini.” Ucap Jin Sook. Soo Jin pun mengajak mereka untuk bersiap-siap. Phil pun ditinggal oelh Jin Sook. 


Jin Sook sudah menganti bajunya, Soo Jin menemui penata riasnya memberitahu kalau harus lebih hati-hati pada temannya dan Pastikan kontur dan sorot wajahnya. Ia yakin temanya itu pasti terlihat menakjubkan dalam gambar-gambar itu.
“Baiklah. Aku akan mencoba membuat seni hari ini.” Ucap si penata rias.
“Tolong samarkan lingkaran hitamku di sini. Aku lelah memilih hadiah pernikahanku hari ini.” Kata Jin Sook pada si penata rias.
“Jangan bereaksi berlebihan. Kau mungkin kelelahan secara fisik tapi bukankah menyenangkan memilih hadiah dengan Phil? Aku memiliki sebuah mimpi untuk pernikahanku.” Kata Soo Jin bersemangat.
“Aku juga.. Tapi itu sangat melelahkan untuk berbelanja dengan seorang mayat. Aku harus berbelanja dan membeli semuanya sendiri Phil tidak membantu sama sekali. Lalu, dia tidak tahu apa-apa tentang anak perempuan. Dia juga tidak tertarik pada hal semacam itu. Jadi Bagaimana persiapanmu untuk belajar di luar negeri?” kata Jin Sook
“Lancar dan aku sudah membeli tiketnya. Aku hanya perlu berangkat sekarang.” Kata Soo Jin
“Apa kau benar-benar harus pergi sebelum pernikahanku?” keluh Jin Sook
“Seperti itulah jadwal keberangkatannya, jadi tidak ada yang bisa kulakukan. Apa kau akan dendam akan hal ini?” ucap Soo Jin. Jin Sook mengaku sangat kesal. Soo Jin pun benar-benar minta maaf dan meminta izin akan keluar dan menyiapkan semuanya. Jin Sook pun mengizinkan. 


Phil sudah menganti jasnya, terlihat kebingungan memasang dasinya. Soo Jin datang ingin membantu Phil memasangkanya, Phil memberikan dasinya dan terlihat gugup. Soo Jin tahu Phil yang tidak pernah memakai dasi. Phil terlihat gugup berdiri berdekatan dengan Soo Jin.
“Phil.. Jika bisnis Jin Sook tumbuh dengan pesat hingga 100 toko, seharusnya kau tidak bergantung padanya. Kau harus mencari uang sendiri untuk  hidup dengan penuh percaya diri. Jangan menyulitkannya, oke?
 ucap Soo Jin.
“Kudengar kau akan belajar di luar negeri. Kapan kau pergi?” kata Phil gugup. Soo Jin pikir Phil lupa dan memberitahu kalau akan pergi  Minggu ini.
Phil mengingat saat Jae Hyun mengucapkan Selamat atas pernikahan dengan membawa tas yang bertuliskan agency untuk belajar ke luar negeri, lalu bertanya apakah Soo Jin akan pergi sendiri. Soo Jin pikir siapa yang akan ikut denganya dan balik bertanya heran kenapa Phil mengatakan itu. Phil mengaku tak ada apa-apa.
“Maafkan aku, tidak bisa menghadiri pernikahanmu. Sebagai gantinya aku akan memberimu uang untuk hadiahnya, jadi jangan marah.” Ucap Soo Jin dan melihat dasi Phil sudah terpasang. Tapi saat itu tangan Phil memegang tangan Soo Jin.
“Soo Jin... Aku mengalami kejadian yang tak dapat dijelaskan setiap waktu. Tapi ada satu hal yang bisa kujelaskan. Bahwa kau dan aku saling menyukai Jangan menyerah Karena aku juga belum menyerah. Kita akan bertemu lagi dengan sosok yang berbeda.” Ucap Phil.
Jin Sook melihat dari kejauhan dengan Phil yang memegang tangan Soo Jin, matanya terlihat menahan rasa sedih. Soo Jin menarik tanganya merasa  Jin Sook pasti sudah menunggu. Phil pun menganguk mengerti. Soo Jin mengucapkan Selamat atas pernikahanya karena terlihat cocok bersama. Phil hanya menatap sedih Soo Jin seperti ingin menyakinkan ucapanya.  Soo Jin memuji Phil yang terlihat luar biasa berpakaian seperti ini.  Phil seperti memohon agar Soo Jin bisa percaya padanya. 



Dal Soo melihat Goo Gil duduk sendirian, lalu bertanya keberadan Jung Ae, karena tidak di luar. Goo Gil pikir Mungkin ada di dalam sana dengan menunjuk ke arah depan. Dal Soo heran kenapa Jung Ae malah masuk kesana. Goo Gil mengaku tak tahu. 
Saat itu Jung Ae membuka tirai sudah mengunakan gaun pengantin, Dua pria langsung melonggo melihatnya. Jung Ae menanyakan pendapatnya. Goo Gil melihat Jung Ae sangat cantik. Dal Soo berpikir matanya buta karena Jung Ae terlalu bersinar dimatanya.
“Mereka bilang itu gaun terbaru di sini. Bukankah ini terlihat cocok untukku? Tolong Foto.” Ucap Jung Ae. Keduanya langsung mengeluarkan ponsel dan mencoba untuk mengambil gambar bahkan ikut selfie bersama Jung Ae. 

Soo Jin memastikan kameranya dengan baik, lalu teringat sata Phil yang memegang tanganya seperti ingin menyakinkan, tapi berusaha menyadarkan diri kalau Phil akan menikah dengan Soo Jin.  Phil dkk datang membahas Phil yang baru pertama kali melakukan Prewed.
“Hei, Soo Jin... Dia tidak tampak seperti Phil yang kita kenal. Ini seperti makeover.” Ungkap Dal Soo
“Aku tidak percaya melakukan ini.” Ungkap Phil gugup. Goo Gil menyakinkan kalau temanya akan baik-baik saja dan meminta agar Jangan gugup, serta latihan tersenyum. Saat itu Jung Ae datang bersama dengan Jin Sook, Phil seperti terpana melihatnya.
“Apa kau gadis yang sama yang minum soju dengan botolnya?” Kata Goo Gil tak percaya
“Aku keberatan dengan pernikahan ini. Jin Sook kelihatan cantik, Coba Panggil polisi. Kita harus melepaskan ini.” Kata Dal Soo mengoda.
“Kau tidak terlihat sama hebatnya denganku tapi apakah dia tidak terlihat cantik?” ucap Jung Ae lalu meminta tanggapan Soo Jin. Soo Jin melihat kalau Jin Sook memang cantik. Jin Sook dengan bangga kalau memang selalu cantik
“Hei... Phil, kau harus mengatakan sesuatu juga.” Kata Soo Jin menegurnya
“Teman-teman , ini bukan berita, karena Jin Sook selalu cantik. Apa kau tidak tahu?!!” kata Phil memuji Jin Sook dengan cara berbeda. 


Soo Jin pun mengajak mereka mulai foto prewed. Jin Sook dan Phil duduk di bangku yang sudah siapakan. Soo Jin meminta agar Pengantin wanita senyum dengan lebar dan beralih ke pelukan pengantin laki-laki. Jin Sook menyandarkan kepalanya pada pundak Phil.
Wajah Phil terlihat tegang dan kaku karena memang ingin menikah dengan Soo Jin yang sukainya. Dal Soo dkk meminta Phil untuk mulai tersenyum. Soo Jin sedikit kesal melihat ekspresi Phil seperti tak bahagia lalu meminta Senyum sedikit lagi. Tapi tetap saja Phil tak bisa tersenyum.
“Soo Jin, bukankah seharusnya mereka berdiri?” kata Goo Gil.  Soo Jin pun menyuruh keduanya untuk berdiri saja.
“Lihatlah satu sama lain.. Buat itu terlihat cantik. Dan Phil, senyum sedikit lagi.” Kata Soo Jin memberikan aba-aba. Phil seperti memperlihatkan senyum yang dipaksa.
“Apa dia takut dengan kamera? Hei.. Phil, kau harus lebih berani.” Kata Dal Soo lalu menarik Jung Ae seperti gaya pasangan yang akan menikah sebelumnya.

“Haruskah kita melakukan itu juga?” ucap Jin Sook terlihat bersemangat. Phil pikir merka bisa membuat fotonya sedikit lebih lembut. Jin Sook setuju kalau mereka ingin bersikap lembut. Soo Jin sempat gugup dan mulai mengambil gambar keduanya.
“Hei, kau harus menciumnya.” Teriak Goo Gil. Dua temanya mendukung mereka untuk berciuman. Soo Jin terlihat menutupi rasa gugup dan tak nyaman.
“Hei, jadilah orang yang tangguh. Ciumlah dia.” Kata Dal Soo. Phil pikir mereka tidak perlu berciuman disini.
“Itu wajib untuk foto pernikahan jadi Lakukan saja.” Ucap Dal Soo. Phil merasa tak perlu.
“Astaga, mengapa kau begitu pemalu hari ini? Kali ini aku yang akan melakukan” kata Jin Sook. Tiga temanya pun setuju.
Soo Jin makin gugup. Jin Sook sudah siap menciumnya tapi Phil malah menghindar yang membuat si calon istri binggung.  Phil meminta waktu dan merasa kalau agak memalukan berciuman di depan orang. Jin Sook menganguk mengerti.
“Kurasa Phil malu untuk melakukan ini di depan kita.” Kata Soo Jin. Dal Soo  mengeluh nanti dengan apa yang akan dilakukan Phil pada malam pernikahan. Soo Jin sudah siap mengambil gambar.
“Bukankah ini lebih baik daripada berciuman?” kata Phil memeluk Jin Sook. Soo Jin sempat gugup dan mencoba untuk lebih profesional untuk mengambil gambar. 


Soo Jin keluar dari ruangan dan duduk lemas ditangga, lalu berusaha menyadarkan diri untuk melupakan semuanya, dan kali ini adalah kesempatan yang membahagiakan jadi harus bahagia untuk mereka.
“Kau..hanya bisa... berharap yang tebaik untuk mereka berdua.” Ucap Soo Jin.
Di dalam ruangan, Jung Ae pikir melelahkan mengambil begitu banyak foto tapi Jin Sook terlihat hebat, lalu akan membawa air dan Jin Sook bisa menunggu saja. Jin Sook pun mengucapkan terimakasih pada temanya, lalu melihat hasil foto di layar komputer Soo Jin.
Ia melihat foto terakhir mereka yang terlihat bahagia dengan senyuman dan Phil yang memeluknya. Tapi sebelum foto tersebut Jin Sook melihat wajah Phil seperti tertekan.
Bersambung ke Part 2
                                                                   
FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar