Sabtu, 09 September 2017

Sinopsis Manhole Episode 10 Part 2

PS : All images credit and content copyright : KBS
Suk Tae sibuk berkerja sebagai PNS, sudah ada petunjuk di bagian Man Hole kalau Dalam Masa Perbaikan. Suk Tae pun meminta mereka mulai membuka manhole. Terlihat lampu dibagian atas tak berkedap-kedip, seperti tak memperlihatkan keanehan.
“Masuklah dan periksa kondisinya dan Bagian dalamnya.” Perintah Suk Tae. Salah seorang petugas pun masuk ke dalam Man Hole untuk melihatnya. 

Jung Ae berjalan dengan Goo Gil dan Dal Soo mengaku berharap punya lebih banyak waktu sehingga  bisa mencoba semua gaunnya. Saat itu Dal Soo terdiam melihat ada sebuah mobil terparkir lalu mengajak Jung ae pergi dan meminum secangkir kopi.
“Ayolah, jangan buang-buang uang.,, Kita dekat dengan tokomu dan bisa meminumnya di sana.” Kata Goo Gil heran. Dal Soo menarik Goo Gil agar segera cepat pergi.
Saat itu sopir dari mobil memanggil Dal Soo dengan panggilan Tuan Oh, dua temanya binggung dan seorang wanita tua dengan tatapan dingin keluar dari mobil. Dal Soo seperti tak bisa buat apa-apa. 

Jung Ae dan Dal Soo seperti disidang oleh seorang ibu-ibu dengan tatapan sinis.  Dal Soo pikir Seharusnya menelpon dulu sebelum datang. Ibunya pikir kalau kalau menelepon Dal Soo apakah akan menemuinhya. Dal Soo pikir sekarang ibunya sudah menemuinya jadi meminta agar pulang saja.
“Aku akan pulang akhir pekan ini, Mari kita bicara nanti.” Ucap Dal Soo
“Nona... Mungkin terdengar kasar, tapi kau sangat cantik.” Kata Ibu Dal Soo. Jung Ae dengan ketakutan mengucapakan Terima kasih.
“Aku telah melakukan banyak kesalahan karena aku tidak mengurus anakku dengan benar.” Kata Ibu Dal Soo
“Tidak, dia benar-benar baik untukku.” Ucap Jung Ae memuji
“Aku senang. Setidaknya dia bersikap baik padamu. Tapi dia tidak akan lama lagi berada di sini. Dia harus kembali ke rumah.” Kata Ibu Dal Soo
“Pulang apanya? Ini rumahku. Aku tidak akan ke mana-mana.” Kata Dal Soo 

Goo Gil gugup menunggu di luar lalu bertanya pada sopir siapa yang ada didalam. Sopirnya memberitahu kalau Nyonya yang didalam ibunya Tuan Oh. Goo Gil bingung karena sopir memanggil Dal Soo dengan sebuktan Tuan Oh
“Apa Dal Soo dari keluarga kaya raya?” tanya Goo Gil tak percaya
“Ya, dia adalah anak bungsu dari ketua.” Kata Sopirnya. Goo Gil tak percaya kalau Dal Soo adalah keturunan Chaebol. 

Ibu Dal Soo kembali bicara pada Jung Ae, meminta maaf untuk mnegatakan kalau kau tidak cocok dengan anakny dan merreka sebagai keluarga tidak bisa menyetujui hubungan keduanya jadi meminta agar Jung Ae membiarkanya pergi.
“Seberapa keraspun kau mencoba menahannya, kau tidak akan pernah bisa bersamanya.” Ucap Ibu Dal Soo sinis
“Ibu, tidak ada alasan, kenapa Jung Ae harus mendengar ini darimu? Jdai Silakan pergi. Kami tidak membutuhkan persetujuan keluarga itu.” Kata Dal Soo
“Apa kau hanya mengatakan, "keluarga itu"?” kata Ibu Dal Soo tak percaya mendengarnya. Dal Soo membenarkan seperti sangat muak dengan keluarga yang kaya raya.
“Aku minta maaf atas kunjungan mendadak ini. Namun, kau harus ingat apa yang telah aku katakan padamu. Sudah lama aku menikahi seorang pembisnis. Jadi aku akan mengatakannya secara langsung. Tidak peduli seberapa keras kau mencoba, maka kau tidak akan pernah bisa bersamanya. Aku minta maaf untuk mengatakan bahwa setiap orang tidak bisa selalu bersama hanya karena mereka sedang jatuh cinta.” Tegas Ibu Dal Soo lalu keluar dari toko.
Jung Ae hanya tertunduk diam dan sedikit kebingungan. Dal Soo memegang tangan Jung Ae karena tahu kalau pasti mengejutkannya dan meminta agar jangan memperdulikan dan berpikir tak akan ada masalah. Jung Ae menarik tangan Dal Soo seperti tak ingin disentuh. Dal Soo binggung melihat sikap Jung Ae.
“Kau siapa?” ucap Jung Ae. Dal Soo pikir mereka adalah Mitra bisnis dan rekan kerja Jung Ae  dengan nama Dal Soo lalu mencoba menenangkan Jung Ae. Tapi Jung Ae terlihat kebingungan, suasana pun jadi kacau. 


Phil dan Jin Sook menuruni tangga dan sudah berganti pakaian,  Soo Jin pikir merkea harus pulang dan beristirahat. Jin Sook mengatakaan mereka punya satu hal lagi yang harus dilakukan hari ini yaitu harus mendaftarkan pernikahan mereka. Phil kaget mendengarnya.
“Hei, tidak ada yang mendaftarkan pernikahan sebelum pernikahannya terjadi Mari kita lakukannya dalam sehari lagi.” Kata Phil. Jin Sook menolak
“Ini Cara untuk mengambil inisiatif. Semuanya mulai dilakukan dengan sangat cepat.” Kata Soo Jin memuji
“Aku harus melakukannya karena khawatir.Aku rasa, harus menyelesaikan semuanya.” Jin Sook bangga
“Kalian berdua yang mengurusnya, jadi Pergilah.” Kata Soo Jin dengan nada mengejek. Jin Sook setuju akan pergi dan memerintahkan Phil unuk mengikutinya.  Phil pun tak bisa berbuat apa-apa mengikuti Jin Sook untuk mendaftarkan pernikahan. 

Di taman
Goo Gil terlihat sangat marah dan tak mengenal Dal Soo, padahal mereka sudah berteman sejak SMA, tapi benar-benar tidak tahu siapa jati diri temanya itu. Dal Soo mengatakan kalau ia masih tetap Dal Soo yang dikenal Goo Gil selama ini.
“Apa pria yang ayahnya seorang pegawai negeri dan yang pindah ke Seoul sendiri atau anak bungsu dari keluarga kaya raya?” ucap Goo Gil marah
“Aku membenci keluargaku. jadi aku pindah ke sini untuk melanjutkan hidupku. Jangan seperti ini dan Semuanya sudah berantakan.” Kata Dal So
“Aku yakin Jung Ae terkejut akan hal ini. Jung Ae mungkin berpikir mencintai seseorang akan membuat semuanya berjalan baik. Tapi karenamu, maka Mimpinya telah hancur.” Ucap Goo Gil.
“Itu tidak akan terjadi” kata Dal Soo mencoba untuk membahagiakan Jung Ae
“ pa kau ingin dia bahagia? Pergi saja dari sini. Kembali ke tempat asalmu.” Kata Goo Gil marah.
Jung Ae hanya diam dalam kamarnya mengingat ucapan Ibu Dal Soo “Tidak peduli seberapa keras kau mencoba, kau tidak akan pernah bisa bersamanya. Aku minta maaf karena aku mengatakan bahwa setiap orang tidak bisa selalu bersama hanya karena mereka sedang jatuh cinta.”  Ia hanya bisa menangis mengingatnya. 


Suk Tae baru saja keluar dan dua seniornya memanggil dengan bertanya kenapa manhole itu tersumbat. Suk Tae menceritakan saat membuka lubang manhole dan selokan itu penuh dengan puntung rokok. Keduanya tak percaya kalau ada banyak Puntung rokok.
“Ya. Aku pikir orang-orang pergi ke gang itu untuk merokok karena tempat itu area bebas merokok. Aku pikir pekerjaannya akan selesai besok. Mungkin kita harus menyingkirkan semua saluran pembuangan. dan semua manhole di lingkungan itu.” Kata Suk Tae yakin
“Semua orang senang karena kau menanggapi keluhan masyarakat dengan sangat cepat.” Ungkap temanya. Suk Tae terlihat bangga lalu matanya meliha sosok Jin Sook dan Phil berjalan masuk dengan saling bergandengan tangan. 

Keduannya pergi ke Kantor Pelayanan Publik. Suk Tae mendekati keduanya bertanya alasan datang. Jin Sook mengatakan merekaingin mendaftarkan pernikahan. Suk Tae mengerti dengan wajah sedih dan akan membantunya jadi bisa ikut denganya.
“Bagaimana bekerja menjadi PNS?  Apa baik-baik saja?” kata Phil berusaha untuk ramah. Suk Tae pikir baik dengan nada sedikit ketus.
“Aku mengerti... Kau akan benar-benar mendapatkannya suatu hari nanti.” Ucap Phil bangga melihat temannya jadi PNS. Suk Tae binggung. Phil mencoba tak membahasnya. 

Suk Tae memberikan Formulir Pendaftaran Pernikahan meminta mereka untuk mengisi lebih dulu  lalu dapatkan sertifikat hubungan keluarga. Ia menunjuk kebagian ruangan dan bisa diantar olehnya. Jin Sook pikir tak perlu karena Suk Tae harus kembali bekerja.
“Tidak apa-apa, aku hanya ingin membantu temanku. Ini bukan apa-apa.” Kata Suk Tae.
“Kau tidak perlu membantu kami. Phil.. Kau isi lebih dulu dan Aku akan mengambil kertas lain.” Kata Jin Sook. Phil menganguk mengerti dan Suk Tae mengikuti Jin Sook pergi.
Phil mengisi biodata dengan nada istri Yoon Jin Sook dan terlihat binggung harus menuliskan Huruf cina, akhirnya ia mencoba ke kolom Nomor telepon, tapi tak mengingatnya. Ia pindah ke tanggal lahir Jin Sook dan hanya mengingat lahir 1990 tapi tak tahu tanggalnya. 

Suk Tae membantu  Jin Sook dalam mesin. Jin Sook pikir bisa melakukan ini sendiri. Suk Tae pikir tetap akan melakukannya untuk Jin Sook . Jin Sook melhat Semuanya dikerjakan dengan mesin jadi Sangat mudah.  Tapi Suk Tae pikir Orang tua merasa sulit sekalipun, karean membantu mereka sepanjang waktu.
“Apa Seperti sekarang?” kata Jin Sook mengodanya. Suk Tae selesi memberika kertas kalau keduanya benar-benar akan menjadi keluarga.
“Apa Phil baik untukmu?” tanya Suk Tae. Jin Soo pikir mereka  saling mengenal dengan baik jadi lebih bagus. Suk tae menganguk mengerti.

Jin Sook kembali dan bertanya apakah Phil sudah selsesai mengisi. Phil binggung karena hanya tahun tahun kelahilan Soo Jin 1990. Jin Sook melihat Phil yang hanya menyelesaikan bagiannya. Phil mencoba menjelaskanya dan Jin Sook sudah melihat lembaran yang diisi olehnya.
“Apa kau tidak tahu nomor telpon dan ulang tahunku?” ucap Jin Sook terlihat sedih.
“Aku akan mengisinya. Berikan padaku.” Kata Suk Tae dengan cepat mengisi yang tak bisa diisi Phil dengan tanggal lahir 30 Agustus 1990 begitu juga yang lainya. Phil mengaku kalau tidak ingat. Jin Sook tak bisa menutupi rasa kecewanya. 

Keduanya keluar dari Pusat Pelayanan Publik. Phil melihat Jin Sook yang terlihat sangat lelah jadi mengajakya pulang. Jin Sook menatap Phil  mengajak pergi ke suatu tempat sebelum pulang, karena Ada tempat yang benar-benar ingin dikunjungi bersama calon suaminya. Phil pun setuju mengikuti Jin Sook. 

Keduanya duduk di kursi taman dengan pemandangan senja yang terlihat bagus. Phil merasa senang karena sudah lama sekali dan ingin tahu alasan Soo Jin yang ingin mengunjungi sekolah mereka dulu. Soo Ji mengatakan kalau Sekarang sedang memikirkannya, kalau sudah lama menyukai Phil. Phil terdiam mendengarnya.
“Dulu aku berpikir bahwa aku akan bahagia jika aku hanya menjadi teman baikmu. Tapi sekarang aku memikirkannya, aku menyesalinya. "Aku menyukaimu " Seharusnya aku memberitahumu lebih awal. Apa kau melihat gerbang disana? Itu adalah di mana aku mulai menyukaimu.” Ucap Jin Sook
“Apa yang aku lakukan di sana?” kata Phil binggung. Jin Sook heran phl yang tidak ingat dan berusaha agar bisa mengingatnya. 

Flash Back
Jin Sook melihat nenek yang membawa kardus bekas dengan gerobaknya. Beberapa temanya melihat si Nenek dengan menganggap seorang pengemis karena meminta kertas dan mereka takut kala nanti meminta uang juga. Jin Sook pun menahan diri untuk tak mendekati neneknya.  Saat itu Phil datang
“Nenek... Aku sudah menyuruhmu untuk menungguku.  Kenapa kau melakukan ini sendiri? Aku mendapatkan beberapa kertas daur ulang dari teater.” Kata Phil membawa banyak kertas dan berjanji tidak akan terlambat lagi. Jin Sook langsung terpesona dengan Phil yang tak malu mendekati neneknya.
“Itu adalah pertama kalinya, aku merasa berterimakasih kepada seseorang. Jadi aku memutuskan untuk menjadi  seseorang yang berterimaksih padamu.” Cerita Jin Sook.
“Nenekmu sangat menyukaiku.” Kata Phil bangga.
“Phil... Aku sangat menyukaimu. Tapi....aku pikir harus...mengakhiri perasaanku padamu. Mari kita batalkan pernikahan kita.” Kata Jin Sook. Phil seperti tak percaya Jin Sook akan melakukan hal itu.
“Nenekku bilang bahwa seorang wanita harus bertemu pria yang mencintainya. Tapi kau tidak cukup untukku. Kupikir itu lebih baik daripada bercerai. Bayangkan jika kita bercerai. Kita akan kehilangan cinta dan persahabatan. Kita akan saling meninggalkan. Bukankah begitu?” ucap Jin Sook.
Phil hanya diam saja lalu Jin Sook mengeluarkan Formulir Pendaftaran Pernikahan lalu merobeknya. Ia merasa tidak berpikir siap menjadi wanita yang sudah menikah tapi tunggu dan lihat, karena yakn betapa baiknya pria yang menikah dengannya dan Phil akan menyesalinya nanti lalu akan merindukan seorang wanita sepertinya. Phil tetap diam saja. 


Suk Tae terlihat gugup dalam ruangan dengan kerja lembur, dan mengingat kejadian sebelumnya.
Flash Back
Suk Tae mengantar Jin Sook untuk mendaftarkan penikahanya. Jin Sook tiba-tiba menahanya. Suk Tae binggung. Jin Sook pikir tidak bisa melakukan ini. Suk Tae makin binggung berpikir ada yang salah. Jin Sook pun segera pamit pergi dengan membawa formulir penikahanya.
Suk Tae khawatir dengan Jin Sook berusaha menelp tapi tak diangkat dan memilih untuk bergegas pergi dari kantornya. 

Jin Sook sudah duduk sendirian di bar Bong Bong, sambil meminum satu gelas bir besar. Mengingat saat ada dikamar Phil.
Flash Back
Jin Sook membereskan tempat tidur Phil yang berantakan, lalu melihat sebuah surat dibawah bantal Phil dan itu surat Dari Soo Jin, Untuk Phil. Ia mulai membaca isi surat yang dituliskan Soo Jin.
“Untuk phil.... Tentara Bong Pil.. Apa kau baik-baik saja?”

Jin Soo tak menyangka kalau Phil sudah tahu tentang surat yang disembunyikan oleh Phil. Pesan dari Soo Jin masuk, mengirim foto pernikahan keduanya. “Jin Sook... Ini adalah foto terbaik di antara foto pernikahanmu. Kuharap kau selalu tersenyum seperti ini. Aku mencintaimu, temanku.”
Jin Sook langsung menangis, Suk Tae datang melihat Jin Sook yang sudah menangis, bertanya kenapa tidak mengirimkannya dan menangis. Jin Sook terus menangis meminta agar jangan katakan apa-apa dan tetaplah bersamanya hari ini, lalu bersadar di pundak Suk Tae. Suk Tae terlihat gugup akhirnya membiarkan Jin Sook bersadar dan memeluk pundaknya. 



Phil berjalan sendirian, lalu melihat pesan yang dikirimkan Soo Jin, Foto Prewednya “Jin Sook terlihat sangat senang bersamamu. Tolong bahagiakan temanku sepanjang waktu.”
“Semuanya menjadi semakin rumit. Aku tidak tahu apa yang sedang terjadi sekarang.” Ucap Phil
Phil mencoba membalas pesan “Soo Jin, aku putus dengan...” tapi diurungkan niatnya. Soo Jin baru saja pulang menutup pintu studio membaca pesan dari Phil  “Aku harap kau juga bahagia.”. Ia pun hanya bisa tersenyum karena Phil besok akan menikah dengan Jin Sook. Saat itu Soo Jin tanpa sadar berpapasan dengan seorang wanita. 

Di Apotik
Senior meminta Jae Hyun agar Kemas dan pulanglah. Jae Hyun mengatakan kalau hampir selesai.  Seniornya sebelum pergi bertanya apakah Jae Hyun  sudah memutuskan untuk beristirahat kemana. Jae Hyun mengaku akan beristirahat di rumah. Seniornya memuji Jae Hyun Menjadi lajang itu baik.
“Pria yang sudah menikah akan tertekan jika tinggal di rumah. Ayo kita minum sebelum libur.” Kata Seniornya. Jae Hyun pun tak menolaknya. Lalu seniornya pun pamit pergi. 



Seorang pria datang memberikan resep pada Jae Hyun, Jae Hyun melihat dan mengatakan kalau Pria itu tidak bisa mengisi resep ini dan meminta aar mendapatkan lagi dari rumah sakitnya lagi. Si pria tak bisa terima karena punya resep ditangan Jae Hyun. Jae Hyun melihat kalau itu adalah salinan resepny.
“Aku hanya membawa apa yang diberikan rumah sakit padaku. Jadi Diam dan berikan obatku.” Ucap si pria dengan nada marah
“Kau tidak bisa melakukannya. Aku tidak bisa memberikan  obatnya karena ini tindakan ilegal dan ini adalah obat psikotropika...” kata Jae Hyun. Tiba-tiba si pria langsung mengcengkram baju Jae Hyun
“Aku bilang baru saja mendapatkannya dari rumah sakit. Aku mengambilnya dari sini beberapa hari yang lalu.” Kata Si pria. Jae Hyun meminta agar melepaskan tanganya.
“Aku akan kembali dan membawakanmu resep baru. Aku akan menemuimu besok.” Kata si pria lalu keluar dari apotek.

Jae Hyun terlihat menahan amarah, lalu melihat ke ada satu kancing yang lepas, tanganya mengepal terlihat sangat marah. Akhirnya Ia menutup apotik dan melihat sekeliling lalu berjalan pergi. Di balik dinding seorang wanita melihat Jae Hyun dengan wajah ketakutan. 
Si Pria terlihat berjalan di lorong,  Diam-diam Jae Hyun dengan masker mengikutinya lalu memberikan beberapa pukulan dan juga tendangan. Phil berjalan dengan wajah sedih di terowongan lalu melihat yang dilakukan Jae Hyun lalu berusaha untuk menahanya.
Sementara dalam Man Hole masih pukul 11 malam dengan petugas yang terus berusaha mengeluarkan semua sampah dan Dalam Masa Perbaikan. Petugas menelp memberitahu kalau Ini konstruksi besar dan Sudah hampir jam 11 malam tapi tidak tahu kapan ini akan berakhir dan Gotnya benar-benar tersumbat.
Phil bisa membuat Jae Hyun tertelungkup dan akan dibawa ke kantor polisi, tapi tubuhnya sudah dibawa ke dalam manhole. Jae Hyun binggung tiba-tiba Phil yang memegang tangan adan hilang begitu saja. Sementara Phil dibuat binggung karena belum jam 12 malam.

[Epilog]
Soo Jin berjalan masuk ke ruangan VIP pada pesawat lalu meminta agar pramugari menunjukkan tempat duduknya. Soo Jin pun dibawa ke bangku bagian depan dekat jendela, wajahnya tersenyum bahagia akhirnya bisa pergi meninggalkan Korea. Saat itu juga Jae Hyun masuk dan duduk di kursi bagian kanan, dengan tatapan seperti pembunuh berdarah dingin menatap Soo Jin yang bisa terus diikutinya.
Bersambung ke Episode 11
                                                                   
FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar