Jumat, 01 September 2017

Sinopsis Manhole Episode 7 Part 1

PS : All images credit and content copyright : KBS
(10 September, 2012 - Dua hari sebelum keberangkatan wajib militer Phil)
Phil dkk minum bersama dengan tempat duduk berbeda, para wanita duduk bersama dan para pria disamping mereka. Soo Jin bertanya pada  Jung Ae-ah Apa sebenarnya yang membuatny begitu menyukai Dal Soo. Menatap Dal Soo sedang bicarar dengan Phil kalau nanti di wamil. .
“Dia cuek, keren,  terlihat polos, tapi pintar. Dia kelihatan tidak tertarik padaku, tapi seringkali sangat manis terhadapku. Dia tipeku.” Ucap Jung Ae bangga
“Tipe pria berengsek tepatnya... Sadarkan dirimu” ejek Jin Sook melihat tatapan Jung Ae pada Dal Soo
“Omong-omong, bagaimana dengan tipe lelaki idaman kalian? Aku akan menemukan sesuai kriteria dan mencomblangkan kalian. Soo Jin, tipe seperti apa yang kau suka?” kata Jung Ae penasaran.
“Aku... dibanding lelaki yang perhitungan, lebih menyukai sosok yang setia dan baik. Dan terpenting, dia harus atletis.” Kata Soo Jin menatap kearah Phil. Jung Ae pun ingin tahu tipe Jin Sook.
“Aku tidak ingin seseorang yang haus akan pujian, tapi sangat bijak dalam segala situasi. Dan Juga, seseorang yang memberiku semangat untuk terus maju.” Ucap Jin Sook yang diam-diam menatap Phil
“Oke, aku mengerti... Tapi, kenapa aku merasa mengenal sosok yang kalian maksud? Seolah ada di dekat kita.” Ungkap Jung Ae. Jin Sook dan Soo Jin tak banyak bicara hanya saling menatap dan bersulang. 


Phil tertidur pulas di kamarnya, dan Jiwanya seperti kembali datang ke dalam tubuhnya. Terdengar suara Soo Jin yang memanggil Phil, lalu mengoyangkan pundaknya agar Cepat bangun. Phil terbangun dikagetkan dengan Soo Jin sudah ada didekatnya dan langsung bertanya apa yang dilakukan.
“Apa Kau tidur nyenyak?” ucap Soo Jin. Phil binggung melihat Soo Jin sudah ada didekatnya bahkan membangunkanya.
“Cepat keluar. Aku sudah membuatkan sarapan. Aku membuatkan daging panggang dan japchae, jadi cepat keluar, mengerti?” kata Soo Jin. Phil binggung melihat Soo Jin seperti sangat peduli padanya lalu keluar dari kamar. 

“Kenapa mendadak dia bersikap selayaknya istriku? Dan Kenapa juga Soo Jin membuatkan sarapan di rumahku?” ucap Phil binggung.
“Ahhh... Ini mungkin terjadi kalau... A-apa aku... Apa mungkin aku sudah menikahi Soo Jin?” kata Phil terlihat bahagia memikirkan kalau sudah menikah dengan Soo Jin sekarang.
Ia berteriak bahagia pada Man Hole kalau Selama ini terus membuat hidupny rumit, tapi akhirnya memberikan hadiah besar. Ia megang tubuhnya berpikir kalau hanya mimpi saja, lalu bergegas untuk ganti baju karena mereka adalah pengantin baru.

Phil turun dengan pakaian rapih sambil bergumam, kala  Entah berapa lama sudah menantikan ini, yaitu Sarapan yang sempurna, Istri cantik. Ia pikir mereka belum punya anak dan mengucap syukur karena tidak ingin mengacaukan bulan madu dengan mengurus anak. Soo Jin pun sudah menunggu di meja makan.
“Soo Jin, Apa kau memasak semuanya untukku dan membuatnya sendiri?” ucap Phil dengan nada mengoda. Soo Jin mengaku  Tidak semuanya.
“Baiklah, mari kita coba masakan Soo Jin.” Kata Phil akan mengambilnya. Soo Jin menyuruh Phil agar mencuci tangan lebih dulu. Phil pikir bisa mencoba udang gorengnya dulu. Soo Jin mendorong Phil agar mencuci tangan lebih dulu di kamar mandi. 

Phil mengeluh Soo Jin yang gila kebersihan lalu dikagetkan dengan ayahnya yang duduk di toilet. Tuan Bong melihat Phil yang masuk kamar mandi berpikir masih mabuk, Phil pun bertanya apa yang ayah lakukan di toilet.
“Pada seseorang yang sedang duduk di atas kloset, Apa kau masih bertanya 'sedang apa'?” keluh Tuan Bong heran.
“A-ayah, di sini aku dan Soo Jin.. “ ucap Phil binggung karena masih melihat ayahnya.
“Saat kau melihat seseorang sibuk begini, jangan menganggunya.” Kata Tuan Phil lalu keluar dari kamar mandi. Phil melonggo binggung seperti dugaanya itu salah. 

Semua duduk dimeja makan, Ibu Phil menceritakan kalau Soo Jin memasak sangat banyak makanan untuk Phil, seperti Japchae. Lalu memuji Soo Jin yang canti dan juga pintar memasak. Soo Jin merendahkan diri kalau tidak bisa menjamin rasanya, lalu meminta Phil agar mencobanya lebih dulu.
“Soo Jin-ah, apa kita... bukan suami istri?” ucap Phil. Soo Jin melonggo kaget. Tuan Bong mendengar ucapan Phil berpikir kalau masih mabuk dan mengajak makan saja.
“Apa hari ini ulang tahunku?” tanya Phil binggung melihat seperti ada perayaan dirumahnya.
“Auh, baiklah, anggap saja ini hari ulang tahunmu. Soo Jin membuat daging panggang pedas yang lezat sekali.” Kata Ibu Phil menyuapi anaknya.
“Ini daun selada penuh cinta dari Ayah.” Kata Tuan Bong. Phil yang masih binggung menolaknya. Ibunya pikir kalau Phil ingin dibuatkan olehnya, Soo Jin pun tak mau kalah ingin menyuapi Phil. Ketiganya seperti ingin berebut memberikan makanan pada Phil.
“Kenapa kalian seperti ini?” kata Phil binggung melihat semuanya seperti memberikan perhatian lebih lalu keluar dari rumah. 


Didepan rumah.
Phil binggung dengan sikap Ayah dan Ibu yang tiba-tiba peduli. Ia lalu berpikir kalau ia dan Soo Jin bukan suami istri, lalu kenapamembuat sarapan di rumahnya. Ia merasa kebinggungan dengan yang terjadi sekarang. Lalu menatap jalan di depan rumahnya yang terlihat asri.
“Apakah komplek ini memang selalu indah” ucap Phil lalu merasakan dadanya seperti ada perasaan tak enak. Goo Gil datang memanggil Phil dengan tatapan sedih.
“Apa Kau baik-baik saja?” ucap Goo Gil. Phil mengaku  merasa sangat aneh. Karena Orang-orang yang dikenal tampak berbeda Bahkan komplek mereka  kelihatan aneh, lalu berpikir kalau sudah gila
“Ya, kelihatannya kau ingin lari dari kenyataan. Tapi waktu berjalan dengan cepat, kau tahu itu Aku tidak menyangka begini akhirnya.” Ucap Goo Gil memeluk Phil. Phil binggug apa maksudnya Goo Gil.
“Bagaimana lagi aku harus mengatakannya? Kau yang lebih tahu.” Kata Goo Gil. Phil bertanya apakah maksudnya ia sekarat.
“Kenapa kau berkata seperti itu? Kau membuatku sedih. Sampai jumpa nanti.” Ucap Goo Gil lalu pergi. 



Phil benar-benar binggung, berpikir kalau dirinya sedang sekarat, jadi itu sebabnya mereka begitu baik padanya. Lalu mengumpat kesal pada ManHole yang selalu membuatnya susah.
“Aku akan menghancurkannya sekarang.” Ucap Phil kesal lalu berlari meninggalkan rumahnya.
Soo Jin keluar rumah memanggil Phil karena tak makan, tapi Phil terus berlari akhirnya ia hanya bisa melihat Phil sambil bergumam kalau Phil anak yang aneh.
“Bong Phil selalu menatapku, tapi aku tidak tahu di mana hatinya berada. Dia selalu di dekatku, tapi terasa sangat jauh. Oleh Sebab itu, setiap kali melihat Phil, aku merasa bahagia, tap juga merasa sedih di saat bersamaan.” Gumam Soo Jin 

 (Episode 7, Apa Sebenarnya yang Menghentikan Kita?)
Phil duduk di atas Man Hole, dibuat kebingungan yang terjadi pada dirinya sekarang, kalau sekarang tidak koma, tapi tetap sekarat. Ia kesal karena Man Hoe yang melakukan semua ini kepadanya. Ia mengingat terakhir kali Soo Jin mengatakan padanya di depan Man Hole sebelum menghilang.
“Jangan sampai kehilangan aku. Atau aku akan benar-benar membunuhmu.” Pesan  Soo Jin
“Soo Jin mengatakan padaku agar tidak kehilangan dia. Tapi, tampaknya dia tidak ingat.” Kata Phil dibuat binggung.
“Hei... Kenapa kau mengembalikan segala sesuatu.. sehingga yang sudah kulakukan menjadi sia-sia? Kenapa? Katakan padaku. Apa yang harus kulakukan sekarang? Kau yang menyeret aku, jadi seharusnya kau tahu.” Ucap Phil berbicara pada Man Hole dengan wajah kesal. 

Jin Sook datang langsung melembar kantung belanjan, Phil pun bertanya apa yang dilakukan. Jin Sook mengeluh dengan pertanyaan Phil dan meminta agar membawakan barang belanjaanya.
“Hei.. Kepada teman yang sedang sekarat ini, bagaimana bisa kau menyuruhku membawakan tas berat itu?” ucap Phil
“Tapi kan kau masih hidup jadi Ikuti aku dan bawa itu. Aku sungguh tidak punya waktu untuk ini.” Ucap Jin Sook bergegas pergi. Phil akhirnya membawakan belanjaan dan juga yang ada ditangan temanya. 

Phil membantu Jin Sook membuat sate, Jin Sook mengomel melihat Phil karena sudah memberitahu urutannya dan menyuruh mengulang lagi. Phil berpikir kalau Di pemakamannya, Jin Sook berniat menjual sate,  Jin Sook pikir itu tergantung jumlah pelayat.
“Tapi, kita sudah bisa menebak siapa saja yang akan datang. Kau kan tidak punya banyak teman.” Ucap Jin Sook santai
“Hei.. Kau sungguh membuatku merinding.” Keluh Phil melihat sikat temanya.

“Hei... Kau yang mengatakannya sendiri. "Aku ingin hidupku berakhir dengan truk makanan." Aku hanya memenuhi permintaanmu. Jadi berhentilah protes dan lakukan yang benar, kecuali kau ingin kuhajar.” Kata Jin Sook
“Ini Tidak adil bagiku sekarat. Kenapa hidupku harus berakhir seperti ini? Selama ini aku hidup lurus-lurus saja” keluh Phik. Jin Sook pikir Phil masih mabuk karena  dari tadi bilang soal sekarat terus.
“Kau itu terlalu. melebih-lebihkan.” Keluh Jin Sook. Phil pikir Jin Sook  sengaja bersikap jahat padanya Agar tidak merindukannya saat sudah tiada.
Jin Sook pikir Dua tahun akan berlalu dalam satu kedipan mata dan sudah menyuruhnya untuk menulis surat, jadi Bertahanlah selama dua tahun itu. Phil binggung memikirkan yang dimaksud  dua tahun dan menulis surat, lalu bertanya Tanggal berapa hari ini. Jin Sook mengatakan Tanggal 11. Phil menanyakan tahun. Jin Sook menyebut kalau tahun  2012 sambil mengeluh Phil yang mengajukan pertanyaan bodoh. Phil mengingat-ngita 11 September Sehari sebelum wajib militer!

Flash Back
Semua berkumpul di Bong Bong Cafe dengan minum bersama. Jin Sook mengucpakan terimakasih pada Phil yang sudah membantunya. Phil pun menanyakan keberadan Soo Jin. Jung Ae pikir Soo Jin sepertinya tidak akan datang karena Saat memotret hari ini, kehujanan. Kameranya juga rusak.
“Dia pasti merasa sangat buruk. Dia mungkin tidak bisa ikut kompetisinya sekarang.” Ucap Dal Soo khawatir. 

“Yahh.. Benar. Soo Jin pergi memotret untuk ikut kompetisi.Aku melewatkan kesempatan menyatakan cinta karena terlalu sibuk dengan sate-sate ini” Gumam Phil
Jin Sook binggung melihat wajah Phil yang berubah, merasa terlihat frustrasi sekali. Phil bergumam kalau tidak bisa melewatkan hari seperti ini, lalu mulai merasakan sesuatu yang bergejolak. Jin Sook menyuruh Phil ke kamar mandi. Phil pikir lebih baik pulang saja. Jin Sook memberitahu kalau Truk makanannya akan segera datang jadi Phil harus segera kembali.
“Hari ini akan menjadi terakhir kalinya melihat tingkah konyolnya. Ya, kita anggap ini adalah kesempatan terakhirku. Depresi dari seorang pria yang akan wajib militer besok, biar kumanfaatkan itu.” Ungkap Jin Sook melihat tingkah Phil. 

Suk Tae dkk melihat truk makanan milik Jin Sook yang keren. Jung Ae tak percaya Dengan Bong Phil, Jin Soo bisa memenangkan peringkat pertama di kontes menu. Dal Soo melihat kalau namanya tidak terlalu familiar dan Jin Sook gagal merancang nama karena terlalu fokus soal cita rasa yaitu “SateBong Pill Kko Chi”
“Siapa yang peduli soal nama? Dia akhirnya memiliki usaha sendiri setelah menang kontes dan mendapatkan modal. Aku seharusnya ikut kontes itu juga. Kalau itu aku, akan kunamai menunya dengan Dal Soo Oppa.” Ucap Jung Ae mendekati Dal Soo untuk mengoda.
“Kau harus membayar royalti karena memakai namaku.” Kata Dal Soo. Goo Gil yang melihatnya hanya bisa mengumpat kalau itu Omong kosong.
“Baik Dal Soo maupun Bong Phil adalah nama yang jelek.” Kata Goo Giil Jung Ae membela kalau ituTidak sejelek nama Goo Gil. 


Soo Jin datang dengan kameranya, Jin Sook pun menyambutnya. Soo Jin memuji Jin Sook yang terlihat seperti Presdir truk makanan sekarang. Jin Sook tak percaya kalau memang terlihat keren. Soo Jin pun akan memotret momen istimewa ini dan menyuruh mereka Berkumpul semuanya!
Goo Gil dkk berkumpul dengan truk makanan, sambil mengacungkan jempol. Jin Sook dengan bangga kalau Ini adalah momen bersejarah untuk Yun Jin Sook, pemain terbesar dalam industri makanan. Setelah itu bertanya apakah Soo Jin akan bergabung dengan mereka. Soo Jin mengatakan  tidak bisa.
“Kompetisiku sudah dekat, jadi aku harus pergi memotret. Maaf,  Jin Sook.. Tapi, telepon aku kapanpun kau butuh bantuan.” Ucap Soo Jin
“Baiklah, jangan khawatir dan hati-hati di jalan.” Kata Jin Sook dan berpelukan pada temanya
“Omong-omong, Soo Jin apa Kau sudah mantap menjadi fotografer? Aku iri.”kata Suk Tae
“Sejujurnya, kompetisi ini tidak menjamin kau mendapat pekerjaan.” Kata Soo Jin
“Sebab itu, kau lebih baik mundur. dan mencari pekerjaan sungguhan di tempat lain.”kata Jung Ae.
“Wah, dia telah memilih menjadi seorang seniman yang memadukan seni dan realita, dan kurasa bakatmu, Jung Ae, adalah menyederhanakan segala sesuatu (sarkasme).” Ungkap Dal Soo mengejek.
Jung Ae malah terlihat bangga, Suk Tae pun bertanya kemana Phil karena berpiki sudah ada di truk. Jin Sook pikir Kemarin  Phil yang frustasi bosa jatuh ke selokan, lalu menelpnya tapi tidak menjawab teleponnya.
“Aish, katanya dengan truk makanan ini, dia ingin mengucapkan selamat tinggal sebelum wajib militer. Dia pasti berubah pikiran.” Ucap Jin Sook lalu menyuruh Suk Tae agar menelp Phil
“Dia tidak pernah menjawab teleponku.” Kata Suk Tae. Saat itu ponsel Soo Jin berdering dan berjalan sedikit menjauh

Soo Jin menanyakan keberadan Phil sekarang. Phil malah balik bertanya apakah sedang bersama teman-teman mereka. Soo Jin memberitahu  sedang di depan truk makanan Jin Sook dan Semuanya menunggu Phil, jadi ingin tahu keberadaanya sekarang.
“Hei, Soo Jin , hari ini akan hujan sangat deras. Jadi, jangan pergi memotret. Kau akan basah kuyup kehujanan dan kameramu juga akan rusak.” Ucap Phil
“Apa maksudmu? Hari ini sangat cerah. Bagaimanapun juga, cepat ke sini. Aku harus pergi sekarang, aku tutup” kata Soo Jin. Phil ingin tahu kemaan Soo Jin akan pergi. Soo Jin tak ingin banyak bicara menutup telpnya.
Jin Sook mendekat bertanya apakah itu Phil. Soo Jin mendengarnya, merasa Phil  masih mabuk karena terus bicara omong kosong. Jin Sook bertanya apakah Phil menuju ke sini. Soo Jin memberitahu Phil tidak bilang tapi yakin akan  datang dan bergegas pamit pergi pada Jin Sook.
“Tak masalah. Aku kan bukan hanya buka untuk hari ini. Kuharap kau mendapat banyak foto bagus. Hasilkan sebuah mahakarya, kawan!” ucap Jin Sook memberikan semangat. Soo Jin pun pamit pergi pada temanya.
“Hei, Jin Sook , bisa telat kalau kita menunggu Phil. Ayo berangkat sekarang, kita bisa memberitahunya di mana kita lewat telepon.” Ucap Suk Tae. Jin Sook pun mengajak mereka semua pergi. 


Phil sudah menunggu didepan air mancur dan langsung menemui Soo Jin yang baru datang. Soo Jin kaget melihat Phil malah datang ke tempatnya untu motret. Phil mengatakan datang untuk menjadi asistennya. Soo Jin pikir hari ini akan membantu Jin Sook.
“Seharusnya begitu, tapi hari ini aku tidak bisa menghabiskan waktuku membuat sate.” Ucap Phil
“Apa maksudmu? Dia mengandalkanmu dan sedang menunggumu, jadi Pergilah.” Kata Soo Jin tak enak hati.
“Anak-anak lain kan menemaninya. Dan, hari ini ada yang ingin aku katakan padamu.” Kata Phil. Soo Jin bertanya apa yang ingin dikatakanya.
“Nanti saja, tidak usah buru-buru. Kita punya banyak waktu. Ayo masuk.” Ucap Phil mengajak segera masuk. 
Soo Jin merlihat Tempat ini sungguh bagus dan Ada banyak sudut bagus untuk memotret. Lalu mengeluh pada Phil yang pergi  begitu saja tanpa makan, padahal sengaja membuatkan banyak makanan karena akan wajib militer. Phil meminta maaf karena kurang enak badan saja.

“Setelah sampai rumah nanti, maka aku akan menghabiskan semua masakanmu.. dan Soo Jin.. Hari ini, kau bisa menyuruhku melakukan apa saja... Aku akan melakukannya untukmu. .” Ucap Phil.
“Apa?!! Kau mendadak dewasa saat hendak berangkat wajib militer.” Kata Soo Jin binggung.
“Sebagai gantinya, bila kau memenangkan kompetisi, maka kau harus ingat bahwa aku turut andil di dalamnya. Jadi saat aku wajib militer, maka kau harus sering-sering mengunjungiku.” Ucap Phil
“Apa maksudmu dengan sering mengunjungimu?” kata Soo Jin tak mengerti. Phil hanya ingin seperti itu saja. Soo Jin melihat ada sesuatu yang indah untuk bergegas pergi.
“Jin Sook, maafkan aku... Maaf karena memilih cinta dibanding persahabatan.” Kata Phil pada temanya 

Mereka pun pergi ke bagian taman lain, Phil melihat dan sesekali melewati didepan Soo Jin. Soo Jin pun sedang memotret tentang tanpa sengaja mengambil gambarnya. Phil melayani Soo Jin dengan memberikan minuman dan juga membawa tas.
Soo Jin mengambil foto Phil yang sedang memegang banyak burung. Phil pun bergantian mengambil foto Soo Jin sedang memang burung. Keduanya duduk untuk istirahat, Phil menatap Soo Jin yang duduk didepanya. Soo Jin terlihat gugup melihat Phil yang menatapnya. Phil pun memalingkan wajahnya.

Keduanya selfie bersama, lalu Phil mengambil foto Soo Jin sedang makan. Setelah itu mereka naik komidi putar dan Phil dengan jari jempol dan telunjuknya membuat kotak seperti ingin mengambil foto. Keduanya terlihat senang menikmati waktu berdua. 

Suk Tae dan Jin Sook melayani pelanggan yang membeli sate mereka. Sementara Goo Gil dkk asik makan sate dipinggir truk.  Go Gil pikir pasti karena Soo Jin memenangkan kontes karena rasanya Sungguh lezat. Dal Soo pikir kalau Pasti akan lebih lezat lagi kalau namanya diganti.
“Ini jadi lezat karena aku mengambil tanpa sepengetahuannya. Kita masing-masing sudah dapat empat, 'kan?” kata Jung Ae bangga. Keduanya pun ikut senang mendapatkan 4 tusuk sate gratis.
“Hei.. Kalian itu di sini untuk membantu, bukannya makan! Apa Kalian pikir ini dapur nenek kalian? Berapa banyak yang sudah kalian makan?” ucap Soo Jin marah
“Hei, hei, kita sudah dibayar dengan makan sate, jadi ayo bekerja sekarang.” Kata Dal Soo
“Benar, kita harus memastikan bisnis berjalan lancar. Kami akan pergi dan mendapatkan banyak pelanggan. .” Kata Goo Gil
“Pastikan kau menyiapkan semuanya Aku akan ke arah sana.” Kata Dal Soo mengarah jalan di depanya. Jung Ae pun mengikutinya. Goo Gil kesa melihat mereka pergi berdua dan akhirnya akan ikut pergi.
“Mereka tidak bisa dipercaya... Cepatlah!” teriak Soo Jin lalu kembali masuk ke dalam truk 

Suk Tae berusaha untuk menusukan daging ayam tapi kesusahan.  Soo Jin mengeluh teman-temanya semua tidak bisa diandalkan dan mencoba mencontohnya dengan mudah memasukan sate pada tusukan.  Suk Tae bingggung kenapa tidak bisa melakukannya
“Sepertinya, kau hanya pintar dalam belajar. Jadi Biar aku saja. Kau istirahatlah dan minum air.” Ucap Jin Sook
“Kurasa kita kehabisan air. Apa kau Mau kubelikan?” ucap Suk Tae
“Hei, kau tidak akan bisa melakukannya. Itua Terlalu berat jadi Istirahatlah. Aku saja yang melakukannya” kata Jin Sook
“Hei, aku juga kuat” kata Suk Tae tak mau diremehkan. Jin Sook melihat Pergelangan Suk Tae saja kurus jadi tak mungkin kuat dan akan pergi sendiri untuk membelinya.
“Phil yang benar-benar kuat. Ke mana si berengsek itu?”kata Jin Sook kesal. Suk Tae terlihat kesal Jin Sook yang terlalu mengandalkan Phil. 

Phil beberapa kali melempar koin di kolam air mancur. Soo Jin datan melihatnya. Phil menyuruh Soo Jin dan Lemparkan koin dan ucapkan permohonan. Soo Jin pikir tidak semua air mancur bisa mengabulkan harapanya. Phil rasa tidak ada salahnya mencoba.
“Mungkin saja air mancur yang satu ini bisa mengabulkan keinginanmu?” kata Phil lalu melempar dan mulai berdoa.
“Selama 23 tahun aku sudah mencintai gadis ini, tapi tidak bisa mengungkapkan perasaanku. Tolong beri aku keberanian untuk mengutarakannya hari ini. Jika... aku gagal melakukannya, maka aku akan melemparkan diriku ke jurang dan meninggalkan dunia ini.” Gumam Phil. Soo Jin melihat Phil berdoa akhirnya ikut melempar koin dan mulai berdoa.
“Kudengar para pria mengutarakan perasaannya sebelum berangkat wajib militer. Apa dia akan mengutarakan cintanya padaku? Bila Phil berencana mengutarakan perasaannya padaku, kumohon bantu agar hari ini dia berhasil.”gumam Soo Jin 
Flash Back
Soo Jin menuruni tangga sekolah dikagetkan dengan Phil membawa sepeda dengan balon dibagian belakang dan bunga di keranjang depan. Phil dengan gugup memanggil Soo Jin ingin mengutarakan perasaanya, Soo Jin binggung apa yang ingin dikatakan karena hanya berkata “Aku...Kau..”.
“Kau... kau... Kau... Itu... Kau...” ucap Phil seperti tak bisa berkata-kata Soo Jin yang kesal memilih untuk pergi saja. Phil mengeluh dirinya hampir gila.

Akhirnya Phil mengikuti langkah Soo Jin yang berjalan didepannya. Soo Jin sengaja membiarkan Phil terus mengikuti dengan sepedanya. Lalu berhenti dan kembali berjalan, sampai akhirnya ia membalikan badan bertanya Apa yang ingin dikatakan.
“Kau... aku... Aku... kau... Aku me-meny...” ucap Phil tetap tak bisa melakukanya.
Soo Jin yang kesal memilih untuk pergi. Phil pun heran dengan dirinya yang  tidak bisa mengatakannya. 

Phil bertanya pada Soo Jin Apa harapannya. Soo Jin mengatakan kalau ini Rahasia, lalu bertanya pada Phil, apa tidak masalah bagimu menghabiskan waktu bersamanya sebelum masuk wajib militer. Phil mengaku menyukainya, lalu bertanya balik pada Soo Jin.
“Yah...Tidak ada alasan untuk menyukai ataupun tidak, 'kan?” kata Soo Jin
“Kau tidak akan melihatku mulai besok. Bersikap baik padaku untuk terakhir kali, apa kau tidak memiliki keinginan semacam itu?” kata Phil
“Entahlah, aku juga tidak yakin soal itu. Tapi setiap kali bersamamu, maka aku berhenti mengkhawatirkan banyak hal. Belakangan ini, aku sungguh mencemaskan soal mendapat pekerjaan.Tapi sekarang aku tidak mengkhawatirkannya sama sekali.” Kata Soo Jin
“Hei, kau tidak perlu khawatir sama sekali, soal mendapat pekerjaan. Aku... mendapat penglihatan. Di masa depan, kau akan membuka sebuah studio foto yang bagus. Kau memiliki banyak sekali klien, bahkan sampai tidur pun tidak sempat. Jangan khawatir.” Kata Phil menyakinkan.
“Terima kasih sudah mengatakannya. Tapi, Phil...Tadi kau bilang ingin mengatakan sesuatu, apa itu?” ucap Soo Jin tak sabar.
Phil terlihat gugup, tapi Soo Jin meminta agar Phil segara mengatakanya. Phil akan mengatakan pada Soo Jin karena tidak ingin menyesal sekali lagi, Ia mulai menatap serius ingin mengutarakan perasanya, tapi hujan malah tiba-tiba turun. 

Phil dan Soo Jin langsung berlari dan mengamankan kamera sebelum kehujanan. Mereka berteduh dibawah pohon, Soo Jin heran Phil bisa tahu kalau akan turun hujan. Phil mengaku bisa melihat masa depan dengan mengeluarkan jas hujan untuk Soo Jin .
“Lalu kau sendiri bagaimana? Kau kebasahan.” Ucap Soo Jin kasihan.
“Aku tidak butuh jas hujan jadi Kau yang harus tetap kering.” Kata Phil. Saat itu Jin Sook baru saja membeli air terdiam melihat Phil sedang bersma Soo Jin  
“Phil.. Apa pun yang ingin kau katakan, pastikan hari ini menyampaikannya, ya? Kalau kau tidak mengatakannya sekarang, maka beritahu aku setidaknya sebelum hari ini berakhir.” Pinta Soo Jin membuka jas hujan agar bisa memakai berdua. Phil berjanji akan melakukanya.

Saat itu Suk Tae datang membawa payung melihat Jin Sook hanya diam saja padahal sudah basah kuyup. Lalu melihat Phil dan Soo Jin dan ingin mendekat. Jin Sook langsung melarang, Phil tidak menjawab telepon karena Soo Jin Jadi, meminta agar tak mendekati keduanya. Tatapan Jin Sook terlihat sedih melihat keduanya.
Bersambung ke part 2

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar