Jumat, 01 September 2017

Sinopsis Manhole Episode 7 Part 2

PS : All images credit and content copyright : KBS
Dal Soo dkk berdiri di bawah pendopo untuk berteduh, lalu Dal Soo seperti sedang membacakan sajak “Seorang pecinta yang kesepian tanpa membawa payung menangis di luar pintu. Kesengsaraan siapa yang telah menurunkan hujan? Rintik hujan tetap membasahi kita meski menghindar.”
“Hebat sekali. Apa judulnya itu?” ucap Jung Ae penuh semangat.  Dal Soo mengatakan itu Lee Hae In, "Menjadi Sebuah Payung".
“Bukankah Lee Hae In itu biarawati? Bagaimana bisa seorang biarawati menulis puisi? Hei, jangan coba membohongi Jung Ae hanya karena dia polos.” Keluh Goo Gil sinis
Dasar bodoh... Lee Hae In bukan biarawati! Dia itu penyanyi.” Kata Jung Ae.
“Hujan akan segera reda... Ayo. Jin Sook sedang menunggu.” Kata Dal Soo sudah siap membuka jaket menutupi kepalanya.
Jung Ae langsung mendekap Dal Soo mengatakan akan pergi bersamanya.  Goo Gil kesal mengejek keduanya seperti sedang syuting film roman,  Jung Ae pikir Abaikan saja  Goo Gil. Dal Soo pikit Hidup memang layaknya film. pun mengajak mereka mulai berjalan bersama. Goo Gil membuka jaketnya mencoba mengejar keduanya.

Jin Sook sudah menutupi tubuhnya dengan selimut, bersama Suk Tae berteduh dibawah truk makanan. Jin Sook pikir Tentara tetap latihan tidak peduli hujan maupun terang, Saat kemarau mereka bisa terkena ruam panas, lalu terkena radang di musim dingin, bahkan Tidak bisa makan sesuka hati dan Tidur pun dibatasi menurutnya Phil akan menjalani masa sulit.
“Jangan khawatir... Phil kan atlet. Dia kuat.” Ucap Suk Tae merasa tak perlu mengkhawatirkan temanya.
“Hei, Phil memang tangkas, tapi tidak punya kesabaran. Itu sebabnya dia beralih ke cabang lari jarak pendek.” Kata Jin Sook, Suk Tae tak percaya kalau Jin Sook tahu sangat banyak soal Phil.
“Benar... Kenapa aku tahu terlalu banyak soal bocah tak berguna itu?” kata Jin Sook dan membuat keduanya terdiam. 
“Kapan hujannya akan reda? Hujan barusan terasa seperti guyuran air mendadak.” Kata Jin Sook
“Jin Sook... Perasaanmu pun tak ubahnya guyuran air itu. Begitu Phil masuk militer, selama beberapa waktu kau tidak akan bertemu dengannya, kemudian perlahan kau akan lupa tentangnya. Tapi itu hanya bisa terjadi kalau kau tidak menoleh ke belakang. Dibandingkan Phil, banyak sekali lelaki yang lebih baik di sekitar....” kata Suk Tae di sela oleh Jin Sook
“Bukan guyuran air, tapi Sudah sejak lama... aku menyukainya...  Sangat lama.” Akui Jin Sook 



Flash Back
Jin Sook berjalan pulang melihat seorang nenek yang membawa kardus bekas. Beberapa temanya tahu kalau itu Nenek tua dari Naju dan menganggapnya gelandangan, karena selalu menanyakan barang bekas pada kita dan berpikir kaalu selanjutnya meminta uang, mereka pun segara menyembunyikan dompetnya.
Saat itu tatapan Jin Sook terlihat sedih,  Phil tiba-tiba datang membawakan tumpukan buku bekas sambil mengeluh si nenek yang melakukan sendiri karena seharusnya bisa menunggu.  Si nenek berpikir Phil tidak akan datang.
“Aku mengumpulkan lebih banyak dari biasanya. Maaf, lain kali aku akan tepat waktu.” Ucap Phil. Jin Sook seperti terharu melihat Phil yan mau membantu neneknya. 

Suk Tae bertanya alasan Jin Sook mengatakan hal itu padanya. Jin Sook pikir kalau sangat berat sekali ketika menyukai seseorang yang tidak tertarik pada kita, jadi tidak ingin  Suk Tae merasakan hal yang sama. Suk Tae hanya diam menatap Jin Sook. 

Phil terlihat gemetar kedinginan, Soo Jin datang membawakan minuman hangat. Phil mulai minum merasa Hangat dan merasa jauh lebih baik setelah memegang sesuatu yang hangat. Soo Jin pun mengomel karena Phil  tidak membawa dua jas hujan dan hanya membawakan untuknya.
“Tadinya aku berniat bawa dua, tapi hanya ada satu. Aku tak masalah”kata Phil. Soo Jin pikir Phil bisa kena flu lalu meminta menunggu karena  akan mengambilkan handuk. 

Phil terdiam mengingat ucapan Soo Jin saat mereka berteduh. “Apa pun yang ingin kau katakan, pastikan menyampaikannya hari ini, ya?” Ia merasa hampir gila karena Ini benar-benar mendebarkan. Lalu melihat ada kamera Soo Jin yang tertinggal akhirnya memutuskan untuk membuat video untuk Soo Jin.
“Soo Jin... Aku tidak yakin bisa mengatakannya langsung padamu, jadi aku merekam video ini untukmu. Aku mungkin tidak akan bisa menemuimu selama dua tahun mendatang setelah resmi masuk militer. Jadi, aku tidak akan menahannya lagi.” Ucap Phil
“Soo Jin.. Aneh sekali saat aku ingin berpura-pura kedinginan padahal sebenarnya tidak, pura-pura sakit padahal baik-baik saja, juga pura-pura bersikap biasa saja di dekatmu. Setelah menghabiskan 20 tahun dengan berbuat begitu, rasanya aku jadi lupa cara untuk jujur padamu.” Ungkap Phil
“Tapi, untuk pertama kalinya dalam 23 tahun ini, aku ingin jujur padamu. Aku... menyukaimu. Aku tidak pernah bisa mengatakannya dengan benar padamu.” Kata Phil mengingat kejadian sebelumnya. 
Saat ditaman kembang api malah membuat keributan dan ketika ingin mengungkapkan perasaannya malah berkata  harus buang air kecil, Setiap ia pindah dari waktu ke waktu selalu berlari untuk bisa mengungkapkan perasaan pada Soo Jin. Phil yang mengendongnya dan juga memberikan ciuman saat koma.
“Tapi, tolong ingat ini. Kenangan kita yang tidak akan pernah tertulis dalam diary maupun tergambar dalam foto. Ingatlah bahwa masa lalu dan masa depan selalu berhubungan. Segalanya tampak sulit saat ini, tapi aku tetap bertahan hingga kini demi masa depan yang akan kita habiskan bersama. Bisa menghabiskan waktu bersamamu, aku sungguh bersyukur.” Ucap Phil
“Tolong ingatlah aku yang selalu melindungimu dan berada di sisimu. Aku tidak yakin kau memiliki perasaan yang sama denganku saat ini. Tapi, aku yakin dua tahun mendatang pun aku tak akan berubah Aku sangat menyukaimu... Ahh.. Tidak... Aku mencintaimu.” Ucap Phil dengan tatapan tulus. 


Suara Soo Jin terdengar Phil pun mematikan videonya. Soo Jin membawakan handuk dan menanyakan keadaanya, Phil mengaku baik-biak saja. Soo Jin berharap bisnis Jin Sook berjalan lancar dan merasa menyesal tidak bisa membantunya gara-gara ini.
“Jangan khawatir. Aku akan minta maaf pada Jin Sook.” Ucap Phil.
“Kau seharusnya pergi dan membantunya”kata Soo Jin kesal.
“Soo Jin.. Pastikan kau membawa kameramu, Apa kau mengerti?” ucap Soo Phil. Soo Jin melihat kameranya berpikir kalau Rusak.
“Tidak, di dalam kamera itu... Ahh..tidak. Aku akan memberitahumu nanti. Aku tidak bisa mengacaukan kejutanku sendiri.” Kata Phil. Soo Jin binggung dan mulai mengejek Phil  yang tidak seru.
“Hei, kita bisa terlambat ke pesta perpisahanmu. Ayo.” Kata Soo Jin. Phil pun bergegas dan saat keluar tak sengaja berpapasan dengan Jae Hyun bersama dengan wanita yang sama. Soo Jin kembali memanggilnya, Phil pun bergegas pergi tanpa menghampirinya. 

Semua pun mulai bersulang di Bong Bong cafe. Phil mengeluh dengan lagu yang diputar dan bertanya Siapa yang meminta lagu ini. Jung Ae mengaku kalau itu dirinya sebagai hadiahku untuk Phil, lalu bertanya apakah menyukainya. Phil meminta untuk mematikannya sekarang juga, karena sudah akan menangis begitu lagunya dimulai.
“Sudah kuduga kau akan begitu,  oleh sebab itu aku menyiapkan hadiah kejutan untuk menghentikan tangisanmu. Jika kau pasang foto ini di lokermu, maka dua tahunmu di militer akan terasa mudah. Aku yakin, para seniormu pun akan baik padamu.” Ucap Jung Ae memberikan fotonya. Phil yang tak tertarik membuangnya, Goo Gil langsung mengambil untuk menyimpanya.
“Aku juga menyiapkan foto, Album foto kenangan kita semua. Saat kau sedih atau kesepian, maka kau bisa melihatnya. Banyak foto lucu di dalamnya.” Ucap Soo Jin. Phil dengan senang hati menerima dan akan menyimpannya.
“Hei...  Itu celana dalam terbuat dari 100% katun Jadi kau tidak akan kena ruam di sana.” Ucap Jin Sook melempar tas belanja.
“Aisshh... Ba-bagaimana kau bisa tahu ukuran celana dalamku? Ini Menjijikkan.” Keluh Phil. Jin Sook malah mengejek kalau hanya Dilihat saja sudah ketahuan. Phil pun mengucapkan Terima kasih.
“Aku tadinya tidak ingin memberikannya padamu. Ini adalah jaket terbaikku masa-masa militer dulu. Pakailah saat tugas jaga malam.. Di musim dingin suhunya tidak main-main..” Kata Goo Gil melepaskan jaket yang dipakai dan memberikan pada Phil. Phil pikir tak perlu.
“Heii. Adikku.... Itu tidak mahal. Jadi ambil saja. Aku  ikhlas memberikan padamu” ucap Goo Gil
“Phil , aku berpikir kehilangan sisi sensitifmu akan lebih berbahaya dibanding menggigil saat musim dingin.” Kata Dal Soo memberikan sebuah buku berjudul "Penyerangan" dan meminta agar membaca baik-baik.
“Baiklah, selama aku pergi wajib militer, kuharap kalian semua menyadari betapa berharganya aku.” Ucap Phil lalu mengajak mereka bersulang/.
“Seharian ini kau tidak muncul. Ke mana saja kau?” ucap Jin Sook seperti ingin mengujinya.
“Kurasa, perutku bermasalah, jadi Aku di dalam toilet seharian ini. Aku pasti stres karena hendak masuk militer.”kata Phil. Suk Tae yang mendengarnya terlihat sinis. 

Jin Sook pun bertanya pada Soo Jin apakah Dapat banyak gambar bagus. Soo Jin mengangguk dengan wajah gugup. Jin Sook meminta agar menunjukan karena akan menilai sekiranya Soo Jin  bisa menang atau tidak, karena memiliki penilaian yang bagus terhadap seni Jung Ae juga ingin melihatnya hasil foto yang didapat oleh Soo Jin. Soo Jin terlihat binggung.

“Hei.. kalian itu tahu apa soal fotografi? Kalian bisa lihat nanti kalau dia sudah diumumkan sebagai pemenang.” Ucap Phil berusaha menutupinya.
“Ya, aku akan pilihkan yang terbaik lalu menunjukkannya pada kalian.” Kata Soo Jin. Jin Sook pun bisa mengerti walaupun terlihat sedikit kecewa.
“Hei, omong-omong. Bukankah ini saat yang tepat untuk bermain truth or dare” kata Goo Gil. Jung Ae langsung bersemangat karena Kedengarannya seru.
“Maksudku, di sini mungkin ada yang menyukai seseorang tapi tidak bisa menyampaikan perasaannya.” Ucap Jung Ae. Semua saling melirik, Phil dengan Soo Jin, Suk Tae pada Jin Sook dan Jin Sook pada Phil.
“Hei, aku tidak mau memainkannya. Permainan aneh begitu hanya akan membuat rumit kehidupan banyak orang. Persahabatan kita mungkin juga akan hancur seketika. Tidak, jangan lakukan, lebih baik  minum saja.” Kata Phil

Flash Back 
Phil duduk di pinggir Sungai, terlihat sangat gelisah. Jin Sook datang menenangkan kalau Bukan hanya Phil  satu-satunya yang ikut wajib militer dan selalu saja membuat keributan dalam setiap momen. Phil mengaku tidak bisa pergi wajib militer seperti ini.
“Ada satu hal yang belum aku lakukan. Ada lebih banyak hal yang tidak bisa kau lakukan dari pada yang telah kau kerjakan.” Kata Phil. Jin Sook pikir Phil bisa pergi saja.
“Hei, Jin Sook.. Kalau aku menyuruh Soo Jin menungguku hanya untuk dua tahun saja, dia tidak akan menganggap aku gila, 'kan? Auh, aku masih belum juga bisa menyampaikan perasaanku pada Soo Jin. Aku harus mengutarakannya sebelum masuk militer. Aku bisa berkata "Aku menyukaimu."  Tapi Kenapa kalimat sesederhana itu saja aku tidak bisa mengatakannya?” ucap Phil kesal. Jin Sook menatap Phil.
“Benar.. Aku juga merasa sulit mengucapkannya padamu.” Gumam Jin Sook yang memendam rasa pada Phil. 


Soo Jin berjalan sendirian, berpikir kalau Hari ini hampir berakhir dan bertanya-tanya Kapan Phil akan mengatakannya padanya. Saat itu Jin Sook datang memanggilnya, Soo Jin pikir Jin Sook sudah pergi. Jin Sook mengaku tidak melihatnya, jadi keluar sendirian dan ke toilet sebentar.
“Kita pulang lebih awal hari ini. Sudah lama, apa kau mau pergi ke kafe?” kata Jin Sook Soo Jin. pun setuju mereka pergi bersama.
Keduanya duduk di bangku depan rumah, sambil meminum kopi. Soo Jin pikir Sudah lama sekali sejak terakhir kali minum kopi bersama Soo Jin di luar begini karena sebelumnya selalu bersama teman-teman mereka yang amat berisik dan mengaku Senang bisa kencan dengan Jin Sook lagi. Jin Sook juga mengaku senang bahkan Cuacanya juga bagus.

“Apa saja yang kau potret hari ini?” tanya Jin Sook. Soo Jin mengaku hanya sesuatu yang biasa saja.
“Phil benar-benar akan berangkat besok. Begitu dia pergi, maka kita akan merasa kehilangan.” Jin Sook. Soo Jin memikirkan juga karean tahu Phil sangat berisik.
“Soo Jin... . Ahh... Bukan apa-apa.” Kata Jin Sook mengurungkan niatnya. Soo Jin heran berpikir kalau  ingin mengatakan sesuatu dan membuatnya penasaran. Jin Sok pikir bukan apa-apa
“Aku hanya ingin melihat wajah sahabatku.” Kata Jin Sook. Soo Jin bisa tahu kalau ada yang ingin dikatakan. Jin Sook hanya berkata kalau Soo Jin cantik.
Saat itu ponsel Soo Jin berdering, terikan ibunya terdengar kareanSoo Jin yang belum sampai rumah. Soo Jin mengaku sudah ada didepan rumah lalu menutup ponselnya. Ia mengajak Jin Sook pergi pada karena ibunya mengamuk.  Jin Sook menyuruh Soo Jin pergi lebih dulu saja karena masih ingin duduk sebentar.
Soo Jin tak enak hati meminta maaf  pada Jin Sook karena harus pulang. Jin Sook meminta Soo Jin berhati-hati karena harus berlari dan saat itu melihat kamera Soo Jin yang tertinggal di bangku, tapi Soo Jin sudah tak terlihat. 


Soo Jin masuk kamar sambil mengumpat pada Phil, berpikir kalau  sampai akhir tidak akan mengatakannya dan pergi begitu saja. Saat itu Phil menelp melihat Lampu kamar Soo Jin  menyala, jadi pasti sudah di rumah sekarang dan mengeluh karena pergi sendirian dan Tadi di depan bar sudah mencari-carinya.  Soo Jin mengaku lelah, jadi pulang duluan.
“Aku....mengatakan yang ingin kusampaikan di kameramu. Jadi Periksalah.” Kata Phil. Soo Jin mengerti akan melihat di Kamera, tapi ternyata kameranya tak dibawanya,lalu berpikir ketinggalan di sana. Ia pun kembali ke Bong Bong Cafe.
“Maaf, aku yang tadi minum di sebelah sana. Kurasa, kameraku tadi ketinggalan. Apa Kau tidak melihatnya?” kata Soo Jin pada pemilik cafe. Si bibi mengaku tak tahu dan tidak lihat.
“Apa Tidak ada yang melaporkan menemukan barang hilang? Seseorang mungkin membawanya karena tidak menemukan pemiliknya.” Ucap Soo Jin
“Tidak, tidak ada yang melapor menemukan kamera.” Kata Si pemilik cafe. Soo Jin pun terlihat sangat kecewa padahal merasa meninggalkannya di cafe itu. 

Jin Sook melihat semua isi file di kamera Soo Jin, dengan ada beberapa foto Phil lalu melihat ada sebuah video difile paling belakang dan mencoba untuk melihatnya.  Ia melihat Phil yang merasa sangat menegangkan.
“Soo Jin.. Kurasa aku tidak bisa mengatakannya langsung padamu, jadi aku meninggalkan pesan video ini untukmu. Aku... sangat menyukaimu. Tidak. Aku mencintaimu.”
Jin Sook terlihat tak percaya tenyata Phil mengungkapkan perasaan lewat kamera, lalu menekan tombol untuk menghapusnya. Jarinya terlihat ragu untuk menekanya. 

Phil masuk kamar berpikri Soo Jin pasti sudah menonton video itu sekarang, tapi Kenapa tidak bereaksi dan berpikir kalau artinya  Soo Jin menolaknya. Tapi Phil pikir itu tak mungkin, Setelah 23 tahun lamanya, maka tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini.
Ia lalu memanggil Soo Jin di balkon, memastikan kalau temanya itu sedang ada di kamar sekarang. Tapi pintu kamar Soo Jin masih tertutup dan Soo Jin tak keluar kamar.
Akhirnya Phil keluar rumah karena mengetahui Soo Jin tidak di rumah dan sudah tidak punya banyak waktu, Ia pun bertanya-tanya kemaan Soo Jin pergi di larut malam. Saat itu Jin Sook baru saja pulang terlihat gugup karena bertemu dengan Phil.
“Hei.. Jin Sook.. Sekalipun kau itu sangat jelek, bukan berarti kau bisa bebas berkeliaran malam-malam begini. Di luar itu berbahaya” kata Phil mengejek dan juga khawatir
“Lalu, kau sendiri sedang apa di sini?” kata Jin Sook. Phil mengatakan ingin bicara pada Soo Jin Tapi tidak ada di rumah.
“Entah pergi ke mana dia larut malam begini. Apa Kau ke sini juga ingin menemui Soo Jin?” ucap Phil
“Tidak... Aku menemuimu.” Ucap Jin Sook. Phil mengejekkaalu Jin Sook  merasa sedih dan pergi menemui karena mau masuk militer.
“Tak apa. Oppa-mu ini akan menyelesaikan wajib militer dengan baik.” Ucap Phil banga.
“Phil.. Bagimu, aku ini apa?” tanya Jin Sook dengan wajah serius. Phil memeluk Jin Sook kalau ia adalah teman dan Sahabat terbaiknya.
“Aku tidak ingin kau merasa nyaman lagi denganku dan ingin kau merasa tidak nyaman di sekitarku Saat ini kau membuatku mendadak tidak nyaman.” Kata Jin Sook
“Kenapa mendadak kau bicara begitu?” kata Phil binggung. Jin Sook ingin bicara tapi saat itu Soo Jin menelp dan Phil buru-buru mengangkatnya.
Phil menanyakan keberadaan Soo Jin dan mengatakan agar menunggu dan segera datang kesana. Setelah itu meminta maaf pada Jin Sook agar bicara lain waktu. Jin Sook hanya bisa berteriak memanggilnya. Saat itu kamera Soo Jin ditinggalkan begitu saja ditaman dan ada seseorang yang mengambilnya. 

Phil melihat Soo Jin duduk sendirian,lalu bertanya-tanya pada dirinya “Apa dia sudah menonton videoku? Kenapa dia terlihat tertekan begitu?” lalu berpikir pura-pura baik-baik saja dan Bersikap biasa saja, Ia pun mendekati Soo Jin kenapa malah duduk ditaman larut malam.
“Aku kembali dari bar yang kita datangi tadi.” Kata Soo Jin. Phil binggung kenapa Soo Jin kembali kesana lagi.
“Sebenarnya aku meninggalkan kameraku di sana. Jadi aku mencarinya, tapi tidak ada.” Akui Soo Jin
“Kalau begitu, video rekamanku di kamera itu belum kau tonton?” kata Phil. Soo Jin mengangguk dan meminta maaf
“Ti-tidak,  bukan itu masalahnya. Masalahnya adalah hasil jepretanmu yang berharga  semuanya di dalam sana. Aku yakin kau belum menyalin isinya.” Kata Phil berusaha agar terlihat tenang
“Saat ini yang terpenting bagiku adalah pesan video darimu. Apa yang kau katakan padaku dalam video itu?” ucap Soo Jin yang membuat Phil gugup.

“Aku akan mengatakannya langsung padamu. Soo Jin-ah, aku... Aku...” ucap Phil terlihat sangat gugup
“Aku menyukaimu, Phil-ah... Bagaimana denganmu? Bagaimana perasaanmu padaku? Kau bisa dan harus mengatakannya sekarang.” Ucap Soo Jin, Phil sempat tak percaya Soo Jin lebih dulu mengutarakan perasaanya.
“Soo Jin-ah, aku juga menyukai...” ucap Phil terhenti karena tubuhnya seperti akan mulai menghilan dan ditarik kembali ke Manhole.
“Aku belum selesai sekarang. Beri aku satu menit lagi. Satu menit, kumohon.” Ucap Phil menahan tanganya dibangku. Soo Jin seperti patung hanya menatap kosong dan dalam sekian detik Phil pun pergi.
Soo Jin tersadar dan dibuat bingung dengan Phil yang ada didepanya tiba-tiba menghilang, lalu berusaha untuk memanggilnya. Tapi Phil sudah pergi melalui Man Hole. 


Jin Sook duduk di atap rumahnya,menatap foto kebersamanya dengan Phil., Seperti sebuah perhatian dan bahagia karena Phil bisa membuatnya nyaman dengan segala kekurangan yang dimilikinya.
“Aku akan mengatakan padanya suatu hari nanti, kalau Betapa sangat menyukai Phil” ucap Jin Sook yakin bisa mengungkapkan perasaanya pada Phil. 

Soo Jin berjalan di perumahanya sambil bergumam kalau Sampai akhir, tidak bisa mendengar pengakuan Phil. Ia ingin mendengar pengakuan Phil bukan karena meragukan perasaan Phil, tapi hanya ingin merasa yakin.
“Setelah dua tahun, Phil akan berbeda dari sekarang. Dan mungkin aku akan lebih berbeda lagi darinya. Seperti apa kami dan apa yang akan kami bicarakan saat bertemu lagi dua tahun mendatang?” gumam Soo Jin
Saat itu Jae Hyun berpapasan dengan Soo Jin dan seperti mengenalnya, lalu memanggilnya dengan bertanya apakah pemilik kamera ini. Soo Jin terdiam melihat kamera yang selama ini hilang ada file yang direkam oleh Phil. 

Epilog
Seorang guru merasa heran dengan Jin Sook , karena kampus impian banyak orang, tapi malah tidak mau masuk ke sana. Jin Sook terlihat binggung menjelaskan dan Phil pun bisa mendengar Jin Sook yang dipanggil oleh guru. Jin Sook duduk di lapangan sendirian, lalu Phil datang memberikan amplop tebal.
“Aku habis menang lotere. Mereka bilang, uang lotere harus lekas digunakan. Tapi, aku tidak tahu harus memakai untuk apa.” Ucap Phil. Jin Sook menolaknya menyuruh Phil mengambil saja.
“Biarkan aku menjadi bangga memiliki teman yang kuliah di kampus bergengsi. Anggap saja ini sebagai beasiswa.” Ucap Phil lalu berdiri

“Hei, aku tidak memberikan ini padamu secara cuma-cuma. Jika mungkin di masa depan aku jadi pengangguran, maka kau harus memberiku uang saku, mengerti? Aku tidak yakin memiliki masa depan yang bagus. Jangan lupa!! Kalau aku benar-benar jadi pengangguran dan kau mengabaikanku, maka aku akan membunuhmu.” Tegas Phil. Jin Sook bisa sedikit tersenyum. 



Guru olahraga memarahi Phil, karena sudah kelas tiga jadi Ini sangat penting Tapi malah bohong soal usia dan bekerja paruh waktu. Phil hanya diam saja.  Gurunya pikir apabila Phil memilih menghabiskan waktumu untuk latihan lari,pasti sudah sehebat Usain Bolt sekarang
“Hei, Bong Phil, jujur padaku. Kau gunakan untuk apa uang itu?” ucap gurunya.
“Saya memerlukannya untuk sesuatu.” Kata Phil.
“Ah. Pasti untuk membeli sepatu kets bermerk  Atau membeli jaket mahal? Apa Kau berniat menghabiskan uangmu demi penampilan?” kata Guru Olahraga. Phil mengaku Bukan begitu.
“Bukan apanya? Tertulis jelas di wajahmu itu. Apa mungkin ayahmu kehilangan pekerjaannya?” kata Guru Olahraga
“Guru pasti sangat penasaran” kata Phil binggung. Gurunya meminta Phil agar jadi pria jantan dan katakan dan tidak akan mengatakan pada yang lain.
“Itu.....rahasia..” bisik Phil pada sang guru.
Bersambung ke episode 8

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar