Sabtu, 02 September 2017

Sinopsis Manhole Episode 8 Part 1

PS : All images credit and content copyright : KBS
Di depan Manhole terlihat seperti tak terjadi apapun, sampai akhirnya dua orang wanita berjalan melalui terowongan sambil mengobrol kalau jus yang mereka minum sangat lezat dan Pekerja paruh waktunya sangat tampan,  tapi aneh sekali.
“Ya, pasti cuaca panas membuatnya gila.” Ucap si wanita melihat si pekerja paruh waktu memang aneh.
 (31 Agustus 2017, 12.10 siang)

Seorang pria mengomel memanggil penjual yang terlihat duduk sambil tertidur,  Ia memanggil Ahjussi dan bertanya apakah masih jualan. Si Phil terlihat baru saja masuk kembali masuk ke dalam tubuhnya, dan terbangun dengan wajah kaget dan binggung melihat sekeliling.
“Ini kan kedai jusnya Jin Sook? A-apa ini?” ucap Phil binggung
“Kau jual jus tidak ? Kalau tidak, kami pergi.” Kata si pria kesal. Phil pun menganguk kalau masih jualan dan mencoba untuk melayani pesanan.
“Jus strawberry dicampur pisang, Tiga gelas” kata si Pria
“Jus strawberry campur pisangnya akan segera siap.” Ucap Phil seperti sudah terlatih membuat jus. 


Akhirnya Phil memberikan pesanan pada pelangganya, lalu mulai mengeluh kalau tidak seharusnya sibuk menjual jus sekarang, karena  bahkan tidak bisa menyampaikan perasaanku pada Soo Jin. Ia mengingat saat terakhir kali bertemu dengan Soo Jin.
“Aku.... Aku..” ucap Phil yang tak bisa menyampaiknya.
“Aku menyukaimu, Phil-ah.”kata Soo Jin tak ingin menutupi perasaanya lagi.
Phil bisa mengingat Soo Jin yang bilang menyukainya, Jadi kali ini, akan memastikan dan segala sesuatunya berubah. Tapi saat akan pergi kakinya sudah terantai dan tak bisa pergi dari tempatnya. Ia makin kesal dengan Jin Sook yang melakukan ini padanya. 


Saat itu Jin Sook datang bertanya apakah penjualan jusnya laku. Phil langsung mengomel dengan yang dilakukan padanya.  Jin Sook mengatakan kalau memborgol kaki itu karena pekerja paruh waktu satu ini yang dimilikinya sekarang selalu saja ingin kabur. Phil mengumpat Jin Sook sudah gila.
“Kurasa, kau harus ke rumah sakit dan memeriksakan kejiwaan.” Kata Phil kesal
“Makanya, kenapa kau membuatku gila? Kau yang membuatku jadi begini.” Kata Jin Sook lalu duduk didekat Phil.
“Hei, sejujurnya, kau tidak akan menemukan bos sebaik  aku dimanapun. Aku membiarkanmu pulang tepat waktu, lalu membayar gajimu tepat pada waktunya. Aku menggajimu, jadi kerja yang benar!” kata Jin Sook mengancam dengan memperlihatkan pisau ditanganya.
“Bocah satu ini kenapa jadi semakin mengerikan saja, ya? Kelihatannya, tidak mudah kabur darinya.” Gumam Phil memikirkan caranya.
Phil mencoba memang perutnya, kalau mendapat pertanda untuk pergi ke toilet,  Jin Sook memberikan botol agar Phil bisa buang air kecil disitu. Phil mengatakan kalau ini buang air besar. Jin Sook sudah tahu kalau itu salah satu trik Phil supaya bisa kabur, lalu mengingat kalau  lupa mengambil buah! Dan  harus pergi dan mengambil stok buah.
“Kau... jangan berani-berani kabur, ya! Kerja yang benar!” tegas Jin Sook memperingati sebelum pergi. Phil hanya bisa berteriak kesal pada temanya yang tak bisa melepaskan rantainya. 


Phil mengumpat Jin Sook yang kejam sekali dan mulai memikirkan cara agar bisa bertemu dengan Soo Jin. Lalu melihat kunci borgol kaki  yang tergantung di dekat pintu. Ia pun berusaha untuk bisa mengambil dengan kaki yang masih dirantai, tapi tangan tak bisa menyentuhnya.
“Sebentar, aku pasti bisa.” Kata Phil yakin mengambil pisang bisa menjatuhkan kuncinya, tapi kuncinya malah jatuh ke sela-sela mobil.
Wajah Phil langsung kebingungan dan juga kesal, Dua anak kecil lewat. Phil langsung memanggil dua anak ganteng. Jin Sook kembali ke truk food memangil Phil, tapi dikagetkan dengan dua anak yang ada didalam truknya. Dua anak sedan minum jus memperlihatkan rantai yang sudah lepas. Jin Sook mengumpat karena Phil kembali kabur. 

 (Episode 8 : Pengakuan, PR Tersulit)
Phil berjalan sambil berbicara sendiri kalau Tepat sebelum masuk kembali ke manhole, segalanya berjalan lancar antara Soo Jin dan dirinya Jadi, sekarang pun pasti baik-baik saja. Saat itu Soo Jin baru saja keluar dari rumah, Phil pun menyapanya tapi sikap Soo Jin terlihat sinis.
“Wah, hari ini kau terlihat sangat cantik. Kau mau ke mana?” ucap Phil ramah. Soo Jin dengan sinis bertanya ada apa menemuinya.
“Oh, ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu. Bisa kita pergi ke suatu tempat dan bicara?” ucap Phil
“Hari ini aku sibuk. Apa pun itu, tidak bisakah kau katakan saja di sini?” kat Soo Jin
“Tapi... masalahnya... ini sangat penting. Omong-omong, apa kita bertengkar? Apakah aku... atau kau yang... bersikap agak aneh?” kata Phil bingung melihat sikap Soo Jin tak seperti sebelumnya.

Saat itu Jae Hyun datang turun dari mobilnya, Soo Jin langsung merangkul lengan Jae Hyun seperti sudah lama menjalin hubungan. Jae Hyun pun menyapa Phil yang pasti sedang istirahat kerja. Phil tak peraya Soo Jin yang masih berkencan dengan Jae Hyun. Soo Jin tak peduli mengajak Jae Hyun pergi saja.
Keduanya segara masuk mobil, Jae Hyun pun pamit pergi. Phil hanya bisa berteriak memanggil Soo Jin di depan jendela mobil, tapi Soo Jin seperti tak peduli meninggalkan rumah dengan mobil Jae Hyun. Phil pun bertanya-tanya apa yang terjadi sekarang pada dirinya sekarang. 


Tempat Sewa DVD
Jung Ae dan Dal Soo sedang makan siang bersama, Jung Ae dengan penuh perhatian ingin menyuapi Dal Soo, tapi Dal Soo menolak karena akan makan sendiri. Jung Ae membahas kalau orang tua Dal Soo adalah PNS, Tapi, apa mereka tidak mengomel kalau Dal Soo tidak pulang.
“Entahlah... Aku sudah lama sekali tidak pulang, jadi mereka bahkan mungkin sudah lupa kalau punya anak.” Ucap Dal Soo seperti punya nasib yang sama dengan Phil
“Tapi Tetap saja, kita berdua harus mengunjungi mereka saat menikah nanti.” Kata Jung Ae. Dal Soo juga berpikiran yang sama.
“Kalau aku akhirnya benar-benar menikah, Mungkin di kehidupan selanjutnya...” kata Jung Ae dan saat itu Goo Gil datang dengan nada menyindir. 

“Aku penasaran burung macam apa... yang terus bercicit di sini. Rupanya kalian.” Ucap Goo Gil dengan melihat nuasana ruangan warna Pink.
“Apa Kalian berdua tinggal bersama?” ucap Goo Gil sinis. Dal Soo meminta Goo Gil agar Jangan salah paham.
“Jung Ae tidak punya tempat tujuan, jadi aku mengizinkan dia menginap beberapa hari.” Jelas Goo Gil. Jung Ae kesal mendengar ucapan Dal Soo.

Goo Gil pikir itu hanya Omong kosong dengan mengatakan Jung Ae tidak punya tempat tujuan, karena tahu Orang tua dan saudaranya itu ada. Lalu bertanya apakah Ibu Jung Ae tahu kalau tinggal di tempat Goo Gil. Jung Ae pikir itu bukan urusan Goo Gil.
“Aku akan membunuhmu kalau kau memberitahunya.” Ucap Jung Ae mengancam lalu mengajak Dal Soo untuk makan saja dengan menyuapinya
“Melihatmu makan, maka membuatku lapar. Dal Soo , beri aku makan juga.” Ucap Goo Gil
“Kenapa Oppa makan di sini juga? Pulang, makan di rumah sana!” keluh Jung Aeh sinis
“Jangan jadi orang pelit dengan makanan!” keluh Goo Gil 

Dal Soo pun ingin tahu alasan Goo Gil datang apakah Karena lapar. Goo Gil membenarkan dengan mengambil mangkuk nasi Dal Soo. Phil masuk ke dalam toko bertanya-tanya Apa lagi yang sedang terjadi di tempat temanya. Goo Gil bertanya balik apakah Philtidak bekerja.
“Kurasa, dia kabur lagi. Daripada menonton "Prison Break", lebih menarik menonton Phil berusaha kabur dari Jin Sook.” Kata Dal Soo
“Omong-omong, apa Soo Jin hendak menikah dengan apoteker itu? Kapan pernikahannya? Apa Sebulan lagi? Seminggu?” ucap Phil binggung.
“Aih, apa maksudmu Soo Jin akan menikah? Dia sedang sangat sibuk dengan acara pembukaan.” Kata Goo Gil. Phil binggung mendengar Soo Jin akan melakukan acara Pembukaan.
“Hei, apa kau datang dari dimensi lain? Hari ini kan pembukaan studio foto milik Soo Jin. Kau juga akan ke sana, 'kan?” kata Goo Gil. Phil mengertidan bergegas pergi menyuruh mereka menghabiskan makan siangnya.

Phil didepan toko mengerti kakau itu sebabnya Soo Jin berdandan begitu dan Apoteker itu belum sampai pada rencana pernikahan. Saat itu Soo Jin datang menemui Jin Sook di food truk. Jin Sook menyapa temanya yang sedang sibuk dengan pembukaan studio jadi tidak perlu datang.

“Aku ingin memeriksa katering yang aku pesan untuk hari ini. Dan juga, aku ingin melihat wajahmu.” Ucap Soo Jin
“Saat pembukaan studio nanti juga kan aku datang. Hei, jangan khawatir soal kateringnya. Aku sudah menyiapkan buah-buahan terbaik untukmu.” Kata Jin Sook menyakinkan. Soo Jin pun mengucapkan Terima kasih.
“Hei, apakah Phil belakangan ini bekerja dengan benar?” tanya Soo Jin
“Entahlah. Si berengsek itu kabur lagi, jadi aku kerja keras sendirian. Apa Kau habis bertemu Phil?” tanya Jin Sook. Soo Jin berbohong kalau tak bertemu dengan Phil.
“Aih, ke mana lagi idiot itu pergi? Kalau tertangkap, kali ini aku ikat dia dengan kalung Anjing!” ucap Jin Sook kesal
Soo Jin pun bertanya perasaan Jin Sook bekerja bersama Phil. Jin Sook mengaku Seperti membesarkan seorang anak, karena si Idiot Phil  itu terus saja kabur dan membuat masalah dan Masih butuh waktu lama membuatnya sadar. Saat itu Jae Hyun turun dari mobil dan Jin Sook pun saling menyapa, lalu bertanya apakah Soo Jin datang dengan Jae Hyun. Soo Jin memberitahu mereka akan ke studio bersama.
“Dia sangat baik. Di mana lagi bisa menemukan pria sebaik Jae Hyun ? Hei, bersikap baik-baik padanya.” Ucap Jin Sook. Soo Jin mengerti dan pamit pergi pada temanya. Jin Sook pun tak lupa berpesan pada temanya agar berhati-hati di jalan.

Ibu Phil terlihat bahagia kareja tidak menyangka punya kursi pijat sekarang dan sudah lama sekali menginginkan ini. Tuan Bong mengatakan Karena istirnya melahirkan seorang anak yang hebat, dan mendapatkan kehidupan yang nyaman juga.
“Apa? Anak itu bisa lahir kan bukan hanya karena aku saja. Aku yang harus berterima kasih padamu.” Ucap Ibu Phil. Petugas pun selesai memasang dan meminta agar mencobanya.
Tuan Phil menyuruh istrinya mencoba dulu, tapi Ibu Phil menyuruh Tuan Phil agar lebih dulu. Tapi Tuan Phil yang memberikan hadiah pada istrinya meminta agar mencoba lebih dulu. Ibu Phil mulai merasakan kursi pijat dan terasa luar biasa. Saat itu tiba-tiba ada yang berlalu dengan cepat dibelakang Tuan Bong. Tuan Bong pinggung seperti bisa merasakan ada yang lewat, tapi tak bisa melihatnya. 

Phil memilih banyak pakaian dari lemarinya tapi  bahkan tidak punya satu pun baju bagus. Karena Di pembukaan studio Soo Jin, tidak ingin terlihat buruk. Ia mengingat saat Jae Hyun keluar dari mobil dengan setelah jas dan terlihat gagah.
“Aisshh, kenapa juga si berengsek itu tinggi tegap dan seperti model? Aku tidak ingin terlihat lebih buruk dari si brengsek itu.” Kata Phil lalu mengingat  kalau Jin Sook bilang selalu membayar gajinya tepat waktu.
“Apa dia membayarku tunai ? Kalau tidak, seharusnya aku punya buku tabungan.” Ucap Phil mencari-cari buku tabungan dalam lacinya. Saat itu wajahnya tersenyum melihat buku tabungan dan gaji yang masuk 9juta won,
 “Hei, Bong Phil... Kau memang seharusnya tidak menyia-nyiakan waktumu. Idiot ini pasti bekerja sangat keras. Kau sudah bekerja dengan baik.” Ucap Phil memuji diriya tapi melihat sisanya tak ada
“Apa yang salah dengan sisa uangnya? Ke mana... ke mana... semua uangku pergi?” ucap Phil binggung karena tak memiliki uang sama sekali. 

Ibu Phil masih merasakan  nikmat sekali sedang ada di tempat pijat. Ia bahkan jadi sangat rileks dan tidak stres lagi. Tuan Phil mersa senang kalau istrinya yan  senang, ia pun meminta selama ini sudah menjadi suami yang buruk dan Mulai sekarang, akan melakukan apa saja untuk istrinya.
“Kau bukan suami yang buruk. Bila memiliki suami seperti dirimu, wanita manapun di dunia ini pasti bahagia. Bisa bertemu denganmu adalah keberuntungan terbesarku.” Ucap Ibu Phil memuji suaminya, Tuan Bong mendekat seperti ingin memberikan ciuman dan saat itu Phil pun turun dari tangga. Tuan Phil pun tahu kalau tadi  Phil yang lewat.
“Sisa uang di rekeningku 0. Apa ada yang bisa menjelaskan soal ini?” ucap Phil kesal
“Salah satu bentuk berbakti adalah bisa memanjakan orang tua.” Kata Tuan Bong

“Jangan bilang, kursi pijat itu dibeli dengan uang tabunganku.” Ucap Phil melihat kursi pijat yang pasti mahal
“Aku akhirnya bisa bangga telah memiliki seorang putra. Ibu sangat menyukai ini. Terima kasih, Nak.” Ungkap Ibu Phil
Phil mengomel dengan semuanya karena Itu  uang tabunganny dan apa hak mereka sebagai orang tua menghabiskan uang tabunganya. Tuan Bong mengatakan kalau mereka yang membuatnya  lahir ke dunia in, bahkaan membesarkan dan mendidiknya.
“Apa Kau masih berkata kami tidak memiliki hak?” ucap Tuan Bong menyindir.
“Aku sedang membutuhkan uang hari ini.” Ucap Phil. ayah Phil bertanya untuk apa karena Selama ini  hanya menggunakan uangnya untuk minum.
“Hari ini pembukaan studionya Soo Jin. Aku harus memakai setelan jas. Bagaimana bisa saat orang lain berdandan rapi, aku pergi seperti ini?” kata Phil
“Kau seharusnya mengatakannya lebih awal pada kami. Ikut aku.” Kata Ibu Phil. 


Ibu Phil memakai setelah jas yang disimpanya, Ayah Phil memuji Phil tampak hebat memakai setelan itu. Ibu Phil melihat anaknya terlihat sangat tampan. Dan cocok sekali dengannya. Phil mengeluh melihat setelah jas yang terlihat kuno.
“Padahal setelan ini sudah 30 tahun lebih, tapi tidak terlihat ketinggalan zaman.” Ucap Ibu Phil bangga
“Yah, fashion itu selalu maju mundur setiap zaman. Aku mendapatkan setelan bagus ini dari toko penjahit terkenal di Jongno sana.” Kata Ayah Phill
“Aku... pakai bajuku sendiri saja.” Ucap Phil membuka jasnya. Ibunya heran karena setelah itu terlihat pas denganya.
“Kalau kau memakainya, semua orang akan memperhatikanmu.” Kata ibu Phil. Phil menolaknya.
“Yah, Soo Jin kan memiliki seorang kekasih yang baik. Jadi Kau tidak perlu repot-repot berdandan rapi hanya untuk pergi menemuinya. Phil , kau... cobalah untuk merelakan Soo Jin sekarang dan Perlakukanlah Jin Sook dengan baik. Dia pekerja keras dan baik hati. Di mana lagi kau bisa menemukan gadis sebaik dia?” kata Ibunya
“Dan Jin Sook juga memberi Phil pekerjaan. Membuatnya menjadi manusia yang benar.” Kata Ayah Phil.
“ Dia juga sangat baik pada Phil... Phil.. Kau harus menikahi gadis seperti dia.” Kata Ibunya seperti berharap Phil dengan Jin Sook
“Kami terlalu banyak tahu tentang masing-masing, mana mungkin kami menikah?” ucap Phil lalu pamit pergi.
Ibunya mengeluh Phil  tidak tahu apa-apa sama sekali soal wanita. Tuan Bong merasa itulah bakat yang dimilikiknya dan  tidak diwarisi pada Phil, karena kalau seperti dirinya maka Phil sudah bisa memahaminya.


Semua masuk ke ruangan studio, Soo Jin sudah bersama Jae Hyun seperti sangat dekat. Suk Tae memuji ruangan Soo Jin kalau tempat ini bagus sekali dan Interiornya modern sekali. Goo Gil pikir Benar-benar berbeda dari arena bilyardnya. Jung Ae mengeluh Goo Gil yang berisik sekali. Soo Jin pun menyapa semua temanya yang datang.
“Soo Jin , selamat atas pembukaan bisnismu.” Kata Jung Ae dengan melompat bersama seperti anak kecil. Soo Jin tersadar kalau didekatnya ada Jae Hyun dan berusahan untuk menjaga sikap.
“Selamat.. Aku tidak menyangka, akhirnya kau bisa memiliki studiomu sendiri.” Ungkap Suk Tae  
“Aku juga merasa ini seperti mimpi. Aku sendiri tidak mengira hari ini akan tiba.” Kata Soo Jin
“Itu sebabnya, semua orang harus berani mengejar mimpi mereka. Saat kau mengatakan padaku ingin menjadi fotografer, aku tidak berpikir kau bisa sesukses ini..” Ungkap Jung Ae 

“Aku sendiri tidak pernah berpikiran bisa memiliki studio sendiri. Aku pasti sangat beruntung.” Kata Soo Jin mengengam tangan Jae Hyun dengan erat. Saat itu Phil datang membawakan bunga dalam pot.
“Benar, kau sangat beruntung mendapatkan kekasih yang baik. Berkat Jae Hyun, kau bisa mencapai semua ini.” Kata Jung Ae. Phil terdiam melihat tangan Soo Jin yang bergandengan erat dengan Jae Hyun.
“Kau bilang, Sunbaemu yang sebelumnya menjalankan studio ini?” ucap Dal Soo
“Ya, Sunbae-ku pindah karena mendapat pekerjaan di luar negeri, jadi aku memintanya mengizinkan Soo Jin menjalankan studio ini.” Kata Jae Hyun
“Wah, Soo Jin. Kau selalu mengatakan ingin menjalankan studiomu sendiri. Berkat kekasihmu, harapan itu bisa terkabul. Tentu, itu yang disebut dengan takdir.” Ucap Dal Soo bangga 

Jung Ae dengan blak-blakan bertanya apa yang Jae Hyun sukai dari Soo Jin. Soo Jin terlihat malu meminta agar jangan menanyakan itu. Jae Hyun dengan percaya diri mengataka kalau Soo Jin itu cantik. Jung Ae pun pun memuji Jae Hyun yang bersikap manis sekali.
“Hei, sedang apa kalian semua di sini?” ucap Phil yang sedari tadi diam ikut masuk bersama teman-temanya
“Hei, Phil.. Apa Kau ke sini sendirian? Jin Sook mana?” tanya Suk Tae. Phil dengan gugup mengatakan Jin Sook yang  akan menyusul.
“Dia kan membawa pesanan dalam jumlah besar. Bagaimana bisa Jin Sook membawanya sendirian? Kau sangat kejam.” Ucap Suk Tae. Soo Jin menatap sinis akhirnya memilih keluar ruangan untuk membantu Jin Sook. Phil pun ikut mengejar Soo Jin.

Phil memanggil Soo Jin yang sudah didepan gedung, mengeluh Soo Jin yang tega sekali karena harus bermesraan dengan Jae Hyun di depannya. Soo Jin menegaskan Apa pun yang dilakukan dengan Jae Hyun, bukan urusanya dan kenapa harus peduli akan perasaan Phil.
“Kau bilang, kau menyukaiku. Bagaimana bisa kau berkencan dengannya setelah mengatakannya padaku?” ucap Phil marah
“Hei, itu sudah lama berlalu.” Kata Soo Jin. Phil benar-benar Tidak bisa percaya dengan sikap Soo Jin.
“Kupikir sejak saat itu kita saling menyukai dan Kau juga pasti mengetahuinya.” Ucap Phil dan Soo Jin  mengingat kejadian sebelumnya. 

Flash Back
Phil akan pergi wamil ingin mengungkapkan perasaan tapi masih saja gugup. Soo Jin akhirnya lebih dulu mengungkapkan kalau menyukai Phil dan ingin tahu apakah Phil u memiliki perasaan yang sama. Phil ingin mengakui kalau ia juga sangat menyukai Soo Jin, tapi waktu tengah malah tiba dan tubuhnya menghilang.
“Bagaimana bisa aku mengetahui perasaanmu? Aku tidak pernah sekalipun mendengar kau mengatakannya.” Ucap Soo Jin masih ingat saat itu Phil menghilang dan tak bisa mendengar yang dikatakn Phil.
“Apa yang terjadi? Kalau dipikirkan lagi, kau selalu saja melarikan diri di momen krusial.” Ucap Soo Jin marah Phil mencoba menjelaskan tapi Soo Jin pikir tak perlu lagi.
“Hentikan, Phil.. Saat Jin Sook datang, bantu dia membawa naik minumannya. Bukankah itu pekerjaanmu?” ucap Soo Jin dan akan bergegas masuk, Phil menahan tangan Soo Jin sebelu masuk.
“Kenapa kau begitu dingin kepadaku? Semua yang kau lakukan dan  perkataanmu sangat aneh. Apa aku sudah melakukan kesalahan padamu?” ucap Phil binggung.
“Tidak.... Kau tidak melakukan kesalahan apa pun.” Kata Soo Jin lalu melangkah masuk. Phil benar-benar bingung dan saat itu Jin Sook datang melihat Phil seperti kecewa dengan sikap Soo Jin yang dingin. 


Soo Jin masuk ke dalam ruangan, tiba-tiba lampu ruangan mati. Dal Soo dkk dalam ruangan panik apa yang terjadi. Dan layar proyektor didepan Soo Jin menyala dan Jae Hyun ada dilayar.
“Soo Jin... Kau pasti terkejut.” Ucap Jae Hyun. Jung Ae melihat Jae Hyun ada dalam video yakin kalau akan melamar. Phil akan masuk akhirnya memilih untuk berdiri didepan pintua.
“Ini adalah awal baru kita. Aku sangat bersyukur bisa bersamamu. Tiba-tiba, aku memikirkan kenangan kita. Saat aku jatuh cinta pada pandangan pertama terhadapmu. Aku sungguh takut saat itu bahwa hatimu tak akan terbuka untukku.” Ucap Jae Hyun. Dal Soo dkk terkesima melihatnya
“Kau tahu aku sempat kesulitan karenanya, 'kan? Aku tahu kau masih merasa bersalah karenanya, tapi aku akan memberimu kesempatan menebusnya.” Kata Jae Hyun lalu keluar dari layar dan lampu pun menyala.

Soo Jin terlihat berkaca-kaca melihat video yang dibuat Jae Hyun. Phil langsung bersembunyi melihat Jae Hyun keluar dari ruangan. Jung Ae melihat Jae Hyun membawakan sebuket bunga merasa iri karena sungguh sudah bersiap.
“Aku tidak memiliki banyak pengalaman kencan. Tapi, untuk pertama kalinya, kau adalah seseorang yang tak ingin kulepaskan. Aku mungkin bukanlah lelaki yang hebat, tapi aku akan mencoba menjadi suami yang baik untukmu. Jadi, maukah kau memakai cincin ini?”ucap Jae Hyun berlutut sambil memperlihatkan kotak cincinya.
“Aku pria tapi merasa tersentuh karenanya. Kalau aku wanita, langsung kuterima lamarannya.” Ungkap Suk Tae. Jung Ae melihat Soo Jin hanya diam saja menyuruh agar segera memakai cincinya.
“Maukah kau menikah denganku, Soo Jin-ah?” ucap Jae Hyun. Soo Jin pun mengangguk menerima lamaran Jae Hyun. Dal Soo dkk langsung berteriak gembira karena merasa gugup dan juga senang.
Soo Jin dan Jae Hyun pun berpelukan, semua temanya menyuruh mereka berciuman. Phil menatap sedih karena Soo Jin akhirnya dilamar, dan semua yang menurutnya akan berakhir indah malah membuatnya sangat kecewa. Jin Sook pun bisa melihat keduanya yang terlihat bahagia dan hanya ikut diam didepan pintu. 

Phil duduk dengan tatapan lesu, seperti semua gairah hidupnya hilang. Goo Gil datang membawakan dua mangkuk es krim untuk dimakan bersama.. Jung Ae merasa Setelah melihat lamaran tadi, maka rasanya es krim ini lebih manis lagi. Dal Soo memberitahu alasan lamaran begitu manis, karena jika tidak menyiapkannya semanis mungkin, maka akan menyesal telah menggali lubang kubur sendiri dengan menikah. Jung Ae melihat Dal Soo itu filosofis sekali dan uga keren.
“Jung Ae, kau itu... pasti tetap akan menganggap Dal Soo keren sekalipun dia gelandangan.” Komentar Goo Gil
“Berhentilah murung begitu, makanlah.” Kata Jin Sook. Phil menolak karena seperti nafsu makanya hilang.
“Kurasa, dia tidak akan bisa makan apa-apa sekarang, Biarkan saja.” Ungkap Suk Tae
“Si brengsek itu tidak setia. Dengan wajahnya yang lugu, dia telah membuat Soo Jin tertipu.” Kata Phil sudah tahu Jae Hyun yang memiliki pacar.
“Dia tidak menipunya, tapi memenangkan hatinya.” Ucap Suk Tae. Dae Soo pikir Phil harus  lebih awal menyerah, karena rasa sakitnya tidak akan terlalu besar.
“Hati dari seorang wanita yang telah dilamar tidak akan bisa kau menangkan.” Ungkap Dal Soo
Phil pun bertanya apa sudah melakukan kesalahan pada Soo Jin dan kenapa begitu dingin padanya. Goo Gil pikir Mungkin tidak berbuat salah, tapi hanya saja, dari sudut manapun Phil kalah dari pria bernama Jae Hyun. Suk Tae setuju karena itu kesalahan terbesar Phil. Phil menegaskan tidak sedang bercanda.
“Phil, alasan kau tidak akan pernah bisa mengalahkan Jae Hyun, bukanlah penampilan, kemampuan, maupun kepribadian. Tapi, takdir.” Ucap Dal Soo.Phil tak mengerti maksudnya.
“Saat kamera Soo Jin hilang, yang menemukannya adalah Jae Hyun. Mereka jelas ditakdirkan bersama. Kamera itu berfungsi layaknya Dewi Cinta bagi keduanya.” Kata Dal Soo
“Sebentar. Kau bilang kamera? Kamera yang hilang tepat sebelum aku masuk miiter itu?” ucap Phil.
Dal Soo membenarkan dan Jae Hyun yang menemukannya jadi Tidak ada yang bisa dikatakan kecuali mereka sudah ditakdirkan berjodoh, karena Wanita selalu menyukai kebetulan-kebetulan semacam itu. Phil pun bergumam memikirkan video yang ditinggalkan di kamera itu karena seharusnya Soo Jin sudah menontonnya.
Jin Sook terlihat gugup duduk disamping Phil. Jung Ae menerima telp lalu mengajak Dal Soo pergi, karena Pelanggan datang untuk membayar tagihan. Dal Soo pikir harus menyelesaikan petuahsoal takdir dan mengajak pergi. Goo Gil pikir tidak percaya soal takdir, jadi pamit pergi.
“Hei, berhentilah mengasihani diri sendiri dan datang bekerja besok sebelum kupecat kau.” Tegas Jin Sook. Suk Tae pun ikut pergi denga Jiin Sook, Phil masih tetap duduk diam. 

Dal Soo dan Jung Ae berjalan bersama.  Jung Ae mengaku sangat iri Saat Soo Jin dilamar tadi, jadi penasaran kapan akan dilamar juga oleh seseorang. Dal Soo seperti berusaha menghindar dengan melihta cuaca hari ini bagus sekali, Jung Ae pun mengajak Dal Soo agar bicara serius. Dal Soo pikir selalu serius selama ini.
“Tidak, jangan pura-pura bodoh... Oppa... Apa rencanamu sebenarnya? Kau akan menikahiku, 'kan?” ucap Jung Ae yang ingin mencari kejelasan.
“Jung Ae, kita memiliki hubungan yang bagus. Pernikahan bukan satu-satunya jawaban. Kita masih muda. Bukankah lebih baik kalau bisa bebas?” kata Dal Soo
“Kenapa Oppa sebenarnya, begitu menentang pernikahan? Banyak orang menikah bisa hidup bahagia juga. Oppa hanya tidak ingin menikahi aku, 'kan?” ucan Jun Ae marah. Dal Soo pikir bukan begitu.
“Aku juga tidak bisa memahami isi pikiran Oppa. Apa sebenarnya arti aku untuk Oppa? Apakah aku hanya wanita yang memasak dan mencuci untuk Oppa?” kata Jung Ae marah
“Kau... bagaimana bisa berkata seperti itu?” kata Dal Soo juga terlihat marah
“Kau yang membuatku berpikiran begitu! Sejujurnya, apa pernah sekali saja Oppa mengatakan mencintai aku? Tidak pernah sekalipun... Tidak pernah sama sekali kau mengatakannya. Aku lelah akan semua ini.” Kata Jung Ae memilih untuk pergi. Dal Soo pun tak mengejarnya. 


Soo Jin kembali menjual Jus segar seharga 2500 won, lalu teringat kejadian sebelum Phil wamil, kalau Soo Jin meningglkan Kameranya. Ia melihat video yang dibuat Phil untuk mengutarakan perasaanya pada Soo Jin kalau sangat mencintainya dan saat itu dengan wajah penuh amarah ingin menghapusnya.
“Aku tidak menghapus video Phil saat itu. Dari kamera yang dikembalikan Jae Hyun, seharusnya dia sudah menontonnya. Tapi, kenapa Soo Jin terlihat tidak mengetahuinya?” ucap Jin Sook dibuat binggung. 

Tiba-tiba Suk Tae datang mengejutkanya, Suk Tae bertanya Apa yang sedang dipikirkannya. Jin Sook mencoba mengalihkan dengan melihat Suk Tae mau ke perpustakaan, Suk Tae mengangguk dan hanya mampir sebentar lalu bertanya kenapa hanya sendirian, apa Phil kabur lagi dengan wajah kesal.
“Hei, tidak seperti itu, Hari ini ada yang hendak dia lakukan, jadi aku mengizinkannya pulang lebih awal.” Ucap Jin Sook. Suk Tae pikir akan membantunya saja.
“Tak usah. Lagi pula sedang tidak banyak pelanggan. Kau pergilah dan belajar dengan keras.” Kata Jin Sook lalu mencoba menyalakan blender tapi tak terfungsi. 

Suk Tae langsung naik ke truk untuk melihatnya. Jin Sook bertanya apakah Suk Tae tahu cara memperbaikinya. Suk Tae mengakuTahu dan melihat tombolnya mati dan bagian dalamnya rusak jadi Tidak bisa diperbaiki tanpa alat. Soo Jin binggung padahal sangat perlu memakainya.
“Hei, Apa mau kuperbaiki untukmu? Kau tahu kan aku pintar memperbaiki barang.” Ucap Suk Tae
“Tidak usah, biar kupanggil tukang servis saja.”ucap Jin Sook tak mau merepotkan
“Hei, kenapa juga kau membuang uang begitu? Aku akan memperbaikinya untukmu dengan cepat. Oke?Percayalah padaku ini Tidak akan lama” kata Suk Tae bergegas pergi membawa blender. Jin Sook un tak bisa melarangnya. 

Phil datang menemui Soo Jin, Soo Jin langsung menanyakan alasan Phil datang lagi ke tempatnya. Phil mengaku Ada yang ingin ditanyakan pada Soo Jin. Soo Jin menyuruh Phil Pergi saja kalau hanya ingin berdebat. Phil membahas Sehari sebelum masuk militer dan Kamera yang  dihilangkan Soo Jin  saat itu ditemukan si apoteker itu. Soo Jin seperti tak peduli bertanya memangnya ada apa.
“Kalau begitu, di kamera itu kau pasti sudah menemukan pesan videoku.” Ucap Phil
“Aku tidak menemukan video semacam itu di dalamnya.” Kata Soo Jin. Phil binggung berpikir kalau memori kameranya dihapus
“Kalau begitu semestinya semua foto-fotoku ikut hilang. Tapi, semuanya masih ada di sana.” Kata Soo Jin lalu keluar dari ruangan untuk membuang sampah.

Phil mengingikutinya dengan menyimpulkan bahwa semua foto yang diambil Soo Jin  masih ada tapi videonya hilang. Soo Jin membenarkan dan mengingat Phil yang mengatakan merekam video di dalamnya tapi setelah memeriksan kalau itu tidak ada dan menuutnya Mungkin memang sejak awal tidak ada. Phil tak tak percaya Soo Jin bisa berkata sesinis itu.
“Lalu, maksudmu aku berbohong soal merekam video itu?” ucap Phil.
“Aku tidak berkata begitu, Phil.. hari ini aku sangat lelah jadi Bisa tolong kau pergi saja?” ucap Soo Jin akan masuk, Phil menahanya.
“Apa kau tidak berpikir si apoteker brengsek itu menghapusnya?” ucap Phil curiga.
“Jae Hyun bukan orang semacam itu Jangan bicara seperti itu tentangnya.” Kata Soo Jin membela
“Dia bilang jatuh cinta pada pandangan pertama. Kalau begitu, mungkin saja dia menghapusnya saat menemukan karena itu.”kata Phil. 
Soo Jin tak suka Phil yang mencurigai calon suaminya itu sekarang. Lalu merasa harus jujur menurutnya Daripada memercayai Jae Hyun melakukan hal semacam itu, lebih mudah bagiku percaya Phil yang  memang tidak merekam apa pun. Phil benar-benar tak percaya dengan ungkapan Soo Jin lebih percaya pada Jae Hyun.

“Kelihatannya dibanding temanmu selama 28 tahun ini, kau lebih mengenal dia.” Sindir Phil
“Benar. Kenapa aku merasa bahwa dia lebih baik darimu? Kurasa, sejauh itu saja hubungan kita.” Kata Soo Jin sinis.
“Benar. Dibanding seorang paruh waktu sepertiku, kau pasti ingin berkencan dengan seseorang yang lebih mapan. Semua wanita rupanya sama saja. Tadinya, kupikir kau berbeda. Aku kecewa padamu, Soo Jin “ ungkap Phi.
“Apa kau Sudah selesai bicara? Selamat tinggal.” Kata Soo Jin sinis bergegas masuk. 


Saat itu juga Soo Jin masuk ke dalam ruangan melihat kembali ke dalam kamera, tapi tak menemukan apapun. Ia pun merasa tak mungkin dan heran melihat Phil yang mendadak melakukannya dan dirinya tiba-tiba merasa seperti gundah setelah mendengar ucapan Phil.
Bersambung ke part 2

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar