Sabtu, 02 September 2017

Sinopsis Manhole Episode 8 Part 2

PS : All images credit and content copyright : KBS

Phil berpapasan dengan Jae Hyun dijalan dan langsung menghadangnya, Jae Hyun pun bertanya apakah ada yang ingin dikatakan.  Phil membhas tentang Soo Jin kalau Jae Hyun bertemu pertama kali dengan Soo Jin  setelah menemukan kameranya. Jae Hyun membenar dan ingin tahu lasan Phil yang mendadak membicarakannya.
“Saat kau menemukan kameranya, apa kau melihat video di dalamnya?” ucap Phil ingin memastikanya.
“Entahlah. Aku tidak terlalu memeriksanya dan tidak ingat.” Ucap Jae Hyun dengan nada sedikit sinis. Phil tak percaya Jae Hyun tidak ingat.
“Kau yang menghapusnya. Bukankah kau menghapusnya agar bisa mendekati Soo Jin?” kata Phil
“Aku tidak tahu video apa yang kau maksud, tapi kamera itu kukembalikan apa adanya pada Soo Jin.” Kata Jae Hyun meyakinkan.
“Kalau memang tidak ada video itu di dalamnya, maka pasti ada yang sudah menghapusnya.” Kata Phil. Jae Hyun seperti tak peduli merasa Phil sudah selesai bicara jadi pamit pergi.
“Mungkin kau bisa menipu orang lain, tapi tidak denganku. Kau menghapus videoku. Tidak ada orang lain yang mungkin melakukannya, brengsek.” Kata Phil tahu kalau pria itu berselingkuh.
“Kalau kau ingin percaya begitu adanya, silakan saja. Kau tidak akan mau mendengarkanku dan hanya mempercayai yang kau inginkan. Aku tahu... kau berteman sangat lama dengan Soo Jin, dan juga sangat menyukai dia. Jadi, aku memahami alasanmu membenciku saat ini” kata Jae Hyun
“Tidak mungkin bila menghilangkan rasa suka pada seseorang secara tiba-tiba. Tapi demi Soo Jin, tolong biarkan masa lalu menjadi sebatas kenangan. Soo Jin membuka studio pribadinya, dia sudah memulai awal baru.” Kata Jae Hyun

“Apakah karena kau membantunya membuka studio pribadi, dan merasa berhak pamer? Keluh Phil
Jae Hyun meminta maaf karena tidak mengatakannya untuk mengintimidasinya, menurutnya apa pun yang dapat dilakukan, akan terus mendukung Soo Jin. Dan Sebagai teman lamanya, Phil juga membantu Soo Jin membuka lembaran baru, karena Soo Jin pasti menginginkannya juga.

Goo Gil datang membawakan es krim melihat Jung Ae duduk sambil tertunduk sedih bertanya Ada apa dan Apa yang terjadi, karena tampak sangat tertekan. Jung Ae meminta agr  Jangan mengkhawatirkannya, karena tak ada apa-apa.
“Bagaimana bisa aku tidak mengkhawatirkanmu? Kau terlihat murung sekali. Kau membuatku penasaran sekaligus khawatir. Jadi Ada apa? Apa Kau bertengkar dengan Dal Soo?” ucap Goo Gil khawatir.
“Jangan menyebut Dal Soo Oppa lagi di depanku.” Kata Jung Ae seperti sangat membencinya. Goo Gil pun memberikan es krim agar Jung Ae bisa makan lebih dulu.
“Jung Ae... Apa sebenarnya yang membuatmu begitu menyukai Dal Soo? Maksudku, dia selalu menyakiti hatimu, padahal kau mencucikan bajunya dan memasak untuknya. Tapi dia berterima kasih pun tidak. Kenapa kau menyukai bajingan sepertinya?” ucap Goo Gil kesal
“Bagaimana aku bisa membicarakan soal itu dengan Oppa? Aku juga masih punya nurani” ucap Jung Ae tidak ingin membuat Goo Gil merasa terluka kalau curhat soal Dal Soo. Goo Gil pun mengajak mereka makan saja.

Goo Gil terlihat gugup membawa boneka dan juga sebuket bunga, Ia lalu mencoba berlatih dengan boneka beruang sebagai Jung Ae, Agar Campakkan saja Dal Soo dan berkencanlah dengan, serta akan membuatmu bahagia.
“Maukah kau menikah denganku?” ucap Goo Gil yang ingin melamar Jung Ae
“Bagaimana bisa langsung menikah padahal baru berkencan? Aku benar-benar bodoh.” Keluh Goo Gil dan mencoba kembali berlatih
“Jung Ae... Aku akan membuatmu selalu tersenyum. Sekalipun kau dalam kesulitan, maka aku akan membuatmu tersenyum. Dan juga, aku akan memastikan kau selalu makan daging. Maukah kau berkencan denganku?” ucap Goo Gil berlatih dan merasa kalau tadi tidak buruk dan sudah siap untuk mengungkapkan perasaanya pada Jung Ae. 


Jung Ae pulang di merasa binggung karena kalau pulang maka  semuanya akan selesai begitu saja dan Supaya Dal So khawatir, berpikir untuk tidur di rumah Jin Sook saja. Tapi saat akan pergi menerima sebuah pesan “Kau di mana? Bisakah kau datang ke depan rumahmu? Ada yang ingin kukatakan.” Jung Ae memikirkan apa yang akan dikatakan.
Terlihat seorang pria yang membawa sebuah boneka dan juga Bunga, Jung Ae merasa iri dengan wanita yang akan mendapatkan itu lalu berjalan pulang kerumahnya. Boneka jatuh tersenggol, Jung Ae mengambilnya dan mengembalikan pada si Pria. Tapi Pria itu tak mau menerimanya. Jung Ae binggung, dan saat itu Dal Soo memperlihatkan wajahnya dibalik buket bunga.

“Sedang apa kau, Oppa?” ucap Jung Ae binggung karena Dal Soo yang membawa buket bunga dan juga boneka beruang besar.
“Aku Telah membuatmu berada di sisiku tanpa mengatakan aku menyukaimu, Aku meminta maaf. Aku mudah sekali takut, jadi memiliki banyak kekhawatiran. Mari kita rencanakan pernikahan pelan-pelan.” Ucap Dal Soo lalu memberikan buket bunga dan mengeluarkan cincinya, lalu berlutut.
“Aku akan melakukan yang terbaik. Aku ingin kau terus berada di hidupku. Apa kau mau bersamaku selamanya?” kata Dal Soo memperlihatkan cincin yang sama sudah dipakainya. Jung Ae terlihat berkaca-kaca lalu menerima lamaranya.

Dal Soo memasangkan cincin, Jung Ae merasa kalau cincinya kekecilan. Dal Soo berusaha memasukanya dan pas ditangan Jung Ae. Jung Ae pun memberikan boneka beruang agar Dal Soo membantunya. Keduanya berjalan dengan wajah bahagia. Dibelakang, Goo Gil sedih melihat Dal Soo lebih dulu mengutarakan perasaan dibanding dirinya. 

Phil datang dengan wajah lesu duduk di depan truk makanan, Jinn Soo pikir Phil tak mau dipecat tapi menurutnya harus muncul. Phil meminta maaf pada Jin Sook, merasa tidak yakin temanya  akan mengerti, tapi karena hidupnya tidak lebih dari sehari, jadi terlalu sibuk untuk sekedar berjualan jus, karena banyak yang harus dilakukan.
“Kau menemukan alasan jenis baru lagi,Sekarang kau menyalahkan caramu menjalani hidupmu sendiri.” Ucap Jin Sook sinis.
“Jin Sook.. Apa Kau mau minum bersamaku?” ucap Phil benar-benar binggung
“Apakah maksudmu kau minta aku traktir minum? Dasar muka tembok.”ucap Jin Sook. Phil mengaku bahkan membenci dirinya sendiri.


Bongbong Pub
Phil terlihat mulai mabuk menceritakan  masih ingat sekalin kalau Soo Jin mengatakan bahwa menyukainya Tapi, bagaimana bisa akhirnya berkencan dengan pria lain dan ingin tahu alasanya. Jin Soo kaget karena ternyata Soo Jin sungguh mengatakan menyukai Phil. Phil menganguk.
“Tepat sehari sebelum aku berangkat militer, dia mengatakan kalau dia menyukaiku. Dia bilang "Aku...menyukaimu, Phil." Sebelum aku masuk militer, di kamera Soo Jin, aku meninggalkan sebuah pesan video. Tapi, Soo Jin bilang tidak pernah menontonnya.”cerita Phil
“Dengan Hanya jika dia melihat video itu, aku yakin hubungan kami akan berjalan lancar. Dan video dalam kamera itu, si apoteker brengsek mengatakan tidak pernah menghapusnya. Lalu, siapa yang menghapusnya? Ini sangat aneh. Benar, 'kan?” kata Phil
Jin Sook melihat Phil mabuk mengajak pulang saja dan berhenti minum,  Phil mengeluh Kenapa juga kamera itu harus ditemukan oleh si apoteker. Tapi akhirnya bisa mengerti, menurutnya Kalau dirinya sebagai wanita, akan memilih mengencani orang kaya dan mana mungkin pekerja paruh waktu sepertinya bisa melakukan sesuatu untuk Soo Jin, bahkan hanya bisa Mencuri kamera orang tuany untuk kuberikan padanya, hanya itu yang mampu dilakukan.

Suk Tae sibuk memperbaiki blender di ruang belajar dengan benar-benar serius, lalu dimeja tertulis note “ Kau harus belajar untuk menikahi seorang gadis cantik!”setelah mulai mengutak-ngatik bagian dalamnya, mesin blender mulai menyala. Ia pun bahagai karena Berhasil. Semua yang sedang belajar mengeluh Suk Tae yang berisik. 

Phil terbangun dari tidurnya karena merasa haus sekali, lalu melihat sekeliling dan sadar kalau sedang ada dirumah Jin Sook. Lalu berjalan ke depan meja untuk mengambil minum, tapi karena masih setengah sadar malah menjatuhkan air minum ke lantai.
“Jin Sook akan mengamuk kalau dia sampai tahu.” Ucap Jin Sook mencoba mencari tissue disekeliling rumah temanya.
Ia membuka laci tapi menemukan sesuatu yang membuatnya kaget, surat darinya yang dikirim untuk Soo Jin dengan banyak tanda cinta. Ia tahu kalau itu semua surat yang dikirim untuk Soo Jin selama wajib militer, tapi kenapa ada di laci rumah Jin Sook. 

Jin Sook datang melihat Phil sudah bangun dan mengaku kalau memang bermaksud membangunkannya. Phil langsung memperlihatkan semua surat yang disimpan Jin Sook dan bertanya Kenapa semua surat yang dikirimkan untuk Soo Jin ada di rumah. Jin Sook kaget lalu memarahi Phil yang memeriksa barang-barang pribadinya.
“Hei.. Jelaskan padaku apa yang terjadi ini. Apakah Soo Jin menyuruhmu menyimpannya?” ucap Phil binggug.
“Tidak.. Soo Jin tidak mengetahuinya.” Akui Jin Sook. Phil binggung apa maksud ucapan temannya.
“Apakah maksudmu kau menyabotase surat itu atau bagaimana?” kata Phil. Jin Sook mengakuinya.
Phil merasa Jin Sook sudah gila dan ingin tahu alasan melakukanya dengan menyabotase surat yang aku kirimkan untuk Soo Jin. Jin Sook mengaku kalau Karena harus melakukannya.


Flash Back
Jin Sook sedang berjalan, saat itu Ayah Suk Tae datang dengan sepeda motornya bertanya mau ke mana. Jin Sook mengatakan mauKe rumah Soo Jin. Ayah Suk Tae pikir ini Kebetulan sekali dan meminta agar memberikan surat-surat itu untuk Soo Jin. Jin Sook pun menerimanya dan melihat ada surat dari Phil dan akhirnya berlari pulang lebih dulu. 

“Hei, Yun Jin Sook... Apa Kau pikir itu lucu? Sekalipun itu lelucon, kau seharusnya tidak boleh kelewat batas. Kau tahu betapa berartinya Soo Jin untukku. Bagaimana bisa kau membuat lelucon seperti itu?” ucap Phil benar-benar tak menyangka Jin Sook melakukan ini padanya.
“Itu bukan lelucon. Aku sungguh-sungguh... Aku melakukannya karena menyukaimu.” Ucap Jin Sook meluapkan perasaannya.
“Hei, Jin Sook , kenapa mendadak kau seperti ini? Aku tahu kau hanya bercanda, jadi jangan menatapku seperti itu.” Kata Phil tak yakin
“Kenapa kau selalu berpikir aku bercanda padahal aku serius? Aku sungguh menyukaimu. Bahkan sejak SMA, aku sudah menyukaimu. Kau terlalu sibuk memperhatikan Soo Jin untuk menyadarinya, tapi aku selalu menyukaimu.” Akui Jin Sook 

Flash Back
Jin Sook duduk dibangku lapangan, mengambar wajah Bong Phil, mengunakan kapur. Wajahnya terlihat bahagia, saat itu Phil datang bertanya apa yang sedang dilakukanya. Jin Sook langsung menutupi dengan tasnya, tak ingin Phil melihatnya.
“Apa yang kau sembunyikan? Apa Makanan? Apa Kau ingin memakannya sendirian, ya?” ucap Phil. Jin Sook mengelengkan kepala kalau bukan itu.
“Jin Sook , aku ingin minta tolong padamu. Hari ini, aku ingin melakukan sesuatu yang sangat penting. Tapi, aku terlalu gugup, jadi sepertinya tidak bisa sendirian. Apa kau Mau kau pergi bersamaku?” ucap Phil. Jin Sook binggung apa maksudnya. Phil mengajak Jin Sook agar ikut saja.
Phil sudah siap dengan sepeda dan siap menyatakan cinta pada Soo Jin , tapi malah tak bisa berkata-kata dan membuat Soo Jin pergi. Soo Jin berjalan lebih dulu lalu membalikan badan menanyakan apa itu. Phil tetap tak bisa mengatakan. Jin Sook yang melihatnya hanya bisa mengumpat Phil yang bodoh. 


“Melihat cintamu yang tak pernah berubah pada Soo Jin, aku berpikir harus menyerah atas perasaanku. Tapi setiap kali melihat wajahmu, aku tidak bisa menyerah. Begitulah aku melanjutkan perasaanku padamu, selama 10 tahun terakhir.” Akui Jin Sook
“Aku... aku sungguh tidak tahu kalau kau menyukai aku.” Kata Phil terlihat benar-benar shock.
“Aku berpikir lebih baik bila kau bersama dengan Soo Jin. Maka, perasaanku perlahan akan lenyap dengan sendirinya. Namun dilihat hingga kini kalian masih tetap menjadi teman, itu berarti tak ada seorangpun di sisimu. Mungkin, itu sebabnya aku tidak bisa menyerah. Sekarang, setelah kau mengetahui perasaanku, kita tidak akan bisa menjadi teman lagi.” Kata Jin Sook mulai berani.
Phil tak percaya Jin Sook berkata seperti itu. Jin Sook pikir Soo Jin sudah memiliki Jae Hyun, jadi meminta agar memberikan kesempatan. Ia tahu tidak mungkin perasaan Phil berubah dengan cepat, tapi setidaknya mereka bisa mencoba. Phil meminta maaf merasa Untuk saat ini, tidak bisa mengatakan apa-apa dan bicara lagi lain kali lalu bergegas pergi.
Jin Sook sempat diam tapi akhirnya mengejar Phil dan sampai depan rumah hanya bisa menangis melihat punggungnya. Suk Tae datang dengan senyuman membawa blender, tapi melihat Jin Sook yang sedih melihat Phil memilih untuk pergi mengurungkan niatnya bertemu dengan Phil. 
Phil sudah ada didepan rumah Soo Jin, Soo Jin pulang seolah-olah tak melihat Phil dan akan masuk rumah. Phil heran melihat Soo Jin yang  Sekarang bahkan mengabaikannya. Soo Jin melihat Phil habis minum dan menyuruhnya pulang saja kalau mabuk.
“Kau... sejak kapan berhenti menyukaiku? Apakah itu karena aku tidak pernah membalas suratmu?” ucap Phil. Soo Jin membenarkan.
“Selagi membicarakannya, biar kudengar alasanmu. Kenapa kau tidak pernah sama sekali membalas suratku?” kata Soo Jin
“Aku membalasnya, tapi...kurasa terjadi kesalahan. Sebab itu kau tidak menerima suratku.” Kata Phil tak ingin memberitahu.
“Apa kau bilang Semua surat itu? Dan Kau menyuruhku mempercayainya?” Kata Soo Jin merasa tak masuk akal. Phil mengakuinya.
“Jangan coba membuat alasan, Phil.. Semuanya hanya masa lalu. Aku juga sudah melupakannya.” Kata Soo Jin.
Phil heran Soo Jin yang semudah itu dan Bagaimana bisa begitu cepat berlalu, menurutnya Apa yang terjadi antara mereka beberapa tahun lalu, terasa baru saja terjadi kemarin untuknya. Bahkan Ia pikir Setiap detik yang dilewatkan bersama Soo Jin, tidak sedikitpun bisa melupakannya.
“Apa Karena tidak melihat pesan video itu, maka kau tidak mengerti perasaanku? Aku menyukaimu, kau juga tahu itu.” Ucap Phil. Soo Jin membenarkan.
“Tidak mungkin kau tak menyadarinya. Aku jelas menunjukkannya. Selama 28 tahun terakhir, tidak sekalipun aku berhenti menyukaimu. Aku bisa melewatkan makanan, tapi hatiku kepadamu tidak pernah berubah. Aku mungkin tidak kuat terjaga sepanjang malam, tapi tidak sedetikpun pernah berhenti memikirkanmu. Aku memang selalu main-main dalam belajar selama 28 tahun terakhir, tapi perasaanku padamu bukan gurauan.” Ucap Phil
Soo Jin hanya terdiam. Phil akhirnya mengutarakan kalau menyukainya. Soo Jin menegaskan Phil yang menyukainya atau tidak maka  tak peduli lagi, karena hatinya sekarang sudah berubah. Ia tahu 28 tahun terakhir mungkin amat berat bagi Phil tapi baginya yang terpenting saat ini adalah masa kini. Jadi, mengajak agar mengakhiri sekarang. Phil pun hanya bisa diam. 





Soo Jin masuk kamar melihat ditanganya ada sebuah cincin yang diberikan Jae Hyun, lalu mengeluarkan kamera yang dulu pernah diberikan saat masih SMA, lalu seperti mengajak bicara pada Phil untuk meminta maaf karena  Sudah kasar padanya.
“Tapi, semakin...kau mencoba dekat kepadaku, maka aku semakin terluka. Ini sulit... Jadi, tolong berhentilah sekarang juga.” Ungkap Soo Jin melihat foto saat masih SMA dengan tatapan Jin Sook mengarah pada Phil saat duduk bersama.

Phil berjalan sambil mengoceh kalau Dari pada kembali ke manhole, berpikir kalau bertahan saja di sini dan membujuk Soo Jin. Tapi menurutnya itu tak boleh karena Jika terjebak dalam masa kini,maka tidak akan bisa melakukan perjalanan waktu lagi. Lampu diatas manhole mulai kedap-kedip tanda Phil harus segera kembali ke Manhole
“Soal Jin Sook, bagaimana aku bisa menatapnya sebagai teman lagi? Kupikir aku tidak akan bisa melakukannya.” Ucap Phil lalu melihat Jin Sook yang duduk sendirian sambil menangis, selama meninggalkan bertemu dengan Soo Jin. 

 (Epilog)
Suara Phil terdengar dari rekaman Video yang dibuat untuk Soo Jin, sebelum wamil.
“Tapi, setelah 23 tahun berlalu, aku ingin jujur padamu. Aku menyukaimu. Lebih dari yang bisa kau bayangkan, aku sangat menyukaimu. Aku tidak yakin kau merasakan perasaan yang sama denganku. Tapi bahkan dua tahun mendatang, perasaanku akan tetap sama. Aku sangat menyukaimu. Tidak, maksudku aku mencintaimu.”
Jae Hyun menonton Video milik Phil langsung membuang komputernya sambil mengumpatk kalau Phil yang terus menghalangi langkahnya.
Bersambung ke episode 9
                                                                   
FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar