Selasa, 05 September 2017

Sinopsis School 2017 Episode 15 Part 1

PS : All images credit and content copyright : KBS
Tae Woon masuk rumah dikagetkan dengan barang-barang X yang sudah ada diatas meja. Tuan Hyun terlihat marah padahal sudah memperingatkan jangan melakukan hal bodoh dan kali ini Tae Woon adalah X. Tae Woon terlihat sangat kaget.
Flash Back
Tuan Hyun melihat Kepsek Yang sedann g mendorong Ibu Sa Rang, dan semua anak pun keluar dari persembunyianya. Kepsek Yang makin panik karena ketahuan oleh Tuan Hyun. 

Mereka pun bertemu di ruangan, Tuan Hyun marah kalau nanti video itu akan tersebar tentang makanan kadaluarsa. Kepsek Yang mengatakan kalau  Ini bukan masalah serius. Tuan Hyun pikir Inilah yang dinamakan tidak kompeten.
“Bapak ingin aku melakukan apa lagi? Kau tidak tahu betapa sulitnya aku menemukan X.” Ucap Kepsek Yang. Tuan Hyun terlihat binggung. Kepsek Yang memperlihatkan barang yang diberikan oleh Sa Rang.
“Ini adalah bukti nyata.” Tegas Kepsek Yang. Tuan Hyun ingin tahu  siapa X itu.
“Aku masih belum yakin, tapi aku mencurigai Ra Eun Ho. Masalahnya Tae Woon kelihatan sangat dekat dengan tersangka, Ra Eun Ho.” Ucap Kepsek Yang. Tuan Hyun kaget yang dimaksud Tae Woon adalah anaknya.
“Kelihatannya selama ini dia melakukan semuanya dengan bantuan seorang siswa laki-laki. Aku curiga kalau rekannya itu adalah Tae Woon. Aku sangat kaget saat pertama kali menemukan ini.” Cerita Kepsek Yang.
Tuan Hyun terdiam mengingat saat memarahi Tae Woon, Eun Ho datang mengajak anaknya untuk pergi ke restoran baru yang enak. Lalu melihat Keduanya yang berjalan bersama dan terlihat sangat akrab di sekolah.
“Tentu saja Tae Woon tidak akan melakukan hal bodoh seperti itu.” Ucap Kepsek Yang yakin tapi membuatnya cemas. Tuan Hyun hanya diam saja. 



Beberapa petugas sudah mengeledah ruangan kontainer dengan Tuan Hyun, seorang mengaku sangat itu sangat gelap jadi tak yakin. Sebelumnya, Seorang petugas melihat Tae Woon yang membuka jaket dan sengaja menyembunyikan dalam tanaman setelah itu pura-pura mencari X,
“Tapi seperti dugaan kami, pelakunya adalah anakmu.” Kata sipetugas. Tuan Hyun hanya bisa diam saja.
Saat itu seorang petugas menemukan barang-barang yang diguankan oleh X. Tuan Hyun melihatnya, lalu meminta petugas agar  Jangan katakan ini pada siapapun Terutama kepada kepala sekolah. Petugas Han mengangguk mengerti. 

Tuan Hyun terlihat marah kalau sudah mengatakan pasti akan membebaskan anaknya dari semua masalah ini. Tai gadis itu, Ra Eun Ho akan dikeluarkan. Tae Woon marah karena ia adalah X tapi  Kenapa Ayahnya yang menghukum orang yang tak bersalah.
“Kau bukan siswa yang baik, bahkan tidak bisa mengurus urusanmu sendiri. Berani sekali kau pacaran?” ucap Tuan Hyun marah
“Aku tidak akan duduk dan tinggal diam, kalau Ayah berencana melimpahkan semua kesalahan padanya.” Kata Tae Woon. Tuan Hyun pikir itu Bagus.
“Aku akan mengumumkan pada semua orang kalau aku adalah X. Di depan semua orang” tegas Tae Woon
“Ohh... Begitukah? Aku tidak akan menghalangimu, coba saja dan lihat siapa lagi yang akan terluka karena ini. Aku tinggal mencari kesalahannya yang lain dan mengeluarkannya dari sekolah.” Kata Tuan Hyun. Tae Woon terlihat benar-benar marah dengan semua yang dilakukan untuk ayahnya. 


Tae Woon terdiam di kamarnya melihat foto saat bersama Eun Ho, wajahnya terlihat kebingungan dan sedih karena harus mengorbankan Eun Ho karena yang dilakukan olehnya.
Esok paginya
Eun Ho berjalan sendiria, Tae Woon datang memanggilnya “bodoh” Eun Ho tak marah malah tersenyum, Tae Woon mnegoda kalau Eun Ho past senang mendengar panggilan itu lagi. Eun Ho ingin berjalan pergi, tapi Tae Woon langsung menariknya. Ia melihat sang ayah sedang berjalan masuk ke sekolah.
“Kenapa? Apa ada yang mau ke sini?” ucap Eun Ho binggung tiba-tiba ditarik oleh Tae Woon. Tapi Tuan Hyun seperti sudah melihat anaknya yang sedang bersama Eun Ho
“Tidak. Aku hanya kangen padamu.” Kata Tae Woon mengoda sambil memegang pipi Eun Ho. Eun Ho pikir itu berlebihan dan akan pergi, Tapi Tae Woon malah makin menariknya.
“Ayolah... Aku ingin melihatmu dari dekat.” Ucap Tae Woon. Eun Ho memperingatakan agar jangan mempermainkannya.
“Kau ini mungil dan menggemaskan sekali” kata Tae Woon yang kali ini terdengar seperti mengejek. Eun Ho kesal menyuruh Tae Woon Berhenti mempermainkannya.
“Aku pacaran denganmu karena ingin menjahilimu” kata Tae Woon. Eun Ho melepaskan tangan Tae Woon lalu berjaln pergi, Tae Woon pun mengikutinya, terlihat keduanya sangat dekata.
“Ada waktu-waktu di mana kau harus membuat pilihan untuk orang yang kau sayangi.” Gumam Tae Woon
“Walaupun pilihan itu akhirnya akan membuat kalian saling menyakiti.” Gumam Eun Ho 


(Episode 10 - Bagaimana Cara Melindungimu)
Dae Hwi kaget kalau ayah Tae Woon  tahu kalau  temanya itu  adalah X. Tae Woon pikir Sepertinya ayahnya  sudah lama mencurigainya. Dae Hwi pun bertanya apa yang dilakukan Tuan Hyun sekarang. Tae Woon pikir Dae Hwi sudah tahu sifat ayahnya.
“Sepertinya dia akan menjadikan Eun Ho sebagai kambing hitam. Aku harus membereskan semua ini sebelum makin parah.” Kata Tae Woon. Dae Hwi pun hanya diam saja. 

Eun Ho terlihat bahagia menceritakan Kepsek Yang kebakaran jenggot dan paniknya di depan ibu Sa Rang. Dae Hwi dan Tae Woon terdiam karena tak ingin memberitahu kalau Ayah Tae Woon sudah tahu siapa X sebenarnya. Eun Ho mengingat waktu mereka mengancam akan menyebarkannya, maka Kepsek Yang langsung panik sendiri.
“Sepertinya kita melakukan sesuatu yang luar biasa kali ini.” Ucap Eun Ho bangga menatap Tae Woon. Tae Woon hanya diam saja lalu menerima kepalaan tangan Eun Ho untuk high five.
“Terima kasih semuanya, berkat kalian ibuku bisa kerja lagi.” Ucap Sa Rang merasa udah tak khawatri lagi.
“Pokoknya aku juga lega. Kuharap sekolah ini bisa berubah meski sedikit” kata Bo Ra. Eun Ho pikir  Seharusnya begitu menurutanya sekarang sekolah mulai berubah.
“Omong-omong, untuk sementara sebaiknya kita jangan melakukan apapun.” Kata Dae Hwi. Ketiganya pun setuju.
“Karena mereka sudah menemukan drone-nya, mereka pasti berpikir X-nya adalah salah satu dari kita.” Kata Sa Rang dengan helaan nafas
“ Mari kita hentikan saja semua ini. Lagian ini hanya permainan kekanakan. Bersembunyi di balik jaket dan Sudah waktunya kita berhenti.” Kata Tae Woon lalu pamit pergi lebih dulu. 


Saat itu Hee Chan sudah menungu di depan ruang kontainer. Tae Woon pun bertanya apa yang dilakukan Hee Chan. Hee Chan mengejek Tae Woon yang pintar.Ternyata Tae Woon ganti markas, menurutnya X memang beda dan Kenapa mendadak ada kelompok belajar segala.
“Bukankah itu ide keren? Kau tidak bisa menduga itu dengan otakmu, 'kan? Ranking 5.” Ucap Tae Woon dengan nada mengejek.
“Ohh.. Begitukah? Makanya aku menyiapkan bukti yang konkrit kali ini. Aku penasaran apa kau bisa mengambil langkah brilian yang lain setelahnya.” Ucap Hee Chan sedikit mengancam. 


Sa Rang pergi ke kantin bersama Eun Ho bertanya apakah Tae Woon akan baik-baik saja, Eun Ho juga tak tahu, menurutnya Semuanya harusnya baik-baik saja kalau Tae Woon  tidak jadi X dan Sekarang  mencemaskan efeknya dan ia bisa merasakan Sepertinya belakangan ini Tae Woon  banyak pikiran.
“Astaga... Kenapa juga dia harus sekeren itu?” ejek Sa Rang. Eun Ho berteriak marah
“Aku benar-benar merestui kau pacaran dengannya. Kau 'kan bisa menjaga dia.” Ucap Sa Rang
“Tentu saja. Jangan cemas. Aku akan melakukan yang terbaik untuk melindungi sahabat dan pacarku.” Kata Eun Ho 

Eun Ho mondar mandir didepan Tae Woon, keduanya sedang berada diatap. Tae Woon menyuruh Eun Ho Berhenti, karena bisa pusing. Eun Ho berhenti tapi terlihat masih kebingungan. Tae Woon memegang tangan Eun Ho bertanya dengan nada mengoda, apa yang dicemaskan oleh “si Bodohku” ini.
“Kau harusnya menghentikan aku waktu itu. Aku bahkan sampai marah besar karena Sa Rang. Karena ini drone-nya juga sampai ketahuan.” Ucap Eun Ho kesal
“Makanya... Kau ini adalah penerus X yang sempurna.” Ucap Tae Woon terlihat santai
“Bagaimana kalau kau kena masalah karena ini? Aku yakin kepala sekolah akan melakukan sesuatu. Bagaimana kalau kau sampai ketahuan?” kata Eun Ho panik
“Kalau begitu.. kaulah yang harus bertanggungjawab untukku. Kalau aku dikeluarkan dari sekolah karena jadi X, kau akan merasa bersalah dan tidak akan meninggalkanku. Haruskah aku mengaku saja?” ucap Tae Woon mengodanya.
“Jangan bercanda. Kalau sampai ayahmu tahu, maka aku tahu kau akan dapat masalah besar. Yang kulihat waktu itu, ayahmu sepertinya galak.” Kata Eun Ho dengan mukul pundak Tae Woon.
“Jangan cemas. Kalaupun aku tertangkap, aku akan mengurus semuanya.” Kata Tae Woon, Tapi Eun Ho terlihat masih khawatir. 


Kepsek Yang berdiri di taman mengingat kalau Dae Hwi dkk,  semua berkumpul di waktu yang tepat lalu Setelahnya, Direktur Hyun bahkan muncul menurutnya pelaku atau kaki tanganny ada di antara mereka.
“Aku akan menangkap mereka semua dan memberi mereka pelajaran.” Ucap Kepsek Yang penuh dengan keyakinanan. 

Ibu Hee Chan memberikan lembaran kertas, tapi Hee Chan seperti enggan menerimanya. Ibu Hee Chan mengeluh dengan sikap anaknya tidak akan belajar. Hee Cha mengataakn Ada sesuatu yang sepertinya harus Ibunya bereskan. Ibunya terlihat kaget.
“Jangan bilang kau buat masalah lagi.” Kata Ibu Hee Chan panik
“Tidak... Ada banyak masalah di sekolah dan aku jadi tidak bisa fokus.” Kata Hee Chan. 

Tuan Hyun bertemu dengan anggota komite, Ibu Bit Na membahas tentang X, dan mendengar anak-anak kita tidak bisa belajar karena X. Tuan Hyun terliat gugup meminta agar Mohon beri waktu, karean sedang melakukan yang terbaik. Ibu Hee Chan merasa tidak yakin.
“Kau harus menghubungi polisi untuk memeriksa kasus ini dengan benar.” Kata Ibu Bit Na sedikit mendesak.
“Masalahnya..Intervensi dari pemerintahan mungkin akan membuat nama sekolah jadi jelek.” Kata Tuan Hyun
“Aku sedang bicara tentang nama baik sekolah. Kalau nama baik sekolah rusak karena X,, itu akan membuat catatan evaluasi anak-anak jadi jelek juga. Ini adalah masa SMA mereka. Kami tidak akan tinggal diam”. ucap Ibu Hee Chan ingin menuntaskan. Tuan Hyun terlihat makin gugup memilih untuk kembali minum.

Tuan Hyun menemui Kepsek Yang ingin tahu Berapa waktu yang dibutuhkan. Kepsek yang mengaku hampir menemukannya jadi Mohon beri kami waktu sedikit lagi. Tuan Hyun bertanya apakah Kepsek Yang yakin sedang menginvestigasi Ra Eun Ho.
“Aku saja sudah tahu kalau anak itu mencurigakan. Kenapa menyelesaikan itu saja lama sekali?” ucap Tuan Hyun ingin membuat Eun Ho tersudut
“Kami masih belum memiliki bukti nyata.” Kata Kepsek Yang tak ingin gegebah.
“Apa kau tidak punya kemauan keras? Kalau ada insiden, kita harus menangkap pelakunya atau mencari kambing hitamnya. Apa kau paham?” ucap Tuan Hyun. Kepsek Yang terlihat kaget dan hanya bisa mengangguk kalau memahaminya. Tuan Hyun mengatakan kalau ini Keinginan kuat.

Eun Ho menatap Tae Woon yang sedang memperbaiki rantai sepedanya, Tae Woon membanggkan diri kalau Eun Ho tak bisa melakukan apapun tanpa dirinya dan melihat Eun Ho lebih manja dari yang dikira, dengan kembali memanggil nama kesayanga “Bodoh”
“Makanya... Suatu saat pasti aku harus bisa hidup tanpamu.” Ucap Eun Ho. Tae Woon terlihat marah dengan ucapan Eun Ho
“Kenapa kau bicara begitu?” kata Tae Woon. Eun Ho pikir Memang benar
“Aku masih 18 tahun. Di masa depan aku mungkin saja..” kata Eun Ho mengoda karena mungkin bertemu dengan pria lainya.
“Itu tidak akan terjadi. Kita akan tetap bersama sampai umur 108 tahun. Aku ini sangat sehat, kau tahu 'kan?” ucap Tae Woon
“Aku tahu. Aku juga tahukalau kau ini sangat terobsesi padaku.” Ejek Kang Soo
“Coba Lihat. Kau tidak akan bisa menemukan orang lain sepertiku lagi seumur hidupmu. Aku tampan, keren, sehat.. Dan aku juga hanya suka padamu.” Kata Tae Woon. Eun Ho ingin memastiakn Janji Tae Woon padanya. 



Dae Hwi berkumpul bersama membahas Melihat bagaimana perkembangannya, bertanyatanya apa kali ini Kepsek Yang  akan menyerah. Sa Rang pikir Kalau Kepsek Yang diam, malah jadi menakutkan, tapi mungkin saja memang Kepsek Yang sudah menyerah.
“Mereka tidak akan menyerah semudah itu. Tapi belakangan sikap mereka terlalu tenang. Ini Aneh sekali.” Ungkap Tae Woon. Eun Ho dan Bo Ra tak banyak berkata-kata dengan keadaan sekarang. 

Kepsek Yang sedang berjalan melihat Hee Chan yang menghampirinya.  Hee Chan mengatakan kalau ada yang ingin dibicarakan dengan wajah serius. Kepsek Yang melihat webtoon milik Eun Ho. Hee Chan pikir kalau ini anehh. Kepsek Yang juga merasa ini aneh.
“Tapi kita tidak bisa melakukan apa-apa kalau dia bersikeras ini hanya khayalan.” Kata Kepsek Yang
“Tapi jalan ceritanya terlalu realistis. Eun Ho bukan anak yang sepintar itu.” Kata Hee Chan berusaha menyakinkan.
“Bagaimana kalau dia terus bilang semua ini hanya kebetulan?” kata Kepsek Yang
“Kalau hanya sekali atau dua kali, memang masih masuk akal. Tapi ini membuktikan jika dia tahu semuanya. Ada banyak sekali adegan yang mencurigakan di sini. Tidak ada satupun artikel di internet yang mengajari cara mengatur waktu untuk menyalakan sprinkler. Dari caranya kabur saat di aula membuktikan bahwa ia tahu betul di mana letak kamera pengaman.” Ucap Hee Chan.
Sebelumnya, X bisa menyalakan air saat ada kebarakaran di seluruh kelas lalu mengunakan drone dengan wajah kepala sekolah. Petugas Han melihat X yang masuk ruang guru, kalau tahu pelakunya bahkan tahu pola titik buta kamera CCTV sekolah. Hee Chan mengaku jadi penasaran.
“Ini memang sangat detail dan ceritanya sangat keren.” Kata Kepsek Yang. Hee Chan yakin kalau tentu saja jadi aneh.
“Hanya ada dua kemungkinan. Kalau bukan Ra Eun Ho yang jenius..pasti.. dia adalah orang yang sangat dekat dengan X.” Kata Kepsek Yang. Hee Chan terlihat bahagia karena Kepsek Yang bisa mempercayai yang dikatakanya. 

Petugas Han menerima sebuah kotak besar dari seniornya. Seniornya mengaku Susah sekali mengumpulkannya. Petugas Han melihat berkas yang diterimanya dan mengucapkan Terima kasih jad pasti akan membalas semua kebaikan seniornya. Seniornya merasa kali ini Luar biasa juga.
“Aku merasa frustasi setiap  kali harus melakukan ini. Korupsi di sekolah swasta sangat luar biasa. Apa kau akan baik-baik saja? Apalagi ini adalah sekolah tempatmu bekerja.” Ucap Seniornya khawatir
“Makanya aku harus membetulkan yang salah dan mengubah sekolah jadi lebih baik. Ini adalah tempat di mana anak-anak menghabiskan waktunya.” Kata Petugas Han. Seniornya pun mendukung yang dilakukan Petugas Han.

Petugas Han melihat berkas “Penyelesaian Masalah Yayasan Pendidikan” sendirian dalam ruanganya. Saat itu Guru Shim masuk yang membuatnya kaget, Guru Shim binggung Kenapa kaget dan melihat Petugas Han sedang melakukan hal buruk diam-diam.
“Tidak bolehkah aku melakukan sesuatu diam-diam? Kau juga merahasiakan identitas X selama ini dariku.” Ucap Petugas Han menyindir
“Tetap saja, pada akhirnya aku mengatakannya padamu. Dan juga, aturanku adalah kita harus jujur pada orang yang dicintai.” Kata Guru Shim tertunduk malu. Petugas Han kaget Guru Shim mengatakan tentang cinta.
“Ya....Cinta... Bukankah waktu kita di depan kantor polisi.. adalah hari pertama kita mulai pacaran?” kata Guru Shim
“Lebih tepatnya, hari di mana aku menciummu, jadi Mohon gunakan tanggal itu untuk  merayakan hari jadian kita.” Kata Petugas Han santai
“Bagaimana bisa ada wanita yang begitu, tangguh, berani.. pintar dan menggemaskan begini? Pokoknya untuk merayakan 100 hari dan 200 hari kita jadian, maka aku sudah menyiapkan sesuatu yang istimewa.” Kata Guru Shim. Petugas Han menganguk dengan senyuman bahagia. 


Saat itu Guru Jung masuk ke ruangan menawarkan kopi, Guru Shim pura-pura melihat  berkas dan Petugas Han sibuk di meja kerjanya. Suasansa terasa sangat aneh, Guru Jung pun merasakan anggung sekali saat masuk ke dalam ruangan.
“Kalian seperti pasangan yang baru saja mulai berkencan.” Kata Guru Jang. Petugas Han hanya terdiam.
“Ahh... Benar 'kan? Terima kasih kopinya.” Kata Guru Shim mengoda lalu keluar membaca secangkir kopi. Guru Jang terlihat sangat sedih karena keduanya sudah berkencan. 

Dae Hwi menemui Tae Woon memberitahu Anggota Komite datang kemarin dan Mereka ingin sekolah segera menangkap X menurutnya Ayah Tae Woon mungkin akan bertindak lebih cepat dari dugaan mereka, jadi ia ingin tahu apa yang akan dilakukan Tae Woon.
“Apa yang bisa kulakukan? Mereka berencana menangkapku. Aku tentu saja harus  mempertanggungjawabkannya. Kalau tida, si bodoh itulah yang akan membahayakan dirinya sendiri” kata Tae Woon sudah mengenal sifat Eun Ho. 

Eun Ho berjalan pulang, Tae Woon yang berjalan disampingnya langsung mengenggam tanganya. Eun Ho panik karena Nanti anak-anak bisa melihatnya, Tae Woon seperti tak peduli malah membuat tanganya masih ke sela-sela jari tangan Eun Ho.
“Kalau seandainya, nanti kau difitnah lagi dan dituduh sebagai X, maka kau harus mengatakan kalau aku adalah X-nya dan jangan biarkan dirimu kena masalah, mengerti?” ucap Tae Woon dengan tatapan serius.
“Tentu saja... Aku akan melaporkanmu dan melepaskan diri dari semua ini.” Kata Eun Ho dengan mengodanya.
“Aku tidak bercanda. Kau harus melakukannya, mengerti?” tegas Tae Woon. Eun Ho bertanya memang Kenapa, apakah ayah Tae Woon  akan menjadikannya kambing hitam.
“Aku tidak akan membiarkan itu terjadi. Aku akan melindungimu tak peduli bagaimanapun caranya. Jadi kalau ada sesuatu yang terjadi, limpahkan saja semua kesalahan padaku dan larilah.” Tegas Tae Woon
“Pacarku benar-benar bisa diandalkan.” Kata Eun Ho mengodanya. Tae Woon pun berlari mengejar Eun Ho dengan memegang bagian lehernya. 


Nam Joo pulang ke rumah ditengah malam. Dae Hwi melihatnya seperti sudah menjadi kebiasaan untuk memastikan Nam Joo kembali sampai rumah, saat itu terdenga suara klakson. Ayah Nam Joo seperti memanggilnya, mengetahui Dae Hwi datang karena mau bertemu dengan Nam Joo. Dae Hwi pun menyapa ayah Nam Joo. Keduanya pun sudah ada didalam taksi.
“Bapak tidak perlu mengantarku.” Ucap Dae Hwi tak enak diantar oleh Ayah Nam Joo
“Aku ingat kau pernah naik mobilku sebelumnya, dengan Nam Joo” kata Ayah Nam Joo. Dae Hwi membenarkan.
“Kau tahu, Nam Joo tidak berniat jahat dengan kebohongannya itu. Itu semua demi aku. Dulu hidup kami sangat nyaman tapi aku bangkrut. Dan mendadak kami harus menjalani hidup seperti ini. Pasti sulit baginya menerima semua kenyataan ini.” Cerita Ayah Nam Joo merasa bersalah.
“Dia juga harus meninggalkan cello yang sangat dia sukai.” Cerita Ayah Nam Joo. Dae Hwi kaget karena baru tahu kalau Nam Joo bisa main cello.
“Aku benar-benar minta maaf, tapi mohon jaga dia.  Maaf karena aku sampai harus minta maaf padamu. Kapanpun aku melihat Nam Joo, aku tidak sanggup mengatakan apa-apa. Aku sendiri juga merasa bersalah padanya atas banyak hal.” Ungkap Ayah Nam Joo. 


Dae Hwi sedang berjalan ditaman, seorang wanita memberikan minuman karena tahu kalau Dae Hwi tidak punya pacar sekarang. Dae Hwi terlihat binggung, Si wanita pikir Dae Hwi bisa memikiran dan hubungi di nomor telp yang sudah ditempelkan.
Nam Joo terlihat sedang melayani pelanggan, setelah itu Dae Hwi sengaj masuk setelah cafe kosong. Nam Joo pun menyapa pelanggan yangmasuk dan kaget melihat Dae Hwi yang datang. Dae Hwi yang banyak bicara hanya duduk mengeluarkan bukunya.
“Bagaimana dengan bel-nya?” tanya Si pemilik cafe. Nam Joo mengatakan kalau Ada pelanggan yang mengambilnya.
“Apa kau tahu berapa harganya itu? Itu semua karena keteledoranmu, jadi aku akan potong gajimu.” Kata Si pemilik cafe. Nam Joo pikir kenapa itu jadi kesalahanya kaena Yang mengambilnya pelanggan.
“Benar. Seharusnya kau memastikan mereka tidak mencurinya.” Kata Si pemilik. Dae Hwi tak bisa menahanya langsung berdiri.
“Apa kau menggunakan kekuasaanmu untuk menyalahkan karyawan?” kata Dae Hwi. Nam Joo panik karean Dae Hwi berani bicara pada bosnya. Si pemilik cafe pun bertanya siapa yang berani bicara padanya.
“Pelangganlah yang mencurinya. Kenapa dia harus mencegah semua itu? Dan juga, kenapa kau minta ganti rugi darinya? Pasanglah kamera CCTV.” Ucap Dae Hwi
“Kalau kau tidak mau dipecat,maka kau harus bayar.” Kata Si pemilik. Nam Joo tak bisa berkata apa-apa akan membayarnya.
“Kenapa kau harus membayarnya? Bagaimana perjanjian kontrak kerja soal pencurian? Jangan bilang kau mempekerjakan anak di bawah umur tanpa adanya kontrak kerja.” Ucap Dae Hwi. Si pemilik tak mengubrisnya memilih untuk pergi.
Nam Joo hanya diam saja, Dae Hwi mengatakan ingin memesan minuman, yaitu segelas Americano dan juga nomornya. Nam Joo terlihat binggung. Dae Hwi melakukan lelucon kalau Nam Joo yang tidak punya pacar sekarang. Nam Joo hanya bisa tertawa mendengarnya. Dae Hwi pun juga terlihat senang. 

Dae Hwi masih menunggu didepan cafe, Nam Joo selesai berkerja dan akan pulang lalu melihat Dae Hwi yang berjalan dibelakangnya, lalu bertanya kenapa mengikutinya. Dae Hwi beralasan ini sudah sangat larut. Nam Joo hanya tersenyum mendengar lalu bertanya apa alasanya.
“Kembalilah ke sekolah.” Kata Dae Hwi dengan wajah memohon.
“Tidak... Aku tidak mau diejek sebagai pembohong lagi.” Kata Nam Joo tak bisa menahan ejekan orang
“Aku akan melindungimu. Aku akan membuat semua orang berhenti mengejek dan menilaimu seenaknya. Jadi kembalilah.” Kata Dae Hwi menyakinkan. Nam Joo meminta Dae Hwi agar mengHentikan dan berjalan pergi.
“Aku merindukanmu... Setiap kali melihat mejamu yang kosong, maka aku sangat merindukanmu. Jadi.. mohon kembalilah ke sekolah. Aku terlalu merindukanmu.” Kata Dae Hwi. Nam Joo menatap Dae Hwi yang berdiri didepanya, seperti tak percaya kalau Dae Hwi mengatakan hal itu. 


Hee Chan melihat Kepsek Yang dan juga Guru Park berjalan ke ruangan kontainer, sementara di ruangan semua sedang berkumpul bahkan Tae Woon dan Dae Hwi sedang bermain layaknya teman lama.  Kepsek Park langsung masuk ke dalam rumah dengan memeriksa semua rak yang menurutnya mencurigakan sekali.
“Siapa yang memberi kalian izin untuk tetap menggunakan ruangan ini?” ucap Kepsek Yang lalu melihat lembaran web toon dengan tulisan  10 anak dengan pengurangan nilai tertinggi.” Eun Ho pun tak bisa berbuat apa-apa masuk ke ruangan kepala sekolah. 

“Coba Lihat? Sudah kuduga. Ini sama persis dengan apa yang dilakukan X.” Ucap Kepsek Yang akhirnya melihat semua lembaran kertas milik Eun Ho.
“Itu hanyalah khayalanku saja dan Aku bebas berkhayal.” Kata Eun Ho membela diri
“Hei. Sistem pengurangan nilai, hasil evaluasi semua adalah kejadian nyata yang terjadi karena X. Aku sudah baca webtoon-mu,dan tidak mungkin kau bisa menggambarnya kalau kau tidak kenal siapa X. Sprinkle airnya.. Bagaimana kau menyalakannya? Darimana kau dapat ide soal ini?” ucap Kepsek Yang mencurigai Eun Ho
“Semuanya adalah khayalanku... Aku bukan X.” Kata Eun Ho. Guru Park melihat gambar mirip wajahnya diwebtoon bertanya apakah itu dirinya.  Eun Ho pun hanya diam saja.
“Kau bukan X, tapi kau tahu semua yang dilakukan X. Dengan kata lain, kau mabuk tapi kau tidak menyetir. Kau mendengkur, tapi tidak tidur.” Kata Kepsek Yang. Eun Ho mengeluh dengan ucapan Kepsek Yang
“Semua buktinya sudah ada di sini! Dengan semua bukti ini maka kau layak dikeluarkan!!” kata Kepsek Yang dengan melempar semua kertas webtoon. 


Tae Woon terlihat sangat marah ingin segera masuk ke ruangan Kepsek Yang. Dae Hwi menahanya, tapi Tae Woon mendorong agar Dae Hwi melepaskanya,  Dae Hwi meminta agar Tae Woon Jangan lakukan ini, karena Tae Woon tidak tahu apa yang mereka lakukan pada Eun Ho.
“Apa yang akan terjadi kalau kau masuk ke sana?” ucap Dae Hwi menenangkan.
“Dia dituduh sebagai X. Bagaimana bisa aku diam saja?” kata Tae Woon menyuruh agar minggir.
“Kumohon hentikan! Tidak akan ada sesuatu yang terjadi pada Eun Ho sekarang. Berhentilah membuat keributan. Ayo kita pikirkan penyelesaiannya.” Kata Dae Hwi. Saat itu Sa Rang dan Bo Ra datang.
“Dae Hwi benar. Kepala sekolah sepertinya punya tekad kuat. Kita harus memikirkan semuanya baik-baik. Dia tidak melakukan kesalahan.” Ucap Bo Ra mencoba menyakinkan.
Eun Ho akhirnya kelua dari ruangan, Tae Woon langsung mendekat bertanya apa yang dikatakan Kepsek Yang dan ingin tahu keadaan Eun Ho sekarang. 

Keduanya bertemu dibelakang sekolah, Tae Woon kesal karean Eun Ho seharusnya membantah semua dan bilang, "X-nya adalah Tae Woon." Eun Ho pikir Kalau Ia menyebutkan nama Tae Woon demi menyelamatkan diriny sendiri, Ia pasti akan merasa hebat.
“Kau tahu seperti apa kepsek itu. Kau tidak akan bisa membebaskan diri kalau begini. Laporkan saja aku dan keluarlah dari masalah ini, dasar bodoh” ucap Tae Woon kesal
“Lantas bagaimana denganmu? Bagaimana kalau ayahmu mengirimmu ke luar negeri? Bagaimana dengan aku? Sepertinya pacarku pergi ke luar negeri adalah hal yang bagus, benarkan?” ucap Eun Ho terlihat tak ingin berpisah dengan Tae Woon. Tae Woon kaget Eun Ho memikirkan hal itu.
“Eun Ho...Berpikirlah rasional.” Kata Tae Woon.
“Rasional soal apa? Kau sedang menyuruhku mengorbankan dirimu demi menyelamatkan diriku sendiri.” Kata Eun Ho ikut marah dan akan pergi, tae Woon memegang tangan Eun Ho dan Eun Ho langsung menghempaskanya.
“Jangan pegang tanganku.Kalau kau mau begini, untuk apa kau pegang tanganku? Kau bilang kalau semuanya menyulitkan sebaiknya lepaskan saja. Saat di mana kau mengaku sebagai X demi aku, itu adalah saat di mana aku berhenti dari sekolah. Jadi jangan pernah berpikir untuk mengorbankan diri demi aku.” Kata Eun Ho memperingatkanya. Tae Woon pun hanya bisa diam saja. 


Kepsek Yang dan Guru Park datang ke rumah Tuan Hyun, Kepsek Yang meminta agar jangan cemas, karena sudah mendapatkan bukti yang pasti dan Ra Eun Ho tidak akan bisa lepas kali ini, jadi akan mengeluarkan X.. secepatnya dan setepatnya tanpa ampun.
“Urus semua, agar ini tidak jadi bahan gosip orang lain.” Kata Tuan Hyun, Kepsek Yang menganguk mengerti.

Semua berkumpul dipapan pengumuman, Sa Rang dan Bo Ra melihat selemabran kaget membaca  (Sidang Pendisiplinan, Nona Ra dari Kelas 11-1) Dal Soo bertanya apakah itu yang dimaksud Eun Ho. Sa Rang membenarkan dengan wajah sedih.
“Mereka berencana mengeluarkan dia.” Kata Sa Rang. Dal Soo binggung Mengeluarkan Eun Ho dan ingin tahu alasanya. Dae Hwi terlihat benar-benar tak habis pikir dengan sikap Tuan Hyun.
Bersambung ke part 2
                                                                   
FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar