Jumat, 20 Januari 2017

Sinopsis Missing Nine Episode 2 Part 2

PS : All images credit and content copyright :MBC

Hee Kyung keluar ruangan bertanya pada penyidik Oh keberadan Bong Hee. Penyidik Oh memberitahu Bong Hee sedang ada dirumah ibunya, Hee Kyung bertanya apakah sudah mengutus orang  untuk mengawalnya. Penyidik Oh mengatakan sudah mengatakanya.
“Katakan pada mereka jangan sampaiada wartawan mendekatinya.Jika masyarakat tahu tentang ingatannya yang hilang, maka kita dalam masalah.” Perintah Hee Kyung, Penyidik Oh akan menyampaikan pesanya.
“Teruslah bersiaga atas tugas yang harus dilakukan di kantor pusat dan merekam saat interogasidengan dia dan kirim videonya padaku.”perintah Hee Kyung. 

Jaksa Oh menelp Tae Young memberitahu kalau mereka  sudah menemukan adiknya yang  ditemukan di Huizhou, Cina. Tae Young kaget mendengarnya, seperti memiliki sebuah haraapan, Jaksa Oh menyampai sesuatu  yang mengejutkan mengaku  turut berduka dan turut prihatin, Tae Young ingin tahu cina bagian mana tempat adiknya ditemukan. 

Bong Hee duduk di tepi pantai dengan dua pengawal yang menjaganya, Ibunya sudah mengunakan pakaian selam dan berteriak kalauakan pulan membawa tangkapan laut. Ingatan Bong Hee kembali datang, seperti mengingat saat ada di pulau.
Joon Oh mengantikan tanama yang sudah mulai layu pada tulisan HELP. Bong Hee pikir tak perlu melakukan karena  Kalau ada pesawat lewat, mereka juga akan melihatnya lalu memberikan makan siangnya yaitu setengah potong roti dan seteguk air.
“Aku mau lagi.” Ucap Joon Oh, Bong Hee menolaknya, Joon Oh memberitahu kalau ia sudah berkerja jadi meminta agar memberikan makan.
“Yang kau kerjakan itu tak ada gunanya.” Keluh Bong Hee, Joon Oh mau tak mau makan roti sekali habis. 
Joon Oh berbaring dengan melihat tumpukan makanan didepanya, berusaha untuk menahanya dengan memilih untuk tidur. Tiba-tiba Joon Oh terbangun sudah ada di pinggir pantai dengan pelayan yang mengipasinya dan diberitahu kalau Barbequenya sudah siap. Pelayan lain menawarkan wine.

 Joon Oh terlihat bahagia melihat banyak makanan mulai dari nasi diatas nanas lalu pizza, Saat itu ada babi panggang. Joon Oh mengaku tak suka babi, pelayan memberikan jampoong, Joon Oh langsung sumringah.
Pelayan mirip Byung Joo juga memberikan udang karena tahu Joon Oh itu menyukainya. Joon Oh senang menerimanya dan juga bahagia memakan sosis panggang, Tiba-tiba pelayan dengan wajah Bong Hee datang mengipasinya dengan menyindir apakah semua makanan itu enak. 

Joon Oh seperti mengingau dan makan semua yang ada didekatnya, Bong Hee berteriak marah karena Joon Oh makan semua persediaan makan mereka. Joon Oh binggung karena dimulutnya sudah penuh makanan dan merasa kalau bukan dirinya. Bong Hee memukulinya karena sudah menghabiskanya.
“Aku tadi mimpi makanan.” Cerita Joon Oh yang mulutnya masih penuh dengan makan lalu bersendawa. Bong Hee mengejek Jooh Oh itu jorok
“Aku bersendawa karena lapar.Aku melakukan segalanyabuat bertahan hidup.” Kata Joon Oh membela diri.
“Aku menyimpan ini semua dan Bisa-bisanya kau menghabiskan semuanya?” tegas Bong Hee
Joon Oh binggung karena hanya mimpi sedang makan tapi malah makan semua persediaan makanan. Bong Hee marasa Joon Oh pasti sudah gila. karena makan semuanya buat menyelamatkan dirinya. Joon Oh berteriak tak terima, mengingatkan Bong Hee adalah stylistnya dan ia adalah bosnya dan berani memanggilnya gila, lalu mengancam akan dipecat.
“Kalau kita nanti diselamatkan seperti si Alden itu..., nanti kukirim satu pak makanan ini ke rumahmu. Jaga ucapanmu itu. Kalau tidak, kupecat kau. Paham?” ucap Joon Oh, Bong Hee hanya mengiyakan saja.
“Karena ini sudah terlanjur... Aku minta maaf. Lalu Apa yang harus kita lakukan?  Aku sekarang sudah makan segala hal.” Ucap Joon Oh.
“Kita harus cari makanan.” Kata Bong Hee 


Bong Hee membuat kayu seperti tombok kecil, Joon Oh heran darimana sebenarnya asal Bong Hee yang bisa melakukan apapun dalam pulau terpencil. Bong Hee menyuruh Joon Oh agar membuat api dan ia kaan mencari makanan. Joon Oh mengeluh  tidak bisa  nyalakan api tanpa korek api.
“Karena itulah aku menyuruhmu.  Aku juga takkan menyuruhmu kalau ada korek.” Kata Bong Hee.
“Mana bisa aku nyalakan api?! Lalu Kau mau nangkap apa?” teriak Joon Oh yang melihat Bong Hee sudah pergi ke pantai.
Bong Hee menyelam mencari makanan, sementara Joon Oh mengesekan kayu agar membuat api tapi tak berhasil. Sementara Bong Hee berhasil melembar beberapa kerang yang ditemukanya. Joon Oh mengunakan pecahan kaca dan sengaja mengarahkan pada sinar matahari. 

Bong Hee sudah kembali bertanya darimana mendapatkan benda itu, Joon Oh mengaku baru saja menemukannya. Bong Hee bertanya lagi apa yang sedang dilakukanya. Jooh Oh memberitahu  mencoba menyalakan api pakai lensa. Bong Hee melihat itu hanya kaca biasa dan tak mungkin bisa menyalakan api karena yang dibutuhkan lensa cembung jadi tak mungkin berhasil.
“Kenapa kau baru ngomong sekarang? Aku daritadi membungku selama berjam-jam.” Keluh Joon Oh marah
“Tapi aku baru saja  melihatmu. Pokoknya  nyalakan apinya entah bagaimana caranya. Nanti aku balik kesini bawa ikan dan Ini hadiah buatmu.” Ucap Bong Hee dengan memperlihatkan kerang tangkapnya.
Joon Oh tak percaya Bong Hee bisa mengambil kerang, lalu berusaha membuat api dengan mengosokan batu. Bong Hee melempar batu dengan membuat jebakan eagar Ikan tak pergi dan berhasil mengambil menangkap ikan. Joon Oh berhasil menyalakan api, tapi karena kaget melihat api yang besar malah menginjak-nginjak rumput untuk mematikanya. 

Akhirnya Bong Hee sendiri yang membuat api dan api unggun. Joon Oh mengaku kalau sudah membuat api sebelumnya, lalu ingin tahu sebelumnya Bong Hee itu berkerja apa karena terlihat bisa melakukan apapun.
“Aku bukannya bisa melakukan apa saj tapi kau itu yang  tak bisa apa saja. Lalu, apa kau bisa memanggil aku pakai namaku? Aku ini punya nama. Ra Bong Hee.” Ucap Bong Hee, Joon Oh mengerti akan memanggil  nama Bong Hee.Bong Hee melihat ikan panggang yang terasa enak.
“Kau sepertinya bisa beradaptasi dengan baik di pulau-pulau terpencil.Seolah ini tempat yang sempurna  buat kau bertahan hidup.” Kata Joon Oh dengan nada mengejek
“Aku tidak bisa kelaparan sendiri  tanpa berusaha. Aku saja sudah bertahan sampai sekarang,  jadi akan tetap hidup sampai kita diselamatkan.” Ucap Bong Hee mengeluakan ikan dari api unggun da memberikan pada Joon Oh agar mencobanya.

“Aku tak bisa membuang duri ikan. Ada duri ikan yang tersangkut di tenggorokanku waktu aku masih kecil..., jadi aku tak bisa menghilangkan duri ikan. Buangkan durinya buatku.” Ucap Joon Oh manja.
Bong Hee mengejek kalau tak ada satu pun yang bisa dilakukan. Joon Oh merasa Bong Hee sudah lupa dengan yang dikatakan tadi siang dengan mengancam akan memecatnya, merasa kalau Bong Hee terus menganggapnya seperti  orang tak berguna.
“Aku juga tak mau mengatakan ini, tapi kau membuatku mengulangi perkataanku... kalau aku harus memecatmu. Ini Melelahkan.” ucap Joon Oh, Bong Hee hanya mengiyakan saja denga menyuapi ikan tanpa duri untuk Joon Oh.
“Sementara kau menghilangkan durinya...,maka kau harus makan ikannya juga.” Kata Joon Oh menyuapi Bong Hee juga,
“Kita harusnya sudah makan ini dari hari pertama dan tak perlu makan camilan itu.” Ucap Joon Oh bahagia bisa makan ikan bakar dan keduanya saling menyuapi ikan bakar.


Keduanya tertidur dengan beralasakan pasir pantai, Bong Hee terbangun lalu membangunkan Joon Oh yang tertidur, Joon Oh terbangun berpikir kalau Bong Hee menemukan sesuatu. Bong Hee mendengar suara. Joon Oh bertanya dimana suara itu. Keduanya pergi ke bagian semak-semak.
“Coba kau Dengar baik-baik.” Ucap Bong Hee melihat ada sesuatu yang bergerak didepan mereka.
“Aku tak lihat apa-apa. Kita balik saja.” Kata Joon Oh malah ketakutan. Bong Hee melarangnya agar Joon Oh bisa melihat seperti ada yang bergerak.
Joon Oh mengaku rabun jadi tak bisa melihat jauh, Bong Hee meminta agar Joon Oh bisa mendekatinya. Joon Oh yang penakut memilih untuk menjauh tiba-tiba gerakan itu semakin mendekati mereka. 

Lee Yeol terlihat jatuh tak berdaya didepan keduanya, Joon Oh kaget melihat ternyata Lee Yeol yang sedari tadi bergerak. Bong Hee hanya melihat Joon Oh yang panik berusaha menyadarkan Lee Yeol. Akhirnya Lee Yeol dibawa ke bibir pantai dengan alas seadanya.
Joon Oh mencari papan kayu untuk membalut tangan Lee Yeol yang patah, Bong Hee membantu mengikatnya.  Lee Yeol seperti menahan rasa sakit karena tanganya yang patah, Setelah itu Joon Oh memberikan minum untuk Lee Yeol karena pasti kehausan. 

Lee Yeol terbangun dan melihat Joon Oh tertidur dan Bong Hee berada didepan api unggun. Lee Yeol pun berjalan mendekati Bong Hee mengaku berkatnya membuat lenganya jadi lebih baik. Bong Hee mengucap syukur dan menyuruhnya duduk.
“Aku sedang membuat bubur. Satu-satunya yang bisa kita dapatkan  di sini cuma ikan dan kerang, kau bisa Jadikan daun ini sebagai sendok...” ucap Bong Hee lalu mengingat Lee Yeol hanya bisa mengunakan satu tangan, meminta agar meminumnya saja. Lee Yeol pun makan bubur dengan cara meneguk mengunakan batok kelapa.
“Tapi...,ada yang ingin kutanyakan padamu.Kenapa kau tidak mati?” kata Bong Hee blak-blakan, Lee Yeol sempat tersedak mendengar pertanyaan Bong Hee.  Bong Hee meminta maaf karena Mungkin pertanyaan tadi kedengarannya aneh dengan menjelaskan bukan seperti itu maksudnya.
“Aku hanya ingin tahu bagaimana  kau berhasil bertahan hidup dan bagaimana kau tahu  kami ada di sini. Itulah yang ingin kutanyakan.” Jelas Bong Hee 

“Setelah pesawat jatuh...,aku bangun dan... kukira cuma aku yang selamat.” Cerita Lee Yeol yang terbangun ditepi pantai dengan tangan yang patah.
“Aku menunggu selama beberapa hari dan berharap ada tim penyelamat yang akan segera tiba. Lalu aku melihat ada cahaya, Semalam.” Cerita Lee Yeol yang sempat menunggu ditepi pantai.
Bong Hee bisa mengerti kalau  cahaya itu saat mereka membakar ikan. Lee Yeol bertanya apakah orang akan datang menyelamatkan mereka. Bong Hee menceritakan kalau mereka  menemukan jejak seseorang  bernama "Alden" walaupun tak yakin  berkebangsaan apa tapi sepertinya sudah ada di pulau itu sebelum mereka.
“Sepertinya dia diselamatkan setelah  tinggal di pulau ini selama 25 hari. Itulah perkiraanku.” Kata Bong Hee yakin.

“Bong Hee...  Apa pernah terpikir olehmu kalau kita kemungkinan akan mati di sini? Ada kemungkinan besar tidak ada tim penyelamat  yang akan datang menyelamatkan kita.” Ucap Lee Yeol. Bong Hee heran Lee Yeol yang pesimis seperti itu.
“Aku melihat dia.... Si Alden itu.” Ucap Lee Yeol sebelumnya melihat tengkorak seperti orang yang sedang duduk dengan kalung bertuliskan J Alden.
Bong Hee tak percaya mendengarnya dengan terbata-bata,  Lee Yeol pikir Kalau orang mampu menemukan pulau ini dan datang meskipun cuma sekali mereka juga pasti akan membawa mayat yang dilihatnya itu. Bong Hee hanya terdiam seperti harapan untuk hidupnya hilang, Joon Oh terbangun sambil mengeluh kedinginan dan keduanya berdua berisik sekali sampai tidak bisa tidur.

Lee Yeol pun menyapa seniornya lebih dulu, Joon Oh melihat makanan ditangan Lee Yeol itu tak mengenyangkan jadi harus makan ikan dan menyuruh agar Bong Hee memanggang ikan. Bong Hee hanya diam. Joon Oh pikir sudah tak ada sisa lagi.
“Oh ya, kita makan semuanya kemarin. Kalau begitu, sana, kau tangkap ikan lagi.” Ucap Joon Oh semena-mena, Bong Hee melirik sinis.
“Ah, kau begini lagi... kau membuatku seperti ini. Hei, kalau kau begini terus..., aku akan memecatmu kalau kita sudah di Seoul.” Ucap Joon Hyung mengancam
“Pecat saja aku.... Pecat saja aku kalau kau bisa beruntung keluar darisini. Tapi kau... tidak akan bisa pergi dari tempat ini. Kau, aku, kita takkan bisa pergi dari pulau ini. Kau paham!” teriak Bong Hee dengan air mata mengalir di pipinya.

Ia melampiskan kemarahanya dengan menarik baju Joon Oh dan rambutnya agar bisa mencari makan sendiri saja dan tangkap ikan sendiri. Lee Yeol dengan satu tanganya berusaha untuk merelai keduanya. Tiba-tiba ia seperti melihat cahaya dan menunjuk ke arah depan mereka. 
Bong Hee melihat pantulan sinar, mengartikan kalau ada seseorang dan langsung berlari mencarinya. Joon Oh berteriak kemana lagi Bong Hee akan pergi karena mungkin  bukan orangyang mau menyelamatkan mereka. Lee Yeol tak ingin tinggal diam  merasa orang itu sama seperti mereka yaitu Korban yang selamat dan bisa saja orang yang mereka kenal lalu ikut berlari mengikut Bong Hee. Joon Oh khawatir karena tangan Lee Yeol itu masih sakit, akhirnya ia pun membuat obor untuk penerangan dan masuk kedalam hutan.

Seseorang terlihat sengaja menyalakan lampu ponsel ke arah atas meminta bantuan, tapi battery seperti habis. Lee Yeol dan Bong Hee mencari sumber cahaya dibuat binggung karena tiba-tiba cahayanya menghilang. Lee Yeol pun memutuskan agar mereka berpencar saja dan berteriak apabila bertemu orang atau jika ada apa-apa terjadi. Seseorang juga seperti berusaha keluar dari hutan.
Bong Hee mulai berteriak mencari tahu siapa orang yang memberikan cahaya pada mereka, karena dalam kegelapan membuatnya terjatuh pada rawa. Ia pun berteriak meminta tolong, Lee Yeol yang mendengar suara Bong Hee milih untuk berbalik arah.
“Tolong aku! Aku terjebak di sini!” teriak Bong Hee meminta tolong, tiba-tiba seorang mengulurkan tanganya, bukan Lee Yeol tapi Joon Oh dengan obor ditanganya.
“Kau harusnya berhati-hati.” Ucap Joon Oh lalu menariknya agar segera keluar. 

Penyidik Oh mengajukan pertanyaan, ketika pertama  kali melihat cahaya itu, kenapa terus berlari  tanpa menoleh ke belakang, Apakah Bong Hee  ingin membantu para  korban lainnya jika memang ada. Bong Hee  mengak tidak berlari buat menolong tapi untuk mencari pertolongan.
“Jika ada orang di pulau itu..., kukira situasi mereka  pasti lebih baik daripada kami.” Ungkap Bong Hee dengan nada sedih.
“Aku memahami bagaimana perasaanmu.. Yah.. Kau benar. Aku juga pasti begitu kalau jadi kau.” Ungkap Penyidik Oh simpati.
Hee Kyung yang mendengarnya dari ruang kontrol langsung mengejek Penyidik Oh seperti sedang berkencan, memperingatakan agar Berhenti bicara hal-hal  yang tidak perlu dibicarakan lebih baik tanyakan siapa orang yang berhasil ditemukan itu.
“Bong Hee... Cahaya itu cahaya dari ponsel. Kau ternyata menemukan korban dalam  menghadapi bahaya. Jadi siapa orang itu? Apa Kau ingat?” tanya Penyidik Oh. 

Bong Oh merasa kedinginan saat berjalan, Joon Oh dengan baik hati mendekatkan obor agar bisa menghangatkan badan. Bong Hee mengucapkan Terima kasih sudah menyelamatkannya. Joon Oh pikir Bong Hee harus  menyelamatkannya juga apabila ia dalam bahaya.
“Walau begitu, terima kasih. Aku tidak akan melupakannya.” Ucap Bong Hee
“Benar. Tentu saja. Ingat itu selamanya. Kau itu tadi...” kata Joon Oh lalu terpotong karena Lee Yeol bisa menemukan mereka.
Lee Yeol panik menanyakan keadaan Bong Hee lebih dulu dan bertanya apa yang terjadi padanya. Bong Hee mengaku kalau tadi terjatuh, Lee Yeol makin panik bertanya apakah tak ada yang terluka. Bong Hee mengaku kalau baik-baik saja.
Joon Oh mulai mengomel kalau keduanya itu seharusnya, tapi akhirnya mengajak mereka pergi saja karena udaranya makin dingin.

Penyidik Oh meminta agar Bong Hee mengingat siapa orang itu, Bong Hee merasakan kepala terasa sakit karena terus berusaha mengingatnya. Penyidik Oh ingin tahu siapa orang itu, apakah setelah itu orang tersebut meninggal atau tidak. 
Bong Hee seperti berusaha mengingat tapi samar seperti ada orang yang berlari lalu seperti melihat seseorang yang jatuh dari tebing. Hee Kyung mengerutkan dahinya ingin tahu siapa sebenarnya orang itu. Bong Hee yakin melihat wajah orang itu, seperti pikiran melayang di tengah ilalang yang mencari pintu keluar.Penyidik Oh ingin tahu siapa yang dilihatnya.

Bong Hee mencoba mengingat sosok orang yang berlari dibelakangnya, lalu akhirnya tertunduk meminta maaf. Hee Kyung dan Penyidik Oh hanya bisa menghela nafas panjang karena Bong Hee sedikit membuat mereka frustasi karena penasaran. 

Bong Hee bisa melihat Ji Ah yang selamat berdiri didepanya, Lee Yeol langsung memeluknya. Joon Oh mendekatinya dan Ji Ah pun jatuh lemas sambil menangis lalu memukul Joon Oh karena meninggalkanya sendirian. Joon Oh tak percaya Ji Ah yang bisa selamat dan bertanya apakah hanya sendirian saja. Ji Ah memberitahu kalau ada seorang lagi dengan terus menangis. 

Kotak penyimpanan mayat dibuka, perawat mengeluarkan jenazah dan mengucapkan bahasa cina.  Salah seorang pria menjelaskan paa Tae Young kalau Mereka menemukan adiknya di dekat pantai tapi bukan kecelakaan pesawat  yang menewaskan dirinya. Tae Young kaget mendengarnya Pria itu memberitahu kalau Sepertinya adiknya itu dibunuh.
Mereka pun menyusuri hutan, Ji Ah memberitahu kalau sudah berada ditempat itu semenjak kecelakaan terjadi dan bertemu dengan orang itu yang sedang  sendirian. Joon Oh binggung kenapa menganggap orang itu aneh. Ji Ah menyuruh mereka jalan saja karena sudah hampir sampai, menurutnya orang itu selalu panik dan jarang makan juga.
“Siapa juga orang yang akanbaik-baik saja dalam situasi seperti ini?” ucap Joon Oh merasa semua orang pasti panik.
“Dia bahkan mencoba bunuh  diri beberapa hari lalu.” Kata Ji Ah memberitahu, Joon Oh menanyakan alasanya.
“Dia bilang ingin mati, dan  menyedihkan berada di sini.” Kata Ji Ah lalu berjalan masuk ke tempat tinggalnya selama ini.
Mereka pun masuk ke sebuah tempat dengan alas daun yang cukup banyak, Bong Hee terkejut melihat sosok wanita yang duduk dengan menelungkupkan kepalanya. 

Saat itu Tae Young membuka kain yang menutupi mayat. Joon Oh mendekati korban dengan rambut panjang terurai dan akan menyentuhnya. Tae Young bisa melihat mayat yang ditemukan langsung menangis, Penerjemah memberitahu kalau pihak dokter ingin tahu hubungan apa dengan wanita itu.
Jaksa Cho membantu dengan memberitahu kalau wanita itua adalah adik Tae Young. Joon Oh bisa melihat wajah Soo Hee saat mengangkat wajahnya, Tae Young menangis melihat wajah adiknya yang sudah tak bernyawa lagi. Joon Oh menanyakan keadaan Soo Hee lebih dulu.


Bong Hee kembali melakukan tes MRI, dokter melihat  Secara medis pasien seharusnya bisa mengingat. Penyidik Oh pun mengartikan perkataan dokter kalau ada kemungkinan Bong Hee berpura-pura tidak ingat padahal bisa ingat. Dokter pikir itu yang bica dikatakan karena secara medis tidak masuk  akal kalau Bong Hee tidak ingat.Bong Hee duduk di ruang tunggu seperti menyembunyikan ingatan yang sebenarnya saat terdampar dipulau.

Bersambung ke episode 3

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Sinopsis Missing Nine Episode 2 Part 1

PS : All images credit and content copyright :MBC

Bong Hee tenggelam dan bisa dari kabar tubuhnya seperti melayang dalam air laut. Saat itu seperti melihat ibunya yang sedang menyelam untuk mengumpulkan kerang.
Flash Back
Bong Hee duduk di pinggir pantai dengan baju selamnya, bertanya pada ibunya apakah boleh tak ingin menyelam lagi menurutny ia  tidak perlu jadi seorang penyelam hanya karena Ibunya penyelam. Ibu Bong Hee memperbolehkanya. Bong Hee tak percaya ibunya memperbolehkanya.
“Bukannya Ibu mau mencoba meyakinkan sebaliknya padaku?” kata Bong Hee heran
“Ibu juga tidak pernah ingin kau hidup... seperti Ibumu ini. Kau harus lakukan apa yang ingin kau lakukan.” Jelas Ibu Bong Hee
“Tapi, kenapa Ibu membuatku pergi ke laut padahal cuacanya dingin? Ibu selalu membuatku menangkap tangkapan laut.”keluh Bong Hee
“Hanya ini yang bisa Ibu berikan padamu. Ibu tak punya apa-apa lagi untuk menopang sisa hidupmu. Setidaknya yang bisa Ibu lakukan sebagai orang tua adalah mengajarimu mencari uang buat bertahan hidup. Jadi Lakukan apa yang kau inginkan. Kalau terlalu sulit, maka kau selalu boleh kembali ke sini. Ibu akan tetap tinggal di laut saja.” Ucap Ibu Bong Hee, Bong Hee hanya bisa terdiam mendengar ibunya. 


Bong Hee tersadar seperti baru saja bermimpi, lalu melihat Joon Oh yang berada didepanya, tapi nafasnya tak kuat untuk berada dalam air akhirnya keluar lebih dulu untuk bernafas. Setelah itu kembali menyelam untuk menarik Joon Oh yang tenggelam.
Ia bisa membawa Joon Oh sampai ke tepi pantai tapi Joon Oh tak sadarkan diri, dengan sekuat tenaga berusaha menyadarkan Joon Oh dengan menekan bagian dada. Joon Oh tetap tak bergeming, Bong Hee mencoba kembali sampai akhirnya Joon Oh mengeluarkan air dari mulutnya sedikit membuka matanya dengan menanyakan keberadaan yang lain.
Bong Hee berharap Joon Oh bisa tersadar tapi Joon Oh malah menutup kembali matanya, ia pun hanya bisa menangis histeris. 

Joon Oh membuka matanya lebar-lebar lalu terbangun tersadar kalau ada di pinggir pantai dan melihat sekeliling tanpa ada orang, lalu melihat ada banyak makanan dan juga botol air minum didepanya. Ketika akan meminum air dalam botol, Bong Hee datang melarangnya untuk minum karena belum boleh minum.Joon Oh langsung bertanya apa yang terjadi.
“Kau darimana? Dimana kita? Kenapa aku tidak boleh meminumnya?” ucap Joon Oh binggung, Bong Hee hanya diam. Joon Oh berteriak ingin tahu keberadaan mereka sekarang.
“Kau masih bisa teriak-teriak di situasi seperti ini.” Keluh Bong Hee lalu memintanya agar menunggu sebentar dan memperingatkan agar jangan menyentuh air dalam botol. Joon Oh berteriak mau kemana Bong Hee. 

Bong Hee pergi ke bagian atas tebing dengan melewati ilalang, sementara Joon Oh teringat saat pesawat turun ke laut lalu menjerit tak percaya kalau pesawat jatuh dan melihat dirinya sekarang baik-baik saja.
“Ini... apa ini mesin pesawatnya?” ucap Joon Oh  melihat ada bongkahan baling pesawat yang terdampar dan masih mengeluarkan api.
Sementara Bong Hee terus mendaki bukit yang terlihat sangat luas. Joon Oh yang kebingungan berteriak memanggil Ki Joon, Yeol dan Ji Ah dan berusaha mencari-cari ponsel untuk memberitahu kalau pesawat mereka jatuh, tapi ponselnya mati karena terendam air laut. Bong Hee akhirnya sampai diatas tebing melihat sekeliling hanya laut. Apabila terlihat dari satelit pulau kecil yang dikelilingi oleh lautan. 

Bong Hee melamun sendirian di pinggir laut, seperti mengingat kembali ingatanya saat pesawat baru jatuh. Di dalam mobil, Penyidik Oh memberitahu Hee Kyung kalau Menurut dokter, karena meningitis, ingatan Bong Hee menjadi  hilang untuk sementara ini, untuk memunculkan ingatannya secepat mungkin, rela melakukan apa saja.
“Penyidik Oh... Tapi bukankah anak itu terlalu tenang? Dia mengungkapkan pendapat dan perasaannya tanpa masalah. Seolah dia tak mengalami kejadian traumatis. Dia berbicara dengan sangat jelas dan terlalu tenang. Entah itu obat atau hipnosis..., kita harus ambil tindakan.” Ucap Hee Kyung menatap Bong Hee dari kejauhan. Penyidik Oh mengerti. 

Bong Hee berjalan menuruni tangga melihat ke arah pantai, seperti mengingatkan saat membawakan pakaian untuk Joon Oh yang akan syuting. Ketika di pulau terpencing, dengan baju yang kotor Joon Oh menepuk pundaknya untuk menenangkanya, lalu memeluknya dan menangis di pelukanya.
Saat itu ditengah hujan deras, Joon Oh hanya menyuruhnya agar bisa cepat dan akhirnya Bong Hee pun pergi dengan beberapa tanaman ditanganya. Bong Hee mendekat ke arah pantai air matanya mengalir seperti mengingat kenangannya dengan Joon Oh.
Tiba-tiba terdengar suara seseorang memanggilnya, tiga pria seperti perman meminta agar ikut denganya karena Ada orang yang ingin bicara dengannya. Bong Hee bertanya siapa orangnya.
Si pria mengatakan kalau hanya sebentar saja dan menarik Bong Hee agar ikut dengan mereka dan akan tahu siapa orangnya.  Saat itu Penyidik Oh datang berteriak meminta melepaskan Bong Hee.
“Siapa kalian?” teriak penyidik Oh, ketiganya terlihat binggung menjawab pertanyanya dengan melepaskan Bong Hee.
“Aku tanya siapa kalian?” teriak Penyidik Oh kembali, salah satu pria mengaku kalau datang hanya ingin melihat  kubangan lumpur karena mendengar ada gurita yang bagus untuk kesehatan.
Saat itu Bong Hee merasa terancam memilih untuk berlari kabur, empat pria pun panik dan mengejar Bong Hee. Bong Hee pergi dengan menyebarangi jembatan dan sampai area pasar dan sempat membuat kekacauan dalam pasar dengan menjatuhkan semua barang dagangan, karena mobil truk yang berada dibelakangnya. 


Bong Hee terjatuh dengan melihat ikan yang tercecer di jalan dan bergerak-gerak karena kekurangan air. Ingatan Bong Hee seperti kembali datang, seperti seseorang yang menampar dan sebuah kalung lalu seperti melihat Joon Oh yang tenggelam.
Tiga preman yang melihat Bong Hee ditengah pasar memilih untuk pergi meninggalkanya saja. Presdir Jang yang ada didalam mobil, menerima laporan seperti sangat kesal karena tak berhasil bertemu dengan Bong Hee.
Penyidik Oh akhirnya datang melihat keadaan Bong Hee yang menangis bertanya apakah ada yang terluka. Bong Hee seperti berusaha mengingat saat terdampar dipulau.

Joon Oh berteriak histeris melempar bongkahan kapal ke laut dan menendang penuh amarah karena pesawat mahal pun bisa jatuh. Ia merasa kelelahan setelah berteriak akhirnya meminum air mineral dan mencuci wajahnya dan menyiram rambutnya. Lalu memakan beberapa bungkus makan sambil berteriak “Apa tak ada orang disana?” dengan nada penuh amarah.
Bong Hee datang dengan tatapan sinis, Joon Oh merasa tak bersalah karena makanan ini bukan milik Bong Hee.  Bong Hee menyuruh Joon Oh agar mengembalikan semuanya. Joon Oh pikir akan  membelikanya lagi nanti. Bong Hee mengambil semua makanan yang akan dimakan Joon Oh.
“Aku cuma minum sedikit. Kenapa kau ini?” ucap Joon Oh kesal
“Aku bilang, jangan meminumnya.  Ini pulau terpencil!” tegas Bong Hee kesal
“Nanti kalau kita keluar dari sini...” kata Joon Oh yakin, Bong Hee memberitahu kalau mereka itu berada di pulau terpencil.
“Semua orang sudah mati, kecuali kita. Hanya ini makanan yang kita miliki.” Tegas Bong Hee.
Joon Oh panik mengetahui mereka ada di pulau terpencil. Lalu bertanya apakah Pesawat itu jatuh dan hanya mereka yang selamat. Bong Hee hanya diam sibuk mengumpulkan sisa makanan yang sudah dimakan Joon Oh.
“Apa Kau sudah periksa sebelah sana? Lalu Teman-teman kita yang lain, Apa Kau sudah cari mereka? Bagaimana dengan Ki Joon Hyung, Ji Ah, Yul, dan Tae Ho? “ ucap Joon Oh terus bertanya pada Bong Hee tapi Bong Hee tak mengubrisnya.
“Ini bercanda, 'kan?  Pasti ada hubungannya juga dengan gurita. Kau bukan stylist, 'kan?  Tapi Kau pasti aktris baru. DiMana kamera-kameranya?” ucap Joon Oh merasa kalau sedang di ada candid camera.
Bong Hee tetap diam, Joon Oh terus berteriak menanyakan apa yang terjadi pada yang lainya. 


Hee Kyung menonton berita dalam ruanganya, terlihat Presdir Jang Do Pal sedang memberikan konferensi pers pada wartawan sambil menangis.
“Mereka tidak hanya sekedar selebriti. Tapi Mereka keluarga saya yangberbagi suka dan duka selama bertahun-tahun. Ada... rumor yang bilang kecelakaan ini adalah rekayasa yang direncanakan perusahaan kami. Tapi Apa itu masuk akal?” ucap Presdir Jang dengan nada marah. 

Berita kembali siarankan tentang Bong Hee  satu-satunya korban selamat dari insiden tersebut sudah kembali ke Korea.
“Sebagai fans mereka, kita harus tahu Keluarga besar artis dari  Legend Entertainment mulai menuntut dilakukannyapenyelidikan untuk mencari tahu kebenaran tentang status keselamatan dari para artis. Pada pukul 10:00 hari ini, para penggemar artis menuntut untuk sesi tanya jawab  dengan Ra Bong Hee .yang merupakan stylist dari Seo Joon Oh untuk mengetahui kebenaran dari kecelakaan tersebut.”
“Ada kemungkinan bahwa mereka mungkin mengubah ingatandan kesaksian Ra Bong Hee demi kepentingan mereka sendiri. Menurut pernyataan klub penggemar..., sejumlah rumor jahat telah menyebar  karena belum ada pernyataan jelas dari pihak berwenang terkait kecelakaan ini.”

Hee Kyung memilih untuk mengecilkan volume Tvnya, saat itu Penyidik Oh menelp memberitahu tentang Pulau terpencil, menurutnya sebagian ingatan Bong Hee  sudah pulih.
“Mereka berada di pulau terpencil di suatu tempat.” Ucap Penyidik Oh, Hee Kyung seperti kurang yakin. Tapi Penyidik Oh mengatakan kalau Bong Hee yakin. Hee Kyung meminta agar membawa Bong Hee ke markas mereka segera. 

Tae Young ditemui oleh atasanya menanyakan alasan menolak melakukannya, memberitahu kalau Kasus ini. dapat perintah langsungdari pimpinan untuk menyelidikinya. Menurutnya Jika mereka menanganinya dengan baik, maka mereka akan...
“Aku ada urusan lain jadi aku minta Maaf.” Ucap Tae Young menolaknya.
“Apa ini karena adikmu?Jika ada rumor palsu menyebar...” kata atasanya sedikit khawatir.
“Aku tidak akan menimbulkan masalah. Dan bekerjasama dengan Jaksa Cho.” Tegas Tae Young

Atasanya bertanya apakah menurut Tae Young kalau adiknya itu  masih hidup. Tae Young berhrap kalau adiknya masih hidup. Atasanya pun  menanyakan seandainya adiknya itu sudah mati menurutnya Tae Young sudah  menyia-nyiakan kesempatan untuk maju demi menyelidiki hal itu.
“Aku hanya perlu melakukan, apa yang seharusnya kulakukan entah dia masih hidup atau mati.” Tegas Tae Young, Atasanya bertanya apa Memang yang seharusnya dilakukan
“Kebenaran.. Aku akan menemukan kebenarannya.Inilah tugasku untuk memastikan bahwa hukum tidak pernah disalahgunakan.Itu jugalah tugasmu. Dan terkait kasus ini, dengan memanipulasi kebenaran bukanlah  pekerjaan kita.” Tegas Tae Young dengan penuh keyakinan. 

Penyidik Oh sudah duduk dengan Bong Hee dalam satu ruangan, dengan memastikan kalau  pesawatnya jatuh dan hanya dua orang selamat yaitu Bong Hee dan juga Joon Oh.  Bong Hee membenarkan. Hee Kyung di ruangan control bisa mendengar keduanya langsung berbicara pada micnya.
“Jangan percaya semua yang dia katakan.  Kita butuh informasi yang akurat. Tanya dia lagi lebih rinci” ucap Hee Kyung, Penyidik Oh bisa mendengar dari earphone yang dipakai pada telinganya.
“Aku tidak yakin kau akan mengganggap pertanyaan ini seperti apa..., tapi bagaimana perasaanmu...ketika kau menyadari  kau berada di pulau terpencil?” ucap Penyidik Oh. Bong Hee yang memegang kalung dilehernya langsung melepaskanya.
“Kau tidak percaya padaku, 'kan? Aku tidak bisa mengingat apa-apa... soal empat bulan terakhir itu. Ini saja aneh kenapa sebagian ingatanku tiba-tiba muncul dan aku selamat dari kecelakaan pesawat.” Ungkap Bong Hee, Penyidik Oh sempat terdiam seperti Bong Hee bisa mengetahui kalau mereka tak percaya begitu saja. Sementara Hee Kyung seperti meremehkan Bong Hee merasa benar-benar tak percaya.
“Kau mungkin ingin tahu apa aku berbohong atau tidak. Jadi kau meragukanku. Aku tidak begitu ingat apa yang terjadi pada mereka. Tapi... Jika aku memberitahumu kalau aku ingat... apa  yang kulihat dan rasakan secara rinci... Apa kau akan percaya padaku?” ucap Bong Hee dengan mata berkaca-kaca.
“Apa kau akan percaya perkataanku? Aku tidak tahu apa mereka masih hidup atau tidak.Aku tidak ingat berapa orang yang hidup atau yang mati..., tapi apa kalian akan pergi ke sana menyelamatkan mereka? Maka aku akan... Melakukan apa pun yang  kalian ingin lakukan untuk memulihkan  ingatanku yang hilang. Jadi kumohon... Jangan biarkan mereka sengsara disana.” Ucap Bong Hee dengan melihat ke arah kamera.
Hee Kyung akhirnya memberitahu Penyidik Oh kalau akan  menerima permintaan dari Bong Hee. 

Bong Hee mulai menceritakan Suatu hari bertanya-tanya kenapa hal seperti itu terjadi padanya. Ia terlihat duduk dipingir pantai sambil menangis.
“Dari sekian banyak orang, kenapa harus aku yang mengalaminya?< Aku benci sekali.” Ungkap Bong Hee.
Penyidik Oh memberikan  obat untuk meningitis, dan bisa membantu memulihkan ingatannya. Bong Hee tanpa ragu meminum obatnya. Esok harinya, Bong Hee menceritakan Ada saat dimana, kenyataan bahwa banyak orang-orang yang meninggal dan kenyataan itu membuatnya tersiksa.
Bong Hee mengingat saat itu Joon Oh yang menangis karena mengetahui semua temanya tak ada, lalu ia memberikan sebungkus makanan agar Joon Oh tak bersedih. Joon Oh tiba-tiba datang mengembalikan makanan ke tangan Bong Hee lalu pergi, Bong Hee bisa tersenyum menerimanya.
“Dan ada kalanya lagi.., aku merasa bersyukur masih bisa hidup. Lalu di suatu hari lagi..., keinginanku buat bertahan hidup membuatku putus asa.” Cerita Bong Hee. Terlihat Hee Kyung benar-benar serius mendengarkanya dari ruang kontrol.

Joon Oh menujuk kalau ada kapal di dekat mereka, lalu melambaikan tangan untuk memberitahu ada orang yang terdampar di pulau. Bong Hee langsung berlari dan untuk mendekati kapal tersebut, Joon Oh sempat panik melihat Bong Hee tapi akhirnya mendorong Bong Hee agar terus berenang agar meminta pertolongan, kapal malah semakin menjauh dari mereka. 
Di hari berikutnya, Bong Hee terus menceritakan pengalaman saat di pulau terpencil.
“Bahkan hanya dalam satu hari pun, aku bisa merasakan beratus-ratus perasaan yang berbeda dan berbagai emosi. Aku terluka secara fisik dan hatiku juga terluka. ” cerita Bong Hee mengingat kakinya yang berdarah saat berenang di laut.  Joon Oh berusaha membuka kelapa yang jatuh dengan batu, tapi malah terkena kakinya sendiri.
“Layaknya orang yang  menerima hukuman mati..., kami bertahan hari demi  hari dengan apa yang ada disana. Lalu aku melihatnya.” Ucap Bong Hee, Penyidik Oh penasaran apa yang dilihat Bong Hee.

Bong Hee memberitahu kalau ada sebuah Harapan. Ia menemukan tulisan pada sebuah batu  [Alden pernah disini.] dan mulai menghitung dan 25 garis, lalu bertanya pada Joon Oh apakah melihat ada orang di sekitar sini. Joon Oh mengatakan tidak ada.
“Berarti, dia pasti sudah diselamatkan. Setelah 25 hari dia disini. Jadi Kita bisa hidup juga!” ucap Bong Hee bahagia, Joon Oh juga menjerit bahagia dan berlari dipantai karena yakin mereka semua bisa hidup. 
Esok harinya, Bong Hee mengunakan pakaian berwarna Biru, menceritakan Setelah melihat secercah  harapan tepat di depan matanya, terlintas sebuah pikiran dalam benaknya.
Joon Hyung tertidur pulas, Bong Hee menyelimutinya dengan kain dengan menatap lain menyakinkan diri  "Aku harus bertahan hidup. Jika aku bertahan..., pasti ada seseorang akan  datang menyelamatkanku."  Ia membuat dari kumpulan daun dan menuliskan yang besar kata “Help” tanda meminta pertolongan.

“Apa pernah terpikir olehmu kau harus mencari korban yang lain?” tanya Penyidik Oh
“Kami memang mencoba mencari mereka, tapi...” ucap Bong Hee terdiam mengingat kembali kejadianya.
Joon Oh keluar lebih dulu dari rumput ilalang yang tinggi. Bong Hee mengeluh Joo Oh cepat sekali keluar.  Joon Oh pikir mereka lebih baik menyudahi saja hari ini. Bong Hee tahu kalau Joon Oh aka bilang kalau rumput itu membuat kulitnya sakit lagi. Joon Oh mengaku sangat lapar jadi tidak bisa  cari orang kalau perutnya kosong.
“Tadi pagi kita sudah makan roti.” Ucap Bong Hee, Joon Oh pikir lebih baik mereka bisa bisa hidup saja lebih dulu. Bong Hee mengejar Joon Oh karena harus cari yang lainya.

Hari berikutnya.
Hee Kyung meminta penyidik Oh menanyakan  cara bisa bertahan disana selama empat bulan. Penyidik Oh pun akan memberikan pertanyaan yang lebih spesifik lagi sama seperti yang diminta oleh Hee Kyung yaitu caranya bertahan di pulau terpencil.
“Tidak ada penduduk disana..., dan juga tak ada rumah. Serta tak ada satu  cahaya pun menerangi pulau itu. Jika kau harus tinggal di tempat seperti  itu selama lebih dari empat bulan..., menurutmu bagaimana kau bisa bertahan hidup?” cerita Bong Hee yang dimalam hari duduk diam menatap langit bersama dengan Joon Oh.
Pagi hari, Joon Oh menarik sabut kelapa seperti tak yakin bisa melakukanya. Bong Hee memperlihat bisa membuat tali dari sabut kelapa. Lalu mengunakan kayu untuk membuat seperti tempat berteduh, Joon Oh seperti tak bisa membantu sama sekali dan hanya Bong Oh yang mengikat batang polong, mengangkat bongkahan kapal, bahan mendorong terpal sebagai atapnya. Joon Oh seperti bos duduk dengan menyuruh ke arah kanan dan kiri. 

Bong Hee menemukan sebuah pipa karet lalu menusuk pada tanaman yang merabat dibatu, karena Ada air yang terkandung dalam tanaman jadi kalau mereka menyumbatnya di lokasi yang tepat,  maka bisa dapat air yang menetes dari tanaman ini.
Setetes air pun keluar dari pipa, Bong Hee bahagia bisa meihatnya. Joon Oh tak percaya Bong Hee bisa melakukanya, menurutnya merka bisa minum sampai tahun depan. Mereka pun berhasil mengisi tiga botol.
“Hei, kita sudah berada di sini  selama beberapa hari, jadi kita mungkin tidak perlu tinggal di sini selama 25 hari. Aku tak bisa buat ini dan Aku hanya akan minum botol ini selama sisa waktu kita di sini. Dan Yang 2 botol lagi, boleh buat kau semua. Oke?” ucap Joon Oh yakin
“Makanannya juga buat kau saja.  Aku juga tidak makan banyak. Aku cuma ambil roti dan juga coklat” kata Joon Oh mengambil persedian makanan. Bong Hee menyuruh Joon Oh menaruh kembali makananya.
Bong Hee kembali meminum obat untuk bisa mengingat semua kejadianya.  Petugas yang ada dengan Hee Kyung merasa Pernyataan yang dikeluarkan Bong Hee beberapa hari terakhir ini selalu konsisten lalu bertanya apa yang akan mereka lakukan. Hee Kyung meminta agar menghubungi pemerintahan Cina.

Seorang pria memberitahu  Ada 143 pulau-pulau kecil di  sekitar Huizhou, Cina, tempat Ra Bong Hee-ssi ditemukan. Dengan Diperkirakan 97 pulau dari 143 pulau tersebut tidak berpenghuni.
“Jika mereka menemukan jejak tempat tinggal manusia atau mayat..., kami sudah meminta mereka  segera menghubung.” Jelas Si pria.
“Berapa lama waktu yang dibutuhkan?” tanya Hee Kyung. Si pria merasa tak begitu yakin dengan melihat penyelidikan... 
“Berapa lama waktu yang dibutuhkan  untuk memeriksa ke-97 pulau tersebut?” tegas Hee Kyung ingin tahu kepastianya.
“Kami sudah meminta para ahli untuk menyelidiki sesegera mungkin...” kata Si pria sedikit gugup.
Hee Kyung memperingatkan agar jangan mudah  mengatakan bersedia melakukannya secepat mungkin dan meminta agar memberikan fakta-faktanya.Pria itu mengatakan sudah mendapatkan lokasi ke-97 pulau tersebut dan menyelesaikan pencarian, jadi diharapkan bisa terselesaikan  setidaknya selama 3 bulan setelah menerima cukup dana. Hee kyung menghela nafas merasa dirinya akan  dipecat selama waktu tersebut.
Bersambung ke part 2

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09