PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Sabtu, 18 Juni 2016

Sinopsis Entertainers Episode 17 Part 1

Suk Ho berjalan di sepanjang jembatan sungai Han, lalu berhenti tepat Sung Hyun melompat. Ia mengeluarkan selembar kertas berwarna orange yang terlihat sudah lecek.
Flash Back
Ha Nul yang masih kecil meminta agar Suk Ho Hyung memberikan tanda tanganya. Suk Ho menyuruh Ha Nul untuk memanggilnya paman, lalu memberikan tanda tangan dengan menuliskan nama “Shin Suk Ho.” Ia pun menganggap kalau itu sebagai surat kontrak.
Aku akan membuat adikmu menjadi penyanyi.” Kata Suk Ho memberikan surat pada Sung Hyun.
Terima kasih.... Tapi dia bahkan tidak tamat SD.” Ucap Sung Hyun berjabat tangan sambil bercanda.
Suk Ho bisa tersenyum sekarang melihat surat kontraknya di pinggir sungai Han, karena sudah bisa menepati janjinya.
Sung Hyun.... Aku terlambat memenuhi janjiku, kan? Sekarang giliranku. Aku harus mengembalikan... lagu yang sudah kuambil.” Ucap Suk Ho berjanji pada dirinya sendiri 

Di lobby hotel
Suk Ho menghampiri Joon Ha yang baru keluar, sengaja menunggu untuk mengantarnya ke bandara. Joon Ha menolak karena   sudah menelepon taksi. Suk Ho meminta maaf karena datang terlambat dan  seharusnya meneleponya terlebih dahulu.
Kita ucapkan selamat tinggal di sini saja. Berkat dirimu, beban berat telah diangkat dari dadaku. Sisanya adalah... sesuatu yang harus aku urusi.” Ucap Joon Ha
Terima kasih sudah menjadi teladan. Aku belajar banyak darimu. Aku percaya... sekarang giliranku.” Kata Suk Ho
Taksiku sedang menunggu. Hubungi aku jika kau ada di Australia. Aku akan membelikanmu minuman.” Ucap Joon Ha, Suk Ho mengerti lalu membungkuk untuk memberikan hormat. Joon Ha pun membalasnya lalu menuruni tanga menuju taksinya. 

Semua anggota band masuk rumah.  Geu Rin mengaku  tidak akan pernah melupakan kejadian hari ini, Jae Hoon memuji Ha Nul memang  sangat keren. Ha Nul pikir Suk Ho Hyung, lalu mengubah panggilanya Presdir Shin  yang melakukan semuanya tapi ia juga mengucapkan terima kasih semuanya.
Sulit sekali bagiku untuk menahan air mata.” Ungkap Yun Soo
Di mana tuan Shin? Mungkin dia menangis sendirian di suatu tempat.” Kata Kayle mengejek
Dia pergi untuk mengantar Choi Joon Ha.” Kata Geu Rin, Ha Nul terlihat memikirkan sesuatu. 

Di terowongan
Suk Ho dan Ji Nu kembali bertemu, kali ini mereka bicara dengan bersandar di luar mobil. Ji Nu mengaku sudah melihat penampilannya dan itu sangat bagus. Suk Ho juga tahu penampilan anak-anaknya memang bagus.  Ji Nu mengejek Suk Ho itu sangat konyol.
Lalu, kenapa kau ingin bertemu? Aku akan memastikan sekolahmu di luar negeri sekarang.” Ucap Suk Ho
Sebelum aku pergi, aku juga perlu mengembalikan sesuatu. Setelah melihatmu dan Choi Joon Ha, Aku menyadari kalau aku harus hidup. Kau memberiku keberanian. Seperti yang kau katakan, Aku akan mengembalikan "Don't Touch".” Kata Ji Nu
Kau mungkin tidak akan pernah menjadi seorang penyanyi lagi.” Ucap Suk Ho memberikan konsekuensinya.
“Bagiamanapun aku mungkin... tidak bisa menjadi seorang penyanyi lagi, dengan rasa bersalah ini. Aku lebih khawatir kepadamu. Aku sudah memastikannya, dan mereka mengatakan kita berdua bisa masuk penjara. Bagaimana dengan anak-anak Entertainer Band?” Kata Ji Nu 
Aku tahu... Apa yang harus aku lakukan?” ucap Suk Ho, Ji Nu terlihat ikut sedih memikirkan Suk Ho 


Seorang Pria bertemu dengan Suk Ho bertanya apakah temanya itu sedang sakit atau mendapatkan diagnosa yang buruk. Suk Ho yang makan dengan lahap tertawa mendengarnya lalu mengaku kehilangan berat badan, tetapi kesehatannya baik-baik saja.
Lalu kenapa kau membuat tawaran seperti itu? Aku bercanda, tapi kecuali kau berada diujung hidupmu, maka kau tidak akan pernah melakukan itu. Entertainer Band akhirnya dalam perjalanan mereka menuju sukses. Kenapa kau meninggalkan mereka?” ucap Si Presdir
Aku tidak akan meninggalkan mereka. Aku hanya ingin mereka menjadi lebih besar dalam system yang lebih profesional.” Jelas Suk Ho
Lalu kenapa Mango tidak bergabung dengan Wild Company?” kata Presdir Wild
Aku mungkin... harus pergi untuk sementara waktu.” Kata Suk Ho terkesan penuh misteri
Kau selalu mengatakan hal-hal aneh hari ini.” komentar Presdir Wild 

Suk Ho berjalan sendirian ke kantor polisi tanpa ragu dimalam hari, Min Joo di pagi hari kaget mengetahui Suk Ho menyerahkan diri, lalu mengomel karena tak bicara dengan dirinya dulu sebelum bertindak, sebenarnya apa yang dipikirkanya.
Jika aku berbicara dulu denganmu, Apa kau akan mengatakan, "Ya, ide bagus. Serahkan dirimu"?” ucap Suk Ho
Bagaimana penyelidikannya... akan berjalan nanti?” tanya Min Joo
Begitu mereka mendapatkan keluarga Jang Min Soo, mereka mungkin akan menghubungiku. Mereka belum mampu menemukan saudaranya. Jadi Kurasa pengakuanku belum cukup.” Jelas Suk Ho
Bagaimana jika mereka membuktikan bahwa itu benar? Maukah kau... masuk penjara?” ucap Min Joo
Terserah satu tahun penjara atau denda hingga 10.000 dolar.” Kata Suk Ho pasrah
Min Joo akan mempersiapkan uangnya dan bisa mendapatkan 10.000 dolar. Suk Ho menolak tidak akan membayar denda Bahkan jika 10.000 dolar jatuh dari langit, tidak akan membayar, karena ia akan masuk penjara. Min Joo berteriak kesal kalau penjara bukan tempat bermain. Suk Ho terdiam lalu berdiri mendekati temanya yang terlihat menahan tangisnya.
Min Joo.... 10.000 dolar tidak cukup dalam hal pertukaran dengan kehidupan seseorang. Bahkan beberapa tahun penjara... tidak akan cukup. Aku akan... menerima hukuman jauh lebih berat jika mereka memintaku. Dan... Entertainer Band kita... Mereka akan bergabung Wild Company. Aku yakin kau dan Geu Rin akan baik-baik saja, tapi kupikir akan lebih baik untuk mengirim mereka ke agensi yang besar.” Ucap Suk Ho
Kita khawatirkan saja tentang dirimu, sebelum mengkhawatirkan tentang mereka. Setelah kau keluar dari penjara, apa yang akan kau lakukan untuk hidupmu? Kita perlu menjaga agar Mango tetap hidup.... Kita tidak bisa menutupnya.” Kata Min Joo sambil menahan tangisnya. Suk Ho pikir tidak bisa melakukannya.

Lembaran kerta Not balok berjudul "Go Ahead, Cry" dilihat kembali oleh Ha Nul.  Lalu seperti mengajak bicara kakaknya

Hyung, bagaimana penampilan kami? Aku akan bernyanyi sampai hari aku mati, tapi kurasa tidak akan pernah ada... penampilan yang lebih baik daripada tampil bersamamu.” Kata Ha Nul 
Geu Rin masuk kamar memberitahu kalau Suk Ho mengajak untuk pergi makan siang di luar. Ha Nul pun mengatakan akan segera keluar, lalu menaruh lembaran kerta kakaknya dalam kotak. 


Di restoran Pizza
Ha Nul dkk terlihat sangat bahagia menikmati pizza dengan lelehan mozzarela. Suk Ho lalu mulai membahas, tentang Wild Company apakah anak didiknya mengetahuinya. Geu Rin mengangguk, Suk Ho menjelaskan Wild Company adalah perusahaan manajemen bakat yang besar, dengan memiliki banyak aktor dan penyanyi. Ha Nul bertanya ada apa dengan Agensi itu.
Entertainer Band sudah memasuki...tahap kedua dalam karirnya. Aku bertemu dengan mereka, dan mereka sangat tertarik dengan Entertainer Band. Jadi Entertainer Band tidak akan bersama Mango lagi, tapi menjadi liar dengan Wild Company. Jepang, Cina, Asia Selatan. Kalian akan memasuki pasar internasional.” Ucap Suk Ho penuh semangat.
Aku suka seperti sekarang. Kami akan bekerja keras dan membuat Mango menjadi agensi besar seperti itu.” Kata Kayle
“Benar.... Ayo kita makan dan bekerja keras. Ayo kita lakukan bersama-sama!” ucap Geu Rin mengajak semua untuk melakukan Cheers.

Suk Ho pikir mereka semua tidak mengerti, lalu menjelaskan bahwa Mango seperti sebuah toko local, sementara Agensi besar... memiliki 100 orang yang bekerja untuk satu penyanyi baru. Ha Nul pikir mereka menyukai keadaan yang sekarang. Suk Ho meminta mereka untuk membuka pikiran dan berpikir rasional.
Wild Company memiliki orang-orang yang hanya menangani musik, dan bagian lain-lain yang melakukan drama, iklan...” ucap Suk Ho berusaha menjelaskan, Ha Nul mulai bertanya kenapa tiba-tiba Suk Ho membahas hal itu dengan wajah marah. Suk Ho sempat terdiam sejenak.
Aku... Aku... Aku tidak memenuhi syarat untuk melanjutkan sebagai CEO dari sebuah agensi... yang bersama Entertainer Band.” Kata Suk Ho, semua langsung berhenti makn.
“Tapi...Kau memenuhi janji yang kau katakan secara bercanda 11 tahun yang lalu...dan memberiku penampilan yang luar biasa. Bagaimana bisa kau tidak memenuhi syarat? Apa yang membuatmu bisa memenuhi syarat?” kata Ha Nul tak terima
Aku tahu... Tapi Lee Joon Suk dan aku... adalah sama.” Ucap Suk Ho
Kenapa kau bisa mengatakan sesuatu yang keterlaluan seperti itu? Bagaimana mungkin kau dan monster itu sama saja?” kata Kayle tak terima

Jadi, aku sudah melakukan ini selama bertahun-tahun, tapi tidak peduli seberapa mabuknya aku, maka aku menelepon supir panggilan atau naik taksi. Aku tidak pernah mengemudi sendiri.” Cerita Suk Ho,
Geu Rin  binggung Suk Ho malah menceritakan tentang minum dan mengemudi sekarang. Suk Ho menceritakan pada malam itu ia mengemudi dengan keadaan mabuk, karena  pada seorang penulis lagu yang tidak dikenal melakukan bunuh diri.
Lagu "Don't Touch" milik Jackson... tidak ditulis oleh Jinu, tapi oleh penulis lagu itu. Aku mencurinya... dari dia. Padahal Penulis lagu yang malang itu memohon, tapi aku malah berkata kasar kepadanya. Jadi hari itu, dia bunuh diri. Aku menyetir... untuk pergi menemuinya, tapi aku mengalami kecelakaan, akhirnya pergi ke penjara... serta tidak bisa melindungi Jackson. Jadi Hak apa... yang aku punya... untuk bekerja dengan anak-anak yang baik seperti kalian?” jelas Suk Ho dengan mata berkaca-kaca, semua terdiam mendengarnya.
Suk Ho menceritakan sudah menyerahkan diri, Ha Nul melonggo kaget mendengarnya.  Suk Ho menjelaskan Setelah penyelidikan dimulai, maka mungkin akan dibawa ke tahanan, Sekarang Polisi mencari keluarga dari penulis lagu dan setelah mereka menemukannya makan akan mulai penyelidikan, jadi ia tidak bisa tetap bersama mereka, jadi meminta agar mereka pergi ke tempat yang lebih baik dan membuat Entertainer Band menjadi lebih besar.

Pelayan membawakan sekotak pizza, Suk Ho memberikan sekotak pizza pesananya pada Yun Soo untuk Chan Hee saat pulang sekolah nanti. Yun Soo menerimanya dengan tatapan melonggo. Suk Ho mengajak semuanya pergi tapi semuanya hanya diam saja. Suk Ho kembali mengajak untuk pergi, tapi tetap saja semua diam seperti patung.
Kenapa kalian seperti itu? Aku tidak akan pindah... Kau harus membuat banyak uang di sebuah agensi besar... untuk memberiku tunjangan di sana-sini. Jadi Ayo pergi.” Kata Suk Ho bercanda, tapi semuanya terlihat sedih tak mau beranjak dari tempat duduknya. Suk Ho pun hanya bisa terdiam menahan rasa sedihnya juga. 

Ha Nul duduk diam dimeja makan pikiran melayan pada perkataan Suk Ho Aku berlari menuju kebangkitan dari seseorang yang meninggal... karena bajingan dalam industri ini. Empat temanya duduk di meja makan didepanya. Yun Soo jadi mengerti sebab Suk Ho yang begitu bertekad untuk mengembalikan lagu milik Sung Hyun.
Aku ingin tahu seperti apa tuan Shin dulunya. Dia orang yang luar biasa sekarang. Saat aku akan menyerah bermain drum karena ibuku, aku tidak akan memiliki keberanian jika bukan karena tuan Shin.” Cerita Jae Hoon
Aku masih akan bekerja di sebuah band di sebuah bar karaoke.” Kata Yun Soo, Kayle mengeluh apakah mereka tak memiliki penyimpanan abu dalam lemari.
Kita tidak bisa mengatakan itu. Aku yakin keluarga dari penulis lagu itu... merasakan sakit yang sama seperti Ha Nul.” Ucap Yun Soo, Ha Nul hanya bisa menarik nafas panjang, Geu Rin pun terlihat binggung dengan keadaannya sekarang. 

Min Joo memeriksa berkas Mango, tatapan mengarah pada Suk Ho yang duduk didepanya. Suk Ho sadar Min Jo yang terus menatapnya, berpikir Min Joo lelah dan mengatakan bisa melakukannya sendiri. Min Joo berpikir dirinya itu yang paling mengenal Suk Ho setelah orang tuanya. Suk Ho pikir seperti itu
Melihat bagaimana kau sudah berubah, kurasa sebenarnya tidak juga.” Kata Min Joo merasa sudah tak mengenal temanya.
Aku tidak berubah. Aku hampir tidak sanggup, memperbaiki kesalahanku yang kekanak-kanakan.” Kata Suk Ho lalu terdengar suara ponselnya.

Ia pun mengangkat telp sambil menatap Min Joo mengatakan bisa mengerti dan akan segera datang. Min Joo langsung bertanya setelah Suk Ho menutup telpnya. Soo Ho menceritakan polisi melakukan kontak dengan keluarga Jang Min Soo jadi akan pergi dan segera kembali.
Min Joo mengatakan akan pergi bersamanya. Suk Ho mengejek karena yang akan dilakukan temanya itu pasti hanya menangis jadi ia akan pergi sendiri kaena perlu waktu untuk berpikir, berpesan agar menjaga anak-anak dan pastikan agar semuanya tidak terlalu terkejut. Baru saja Suk Ho keluar dari kantor Min Joo sudah menangis. 


Suk Ho masuk ke kantor polisi melihat kakak dari Jang Min Soo sudah duduk menunggunya, lalu berjalan mendekatinya. Polisi yang melihat Suk Ho datang menyuruhnya untuk duduk. Suk Ho  memberikan hormat pada kakak Min Soo, lalu duduk disamping kakak dari Min Soo.
“Apa benar Kau saudara dari tuan Jang Min Soo, Jang Ki Soo ?” tanya polisi, Ki Soo membenarkan.
Tuan Shin Suk Ho menyerahkan diri karena menjiplak lagu milik Jang Min Soo. Kami perlu untuk mengkonfirmasi fakta-fakta itu. Dia mengatakan bahwa dia mencuri lagu yang ditulis oleh tuan Jang Min Soo, lalu... Jang Min Soo bunuh diri. Benarkah?” ucap Polisi mulai menginterogasi
Aku tidak tahu.” Kata Ki Soo, Suk Ho binggung dengan jawaban kakak Min Soo. Polisi meminta agar Ki Soo memberitahu agar lebih pasti.
Aku tidak tahu apa-apa.” Ucap Ki Soo, Suk Ho binggung kenapa tiba-tiba Ki Soo mengatakan tak tahu apapun padahal tahu lalu datang ke kantornya tahun lalu
Adikku memang meninggal... Tapi Aku tidak tahu... Kenapa.. dan Tidak ada catatan bunuh diri. Aku sibuk berusaha untuk menghidupi diriku sendiri. Kenapa kau menyeretku ke sini untuk sesuatu seperti ini?” ucap Ki Soo dingin

Suk Ho benar-benar binggung karena sebelumnya Ki Soo membawakan lagu milik kakaknya ke kantor, bahkan berteriak mengatakan ia yang  membunuh adiknya. Ki Soo berdiri dari tempat duduknya meminta agar tak mengungkit kesedihan sedih keluarganya di masa lalu, ia datang karena polisi meminta agar harus datang. Suk Ho terlihat melonggo kebinggungan.
Setiap kali aku datang ke sini, aku kehilangan upahku satu hari, dan itu beban yang terlalu besar bagiku. Jangan hubungi aku lagi.” Tegas Ki Soo lalu keluar dari ruangan. Suk Ho mencoba menahanya.
Kalau begitu apa kau tidak akan melakukan penuntutan... atas nama tuan Jang Min Soo?” tanya polisi sebelum Ki Soo pergi.
Tidak ada... yang dituntut, dan aku tidak kenal orang ini.” kata Ki Soo
Suk Ho benar-benar binggung kenapa Ki Soo seolah tak mengenalnya, Polisi terlihat marah karena berpikir seperti sedang ditipu. Suk Ho pun meminta agar bisa memberikan waktu sebentar bicara dengan Ki Soo lalu keluar ruangan. 

Suk Ho menarik Ki Soo, memastikan kalau memang benar kakak Min Soo itu tak mengenalnya menurutnya Ki Soo itu mengenalnya,  dan tahu apa yang dilakukan kepada adiknya itu. Ki Soo bertanya apakah Suk Ho sangat ingin masuk penjara, tapi menurutnya dirinya yang harus dihukum.
Kenapa kau harus dihukum? Aku yang akan mendapat masalah.” Kata Suk Ho benar-benar tak mengerti.
Aku datang ke sini dari Sokcho dan tidak bisa kembali malam ini. Jadi Belikan aku minuman.” Ucap Ki Soo lalu berjalan keluar. Suk Ho terlihat benar-benar binggung lalu mengikuti Ki Soo. 

Ki Soo menghabiskan makan sampai ke kuahnya dan meminum sojunya. Suk Ho menatapnya dan berkata kalau sudah membunuh... penulis lagu, Jang Min Soo, jadi  menyerahkan diri tapi Kenapa Ki Soo mengatakan tidak mengenalnya.
Kau datang kepadaku, dengan membawa "Don't Touch". Kau tahu semuanya. Kenapa kau melakukan ini?” ucap Suk Ho benar-benar tak mengerti.
Bawa perasaan bersalah itu bersamamu selama sisa hidupmu. Aku akan membawa rasa bersalahku... bersamaku.” Kata Ki Soo
Aku mencuri lagunya, yang merupakan satu-satunya harapannya dalam hidup, dan mendorongnya sampai mati. Bagaimana bisa kita minum soju bersama-sama seperti ini?” ucap Suk Ho tak habis pikir

“Kemiskinan ayahku yang tidak mendukung bakatnya, tapi membawa kelaparan dan kekurangan gizi... juga pada akhirnya akan mendorongnya. Wanita itu yang meninggalkannya, karena seorang musisi tidak memiliki masa depan juga mendorongnya.” Cerita Ki Soo alasan adiknya bisa bunuh diri sambil menahan tangisnya
Tidak... Itu tidak benar... Dia mengatakan akan menikah setelah lagunya dirilis.” Kata Suk Ho yakin
Ki Soo mengatakan kalau itu memang yang kakaknya inginkan, tapi sebenarnya Sudah lebih dari setahun kakaknya putus dengan wanita itu. Ia menceritakan dihari kakaknya meninggal, Min Soo meminta untuk minum bersama karena sangat kesepian dan lelah, tapi ia menolak dengan mengatakan bahwa hampir tidak bisa memenuhi kebutuhan hidupnya kalau tak bekerja, jadi ia juga yang mendorong kakaknya untuk bunuh diri.
Dia seperti sudah berdiri di pinggir tebing... saat kau mendorongnya. Aku tidak tahu siapa yang lebih layak mendapatkan hukuman.” Ucap Ki Soo sambil  menangis
Itu tidak akan mengubah apa pun. Jika kau sudah selesai, ayo kita pergi Kembali ke kantor polisi dan mengatakan hanya fakta-faktanya. Beritahu mereka bahwa aku membuat saudaramu melakukan...” ucap Suk Ho

“Cukup!!! Hentikan!!! Setelah kakakku meninggal, Ayahku terbaring di tempat tidur dan Sekarang Akhirnya keadaannya mulai membaik, jika dia mendengar tentang bagaimana kakakku meninggal, mungkin dia tidak akan bisa pulih lagi Kenapa kau begitu egois” teriak Ki Soo
Apa menurutmu... itu akan membuatku merasa lebih baik jika kau membusuk di penjara? Dan Apa itu membuat ayahku merasa lebih baik? Kau melakukan ini untuk dirimu sendiri. Luka-luka kami akhirnya sembuh, jadi kenapa kau menusuknya lagi?” teriak Ki Soo sambil menangis,
Suk Ho ikut berkaca-kaca bertanya apa lagi yang harus dilakukanya sekarang, karena tidak bisa mengembalikan kakaknya tapi hanya ingin mengembalikan namanya jadi pantas dihukum. Menurutnya jika harus tinggal di penjara selama sisa hidupnya maka akan melakuanya. Ki Soo menyuruh Suk Ho untuk Jalani sisa hidupnya dengan berpikir tentang kakaknya.

Hidup dalam penderitaan seakan-akan tulang belakangmu... menusuk hatimu. Itulah caraku hidup selama ini. Terima kasih untuk minumannya.” Ucap Ki Soo berjalan pergi, Suk Ho berteriak memanggilnya.
Terima kasih... untuk penampilannya. Pemuda yang meninggal itu... mengingatkanku pada kakakku. Itu membuatku menangis. Terima kasih...” kata Ki Soo sebelum keluar restoran sambil menangis. Suk Ho terlihat kebinggungan dengan keadanya sekarang.

Min Joo memberikan secangkir teh untuk Ha Nul yang datang ke kantor,  berpikir Seharusnya meneleponnya saat Suk Ho sampai dikantor jadi tak perlu datang ke kantornya sekarang. Ha Nu mengaku tidak bisa fokus pada apa pun,dan juga tidak bisa tidur.
Bagaimana denganmu? Kenapa kau masih di sini?” kata Ha Nul, Min Joo pikir mereka juga sama keadaanya sekarang.
“Apa Kau tidak tahu kantor polisi yang mana itu ?” tanya Ha Nul
Dia tidak mengatakan apapun kepadaku dan hanya ingin pergi sendiri.” Ucap Min Joo
Ha Nul mencoba menelp Suk Ho, terlihat Suk Ho duduk sendirian dengan setengah mabuk mengangkat telpnya. Ha Nul langsung bertanya keberadaanya dan Apa  baik-baik saja.
Ha Nul.... Adikku, Ha Nul tercinta....” ucap Suk Ho setengah mabuk.
Di mana kau? Tunggu aku. Aku datang.” Kata Ha Nul langsung berlari keluar, Min Joo tak bisa mengejarnya hanya bisa melihat kepergian Ha Nul. 

Ha Nul berlari masuk ke sebuah restoran melihat Suk Ho duduk sendirian, Suk Ho kembali menuangkan sojunya, Ha Nul menahanya meminta agar berhenti minum. Suk Ho tahu Ha Nul baru datang, sambil memukul paha adik temanya menyuruh untuk duduk. Ha Nul akhirnya pun duduk bersama.
Apa kau minum semua ini?” tanya Ha Nul melihat botol kosong Soju diatas meja, Suk Ho mengajak Ha Nul Minum  dan meminta bibi sebotol Soju, Ha Nul memberitahu akan membawanya pulang.
Hyung, kau minum terlalu banyak. Ayo kita pergi.” Ucap Ha Nul mengajak Suk Ho berdiri

Ha Nul menuntun Suk Ho sambil berjalan pulang, Suk Ho pikir Ha Nul itu  sangat ingin bertanya kepadanya, Ha Nul berusaha menahan lengan Suk Ho agar bisa berjalan dengan lurus, tapi Suk Ho setengah mabuk sedikit sempoyongan.
Apa kau tidak bertanya-tanya kenapa aku menjadi seperti ini? Kenapa aku ada di sini sedang mabuk dan bukannya balik jeruji?” ucap Suk Ho
Kau bisa memberitahuku besok dan Aku meminta Man Shik untuk datang ke kantor.” Kata Ha Nul
Kenapa kau memanggilnya? Ayo kita minum sekali lagi. Man Shik bisa bergabung dengan kita.” Ucap Suk Ho akhirnya tak bisa lagi berjalan tegap, Ha Nul pun langsung mengendongnya. Suk Ho memuji Ha Nul itu memang kuat.
Kau memiliki bahu seorang pria.” Puji Suk Ho, Ha Nul menyuruh Suk Ho berhenti mengoceh karena sangat berat. Suk Ho kembali bicara, Ha Nul menyuruh diam karena mulut Suk Ho itu bau alkohol
Ha Nul... Sung Hyun menyelamatkanku. Dia tidak akan menuntutku. Dia melihat penampilanmu dengan Sung Hyun, dan sangat menyukainya. Sung Hyun... Sung Hyun-ku tersayang... menyelamatkanku.” Kata Suk Ho, Ha Nul sempat terdiam dan berusaha untuk mengendong Suk Ho sampai ke kantor. 

Pagi hari
Ha Nul baru bangun tidur sambil memegang pungungnya yang merasa sakit. Kayle sedang sarapan memberitahu Ha Nul yang mengerang kesakitan dalam tidur dan bertanya apakah punggungnya terasa sakit. Ha Nul pikir pasti tidur di sisi yang salah.
Di mana tuan Shin sekarang? Bagaimana jika dia masih di kantor polisi?” ucap Geu Rin khawatir
Dia seharusnya sedang tidur di rumah.” Ucap Ha Nul, Yun Soo berpikir Suk Ho menelpnya, Jae Hoon menyakinkan Suk Ho tak ditahan.
Aku tidak tahu rinciannya. Dia cukup mabuk kemarin, jadi aku hanya mengantarnya.” Jelas Ha Nul
Apa? Kau bilang Dia mabuk? Aku belum pernah melihat dia minum.” Kata Kayle kaget, Ha Nul melirik Geu Rin yang terlihat sangat khawatir
Mereka tidak akan menggugat Suk Ho” ucap Ha Nul seperti ingin membuat Geu Rin tenang, Semua terlihat kaget tak percaya. Kayle senang karena tidak perlu menandatangani kontrak dengan Wild Company. Semua terlihat senang, tapi diwajah Ha Nul terlihat masih mengkhawatirkan sesuatu.
bersambung ke part 2 
FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar