PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Minggu, 17 September 2017

Sinopsis Strongest Deliveryman Episode 14 Part 1

PS : All images credit and content copyright : KBS

“Aku ingin melihatnya... seseorang sepertimu bisa berhasil. Jadi... perlihatkan padaku.Lakukanlah dan buat aku bahagia. Aku mencintaimu... Aku mencintaimu, Kang Soo.” Ucap Dan Ah.
Kang Soo tak percaya mendengarnya. Dan Ah akhirnya memeluk Kang Soo lebih dulu.  Kang Soo masih terdiam tapi akhirnya tanganya merangkul badan Dan Ah lalu berkata pada Dan Ah.
“Aku pasti akan perlihatkan padamu... Aku berjanji kalau pasti akan melakukannya.” Ucap Kang Soo
Keduanya saling menatap, Kang Soo ingin memberikan ciuman. Dan Ah langsung menahan bibir Kang Soo, berpikir kalau  Lain kali saja Setelah Kang Soo berhasil. Akhirnya keduanya berpelukan lebih erat lagi. 


Byung Joo dkk tidur di ruang tengah begitu saja, saat itu terdengar suara ketukuan pintu. Byung Joo bertanya siapa yang datang di malam hari. Kang Soo memberitahu kalau ia yang datang. Byung Joo membuka pintu tanpa menyalakan lampu. Kang Soo masuk menyalakan lampu, Byung Joo kaget melihat Dan Ah ikut masuk.
Ia menjerit karena hanya mengunakan boxer, Ho Young dan Young Taek juga ikut menjerit karena hanya pakai dalaman dan bergegas menarik selimut. Dan Ah sempat terdiam akhirnya membalikan badanya. Tuan Baek baru terbangun, heran melihat mereka semua ribut dan baru sadar kalau ada Dan Ah yang datang ke rumah para pria. 

Mereka semua duduk di ruang tengah sudah memakain celana, Tuan Baek meminta maaf pada Dan Ah karena melihat sesuatu yang seharusnya tidak dilihat. Ho Young  juga meminta maaf dan tahu Pasti akan sulit baginya soal tadi.
“Tapi tetap, bukankah aku yang terbaik di antara kami bertiga?” kata Byung Joo bangga
“Aku tidak melihatnya, jadi aku tidak tahu.” Kata Dan Ah.
“Hah? Kurasa bukan... Kau melihatnya dalam sekali tatapan.” Kata Young Tae. Dan Ah langsung memberikan pukulan. Jeritan kesakitan pun terdengar.

“Ada apa kemari tengah malam begini?” tanya Sung Jae
“Ayo buat restoran jalanan itu berbisnis kembali.” Kata Kang Soo
“Mana bisa ketika mereka semua mau menutup restorannya?” kata Sung Jae
“Kalau bagian itu, biar aku yang mengurusnya. Kalian semua, nanti pagi-pagi buta panggil semua pemilik restoran... Beri tahu mereka untuk membuka toko mereka, dan tunggulah kami. Dan juga Min Chan hyung, ayo kita pergi ke kampung halamanmu.” Ucap Kang Soo penuh semangat  Min Chan binggung kenapa harus  Ke kampung halamannya. 


Semua pemilik sudah berkumpul, Paman mengeluh karena menyuruh mereka untuk berhenti Tapi malah meminta berkumpul lagi, menurutnya Kang Soo dan teman-temannya itu sangat keras kepala. Si bibi lain mengaku akan senang kalau Kang Soo menemukan solusi lagi.
“Menutup bisnis yang sudah berjalan selama 20 tahun membuatku merasa tidak nyaman.” Ucap si bibi lain
“Baiklah, kalian semua keluarlah. Kang Soo akan datang.” Kata Tuan Baek masuk restoran. Semua pun bergegas keluar dari toko. 

Kang Soo datang dengan Dan Ah dan Min Chan bersama dua buah truk. Semua binggung ada apa dengan truk-truk yang dibelakang Kang Soo.  Terlihat label di samping [Silakan dilihat bahan dari Toko Makanan Lokal Hwasung!] Kang Soo akhirnya turun menemui semua pemilik toko.
“Ini adalah bahan makanan segar langsung dari pegunungan. Anda bisa membayar bahannya nanti.Tapi untuk saat ini, buka bisnis Anda dan pakailah bahan ini. Dan sebagai gantinya, Anda harus menawarkan harga yang sama dengan Jungga.” Ucap Kang Soo
“Kau bilang.. Harga yang sama? Kalau kami melakukannya, maka kami bahkan tidak bisa menghasilkan 1000 Won per piringnya.” Keluh si bibi
“Untuk sekarang lakukan saja. Jika Anda mendapatkan banyak pelanggan, keuntungan Anda akan mulai meningkat.” Jelas Kang Soo
“Meski begitu, itu tidak akan mudah. Jungga tidak pernah mempermasalahkan uang sewa. Tapi kami memikirkan hal itu!” kata Paman
“Aku yakin ada cara untuk mengatasi masalah itu juga. Pemilik bangunan akan segera datang. Jadi Bicaralah dengan mereka.” Kata Dan Ah. 

Semua berkumpul di restoran Lively, Kang Soo meminta Tolong agar  jangan kumpulkan uang sewa bulan ini. Semua pemilik gedung kaget mendengarnya, merasa mereka tak bisa hidup tanpa uang sewa gedung.
“Anda bisa bertahan satu bulan tanpa uang sewa. Jadi lakukan saja. Tidak ada satu orang pun yang tertarik untuk melihat properti Anda. Lagi pula, saat kontrak Anda dengan restoran yang sudah ada sudah habis, apa yang akan Anda lakukan?” kata Dan Ah mencoba menjelasknya. Paman dan Bibi lainya mendengar ucapan Dan Ah yang membela mereka
“Anda akan berhutang untuk mengembalikan uang jaminan mereka dan bangunan Anda akan kosong. Jadi kalau itu terjadi, bukannya Anda yang rugi lebih banyak ? Pikirkanlah ini baik-baik.” Tegas Dan Ah. Si pemilik merasa tak bisa begitu saja.
“Sejujurnya, kita semua berada dalam kapal yang sama. Kita semua akan berhasil, atau kita semua akan gagal. Hanya ada dua pilihan itu. Jadi kalian semua harus ikut dengan kami. Bagaimana pendapat Anda?” ucap Kang Soo
“Jadi, apa kau mau memberi kami uang sewa bulan depan?” tanya pemilik gedung
“ Kalau bisnisnya sukses, akan kuberikan.” Kata Kang Soo. Pemilik gedung merasa Kang Soo dkk sangat kasar.
“Benar. Presdir itu kelihatannya orang baik tapi pegawaimu itu benar-benar sesuatu.” Keluh salah seorang bibi
“Dan saat kita mulai mempromosikan restoran jalanan, aku ingin kalian semua ikut ambil bagian. Kami tidak hanya mempromosikan restoran dan juga mempromosikan properti Anda. Jadi harap kerja samanya.” Kata Kang Soo
Semua mengeluh bagus untuk apa menurutnya uni sama saja Tuan Baek pikir Itu wajar-wajar saja bagi pasangan serasi. Kang Soo pikir akan menemui mereka lagi. Akhirnya semua pemilik gedung pun keluar. Tuan  Baek kembali memanggil Semua pemilik restoran untuk mengambil logo dan pasang ditempat mencolok. 


Nyonya Jung melihat laporan pemasukan lalu bertanya Apa yang terjadi dengan penjualan mereka karena Sepertinya sejak kemarin menurun sekitar 20 persen. Manager memberitahu Di restoran jalanan itu, para pelanggan banyak yang datang ke sana.
“Tapi kenapa?” tanya Nyonya Jung heran, Manager juga merasa  tidak tahu juga.

Pemilik gedung membantu membagikan selembaran memberitahu kalau Restaurant Row dibuka kembali dengan Harga yang terjangkau dan Makanannya sangat enak.  Nyonya Jung berjalan seperti tak percaya melihatnya dan bertemu dengan Kang Soo yang sedang mengantar makanan.
“Ada apa kemari?” tanya Kang  Soo. Nyony Jung menyindir Kang Soo  pasti berusaha keras.
“Aku hanya ikut saran Anda. Jadi Kami harus membuat makanan yang benar dulu.” Kata Kang Soo
“Itu bagus. Tapi kau tidak akan bisa bertahan lama seperti ini. Orang-orang di sini hidup sehari-hari dengan uang yang mereka hasilkan. Jadi berapa lama mereka bisa bertahan?” ucap Nyonya Jung mengejek
“Karena mereka hidup sehari-hari dengan uang yang mereka hasilkan berarti mereka bisa bertahan. Dan kalau mereka diusir, itu akan menjadi akhir bagi mereka.” Ucap Kang Soo.
Nyonya Jung tak banyak berkata-kata menyuruh Kang Soo agar  Lakukan yang terbaik. Kang Soo berkata akan berusaha keras lalu pamit pergi.

Jin Kyu memasak didapur, karena tak terbiasa tanganya sempat kena cipratan minyak, lalu mengeluh dirinya hanyalah budah sambil menghisap tanganya yang sakit. Lalu ia melihat jam tanganya kalau sudah terlambat, dan bergegas pergi.
Ji Yoon sudah ada dibangku taman dengan lirikan matanya meminta Jin Kyu agar meyuapinya. Jin Kyu pun mau tak mau menyuapi sosis untuk Ji Yoon. Ji Yoon langsung memuji masakan Jin Kyu yang enak walaupun ada sedikit gosong, setelah itu meminta minum. Jin Kyu melayaninya dengann memberikan minum mengunkan sedotan.
“Bagus sekali... Kurasa aku lebih cocok jadi istri baik.” Kata Ji Yoon. Jin Kyu kaget Ji Yoon terlihat santai menyebut"Istri?"
“Ya, Suami.,.. Makan yang banyak, selalu tenang, dan menghasilkan banyak uang.” Kata Ji Yoon.  Ji Yoon menganguk mengerti dengan memangil Istri dan mengeluh.
“Tapi, harusnya kau juga cari kerja.” Kata Ji Yoon

“Tidak, tidak usah. Tidak ada perusahaan yang akan mempekerjakan pria sepertiku.” Kata Ji Kyu merasa tak percaya diri
“Apa maksudmu? Kalau dilihat dari tampangmu, ada tempat yang bahkan akan mempekerjakan orang sepertimu.” Kata Ji Yoon. Jin Kyu pikir itu termasuk pujian untuknya.
“Aku menyuruhmu untuk berani. Terima kasih untuk makanannya. Buatlah makan malam, dan temui aku di luar saat aku pulang kerja. Sampai jumpa lagi!” kata Ji Yoon lalu bergegas pergi. Jin Kyu kembali mengeluh tapi setelah itu bisa tersenyum.
“Rasanya enak memberi dia makan. Jadi Ayo kembali ke rumah dan buat makan malam.” Kata Ji Kyu lalu membereskan kotak makan. 


Tuan Na duduk dibangku teller melayani nasabah yang datang, lalu memanggil nomor 534. Kang Soo beserta paman dan bibi datang. Tuan Na sedang melihat Kang Soo yang datang. Kang Soo memberitahu Mereka pemilik restoran yang berafiliasi dengan perusahanya.
“Aku sudah dengar tentang kesulitan yang Anda hadapi. Aku akan membantu Anda. Di mana Anda mendapat pinjaman? Na Han Tae-- tidak... Maksudnya, dari saya.” Ucap Tuan Na mencoba untuk bicara secara profesional.
“Ini proposal yang pernah kita bahas sebelumnya.” Kata Kang Soo memberikan lembaran kertas pada Tuan Na.
“Apa Anda benar-benar akan memberi kami pinjaman? Anda juga tahu kalau bisnis kami sedang tidak berjalan baik.” Kata Paman merasa khawatir
“Jangan khawatir. Saya akan berikan harga terbaik untuk bisnis kecil yang kalian miliki dan mendapatkan lebih dari cukup!” kata Tuan Na. Keduanya langsung mengucapkan terimakasih.
“Tapi... kelihatannya Anda kurang semangat.” Kata Kang Soo. Tuan Na kembali menyakin dengan gayanya kalau mereka mendapat pinjaman yaitu Dari Na Han Tae. 

Kepala Bank melihat proposal yang diajukan Tuan Na,  lalu bertanya apakah tidak keberatan. Tuan Na mengangguk, menjelaskan kalau Orang yang memberi pinjaman namanya Choi Kang Soo yaitu Presdir sebuah perusahaan bernama "Strongest Deliveryman."
“Jadi Apa yang dia lakukan?” tanya Kepala Bank ingin diyakinkan
“Dia orang yang sangat baik.... Dia sangat baik... Itu sebabnya dia akan sukses.” Kata Tuan Na menyakinkan. 

Nyonya Jung kaget mengetahui kalau semua pedagang bisa kembali berkerja. Manager memberitahu kalau mereka mendapat pinjaman dari bank lain dan mereka bahkan mendapat izin untuk tidak membayar sewa selama sebulan menurutnya mereka menggunakan strategi manajemen Jungga.
“Kita selalu mengatakan "Yang perlu kita lakukan adalah bertahan beberapa bulan, walau kita mengalami kerugian." Aku percaya kalau inilah pendekatan mereka.” Kata Manager
“Jadi semua ini terpikirkan oleh Choi Kang Soo?” ucap Nyonya Jung
“Sepertinya memang begitu. Tapi ada kemungkinan seseorang juga memberitahunya tentang strategi kami juga.” Kata Manager. Nyonya Jung binggung apa maksudny.
“Maksudku karena kurasa strateginya terlalu mirip dengan kita.” Kata Manager curiga.
“Cari tahu lebih lanjut tentang orang-orang yang bekerja di perusahaan itu. Dan Cari tahu hubungan apa yang mereka miliki dengan Choi Kang Soo, apa peran mereka, dan apa kelemahan mereka. Semuanya.” Ucap Nyonya Jung mulai panik. Manager Pun mengangguk mengerti. 

Di ruang rapat
“Sepertinya si gila Kang Soo tidak mungkin melakukan ini hanya karena dia memberanikan diri.” Komentar Sung Jae
“Tolong perbaiki kata-katamu selama kita rapat.” Kata Dan Ah memperingatinya. Sung Jae menegaskan kalau ini namanya pujian.
“Aku tidak sendirian melakukan ini. Kita semua juga melakukannya.” Kata Kang Soo
“Tapi kau benar-benar melakukan sesuatu yang menakjubkan kali ini, Kang Soo. Dan juga Dan Ah... Dia juga melakukan hal yang menakjubkan. Kau hebat dalam membantu pria-pria ini. Kurasa itu sangat penting bagi seorang pria untuk bertemu dengan wanita yang baik supaya bisa sukses.” Ucap Tuan Baek memuji
Kang Soo hanya bisa tersenyum, Byung Joo pikir kalau Tuan Baek seperti itu makan Dan Ah akan memberikan pelajaran. Dan Ah seperti tak marah, mengatakan mulai sekarang akan selalu memperhatikan Presdir. Semua langsung bersorak mendengarnya.
“Jadi, itu sebabnya aku ingin bertanya, apa yang kalian berdua lakukan saat itu, di tepi pantai? Sepertinya ada banyak pasir di punggung Kang Soo.” Ucap Tuan Baek. Dan Ah langsung memberikan pukulanya. Tuan Baek hanya bisa mengaduh kesakitan.
“Itu sebabnya kau harus berhenti saat mengucapkannya. Nanti kita semua juga kena pukul.” Kata Byung Soo panik
“Perhatikan saja punggungmu. Mulai hari ini, aku juga akan menjadi Ketua Kedisiplinan.” Tegas Dan Ah
“Yang penting, aku senang kalian bersemangat. Jadi, itulah sebabnya aku ingin memberitahu kalian sekaran dan mulai besok akan menyulitkan.” Kata Kang Soo
“Melihatmu mengatakannya, kurasa memang agak menyulitkan.” Komentar Sung Jae.
“Jadi kita sarapan dan bertemu di Restoran Row jam 9 pagi.” Kata Kang Soo
“Presdir, apa tidak bisa Anda memberi kami petunjuk tentang kegiatan selanjutnya?” kata Ho Young. Kang Soo pikir bisa melihat nanti. 



Saat itu pintu diketuk, Ji Yoon masuk ke dalam ruangan. Byung Joo terbiasa memanggil Kakak ipar. Dan Ah melirik sinis. Young Taek mengatakan kalau itu adikkakak ipar dan kembali mengubah kalau itu mantan kakak ipar. Byung Joo menyuruh tak membahasnya karena Ji Yoon pasti akan sedih.
“Oh, selamat datang! Ada apa kemari?” tanya Kang Soo ramah. Ji Yoon bertanya apakah Kang Soo sedang mencari pegawai. Dan Ah mengenyitkan dahi.
“Bukan amatiran. Tapi punya beberapa pengalaman.” Kata Ji Yoon. Dan Ah ingin tahu siapa dan bisa menebaknya.
“Ya... Apa bisa Jin Kyu bekerja di sini?” ucap Ji Yoon. Semua menjerit tak percaya
“Ji Yoon, kenapa kau merekomendasikan dia?” tanya Tuan Baek heran
“Oh, itu karena... Sebenarnya, aku ini walinya.” Kata Ji Yoon. Semua kembali kaget.
“Dia pasti akan berguna. Dia punya pengalaman soal mengantar dan mengelola restoran. Dan juga... Dia pandai masak nasi dan lauk pauk.” Ucap Ji Yoon membanggakan Ji Kyu. Dan Ah mendengarnya hanya bisa mengeluh
“Baiklah. Biarkan resumenya kupegang dan pulanglah. Aku akan mempertimbangkannya.” Kata Kang Soo. Ji Yoon tak percaya mendengarnya, setelah mengucapkan terimakasih dan pamit pergi. 


“Apa Kau sungguh akan mempekerjakan Oh Jin Kyu?” kata Sung Jae tak percaya. Kang Soo menganguk.
“Hei, itu terlalu berlebihan!” ungkap Sung Jae tak setuju.
“Jangan khawatir. Aku tidak hanya ingin main-main , karena Aku juga berencana untuk meninjaunya. Semua yang kita lakukan hari ini adalah gagasan dari Oh Jin Kyu. Kalau bukan karenanya, kita mungkin tidak bisa bertahan.” Jelas Kang Soo 

Jin Kyu sibuk membuat pembatas dengan kardus, Ji Yoon baru selesai mandi bertanya apa yang dilakukannya. Jin Kyu mengatakan kalau itu Ini alat keamanan karena mereka harus menjaga batas. Ji Yoon dengan kesal menganguk mengerti.
“Bersenang-senanglah dengan DMZ kecil yang sudah kau siapkan.” Kata Ji Kyu
“Kau pikir aku apa?” keluh Ji Yoon kesal. Jin Kyu langsung mengucapkan Good night dan bergegas berbaring. Ji Yoon pun mematikan lampu kamar. 

Jin Kyu terlihat sudah memejamkan matanya. Ji Yoon  mulai berulang dengan memangil Jin Kyu sebagai Teman, kalau akan menyerang dari Utara jadi meminta agar membuka pintu.  Jin Kyu meminta agar menghentikan. Ji Yoon akhirnya terdiam. Tapi beberapa saat kemudian, Ji Yoon kembali duduk untuk mengoda Jin Kyu.
“Anak-anak, buka pintunya! Aku bukan macan! Aku benar-benar ibumu! Coba Lihat... Ini tangan ibumu!” ucap Ji Yoon seperti bermain si kerudung merah
“Permisi, kurasa kau salah rumah. Jadi Keluarkan tanganmu dari sini! Menyingkir! Menyingkir!” kata Jin Kyu langsung memberikan pukulan pada Ji Yoon. 

Ji Yoon pun akan tertidur, tapi kembali berulah dengan membuat dirinya seperti hantu. Jin Kyu menjerit ketakutan meminta Ji Yoon menghentikanya. Ji Yoon tertawa bahagia melihat, saat itu terdengar ketukan pintu memangil Ji Yoon kalau ayahnya yang datang.
Keduanya terlihat panik, Jin Kyu buru-buru mengambil semua baju dan masuk ke dalam kamar mandi. Ji Yoon melempar sepatu ke dalam kamar mandi, setelah itu membuka pintu untuk ayahnya. Jin Kyu panik mencoba mendengar dari dalam kamar mandi dengan wajah tegang.
“Kenapa kau tadi tertawa sendiri? Apa Kau masih belum tidur?” ucap ayahnya. Ji Yoon mengatakan baru saja mau tidur, lalu mengajak untuk duduk dimeja makan saja.
“Ada apa Ayah datang kemari?” tanya Ji Yoon dengan gaya manja pada sang ayah.
“Kudengar kau pindah, jadi Ayah datang menengokmu.” Kata Ayah Ji Yoon
“Bagaimana Ayah tahu kalau aku pindah? Apa Ayah mengawasiku?” kata Ji Yoon . Ayah Ji Yoon terlihat gugup ingin menjawabnya.
“Ayah hanya... Ayah janji tidak akan melakukannya. Tapi Ayah mendapat laporan kalau kau putus dengan Choi Kang Soo dan kau juga putus dengan Oh Jin Kyu.” Kata Ayah Ji Yoon. Jin Kyu mendengar pembicaran ayah dan anak.
“Apa Ayah tidak suka kalau  aku berpacaran?”kata Ji Yoon merengek
“Ayah hanya ingin kau tetap menjadi anak Ayah selamanya.” Kata Ayah Ji Yoon
“Ayah bukannya menjadi ayah yang penyayang dan Ayah hanya bodoh saja” keluh Ji Yoon. Ayah Ji Yoon pun tidak peduli!
Ayah Ji Yoon lalu melihat ada ada dua kasur, lalu menduga kalau tinggal dengan orang lain. Jin Kyu  panik di kamar mandi karena takut ketahuan. Ji Yoon membenarkan, lalu mengambil boneka panda besar kalau bonek a itu tidur disampingnya dan itu menjadi kamarnya jadi merasa dia adalah seorang seorang pria
“Hei... Apa Kau masih anak-anak? Tapi Baiklah. Tetaplah seperti itu.” Ucap Ayah Ji Yoon senang lalu ingin pergi ke toilet. Jin Kyu didalam binggung karena bisa ketahuan persembunyianya.

“Jangan! Jangan! Aku... um... menaruh celana dalamku untuk kuredam. Agak memalukan kalau Ayah melihatnya.” Kata Ji Yoon menahan ayahnya agar tak masuk.
“Tidak apa-apa. Aku ini Ayahmu.” Kata Ayah Ji Yoon. Ji Yoon menolak karena ayahnya juga seorang pria. Ayah Ji Yoon merasa sudah tak tahan.
“Maaf.. Tapi Ada toilet di depan taman bermain.  Ayo kita kesana. Aku akan perlihatkan tempatnya.” Kata Ji Yoon.
“Tidak usah. Di luar sangat dingin. Biar Ayah yang mencarinya sendiri. Dan Ambilah uang ini, Belilah yang kau butuhkan dengan ini.” Kata Ayah Ji Yoon menyiapkan uang.
Ji Yoon langsung menolak,  karena kalau mengambilnya maka tidak bisa jadi anak mandiri. Ayah Ji Yoon mengeluh karena merasa bahkan tidak bisa memberi uang pada anaknya. Ji Yoon akhirnya meminta agarnya memberikan 50ribu won saja. Ayah Ji Yoon tersenyum memberikan selembar uang 50ribu won, lalu bergegas pergi karena sudah ingin buang air kecil. 

Ji Yoon bisa bernafas lega setelah ayahnya pergi. Jin Kyu mengintip dari celah pintu,  memastikan kalau ayah Ji Yoon sudah pergi. Ji Yoon membenarkan. Jin Kyu keluar dengan membawa semua baju lalu menatap ji Yoon dengan tatapan aneh.
“Aku hanya merasa tidak enak.”kata Jin Kyu sambil mengantung bajunya kembali
“Tidak apa. Kau bisa membuatku lebih bahagia lagi. Jadi Cepat tidurlah.” Kata Ji Yoon lalu berbaring diatas alas tidurnya. Jin Kyu sempat terdiam dan menatap Ji Yoon yang masih mau dekat padanya walaupun bukan dari keluarga Chaebol. 

Kang Soo memuji semua anak buahnya yang K sudah bekerja keras hari ini. Mereka pun keluar ruangan untuk pulang. Sung Jae dengan sinis melihat Dan Ah bertanya apakah tidak mau pergi. Dan Ah mengatakan kalau Ada urusan. Sung Jae sengaja mengejek agar keduanya menikmati makan malam bersama.  Dan Ah terlihat kesal mendengarnya.
“Bagaimana aku bisa mendisiplinkannya?” keluh Dan Ah
“Akan sulit untuk mendisiplinkannya. Tidak ada satu guru pun yang bisa mendisiplinkannya di sekolah.” Kata Kang Soo
“Mendengar perkataanmu begitu membuatku sungguh ingin melakukannya.”kata Dan Ah geram
“Fokus saja padaku.” Kata  Kang Soo menarik pinggang Dan Ah seperti ingin mengodanya dan ingin menciumnya.  Dan Ah langsung mengdorong Kang Soo sampai ke tiang penyanggah. Kang Soo sempat kaget tapi Dan Ah langsung mendekat.
“Turunkan sedikit tubuhmu dan Tutup matamu.” Kata Dan Ah. Kang Soo menekuk kakinya dan memejamkan matanya, mulutnya sudah siap untuk mencium Dan Ah.
Dan Ah pun siap menyentil kening Kang Soo dengan kekuatanya. Kang Soo menjerit kesakitan. Dan Ah menyuruh agar kembali berkerja saja dan akan membuatkan kopi. Kang Soo hanya bisa tersenyum karena Dan Ah  memang bukan wanita seperti biasa. 

Dan Ah membuatkan kopi, lalu melihat didapur ada banyak bawang bombay yang sudah dikupas. Akhirnya ia memotong menjadi seperti cincin dan mulai mengorengnya. Kang Soo turun bertanya apa yang sedang dilakukan Dan Ah. Dan Ah mengeluh Kang Soo yang turun dan melihatnya.
“Aku tadi mencium sesuatu yang lezat. Aroma itu menghancurkan segalanya.” Kata Kang Soo
“Aku berniat ingin memberimu kejutan.” Ucap Dan Ah
“Maaf. Aku hanya khawatir kau akan memakan semuanya sendiri.” Kata Kang Soo. Dan Ah hanya bisa mengeluh tapi tersenyum.
Akhirnya sepiring onion ring sudah tersedia diatas meja,  Kang Soo lebih dulu mencobanya. Dan Ah langsung ingin tahu rasanya. Kang Soo mengaku Tidak tahu. Dan Ah binggung berpikir kalau rasanya campur aduk tak karuan.
“Aku tidak tahu rasanya bagaimana. Aku sangat bahagia. Ini pertama kalinya aku makan makanan yang dimasak untukku.” Ungkap Kang Soo dan ingin mencoba lagi buatan Dan Ah.
“Aku senang kalau makanan itu lezat, karena Ini saja yang bisa kubuat.” Kata Dan Ah. Kang Soo tak percaya mendengarnya.
“Tapi kenapa kau membuat onion ring ?” tanya Kang Soo. Dan Ah mengatakan kalau itu ceritanya panjang. Kang Soo meminta Dan Ah agar menceritakan saja.  Dan Ah menolak, Kang Soo merengek dengan tatapan agar Dan Ah bisa menceritakan padanya.
“Itu hanya sesuatu yang biasa kubuat. Saat aku ingin mendapat energi.” Kata Dan Ah. Kang Soo binggung apa maksudnya.
“Sejujurnya, aku ini orang yang pintar Nilaiku paling tinggi di antara semua murid, bahkan aku diterima di Universitas Hanin jurusan bahasa Inggris.” Cerita Dan Ah.
Kang Soo terkejut karena Dan Ah orang pintar. Dan Ah mengaku kalau dirinya yang menyerah karena harus bekerja demi mendapat uang. Jadi pindah ke Seoul tanpa merencanakan apa pun dengan naik kereta tengah malam dan menangis di kereta itu.
“Aku sangat ingin kuliah. Tapi kemudian, aku menangis beberapa bulan setelah itu. Karena aku menyadari kalau aku tidak punya harapan. Dan itu membuatku sangat menderita sampai aku menceburkan diriku ke sungai.” Cerita Dan Ah. Kang Soo kaget dan matanya mulai berkaca-kaca
“Tapi aku berhasil selamat. Ahjumma yang menyelamatkanku saat itu membawaku ke restoran Cina-nya. Tapi ketika sampai di sana, suaminya membuat onion ring, dan memakannya. Lalu saat dia melihatku, yaitu seorang gadis yang hampir tenggelam... Dia bilang "Kau mau makan ini?", dan memberiku sepiring onion ring. Jadi aku mengambil dan memakannya.” Cerita Dan Ah
“Dan aku tidak tahu kenapa, tapi makanan itu sangat lezat! Jadi aku mulai menangis lagi. Dan Pada hari itu, aku memutuskan untuk tidak akan mencoba bunuh diri lagi. Aku pasti akan bertahan, dan lolos dari negara ini. Sejak saat itu, kalau aku merasa tekadku hancu, maka .aku akan membuat ini dan memakannya. Dan ketika aku membuatnya, maka aku selalu merasakan tubuhku dipenuhi oleh energi.” Cerita Dan Ah
Kang Soo menatap Dan Ah ternyata memiliki beban hidup bersama lalu memegang tangan pacarnya. Dan Ah meminta Kang Soo agar mengatakan ketika dalam kesulitan maka akan membuatkan ini untuknya karena  makanan itu sangat bergizi. Keduanya saling menatap, akhirnya Dan Ah lebih dulu mencium Kang Soo.
“Lakukan yang terbaik, Presdir. Aku akan selalu menghiburmu.” Kata Dan Ah.
“Ya, Dan Ah... Aku akan melakukan yang terbaik.” Ucap Kang Soo. Keduanya bisa tersenyum.
Bersambung ke part 2

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 




FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar