PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Kamis, 01 Februari 2018

Sinopsis Black Knight Episode 17 Part 1

PS : All images credit and content copyright : KBS
Sharon yang tak terima langsung menusuk Soo Ho dengan pisau yang sudah di leburkan dengan cincin Hae Ra.  Soo Ho terjatuh dengan memegang ponselnya dan melihat nama Hae Ra yang menelpnya. Hae Ra menelp Soo Ho terlihat kebingungan karena Soo Ho yang tak bisa dihubungi.  Soo Ho seperti berusaha bertahan dan semua masa lalunya yang dialaminya jaman dulu.
Flash Back
Boon Yi memberitahu dengan  Myung Soo kalau hari ini Bulan purnama.  Myung Soo mencoba mengartikan ucapan Boon Yi  kalau Saat bulan mencapai purnama. Tapi akhirnya tak mengerti yang dikatakan dengan bahasa isyarat. Boon Yi memperlihatkan wajah kesal.
“Aku tahu... Jika cincin itu menerima sinar sinar bulan purnama, maka cincin itu akan mendapatkan kekuatan untuk mengabulkan keinginanmu. Jadi Boon Yi, apa harapanmu?” ucap Myung Soo
“Rahasia.” Kata Boon Yi. Myung Soo memgenggam tangan Boon Yi mengajak masuk ke dalam karena Dingin.
“Katakan padaku saat kita didalam.” Ucap Myung Soo memohon. 


Keduanya duduk bersama, Myung Soo ingin tahu apa yang harapan Boon Yi memohon agar bisa mendengarnya. Boon Yi mengatakan kalau Keinginannya adalah tidak akan menerima racun sebagai hukuman. Soo Ho pikir Itu adalah keinginan yang sulit untuk menjadi kenyataan.
“Aku memohon kau tidak akan mati meskipun kau minum racunnya. Meskipun kau meminum racun itu, Apapun yang terjadi padamu Aku memohon agar kau tidak pernah dengan mudah melepaskan hidupmu..” Ucap Boon Yi
“Kau berharap pada cincin itu.. Baik. Boon Yi... Aku akan memakai cincin itu saat aku menerima racun. Jadi Jari mana yang cocok?” kata Myung Soo. Boon Yi merengek kalau  tidak suka lelucon.
“Aku juga tidak bercanda. Kau benar-benar menginginkan cincin itu. Jadi kau harus menyentuh kulitku. Setidaknya aku akan memasukkannya ke saku, agar aku tak akan pernah mati.” Jelas Myung Soo
“Tolong jangan mati.” Ucap Boon Yi dengan mata berkaca-kaca.  Soo Ho menegaskan tidak akan mati dan Tak pernah.


Soo Ho dengan sedikit tenaga yang tersisa berkata “Aku tidak akan mati. Tak pernah. ..Tidak pernah.” Lalu akhirnya menutup matanya. Sementara Sharon berjalan  dengan gaun pengantinya menyeberangi jembatan, teringat kembali saat mengumpat marah pada Myung Soo agar mati saja dalam kebakaran.
Ia juga meminta paman yang ada di toko perhiasan melebur cincin dan juga membuatkan pisau baru Pada harimau, hari, dan jam, dengan bentuk pisau yang sangat keras dan tajam.

Baek Hee gelisah di rumahnya. Sharon datang seperti kelelahan dan langsung berbaring disofa. Baek Hee kaget dan bertanya baju apa yang digunakan Baek Hee. Sharon hanya diam saja. Baek Hee meminta Sharon agar menjawabnya sekarang.
“Baek Hee... Kita harus pergi... Aku... membunuhnya” ucap Sharon. Baek Hee melotot kaget mendengarnya. 

Baek Hee datang ke tempat Sharon dan kaget melihat Soo Ho sudah terbaring dengan banyak darah, lalu mencoba menyadarkanya dengan meminta membuka mata tapi Soo Ho tak bergeming.
“Tidak. Kau tidak boleh mati... Sadarlah...” kata Baek Hee mencoba menarik pisau tapi malah membuat tanganya terbakar.
“Tolong sadarkan dia. Tolong selamatkan dia.” Ucap Baek Hee memohon, saat itu juga pisau dari tubuh Soo Ho keluar begitu saja.
“Sharon. Aku membawa barang dari Dongdaemun.” Kata Seung Goo dan semua mutiaranya jatuh berantakan karena kaget melihat Soo Ho yang penuh darah.
Ia bertanya Apa yang terjadi pada Pak Moon. Baek Hee menyuruh Baek Hee agar memanggil ambulance segara. Seung Goo bisa melihat kalau itu pisau milik Sharon tergeletak di lantai, lalu mencari sharon dengan panik. Baek Hee terus memohon agar Soo Ho tetap hidup. 

Soo Ho masuk ke ruangan IGD dengan diberikan alat kejut jantung dan baju penuh darah. Saat itu jiwa Soo Ho seperti sudah pergi melayang ke alam lain, ia melihat ayah Hae Ra dan memanggilnya. Tuan Jung kaget melihat Soo Ho yang ada didepanya.
“Ini Sudah lama sekali... Kau telah menjadi seorang pemuda yang baik. Banyak hal yang ingin kubicarakan saat bertemu denganmu. Aku minta maaf, dan terima kasih.” Ucap Tuan Jung seperti merasa bersalah dengan sikapnya.
“Hae Ra dan aku akan menikah.” Kata Soo Ho  memberitahu yah mertuanya
“Soo Ho... Kau... tak seharusnya disini. Kembalilah. Apa kau melupakan janjimu dengan Hae Ra?” ucap Tuan Jung. Soo Ho seperti binggung lalu mendengar suara Hae Ra yang memanggilnya dari arah lain. 


Hae Ra berjalan masuk ke dalam rumah sakit dengan wajah panik. Soo Ho sudah pindah ke ruanga rawat dengan dokter dan Seung Goo yang menemaninya. Dokter wanita memberitahu Denyut nadinya stabil, jadi akan segera sadar kembali dan bisa melihat nanti.
“Apa Jantungnya berhenti karena pendarahan yang berlebihan?” tanya Hae Ra. Dokter membenarkan.
“Tapi Anehnya, dia tidak mengalami cedera luar yang bisa menyebabkan pendarahan berlebihan. Kami melakukan pemeriksaan kepadanya untuk mengetahui apakah itu stroke, Tapi ternyata tidak. Kami belum pernah mengalami kasus seperti itu sebelumnya. Jadi kita harus menunggu dan melihat kondisinya terlebih dahulu.” Jelas Dokter lalu keluar dari ruangan

“Apa yang terjadi? Apa kau yang memanggil ambulans? Dimana dia?” tanya Hae Ra. Seung Goo mengajak agar mereka bicara di luar.
Hae Ra kaget mengetahui kalau Soo Ho ada Di Sharon Tailor. Seung Goo pikir Soo Ho datang untuk mencoba setelan pernikahannya. Hae Ra tak mengerti dengan ucapan Seung Goo.
“Kita seharusnya membuat gaun dan setelan untuk pernikahanmu.” Jelas Seung Goo. Hae Ra kaget mendengarnya lalu mengingat kembali saat ada dimobil


Flash Back
“Kau tidak mendapat telepon dari Sharon, bukan? Jangan menemuinya bahkan jika dia melakukannya.” Ucap Soo Ho seperti ingin menjauhkan Hae Ra.
Hae Ra pun ingin tahu Kapan Soo Ho meminta untuk membuatkanya, Seung Goo mengaku kalau Pak Moon tidak memintanya sendiri. Hae Ra pun ingin tahu siapa itu. Seung Goo menyebut nama Baek Hee jadi Karena itulah Tuan Moon bilang akan memakainaya.
“Kenapa dia meminta bantuan seperti itu?” tanya Hae Ra. Seung Goo mengaku tidak tahu
“Dan... Aku benar-benar tidak ingin mengatakan ini... Aku melihat pisau perak Sharon jatuh di sebelah Pak Moon. Tapi Aku tidak melihatnya di ambulans. Saat dia pingsan, Baek Hee bersamanya.” Ucap Seung Goo. Hae Ra seperti merasa ada sesuatu yang mencurigakan. 

Baek Hee akhirnya kembali ke rumah, Sharon ingin tahu keberadaan Soo Ho. Baek Hee melempar baju agar ganti pakaian karena tak mau melihatnya seperti itu. Sharon bertanya Apakah polisi mencarinya. sebagai tersangka pembunuhan?
“Dia beruntung karena bisa menyelamatkan nyawanya.” Kata Baek Hee. Sharon kaget kalau Soo Ho masih hidup
“Aku... menyerah padamu. Aku tidak ingin bertemu denganmu lagi.” Ucap Baek Hee kesal. Sharon tak percaya Baek Hee melakukan hal itu
“Tinggalkan negara ini. Jangan berpikir untuk menunjukkan diri dihadapan mereka.” Ucap Baek Hee.
“Tidakkah kau pikir terlalu jahat terhadapku?” ucap Sharon kesal
“Haruskah aku melaporkanmu ke polisi bahwa monster berusia 200 tahun mencoba menyakiti seseorang?” kata Baek Hee mengancam
“Kau membuatku seperti ini.” Ucap Sharon membela diri. Baek Hee pikir itu benar.
“Bunuh saja aku saja, Sharon... Dan balas dendammu.” Ucap Baek Hee marah. Sharon memilih untuk pergi berganti pakaian.


Hae Ra memasukan beberapa baju ke dalam tas. Bibi Lee ingin tahu Apa yang terjadi dan meminta agar menceritakan secara rinci. Hae Ra hanya menjawab kalau Soo Ho sedikit terluka jadi Bibi Lee Jangan terlalu khawatir dan akan segera pulih.
“Dari mana dia terluka sampai dibawa ke rumah sakit? Apa Dia mengalami kecelakaan mobil?” tanya Bibi Lee panik
“Dia sepertinya terlalu banyak bekerja dan akan segera pulih.”kata Hae Ra
“Apa kau memanggil karyawannya?” tanya Bibi Lee. Hae Ra mengaku Belum.
“Aku akan merawatnya mulai besok pagi.” Kata Bibi Lee. Hae Ra menganguk setuju dan akan menelepon nanti lalu bergegas pergi
“Astaga, apa yang sedang terjadi? Tadi pagi dia berangkat kerja sambil tersenyum.” Kata Bibi Lee dan saat itu ada telp dari Sharon Tailor
Bibi Lee berbicara kalau sudah dengar kabar itu dan berada di Rumah Sakit Haneul.

Saat itu Seung Goo menjaga Soo Ho berbicara pada Hae Ra kalau tak perlu terburu-buru dan bisa luangkan waktunya, bahkan mengaku tak lapar dan memberitahu kalau Soo Ho yang bereaksi terhadap suara. Saat itu dikagetkan dengan jari Soo Ho yang bergerak dan akhirnya bergegas keluar kamar manggil dokter.
“Sudah kubilang dia akan segera sadar kembali. Aku akan memeriksa kondisinya, jadi kau bisa tinggal di luar sebentar.”ucap Dokter
“Wali-nya akan segera datang.” Ucap Seung Goo lalu pamit pergi. 

Dokter mencoba mengajak bicara pada Soo Ho kalu memang mendengarnya maka bisa mengerakan jarinya. Soo Ho bisa menjawab agar gerakan jarinya. Dokter memuji lalu meminta Soo Ho agar membuka matanya. Soo Ho tak bisa melakukanya.
Saat itu dokter melepaskan kacamatanya, terlihat sharon yang menyamar kembali. Dr Park Ji Yeon tertidur di ruanganya tak menyadarinya. Sharon mendekati mengelus pipi Soo Ho dengan tatapan sinis kalau sudah menyuruh untuk dilahirkan kembali.
Saat itu Sharon ingin mengambil bantal ingin menutupi wajah Soo Ho agar mati, tapi seperti ada pelindung dan akhirnya membuat dirinya terlempar. Lalu ia bergegas pergi dengan wajah panik. Hae Ra baru membuka pintu binggung melihat dokter yang langsung pergi.
“Soo Ho... Apa kau sadar?” kata Hae Ra masuk dan melihat Soo Ho sudah membuka matanya.
“dimana aku?” tanya Soo Ho kebingungan. Hae Ra memberitahu kalau Soo Ho berada di rumah sakit.


Rumah Sakit Haneul
Soo Ho sudah bisa duduk sambil minum, menyuruh Hae Ra agar pergi berkerja dan tak perlu khawatir.  Hae Ra ingin tahu apakah Soo Ho merasakan sakit dibagian mana. Soo Ho mengaku Tidak semuanya tapi merasa jauh lebih baik dari biasanya.
“Apa Kau tidak ingat kenapa kau datang ke sini?” tanya Hae Ra binggung
“Tiba-tiba aku merasa pusing dan demam, jadi aku datang ke ruang gawat darurat.” Ucap Soo Ho santai
“ Kemarin, Aneh rasanya tidak ada luka tapi kau banyak berdarah.” Uca Hae Ra binggung
“Aku tidak berdarah dan berjalani sendiri kemari.” Kata Soo Ho yakin
“Apa kau tahu dimana kau meninggalkan pakaianmu?” tanya Hae Ra. Soo Ho juga tak tahu. Hae Ra merasa ada yang aneh. Soo Ho tak ingin Hae Ra banyak berpikir menyuruh agar pergi berkerja saja sebelum terlambat. Hae Ra pun pamit pergi dengan Soo Ho walaupun terasa berat. 


Soo Ho terdiam seperti juga merasakan sesuatu karena ucapan Hae Ra yang berbeda dengan ingatanya.
Flash Back
Baek Hee melihat Soo Ho dengan penuh darah memberikan parfum dengan meminta maaf lebih dulu. Ia berkata Soo Ho  Hae Ra, dan Sharon, maka harus melupakan hari ini.
“Apa yang terjadi semalam?” ucap Soo Ho merasakan sesuatu dan mencoba mengingatnya, lalu menonton berita di TV.
“Kota yang dipilih untuk kebangkitan kota menuntut keputusan untuk dibatalkan” Semua melakukan Demo dan juga memberikan selembaran
“Untuk siapa kita menghidupkan kembali kota ini, dan untuk siapa kita melestarikan kota ini? Uang pembayar pajak akan digunakan untuk ini, dan orang-orang menunjukkan bahwa ini tidak ada keuntungannya. Apakah kita harus melanjutkan proyek ini?” ucap Tuan Park memberikan pernyataan.
Saat itu juga Soo Ho seperti merasakan marah dan memecahkan gelas yang ada ditanganya saat akan mengambil teko untuk minum, tatapan juga binggung karena tanganya tak mengeluarkan darah terkena pecahan kaca. 


Direktur masuk ruangan melihat bangku Hae Ra yang kosong lalu mengeluh kalau pegawainya itu benar-benar mengundurkan diri setelah mendapat promosi.Ketua Tim pikir kalau direkturnya harus membiarkannya istirahat karena Pak Moon tiba-tiba dirawat di rumah sakit.
“Dia mengirim proposal saat tengah malam, bahkan mengirim email saat dia merawatnya.” Ucap Ji Hee. Direktur bisa mengerti dan akan memeriksanya.
“Kita akan pergi dan mengunjungi Pak Moon saat makan siang.” Ucap Ketua Tim. Direktur pun akan membiarkannya pergi. Keduanya terlihat bahagia.
“Tapi Hanya jika aku menyukai proposalmu.” Kata Direktur. Ketua Tim ingin mengeluh tapi hanya dengan tatapan direktur membuat dirinya menganguk mengerti. 

Hae Ra menemui Seung Goo terlihat kesal karena sebelumnya  dengan jelas mengatakannya kemarin Seung Goo melihat pisau Sharon, tapi tidak didalam ambulans dan juga Baek Hee ada di sana saat Soo Ho pingsan. Seung Goo seperti tak sadar kalau mengatakan hal itu.
“Ya, kau bilang begitu.  Di depan ruang gawat darurat.” Ucap Hae Ra. Seung Goo ingin tahu kapan mengatakan itu seperti tak mengingatnya.

Flash Back
Seung Goo pergi menemui Sharon memberikan paspor bertanya Kenapa tiba-tiba membutuhkan paspor. Sharon hanya mengaku kalau Terjadi sesuatu jadi meminta Seung Goo agar mengurus Sharon Tailor saat dirinya sementara pergi.
“Kau adalah pemilik dan kepala perancang untuk sementara.” Ucap Sharon memberikan tugas pada Seung Goo
“Berapa lama kau akan pergi?” tanya Seung Goo. Sharon mengatakan tak tahu.
“Dan apa yang terjadi kemarin? Mengapa pisaumu ada di lantai disamping Pak  Moon? Apa yang terjadi?” tanya Seung Goo penasaran. Sharon hanya diam saja. 

Saat itu Baek Hee memanggil  Seung Goo agar ikut denganya karena ingin memberi sebotol parfum sebagai hadiah. Seung Goo masuk ruangan sudah terlelap, dan Baek Hee memberikan wewangian sambil berkata kalau Kemarin,Tidak ada yang terjadi. 

Hae Ra pun ingin tahu alasan Seung Goo di rumah sakit. Seung Goo mengaku kalau kemarin  ada di sana karena perutnya Tiba-tiba mual, dan melihat Hae Ra ada  di sana. Hae Ra tak percaya kalau Seung Goo seperti lupa dengan ucapanya.
“Aku sakit setelah makan semangkuk mie.. Saat aku berbelanja bahan di daerah Dongdaemun.” Kata Seung Goo. Hae Ra pun tak bisa berkata-kata lagi. 

Dokter Park melihat Hasil Uji Darah Soo Ho kalau semua normal, lalu berkomentar belum pernah melihat orang yang sembuh begitu cepat dan menurutnya Ini unik. Ia lalu memastikan kalau apakah masih ada Sakit kepala atau pusing. Soo Ho mengaku Tidak semuanya.
“Tapi tinggalah beberapa hari dan lihat bagaimana kondisi selanjutnya.” Kata Dokter Park
“Aku merasa sehat jadi Kupikir aku bisa segera pulang.” Ucap Soo Ho
“Kalau begitu... segeralah kembali jika kau merasa aneh.” Kata Dokter Park. Soo Ho menganguk mengerti. 

Sharon kembali pulang, Baek Hee bertanya Kemana Sharon pergi tadi malam tanpa memberitahunya.  Sharon mengaku kalau baru saja tokonya dan melihat Baek Hee yang sudah membersihkan semuanya dan bertanya apakah mendapat telepon dari rumah sakit.
“Kenapa kau ingin tahu? Aku akan segera pergi.” Ucap Baek Hee. Sharon pikir kalau Soo Ho masih hidup.
Soo Ho saat itu masuk ke dalam rumah Baek Hee, melihat ada kober dan juga paspor. Baek Hee menegaskan kalau Soo Ho bukan seseorang yang mudah disakiti. Soo Ho mendengar pembicaraan keduanya.
“Jika kau melakukannya lagi, maka Aku akan memberitahu polisi. Jadi Ingat itu.” Tegas Baek Hee 


Baek Hee keluar dari ruangan dikagetkan dengan Soo Ho yang sudah ada di ruang tengah. Soo  Ho tahu kalau Baek Hee yang sengaja seperti menghipnotisnya kalau harus melupakan semalam Karena apa yang baru saja dikatakan.Sharon medengar suara Soo Ho lalu keluar dari ruangan.
“Nona Choi... Sepertinya kau ingin melarikan diri.” Ucap Soo Ho langsung merobek paspor. Sharon langsung mengumpat Soo Ho yang sudah gila.
“Kau hidup lebih dari 200 tahun, dan kau bisa melakukan sihir. Kau bisa pergi kemana saja tanpa itu.” Kata Soo Ho. Sharon kaget kalau Soo Ho yang mengingat hal itu.
“Aku ingat, tapi itu tidak berarti apa-apa untukku, Tapi Yang penting adalah kau seorang pembunuh.” Kata Soo Ho. Saat itu Hae Ra datang
“Aku datang untuk mengajukan pertanyaan. Apa kau... menusuk Soo Ho kemarin?” ucap Hae Ra pada Sharon tapi Sharon hanya diam saja.
“Ibu Jang, kau tahu sesuatu, kan? Kau menyembunyikan sesuatu.  Benarkan? Seung Goo berkata, Dia melihat pisau Sharon di sebelah Soo Ho. Meski ia mengatakan sesuatu yang berbeda hari ini.” Kata Hae Ra. Baek Hee hanya bisa diam saja.
“Ayo ke kantor polisi. Kita akan bicara di sana.” Kata Soo Ho 


Di perjalanan, mobil Soo Ho terkena macet. Sharon pun menatap kearah jendela memberitahu kalau membuatkan mereka pakaian pernikahan jadi Itu berarti  mungkin bisa mati sekarang, tapi masih belum tahu apa kesalahannya. Soo Ho dan Hae Ra terlihat tak peduli
Saat itu Sharon tiba-tiba keluar dari mobil dan langsung melompat dari atas jembatan. Hae Ra shock melihat Sharon yang tiba-tiba bunuh diri.  Soo Ho langsung memeluk Hae Ra yang shock agar tetap tenang, beberapa orang keluar mobil berteriak kalau ada yang melompat dan meminta agar memanggil ambulance.
Bersambung ke Part 2

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

1 komentar:

  1. Kasihan sama Sharon... T.T (mencoba melihat dari sudut pandang yang lain)

    BalasHapus