Minggu, 06 Agustus 2017

Sinopsis Strongest Deliveryman Episode 2 Part 2

PS : All images credit and content copyright : KBS

Dan Ah memulai pemanasan, Tuan Baek panik meminta Dan Ah agar menghentikanya dan tidak punya bukti. Dan Ah pikir kalau Buktinya akan terungkap setelah dipukuli, lalu mulai memberikan tendangan. Tuan Baek bisa menghindarinya.
“Aku juga handal. Aku seorang ahli bela diri tingkat 18, kalau kau ingin gelar sepertiku juga.” Ucap Tuan Baek
“Bagus sekali. Akan kubuat kau menderita.” Kata Dan Ah dan keduanya pun saling menyerang dan menghindar
“Pasti itu Hapkido. Sepertinya kau sudah lama berlatih.” Kata Tuan Baek. Dan Ah membenarkan kalau untuk mengalahkan si mesum seperti Tuan Baek.

Keduanya kembali berkelahi, Dan Ah ingin menendang dan Tuan Baek menahanya, dengan tanganya. Tapi tangan kanannya, tak sengaja menyentuh bagian dada Dan Ah. Tuan Baek meminta maaf dengan wajah panik kalau tak sengaja menyentuhnya. Dan Ah langsung menendang selangkanganya, Tuan Baek merasa kalau ini curang.
“Ini baru yang namanya pertempuran. Kalau kau berkeliaran di sekitar rumahku lagi, takkan kubiarkan kau lolos begitu saja. Mengerti?” ucap Dan Ah.
“Dan Ah... Dan Ah... Aku mencintaimu.” Kata Tuan Baek sebelum Dan Ah pergi. Dan Ah langsung memberikan tendangan dan Tuan Baek langsung jatuh berguling. 

Ji Yoon terlihat bahagia karena sudah Jam pulang kerja, lalu berpisah pada dua temanya yang berbeda jalan.  Ji Yoon berjalan tersenyum bahagia mendapat upah 39.000 won.
“Aku bekerja di hari kerja, jadi sekitar 20 hari per bulan. Jadi kira-kira totalnya 800.000 Won per bulan?” Kata Ji Yoon. Lalu melihat baju yang dipakainya bisa 2 juta won.
“Ah.. Tidak, yang penting aku sudah mendapatkannya.” Kata Ji Yoon menyakinkan diri. Saat itu sebuah mobil mengikutinya dan Jin Kyu menyalakan klakson.
“Kau aktris yang baik. Apa Kau jurusan teater? Aku kenal banyak orang di jurusan itu. Apa Mau kukenalkan padamu? Harusnya kau bekerja sesuai bakatmu.” Ucap Jin Kyu mengejek. Ji Yoon mencoba untuk kabur
“Bagus juga larimu... Bakat apa lagi yang kau punya?” ejek Jin Kyu. Ji Yoon meminta maaf dan memohon agar menghentikanya.
“Lebih cepat lagi! Buatlah rekor barumu hari ini. Kau harus ikut Olimpiade.” Ejek Jin Kyu melihat Ji Yoon terus berlari, sampai akhirnya sebuah motor tiba-tiba datang dan berhenti didepanya. 
Ji Yoon kaget melihat Kang Soo yang datang, Kang Soo memastikan kalau Ji Yoon baik-baik saja. Jin Kyu turun dari mobil dengan wajah kesal melihat Kang Soo lagi yang membuat masalah padanya. Kang Soo memarahi sikap Jin Kyu karena bisa menyakiti seseorang.
“Jangan khawatir. Aku bisa berkendara lebih baik darimu. Aku hanya bermain-main.” Kata Jin Kyu. Kang Soo makin marah mendengarnya. Ji Yoon menahan Kang Soo agar tak berkelahi dan mengajak pergi saja.
“Pria seperti ini pantas dipukuli.” Ucap Kang Soo. Jin Kyu mengaku  memang suka dipukuli. Kang Soo ingin memukulnya, Ji Yoon kembali menahanya dan akan bicara sendiri dengan Jin Kyu.


“Pelanggan, aku sungguh minta maaf. Aku minta maaf untuk hari ini dan untuk sebelumnya juga. Tapi, yang bisa kulakukan hanyalah minta maaf. Aku tidak punya uang, atau hal apa pun juga. Jadi, tolong hentikan ini.” Ucap Jin Kyu 

 “Uang, apa? Atas dasar apa kau mengatakan ini?” kata Jin Kyu heran
“Aku juga tidak tahu, tapi aku berharap itu yang akan kau lakukan. Jika kau melakukan ini lagi, maka aku akan beritahukan ini padanya. Aku tinggal bersamany dan Dia pendampingku. Dia juga seorang petarung yang hebat.” Ucap Ji Yoon merangkul Kang Soo
“Wow, kalian berdua memang pasangan yang serasi. Kalian pasangan yang sempurna.” Ejek Jin Kyu makin menjadi-jadi.
Kang Soo kembali ingin memukul, Ji Yoon langsung menahanya. Jin Kyu menyuruh keduanya hidup saja bersama hingga ribuan tahun sambil mengejek kalau Ini wilayah yang menyenangkan dan mereka Semoga hidup bahagia. Kang Soo mengumpat kesal pada Jin Kyu si brengsek kurang ajar itu saat pergi meninggalkanya. 

Ji Yoon mengaku kalau ia yang berbuat salah. Kang Soo heran menanyakan apa sebenarnya yang dilakukan itu. Ji Yoon menceritakan cuma bertemu dengannya karena salah paham.Kang Soo ingin Ji Yoon mengatakan yang sebenarnya.  Ji Yoon menolak tak ingin memberi tahu ini pada Ahjussi.
“Kau benar-benar memuakkan.” Keluh Kang Soo. Ji Yoon ingin tahu alasanya.
“Kau tidak perlu tahu. Dan Jangan saling gandengan lengan begini.” Ungkap Kang Soo. Ji Yoon kembali bertanya kenapa.
“Pulanglah ke rumah dan tidurlah. Aku harus pergi ke suatu tempat.”ucap Kang Soo. Ji Yoon ingin tahu kemana.
“Apa Kau tak mau mengantarku pulang?” ucap Ji Yoon merengek. Kang Soo menyuruh Ji Yoon pulang sendiri. Ji Yoon merengek kalau takut. Kang Soo menyuruh Jin Yoon lari saja. Ji Yoon mengaku kalau masih takut. Kang Soo tak peduli memilih langsung pergi saja. Ji Yoon hanya bisa berteriak memanggilnya. 


Kang Soo memperbaiki motor yang rusak, salah satu adiknya itu baru tahu kalau Kang Soo tinggal di wilayah itu. Kang Soo bertanya apakah tahu wilayah itu. Hyun Soo sudah pasti tahu karena neneknya punya restoran seolleongtang dengan nama Hanyang Seolleongtang. Kang Soo pun jadi tahu kalau Hyun Soo cucu dari Nenek Jung.
“Kau banyak berjalan supaya bisa bertemu dengan banyak orang.” Ejek adik satunya.
“Aigoo, ceritakan tentang hal itu. Dia kelihatan seperti orang baik.” Kata Kang Soo lalu meminta teman yang sudah dianggapnya adik menyalakan mesin motornya.
Motor antar makanan pun bisa dinyalakan kembali,  Kang Soo meminta upahuntuk memperbaikinya. Temanya merengek kalau mereka sudah seperti saudara. Kang Soo terus meminta bayaran, dan akhirnya mereka pun makan sosis di minimarket. 

Kang Soo menanyakan kabar mereka. Si pria kaos hitam pikir sama saja.jadi tukang antar seharian lalu tidur. Hyun Soo pikir kalau di tokonya ada lowongan kerja, agar memberitahukanya supaya bisa bersama Kang Soo. Kang Soo mengeluh temanya itu pergi dari rumah demi Seoul, padahal tahu kalau ibunya tinggal sendirian.
“Aku tidak pernah bersama ibuku. Dia malah selalu mengomeliku. Aku kesal melihatnya.” Ucap Hyun Soo. Kang Soo langsung memukul kepala Hyun Soo dengan sangat keras. Temanya heran meminta Kang Soo mengatakan saja dari pada memukul Hyun Soo.
“Apa yang membuatmu kesal? Apa tidak bisa orangtua mengomeli anak mereka sendiri? Beberapa ibu membuang anak-anak mereka dan meninggalkanya. Dia membesarkanmu sampai umur 20 tahun dan bahkan tidak bisa mengomelmu?” kata Kang Soo. Hyun Soo seperti merasa bersalah.
“Jangan bicara seperti itu. Aku mungkin tidak akan pernah menemuimu lagi. Mengerti?” tegas Kang Soo. Hyun Soo mengangguk mengerti.
“Dasar gila. Kenapa kau tiba-tiba marah begitu?” keluh temanya. Kang Soo pun hanya bisa diam saja, seperti menyimpan sesuatu dalam diri. 


Di depan minimarket
Hyun Soo tertunduk meminta maaf pada Kang Soo,  Kang Soo menyuruh Hyun Soo agar mengunjungi ibunya hari ini. Hyun Soo mengangguk setuju dan memastikan kalau Kang Soo tak marah lagi padanya. Kang Soo mengatakan kalau Tergantung dari sikapnya. Hyun Soo tersenyum bahagia mendengarnya.
“Jangan ketawa... Aku akan selalu menyayangimu.” Ucap Kang Soo. Temanya menyuruh Kang Soo tidur di rumah mereka dan pergi pagi-pagi.
“Tidak bisa. Ada seorang gadis yang bersembunyi di kamarku.” Kata Kang Soo dan bergegas pergi dengan motornya.
Si pria berbaju hitam seperti tak percaya kalau Kang Soo memiliki pacar. Hyun Soo pikir itu cuma angan-angannya saja dan Siapa tahu Kang Soo punya boneka aneh yang pernah dibelinya.  Mereka pun tertawa, lalu akan segera pergi.

“Kau duluan saja, Hyung. Karena dia mengungkitnya, kurasa aku mau berkunjung ke rumahku dulu.” Ucap Hyun Soo pada rekan kerjanya.
“Aigoo, dasar. Kenapa  Kang Soo mengatakan sesuatu seperti itu...” keluh temanya dan mereka pun pergi dengan arah yang berbeda.
Hyun Soo terlihat gembira akan bertemu dengan  ibunya, dengan jalan yang tak ramai mulai memacu motornya. Lampu mulai berganti dari Hijau, kuning dan merah, tapi karena melaju dengan cepat Hyun Soo malah menabrak mobil yang didepanya.
Sopir Taksi membawa Hyun Soo yang tergeletak dengan darah dikepalanya, Ia meminta agar Hyun Soo bisa bertahan karena mereka segera ke rumah sakit. Ketika berbelok mobilnya malah di hentikan, meminta agar melalui jalan lain karena sedang ada kontruksi. Sopir memberitahu kalau ada pasien darurat jadi meminta agar lewat saja.
“Tidak, kedua jalur sedang diblok. Anda harus mencari jalan alternatif.” Ucap si pria. Sopir taksi pikir Kalau mencari jalan akan memakan waktu lama. Dua pria menegasakan taksi itu masih belum bisa melewatinya dan menyuruh agar memutar balik. Hyun Soo yang kesakitan hanya bisa memanggil ibunya. 
Di dua jalur jalur ternyata, Jin Kyu dan temanya sedan melakukan adu balap liar dengan sengaja menutup jalan. Seorang wanita merangkul Jin Kyu seperti ingin memberikan semangat. Jin Kyu yakin kalau Kali ini akan menang.
Balapan liar pun terjadi, di jalan raya dengan dianggaps sebagai sirkuit. Sampai akhirnya Jin Kyu yang lebih dulu sampai ke garis finish, lawanya hanya bisa terlihat kesal karena dikalahkan oleh Jin Kyu. Saat itu seseorang mengambil gambar Jin Kyu yang sedang balapan liar. 

Tuan Jang membawakan sepiring Daging babi asam manis untuk pesanan. Dan Ah tiba-tiba membahas tentang lantai dua. Kang Soo terlihat panik. Dan Ah mengatakan di lantai dua sebenarnya seperti bis bersusun. Kang Soo dengan nada sinis merasa itu tak sama.
“Apa Kau tidak suka lantai dua? Oh, kau tidak harus menyukainya, 'kan? Tapi Aku sangat suka.” Ucap Dan Ah sambil menyanyikan lirik "Pemandangan dari lantai dua."
“Apa Kau tahu lagu itu?” ucap Tuan Jung heran. Dan Ah mengaku kalau hanya tahu lirik itu saja dan pamit pergi. 

Kang Soo sudah selesai membungkus makanan lalu bertanya kemana harus diantar. Soon Ae memberitahu Ke Charge Car (bengkel mobil). Kang Soo menghela nafas mendengarnya, tapi akhirnya pergi mengantarnya.
Sementara Di bengkel, Jin Kyu membagi-bagikan uang sebagai imbalan karena sudah menang balapan liar. Kang Soo datang membawa pesanan, Jin Kyu kesal mereka selalu memesan mie di restoran itu. Salah satu temanya merasa kalau hanya disana tempat mie yang paling dan mereka pikir Ji Kyu akan makan lebih dulu.
“Dia malah menurunkan kesenanganku pagi ini.” Ucap Jin Kyu lalu menyuruh Kang Soo segera menaruh maakan dan pergi. Mereka pun sudah siap untuk makaan mendekati Kang Soo.
Sementara Jin Kyu kaget melihat di ponselnya, terlihat nama [Bahaya] lalu mengangkat telp dari ayahnya. 
Video saat Jin Kyu yang bermain balapan liar sudah ada di depan Tuan Oh. Sekertarisnya memberitahu Videonya  sudah terkirim ke salah satu stasiun siaran, tapi Sebelum disiarkan, mereka bisa memblokirnya. Tuan Oh pun memikirkan kalau nanti akan jadi berita.
“Mereka memblok jalan raya, Itu adalah kejahatan serius. Akan ada kritik media yang signifikan” Ucap Seketarisnya.
“Dan juga, semua hal akan terungkap tentang yang terjadi malam tadi.Nama perusahaan kita juga diketahui masyarakat.” Tuan Oh.

Saat itu Jin Kyu masuk ke dalam rumah seperti merasa tak ada masalah.  Sekertarinya pun keluar dari ruangan. Jin Kyu tahu ayahnya sibuk dan ingin tahu alasan memanggilnya. Tuan Oh melepaskan jas dan melipat kemejanya.
“Kalau Ayah tidak terlalu sibuk, ayo kita bermain golf. Hari ini aku agak senang.” Ucap Jin Kyu. Tuan Oh setuju mengambil stick golfnya. Jin Kyu bisa melihat kalau ia yang jadi bola golf-nya.

Saat itu terdengar suara dari dalam ruangan, Seketarisnya seperti ingin masuk untuk mencegahnya, tapi menahan diri agar tidak boleh masuk. Jin Kyu sudah terkapar dilantai dengan Tuan Oh yang memegang stick golf. Tuan Oh memperingatkan Jin Kyu agar jangan muncul di hadapannya lagi. Jin Kyu yang kesakitan pun menganguk mengerti.
“Karena Ayah ini adalah ayahmu, maka Ayah jadi tidak tahan untuk membunuhmu sendiri. Jadi, tidak bisakah kau pergi entah ke mana dan mati?” ucap Tuan Oh benar-benar marah.
“Aku akan... Aku akan memikirkannya.” Kata Jin Kyu. Tuan Oh pun menyuruh agar memikirkanlah tentang itu lalu memanggil pengawal agar menyingkirkan anaknya.
Jin Kyu dibawah keluar dari ruangan, dari lobby banyak pegawai yang melihat Jin Kyu. Lalu dilempar begitu saja didepan  gedung. Jin Kyu masih kesakitan, tak bisa berdiri. Beberapa orang melihatnya yang tergeletak begitu saja. 

Dan Ah sudah siap pulang memberitahu Kang Soo Hari ini adalah hari sampah, jadi buang semua sisa makanannya. Lalu Keringkan sarung tangan karet di bagian dalam setelah selesai. Kang Soo kesal menyuruh agar menghentikan ocehanya karen memang sudah mengerti.
“Baiklah kalau begitu. Tidur yang nyenyak di lantai dua.” Ejek Dan Ah. Kang Soo kembali tanpa bisa berkata apa-apa. Saat itu Dan Ah melihat adiknya seperti sudah menunggunya. 

Keduanya bertemu di tempat Jin Kyu berkerja. Dan Ah bertanya kenapa adiknya datang. Adik Dan Ah mengaku sudah megatakan pada ibu apa saja yang diinginkan meminta bisa membantunya sekali saja, serta  berjanji tidak akan pernah kehilangan beasiswanya lagi. Dan ia melakukan karena sangat kesepian.
“Sejak kelas 1, aku hanya belajar untuk tetap menjadi juara kelas. Tapi Aku rupanya menjadi orang buangan. Jadi, aku bergaul dengan sebagian orang hanya sebentar saja. Aku minum dengan mereka dan melanjutkan perjalanan. Tapi... Aku tidak akan melakukannya lagi... takkan pernah. Sekali ini saja. Bantulah aku... aku mohon.” Ucap Adik Dan Ah memohon.
“Aku tidak bisa. Bahkan kalau kau lulus pun susah untuk cari kerja. Lulus dari sekolah di luar Seoul mungkin kau dapat kerja dengan gaji yang lumayan banyak. Kalau begitu, kau akan hidup seperti Ibu dan Ayah. Kau akan bekerja sampai mati, tapi yang ada hutangmu malah meningkat. Itulah sistem negara ini. Kau juga tahu itu.” Ucap Dan Ah seperti sudah sangat muak.
Adiknya tetap memohon karena mereka adalah keluarga. Dan Ah mengaku kalau memang keluarga, tapi menurutnya membantu saudara kandung itu sesuatu yang hanya bisa dilakukan oleh orang yang punya banyak uang. Dan Jika orang seperti mereka saling membantu, maka mereka berdua  hanya jatuh ke bawah dan pamit pergi.  Adik Dan Ah memanggil Dan Ah seperti masih memohon.  Dan Ah menyuruh adiknya pulang naik bus, seperti tak peduli. Adiknya memanggil sang kakak.
“Maaf.. Kau tidak punya kakak lagi. Aku... tidak punya keluarga.” Ucap Dan Ah lalu beranjak pergi. 


Dan Ah pulang ke rumah degan Yeon Jin yang sudah tertidur, Teman satu kamarnya bertanya apakah ada sesuatu yang terjadi. Dan Ah mengaku tak ada. Yeon Jin heran karena Dan Ah yang cepat sekali tidurnya dan harusnya belajar bahasa Inggris. Dan Ah mengaku hanya ingin saja.
“Hari ini aku tidak suka dengan Bahasa Inggris.” Ucap Dan Ah yang berbaring dengan mata yang terbuka. 

Kang Soo membuka tas Jin Yoon dan sengaja mencari ponsel dan sengaja menyalakan sambil meminta maaf karena hanya ini satu-satunya cara untuk mengantarnya pulang, tapi tak bisa membuka ponselnya. Dan dikejutkan dengan getaran ponselnya sendiri.
Teman Kang Soo menelp memberitahu kalauHyun Soo mengalami kecelakaan dan berada di Rumah Sakit Youngin di Namyangju. Kang Soo langsung mengemudikan mobilnya menuju rumah sakit.  Sementara Hyun Soo tak sadarkan diri, Ibu dan Neneknya menemaninya dengan wajah sedih, menyakinkan kalau Hyun Soo pasti akan baik-baik saja.
“Dia kehilangan banyak darah sehingga dia tidak sadarkan diri. Cepat.  Aku terus memikirkan hal terburuk.” Ucap temanya. Kang Soo mengemudikan motornya memohon agar tak terjadi padanya.
Semenntara Jin Kyu di rumah sambil minum merasa kejadian tadi Memalukan sekali dan padahal cuma balapan, tapi memang bodoh karena ketahuan, akhirnya ia berjalan pergi tanpa membawa ponselnny, padahal Sang kakak menelp. 

Dan Ah melihat ponselnya dengan hitungan mundur menyakinkan diri kalau akan tetap semangat dan seorang gadis kuat. Jin Kyu sudah berdiri di pinggir sungai Han,  karena suda Melakukan hal yang bodoh, jadi lebih baik hentikan saja.
“Ayah! Aku akan melakukan satu tugas berbakti sebagai anak ayah!” teriak Jin Kyu dan sudah siap melompat tapi ketakutan.
“Kau bahkan tidak bisa mati dengan benar. Dasar bodoh. Mati saja, dasar brengsek.” Umpat Jin Kyu.
Dan Ah melihat Jin Kyu binggung apa yang sedang dilakukanya,  Jin Kyu mulai menghitung mundur, Dan Ah datang menahanya lalu mencium bau alkohol yang sangat menyengat dan mengajaknya segera naik. Jin Kyu bertanya siapa wanita itu. Dan Ah pikir itu tak penting dan lebih baik naik dulu.
“Pergi kau. Biar aku yang mengurusnya.” Ucap Jin Kyu tak peduli. Dan Ah menyuruh Jin Kyu agar naik saja. Jin Kyu kesal Dan Ah yang Berisik sekali tapi akhirnya memutuskan kalau akan naik.
Dan Ah membantunya, Jin Kyu malah terpeleset dan jatuh. Tangan Dan Ah bisa meraihnya. Jin Kyu panik meminta agar Dan Ah tak menyelamatkanya, Dan Ah mengumpat kesal, Jin Kyu kembali menarik karena tidak tahu berenang. Dan Ah binggung karena tidak bisa bertahan.
“Tarik napasmu kuat-kuat dan buatlah tubuhmu masuk dalam air.”ucap Dan Ah dan saat itu badanya juga ikut masuk ke dalam sungai. Jin Kyu seperti mengingat kejadian sebelumnya sementara Dan Ah terlihat mengingat kesedihanya. 


[Epilog]
Dan Ah mengancam rentenir dengan pisau meminta agar mengatakan totalnya. Ketiga keluarganya terlihat ketakuatan dengan rumah yang sudah berantakan. Rentenir yang ketakutan menjawab 10 juta Won. Dan Ah menegaska kalau akan membayarnya.
“Jadi....jangan kembali ke sini lagi. Kalau kau kembali dengan menapakkan kakimu ke sini lagi,  Kalau kau menaruh tanganmu pada orangtuaku lagi, maka Akan kubunuh kau.” Ucap Dan Ah mengancam.
“Dan Ah, sudah hentikan.” Kata ibunya yang juga ketakutan. Dan Ah meminta agar si rentenir yang menjawabnya.
“Apa Kau pikir aku tidak bisa? Kau pikir aku tidak bisa membunuhmu!” ucap Dan Ah. Si rentenir merasa yakin Dan Ah yang bisa melakukanya.
“Baiklah, aku akan melakukannya. Aku akan memberimu waktu enam bulan. Termasuk bunga, kirimkan aku uang 2 juta Won per bulan.” Ucap si rentenir lalu berjalan pergi dengan anak buahnya. 

Dan Ah membawa koper keluar dari rumah, Ibunya memanggil anaknya yang pergi.  Dan Ah tak percaya dengan ibunya karena sudah bekerja matian-matian setiap hari tapi bahkan tidak bisa punya uang 10 juta Won dan kenapa ibunya itu harus hidup seperti ini.
“Baiklah, Ibu minta maaf. Ibu memang salah, jadi jangan lakukan ini dan kembalilah.” Kata Ibunya.
“Lihat saja... Aku tidak mau hidup seperti Ibu. Aku tidak akan pernah hidup seperti Ibu.” Kata Dan Ah. Ibunya kembali memanggil anaknya.

Dan Ah tak peduli memilih untuk pergi, saat menaiki kereta melihat brosur [Paket Orientasi Departemen Bahasa Inggris Universitas Korea] wajahnya terlihat sangat letih dengan penuh kecewa. Di kereta yang sama ada Kang Soo yang duduk di bangku belakang dan keduanya sama-sama menatap ke arah jendela.
Bersambung ke episode 3

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar