Sabtu, 26 Agustus 2017

Sinopsis Strongest Deliveryman Episode 7 Part 1

PS : All images credit and content copyright : KBS
Kang Soo dibawa oleh dua polisi dan masuk ke dalam mobil. Dan Ah berlari mengejarnya dan bertanya apakah benar Kang Soo yang melakukannya. Kang Soo hanya diam saja dengan menatap Dan Ah. Akhirnya pintu ditutup, Dan Ah hanya bisa teriak memanggi nama Kang Soo sampai mobil pergi. Jin Kyu melihatnya seperti merasa bersalah tapi juga tak ingin membiarkanya. Dan Ah kesal menatap Jin Kyu. 

Kang Soo terekam dari Black Box mobil sedang membuang pipa besi. Polisi memberitahu kalau  menemukan rekaman ini saat sedang mencari di TKP dengan menanyakan apakah itu memang Kang Soo. Kang Soo membenarkan.  Polisi mengatakan kalau Kang Soo sudah mengakui semuanya. Kang Soo juga tak menyangkalnya.
“Jangan memutar balikkan fakta. Anggota timku sudah memerika semua rekaman CCTV dan bukti lainnya di sekitar sana. Kami akan segera mendapatkan bukti yang meyakinkan.” Ucap Polisi. Kang Soo terlihat panik.
“Tolong berhenti menyelidiki. Akulah pelakunya.” Kata Kang Soo tak ingin Sung Jae masuk penjara.
“Apa motif Anda? Apa karena kejadian balapan itu? Apa Karena Oh Jin Kyu dibebaskan setelah membayar denda?” ucap Polisi. Kang Soo membenarkan semuanya.
“Aku hanya sangat marah. Menurutku itu tidak adil.” Kata Kang Soo
“Jadi, apa yang akan Anda lakukan saat Anda menemuinya dengan pipa baja?Apa Anda berencana untuk membunuhnya?” ucap Polisi, Kang Soo mengaku tidak
“Wajah Anda tertutupi dan menemuinya dengan senjata lalu Apa Anda tidak punya niat jahat?” kata Polisi
Kang Soo merasa tidak pernah berniat membunuh seseorang. Polisi bertanya apakah Kang Soo hanya mencoba melampiaskan kemarahan pada Jin Kyu dan seberapa jauh perlu melampiaskan kemarahannya, apakah Level 8 Atau level 12. Kang Soo hanya diam saja terlihat kebingungan.
“Itu namanya Anda melakukan percobaan pembunuhan.” Tegas Polisi lalu meminta bawahanya agar membuat surat perintah penangkapan. Kang Soo pun tak menyangkalnya. 

Dan Ah duduk di restoran merasa tak yakin kalau Kang Soo melakukanya. Jin Kyu kesal Dan Ha yang terus bersikeras Kang Soo tidak melakukannya padahal sudah dengar sendiri kalau Kang Soo yang mengakuinya. Dan Ah merasa  tidak bisa percaya.
“Tidak peduli bagaimana aku memikirkannya, dia itu tidak pernah memukul orang dengan pipa.” Ucap Dan Ah tak yakin
“Kurasa dia ingin memberiku perlakuan khusus. Dia melakukan itu pada orang yang dibencinya, sepertiku.” Kata Jin Kyu. Dan Ah yakin tak mungkin  Kang Soo melakukannya.
“Hei, sudah cukup! Tidak ada yang namanya orang yang sangat baik di dunia ini! Setiap orang punya dua sisi. Orang-orang yang kutemui di tahanan juga seperti itu.  Mereka semua memang baik hati tapi ternyata mereka pelaku pemerkosaan. Orang-orang memang seperti itu. Jangan berpikir kalau dia itu baik hati.” Ucap Jin Kyu yang pernah mendekam di penjara.
Dan Ah bertanya apakah Jin Kyu masih berpikir Kang Soo orangnya seperti itu. Jin Kyu pikir Seperti itulah situasinya lalu menyuruh Dan Ah tidu saja karena besok pasti akan bekerja sendiri. Dan Ah pikir Jin Kyu Jangan peduli karena yang mengurusnya. Jin Kyu pamit pergi keluar dari restoran.




Jin Kyu pulang berpapasan dengan Ji Yoon dan bertanya mau kemana. Ji Yoon mengatakan ingin bertemu Kang Soo, karena  Sepanjang hari ini,  malah menghabiskan waktu  bersama pria yang tak ingin ditemui jadi aingin bertemu dengan pria yang sangat dicintainya dan menyuruh Jin Kyu agar pulang saja dan Mimpi yang indah!
“Kau saja yang pulang. Ahjussi-mu sekarang sedang ada urusan.” Kata Jin Kyu
“Ya, terima kasih atas infonya.” Kata Ji Yoon berjalan pergi. Ji Kyu mengaku sudah memeriksanya sendiri. Jin Yoon menganggap banyak suara anjingyang menggonggong
“Dia dibawa ke kantor polisi!” teriak Jin Kyu. Ji Yoon kaget bertanya ada apa dan kenapa. Jin Kyu mengatakan Karena Kang Soo  mencoba memukulnya dengan pipa baja.

Ji Yoon berlari menuliskan pesan pada Grup “Sparta, bantulah aku! Kang Soo Ahjussi dibawa ke kantor polisi!”. Semua pengantar makanan langsun merespon. “Ternyata, dia mencoba memukul Oh Jin Kyu dengan pipa baja” tulis Ji Yoon semua tak percaya kalau Kang Soo yang melakukanya.
“Rupanya, Ahjussi telah mengakui semuanya! Kita harus bagaimana?Tolong bantu aku!”
Sung Jae langsung mengemudikan motornya dengan kecepatan tinggi karena Kang Soo mengorbankan dirinya. 

Yeon Ji berjalan mengendap-ngendap ingin masuk rumah dengan baju sedikit bau rokok dan alkohol, tapi dikagetkan dengan Dan Ah duduk di teras rumah. Dan Ah heran melihat Yeon Jin yang terlihat terkejut begitu.
“Maksudku, kau muncul entah dari mana!” ucap Yeon Ji berusaha untuk tak gugup.
“Apa Kau mengajar kelas rahasia di hari Minggu juga?” tanya Dan Ah. Yeon Ji membenarkan kalau pelanggannya menginginkannya.
“Tapi, kenapa kau malah di sini bukannya tidur?” tanya Yeon Ji duduk di samping Dan Ah. Dan An mengaku merasa sedikit tidak nyaman. Yeon Ji ingin tahu alasanya.
“Aku pernah cerita, 'kan? Tentang pria bernama Kang Soo yang bekerja denganku?” kata Dan Ah. Yeon Jin pikir itu si "Pria Kereta?" Dan Ah binggung apa maksudnya "Pria Kereta?"
Yeon Ji pikir Kang Soo yang Mendesing dan Dan Ah pernah bilangKang Soo itu punya pemikiran yang lurus. Dan Ah mengaku Kang Soo yang pemikirannya lurus Tapi ia rasa Kang Soo sudah "berbelok". Yeon Ji binggung, Dan Ah menceritakan Kang Soo yang melakukan sesuatu yang biasanya tidak pernah dilakukan bahkan sampai di penjara. Yeon Ji kaget mendengarnya.

“Kenapa semua orang yang mencoba membantumu malah di penjara? Coba Pikirkan saja. Pertama, si pria kaya itu. Dan sekarang si pria kereta itu. Aigh, kenapa kau malah beruntung begini?” ucap Yeon Ji
“Sudahlah... Tidur saja sana! Aku yang gila bahkan sampai mengungkit ini padamu.” Kata Dan Ah menyesal.
“Aku hanya merasa tidak enak saja. Kau memperlakukannya jauh berbeda. Kau bahkan tidak khawatir saat Oh Jin Kyu dipenjara. Apa Kau... mungkin?” kata Yeon Ji. Dan Ah menyurh Yeon Ji segera masuk dan tidur saja. Yeon Ji pun akan masuk sambil mengeluh Dan Ah yang berteriak padanya.

Ji Yoon sudah ada didepan kantor polisi sambil menangisi Kang Soo,  Bung Soo meminta calon kakak iparnya tenang karena  yakin pasti ada kesalahan. Tuan Baek juga sungguh tidak memercayainya, karena Kang Soo mungkin memang gila, tapi tindakannya selalu benar.
“Kita harus cepat sewa pengacara. Kalau tidak, Kang Soo akan mengalami masalah yang besar.” Kata Tuan Baek
Saat itu Sung Jae datang dengan tatapan dingin,  Tuan Baek menyapanya tapi Sung Jae langsung berlalu masuk ke dalam kantor polisi. Tuan Baek hanya bisa mengeluh karena diabaikan padahal berusaha menyapanya. 

Sung Jae menemui polisi mengaku sebagai pelaku. Polisi mulai menginterogasi kalau apakah memang Sung Jae melakukan semua ini. Sung Jae menceritakan hanya kebetulan bertemu Kang Soo sesudah itu. Polisi menanyakan bukti kalau Sung Jae yang melakukanya. Sung Jae binggung.
“Apa Anda punya bukti kalau kau pelakunya?” ucap Polisi. Sung Jae kesal karena tadi sudah mengakuinya!
“Ada banyak orang yang mengatakan hal yang sama! Mereka semua malah bilang kalau mereka juga pelaku!” kata Polisi menunjuk dua orang yang ada dibelakang Sung Jae.
Pria pertama Kim Sung Taek: Restoran Jjajangmyun, diselamatkan oleh Kang Soo dari tabrakan truk, Lalu Jung Yong Hwa: Restoran Jjajangmyun,  Kakeknya diselamatkan oleh Kang Soo dari kebakaran.
“Aku tahu dia menolong kalian tapi sekarang bukan saatnya kalian begini.” Ucap Sung Jae kesal. Sung Taek menyuruh Sung Jae diam saja.
“Detektif... Akulah pelaku yang sebenarnya. Kang Soo mungkin memungut pipa baja yang kujatuhkan untuk menaruhnya di pinggir jalan! Dia selalu memungut sampah-sampah yang ada di jalan!” kata Sung Taek
“Kenapa kalian berdua begini? Kalau kalian berdua seperti ini, kredibilitasku juga akan menurun!” keluh Sung Jae. 
Keduanya saling berebut kalau mereka berdua pelaku yang sebenarnya. Sung Jae berteriak agar mereka jangan mempersulit keadaan. Polisi akhirnya ikut dengan menyuruh mereka semua diam da mengHentikan saja semua alau keluarlah.
“Kalau memang kau pelakunya, bawa sekalian buktinya. Mengerti?” ucap Polisi
“Detektif, biarkan aku bertemu dengan Oh Jin Kyu sekarang. Kalau dia melihat kami, maka dia akan tahu siapa pelakunya!” kata Sung jae.
“Mana bisa seperti itu, ketika pelakunya memakai helm dan masker?” kata Polisi
“Aku yang mengenakan pakaian itu.” Kata Jin Kyu. Polisi tahu kalau Choi Kang Soo juga mengenakan itu.
“Pakaian kami memang berbeda, jika Anda melihatnya dari dekat! Warnanya sedikit berbeda, dan mereknya juga berbeda!” kata Jin Kyu
“Cukup! Mana bisa kau mengharapkan dia untuk mengingatnya?” kata Polisi kesal. Saat itu Ji Yoon datang menemui detektif.
“Detektif... Tolong biarkan aku melihatnya.” Ucap Ji Yoon. Polisi menegaskan kalau itu tak boleh. Ji Yoon kesal ingin tahu kenapa tak boleh.
“Bukankah ini namanya penyalahgunaan kekuatan? Aku akan laporkan hal ini ke media sekarang.” Ucap Ji Yoon mengancam mengeluarkan ponselnya. Detektif tak peduli dengan yang dilakukan Ji Yoon.
“Kami berhak untuk mengatakan tidak jika Anda bukan keluargamya atau pengacaranya.” Tegas Polisi
Ji Yoon mengaku kalau ia  jelas-jelas keluarganya dan akan segera menikah, lalu ia tiba-tiba merasa mual dan mengaku di dalam perutnya. Semua dibuat binggung melihat Ji Yoon seperti orang yang mual karena hamil. 

 Polisi akhirnya mendorong Sung Jae dkk keluar dari kantor polisi,  Sung Jae mencoba menyakinkan kalau yang dikatakan benar. Detekti menyuruh mereka pulang saja. Ji Yoon pun merengek agar bisa  menemui Kang Soo sekali saja. Detektif tetap tak memperbolehkanya.
“Memangnya kalian ini anggota geng? Kalian mencoba ingin menyelamatkan bosmu, atau apa sih? Ini Konyol sekali!” ucap Sung Jae kesal melihat dua orang yang mengaku sebagai pelaku.
“Ayo kita pulang saja dan datang kembali dengan perencanaan. .” Kata Tuan Baek
“Kalau Kang Soo masuk penjara, itu artinya kalian yang salah.” ucap Sung Jae memilih pergi. Tuan Baek memanggilnya kalau Sekarang bukan waktunya, tapi tak mempedulikanya.
“Dasar, aku ini sedang bicara dengannya!” keluh Tuan Baek
“Apa Kau berpikir, dia benar-benar melakukannya? Wajahnya terlihat sangat serius.” Kata Ji Yoon melihat wajah Sung Jae. Tuan Baek pikir bukan Sung Jae.
“Dia teman Kang Soo dari kampung halamannya, karena itulah dia mulai bekerja keras.” Kata Tuan Baek. Sung Taek kesal mendengar  Sung Jae "Teman dari kampung halaman" dan ikut campur. Sung Jae mengemudikan motornya dengan kecepatan tinggi berteriak marah apda Choi Kang Soo,

Kang Soo duduk diam dalam sel tahanan, Polisi membuka pintu memberitahu mendapat surat perintah jadi akan memindahkan ke pusat penahanan. Sung Jae pun naik ke dalam mobil polisi dan matanya langsung melotot kaget melihat motor Dan Ah lewat berpapasan dengan mobilnya.
Dan Ah seperti merasakan sesuatu dari mobil polisi yang lewat disampingnya, lalu sengaja memutar balik lalu berhenti tepat disampingnya saat lampu merah. Ia melihat ke dalam jendela mobil tapi tak bisa melihat ke dalam.
Kang Soo melihat Dan Ah seperti mengkhawartirkanya, tanganya menyentuh jendela seperti menyeka air mata Dan Ah diwajahnya. Dan Ah terus melihat ke dalam mobil seperti berharap bisa melihat Kang Soo. Polis melihat Dan Ah mendekati mobil menyuruh agar menjauh, Dan Ah meminta maaf dan segera naik motor karena lampu hijau sudah menyala. 

Dan Ah masuk ke restoran merasa tak perlu sedih karena juga tak tahu yang akan dilakukan kalau meliht wajah Kang Soo didepanya. Saat itu Soon Ae datang dengan Tuan Jang menanyakan kenapa hanya sendirian. Dan Ah terlihat binggung. Tuan Jang heran menanyakan kemana Kang Soo karena Dan Ah yang mengepel lantai. 

Kang Soo mendapatkan baju tahanan, lalu petugas menyuruh agar Lepaskan semuanya, termasuk celana dalamnya. Kang Soo terlihat binggung, lalu membuka bajunya. Sementara pagi hari, Ji Yoon datang ke kantor Jin Kyu.  Jin Kyu menceritakan Saat pertama kali masuk, maka akan diperiksa secara fisik. Ji Yoon ingin tahu setelah itu.
“Mereka melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap anusmu.” Ucap Ji Kyu. Ji Yoon terlihat kaget
“Untuk melihat apa kau menyembunyikan sesuatu. Di atas kamera, kau harus... Membungkuk dan mencarinya.” Cerita Ji Kyu terlihat sangat menyedihkan. Ji Yoon langsung menangis memikirkan Kang Soo yang akan memalukan.
Kang Soo mulai mengambil foto sebagai tahan dengan tulisan [4201 Choi Kang Soo] Ia memberikan senyuman lebar karena memang merasa tak melakukan kesalahan, hanya ingin membuat temanya tak perlu masuk penjara.
“Setelah itu, kau akan difoto. Lalu, mereka memasukkanmu ke dalam sel.” Cerita Jin Kyu
Kang Soo berjalan masuk ke dalam sel, dengan ramah menyapa semua senior yang sudah dulu berada dalam sel.  Dengan lantang menyebutkan namanya, salah satu tahanan melihat Kang Soo kalau Ini pertama kalinya ada di penjara, melihatnya sangat lucu dan mengajaknya duduk. 
“Dan kemudian... kau dikurung di situ. “ cerita Jin Kyu mengingat kenangan buruk saat di penjara. Ji Yoon makin menangis membayangkan Kang Soo yang melakukan semuanya.
“kenapa kau mau minta aku untuk menjelaskannya?” keluh Jin Kyu melihat Ji Yoon malah menangis
“Karena aku penasaran.” Ucap Ji Yoon. Jin Kyu pikir Ji Yoon bisa mencari informasinya di internet tapi datang menemuinya dan bertanya tentang hal itu
“Karena kau dulu pernah mengalaminya! Sekarang Cepat lepaskan dia. Lepaskan Ahjussi sekarang!” ucap Ji Yoon
“Dia itu memegang pipa baja, dan mencoba membunuhku! Dan dia bahkan tidak minta maaf padaku setelah itu! Kenapa juga aku ingin membantunya untuk dibebaskan?” kata Jin Kyu marah
“Biar aku saja yang minta maaf... Kumohon, aku mohon padamu. Kalau kau bisa, maka aku tidak akan marah padamu lagi. Dan tiap kali kita berkencan, maka aku akan tersenyum manis! Aku akan bertingkah imut, dan selalu bergandengan tangan! Aku bahkan bisa berbisik "Aku mencintaimu" untukmu, kalau memang itu yang kau mau!” ucap Ji Yoon memohon lalu menghadap ke arah lain.
“Ahjussi, kumohon maafkan aku. Hanya itulah satu-satunya cara. Ahjussi, aku mencintaimu!” kata Ji Yoon seperti berbicara pada Kang Soo.
Jin Kyu makin kesal jangan Ji Yoon membuat semuanya seperti drama dan hentikanya saja, Ia merasa kalau Situasi ini sudah tidak dipedulikan lagi, karena Kang Soo terlalu handal melakukan kejahatan jadi polisi akan tetap melanjutkan proses persidangan walau pun mengatakan tak mau
“Kasus ini akan dialihkan pada jaksa penuntut, dan dia akan diadili.” Kata Jin Kyu
“Itu tidak adil namanya!” kata Ji Yoon. Jin Kyu menegaskan kalau Memang begitu hukumnya dan tidak bisa berbuat apa-apa. Ji Yoon menangis mendengarnya. 

Saat itu pegawai memberitahu kalau Presdir sudah datang. Ji Yoon panik mengetahui ibunya yang datang dan buru-buru bersembunyi dibalik sofa.  Jin Kyu heran melihat Ji Yoon malah bersembunyi. Ji Yoon menyuruh diam dan bertemu dengan ibunya saja. Saat itu Ibu Ji Yoon pun masuk ruangan.
“Tadi kudengar kau ada tamu di sini.” Kata Nyonya Jung. Jin Kyu membenarkan dan mengaku baru saja pergi.
“Ke mana? Apa Mereka keluar lewat jendela?” kata Nyonya Jung. Ji Yoon hanya bisa mengeluh dalam hati dengan kebodohan Jin Kyu
“Kalau tamu itu Ji Yoon, katakan padanya untuk segera keluar dari situ.” Ucap Nyonya Jung. Jin Kyu melirik ke belakang sofa.
Ji Yoon pun keluar dari persembunyianya, sambil tertunduk. Ibunya menyindir kenapa anaknya malah bersembunyi saat ibunya datang. Ji Yoon mengaku tak ada yang dilakukan lalu membiarkan ibu dan Jin Kyu kembali mengobrol dan bergegas keluar.
“Kalian berdua sedang apa?” tanya Nyonya Jung. Jin Kyu terlihat bingung ingin menjelaskanya.
“Kau maju dengan cepat.” Komentar Nyonya Jung. Jin Kyu hanya bisa membenarkan dan mengaku akan melakukan yang terbaik.
Keduanya keluar dari ruangan, Nyonya Jung memberitahu telah menyetor gaji Jin Kyu  ke rekening banknya. Jin Kyu tak percaya kalau sudah  sebulan berkerja. Nyonya Jung pikir kalau itu waktu yang cepat saat bekerja keras, lalu menyuruhnya agar Tetaplah bekerja karena akan segera menawarkan item menu baru. Jin Kyu mengangguk mengerti.

Saat itu Nenek Jung masuk ke dalam restoran, meminta izin agar berbicara sebentar. Jin Kyu bertanya siapa Nenek itu. Nenek Jung mengaku sebagai pemilik Restoran Hanyang Seolleongtang. Jin Kyu pun bertanya tujuanya datang dan mengatakan sebagai manager di restoran Jungga dan boleh bicara dengannya.
“Bukan dia yang mau kutemui.” Kata Nenek Jung menunjuk Nyonya Jung yang ingin mengajaknya bicara. Nyonya Jung pun menyuruh agar Jin Kyu meLanjutkan kerjanya saja dan mengajak Nenek Jung pergi. 
Nenek Jung mengajak bicara di restoran membahas kalau ini terlalu berlebihan. Nyonya Jung tak mengerti maksud ucapanya. Nenek Jung pikir tak percaya kalau Nyonya Jung membuka restoran dengan menu yang sama, tepat di sebelah restorannya dan seperti tak tahu tentang etika berbisnis.

“Lalu di mana lagi aku ingin membuka restoran itu? Wajar saja jika aku membuka restoran seolleongtang di sebelah yang sudah ada sebelumnya untuk mendapatkan pelanggan yang suka dengan seolleongtang.” Kata Nyonya Jung angkuh.
“Kalau begitu, jual saja dengan harga yang sama. Siapa yang akan makan di restoranku kalau kau menjualnya dengan harga seperti itu? Kau boleh menarik pelanggan baruku, tapi kau harus membiarkanku tetap di sini. Itulah cara yang benar.” Kata Nenek Jung
“Kompleks perbelanjaan itu memang milik Keluarga Jung. Kami bahkan tidak perlu membayar sewa, Lalu Apa kami harus menjual makanan dengan harga yang sama? Apa Anda mengharapkanku untuk melakukan yang lebih buruk lagi?” ucap Nyonya Jung dengan nada merendahkan.

“Kudengar Anda membuka restoran ini selama 30 tahun. Apa yang Anda lakukan selama ini? Kenapa Anda tidak beli saja tempat yang baru? Anda bahkan tidak pernah mempertimbangkan harga sewa untuk menawarkan makanan dengan harga lebih rendah, kan? Itu sebabnya Anda menderita seperti sekarang ini. Karena Anda tidak tahu bagaimana cara menarik beberapa pelanggan Anda.” Kata Nyonya Jung angkuh.
Nenek Jung menahan amarah dengan mengepalkan tanganya,  Nyonya Jung dengan tegas mengatakan Itu bukan cara untuk berbisnis dan Seperti inilah cara Nenek Jung  berbisnis dan harus menjual makanan dengan harga yang pantas. Nenek Jung hanya diam saja. Nyonya Jung langsung menyindir apakah pekerjaanya itu salah.
“Akhir bulan ini, kontrak Anda akan habis ‘kan? Kosongkan tempat ini saat itu juga.” Ucap Nyonya Jung. Nenek Jung kaget mendengarnya.
“Apa Anda belum dengar? Keluarga Jung telah membeli bangunan ini. Jadi Kosongkan tempat ini. Karena jika tidak, kami akan melakukan pemaksaan.” Tegas Nyonya Jung
“Kudengar UU tentang penyewaan sudah diubah. Kau tidak boleh begitu saja menendangku keluar seperti ini.” Kata Nenek Jung
“Anda harus di didik dulu. sebelum bicarakan hal itu. Undang-undang itu hanya melindungi bisnis selama lima tahun pertama dan melindungi premi mereka. Ini tidak berlaku untuk orang-orang seperti Anda yang tidak membayar premi apa pun dan menjalankan bisnis  selama lebih dari lima tahun.” Kata Nyonya Jung pamit pergi.
“Aku...tidak bisa mengosongkan tempat ini. Aku tidak bisa keluar dari jalur bagi kalian yang memandang rendah dunia hanya karena kau punya banyak uang. Mengerti? Aku tidak akan membiarkan diriku dimanfaatkan oleh orang-orang sepertimu lagi!” tegas Nenek Jung. Nyonya Jung pun menyuruh agar Nenek Jung mencoba saja. 

Saat itu Tuan Baek dkk datang melihat Nenek Jung terlihat gugup setelah Nyonya Jung keluar dari restoran. Nenek Jung mencoba tersenyum melihat semuanya yang datang. Tuan Baek bertanya apa yang terjadi,Nyonya Jung bertanya Tidak ada apa-apa dan menanyakan Kang Soo.
“Dia pergi ke kampung halamannya sebentar. Dia bilang ada urusan di sana.”ucap Tuan Baek menutupinya.
“kau bilang Kampung halamannya?Siapa di sana? Apa Orangtuanya?” tanya Nenek Jung
“Ummm,... aku tidak terlalu tahu tentang itu.” Kata Tuan Baek. 

Kang Soo melakukan sit up di lapangan, temanya di dalam sel bertanya kalau Kang Soo yang tidak punya anggota keluarga. Kang Soo membenarkan, temanya pikir Kang Soo Pasti menyenangkan dan ingin tahu alasanya berkerja keras, lalu menduga  mencoba ingin keluar. Kang Soo tersenyum karena temanya bisa mengetahuinya.
Saat itu beberapa orang mengajak main sepak bola. Si ketua bertanya apakah Kang Soo handal main sepak bola. Kang Soo dengan percaya diri kala sangat handal. Mereka bermain bola, Kang Soo mendapatkan bola, tapi dibuat binggung semua mengunkan pakaian yang sama tak tahu mana teman satu timnya.
Ia pun akhirnya malah mengoper bola pada tim lawan dan tim lawan membuat gol. Si ketua hanya bisa menghela nafas melihat Kang Soo membuat kesalahan. Akhirnya Kang Soo menerima hukuman melakukan push up di pinggir lapangan sebanyak 200 kali, setelah itu berbaring di atas rumput.
Kang Soo mengingat kembali saat Dan Ah seperti khawatir mencoba melihat didalam mobil, seperti berharap bisa melihat Kang Soo. Dengan senyuman bahagai, Ia mengucapkan Terima kasih karena sudah mengkhawatirkannya. 


Yeon Ji pulang kerumah melihat Dan Ah hanya duduk diam tak seperti biasanya.  Ia bertanya apakah Dan Ah tidak membersihkan bahkan tidak belajar bahasa Inggris. Dan Ah hanya diam saja. Yeon Ji bisa menebak kaalu Pasti karena si pria kereta itu, Dan Ah mengelak.
“Tatap mataku dan katakan” ucap Yeon Ji. Dan Ah marah malah mengancam temanya.
“Kau memang selalu bertingkah begini... Apa Kau khawatir? Ayoo... Katakan saja. Hanya aku saja yang bisa mendengar curhatanmu. Kumohon..” ucap Yeon Ji merayu
“Aku hanya merasa , ada hal yang menggangguku.” Kata Dan Ah. Yeon Ji bertanya apa maksudnya.
“Dia bukan orang yang  melakukan hal seperti itu. Dia itu orang baik. Aku berpikir begitu.” Ungkap Dan Ah
“Maaf, tapi ada banyak pria baik selain dia. Ada banyak pria baik di luar sana karena ada pria jahat.” Kata Yeon Ji
Dan Ah pikir itu memang bisa, Tapi ada sesuatu tentang Kang Soo yang sangat berbeda yaitu benar-benar baik dan berani. Ia tahu Kang Soo sangat baik, seolah-olah lahir hanya melakukan hal-hal baik di dunia ini. Yeon Ji pun bertanya lalu Dan Ah kenapa.
“Jadi, aku bahkan berpikir mungkin jika hanya ada 100 orang lagi seperti dia di dunia ini maka seluruh dunia ini akan berubah. Dan jika memang begitu, aku tidak akan berusaha keras untuk pindah.” Kata Dan Ah. Yeon Ji sudah menduganya.
“Yahhh Benar, itulah bagaimana cinta barumu berkembang.” Ucap Yeon Ji. Dan Ah mengumpat Yeon Ji sudah gila.
“Baiklah, ayo main permainan kejujuran! Suatu hari, pria itu tampak sedikit berbeda di matamu. Benar atau salah?” kata Yeon Ji
Dan Ah mengingat saat Kang Soo memasak untuk membantu mengumpulkan uang membayar hutang. Yeon Jin bertanya apakah ucapan itu Benar atau salah. Dan Ah mengaku kalau itu salah. Yeon Ji bertanya apakah itu saat Kang Soo bisa mengandalkanya. Kang Soo dengan senang hati membantu membersihkan tempat les. Dan Ah mengaku kalau itu Salah
“Dia membuat hatimu berdegup tanpa mengharapkannya. Benar atau salah?” kata Yeon Ji. Dan Ah mengingat saat Kang Soo membuat posisi yang berpikir ingin menciumnya.
“Oh hentikan.. Bukan seperti itu.” Ucap Dan Ah. Yeon Ji menyruh Dan Ah agar melupakanya saja dan Tidak perlu mengkhawatirkan orang lain.
“Kau bahkan seseorang yang bahkan tidak mengkhawatirkan keluarganya, jadi Cepat buka buku bahasa Inggrismu.” Kata Yeon Ji. Dan Ah terlihat masih saja merasa tak nyaman. 

Kang Soo berbaring dengan seniornya, sang senior bertanya apakah  belum tidur. Kang Soo dengan senyuman kalau akan segera tidur. Seniornya bertanya Kang Soo memikirkan siapa, krena tidak punya keluarga. Kang Soo  mengaku itu Hanya teman yang bekerja dengannya. Seniornya bertanya memangnya kenapa. Kang Soo mengaku tidak tahu, karena terus memikirkannya.
“Mungkin karena aku tidak bisa melakukan yang akan kulakukan untuk mereka.” Kata Kang Soo
“Hal ini biasa terjadi jadi Cepat tidurlah.” Ucap Seniornya. Kang Soo tersenyum mengucapkan selamat malam.
Bersambung ke part 2

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar