Senin, 28 Agustus 2017

Sinopsis Strongest Deliveryman Episode 8 Part 2

PS : All images credit and content copyright : KBS


Manager memberikan data penjualan minggu lalu dan Jika Hanyang terus melayani pengantaran maka mereka pasti tidak akan bisa menghasilkan penjualan besar. Jin Kyu melihatnya.  Manager memberitahu Restoran Jungga Seolleongtang lainnya dengan mudahnya menghasilkan keuntungan 10 juta Won di bulan pertama mereka.
“Tapi kita hanya menghasilkan 2 juta. Setidaknya itu bagus kalau kita benar-benar terpuruk.” Kata Manager dengan sedikit menyindir
“Berapa banyak yang biasa mereka dapatkan di bulan kedua?” tanya Jin Kyu
“Mereka biasanya menghasilkan keuntungan lebih dari 20 juta won setelah pembukaan. Dan dari tanggal 3 sampai 6 bulan, keuntungan terus meningkat. Setelah itu, profitnya juga stabil.” Kata Manager. Jin Kyu terlihat panik
“Kemudian, jika kita menghasilkan keuntungan lebih dari 20 juta bulan ini, ,maka kita bisa menyelamatkan sesuatu, kan?” kata Jin Kyu
“Itu akan memuaskan. Tapi masalahnya ada pada Hanyang. Aku belum pernah melihat restoran seperti itu akan bertahan.” Kata Manager
“Tidak bisakah kita melakukan sesuatu?” ucap Jin Kyu. Manager pikir Jin Kyu harus memikirkannya sendiri lalu melayani pelanggan yang sudah selesai makan.
“Akan kubelikan buku pemasaran makanan.” Kata Managernya. Jin Kyu sempat ragu akhirnya menyuruh agar membelikan saja. 


Jin Kyu mulai membaca alu mengeluh kalau isinya semua berbahasa Inggris dan kenapa tidak ada salinan terjemahan untuk ini. Wajahnya makin stress karena harus kembali belajar menaikan profit.
Dan Ah baru keluar kelas di kagetkan dengan Jin Kyu juga baru keluar dari kelas yang berbeda. Jin Kyu bertanya apakah Dan Ah  ada kelas hari ini. Dan Ah membenarkan, lalu bertanya balik kenapa Jin Kyu ada ditempat les bahasa inggris.
“Aku perlu membaca beberapa buku tentang pemasaran makanan. Seseorang memberiku banyak buku yang tidak diterjemahkan.” Ucap Jin Kyu keluar dari tempat les
“Kau jadi manusia juga rupanya, Kelihatannya kau tidak ingin belajar. Bagaimana seseorang bisa hidup seperti mereka?” komentar Dan Ah.
“Aku ini juga berkarier. Aku harus bekerja keras untuk mendapatkan promosi.” Kata Jin Kyu. Dan Ah menyuruh Jin Kyu bekerja saja dan naik ke motornya.
“Bagaimana rasanya Kang Soo keluar dari tahanan?” tanya Jin Kyu seperti ingin menguji. Dan Ah tak mengerti maksudnya.
“Bagaimana perasaanmu tentang hal itu? Dengan jujur.” Kata Jin Kyu “Kuharap dia kembali saja ke penjara.” Kata Dan Ah lalu pergi. Jin Kyu tak percaya Dan Ah ngambek lagi dan bertanya-tanya apakah Dan Ah seburuk Ji Yoon. 

Sun Ae, Ibu Hyun Soo meminjat kaki anaknya. Hyun Soo bertanya  Bagaimana dengan toko Ibunya. Ibu Hyun Soo mengatakan anak SD sedang libur hari ini. Hyun Soo pikir ibunya bisa berhenti sekarang, karena sudah baikan. Ibu Hyun Soo tetap akan pijat sedikit.
“Ini terlalu berat untuk Ibu... Pihak RS bilang kau bisa pulang minggu depan. Pulanglah bersama Ibu.” Kata Ibu Hyun Soo
“Apakah Pulang ke rumah?” tanya Hyun Soo. Ibu Hyun Soo mengangguk seperti tak ingin berpisah dengan anaknya.
“Aku ingin kerja lagi sama Hyungnim.” Kata Hyun Soo. Ibunya merengek berpikir anaknya lebih menyukai seniornya itu dibanding dirinya. Hyun Soo mengaku bukan seperti itu.
“Putuskan. Kau pilih Ibu atau dia?” kata Ibu Hyun Soo. Hyun Soo mengalah mengaku kalau Ibunya yang menang.
Ibu Hyun Soo tersenyum dan ingin tahu namanya. Hyun Soo  menyebut namanya Kang Soo. Ibu Hyun Soo terlihat gugup dan ingin tahu nama lengkapnya. Hyun Soo menyebutkan nama lengkanya Choi Kang Soo dan berumur 25 tahun. Ibu Hyun Soo makin panik.
“Apa asalnya dari Seoul?” tanya Ibu Hyun Soo. Hyun Soo menceritakan Kang Soo asalnya dari dekat laut.
“Di suatu tempat dekat Laut Kuning... Dia bilang rumahnya yang paling tinggi di daerah itu sehingga pemandangannya bagus. Ibu, apa mau lihat fotonya?” ucap Hyun Soo dengan penuh semangat. Ibu Hyun Soo menolak.
“Coba ibu liha, Kami terlihat seperti saudara ‘kan? Bahkan nama belakangnya pun sama, Hyun Soo dan Kang Soo.” Kata Hyun Soo memperlihatkan foto dengan Kang Soo.
Ibu Hyun Soo melihat wajah Kang Soo dan langsung berdiri menawarkan anaknya stroberi, Hyun Soo menolak. Tapi Ibu Hyun Soo yang terlihat panik tahu anaknya suka buah itu, jadi akan membelikanya dan bergegas pergi.  Didepan rumah sakit, Ibu Hyun Soo terlihat hanya menatap kosong lalu berbelok tanpa sadar kalau Kang Soo berlalu didengan motornya. 

Kang Soo sampai di restoran, Dan Ah sudah menunggu menanyakan  mangkuk dari Apartemen 35, Unit 201. Kang Soo mengatakan sudah membawanya dalam perjalanan pulang dari Unit 301. Dan Ah pikir seHarusnya ia yang ambil mangkuk itu dan kenapa malah Kang Soo  yang mengambilnya
“Di situ wilayahku.” Ucap Kang Soo. Dan Ah menyuruh Kang Soo agar  Taruh kembali di sana. Kang Soo terlihat binggung.

“Hei, tolong tenanglah... Kenapa kau jadi marah-marah begini seperti panci yang meletup-letup?” kata Kang Soo. Dan Ah mulai mengumpat marah lagi seperti uring-uringan sendiri.
“Sudah kubilang aku mengerti. Kau mengatakan hal yang omong kosong saat kau minum. Kau tidak ingin terlibat dengan seorang pria, dan akan pergi. Aku paham semuanya, jadi kenapa kau khawatir begitu?  Tenang saja. Orang lain akan melihatmu dan mengira kau benar-benar menyukaiku.” Ejek Kang Soo. 


Saat itu Si preman yang pernah mengoda Dan Ah datang dengan anak buahnya. Tuan Kim mengaku Sudah lama tak bertemu dan Di bagian badanya masih sakit. Seorang pria dengan rambut panjang bertanya Apa bos Dan Ah ada di dalam. Dan Ah melihat beberapa preman yang menyeramkan.
Akhirnya semua makan jajangmyun, dengan Kang Soo, Dan Ah, Soon Ae berdiri didekat kasir. Tuan Jang duduk didepan pria berambut panjang yang makan dengan lahap.  Si Pria memuji makana Tuan Jang yang enak dan Keterampilan luar biasa. Tuan Jang menyuruh Pergi kalau  sudah selesai makan.
“Anak-anak yang lain masih belum selesai makan... Bos, kau tahu bagaimana usahaku mencarimu? Kenapa kau?”kata si pria. Tuan Jang berpura-pura tak mengerti.
“Kau menghilang begitu bebas. Kami tidak bisa menghubungimu selama delapan tahun. Bagaimana mungkin aku tidak mencarimu? Aku telah mengikutimu sejak usiaku berusia 17 tahun. Aku mendapat tato viper di punggungku karenamu. Kau bilang orang akan kesepian, jadi kau punya dua tato ular. Kubilang itu sudah cukup, jadi aku hanya punya satu tato ular.” Ucap Si pria. 
Soon Ae yang mendengarnya langsung tertawa terbahak-bahak. Tuan Jung mulai memperingatkanya.  Soon Ae merasa Lucu sekali karena mengatakan hal yang sama saat SMA tentang ikan masnya dan Mereka malah menggunakan cerita yang sama. Saat itu semua preman langsung berdiri.

“Omo... kurasa para preman ini pada marah.” Ejek Soon Ae. Si Ketua meminta anak buahnya untuk kembali duduk saja.
“Kulihat kepribadianmu masih sama.” Ejek Si Pria. Soon Ae membalas kalau Seseorang akan mati kalau berubah.
“Soon Ae, bisa tolong keluarlah? Kalian berdua juga keluarlah.” Ucap Tuan Jang. Soon Ae menolak karena di luar sangat panas.
“Aku akan membelikan Anda es krim.” Ucap Dan Ah menarik Soon Ae dan Kang Soo jugaakan membelikan es serut. Soon Ae mengeluh karena tak menginginkanya tapi keduanya sudah mendorongnya keluar dari restoran. 

Tuan Jang minum soju dan bertanya Apa yang diinginkan. Si Pria berpikir kalau Tuan Jang kembali saja. Tuan Jang balik bertanya kalau ia menolaknya bagaimana. Si pra menegaskan Tuan Jang harus kembali lagi.

Di toko es krim, Kang Soo dibuat binggung dengan banyak jenis es krim dalam etalase, bkan Itu kelihatan seperti gochujang. Pegawai memberitahu kalau itu es krim rasa raspberry hitam. Kang Soo pikir dirinya bodoh karena tak mungkin ada es krim rasa gochujang.
Dan Ah duduk bersama Soo Ae kaget kalau tadi  mereka geng Viper, karena  yang ia dengan kalau mereka itu mengerikan. Soon Ae juga tak tahu tapi menurutnya Mamushi akan mengurusnya.
“Lalu Kenapa kau begitu pada Kang Soo?” kata Soon Ae. Dan Ah terlihat binggung.
“Kenapa kau bersikap dingin padanya? Kau harus bersikap baiklah padanya saat dia di sini. Dia tidak punya banyak waktu lagi di sini.” Ucap Soon Ae. Dan Ah kaget mendengarnya.
“Apa Kau tak tahu? Dia hanya bekerja dua bulan di setiap tempat. Ini minggu terakhirnya di sini. Dia akan pergi Senin depan.” Kata Soon Ae. Dan Ah menatap kosong dan langsung berubah sedih.
Kang Soo datang membawakan banyak es krim. Soon Ae heran melihat Kang Soo membeli banyak sekali. Kang Soo mengaku tak tahu Soon Ae suda rasa apa. Soon Ae mengejek Kang Soo itu cemas dengan yang disukai, atau yang Dan Ah sukai. Kang Soo mengaku Dua-duanya,lalu memberikan pada Dan Ah. Dan Ah hanya bisa menatap sedih karena Kang Soo ternyata akan pergi lebih dulu. 


Si pria mengaku  tak ingin berlama-lama dan akan  langsung katakan saja, kalau ia sudah memulai bisnis di wilayah lain dan tidak bisa menghubungi kelompok yang sudah ada disana jadi meminta Tuan Jang tidak datang dan membantu mereka.
“Aku akan memberikan 20 persen.” Ucap si pria memberikan upah.
“Maksudnya... aku harus menjual wajahku untuk kalian?” kata Tuan Jang
“Tidak perlu berterus terang tentang hal itu. Jika si Mamushi legendaris itu membuat penampilan semuanya akan terselesaikan.” Kata si Pria
“Apa Kau sudah dewasa? Aku tidak mau. Pergilah.” Ucap Tuan Jang beranjak pergi.
“Ada hadiah lain yang kusiapkan untukmu. Kim Jong Hyun.  Kami bergandengan tangan dengannya dan dialah yang menghancurkan hidup Soon Ae. Aku tahu dia di mana.” Kata si pria. Tuan Jung terlihat marah langsung mencengkram tubuh si pria.
“Di mana dia sekarang?” ucapTuan Jung. Si pria meminta Tuan Jung agar memPertimbangkan saja dulu tawarannya.
“Bos, lepaskan aku. Mereka mungkin sudah siapkan pisau. Kau harus pikirkan dulu Soon Ae yang malang.” Ucap Si pria. Tuan Jung mengumpat marah lalu melepaskan cengkramanya.
“Biar aku saja yang tahu.” Kata si pria langsung pamit pergi dengan semua anak buahnya. 


Kang Soo dan Dan Ah kembali membereskan semua meja penuh dengan makana. Soon Ae tahu kalau Mereka pasti membuat kekacauan sebelum pergi dan ingin tahu apa yang dikatakan. Tuan Jang hanya mengaku kalau itu hanya jawaban yang sangat jelas.
“Jadi, apa kau memberi mereka jawaban yang jelas?” ucap Soon Ae. Tuan Jung membenarkan.  Soon Ae pun memuji kalau itu bagus, Tuan Jung terlihat masih tegang. 

Dan Ah dan Kang Soo mencuci piring. Kang Soo bertanya apakah Tuan Jang itu masuk geng. Dan Ah pikir Kang Soo tidak perlu tahu. Kang Soo ingin tahu cara Dan Ah bertemu dengan Ahjumma Soon Ae. Dan Ah pikir Kang Soo juga tidak perlu mengetahuinya. Kang Soo hanya tersenyum melihatanya.
“Kenapa kau tertawa?” kata Dan Ah. Kang Soo mengaku  teringat saat pertama kali bekerja dengan Dan Ah, kalau bersikap ketus. seperti ini.
“Apa yang akan kau lakukan hari Minggu ini? Apakah Mau menonton film?” tanya Kang Soo. Dan Ah terdiam karena mengetahui itu hari terakhir Kang Soo bekerja. 

Jin Kyu dan Ji Yoon duduk di meja cafe dengan dua pekerja melonggo karena banyak barang. Jin Kyu bertanya apakah mereka tidak menonton film atau berkencan. Ji Yoon mengatakanharus menjual barang dan Hari ini ada banyak rencana. Jin Kyu pun menanyakan nasibnya.
‘Kau bisa menunggu di situ dan minum kopi. Hari ini, aku akan melihat wajahmu pada kencan kali ini.”ucap Ji Yoon menunjuk ke sudut meja didepanya.
“Hei, kalau kau menaruh barangmu begini, bisa-bisa kau akan tertangkap basah oleh manajermu.” Kata Jin Kyu. Ji Yoon mengatakan kalau manajernya tidak datang hari ini.
Saat itu Ji Yoon menerima telp dari pelangganya dan menyuruh masuk saja ke cafe. Setelah itu menyuruh Jin Kyu pergi dan pindah tempat duduk. Sat itu seorang pria datang. Ji Yoon tahu kalau itu Young Taek, si Genk Sparta. 


Ji Yoon memperlihatkan tasnya, kalau hanya menggunakan empat kali. Jadi barangnya masih terbilang baru dan Harga asli 1,5 juta won, tapi menjualnya seharga 800.000 won, lalu bertanya untuk siapa tas ini apakah untuk pacarnya. Young Taek mengatakan kalau itu hadiah untuk adiknya.
“Dia sekarang sedang kuliah dan kudengar mahasiswa di sana sudah memiliki tas itu. Dia mungkin merasa tidak enak tanpa itu.” Ucap Young Taek
“Wow! Kau baik sekali. Kuharap aku bisa punya kakak sepertimu.” Kata Ji Yoon terharu. Young Taek ingin membayarnya. Ji Yoon pun menyuruh Young Taek agar mengambilnya saja.
“Kita ini selalu Sparta bersama. Dan Tidak masalah, karena Aku masih punya uang 20 juta Won.” Ucap Ji Yoon. Jin Kyu melihatnya hanya bisa menghela nafas. Young Taek dengan wajah bahagia mengucapkan terimakasih pada kakak ipar.  Jin Kyu pikir Ji Yoon memang berhati baik.

Dan Ah dan Kang Soo menonton bersama, semua orang yang berpasangan duduk saling merangkul dan berpegangan tangan. Kang Soo terlihat gugup dan ingin makan popcorn, tapi Dan Ah yang memegangnya mengataan  mencoba untuk fokus jadi Nanti saja makannya.
Kang Soo pun akhirnya hanya bisa minum. Dan Ah langsung melirik sinis saat Kang Soo mengeluarkan suara. Film dimulai, genre horor beberapa kali Kang Soo terlihat ketakutan dan mengarakan badanya pada Dan Ah. Sementara Dan Ah seperti sangat tenang dan menatap sinis pada Kang Soo.
“Hanya kau saja yang berteriak menontonnya.” Keluh Dan Ah keluar dari bioskop.
“Aku memang tidak takut dengan yang lainnya, tapi sedikit takut dengan hantunya.” Akui Kang Soo. Dan Ah mengejek Kang Soo itu anak-anak.
“Oh, itu mesin boneka. Aku sangat handal memainkannya.” Kata Kang Soo melihat di sudut jalan. Dan Ah pikir tak perlu karena hanya  buang-buang uang.
“Tidak, aku yakin.. bisa melakukannya. Apa kau Mau lihat?” kata Kang Soo percaya diri pergi lebih dulu. Dan Ah hanya bisa berteriak untuk melarangnya. 

Kang Soo mencoba mengambil satu boneka, tapi gagal untuk dimasukan kedalam lubang. Dan Ah hanya dengan tatapan seperti mengejek. Kang Soo pikir kalau sudah lama sekali dan kalau sudah terbiasa pasti akan berhasil.  Kang Soo terus mencoba sampai akhirnya mendapatakn boneka gantungan kecil.
“Apa Kau senang mendapatkannya setelah menghabiskan 30.000 Won?” ejek Dan Ah melihat Kang Soo tersenyum bahagi.
“Ya, kau tidak akan menerimanya jika pergi ke toko boneka. Kalau kau sedang kesal, maka ini akan menenangkanmu. Jadi Simpanlah itu.”ucap Kang Soo mengantungkan di tas Dan Ah lalu pergi. Dan Ah terdiam karena Kang Soo memberikan benda kenangan sebelum pergi. 

Ho Young melihat tas yang mahal menurutnya  Ini sungguh luar biasa., karena Ji Yoon sangat bermurah hati. Young taek yakin Adiknya  pasti akan menyukainya. Ho Young juga takin adiknya itu akan menganggap Young Taek kakak yang terbaik.
“Apa para cewek menyukai hal semacam itu?” tanya Tuan Baek melihatnya
“Ya, tentu saja. Kalau kau pakai tas desainer, maka  bahkan bisa bebas melakukan apa pun. Kau bisa bilang pada mereka, "hei, ayo kita minum". Nanti mereka akan ikut denganmu.” Ucap Ho Young yakin
“Hei,  yang ada nanti kau akan ditampar. Apa Kau pikir semua cewek seperti itu?” ucap Min Chan
“Biarkan saja dia ditampar. Kau memang kakak yang baik, bahkan  sudah membayar uang kuliahnya dan membelikan ini juga.” Ucap Byung Soo seperti iri

“Aigoo... Itu seratus kali lebih baik daripada membuangnya di tempat sampah.” Ucap Min Chan memukul kepala Byung Soo.
“ Kau selalu bilang begitu saat melihatku.” Keluh Byung Soo. Min Chan mengatakan Itu karena mengkhawatirkannya.
“Hyung, kau harus mencemaskan pekerjaanmu. Kau lulus kuliah dengan baik. Kenapa kau tidak mendapat pekerjaan? Memang kau akan menangkap pewawancaranya atau semacamnya?” ucap Byung Soo mengejek.
“Ya, aku bahkan akan membuat hidung mereka berdarah. Kenapa? Haruskah aku melakukannya padamu?” kata Min Chan. Byung Soo mulai ketakutan. Tuan Baek melirik ingin melihat tasnya. 


Ji Yoon bertemu pembeli lainya, merasa pria tidak bisa melakukannya karena sduah sepakat tentang harga sebelum dibeli. Si pria mengaku seorang mahasiswa dan sangat ingin membelinya untuk pacarnya, lalu bertanya apakah tidak ada lagi cara lain. Ji Yoon seperti tak tega setuju akan memberikan diskon.  Jin Kyu tak tahan mendekati Ji Yoon.
“Berdirilah. Biar aku yang menjualnya. Bukan begitu caramu menjual barang... Lihat dan pelajari.” Kata Jin Kyu. 

Dua orang anak membeli sebuah baju, Jin Kyu menegaskan  tidak bisa memberikan diskon Dan juga, menurutnya meski membelinya, pasti akan cocok kalau ibu mereka yang pakai karena Ini hanya untuk orang yang kurus. Ji Yoon melihatnya merasa Jin Kyu itu orang yang tega.
“Tapi ibu kami sangat kurus dan juga sangat menderita.” Ucap Si anak. 


 Akhirnya semua barang habis terjual, tapi wajah Jin Kyu merasa tak enak lalu bertanya berapa uang yang didapatnya. Ji Yoon mengatakan  totalnya 5.800.000 Won. Jin Kyu ingin tahu berepa  Rencana yang dapatkan. Ji Yoon mengatakan 20.800.000 Won.
“Kau bilang 20.800.000 Won? Apa ada kamar yang bisa disewakan dengan harga 5.800.000 Won?” ucap Jin Kyu kaget, Ji Yoon tak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa menangis.

Keduanya berjalan pulang, Jin Kyu pikir Lebih baik pertimbangkan saja, karena akhirnya menemukan sesuatu yang sama. Ji Yoon bertanya apakah sangat senang dengan hal ini. Jin Kyu mengaku sedih karena merkea seperti dua boneka jelek.
“Kalau begitu kau harus pergi. Boneka jelek tidak bagus kalau bersama.” Kata Ji Yoon.
“Baiklah, kalau begitu kita lakukan sesuatu yang menyenangkan.” Ucap Jin Kyu. Ji Yoon bertanya apa itu 
Jin Kyu pikir Menonton film, Ji Yoon mengeluh kalau itu mengganggu sekali lalu pamit pergi dan melambaikan tanganya. Jin Kyu tak percaya Ji Yoon melambaikan tanganya,lalu meminta lagi. Tapi Ji Yoon segera masuk tanpa mau melambaikan tanganya. 


Kang Soo dan Dan Ah duduk dicafe dengan sepasang sepatu diatas meja. Dan Ah meminta Kang Soo agar mengambilnya karena  merasa tidak enak kalau tidak memberi sesuatu. Kang Soo pikir hanya memberikan boneka kecil jadi lebih bai Kembalikan saja. Dan Ah langsung menarik price tag, dan menyuruh Kang Soo untuk mengambilnya.
“Aku memberikannya padamu supaya kau bisa memulai yang baru. Kudengar kau akan pergi. Jadi Jangan ikut campur urusan orang lain dan uruslah dirimu sendiri. Saat kau sampai di wilayah baru, tolong pikirkan urusanmu sendiri” ucap Dan Ah.
“Dan juga jangan kembali ke wilayah ini lagi. Jangan datang kemari hanya sekadar jalan-jalan. Jangan mampir saat kau lewat. Selamat tinggal.” Kata Dan Ah berpesan.
“Dan Ah... Berapa hari lagi yang tersisa?” tanya Kang Soo. Dan Ah mengatakan  226 hari.
“Apa Kau akan baik-baik saja sampai saat itu? Apa Kau akan merasa nyaman?” tanya Kang Soo.
“Jangan khawatirkan hal itu.” Ucap Dan Ah dan bergegas pergi. 


Dan Ah pulang dengan motornya terlihat seperti menahan rasa sedihnya, Kang Soo duduk di cafe menatap sepatu yang dihadiahkan Dan Ah padanya. Kang Soo pulang mengemudikan motornya, Dan Ah duduk di kamar sambil menatap boneka pemberikan Kang Soo.
Kang Soo berhenti didepan rumah Dan Ah dan menatap kearah sepeda motor Dan Ah, seperti memastikan kalau sudah sampai dirumah. Dan Ah akhirnya hanya bisa menangis karena akan kehilangan Kang Soo. 

Kang Soo melihat restoran yang sudah dua bulan ditempatinya lalu saat itu Tuan Jang dan Soon Ae masih ada dalam restoran,  Tuan Jung mengakudatang karena penasaran dan bertanya Apa yang akan di lakukan sekarang. Soon Ae bertanya Haruskah kau pergi seperti ini.
Tuan Jung menempelkan pengumuman didepan toko [Dibutuhkan Seorang Pekerja: Pengalaman Diutamakan]  Soon Ae mengeluh kalau seharusnya  melatihnya dengan benar dan dengan cepat melatihnya, lalu akan berteriak memanggil Kang Soo. Tuan Jung menahanya agar mereka pergi saja.
“Aku ingin mengajarinya sedikit. Dia hanya kurang handal.” Kata Soon Ae. Tuan Jang mengajak pergi saja.
Kang Soo duduk di dalam kamar menantap foto masa kecilnya dengan sang ibu, lalu pergi meninggalkan restoran dengan motornya. 

Dan Ah hanya bisa menangis dalam kamarnya, Yeon Ji pikir Kalau Dan Ah sangat menyukai Kang Soo maka peergilah tahan dia. Dan Ah pikir tidak bisa, karena ia akan pergi jadi Mana bisa menahannya saat akan pergi nanti.
“Kalau begitu, lupakan saja dia.” Yeon Jin, Dan Ah mengaku juga tidak bisa melakukannya. Yeon Ji bertanya alasan Dan Ah tak bisa
“Entahlah. Kurasa aku tidak bisa melupakannya.” Ucap Dan Ah masih terus menangis. 

Esok paginya, Dan Ah pergi kerja melihat ada pengumuman didepan restoran [Dibutuhkan Seorang Pekerja: Pengalaman Diutamakan]  lalu tak melihat motor Kang Soo yang terparkir dan berpiki kalau itu sudah pasti pergi. Tapi saat ia masuk Kang Soo duduk di meja, Kang Soo pun menyapanya.
“Kupikir kau sudah pergi. Motormu juga tidak ada di luar.” Ucap Dan Ah kaget.
“Motorku Sedang diperbaiki. Aku mengalami kecelakaan dan jatuh saat pergi.” Cerita Kang Soo. Dan Ah bertanya kenapa bisa terjadi.
“Itu Karenamu. Aku terus berbalik untuk melihat ke belakang. Maaf, tapi kurasa aku tidak bisa pergi.” Ucap Kang Soo dengan senyuman.  Dan Ah hanya bisa melonggo tak percaya mendengarnya.
Bersambung ke episode 9

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

1 komentar: