Minggu, 20 Agustus 2017

Sinopsis Strongest Deliveryman Episode 6 Part 2

PS : All images credit and content copyright : KBS
Byung Soo dkk dihukum oleh Tuan Baek di rumahnya, Tuan Baek merasa  tidak pernah merasa dikhianati sepanjang hidupya, tapi Bagaimana mereka bisa melakukan ini padanya. Byung Soo berdiri merasa kalau  ini sangat tidak adil.
“Kami selalu terus mengungkit tentang Yeon Ji ini dan Yeon Ji itu.” Kata Byung Soo.
“Ya, kami sudah bilang begini ribuan kali. Dia itu teman yang sekamar dengan wanita yang suka berkelahi itu.” Kata Ho Young
“Benar! Tapi, kau menyuruh kami berhenti mengatakan omong kosong seperti itu.” Ucap Young Taek tak setuju.
“Berarti kalian harusnya lebih agresif! Kau harus bisa mengalahkanku!” kata Tuan Baek. Byung Soo tak percaya Tuan Baek melakukan hal ini karena baru memulai cintanya
“Tidak, kali ini yang terakhir. Tidak ada lagi... Sampai aku mati... Yeon Ji.” Kata Tuan Baek. Min Chan yang mendengarnya hanya bisa melonggo. 


Dan Ah melihat waktunya masih ada 245 hari lagi, dan pergi keluar rumah dengan menarik selimut dulu untuk Yeon Ji yang tertidur pulas, saat itu sebuah mobil memberikan kode dari lampunya. Dan Ah binggung siapa yang menemuinya. Jin Kyu dengan wajah bahagia melambikan tangan dari dalam mobil. Mereka pun bertemu di tempat lain.
“Kau mau ke mana?” tanya Jin Kyu. Dan Ah mengatakan  pergi Les Bahasa Inggris. Jin Kyu mengerti persiapan untuk pindah. Dan Ah membenarkan dan bertanya balik apa yang akan dilakukan Jin Kyu di pagi hari.
“Aku Mau bekerja... Maafkan aku.” Kata Jin Kyu. Dan Ah piki tak perlu dibahas lagi karena sudah berlalu.
“Tapi, apa yang terjadi denganmu? Keluargamu bahkan tidak menerimamu, jadi bagaimana kau bisa menyewa pengacara?” tanya Dan Ah.
“Apa Kau tahu tentang pengacaraku?” tanya Jin Kyu terlihat geer.
“Semua ada dalam berita. Kau terkenal karena menjadi anak kaya yang tidak berpikir.” Jelas Dan Ah
“Presdir Jungga yang membantuku. Dia juga memberiku kesempatan ini.” Kata Jin Kyu
“Kenapa dia membantu seseorang sepertimu?” kata Dan Ah heran. Jin Kyu juga mengaku tidak tahu alasannya tapi Yang penting, Nyonya Jung  satu-satunya orang yang mempercayainya.
“Aku akan menyerahkan hidupku dan membayarnya kembali. Aku akan hidup sebagai manusia sejati.” Kata Jin Kyu bangga
Dan Ah tak peduli, Jin Kyu mengaku belum melupakan janjiku dan akan menghasilkan uang sendiri serta membantu untuk pindah. Dan Ah pikir tak perlu, karena Kerugiannya sudah ringan, berkat Kang Soo. Jin Kyu tak percaya dengan nada mengejek Uang apa yang dimiliki Kang Soo untuk membantu Dan Ah.

“Aku tahu kau akan mengatakan itu. Itu masalahmu. Kau selalu memikirkan uang dulu. Maka Itu sebabnya hidupmu tidak pernah lurus. Kalau kau mendengar seseorang terluka karenamu, maka kau harusnya tidak menaikkan biaya rumah sakitnya dulu. Kau harus mengunjungi orang tersebut dan melihat bagaimana keadaannya. Kau harus berlutut pada keluarganya dan meminta maaf. Kalau kau melakukan itu, Kang Soo juga pasti akan memaafkanmu. Kau bisa hidup tenang dan melakukan yang kau mau.” Jelas Dan Ah 

Jin Kyu pikir kenapa ia harus melakukan hal seperti itu,  karena ia  bukannya ingin menabraknya. Dan Ah tahu kalau Jin Kyu pasti tak mau melakukan, karena bisa menggunakan uangnya tapi tidak ingin kehilangan harga dirinya, lalu menyuruh agar pergi saja.
“Bekerja keraslahdan cari uang yang banyak. Tapi, jangan pernah berpikir untuk membawanya padaku. Aku akan bangkit dengan usahaku sendiri.” Ucap Dan Ah sinis
“Kenapa Kang Soo bisa membantu, sementara aku tidak bisa?” tanya Jin Kyu tak bisa terima.
“Kau akan menjadi manusia begitu kau memikirkannya.” Kata Dan Ah lalu pergi dengan motornya. 


Jin Kyu akan pergi masuk ke dalam restoran, saat itu seorang datang dan langsung memukulnya dengan besi baja. Jin Kyu panik berteria meminta tolong dan saat itu mobil pengantar bahan makanan datang, Jin Kyu langsung berlari meminta tolong, sopir pun melihat keadaan Jin Kyu sementara si pelaku memiliuh untuk kabur.
Sung Jae membuka masker mengumpat kesal, saat itu Kang Soo mengemudikan motornya melihat Sung Jae, Sung Jae bertanya kenapa tak tidur malah keluar di pagi hari.  Kang Soo mengaku akan menemui Hyun Soo dan ingin tahu Kenapa dengan pipa baja itu. Sung Jae hanya diam saja. Kang Soo meminta Sung Jae mengatakan
“Oh Jin Kyu, aku pergi menemuinya.” Ucap Sung Jae. Kang Soo terlihat kaget dan berpikir kalau Sung Jae tak melakukan yang kasar.
“Hukum tidak ada gunanya jadi aku ingin menghukumnya sendiri. Apa itu salah?” ucap Sung Jae. Kang Soo mengumpat marah dan langsung mencengkram badan Sung Jae.
“Haruskah kita diam saja? Hyun Soo hanya terbaring di RS. Haruskah kita biarkan si brengsek itu tertawa, makan dengan lahap dan hidup dengan baik?” ucap Sung Jae.
“Diam, brengsek! Memangnya itu akan membuat Hyun Soo bangun? Hidupmu pasti akan hancur! Apa Dengan cara itu, Hyun Soo akan bangun?” ucap Kang Soo marah lalu melepaskan tanganya.
“Di mana Oh Jin Kyu sekarang?” tanya Kang Soo ingin melihat keadaan Kang Soo.
“Apa yang kau lakukan padanya? Tidak perlu ke sana, Dia baik-baik saja. Ada truk restoran datang. Jadi Aku tidak bisa berbuat apa-apa.” Kata Sung Jae.

Kang Soo memastikan kalau Sung Jae baik-baik saja. Sung Jae membenarkan dan akan tahu kalau kau melihatnya pagi hari. Kang Soo menyuruh Sung Jae pergi dan Jangan menampakkan diri di wilayah ini lagi.
“Dan Dengar... Walau kita ingin membunuhnya, biar aku saja. Jangan pernah terlibat lagi. Mengerti?” kata Kang Soo. Sung Jae pun pergi dengan motornya. Kang Soo pun membuang besi baja yang dipakai Sung Jae dengan tanganya sendiri. 

Jin Kyu melapor pada polisi ketika ditanya apakah ini dendam, Ia merasa tak tahu. Menurutnya Ada seorang pria yang marah setiap kali melihatnya. Polisi ingin tahu siapa orang itu,  Jin Kyu seperti memikirkan Kang Soo tapi menurutnya orang itu tidak akan melakukan itu.
“Mungkin perampok yang ingin merampas uangmu. Presdir restoran yang baru dibuka cenderung membawa banyak uang tunai.” Kata polisi
“Aku bukan presdir, tapi Aku hanya manajer bagian Mereka tidak akan tahu barang itu.” Kata Jin Kyu
“Yang penting, kita akan mencoba menangkapnya dengan cepat.” Kata polisi. Jin Kyu merasa tak percaya kalau hal aneh memang selalu terjadi padanya.

Kang Soo datang ke tempat Hyun Soo menemui nenek Kang Soo mengaku datang karena memikirkannya dan bertanya kenapa belum tidur. Nenek Jung mengaku kalau merasa tak bisa tidur.
“Jika aku duduk diam di sini, kurasa aku bisa mendengar Hyun Soo bernapas.”kata Nenek Jung
“Bagaimana penjualan Anda akhir-akhir ini?” tanya Kang Soo.
“Aku tidak bisa membayar gaji pegawaiku jadi aku menyuruh mereka pergi. Sekarang aku bekerja sendirian.” Cerita Nenek Jung
“Apa Anda tidak mendapatkan pelanggan?” tanya Kang Soo
“Hanya beberapa pelanggan saat Jungga Seolleongtang tutup. Aku harus membayar tagihan rumah sakit Hyun Soo. Aku tidak tahu berapa lama bisa bertahan” kata Nenek Jung. Kang Soo dengan tatapan berkata kalau akan membantu Nenek Jung. 

Kang Soo bertemu Tuan Baek dkk membahas tentang Pengantaran dan ia tahu bahwa Hanyang Seolleongtang terkenal dengan seleranya di wilayah ini menurutnya Ini bisa bertahan jika mereka ada yang memgantar dan Jika mereka mendapat pesanan, maka mereka bisa mengumpulkannya dalam group chat Kemudian bisa mengirimkannya pada salah satu jasa kurir mereka.
“Itu memang bagus, tapi mungkin ada masalah.” ucapTuan Baek
“Kalau kita mencobanya, pasti tidak akan ada masalah. Aku tidak bisa membiarkan Oh Jin Kyu membuat Hanyang Seolleongtang bangkrut. Bagaimana? Apa Mau bergabung bersamaku?” kata Kang Soo. 

Kang Soo bertemu dengan Dan Ah didepan restoran memberitahu  diam-diam melakukan pekerjaan lain jadi meminta agar bisa meRahasiakan ini untuknya. Dan Ah meminta agar Kang Soo jangan berbuat masalah Nanti benar-benar akan dipecat. Kang Soo berjanji akan berhati-hati lalu bergegas pergi. Dan Ah kembali hanya bisa berteriak 

Di depan restoran
Tuan Baek dkk membuat pertujukan dengan bisa membelah semangka mengunakan kepalanya dan Kang Soo membagikan selembaran kalau Hanyang Seolleongtang sekarang buka jasa pengantara dan Restoran  yang sudah dibuka selama 30 tahun.
Tuan Baek juga ikut membagikan selembaran pada pelanggan di restoran Jin Kyu kalau ada restoran Hanyang Seolleongtang. Jin Kyu keluar dari restoran, Tuan Baek kaget dengan mata melotot memberikan selembaran juga. Dari kejauhan Kang Soo melihat Jin Kyu seperti memastikan kalau keadaan baik-baik saja. Jin Kyu yang kesal langsung meremas selembaran. 

Mereka semua bolak baik masuk ke restoran nenek Jung membawa pesanan antar. Kang Soo kembali ke restoran jajangmyun membuka kotak makanya, Dan Ah melihat ada mangku sup iga dan buru-buru menutupnya, Tuan Jang yang melihatnya menatap heran lalu kembali ke dapur.
Dan Ah ingin memukul Kang Soo yang hampir melakukan kesalahan, tapi saat itu Soon Ae menatapnya. Akhirnya tangan Dan Ah memilih untuk mengusap kepala Kang Soo seperti orang pacaran yang sedang kasmaran. Soon Ae langsung tersenyum iri melihatnya.
Kang Soo menghitung pemesanan mereka ada 90 mangkuk seolleongtang, Tujuh mangkuk sup serut sapi, Tiga porsi masakan daging sapi dan Penjualan hari ini sebanyak 684.000 won. Semua menjerit bahagia mendengarnya begitu juga Nenek Jung akhirnya bisa kembali mendapatkan uang. 

Jin Kyu duduk di ruangan dengan papan namanya. Manager memberitahu kalau Penjualan mereka sepertinya menurun. Jin Kyu tak percaya hanya karena pengantaran itu, Manager pikir seharusnya tidak menganggapnya mudah dan Hanyang terkenal di daerah ini karena makanan enak mereka dan Restoran itu sekarang punya tukang antar sebanyak enam orang.
“Mereka punya harga yang sama dengan kita, jadi mereka bisa bersaing dengan mudah.” Kata Manager.

Ibu Ji Yoon menerima laporan dan ingin tahu sebera parah kondisinya. Seketarisnya memberitahu kalau  Jungga berada di posisi terendah, jadi mereka perlu membujuk para pelanggan. Jika para pelanggan tidak mau datang maka  mungkin usaha mereka tidak berhasil.
“Haruskah kita cari manajer tim dari departemen manajemen?Lalu, Manajer Oh Jin Kyu tidak tersinggung?”kata Sek.nya.
“Belilah tempat Hanyang Seolleongtang. Bayar 1 miliar won lebih banyak dari harga pasar.” Kata Ibu Ji Yoon. Sekertarisnya sempat kaget tapi setelah itu akan melakukannya.


Tuan Baek bertemu dengan Dan Ah mengaku sangat sibuk jadi kan bicara pada intinya saja, denga membahas yang diingat masa lalu itu sebagai kenangan yang indah. Dan Ah menganguk setuju.
“Sejujurnya., aku tidak berpikir itu cinta. Memikirkan kembali, aku bingung dengan yang namanya persahabatan.” Kata Tuan Baek. Dan Ah pikir itu bagus sekali.
“Aku ingin minta bantuan” kata Tuan Baek tapi binggung mengatakanya. Dan Ah ingin Tuan Baek mengatakan saja.
“Tolong kenalkan aku pada Yeon Ji.” Kata Tuan Baek. Dan Ah menatap sinis dan siap memukulnya, Tuan Baek ketakutan berpikir Lebih baik akan mengurus sendiri dan segera bergegas pergi. 

Dan Ah berdiri didepan restoran melihat ada yang membuat keributan di dalam ruangan, lalu masuk dan melihat Kang Soo sibuk membanting adonan Dengan wajah marah memberitahu Kang Soo kalau bisa mendengarnya dari luar. Kang Soo mengaku kalau sedang membuat mie buatan tanganya sendiri.
“Tidak perlu repot. Gunakan saja mesin itu dan Tidak perlu mengumbar yang kita lakukan di hari Minggu.” Ucap Dan Ah. Kang Soo pikir sudah mau selesai tapi malah membuat adonan jatuh ke lantai.
“Sekarang, tepung terbuang percuma!” ucap Dan Ah marah sambil memukul. Kang Soo mengeluh kesakitan karena Dan Ah itu tidak perlu memukulnya.
Saat itu tiba-tiba Soon Ae datang bertanya apa yang dilakuakn mereka di hari minggu. Keduanya terlihat gugup. Soon Ae melihat dapur yang sangat kacau,  Dan Ah makin panik. Soon Ae lalu menebak Kang Soo yang mau memasak makanan enak buat Dan Ah. Kang Soo langsung mengangguk.
“Aku ingin memasak makanan enak untuk si cantik Dan Ah.” Ucap Kang Soo dengan gaya merayu memegang pipi Dan Ah dengan tepung. Dan Ah mengeluh kalau ini Memalukan sekali.
“Oh... lucu sekali.. Baiklah, gunakanlah semua tepung yang kau butuhkan. Aku akan memberitahu pemiliknya kalau memakannya.” Kata Soon Ae.
“Terima kasih... Ada apa kemari?” tanya Dan Ah. Soon Ae mengaku  kaan ambil buku keuangan, karena harus bayar pajak hari Senin nanti dan pamit pergi serta meminta Maaf mengganggu keduanya. 


Dan Ah kebingunan dengan keadaanya,  Kang Soo dengan santai tak ada yang bisa dilakukan karena mereka memang sedang berkencan. Dan Ah ingin memukul tapi kakinya tak sengaja menginjak adonan dan tergelicir. Kang Soo dengan cepat memegang tubuh Dan Ah sebelum terjatuh.
Keduanya saling menatap dengan canggung, Kang Soo mulai mendekat Dan Ah langsung menutup matanya karena berpikir Kang Soo akan menciumnya. Tapi Kang Soo malah meniup tepung yang ada di pipi Dan Ah. Dan Ah buru-buru bangun mendorong Kang Soo dengan kesal.
“Hei, kau mau mati? Apa Kau pikir aku mau sentuh yang mana?” ucap  Dan Ah kesal. Kang Soo meminta maaf kalau hanya ingin membersihkan pipinya saja.
“Jangan lakukan ini lagi. Kau nanti akan mampus.” Kata Dan Ah menyuruh Kang Soo membereskan dapur saja.
“Hei, kenapa kau tadi kebingungan begitu? Kau berpikir aku akan menciummu...” ejek Kang Soo. Dan Ah dengan memberikan pukulan menyuruh Kang Soo agar beres-beres saja. 

Jin Kyu datang menemui Ji Yoon karena Ini hari libur jadi harus berkencan dan ia tahu Ji Yoon yang suka menonton film. Ji Yoon menatap sinis pada Jin Kyu yang tak ditahan polisi, Jin Kyu bertanya apakah mereka harus  melakukan sesuatu yang lain, Ji Yoon pikir mereka bisa nonton film.
“Aku lebih suka melihat layar film daripada wajahmu.” Ucap Ji Yoon.
“Ayo pergi, Masuklah.... Biar aku yang buka pintu.” Kata Jin Kyu yang ingin melayani Ji Yoon. 

Di dalam ruangan bioskop.
Ji Yoon makan pop corn dengan kesal sengaja menendang kursi dibagian depanya. Pria yang didepanya menatap sinis, Jin Kyu meminta maaf mengaku tak sengaja. Ji Yoon kembali menendang segera mencari perkara, Jin Kyu kembali meminta maaf dan menahan dengan kakinya agar Ji Yoon tak menendang.
Tapi kaki Ji Yoon makin cerdik, membuat Kaki Jin Kyu yang menyentuh kursi. Si pria tak bisa menahan marah langsung mendorong Jin Kyu keluar dari bioskop, Si pria ingin memukul tapi sang pacar menahan agar tak memberikan pukulan. Jin Kyu pun hanya bisa menghela nafas dengan tingkah Ji Yoon. 

Ji Yoon keluar dari bioskop dengan wajah bahagia karena tak ada Jin Kyu. Tapi Jin Kyu masih menunggu dengan es krim ditanganya bertanya apakah menikmati filmnya. Ji Yoon heran Jin Kyu tak pergi. Jin Kyu pikir tak bisa pergi kemana-mana dan memberikan es krim
“Setelah nonton film romantis, Apa kau tidak ingin makan makanan manis?” kata Jin Kyu
“Logika konyol macam apa itu? Setelah nonton film zombie, Apa kau ingin darah?” ucap Ji Yoon kesal.
Jin Kyu pikir benar juga, tapi karena sudh membelinya, jadi  meminta agar makan saja. Ji Yoon menolak dan tak sengaja malah menumpah pada jas Jin Kyu. Jin Kyu tak marah dengan santai bisa membersihkan dengan saputanganya. 

Mereka makan mie direstoran, Ji Yoon dengan sengaja mendorong wajah Jin Kyu pada mangkuk mie sampai semuanya wajahnya terkena kuah. Jin Kyu tak marah dengan senyuman meminta membawakan lap basah.  Ji Yoon mengajak main bowling, dengan sengaja menyelengkat kaki Jin Kyu.
Jin Kyu terjatuh saat melempar bola, tapi malah membuatnya strike. Ji Yoon terlihat sangat kesal. Sementara Jin Kyu dengan senyuman bahagia mengucapkan terimakasih.  

Di dalam mobil, Ji Yoon sengaja membuat mobil Jin Kyu berantakan dengan makan snack, dan makan dengan mulut penuh. Jin Kyu dengan santai memberikan minum agar Ji Yoon tak tersedak. Akhirnya keduanya turun dari mobil, Ji Yoon meminta Jin Kyu agar menghentikanya.
“Apa Kau sebut ini kencan?  Ini seperti tentara Inggris yang bertempur dengan Ghandi. Kenapa kau terus menemuiku? Putuskan saja aku dan bebaskan aku!” kata Ji Yoon kesal
“Maafkan aku... Aku ingin jujur,  Kurasa ini mengganggumu. Karena itu, aku sangat minta maaf. Tapi, aku membutuhkanmu. Jadi, kau harus menanggungnya sedikit dan Aku akan berusaha keras. Aku akan berusaha lebih keras sehingga berpacaran denganku menjadi lebih menyenangkan. Aku akan berusaha sehingga berpacaran denganku menjadi sesuatu yang membuatmu bahagia.” Kata Jin Kyu menyakinkan.
Ji Yoon yang kesal menyuruh Jin Kyu pergi saja, karena Mendengar itu membuatku muak sehingga tidak tahan lagi. Jin Kyu mengerti dan berjanji pekan depan akan menemuinya akhirnya Ji Yoon pun masuk ke rumahnya. Lalu Jin Kyu menerima telp dari polisi kalau sudah menemukan pelakunya.

Dan Ah menghitung penghasilan mereka 675.000 Won, seperti tak percaya mereka menghasilkan uang yang banyak dan bertanya apakah Kang Soo tidak mau mengambil sisanya, karena merasa tidak enak mengambil semuanya bahkan Kang Soo sudah membantunya memasak.
“Tidak apa-apa. Kau kehilangan uang karenaku jadi jangan khawatir.” Ucap Kang Soo yang memang ingin membantu
“Sebenarnya, itu bukan salahmu. Kau hanya bertindak terlalu baik.” Kata Dan Ah. Kang Soo menegaskan tidak menginginkannya dan Dan Ah boleh mengambil semuanya.
“Kalau kau memberiku 10.000 Won, maka aku akan marah.” Kata Kang Soo. Dan Ah mengeluh kang Soo keras kepala.
“Aku biasanya memperbaiki kebiasaan buruk dan bersabar menghadapi banyak pria dalam dua minggu. Aku sudah benar-benar menyerah padamu. Dan Ini. Ambillah.” Ucap Dan Ah memberikann sebuah tas. Kang Soo bertanya apa itu.
“Aku merasa tidak enak jadi aku membelikanmu hadiah. Aku tidak bisa dapat pengembalian uang atau menukar uang, jadi kau harus menerimanya.” Ucap Dan Ah meminta Kang Soo membukanya.
Kang Soo melihat sebuah baju wanita, Dan Ah bertanya apakah Kang Soo menyukainya, karena pasti menyukainya. Kang Soo binggung. Dan Ah dengan percaya diri merasa sudah tahu segalanya dan Nikmati waktunya dengan itu. Kang Soo bisa mengerti kalau Dan Ah masih berpikir dirinya yang mesum. 
Kang Soo mengajak Dan Ah masuk kamar dan tak melihat lagi banyak perlengkapan wanita. Dan Ah mengetahui kalau sebenarnya Kang Soo tidak hanya punya pakaian wanita, tapi wanita sebenarnya di kamarnya. Kang Soo membenarkan kalau wanita itu  lari dari rumah dan kelaparan di memberikan kamar hanya sebentar saja.
“Apa yang kau bayangkan?” ucap Kang Soo heran.
“Tidak ada, cuman ada sesuatu yang sedikit unik dan sedikit menyimpang.” Kata Dan Ah meminta maaf
Kang Soo menyuruh Dan Ah agar mengambil baju wanita itu, Dan Ah mengaku itu bukan ukuranya, Kang Soo binggung apa yang harus dilakukan dengan baju itu. Dan Ah tak peduli menyuruh Kang Soo agar mengambil saja lalu segera bergegas pergi menuruni tangga. 
“Dasar wanita gila. Kau mengubah pria normal menjadi pria mesum. Kau juga memanfaatkannya untuk dapat uang darinya. Ah, memalukan sekali...” ucap Dan Ah sangat menyesal.
Tiba-tiba dua orang pria masuk memanggil nama Choi Kang Soo, Dan Ah binggung bertanya siapa keduanya. Si pria memberikan tanda pengenalnya mengaku kalau datang mencari Choi Kang Soo. Dan Ah ingin tahu alasan mereka mencari Kang Soo. Kang Soo pun menuruni tangga bertanya apa yang terjadi.
“Anda ditangkap karena melakukan serangan. Anda punya hak untuk tetap diam dan berhak menyewa pengacara.” Ucap Polisi. Kang Soo binggung apa maksudnya penyerangan dan meminta penjelasan.
“Anda terekam dalam video blackbox, di mana Anda membuang pipa baja. Sidik jari Anda juga di situ.” Ucap Polisi, Kang Soo seperti bisa mengerti dan tersenyum,  saat itu Jin Kyu masu ke restoran.
“Kang Soo... Kupikir itu bukan dirimu. Sampai sekarang, aku masih berpikir itu bukan dirimu. Tapi, kaukah itu? Katakan padaku. Benarkah itu kau?” ucap Jin Kyu tak percaya. Kang Soo dengan senyuman membenarkan, lalu berjalan dibawa polisi, Dan Ah tak percaya melihatnya, sementara Jin Kyu menatap penuh dendam.
Bersambung ke episode 7

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

1 komentar: