Minggu, 20 Agustus 2017

Sinopsis Strongest Deliveryman Episode 6 Part 1

PS : All images credit and content copyright : KBS
Dan Ah mengajak Kang Soo untuk pergi, Kang Soo menahanya karena ingin lihat wajah pemiliknya dulu. Saat itu Ibu Ji Yoon turun dari mobil memperkenalkan Jin Kyu sebagai kepala manajer Jungga Seolleongtang. Dan Ah dan Kang Soo melonggo kaget melihat Jin Kyu yang sudah bebas.
“Apa Kau kenal orang-orang itu?” ucap Ibu Ji Yoon melihat tatapan Dan Ah dan Kang Soo. Jin Kyu mengaku mengenalnya dan meminta izin agar untuk pergi bicara dengan mereka. Nyonya Jung pun mempersilahkanya. 

Jin Kyu langsung menyapa keduanya yang sudah Lama tidak bertemu. Kang Soo bertanya apa sebenarnya yang terjadi. Jin Kyu dengan bangga mengatakan kalau dirinya sudah bebas. Kang Soo ingin tahu siapa yang membebaskannya dan bahkan belum menjalani persidangan.
“Kata mereka, aku tidak perlu menjalani proses pengadilan. Itu cuma pelanggaran ringan. Aku bebas setelah membayar denda 3 juta Won. Oh, maaf karena aku tidak bisa tinggal di balik jeruji lebih lama lagi. Kau pasti merasa bersalah, padahal Kau sudah berusaha untuk menjebloskanku dalam penjara.” Ucap Jin Kyu dengan nada mengejek.
Kang Soo tak bisa amarahnya langsung mencengkram baju Jin Kyu dan siap memukulnya. Dan Ah menahan Kang Soo agar tak melakukanya. Jin Kyu malah menantang Kang Soo agar memukulnya saja maka nanti Kang Soo juga dapat penjara yang lebih bagus.
“Sudah... Jangan bertingkah seperti orang bodoh. Dan Kau... Pergi saja dan jangan memancing emosi orang!” ucap Dan Ahn pada keduanya.
“Mana bisa pergi, di saat dia memegangku?” kata Jin Kyu. Dan Ah pun meminta Kang Soo agar melepaskanya. Akhirnya Kang Soo melepaskanya dan Jin Kyu langsung mengatakan akan bertemu lagi nanti lalu masuk ke restoran. 


Kang Soo akhirnya meminta Tolong urus pengantarannya pada Dan Ah. Dan Ah bertanya mau kemana Kang Soo sekarang.  Kang Soo hanya berkata agar tugasnya semua dipercayakan pada Dan Ah dan langsung pergi motornya. Dan Ah hanya bisa berteriak menanyakan kemana perginya. 

Kang Soo sambil mengemudikan motornya menelp Detektif, menanyakan  Apa yang terjadi dengan Oh Jin Kyu. Detektif mengaku mereka juga terkejut dengan ini tapi menurutnya tak ada yang bisa dilakukan ketika jaksa sudah membebaskannya dan Tidak ada kekuatan untuk polisi.
“Siapa jaksa yang menangani kasus itu?” tanya Kang Soo.
“Menyerah saja. Jaksa itu pasti tidak meladeni orang sepertimu.< Kau bahkan tidak diizinkan masuk ke Kantor Kejaksaan.” Ucap Polisi
“Katakan saja siapa!” teriak Kang Soo marah. Polisi pun memberikan nama Jaksa yang menangani kasus Jin Kyu. 

Seorang pria ingin masuk kantor kejaksaan, Petugas kemanan melaran untuk tak masuk. Si Paman mengatakan cuma butuh waktu sebentar, karena Ada yang harus dikatakan pada jaksa. Petugas pun tetap tak mengizinkan masuk tanpa ada izin resmi.
“Kalau Anda ingin protes, silakan ke Pusat Layanan Umum” ucap petugas
Kang Soo datang mengataakn ingin mengantar makanan. Petugas bertanya ingin kemana. Kang Soo dengan yakin menyebut Ruang kejaksaan Kim Byung Chul. Akhirnya petugas pun memperbolehkanya masuk. 

Kang Soo masuk ruangan dengan Jaksa Kim yang sedang membaca berkas, Assitant pikir Jaksa Kim yang memesan Jajangmyun. Jaksa Kim mengatakan tidak memesan karena berencana ingin makan siang di luar. Kang Soo mengaku kalau datang bukan untuk mengantar.
“Aku kemari ingin bertemu dengan Jaksa Kim. Akulah orang yang melaporkan kejadian balap liar itu.” Ucap Kang Soo. Jaksa Kim pun menanyakan ada apa masalahnya. 
“Anda bilang akan menuntut pidana bagi pelaku yang berada di balik itu. Tapi, apa yang terjadi?” ucap Kang Soo marah
“Siapa anak ini..” kata Jaksa Kim sombong, Assitant pun akan menyuruh Kang Soo untuk keluar. Kang Soo berteriak menahan sebentar untuk bicaa dengan Jaksa Kim.
“Tapi... Ada orang yang mengalami koma karena dia! Jadi apa maksud Anda, pelanggaran ringan? Apa Anda hanya menjatuhi hukuman denda 3 juta won, untuk pewaris keluarga kaya? Kenapa Anda menangani kasus ini dengan cara yang seperti itu? Katakan padaku.” Ucap Kang Soo marah
“Kenapa juga aku harus menjelaskannya padamu? Berani sekali kau datang ke tempat seperti ini, dan membuat masalah! Apa Kau sadar kalau pada akhirnya kami yang kena imbasnya?” ucap Si jaksa Marah
Kang Soo pikir kalau Jaksa Kim  pikir itu sudah tindakan tepat pada warga yang menangkap pelakunya, Jaksa Kim mulai mengumpat dan menyuuh agar memborgol Kang Soo, Anak buahnya binggung tapi akhirnya mengikuti perintah atasanya.
“Dia tertangkap basah, jadi borgol dia! Dia melakukan pelanggaran, dan menghalangi tugas!” kata Jaksa Kim. Kang Soo binggung apa yang sedang dilakukan padanya.
“Aku melakukan sesuatu sesuai kaidah hukum.” Tegas Jaksa Kim. Kang Soo pun tak bisa menolak.


Tuan Jung heran apa yang terjadi pada Kang Soo karena  belum kembali juga. Soon Ae juga heran karena bukan hanya selama 10-20 menit Tapi sudah terlalu lama. Dan Ah pikir ada sesuatu yang mendadak dan Pasti akan segera kembali jadi meminta agar menunggu sebentar.
“Tidak usah... Dia dipecat. Aku bisa mentoleransi hal-hal lain tapi aku tidak akan membela seseorang yang telah melupakan pekerjaannya seperti ini. Beri tahu dia untuk mengemasi tasnya dan pergi.” Ucap Tuan Jang. Dan Ah mencoba agar Kang Soo tak dipecat.
“Telepon orang-orang di jaringan kami. Katakan pada mereka kalau kami sedang membutuhkan tukang antar baru yang sangat berpengalaman secepatnya.” Kata tuan Jang pada Soon Ae.
“Kau saja yang telepon. Apa Kau ini tidak punya jari?” ucap Soon Ae. Tuan Jang pun tak bisa berkata apa pergi ke meja kasir.
“Aish. Selama ini kerjanya selalu bagus. Dia sekarang kenapa?” keluh Soon Ae heran.

Tuan Jung menelp untuk mencari penganti Kang Soo, Dan Ah tiba-tiba langsung menekan tombol untuk memutuskan telp. Tuan Jung heran yang dilakukan Dan Ah. Dan Ah memohon agar bisa memaafkan Kang Soo dan berjanji akan mendidiknya supaya tidak terjadi hal ini lagi.
“Keputusanku sudah bulat.” Kata Tuan Jung tak peduli.Dan Ah kembali memohon agar Tuan Jung bisa memaafkan sekali saja.
“Kenapa kau jadi peduli begini?” tanya Tuan Jung. Soon Ae juga merasa heran karena Dan Ah yang Biasanya, akan jadi orang pertama untuk memecatnya.
“Maksudku, dia selalu bekerja dengan baik. Akan sulit bagi kita untuk menemukan pria lain sebaik dia.” Kata Dan Ah berusaha mencari alasan.
“Ada apa? Kau malah bertingkah aneh.” Kata Tuan Jung heran.
“Dia benar. Kau belum pernah seperti ini sebelumnya. Sikapmu ini tidak cocok untukmu . Apa kau mungkin...Kau menyukainya? Dan kau memang menciumnya waktu itu, kan?” kata Soon Ae
Dan Ah hanya diam saja. Soon Ae pikir Dan Ah benar karena melihat Dan Ah yang tak bisa menjawabnya membuat dirinya berdegup kencang karena Memikirkan kalau Dan Ahsudah mulai suka sama seseorang. Tuan Jung memastikan apakah memang Dan Ah suka pada pria seperti  Kang Soo.
“Apa kau suka dengan Seorang pria yang rambutnya susah ditata, dan wajahnya sangat, tidak menyenangkan?” ucap Tuan Jung. Dan Ah mencoba mengelak bukan seperti itu maksudnya.
“Kalau bukan, aku pecat dia. Kali ini jangan menghentikanku.” Kata Tuan Jung
“Aku suka padanya. Aku ingin bersamanya setiap hari.” Akui Dan Ah terpaksa. Soo Ae seperti tak percaya Dan Ah mengaku kalau ingin bersama Kang Soo.
“Aku kecewa padamu.” Ucap Tuan Jung, tapi Soon Ae melihat wajah Dan Ah yan memerah karena mengakui perasaanya. 



Pegawai restoran memberitahu Jin Kyu kelau bisa memesan bahan yang dibutuhkan dua hari sebelumnya dan pengiriman akan dilakukan setiap hari jam 5 pagi. Jin Kyu melihat buku menu tak percaya kalau memang cepat sekali lalu ingin tahu siapa yang akan menerimanya?
“Anda harus menerimanya sendiri dan memeriksa jumlahnya. Itu Ada dalam buku manual Jungga. Apa Anda sudah membacanya?” kata si pegawai
“Aku sudah baca. Aku hanya... ingin membenarkannya saja. Aku ingin lihat apa Bu Manajer menyadari hal itu. Tapi ternyata kau mengetahui semua detailnya.” Ucap Jin Kyu memuji lalu mengajak agar melihat bagian dapur sekarang.

Sek bertanya pada Nyonya Jung Apa akan lebih baik jika mereka percayakan Jin Kyu pada restoran baru, karena melihatnya kalau belum siap. Nyonya Jung pikir Jangan khawatir karena Jin Kyu pasti akan segera terbiasa.
“Kau akan langsung membaik jika bawahanmu memandang rendah dirimu.” Kata Nyonya Jung yakin. 

Ji Yoon berkerja di kedai kopi diminta agar melayani pelanggan, Saat itu Nyonya Jung sudah ada didepanya. Nyonya Jung dengan sinis menyindir anaknya,  yang mengaku punya pekerjaan yang layak tapi malah menjadi kasir cafe lalu meminta pesanan minuman untuknya. Ji Yoon pun bertanya layaknya pada pelanggan. Saat itu Nyonya Jung bertanya pada orang yang baru datang, Ji Yoon kaget melihat Jin Kyu yang datang bersama ibunya.
“Ap...aa...Kau.. kau keluar dari penjara? Tapi, kau 'kan harusnya ditahan...” ucap Ji Yoon kaget.
“Jaga ucapanmu dan Buatkan saja pesanannya. Satu americano, dan satu latte untukku.” Kata Nyonya Jung. Ji Yoon pun tak bisa berkata-kata lagi.
“Baiklah. Jadi Anda ingin americano panas dan satu caffe latte, benar? Apa Anda ingin ukuran biasa untuk dua minuman itu?” tanya Ji Yoon seperti sengaja membuat kesal. Ibunya mengatakanLakukan sesuka Ji Yoon saja.
“Apa Anda ingin pakai cangkir kaca, atau cangkir kertas?” tanya Ji Yoon. Ibunya kembali menjawabLakukan saja sesukanya.
“Apa Anda punya kartu poin atau kartu diskon?” tanya Ji Yoon. Ibunya menatap sinis. Jin Kyu menahan tawanya. Ji Yoon pun hanya bisa tertunduk akan segera membuat pesanan. 


Ji Yoon mengambil beberapa donat untuk pelanggan sambil menatap sinis pada ibu dan calon suaminya. Nyonya Jung duduk bersama Jin Kyu menanyakan apakah bisa  menanganinya. Jin Kyu mengaku tak tahu yang akan dilakukanya Tapi akan melakukan yang terbaik.
“Aku akan membuat toko itu sukses, tidak peduli apa yang diperlukan.” Ucap Jin Kyu menyakinkan. Ibu Ji Yoon pun memujinya dan menyuruh kembali untuk meminum kopinya.
Jin Kyu meminum kopi dan merasakan sesuatu, Ibu Ji Yoon bertanya apakah ada sesuatu. Jin Kyu mengelengkan kepala dan pamit untuk ke toilet, saat itu mengeluarkan sesuatu dari mulutnya. Ada dua benda dalam kopinya lalu menatap sinis pada Ji Yoon, tapi Ji Yoon berpura-pura tak tahu. 

Ji Yoon menanyakan pada reporter kakaknya, apa yang terjadi. Si reporter juga tak tahu dan sekarang sedang melihat situasinya, dengan baru saja keluar dari kantor kejaksaan. Ia juga mencoba mencari tahu kenapa Ahjussi Ji Yoon itu di penjara. Ji Yoon kaget mengetahui Kang Soo di penjara.
“Apa kau tidak tahu? Dia sekarang ditahan di Kantor Kejaksaan! “ ucap Si reporter. Ji Yoon benar-benar kaget mendengarnya. 

Goo Gil dkk berusaha untuk masuk ke dalam kantor kejaksaan, Pihak kemananan menolak mereka tak boleh masuk. Sung Jae berdiri dibelakang mereka semua dengan tatapan dingin. Akhirnya Mereka pun mulai bisa berbagi jarak.
“Jadi, kenapa seorang pelaku dibebaskan dan malah menangkap orang yang tak bersalah?” tanya Goo Gil. Pihak keamanan menyuruh mereka pergi saja.
“Kalau kalian terus berbuat masalah, kami akan memborgol kalian semua!” kata petugas keamanan. Ho Young menantang agar memborgolnya saja. Petugas siap memborgol. Byung Soo langsung menahanya.
“Tolong tenanglah! Dia itu memang sakit. Dia pernah mengalami kecelakaan sepeda motor beberapa waktu lalu.” Ucap Byung Soo dan menyuruh temanya pulang saja karena sudah malam. Ho Young ketakutan berbura-pura sakit seperti hilang ingatan.
“Kami hanya ingin melihat wajahnya.” Kata Goo Gil. Petugas mengatakan tetap tak memperbolehkanya. Akhirnya Goo Gil memerintahkan smeua anka buahnya agar duduk memblokir jalan, Sung Jae hanya diam saja. Goo Gil menyuruh agar Sung Jae juga ikut duduk saja. 

Si Reporter berdiri didepan kantor kejaksaan membawakan berita dan Ji Yoon melihat dibelakang kamera dengan wajah sedih. Goo Gil dkk masih duduk di depan kantor kejaksaan melakukan protes.
“Dulu, jaksa penuntut akan menuntut 2 tahun penjara untuk Tuan Oh.  Tapi saat Tuan Park, mantan jaksa penuntut kantor ini, mengundurkan diri dan menjadi pembela pidana terdakwa tiba-tiba dinyatakan sebagai pelanggaran ringan. Dan warga negara tak bersalah, Tuan Choi Kang Soo, yang memainkan peran penting dalam menangkap pelakunya ditangkap sambil mengeluhkan bagaimana pihak penuntut menangani kasus ini dan saat ini sedang diselidiki karena menghalangi tugas.”
Ji Yoon menatap ke gedung jaksa seperti berharap Kang Soo baik-baik saja. 

Jaksa Kim menerima telp dari atasanya agar melepaskan Kang Soo, karena  tidak ingin nama mereka disebut-sebut dalam media. Jaksa Kim pun tak bisa menolak perintah dari atasanya. Anak buahnya datang, Jaksa Kim bertanya apakah mendapatkan info tentang Kang Soo.
“Aku sudah melihatnya lebih jauh lagi, tapi dia tidak punya catatan kejahatan. Aku hanya tahu kalau dia mendapatkan lima sertifikat karena menjadi warga negara yang pemberani. Dia menangkap tiga pelaku tabrak lari. Dia menangkap seorang perampok, dan menyelamatkan seorang lansia dari kebakaran.” Ucap anak buahnya. Jaksa Kim benar-benar tak percaya malah membuatnya makin jengkel. 

Kang Soo keluar dari kantor kejaksaan dengan motornya, Ji Yoon langsung menanyakan keadaannya. Kang Soo mengaku baik-baik saja. Goo Gil menayakan apakah Kang Soo memang sudah dibebaskan. Kang Soo mengangguk.
“Maaf, semuanya.” Kata Kang Soo. Semua merasa Kang Soo Tidak perlu minta maaf cuman karena semuanya berakhir seperti ini. Kang Soo pun pamit pergi lebih dulu. Sung Jae menatap sinis pada Kang Soo yang pergi meninggalkan mereka. 

Dan Ah menunggu dengan wajah gelisah dan akhirnya melihat Kang Soo yang datang. Kang Soo malah heran melihat Dan Ah masih ada di restoran Dan Ah pikir mana mungkin dirinya pergi, di saat Kang Soo menghilang entah dari mana, bahkan tidak bisa menghubunginya.
“Jai Kau tadi dari mana?” tanya Dan Ah. Kang Soo mengaku Untuk bertemu dengan jaksa yaitu Jaksa yang menangani kasus Oh Jin Kyu.
“Apa Kau ini selalu salah pikir? Jadi apa Kau sudah bertemu dengannya?” tanya Dan Ah. Kang Soo mengangguk. Dan Ah ingin tahu apa yang dikatakan Jaksa.
“Dia bilang dia melakukan hal-hal menurut hukum. Jadi dia menyuruhku berhenti berdebat dengannya, dan tidak perlu emosi. Itu sebabnya aku kembali tanpa pertengkaran.” Ucap Kang Soo
“Yang kuatlah... Hidup memang selalu seperti itu.” Ucap Dan Ah. Kang Soo akan masuk kamar, Dan Ah kembali bicara.
“Dunia ini tidak penuh dengan orang sepertimu. Ada banyak hal konyol yang terjadi sepanjang waktu dan semakin kau lihat, maka semakin kau menyadari bahwa tempat ini adalah tempat berlindung bagi orang jahat. Maaf karena mengatakan hal yang tak membuatmu merasa lebih baik. Tapi ini kenyataan. Jadi jangan hidup terlalu baik... Kau akan sedih... Kau akan kesal.” Nasehat Dan Ah. Kang Soo menaiki kamarnya. 


Kang Soo duduk diam di dalam kamarnya sambil menangis meminta maaf, karena menurutnya seharusnya Hari itu tidak marah padanya.  Menurutnya Kalau saja  tidak berteriak untuk pergi menemui ibu, maka Hyun Soo tidak akan berakhir seperti ini. Ia terus menangis tersedu-sedu meminta maaf pada Hyun Soo, karena Ini semua salahnya. 

Jin Kyu membuka buku dibagian Daftar Penjualan, lalu Bab 2: Manajemen Makanan Higienis, Panduan Pengelolaan Makanan Restoran Jungga. Tapi pikirannya seperti masih dibuat gelisah akhirnya terdiam mengingat kejadian sebelumnya.
Flash back
Nyonya Jung menemui Jin Kyu di penjara, mengatakan akan mengeluarkannya dan juga akan memberikan kesempatan. Jin Kyu binggung apa yang dimaksud dengan Kesempatan. Nyonya Jung mengatakan akan mempercayakan restoran baru Jungga pada Jin Kyu dan menjadikan restoran itu sukses di wilayah tersebut.
“Selain itu ...luluhkan hati putriku. Kau punya waktu enam bulan. Kalau kau bisa selesaikan kedua hal itu, maka aku akan membantumu lebih jauh lagi. Tapi jika salah satunya kau gagal, maka kau akan kutendang. Jadi bagaimana? Apa Kau ingin mencobanya?” ucap Nyonya Jung memberikan penawaran.
“Mengapa Anda menawarkanku kesempatan seperti ini?” tanya Jin Kyu
“Karena kupikir kau akan berhasil. Aku mempercayaimu.” Ucap Nyonya Jung
Jin Kyu yang mengingat perkataan Nyonya Jung semakin yakin pasti bisa melakukanya. Karena Inilah satu-satunya pilihannya sekarang. 

Semua orang mengantri didepan restoran Jin Kyu dengan memberitahu Semua bahan kami berasal dari Korea, tapi harga masih masuk akal, bahkan menganggap Restoran pertama Jungga sekarang masuk di wilayah mereka. Kang Soo dkk melihat dari kejauhan Jin Kyu yang menyapa semua pelanggan yang masuk.
“Mereka sudah pindah di sini, bahkan mereka tidak memberikan kue beras.” Keluh Si bibi heran, suaminya pikir tak ada yang peduli dengan kue beras.
“Akan ada puluhan restoran yang seperti ini akan masuk! Kami semua sudah menyerah.” Kata Paman.
“Tapi tetap saja, ini sudah jadi tradisi menyiapkan kue beras saat kau pindah.” Ucap Si bibi. Suaminya pikir lebih baik beli sendiri saja.
Jin Kyu melihat Kang Soo dkk melambaikan tangan dengan senyuman, Goo Gil yang melihatnya merasa ingin  memukul tepat di kepalanya. Akhirnya mereka pun pergi tanpa melakukan apapun. Kang Soo pergi ke restoran Hanyang Seolleongtang, Nenek Jung hanya duduk diam karena tak ada pelanggan yang datang. 

Kang Soo dan Dan Ah mempersiapkan makanan untuk mengantar semuanya, Saat itu Soon Ae tiba-tiba menyanyikan lirik lagu “Ku merindu, walau 'ku menatapmu.” Berulang-ulang. Kang Soo menatap binggung dan saat tangan keduanya tak sengaja bersentuhkan, Soon Ae menjerit histeris.
“Aku mengawasi kalian berdua!” ucap Soon Ae mengoda. Kang Soo benar-benar binggung dan Dan Ah pun hanya bisa diam saja. 

Di depan restoran.
Kang Soo ingin tahu alasan Soon Ae bersikap seperti itu, Dan Ah pikir Kang Soo tidak perlu tahu. Kang Soo tetap ingin tahu karena sedari tadi hanya menganggunya dengan sikap Soon Ae yang aneh. Dan Ah pikir Kang Soo juga perlu tahu.
“Kau hampir dipecat kemarin. Sejujurnya, itu sangat menggelikan karena kau lupa mengantar dan malah pergi begitu saja.” Ucap Dan Ah. Kang Soo ingin tahu kelanjutanya.
“Jadi... Aku mencoba menyambungkan beberapa senar (memperbaiki situasi) supaya mencegah hal itu terjadi... lalu aku pun berbohong.”ucap dan Ah. Kang Soo ingin tahu apa maksudnya dan katakan saja.
“Kubilang pada mereka kalau kita ini saling menyukai.” Akui Dan Ah. Kang Soo berteriak tak percaya.
“Kita sekarang resmi pacaran. Kemarin adalah hari pertama kita” ucap Dan Ah. Kang Soo seperti shock dan tak percaya
“Kenapa reaksimu begitu? Apa Kau pikir aku melakukannya karena aku mau?” keluh Dan Ah.
Kang Soo pikir Kenapa Dan Ah harus mengatakan kebohongan seperti itu? Dan Ah pikir Karena ini situasi genting dan ia merasa juga menggila karena itu, lalu menegaskan kalau Kang Soo tak perlu Geer dan jangan sampai Soon Ae serta Tuan Jung tahu karena nanti ia juga akan kena pecat.  Kang Soo menganguk mengerti.
“Jangan lupa kalau aku ini pacarmu.” Ucap Dan Ah sambil mengemudikan mobilnya mengumpat kesal.
“Kenapa? Apa Kau pikir aku senang dengan ini?” keluh Kang Soo merasa semua ini konyol. 


Saat itu ponsel Kang Soo berdering, dan mengatakan “Ya, ada apa?”. Ji Yoon kesal karena Kang Soo mengatakan pada pacarnya. Kang Soo heran kali ini ada orang yang mengaku jadi pacarna juga.
“Dan kenapa... kenapa kau jadi pacarku?” ucap Kang Soo heran
“Tidak ada wanita lain yang merampasmu, jadi kau milikku.  Kemarilah. Ada sesuatu yang ingin kuberikan padamu.” Ucap Ji Yoon. Kang Soo pun tak peduli lagi dan akan segera menemuinya.
Kang Soo bertemu dengan Jin Yoon dan langsung diberikan minuman. Ji Yoon mengaku kalau itu minuman khusus yang dibuat olehnya, lalu meminta agar Jangan terlalu bersedih, dan tetap semangat. Kang Soo bertanya apa maksudnya.

“Oh Jin Gyu itu pasti akan dihukum.” Kata Ji Yoon berusaha untuk menyemangati
“Yah, entahlah. Dia tampaknya terlalu sukses untuk dihukum. Dia sekarang jadi kepala manajer restoran baru yang baru dibuka.” Kata Kang Soo. Ji Yoon mengaku sudah  mendengarnya.
“Jungga Seolleongtang, Grup Jungga terlalu agresif. Mereka memangkas harganya karena punya uang. Mereka pada dasarnya mencoba membuat semua bisnis lain gagal. Mereka selalu melakukan itu, sejauh yang kutahu. Permainan bisnisnya sangat kotor.” Ungkap Kang Soo lalu berpikir Ji Yoon  harus kembali bekerja dan pamit pergi.
“Ahh.. Bagaimana ini? Kalau dia tahu aku ini pewaris Grup Jungga, dia pasti akan membenciku.” Kata Ji Yoon binggung. 


Kang Soo dkk makan bersama dengan Nenek Jung. Tuan Jang menanyakan berapa banyak keuntungan yang diperoleh untuk siang ini pada Nenek Jung. Nenek Jung mengaku menjual mungkin 10 mangkuk. Mereka semua menjerit tak percaya mendengarnya.
“Apa Bahkan pelanggan tetap Anda pergi ke sana?” tanya Tuan Jang tak percaya. Nenek Jung menganguk menurutunya Akhir-akhir ini semuanya gagal.
“Mereka jadi selalu ke sana, saat makanan yang mereka jual harganya 1.500 won lebih murah dari milikku. Kurasa orang sepertiku bahkan tidak bisa lagi berbisnis. Orang kaya juga mengambil alih industri ini.” Kata Nenek Jung
“Oh, maaf karena situasinya jadi seperti ini.” Kata Tuan Jang merasa tak enak juga. Nenek Jung pikir tak perlu memikirkan dan menyuruh mereka makan saja sup daging buatanya.
“Oh ya.. Apa Anda tahu kalau mereka pacaran?” kata Soon Ae memberitahu Nenek Jung kalau Dan Ah dan Kang Soo berkencan.
“Ya. Dan Ah memiliki standar yang lebih rendah dari yang Anda kira.” Ejek Tuan Jang.
“Kenapa kau bilang begitu? Kang Soo sebenarnya pria yang cukup baik. Benarkan, Dan Ah?” puji Nenek Jung. Dan Ah mengangguk setuju.
“Tapi, apa yang kau suka tentang dia?” tanya Nenek Jung
“Itu... semuanya. Aku suka semua yang dia punya.” Akui Dan Ah. Soon Ae yang mendengarnya terlihat iri dan makin mengodanya. 
Sementara Kang Soo yang sedang minum tersedak mendengar jawaban Dan Ah. Soon Ae menyuruh Dan Ah agar memukul belakangnya. Dan Ah pun dengan sekuat tenaga memukulnya, Kang Soo langsung menjerit kalau itu sakit dan meminta agar mengHentikan, Dan Ah pun meminta Kang Soo agar makan perlahan saja.
“Ugh, kalian membuatku merinding.” Ungkap Soon Ae iri. Tuan Jang mencoba memberikan perhatian agar memberikan garam. Soon Ae hanya bisa melirik sinis. 

Soon Ae keluar dari restoran mengaku ingin jatuh cinta juga dan ingin romansa kecil yang manis. Tuan Jang pun menyuruh agar meakukan saja bersama seseorang. Soon Ae bertanya Dengan siapa. Tuan Jang langsung memperlihatkan wajahnya, Soon Ae yang kesal menyuruh tuan Jang pergi saja.
“Soon Ae. Waktu itu, saya...” ucap Tuan Jang mencoba menjelaskan tapi Soon Ae seperti sudah muak menyuruh Tuan Jang untuk segera pergi. 

Tuan Kim dan akan buahnya melihat Jang Dong Soo berjalan pulang, berpikir harus mendekat dan mengantarnya. Anak buahnya pikir tak perlu karena Sudah lama sejak terakhir mereka melihatnya, jadi harus memanggil anak buah mereka. Tuan Kim pikir memang  Cara seperti itu lebih bagus.

Byung Soo sangat marah karena Jin Kyu membuat cucu pemilik Hanyang Seolleongtang koma dan sekarang  malah membuat restoran itu bangkrut. Ho Young juga merasa Jin Kyu memang pria kejam. Min Chan meminta agar Nenek Jung tidak mendengar ini dan tidak tahu seperti apa tampang Oh Jin Kyu itu.
“Jangan khawatir. Aku takut dia akan mencari tahu juga.”kata Byung Soo. Young Taek membawakan bir untuk mereka semua.

“Baiklah, minumlah. Hari ini aku yang traktir. Aku sangat marah sehingga tidak bisa lagi..” kata Tuan Baek.
Saat itu Tiga serangkai berteriak karena melihat Yeon Ji yang baru saja pulang kerja. Tuan Baek yang baru pertama kali melihat Yeon Ji langsung terkesima bahkan hanya melihat dari belakang saja. 

Yeon Ji pulang dengan Dan Ah yang belajar bahasa inggris, Dan Ah kembali memarahi karena seharusnya cepat pulang. Yeon Ji hanya bisa mengatakan permintaan maafnya,  Dan Ah hanya bisa mengumpat kesal.
“Memangnya salah? Bukankah itu berarti aku sungguh minta maaf?” kata Yeon Ji merengek. Dan Ah tak suka Yeon Ji mendekat menyuruh menjauh. Yeon Ji heran Dan Ah yang tak mau dekatnya.
“Ugh, kau bau alkohol! Dan Apa ini? Kau juga bau rokok!” ucap Dan Ah mencium dari bau badan Yeon Ji. Yeon Ji terlihat panik.
“Bukan aku yang merokok.” Kata Yeon Ji. Dan Ah ingin Yeon Ji mengatakn yang sebenarnya.
“Setiap malam kau selalu ke mana? Kenapa kau setiap malam selalu pulang larut malam?” tanya Dan Ah curiga.

Yeon Ji menaku pergi jalan bersama instruktur lain. Dan Ah meminta Yeon Ji menatapnya kalau bicara. Yeon Ji mengeluh dengan sikap Dan Ah dan mengaku kalau bekerja paruh waktu. Yeon Ji ingin tahu kerja paruh waktu seperti apa.
“Aku mengajar kelas secara rahasia. Aku mengajar kelas di belakang Direktur. Ini untuk gadis yang hanya bisa datang larut malam.” Ucap Yeon Ji
“Kenapa kau selalu minum?” tanya Dan Ah curiga.
“Memang begitu mereka. Wanita kaya yang bercerai, seorang penunggak utang Mereka selalu ingin minum.” Kata Yeo Ji
“Apa Kau tidak melakukan sesuatu yang aneh?” tanya Dan Ah. Yeon Ji heran karena Dan Ah pasti berpikir dirinya  bekerja sebagai wanita penghibur di bar.
“Jangan khawatir. Aku terlalu takut untuk bekerja di tempat itu.” Kata Yeon Ji lalu buru-buru pamit pergi untuk mandi. Di dalam kamar mandi terlihat Yeon Ji menahan rasa sedihnya. 
Bersambung Ke Part 2

 FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

2 komentar:

  1. Makasih banyak informasinya, jangan lupa kunjungi link kami di https://goo.gl/H1aMqm

    BalasHapus
  2. Waah.. lengkap euuy.
    Rajinnya dirimu mbak.
    Saluut.

    BalasHapus