Kamis, 07 September 2017

Sinopsis Manhole Episode 9 Part 1

PS : All images credit and content copyright : KBS
Phil menyelamatkan Soo Jin dari gangster, kebakaran dan memberikan ciuman saat dirinya menjadi arwah yang masuk ke tubuh Jae Hyun.
“Meski aku menyelamatkanmu dari bahaya, kau sama sekali tidak ingat.”
Phil membuat video pernyataan cintanya pada Soo Jin dalam kamera sebelum wamil. Di malam harinya, Soo Jin bertemu dengan Phil mengaku perasaan sukanya. Tapi karena sudah tengah malam, Phil harus kembali ke Man Hole.
“Kita sering saling mengungkapkan perasaan kita, tapi rasanya pengakuan cinta kita tidak pernah terjadi. Begitu aku melompat ke dalam lubang got itu, semua yang terjadi dalam perjalananku diulang kembali.”
Phil kembali menemui Soo Jin membahas Di hari sebelum ikut dinas militer Kamera Soo Jin  yang hilang, dan bertanya apakah Apoteker itu menemukannya. Soo Jin sebelum itu bertemu dengan Jae Hyun yang menemukan cameranya.
“Kau pasti melihat video yang kurekam dengan kameramu.” Ucap Phil Soo Jin mengatakan tidak pernah melihat video itu. Lalu Di hari pembukaan Studio, Jae Hyun melamar Soo Jin.
“Ironisnya, yang kulakukan di masa lalu membuatmu dan Jae Hyun makin dekat.” 


Jin Sook mengaku perasaanya kalau semua ini  bukan lelucon dan serius. Phil kaget melihat surat yang selama ini dikirimnya untuk Soo Jin, disimpan oleh Jin Sook. Dan Jin Sook mengaku sudah melakukannya karena menyukai Phil Phil duduk mengingat saat pergi mengantar Soo Jin mengambil foto dan main komidi putar dengan menatap Soo Jin.
“Kebenaran yang tidak mengenakkan tidak bisa diatur ulang. Memang benar bahwa Jin Sook menyukaiku. Soo Jin, sekarang aku harus bagaimana? Bagaimana aku bisa mendapatkanmu kembali?” 

Phil berada dalam kegelapan binggung keberadanya sekarang dan melihat seperti masih ada dibawah Man Hole, lalu berpikir terjebak didalam lalu berteriak agar membuka penutupnya. Sebuah layar terlihat, Soo Jin sdang make up dengan baju putihnya, Jae Hyun pun datang seperti calon pengantinnya. 
“Apa?!! Mereka menikah sekarang?!!... Hei. Tidak.... Jangan, Soo Jin.... Jangan menikah, Soo Jin!!! Tidak, pernikahan ini tidak termasuk.” Jerit Phil. 

Phil tertidur sambil mengigau lalu terbangun dengan wajah kaget. Suk Tae yang duduk didekatnya merasa kaget, menyuruh untuk diam karena sibuk menuliskan surat. Phil bertanya tahun berapa ini.
“Kita sudah lama berteman, tapi aku masih belum terbiasa menghadapimu. Menurutmu berapa? Ini tahun 2014.” Ucap Suk Tae. Phil mengingat kejadian 2014.
“...2014.,, Itu saat aku keluar dari militer. Kenapa aku tiba-tiba melihat pernikahan Soo Jin? Apakah pernikahannya masih berlangsung di masa kini?Aissh.. Aku bisa gila.” Ucap Phil uring-uringan.  Suk Tae Sibuk menuliskan surat "Untuk Jin Sook, Selamat ulang tahun!"
“Hei, Suk Tae... Apa pekerjaan Soo Jin belakangan ini?” ucap Phil. Suk Tae pikir Phil tahu Soo Jin bekerja sebagai asisten di studio itu. Phil menganguk mendengarnya.
“Apa yang sedang kau lakukan?” ucap Phil. Suk Tae langsung menutupinya dan bertanya apa yang akan diberikan pada Jin Sook sebagai hadiah. Phil teringat dengan Jin Sook sebelum masuk Man Hole.
“Kenapa kau menganggap ini lelucon di saat aku serius? Aku sungguh-sungguh menyukaimu. Aku sudah menyukaimu sejak SMA.” Ucap Jin Sook yang mengutarakan perasaanya.
“Apa Kau lupa ulang tahunnya hari ini?” ucap Suk Tae. Phil terlihat binggung memikirkan yang harus dilakukanya pada Jin Sook.
“Apa maksudmu astaga? Apa Kau tidak ada uang? Tidak masalah jika kau tidak bisa membelikannya kado ulang tahun. Yang paling utama adalah niat.” Ucap Suk Tae
“Aku harus mengubah pemikirannya. Aku harus... Tapi bagaimana caraku menghadapinya?” kata Phil. Suk Tae menuliskan suratnya untuk Jin Sook  "Aku ingin memberitahumu sesuatu. Sebenarnya aku sangat menyukaimu. Maukah kau menikah dengankuu?"



Soo Jin sibuk di dapur temanya, memasak beberapa menu makanan. Jin Sook masih tertidur pulas seperti tak menyadari kalau Soo Jin ada dikamarnya. Soo Jin sempat melihat Jin Sook yang mengigau dan buru-buru menyelesaikan masakan sebelum temanya bangun. Sementara Phil berjalan dengan wajah kebingungan.
“Ini tiga tahun lalu.. Ahh..Kenapa harus tahun ini? Tidak bisakah kau mengembalikanku ke masa SMA? Jadi, aku pasti bisa melakukan sesuatu. Apa yang harus kulakukan?” ucap Phil kebingungan. 

Soo Jin menutup mata Jin Sook ke teras depan rumah dan memperlihatkan menu makanan yang sudah dibuatnya, sebagai Kejutan dan mengucapkan Selamat ulang tahun. Jin Sook tak percaya melihat Soo Jin sudah menyiapkan semuanya.
“Kau ada pemotretan hari ini. Apa Kau tidak akan terlambat?” ucap Jin Sook. Soo Jin pikir utamakan teman dan Pekerjaan menyusul.
“Kau tahu aku tidak pernah melewatkan ulang tahunmu.” Kata Soo Jin lalu mengajak Jin Sook duduk. Saat itu Phil datang melihat keduanya memilih untuk sedikit menjauh untuk mendengarkanya saja.
“Aku membuat japchae dan bulgogi, kesukaanmu.” Ucap Soo Jin, Jin Sook merasa terharu berterimakasih pada temanya.
“Nenekku khawatir aku akan melewati ulang tahunku seorang diri.” Cerita Jin Sook. Soo Jin meminta agar Jin Sook memberitahu neneknya  agar tidak khawatir.
“Aku akan merayakan ulang tahunmu bersama selamanya.” Kata Soo Jin. Jin Sook menolak tak ingin Soo Jin bilang selamanya.
“Saat aku punya pacar, pasti dia akan merayakannya bersamaku.” Ucap Jin Sook.
“Yah.. benar.. Katakanlah itu kepadaku saat kau sudah punya pacar.” Kata Soo Jin. Jin Sook mengeluh dengan reaksi temanya.
“Aku berharap seorang pacar jatuh dari langit sebagai kado ulang tahun.” Kata Jin Sook berharap.
“Jangan mencari pacar dari langit. Carilah di sekitarmu. Memangnya tidak ada pria yang baik di luar sana?” kata Soo Jin mengejek dan mengajak mereka makan dan ingin mulai menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Jin Sook menolaknya.
“Kenapa aku tidak boleh menyanyikanmu selamat ulang tahun?” ucap Soo Jin heran. Jin Sook memilih untuk makan saja memuji makanan Soo Jin yang enak sekali.
“Seharusnya kau menjadi koki, bukan fotografer... Hei. Aku akan mempekerjakanmu, Ayo tanda tangani kontrak.” Kata Jin Sook
“Tidak. Kau selalu mengatakan itu. Ini enak sekali. Kenapa kau tidak mau bekerja denganku?.. Aku bilang tidak Tapi aku memang koki yang hebat.” Kata Soo Jin bangga. Keduanya terlihat makan dengan lahap dan Phil hanya terlihat kebingungan. 

“Bagaimana aku bisa meluruskan kesalahpahaman Soo Jin, dan mengubah pemikiran Jin Sook? Lalu mengingat surat yang ditemukan dari kamar  Jin Sook tertulis "Dari Bong Pil, untuk Soo Jin". Ia memikirkan caranya agar Soo Jin bisa mengerti keadaanya.
“Perlukah kusuruh Jin Sook mengembalikan surat itu? Ahh.. Tidak. Nanti Jin Sook akan mengatakan suka kepadaku. Lalu aku harus bagaimana?” ucap Phil kebingungan.
“Ahhh... Tunggu. Aku di masa lalu... Mungkin saat ini Jin Sook tidak mengambil suratnya.” Kata Phil akan pergi dan saat itu seseorang memanggilnya. 

Ibu Soo Jin mengaku penasaran kenapa Phil jarang terlihat dan merasa pasti sedang belajar. Phil membenarkan merasa Sudah waktunya membenahi dirinya. Ibu Soo Jin memuji  Pemikiran yang bagus, dengan membahas Katanya orang bisa meninggal begitu mereka...
“Astaga. Apa yang bibi katakan?” kata Ibu Soo Jin merasa tak perlu dikatakan pada Phil.
“Omong-omong, kenapa kau dan Soo Jin bertingkah aneh? Bibi kira kalian bertengkar. Sejak kau keluar dari militer, Soo Jin tampak kesal setiap bibi membahasmu. Jelas sekali dia tidak menyukai...” ucap Si bibi. Phil kaget kalau Soo Jin seperti sudah membencinya.
“Intinya, berteman baiklah dengan Soo Jin dan mampirlah kapan-kapan. Bibi pergi sekarang.” Kata Ibu Soo Jin lalu bergegas pergi.
“Jadi, Soo Jin marah kepadaku. Itu karena dia tidak mendapatkan surat balasanku. Jadi Ayo ambil surat-surat itu lebih dahulu Hanya itulah jawabannya... Baiklah, kita mulai.” Kata Phil bergegas pergi. 

Soo Jin sedang sibuk mengambil gambar prewed, pasangannya terlihat kaku dan Soo Jin meminta mereka lebih romantis lagi dengan saling berpegangan. Saat itu Jae Hyun datang membawakan makanan. Sepasang pengantin pun diminta foto seperti memberikan ciuman.
Ketika Soo Jin akan mengambil gambarnya, Jae Hyun datang dengan mengalangi kameranya. Soo Jin kaget dan akhirnya memutuskan untuk istirahat lebih dulu dan dilanjutkan nanti.
“Kau sangat berbeda saat bekerja dan tampak keren.” Ucap Jae Hyun memuji. Soo Jin hanya bisa tertunduk malu-malu.
“Sepertinya kau sedang tidak bekerja hari ini.”kata Soo Jin. Saat itu bos Soo Ji datang melihat Jae Hyun gugup.
“Dia bilang ini hari liburnya. Jadi, aku menyuruhnya ikut dengan kita dan menghirup udara segar.” Ucap Si Bos
“Aku tidak mengganggumu, kan?” kata Jae Hyun. Soo Jin mengaku tidak.
“Bagaimana jika kita makan siang bersama? Aku hampir lupa ada rapat makan siang. Jadi Kalian bisa makan siang bersama.” Kata Si bos. Soo Jin binggung dan Jae Hyun seperti memang sengaja datang untuk mengajak Soo Jin makan siang bersama.
“Bagaimana jika kita makan siang? Aku membawa roti isi.” Kata Jae Hyun. Soo Jin gugup bertanya apakah Hanya mereka berdua. 


Phil gugup didepan rumah Jin Sook, tapi saat itu juga Jin Sook keluar rumah dan Phil pun bersembunyi setelah itu diam-diam masuk ke atap rumah. Ia berusaha mencari kunci rumah Jin Sook, tapi tak menemukanya.
“Kenapa tidak ada di sini? Dia selalu menyembunyikannya di sini.” Ucap Phil mencari-cari di pepohonan dan mencoba mengingatnya.
“Ahh.. Aku sedang berada di masa lalu.” Ucap Phil lalu mengingat saat Jin Sook berkata Bedebah seperti Phil tidak diperbolehkan ke rumahnya dengan kunci ditanganya. Phil mencari dibawah plastik sampah dan menemukan kunci rumah Jin Sook.
“Jin Sook, maafkan aku. Aku tidak ingin berbuat sejauh ini, tapi mau bagaimana lagi. Aku pasti akan melindungi privasimu. Aku hanya akan mengambil surat-surat itu. Itu saja.” Ucap Phil berusaha mencari di bagian laci.
Lalu melihat sebuah foto yang disimpan Jin Sook, sambil bertanya-tanya Kenapa menyukai orang seperti dirinya,  Tapi tiba-tiba terdengar suara orang datang. 

Phil buru-buru mengambil panci diatas kompor. Jin Sook kaget bertanya apa yang dilakukan dalam rumahnya. Phil mengaku  karena ini hari ulang tahun Jin Sook datang untuk membuatkan sup rumput laut. Jin Sook bertanya apakah Tanpa rumput laut.
“Astaga, kau benar. Kurasa aku meninggalkannya di rumahku jadi Aku akan mengambilnya.” Ucap Phil akan keluar.
“Phil...Jujurlah... Kau menyelinap ke rumahku untuk mencuri tabungan rahasiaku ‘kan? Jangan lakukan ini. Kita berteman.”kata Jin Sook. Phil sempat tegang tapi ternyata Jin Sook berpikir lain.
“Hei.. Aku sungguh kemari untuk membuatkanmu sup rumput laut.” Ucap Phil. Jin Sook tak percaya ingin melihat yang disembunyikan oleh Phil.
Phil pun berjalan mundur untuk menghindar, saat itu juga Phil jatuh dan Jin Sook berada didepanya, Keduanya saling menatap dengan jarak yang sangat dekat. Phil mencoba untuk tetap sadar lalu mendorong Jin Sook kembali berdiri tegak.
“Sudah kubilang aku datang untuk membuatkanmu sup rumput laut. Omong-omong, aku akan mengambil rumput laut. Sampai nanti.” Ucap Phil bergegas pergi.
Soo Jin ngambil jaket dalam laci baju dan melihat surat yang disimpanya "Dari Bong Pil, Untuk Soo Jin"


Tuan Yoo mulai sakit dan terbatuk-batuk dalam kamar, lalu berjalan didapur dan mengambil sebotol soju yang disimpanya. Goo Gil melihat ayahnya mulai minum berteriak marah karena tak tahu ayahnya kembali membeli Soju. Tuan Yoo mengumpat marah meminta Goo Gil mengembalikanya.
“Apa Ayah masih ingin minum padahal batukmu parah?” ucap Goo Gil. Tuan Yoo seperti tak peduli meminta Goo Gil memberikan saja.
“Aku pergi membeli obat untuk Ayah. Lalu Ada apa dengan Ayah? Ayah bisa mati jika kondisinya seperti ini.” Ucap Goo Gil sedih . Tuan Yoo yakin tidak akan mati jadi meminta agar memberikan botolnya.
“Ayah, ayo kita ke rumah sakit. Jika sakit, Ayah harus diperiksa dan bukan minum-minum seperti ini.” Kata Goo Gil. Tuan Yoo mengaku tidak sakit.
“Walau ayah akan segera mati, ayah tidak akan pergi ke rumah sakit menyebalkan itu.”kata Tuan Yoo. Goo Gil hanya bisa melonggo melihat sikap keras kepala ayahnya. 


Goo Gil naik ke tempat billiard melihat Dal Soo dan Jung Ae seperti menungu, dan bertanya apa yang mereka lakukan di tempat billiardnya. Dal Soo bertanyaapa yang membuat Goo Gil sibuk hingga tidak bekerja, karean Tiga kelompok pelanggan tadi masuk dan langsung pergi.
“Berarti penjualanmu merugi setidaknya 50 dolar.” Ucap Dal Soo. Jung Ae seperti tak peduli dengan Dal Soo menanyakan keadaan ayah Goo Gil.
“Dahulu kau tipe yang selalu bertubuh gemuk, tapi rasanya sedih melihatmu makin kurus setiap hari. Apakah kau makan dengan teratur belakangan ini?” ucap Jung Ae khawatir
“Dia menyiapkan makanan ini tadi pagi, agar kau makan. Asal kamu tahu, aku hanya makan mi instan.” Ucap Dal Soo kesal
“Ayo makan siang bersama. Aku bawa dua bekal makan siang.” Kata Jung Ae. Goo Gil terlihat binggung melihat dua temanya yang perhatian. 


Soo Jin makan dengan lahap, sampai tak sadar Jae Hyun hanya menatapnya. Ia pun bertanya apakah Jae Hyun sendiri yang membuatnya. Jae Hyun mengangguk Karena sudah lama hidup sendiri jadi jago memasak dan berusaha keras saat membuatnya karena itu khusus untuk Soo Jin.
“Rasanya menyenangkan menghirup udara segar di sini.” Ungkap Soo Jin mencoba mengalihkan pembicaraan karena gugup,
“Bukankah menyesakkan berada di apotek setiap hari?” kata Soo Jin
“Aku memang merasa sesak. Aku harus bertemu dengan orang lain dan mendapatkan sinar matahari yang cukup, tapi orang-orang yang kutemui setiap hari adalah pasien. Mungkin aku bisa depresi saat ini.” Cerita Jae Hyun
“Itu tidak akan terjadi. Kau seorang apoteker. Apa kegiatanmu saat libur kerja? Apotek pasti tutup di hari tertentu.” Kata Soo Jin
“Di hari liburku, maka aku tidur sampai larut atau bercengkerama dengan teman-temanku. Aku tidak melakukan hal-hal yang mengasyikkan.”cerita Jae Hyun
“Rasanya menyenangkan jika punya hobi. Seperti menonton film atau berolahraga. Berjalan di taman adalah salah satunya.” Kata Soo Jin  
“Kau benar. Tapi aku tidak bisa melakukannya sendirian. Maukah kamu melakukan aktivitas itu bersamaku?” kata Jae Hyun. Soo Jin kaget tiba-tiba Jae Hyun mengajaknya pergi saat itu ada telp masuk.
Soo Jin pamit untuk mengangkat dan pergi menjauh, dengan wajah serius memberitahu kalau CEO-nya pergi dan Pemotretannya sudah selesai. Tapi tak tahu pergi kemana. Saat itu Jae Hyun melihat sebuah buku agenda di yang terlihat lalu membukanya dan melihat foto saat Soo Jin dan dan Phil duduk bersama, lalu ada Jin Sook yang melihat dari belakang. 

Jae Hyun mengantar Soo Jin pulang sampai studio,  setelah menurunkan barang dari bagasi mengatakan sudah memutuskan untuk mencari hobi seperti yang dikatakan Soo Jin, lalu meminta agar bisa membantunya. So Jin binggung, Jae Hyun bertanya apakah Soo Jin punya waktu luang malam ini, karena punya dua tiket bioskop.
“Ini hari yang tidak tepat, karena Ini hari ulang tahun sahabatku, Jin Sook, maka kami mengadakan pesta. Jadi Aku harus ke sana.” Ucap Soo Jin
“Apakah dia teman dari kedai satai itu? Kedengarannya menyenangkan. Apa Aku boleh datang?” kata Jae Hyun. Soo Jin kaget kedua kalinya.
Sementara Phil kembali uring-uringan dengan keadaanya,  merasa tidak bisa menyuruh Jin Sook memberikan surat itu kepadanya. Soo Jin pikir nanti akan menelepon dan bertanya kepada temannya karena menurutnya semakin ramai, makin meriah.
“Astaga, lihat mereka berdua,.. Tapi Mereka tampak agak canggung.” ucap Phil lalu berpikir kalau itu hanya perasaannya dan yakin kalau tahun 2014, Mereka belum berpacaran saat ini.


Phil berjalan menemui Soo Jin sambil memeluk pundaknya, melihat studio yang kosong jadi pasti sedang bekerja. Soo Jin binggung mencoba untuk melepaskanya, mengumpat Phil sudah gila. Phil mengaku pikir mereka memiliki hubungan. Jae Hyun pun mengenal Phil.
“Senang bertemu denganmu. Aku Park Jae Hyun.” Ucap Jae Hyun mengulurkan tanganya, Phil mennyambutnya dan mulai meremasnya.
“Kukira kau hanya pria lemah dan Kurasa kau sering berolahraga.” Gumam Phil yang menerima balasan remasn tangan dari  Jae Hyun.
“Kukira kaulah yang belajar untuk ujian negara.” Gumam Jae Hyun, keduanya terus saling meremas. Soo Jin melihat keduanya meminta agar berhenti saja lalu mengelih pada Phil yang membuat malu.

“Maaf soal itu... Aku akan meneleponmu. Sebaiknya kamu pergi.” Kata Soo Jin. Jae Hyun pun pamit pergi.
“Astaga, dia mudah sekali dihadapi. Bukankah kau tadi bekerja? Kenapa kau kembali bersamanya?” kata Phil kesal
“Kenapa kau memperdulikan siapa yang pulang bersamaku? Dasar aneh.” Kata Soo Jin sinis lalu membawa barang-barang ke studionya. Phil berteriak memanggil Soo Jin sambil mengangkat kotak yang besar. 

Phil mengaku tahu alasan Soo Jin  bersikap dingin kepadanya, tapi menurutnya Itu kesalahpahaman dan Ada kesalahan. Soo Jin bertanya Kesalahan apa maksudnya. Phil merasa mengerti ini karena  tidak membalas surat dari Soo Jin. Soo Jin terdiam karena Phil mengetahuinya.
“Tapi sejujurnya, aku membalasnya. Yang terjadi adalah... Kau tidak mendapatkannya karena kesalahan dalam pengiriman.” Kata Phil
“Kau bilang, Kesalahan dalam pengiriman? Maksudmu, ada yang menyembunyikan surat-suratnya?” ucap Soo Jin. Phil membenarkan.
“Siapa yang akan melakukan itu? Surat-suratmu tidak berisi informasi rahasia.” Ucap Soo Jin penasaran.
“Itu... Aku tidak bisa memberitahumu sekarang. Aku akan membawakan buktinya hari ini, jadi...” kata Phil yang langsung disela oleh Soo Jin
Soo Jin pikir Phil  Berhentilah membuang waktunya dan belajarlah. Phil dibuat binggung karena tak bisa menemukan surat yang disimpan Ji Sook.

Di restoran, Jin Sook sibuk meminta semua perkerja untuk memastikan sumpitnya bersih dan rapikan menunya dengan penuh semangat pad semua karyawannya. Ia duduk di meja kasir unuk menelp kantor pusatnya.
“Aku pesan satai Bongpil dua kali lipat hari ini. Para pelanggan menggila karena aku kehabisan satai. Aku pesan Hanya bahan-bahan untuk satai Bongpil.” Ucap Jin Sook akan berjuang untuk hari ini.
Sementara Phil kembali ke rumah Jin Sook tapi tak menemukan kunci dibawa plastik sampah dan berpikir kalau  Jin Sook membawanya. 

Ayah dan ibu Phil datang ke tempat belajar anaknya tapi tak melihat sosok Phil di meja belajarnya. Tuan Phil binggung karena anakny abilang akan belajar semalaman bahkan Mejanya sangat bersih padahal Kamarnya tidak lebih baik dari tempat sampah.
“Ini masih sangat baru... Mungkin kita bisa menjualnya ke toko buku bekas.” Ucap Ayah Phil melihat buku anaknya yang tertata rapih.
“Katanya pria berubah jika masuk militer, tapi semua itu bohong. Yang kita temukan di sini hanyalah keputusasaan.” Kata Ibu Phil mengajak pergi. Tuan Phil melihat kertas diatas meja Suk Tae "Aku harus belajar agar bisa menikahi wanita cantik"
“Rasanya aneh Suk Tae juga tidak ada di sini, padahal Dia selalu di sini. Apakah Bong Pil menyesatkannya?” kata Ayah Phil
“Mungkin saja.,, Pasti sulit bagimu untuk bertemu dengan ayahnya.” Kata Ibu Phil 

Suk Tae sibuk memilih kue ulang tahun dan menunjuk satu kue, pelayan bertanya Berapa lilin yang dibutuhkan. Suk Tae mengatakan perlu 25 buah, sambil menunggu ia melihat ke pesan yang masuk dalam ponselnya  "Selamat, kamu berhasil lulus Ujian negara tahun 2014 untuk pegawai sipil golongan 9 Mendaftarlah sebagai calon pegawai di tanggal ini"
“Astaga. Tidak mungkin!! Jin Sook, aku berhasil... Aku lulus ujian! Aku berhasil!” ucap Suk Tae bahagia dan meminta agar segera memberikan kue padanya. 

"Bar Bongbong"
Dua wanita mengeluh karena mereka harus membayarSewanya, padahal mereka bahkan tidak mampu membayar tagihan listrik. Min Ja pikiir harus mengubah ini menjadi tempat karaoke. Yun mi pikir  Usaha mereka  tetap akan tutup meski berhasil membangun sebuah kastel.
Saat itu ayah Suk Tae datang, keduanya mengeluh karena Ayah Suk Tae yang kembali datang. Yun Mi mengeluh kalau itu Pelanggan tetap kita yang tidak pernah memesan minuman mahal. Min Ja pun menyuruh agar memberikan bir.
“Permisi, aku pesan segelas bir.” Kata Ayah Suk Tae dengan tatapan mengoda.

“Menurutmu di mana alamat Mi Ja?” ucap Ayah Suk Tae, saat Yun Mi membawakan segelas bir.  Yun Min pun menanyakan alasan bertanya alamat.
“Aku hanya penasaran. Aku tidak bisa tidur jika ada yang membuatku penasaran.” Kata Ayah Suk Tae.
“Jika Anda tertarik, tanyakan langsung saja kepadanya. Apa Perlu kupanggilkan dia?” kata Yun Mi. Ayak Suk Tae menolaknya.
“Melakukannya secara perlahan bukanlah ide buruk.” Kata Ayah Suk Tae.
“Mi Ja, dia ingin tahu alamat tempat tinggalmu.” Teriak Yun Mi. Min Jae pikir agar Yun Mi Jawab saja kalau ia tinggal di bumi.
“Kamu mendengarnya” kata Yun Mi. Ayak Suk Tae mengartikan kalau alamat rumah mereka itu sama. 


Di restoran terlihat sangat ramai memesan satai Bong Phil, pelayan menikmati dengan pasangan dan terlihat sangat menikmatinya. Phil masuk melihat Jin Sook kelelahan dikasir, merasa kalau Bisnis temanya berjalan lancar. Seseorang berteriak meminta agar dibawakan satai Bong Phil lagi.
“Ahh... Pil juga menyusahkanku seperti satai.” Keluh Jin Sook dan kaget melihat Phil sudah datang ke dalam restoranya.
“Jin Sook, bisa berbicara sebentar?” kata Phil, keduanya Saling menatap lalu berjalan ke depan restoran. 

Jin Sook langsung bertanya ada apa, karena Tadi bilang akan membuatkannya sup rumput laut. Phil bertanya Kenapa Soo Jin  mengunci pintunya. Jin Sook pikir Philtidak punya rumput laut jadi kenapa harus mengatakan itu. Phil binggung dan Jin Sook langsung memiting kepala seperti memeluknya.
“Dan geng kita akan bertemu di Bar Bongbong.” Ucap Ji Sook. Phil mengangguk mengerti.
“Kau merasa bersalah karena tidak membelikanku hadiah.” Kata Jin Sook
“Tidak, bukan itu. SeJujur saja, aku meninggalkan sesuatu di rumahmu.” Kata Phil
“Seharusnya kau mengatakannya.” Ungkap Jin Sook berbunga-bunga lalu memberikan kuncinya. Phil pun terlihat bahagia dan mengucapkan Terima kasih.
Phil meminta maaf dan berjanji akan mengambilnya dengan cepat. Jin Sook pun mengucapkan selamat tinggal pada Phil untuk bertemu nanti malah. Setelah Phil pergi, Jin Sook bertanya-tanya Apa yang ingin dilakukan, karena terus keluar-masuk rumahnya.
“Apakah dia ingin mengadakan pesta kejutan untukku? Dasar Si Berandal itu.” Ucap Jin Sook terlihat bahagia.
Bersambung ke part 2

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar