Minggu, 03 September 2017

Sinopsis Strongest Deliveryman Episode 9 Part 1

PS : All images credit and content copyright : KBS
Dan Ah masuk ke restoran binggung melihat Kang Soo ada didalam, Kang Soo menyapa Dan Ah yang baru datang. Dan Ah pikir Kang Soo  sudah pergi dan Motornya juga tidak di luar. Kang Soo mengatakan kalau motornya Sedang diperbaiki. Dan Ah kaget mendengarnya.
“Aku mengalami kecelakaan, dan terjatuh saat menaikinya.” Ucap Kang Soo. Dan Ah binggung bertanya kenapa bisa terjadi.
“Itu Karenamu. Aku terus menengok ke belakang. Jadi Maaf, tapi kurasa aku tidak bisa pergi.” Ucap Kang Soo lalu mengajak mereka mulai berkerja. Dan Ah terlihat masih bingung.
“Aku merindukanmu.” Kata Kang Soo sedikit mengepel lantai. Dan Ah pikir Kang Soo gila tiba-tiba meluapkan perasaanya.
“Apa Kau bercanda? Apa Kau sedang main-main denganku?” ucap Dan Ah kesal
“Jangan khawatir. Aku tidak akan berpegangan padamu. Aku hanya ingin berada di sisimu sampai kau pergi. Kalau pergi membuatmu bahagia, maka kau harus pergi. Tapi bersenang-senanglah di sini sampai kau pergi. Dan jangan khawatirkan yang lainnya.” Ucap Kang Soo. Dan Ah mengumpat kesal 




Saat itu Tuan Jang dan Soon Ae datang, binggung melihat Kang Soo yang ada di dalam restoran. Tuan Jang melonggo bertanya apa yang terjadi. Kang Soo mengaku kalau ingin tetap kerja di restoran. Soon Ae benar-benar tak percaya mendengarnya.
“Tidak bagus bagi seorang pria untuk menjadi periang. Aku yakin Dan Ah memintanya untuk tidak pergi.” Ucap Soon Ae. Dan Ah dan Kang Soo binggung.
“Sudah kuduga itu.” Kata Tuan Jang melihat sikap keduanya. Dan Ah ingin membela diri tapi Kang Soo dengan gaya imutnya senang karena semua berpikir Dan Ah yang memintanya. 

Tuan Jang sibuk membuat pesanan di dapur, Soon Ae menerima telp dari pesanan yang akan diantar. Dan Ah membawakan pesanan yang ada direstoran. Kang Soo sibuk memasukan pesanan, lalu melihat Dan Ah berdiri disampingnya juga memasukan pesanan, dengan sengaja mengambil sesuatu dari pundak Dan Ah.
Dan Ah sempat melirik, Tapi Kang Soo memberikan senyuman seperti memang ingin mengoda Dan Ah lalu keluar dari restoran. Dan Ah hanya bisa melonggo binggung melihat tingkah Kang Soo. 

Dan Ah membawa pesanan tapi lift untuk kurir rusak akhirnya terpakas menaiki tangga. Ia mulai kelelahan dengan banyak keringat dan nafas terengah-engah. Kang Soo datang langsung membawa pesanan Dan Ah dan mengejek agar bisa mengerjarnya. Dan Ah hanya bisa berteriak tak bias mengejar karena masih kelelahan.
Kang Soo tiba-tiba menghalangi jalan Dan Ah menyuruh berhenti. Dan Ah menyuruh Kang Soo Kembali sana kerja. Kang Soo dengan sengaja memberikan es dimulut Dan Ah, lalu tersenyum dan pergi. Dan Ah benar-benar tak mengerti dengan sikap Kang Soo yang sangat perhatian padanya.

Di tempat karaoke
Yeon Jin mencoba menghibur dengan menyanyi untuk pelanganya, tapi pelanggan pria yang mesum ingin menyentuh bagian sensitif tubuhnya. Akhirnya ia pun memukul kepala si Pria dengan tamborine dan keluar dari ruangan. Beberapa wanita masuk ke dalam mobil dan satu pria seperti bos Yeon Jin.
“Aku membayar tagihan obat pria itu dari pembayaranmu!” ucap si pria. Yeon Ji mengeluh pembayaran apa yang dimaksud.
“Gajimu! Tenang saja... Kulitmu tidak akan sentuh karena ulah mereka.” Kata Si pria menyindir
“Anda bilang yang kulakukan cuma nyanyi!” ucap Yeon Ji membela diri
“Ya, kau bekerja di karaoke jadi kerjamu hanya menyanyi. Dan jika kau bekerja di "bar ciuman", yang kau lakukan adalah menciumnya. Lalu pengawalan ruangan hanya memberikan minuman Dan mereka mendapatkan jutaan won per bulan hanya dengan melakukan itu!” ucap Si pria
“Apa Kau tidak punya hati nurani?” kata Yeon Ji marah
“ Apa Kau pikir mudah mencari uang? Kalau tujuanmu hanya mencari uang, maka kerja dengan benar! Jangan coba-coba memamerkan keberanianmu!” tegas si pria
“Orang harusnya punya hati nurani!” tegas Yeon Ji kesal


Tuan Baek memegang sebuah kantung dalam dekapanya, Ho Young memberitahu Tuan Baek agar berani bicara dan harus jadi si brandal yang kaya dengan Gunakan pidato informal. Dan kemudian, saat wanita itu kesal lalu lemparkan tas desainer itu ke arahnya.
“Dia akan berpikir "Oh, ternyata dia punya banyak uang." Dan nanti semua akan berubah! Jadilah pria yang tangguh! Pria sejati!” ucap Ho Young. Tuan Baek pun menyakinkan diri untuk jadi yang tangguh dan Pria sejati.

Yeon Ji baru saja pulang, Tuan Baek memanggilnya dengan gagap berkomentar Yeon Ji  terlambat pulang. Yeon Ji tak mengenalnya bertanya siapa Tuan Baek. Tuan Baek dengan bangga mengatakan kalau ia adalah “Oppa”  dan nama lengkap Baek Gong Gi, dari Holy Noodles. Yeon Ji pun bertanya apa memanggilnya.
“Aku selama ini selalu mengawasimu, dan kau! Membuatku jatuh cinta padamu. Jad ambillah ini!”ucap Tuan Baek memberikan sebuah kantung belanjaan.
“Mungkin kau sudah tahu. Ayo pergi dan minum bersama.” Ucap Tuan Baek berjala pergi dengan senyuman karena Yeon Ji mengiktinya
“Hei, Gong Gi Bap Ahjussi.” Panggil Yeon Jin. Tuan Baek mendengarnya berpikir agar Yeon Ji tidak meledeki namanya dan meminta agar memanggilnya "Oppa"!
“Tidak perlu.... Tapi.. Larilah.” Kata Yeon Ji. Tuan Baek binggung kenapa disuruh lari.
“Yah.. Lari saja.” Kata Yeon Ji lalu melempar tas pada mobil sampah. Tuan Baek panik tas mahalnya dimasukan mesin penghancur sampah dan berusaha mengejarnya sampai jatuh terguling. 



Di kamar
Yeon Ji tak percaya kalau Kang Soo kembali, Dan Ah membenarkan dengan wajah binggug. Yeon Ji tak habis pikir karena menurutnya Kang Soo itu pria yang hanya berpikir lurus tapi ternyata juga tahu bagaimana membalikkan itu semua dan ingin tahu yang akan dilakukan Dan Ah sekarang.
“Maksudku, karena hal itu sudah ada padamu... Kau bisa katakan "Sayang, kemarilah!"” ucap Yeon Ji sambil mengejeknya. Dan Ah berteriak marah
“Aku merasa ini akan sulit bagimu untuk pindah.”kata Yeon Ji
“Jangan bicara omong kosong. Walau langit terbelah dua, aku akan pergi dari negara ini.” Tegas Dan Ah
“Bagaimana jika dia mencoba menghentikanmu?” kata Yeon Ji, Dan Ah pikir tak peduli
“Bagaimana jika kau tidak bisa meninggalkannya?” kata Yeo Ji, Dan Ah menegaskan  Itu tidak akan terjadi!
“Baiklah, lakukan yang terbaik. Sejujurnya aku sungguh ingin melihatmu pergi darisini.” Ungkap Yeon Ji
“Dulu kau menyuruhku untuk tidak pergi.” Kata Dan Ah heran
“Aku hanya... Karena beberapa alasan, aku jadi mulai membenci Korea.” Akui Yeon Ji. Dan Ah kali ini yang binggung melihat teman satu kamarnya yang ingin pergi meninggalkan Korea. 


Kang Soo berbaring di kamarnya sambil berbicara seendiri kalau Ayahnya itu sudah membelikan sepatu supaya bisa memulainya dengan baik Dan supaya a bisa berhenti mengganggu. Tapi ia tidak dengar.
“Ayah... Apa aku melakukan hal yang benar?” kata Kang Soo seperti ragu lalu melihat sepatu kanan Seperti perahu dan keduanya  mirip Dongjinho dan Manseon 1.

Ibu Hyun Soo berjalan di lobby rumah sakit dan langsung buru-buru bersembunyi melihat Kang Soo yang sedang duduk bersama anaknya. Kang Soo tahu Hyun Soo pasti sudah sangat menderita dan bertanya apakah akan dipulangkan. Hyun Soo mengangguk karena menurutnya sulit bagi ibunya untuk mengurusnya seorang diri.
“Jadi aku akan membantunya bekerja untuk saat ini.” Kata Hyun Soo, Kang Soo menyuruh Hyun Soo agar Tinggal saja di sana.
“Tapi kalian semua sudah siap untuk menyelamatkan restoran nenekku! Jadi, bagaimana caranya aku bekerja disana?” ucap Hyun Soo
“Tidak usah. Karena kau itu lamban, kau tidak berguna bagi kami. Jadi Tinggallah bersama ibumu.” Kata Kang Soo sambil mengejek lalu bertanya kapan ibunya datang karena ingin menyapanya sebelum pergi.
“Dia akan segera datang.” Kata Hyun Soo, Ibu Hyun Soo makin panik karena Kang Soo ingin bertemu denganya.
Kang Soo menerima telp dari Tuan Jang, lalu mengatakan kan segera ke sana. Akhirnya Ia harus pamit pada Hyun Sook karena  harus mulai bekerja dan Kapan-kapan ingin bertemu dengan ibu Hyun Soo. 
Hyun Soo pikir  lebih bagus kalau bertemu dengan ibunya. Kang Soo berjanji akan datang dan menitipkan salam pada ibunya. Ibu Hyun Soo langsung berlari untuk bersembunyi. Kang Soo hanya melirik tanpa curiga. Ibu Hyun Soo dalam toilet terlihat berusaha menahan rasa sedih dan kecewa. 


Ji Yoon membuka bungkus Sandwich terlihat bahagia ingin memakanya. Jin Kyu datang mengeluh makan Ji Yoon hanya roti karena Nanti kurang gizi. Ji Yoon mengaku kalau sedang diet jadi bagus untuknya. Ji Yoon mengerti dengan mengejek Ji Yon akan jadi tulang.
“Dan bila kau berjalan, telepon saja aku saat kau dengar suara gemuruh dari perutmu. Aku akan membawakanmu semangkuk seolleongtang.” Kata Jin Kyu. Ji Yoon pikir tak perlu.
“Tapi, apa artinya bila seorang pria memberikan baju pada wanita sebagai hadiah? Ini hampir sama persis dengan lamaran, kan? Seperti dia berkata "Kau milikku, aku akan memelukmu."” Kata Ji Yoon bahagia.
“Aku juga tidak tahu!! Kenapa kau terus bertanya hal seperti itu?” keluh Jin Kyu 

“Karena pasti kau sudah pacaran dengan banyak wanita. Apa Kau tak pernah memberikan baju pada wanita sebagai hadiah?” kata Ji Yoon
“Aku hanya melempar kartu kreditku pada mereka. Aku tak pernah suka pada wanita, yang kerjanya hanya mengurusi bajunya saja.” Ucap Jin Kyu
“Apa yang kau lakukan akhir-akhir ini?” ejek Ji Yoon. Jin Kyu mengaku dirinya memang bodoh dan akan pamit pergi.
“Sebentar. Jawab dulu pertanyaanku selanjutnya. Saat kau tidur,  apa gigimu pernah bergoyang seperti mesin giling?”tanya Ji Yoon
“Saat aku sedang stress saja. Mungkin aku juga akan seperti itu malam ini nanti.” Kata Jin Kyu mengejek Ji Yoon kalau dia yang membuatnya stress.
“Bagaimana caramu mengatasinya?” tanya Ji Yoon. Ji Kyu mengaku hanya menggigit sesuatu saat sedang tidur. Ji Yoon ingin tahu seperti apa itu.
“Baiklah, baiklah. Aku akan belanja dan membelikanmu sesuatu yang bisa digigit sebagai hadiah.” Kata Jin Kyu. Ji Yoon terlihata sangat bahagia menerimanya.
“Kau ini sedang mabuk cinta. Kamu... agak... imut... sebagai penggigit-gigit sesuatu. Kapan kau akan mengambil hatiku?” goda Jin Kyu tiba-tiba membungkuk mendekatkan wajahnya.
“Tolong pergilah. Kau membuatku tidak berselera.” Kata Ji Yoon dan mengucapkan selamat tinggal. Jin Kyu berjalan membelakangi sambil melambaikan tangan. Ji Yoon tak eprcaya Jin Kyu mengikuti caranya melambaikan tangan. 


Beberapa orang yang sudah menungu didepan restoran memilih untuk pergi dan tahu tempat yang lebih baik. Jin Kyu melihatnya dibuat binggung kenapa mereka pergi. Pelangganya mengaku sudah bosan menunggu jadi lain  waktu aakan datang lagi. Jin Kyu terlihat binggung dan kecewa.
“Ada beberapa pelanggan yang pergi setelah menunggu di luar. Tapi ada juga pelanggan yang berbicara setelah selesai makan.” Kata Jin Kyu melihat laporan di ruanganya.
“Ya, itu memang terjadi. Tapi kita tidak bisa menyuruh mereka pergi.” Kata Si manager
“Kalau begitu bagaimana kalau kita memberi mereka sesuatu sebagai sajian penutup? Mungkin seperti teh plum. Kita akan membiarkan mereka tahu kalau mereka masih makan tanpa ada lagi gangguan.” Usul Jin Kyu. Si manager langsung mengatakan akan melaksanakan.
“Bukan, maksudku aku bukannya ingin langsung melakukannya. Aku ingin minta pendapatmu tentang gagasan itu.” Kata Jin Kyu
“Apa Sekarang Anda sedang mengujiku?” kata Sang Manager. Jin Kyu hanya mengangguk saja.
“Itu Gagasannya bagus.” Kata Si manager. Jin Kyu bahagia mengucapkan terimakasih dan menyuruh manager agar melakukanya.
“Para Ahjumma di bagian dapur akan menganggap ini merepotkan, Anda harus sadari itu.” Kata Manager lalu keluar ruangan. Jin Kyu hanya bisa menghela nafas dengan semua masalah direstoran yang menurutnya  sangat sulit.


Kang Soo dengan sengaja melewati jalan yang kecil dan membuat Dan Ah didepanya pun harus berhenti. Dan Ah menyuruh Kang Soo untuk mundur. Kang Soo pikir Dan Ah yang mundur dan langsung mengajak untuk  Batu, gunting, kertas.
“Wow. Kenapa kau jadi kekanakan begini?” keluh Dan Ah. Akhirnya mereka melakukan suit dan hasilnya Kang Soo kalah.
Tapi Kang Soo yang jahil dengan sengaja membuat motor Dan Ah untuk mundur karena memutar gasnya. Dan Ah pun dengan terpaksa harus mundur.
Kang Soo masuk ke dalam lift lebih dulu lalu Dan Ah ikut masuk juga, lift  langsung berbunyi kalau sudah full.  Akhirnya Dan Ah memperlihatkan wajah imut memanggil Oppa sambil merengek. Kang Soo tersenyum lalu mendorong Dan Ah keluar dan saat pintu tertutup memberikan kedipan matanya. Dan Ah hanya bisa melonggo. 


Tumpukan piring kotor berada dikeranjang, Kang Soo kembali mengajak untuk suit dan yang kalah akan mencuci piring. Saat itu juga, Kang Soo kalah dengan mengeluarkan batu dan Dan Ah mengeluarkan kertas. Dan Ah langsung menjerit bahagia, menurutnya sangat luar biasa dan tak bisa dipercaya.
Dan Ah pun mengeluarkan wajah imutnya, dengan menggangkat dua jari dan mengembungkan pipinya. Kang Soo hanya bisa tersenyum, saat itu Soon Ae dan Tuan Jang melihat keduanya hanya melonggo. Dan Ah dan Kang Soo terlihat malu. 

Tuan Jang keluar dari restoran bersama Soon Ae, sambil berkomentar Dan Ah rupanya bertingkah imut.  Soon Ae pikir Kang Soo ternyata jenius! Tuan  Jang tak percaya Kang Soo mengajak main batu, gunting, kertas, jadi tahu segala hal.
“Oh, aku jadi kecewa. Aku tidak punya apa-apa lagi untuk mengajarinya.”keluh Soon Ae lalu melihat Tuan Jang sudah berjalan didepanya.
“Tapi, kenapa kau diam-diam mengikutiku?” ucap Soon Ae sinis
“Jalan sendiri di malam hari itu bahaya.” Kata Tuan Jang mencari alasan. Soon Ae menyuruh Tuan Jang untuk Cepat pergi.
Tuan Jang ingin mengajak bermain seperti Kang Soo, tapi Soon Ae malah mengumpat Tuan Jang yang gila. Akhirnya Tuan Jang hanya bisa mengucapkan agar Mimpi yang indah lalu berjalan berlawaan dengan Soon Ae. 

Tuan Kim keluar dari restoran Hanyang Seolleongtang, dengan anak buahnya terlihat bahagia karena para pelanggan akan datang dan yakin Blok ini sekarang jadi milik  mereka, jadi Yang perlu lakukan hanyalah menyedotnya saja. Anak buahnya pun memuji Tuan Kim memang hebat.
“Jangan diam saja. Sebarkan beberapa kartu nama. Tak peduli siang dan malam, tetap kau sebarkan! Mengerti? Sebar sampai mereka bosan!” ucap Tuan Kim. Si pria pun menyelipkan kartu nama pada semua toko. Kang Soo melihat semua preman yang keluar dari restoran Nenek Hyun Soo. 

Kang Soo masuk ke dalam restoran memperlihatkan kartu nama rentenir,  dan bertanya apakah Nenek Jung pinjam uang dari rentenir. Nenek Jung membenarkan dan terpaksa harus pinjam, karena Biaya pengobatan Hyun Soo, lalu meminta Kang Soo untuk Jangan khawatir dan akan hati-hati. Kan Soo terlihat tak bisa menerima begitu saja. 

Jin Kyu mengucapkan terimakasih pada semua pegawai yang akan pulang kerja, Salah satu pegawai mengaku merasa seperti Direktur saja karena Jin Kyu yang mengucapkan terima kasih pada  mereka. Jin Kyu merasa menganggap semua pegawainya adalah Direktur. Mereka pun pamit pergi.
“Kenapa Anda seperti ini?” ucap Manager Binggung melihat sikap Jin Kuyu
“Kita 'kan sudah mulai menyediakan sajian penutup. Kalau staf marah, akan sangat kacau nanti. Dan kemudian, kualitas layanan akan menurun. Itu sebabnya aku menggagas ini. Untuk membuatnya menjadi tempat kerja yang bahagia.” Kata Jin Kyu lalu memuji manager agar berkerja dengan bagus.
“Oh, kau terlalu baik... Kalau begitu sampai jumpa.” Kata Manager. Jin Kyu tanpa segan membungkuk mengucapkan salam. Manager sempat menahan tawa tapi akhirnya bergegas pergi. 


Ibu Jin Kyu melihat anaknya dari kejauhan bersama Nyonya Jung, wajah sedihnya memohon agar bisa menemuinya sebentar. Nyonya Jung melarang karena menurutnya Akan lebih baik bagi Jin Kyu untuk melupakan keluarganya. Ibu Jin Kyu merengek agar Nyonya Jung bisa mengizinkan 10 menit saja.
“Kau berjanji kepadaku saat dia ditahan dulu kalau kau akan melakukan apa yang kukatakan jika aku mengeluarkannya.” Kata Nyonya Jung. Ibu Jin Kyu pun mengangguk mengerti untuk tak menemui anaknya. 

Kang Soo datang ke tempat Tuan Baek, semua anak buahnya menyambut Kang Soo. Byung Soo bahkan bertanya alasan Kang Soo datang ke gubuk jelek. Tuan Baek mengingatkan kalau itu adalah rumahnya bukan milik Byung Soo.
“Ada apa kemari datang ke gubuk bawah seperti ini?” ucap Tuan Baek
“Aku cuma mau makan ramen sama-sama.” Kata Kang Soo membawakan tas plastiknya. Semua terlihat bahagia karena memang sedang lapar. Tuan Baek menyuruh Byung Soo tolong rebuskan air. Byung Soo mengeluh kenapa harus dirinya. Tuan Baek menegaskan karena bosnya yang menyuruh. Byung Soo pun tak bisa menyangkalnya. 

Mereka makan ramyun bersama, Tuan Baek kaget mengetahui Nenek Jung Yang meminjam uang dari rentenir. Kang Soo membenarkan, Tap Tuan Baek merasa sudah menduganya. Kang Soo pikir kalau mereka pastii selamanya terikat pada pertarungan ini.
“Jadi aku memikirkannya dan kurasa kalau membuat jasa pengantaran saja tidaklah cukup. Kita harus mengisi restoran dengan pelanggan.”kata Kang Soo ingin membantu Nenek Jung.
“Benar, mereka hanya akan bertahan jika mereka punya pelanggan.” Ucap Min Chan. Young Tae pun bertanya apakah Kang Soo punya rencana lain.
“Akan sulit jika kita diam saja sejak restoran Jungga berjalan lancar. Ayo kita coba menarik beberapa pelanggan yang datang dengan membawa beberapa orang.” Kata Kang Soo
“Apa Maksudmu, seperti pertemuan klub semacam itu?” kata Min Chan.
“Benar, dan para atlet juga berkumpul. Mari mengarahkan strategi PR kita ke arah itu.” Kata Kang Soo
“Haruskah kita membagikan beberapa selebaran?” ucap Tuan Baek
“Bos itu bilang dia bisa memberikan diskon 15 persen untuk pelanggan berkelompok.”kata Kang Soo
“Itu sudah bagus. Besok kita bagikan selebaran itu.” Kata Byung Soo bersemangat.
“Aku suka membagikan selebaran dengan Kang Soo hyung.” Kata Ho Young. Young Tae pun bahagia bisa membagikan selembaran kembali. Mereka pun kembali menghabiskan ramyun. 


Kang Soo selesai mengantar jajangmyun, lalu diam-diam menempelkan brosur bertuliskan [Hanyang Seolleongtang diskon 15 persen bagi pelanggan lebih dari satu!] Min Chan pergi ke tempat ibu-ibu berlatih bulu tangis menyebarkan brosur restoran Nenek Jung.
Tuan Baek juga membagikan pada pria yang baru selesai bermain sepak takraw. Salah satu prai mengenal Tuan Baek kalau kerja di Holy Noodles, Tuan Baek mengaku kalau pria itu saudara kembarnya dan ia adalah kakaknya.
Byung Soo dkk sibuk memberikan brosur pada Ibu-ibu kaya yang ada disekolah untuk Oh. mengadakan pertemuan pribadi di Hanyang Seolleongtang, karan bisa menganggapnya sebagai tempat sendiri, jadi bisa duduk sepanjang hari Dan ada diskon 15 persen.

Jin Kyu melihat tak percaya kalau Laporan CEO bahwa Penjualan mereka menurun padahal mereka sudah meningkat sejauh ini. Manager mengaku Itulah salah satu kelemahannya menurutnya Sulit membuat reservasi untuk acara besar di restoran mereka Dan semua pelanggan yang biasa mengadakan pertemuan restoran akan beralih pada Hanyang.
“Apa Kau tak punya gagasan lain?” tanya Jin Kyu binggung.
“Harusnya Anda yang memikirkan gagasannya.” Kata Manager lalu keluar dari ruangan. Jin Kyu mengumpat kesal dan membuat dirinya seperti orang gila. 

Jin Kyu sudah duduk di ruangan les sambil membaca buku. Dan Ah datang melihat Jin Kyu belajar mengejeknya Sekarang sudah seperti manusia dan bertanya apakah datang lebih awal untuk belajar. Jin Kyu membenarkan lalu bertanya apa yang dilakukan Dan Ah di pagi hari.
“Kerja paruh waktu di pagi hari... Ya, aku selalu melakukan ini.” Ucap Dan Ah. Jin Kyu ingin membantu melihat Dan Ah menghapus papan tulis
“Tidak usah. Tulislah apa yang mau kau tulis. Apa belajarmu lancar?” kata Dan Ah. Jin Kyu pikir seperti itu.
“Bagaimana kau bisa les bahasa Inggris?” tanya Jin Kyu 
“Hanya iseng saja masuk les Dan aku mempelajari semua yang kulihat. kalau hanya itu yang kulakukan, aku bisa pintar.” Kata Dan Ah membersihkan meja.
“Setelah selesai bersih-bersih, apa mau minum kopi?” kata Jin Kyu. Dan Ah menyuruh Jin Kyu untuk belajar saja lalu melihat Kang Soo sedang mengepel lantai, lalu mulai mengumpat temanya itu memang gila. 


Jin Kyu melihat dari balik kaca seperti Dan Ah dan Kang Soo sudah sangat dekat. Dan Ah mengomel dengan yang dilakukan Kang Soo. Kang Soo mengaku terbangun lebih awal, jadi membantunya. Dan Ah mengumpat Kang Soo itu penguntit.
“Aku lebih suka memakai istilah "malaikat pelindung," kalau kau mau.” Goda Kang Soo dengan senyuman lalu memilih untuk segera mengepel lanta. Dan Ah langsung menendangnya. Kang Soo langsung mengaduh kesakitan seperti ingin mencari perhatian
“Aigoo.. Tidak sekeras itu aku menendangmu!” kata Dan Ah. Kang Soo pun berdiri hanya tersenyum. Dan Ah pun mengejar Kang Soo di lorong. Jin Kyu terlihat sedih melihat keduanya sangat dekat tak seperti yang diduga. 

Jin Kyu berdiri di atap gedung, Kang Soo datang membawakan secangkir kopi  terlihat senang menemukan temanya. Jin Kyu bertanya ada apa. Kang Soo mengaku kalau hanya ingin menyapa saja dengan memberikan kopinya. Jin Kyu pun dengan senang hati menerimanya.
“Bagaimana belajarmu?” tanya Kang Soo. Jin Kyu mengaku Rasanya mau mati. Kang Soo menyuruh Jin Kyu agar lebih Berusaha
“Aku melakukan ini untuk mengalahkanmu.” Kata Jin Kyu. Kang Soo mengaku tidak bisa berbahasa Inggris.
“Aku melakukannya untuk mengalahkan Hanyang.” Kata Jin Kyu blak-blakan.
“Apa kau sudah menang? Hanyang hampir tidak pernah bangkrut. Apa Kau tidak bisa membiarkannya?” ucap Kang Soo
“Kalau kubiarkan, aku bisa dipecat.” Kata Jin Kyu
“Lupakan saja! Apa Kau bahkan lulus kuliah? Kau bisa mencari nafkah sambil mendapat pekerjaan yang bagus!” kata Kang Soo
Jin Kyu merasa Kang Soo menganggap pekerjaannya ini yang buruk dan apakah Memang itu tidak baik menjual makanan dengan harga lebih murah dari restoran lain. Ia  pikir Bersaing dengan cara masing-masing an itu adalah pertarungan yang begitu adil.
“Apa Kau berpikir yang kalian lakukan itu adil? Ini namanya pertarungan antara orang dewasa dan anak-anak.” Ucap Kang Soo. Jin Kyu mengaku tidak bisa berkata-kata.
“Maaf, aku kesulitan memahami apa yang orang lain katakan. Aku hanya melihat yang kulihat.” Kata Kang Soo. Jin Kyu pikir lupakan saja. Kang Soo tiba-tiba menepuk pundak Jin Kyu. Jin Kyu bertanya apa maksudnya.
“Maaf karena aku menghalangi yang ingin kau lakukan. Aku tidak kesulitan padamu lagi. Hanya saja aku sudah memulainya, jadi aku akan melakukannya sampai akhir. Jadi ketahuilah itu.” Ucap Kang Soo
“Setelah tadi bersih-bersih, apa kau tak cuci tangan?” kata Jin Kyu mengejek. Kang Soo membenarkan lalu menyuruh Jin Kyu agar meLakukan yang terbaik,  Jin Kyu pun menyakinkan diri untuk berusaha. 



Manager membaca pesan Dari Cabang Utama “Tolong kebersihan tetap dijaga selama musim panas.”. Ji Yoon pamit pada temanya untuk keluar makan siang dulu. Temanya pun mempersilahkan. Ji Yoon datang menemui managernya bertanya apakah boleh  ganti baju sebelum pergi.
“Apa Kau punya pakaian khusus untuk makan siang?” kata Managernya
“Tidak, aku hanya...” kata Ji Yoon yang langsung disela oleh Managernya. Managernya pikir tak peduli, Ji Yoon dengan senang hati akan kembali nanti.
 Bersambung ke part 2
 FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar