Sabtu, 09 September 2017

Sinopsis Strongest Deliveryman Episode 11 Part 2

PS : All images credit and content copyright : KBS
Nyonya Jung bertanya Apa persiapan untuk upacara penyerahan sudah semua. Sekertarisnya mengangguk lalu memberitahu kalauT Kepala Manajer Oh Jin Kyu belum datang. Nyonya Jung binggung karena akan dimulai dalam lima menit. Sekertarisnya membenarkan. 

Jin Kyu berjalan di jembatan, Nyonya Jung menelp langsung marah bertanya apa yang dilaukan Jin Kyu sekarang. Jin Kyu meminta maaf saat mengangkat telpnya dan mengatakan  sudah berhenti. Nyonya Jung kage. Jin Kyu pun mengucapkan Terima kasih untuk semuanya.
“Haruskah kau mengecewakanku seperti ini?” ucap Nyonya Jung
“Maafkan aku... Tapi Anda juga telah mengecewakanku. Bahkan Presdir Jung nampaknya sudah membuat kesalahan.” Ucap Jin Kyu. Nyonya Jung berteriak memanggil nama Oh Jin Kyu.
“Aku bukan Oh Jin Kyu. Anak kedua Ohsung Group sudah mati dua bulan yang lalu. Sepertinya Anda sama sekali tidak tahu.” Kata Jin Kyu seperti tak ingin dikaitkan lagi dengan ayahnya.
“Ayo kita bertemu. Ayo bertemu dan kita bicara empat mata.” Kata Nyonya Jung. Jin Kyu menolaknya.
“Kenapa Anda malah repot-repot menemui seorang hantu? Berikan posisi direktur kepada seseorang yang masih hidup. Aku tutup teleponnya.” Kata Jin Kyu lalu menutup telp dan membuang ponselnya ke sungai. 

Dan Ah mengeluarka banyak kotak susu diatas meja, Kang Soo binggung ada apa dengan Dan Ah.  Dan Ah pikir Kang Soo harus minum susu sebelum mulai kerja. Kang Soo binggung kenapa banyak sekali  beli. Dan Ah pikir kebanyakan orang tidak minum susu putih polos jadi meminta agar Kang Soo memilihnya. Kang Soo pun memilih satu susu
“Kau minum itu rupanya.” Komentar Dan Ah melihat Kang Soo yang disukainya.
“Aku tidak meminumnya kalau aku tidak memilikinya.” Kata Kang Soo. Dan Ah sedikit tersenyum menanyakan keadaan Kang Soo.
“Apa kau bisa mengumpulkan energimu?” ucap Dan Ah khawatir.
“Tentu saja, aku akan minum ini dan menjadi kuat. Katanya nutrisi dari susu ini sebesar 10.000 persen.” Goda Kang Soo mengejek Dan Ah. Dan Ah kesal memperingatkan Kang Soo Jangan menirunya.
“Ahh. Maaf... Jadi ini bukan mimpi?” ucap Kang Soo kembali mengejek Dan Ah. Dan Ah akhirnya mengejar Kang Soo untuk memberikan pukulan. Keduanya kejar-kejaran dalam restoran. Kang Soo menahan Dan Ah agar tak mengejarnya.
“Kau ini memang kekanakan dan Memalukan sekali.” Keluh Dan Ah. Saat itu Nuna Yoon datang. Kang Soo terlihat senang melihat Nuna Yoon.
“Ada yang ingin kubicarakan dengan Kang Soo.” Ucap Nuna Yoon sambil merangkul lengan Kang Soo dan mengajak naik ke lantai atas.
“Sebentar, aku harus selesaikan bersih-bersihku.” Ucap Kang Soo. Nuna Yoon melihat Dan Ah yang sudah datang.
“Dia bisa membersihkan semuanya... Dan Ah, mohon dibantu.” Kata Nuna Yoon. Dan Ah dengan sopan menganguk dan Presdir Kang Soo untuk naik saja. Kang Soo merasa tak enak.
“Ada yang mau kubicarakan. Tidak lama. Ayolah.” Rengkek Nuna Yoon, lalu mengambil satu kotak susu diatas meja. Dan Ah pun membiarkan saja walaupun dari wajahnya terlihat dongkol. 


Soon Ae dan Tuan Jang datang menanyakan keberadan Kang Soo.  Dan Ah mengatakan Kang Soo ada  di ruang rapat. Tuan Jang binggung sedang apa Kang Soo pagi-pagi di Ruang rapat. Dan Ah mengatakan Kang Soo sedang membahas sesuatu dengan Nuna Yoon.
“Ah, si wanita licik itu? Dia itu sepertinya bisa menyihir seorang pria, kan?” ucap Soon Ae. Dan Ah mengaku kurang tahu.
“Tidak, aku tahu... Pria yang jatuh cinta pada cewek seperti itu memang teramat mudah. Benarkan?” kata Soon Ae
“Entahlah... Kurasa dia punya kepribadian yang bagus. Wajahnya juga cantik.” Ungkap Tuan Jang.
Soon Ae langsung melirik sinis, bertanya apalagi.  Tuan Jang binggung. Soon Ae meminta Teruskan saja,  Apa yang bagus tentang wanita itu. Tuan Jang memilih untuk pergi membuat mie dulu. Soon Ae berpesan agar berHati-hati karena Pisau itu nanti akan memotongnya. Tuan Jang bergegas masuk dapur dengan wajah ketakutan. 


Ji Yoon melihat ke dalam restoran Jin Kyu mencari sosok yang memberikan kartu, tapi gerak-geriknya malah membuat pelangan terganggu. Manager melihat dari dalam pun akhirnya menghampiri Ji Yoon yang akan pergi.
“Kau sedang apa melihat-lihat saat pelanggan makan?” ucap manager
“Ah, itu... aku sedang mencari kepala manajer.” Kata Ji Yoon
“Mulai hari ini, aku yang jadi kepala manajernya.” Kata Manaegr
“Lalu Jin Kyu bagaimana?” tanya Ji Yoon kaget. Manager hanya berkata kata Jin Kyu berhenti.

Ji Yoon langsung menelp ibunya bertanya Apa yang terjadi dengan Jin Kyu. Ibunya mengatakan kalau Jin Kyu  sudah berhenti dan pergi. Ji Yoon pank bertanya kemana Jin Kyu pergi. Nyonya Jung mengaku tak tahu dan memperingatkan anak harus melupakannya juga.
“Jangan pacaran dengan orang seperti itu, sudah Ibu tutup teleponnya.” Ucap Nyonya Jung. Ji Yoon binggung ternyata Jin Kyu sudah tak berkerja lagi dengan ibunya. 

“Gedung Jungga yang baru akan beroperasi tanpa seorang direktur. Biar aku saja yang urus. Minggu depan, siapkan semua menu pada waktu yang sama.” Ucap Nyonya Jung pada sekertarinya. Sekertarisnya mengangguk mengerti walaupun terlihat sedikit tak nyaman.
Sementara Jin Kyu duduk dibaah jembatan depan sungai merasa  tak tahu lagi harus ke mana dengan mengumpat dirinya yang bodoh bahkan sangat bodoh.

Seorang pria membagikan brosur pada paman dan bibi pemilik restoran, memperkenalkan diri Kepala Bagian Na Han Tae yang Mengkhususkan diri pada  pemilik bisnis dan pinjaman usaha kecil.
“Jadi Di mana Anda harus dapatkan pinjaman? Yaitu Na Han Tae. (Pada saya)” ucap Tuan Na
“Orang di sekitar sini sudah mengurus usaha kecilnya dengan bank berbeda.”kata Paman
“Anda harus melihat dari bunganya dan bunga karena keterlambatan pembayaran. Jadi Di mana Anda harus dapatkan pinjaman? Na Han Tae.” Ucap Tuan Na bangga kalau mereka akan meminjam padanya.
Si bibi berpikir Tuan Na bicara informal. Tuan Na meminta maaf maksudnya itu adalah meminjam uang padanya.
“Pokoknya, tolong hubungi saya kalau Anda membutuhkan pinjaman. Dan juga, jika Anda pernah menggunakan uang dari orang-orang yang menakutkan... Aigoo! Anda akan berada dalam masalah besar.” Kata Tuan Na. Sementara Tuan Kim dan anak buahnya sudah melihat dari kejauhan Tuan Na.  Keduanya pun masuk kembali ke dalam restoran.
“Kau mengatakan hal aneh. Itu hak para pelanggan di mana mereka mau pinjam uang mereka. Siapa kau yang memperebutkan usaha orang lain? Harusnya kau ini...” ucap Tuan Kim mendekat ingin menendang Tuan Na
“Jangan seperti ini lagi... Ah, itu... aku... aku hanya...” ucap Tuan Na panik.
“Kau hanya orang yang sangat jujur, kan?” kata Tuan Kim mengejek.
Tuan Na melihat ada seseorang yang datang, ternyata Kang Soo dan mengingat si tukang antar seolleongtang itu. Kang Soo juga ingat Tuan Na yang kerja lembur. Tuan Na seneng bisa mengingatnya, dan melihat Kang Soo Sekarang mengantar jjajangmyeon. Kang Soo mengaku memang mengantar jjajangmyeon.
“Hei, kita belum selesai bicara.” ucap Tuan Kim.  Tuan Na yang ketakutan mengajak Kang Soo untuk pergi.
“Waktu itu aku sangat berterima kasih.” Kata Tuan Na ikut berlari dengan Kang Soo yang mengemudikan mobilnya. Kang Soo pikir tak masalah  untuknya.
“Apa itu tidak apa bagimu?” kata Tuan Na masih ikut berlari. Kang Soo yang melihat berpikir kalau Tuan Na lelah terus berlari. Tuan Na mengaku baik-baik saja.
“Ya, itu sangat alami... Kerja bagus.” Teriak Tuan Kim melihat Tuan Na yang berusaha kabur darinya. 



Tuan Na akhirnya kelelahan meminta Kang Soo berhenti dan mengucapkan  terima kasih atas waktu itu dan meminta agar Telepon kalau memang mebutuh pertolongan. Dan meminta agar memberikan nomornya juga karena Kang Soo orangnya baik, jadi sering-seringlah bertemu.  Kang Soo pun memberikan kartu namanya.
“Oh! Maafkan aku, Presdir Choi. Aku tidak menyadarinya.” Ucap Tuan Na setelah melihat kartu nama Kang Soo. Kang Soo pikir Tuan Na tak perlu membungkuk untuknya.
“Tapi, apa saat jadi Presdir kau juga jadi tukang antar?” kata Tuan Na heran.
“Ya, kami semua bekerja sama dan mendapatkan yang sama.” Ucap Kang Soo. Tuan Na pikir itu konsep yang bagus.
“Aku harus mengantar makanan dulu.” Kata Kang Soo. Tuan Na meminta maaf sambil membungkuk mempersilahkan Kang Soo pergi. 

Kang Soo mengemudikan mobilnya dan harus berhenti karena Hyun Soo menelpnya. Hyun menanyakan alasan Kang Soo Kemarin tiba-tiba pergi begitu saja. Kang Soo meminta Maaf, karen ada urusan yang penting. Hyun Soo bertanya apakah Apa perihal bisnis barunya. Kang Soo membenarkan saja.
“Hyung... Tidak bisakah aku pergi ke Seoul dan bekerja di perusahaanmu?” ucap Hyun Soo.
“Kau harus banyak-banyak istirahat.” Kata Kang Soo. Hyun Soo pikir kalau ia sudah baik-baik saja.
“Setidaknya kau harus istirahat. Dengarkan saja aku.” Tegas Kang Soo. Hyun Soo menurut dan akan menelp Kang Soo lagi nanti. Kang Soo terdiam seperti mengingat kembali dengan ibunya.

Yeon Ji selesai keluar dari kelas yoga, lalu merasa sangat lapar dan menemui temanya bertanya apakah sudah pesan makan siang. Temanya mengatakaan sudah pesan jjajangmyeon. Yeon Ji pun mengangguk karena tak masalah untuknya.
“Tapi kau Pesan di mana? Aku selalu pesan di Restoran Lively.” Ucap Yeon Ji
“Benarkah? Aku pesan dari tempat lain.” Kata temanya.
Saat itu datang pengantar makanan, Yeon Ji kaget ternyata yang mengantar adalah Min Chan. Min Chan juga kaget dan buru-buru mengeluarkaan mangkuk jajangmyun untuk Yeon Ji dan temanya. 

Yeon Ji mengejar Min Hcan keluar dari gedung, ternyata  tukang antar. Min Chan membenarkan. Yeon Ji mengartikan  Min Chan banyak mengenal Dan Ah. Min Chan membenarkan dan meminta agar Jangan khawatir, karena tidak akan memberitahunya.
“Apa aku bisa mempercayaimu? Kalau aku tertangkap olehnya, bisa gawat aku.” Ucap Yeon Ji takut
“Ya, kau bisa mempercayaiku.” Kata Min Chan. Yeon Ji pun mengucapkan  Terima kasih.
“Kapan-kapan, aku akan mentraktirmu minum.” Kata Yeon Ji senang
“Bagaimana jika ada orang yang melihat kita? Apa yang akan kau katakan jika orang bertanya tentang kita yang saling mengenal?” kata Min Chan. Yeon Ji pun memikirkanya.
“Anggap saja aku sudah menikmati traktiranmu.” Kata Min Chan lalu pergi. Yeon Ji melihat Min Chan selalu bersikap sopan.

Dan Ah sibuk mengeringkan piring setelah mencuci, Tuan Jang dan SoonAe pamit untung pulang. Dan Ah pun mempersilahkanya. Soon Ae bertanya apakah Kang Soo di ruang rapat lagi. Dan Ah membenarkan karena pasti  ada banyak yang mereka bahas.
“Kita tidak akan tahu. Apa Mereka memang berdiskusi atau melakukan sesuatu yang lain?” ucap Soon Ae curiga. Dan Ah terlihat mulai berpikiran yang lain.
“Augh, kau tidak bisa mengatur pacarmu dengan cara seperti itu.” Ucap Soon Ae. Dan Ah hanya diam saja. 

Soon Ae keluar dari restoran berkomentar Ada banyak hal yang harus diajarkan pada Dan Ah. Tuan Jang bertanya Apa yang diajarkan padanya. Soon Ae pikir Pertama, harus mengajari Dan Ah cara mengibas rambut supaya bisa menyaingi para wanita.
“Kau tidak bisa meraih mereka dari samping. Atau memegang kepalanya. Dengan begitu, mereka bisa saling berjatuhan.” Ucap Soon Ae. Tuan Jang tiba-tiba menghentikan ucapanya.
“Hati-hati pulangnya.” Ucap Tuan Jang lalu bergegas pergi ke arah berlawanna. Soon Ah heran karena belum selesai bicara.
“Belakangan ini dia bertingkah aneh.” Ungkap Soon Ae curiga. 

Tuan Jang bertemu dengan Tuan Kim sambil mencekik lehenya bertanya Apa yang terjadi dengan pria yang seharusnya ditangkap, padahal Sudah tiga hari setelah berjanji padanya. Tuan Kim meminta maaf pada Tuan Kang karena  Mereka berangkat agak terlambat dari Vietnam.
“Apa Kau mencoba untuk mempermainkanku?” ucap Tuan Jang marah
“Kenapa mengatakan yang menyeramkan? Siapa yang berani menariknya ke Mamushi? Tolong tunggu sebentar. Perahu akan segera datang dengan kecepatan tinggi. Aku berjanji untuk menghubungimu.” Ucap Tuan Kim. Tuan Jang pun pergi dan Saat itu Soon Ae bersembunyi mendengar semuanya. Tuan Kim seperti bisa bernafas lega.
“Aku sudah tahu. Dia akhirnya mengambil umpan mereka. Jang Dong Soo, si brengsek itu.” Ucap Soon Ae dengan tatapan sinis. 

Kang Soo dan Nuna Yoon masih rapat. Nuna Yoon memperlihatkan kalau akan pasang lokasi motor lain di peta yang sudah dibuat dan Selain itu, laman web perusahaan harus ada identitas dari Presdirnya, dengan ukuran pada halaman.  Kang Soo pikir ini sangat memalukan.
“Aigoo. Kau kelihatan manis.” Puji Nuna Yoon sambil mencubit pipi Kang Soo, saat itu Dan Ah masuk melihat keduanya.
“Presdir, aku pulang kerja dulu.” Kata Dan Ah. Kang Soo pun berpesan agar Dan Ah berhati-hati.
“Apa Kau tidak mau pulang?” tanya Dan Ah pada Nuna Yoon.
“Aku sebenarnya mau pulang. Tapi, kuraras kita harus begadang semalaman Untuk menyelesaikan ini.” Kata Nuna Yoon.
“Ya, kalian harus menyelesaikannya.” Kata Dan Ah sinis
“Kang Soo, kau bilang  bisa masak, 'kan? Sebaiknya kau memasak makanan yang enak.” Ucap Nuna Yoon penuh semangat. Kang Soo setuju akan membuatkanya. Dan Ah makin cemburu mendengarnya.
“Kalau begitu aku pergi dulu, Sajang-nim.” Ucap Dan Ah dengan sengaja menutup pintu dengan membantingnya. Kang Soo terdiam melihatsikap Kang Soo. 


Ji Yoon keluar dari rumahnay merasa penasaran apa yang sekarang ini Ahjussi lakukan, karena sangat rindu padanya Lalu mengingat dengan Oh Jin Kyu, ingin tahu keberadaanya karena menghilang begitu saja. Lalu menyadarkan diri kalau tak perlu mengkhawatirkannya.
“Ahjussi, cepatlah putus dengan gadis itu. Tapi, Oh Jin Kyu sebenarnya ada di mana?” ucap Ji Yoon benar-benar binggung dan memikirkan apa yang terjadi.
Dibangku taman,  Jin Kyu tertidur dengan berselimutkan koran dibangunkan oleh gelandangan. Ia meminta agar menyingkir karena itu adllah temmpat dan mengeluh Jin Kyu bau alkohol. Jin Kyu akhirnya terpaksa bangun dan duduk sambil tertidur mengunakan jasnya. 

Dan Ah duduk di meja belajarnya, tapi pikiran melayang saat Kang Soo dan Nuna Yoon makan bersama dengan saling menyuapi. Kang Soo bahkan membersihkan mulut Nuna Yoon saat makan masakan buatanya, Kang Soo menyadarkan pikiranya.
“Oh, ini tidak masuk akal. Seseorang bisa menjadi kekanak-kanakan hanya sekali saja. Dasar gila! Kau ini kenapa?” umpat Dan Ah kesal.
Akhirnya Dan Ah pergi ke kulkas mengambil air minum, tatapan melihat sebotol soju dengan ada note diatasnya “Punya Yeon Ji. Lee Dan Ah tidak boleh minum.” Dan Ah mengeluh dengan peringataan Yeon Ji, tapi akhirnya ia pun mengambil botol soju lalu meminumnya.
Tiga cheerleader seperti memberikan semangat agar segera menghabiskan one shot.  Lalu akhirnya salah satu memberikan mantra kalau Peri alkohol, Lee Dan Ah, Bersiap untuk berubah, Mulai sekarang.
Dan Ah berjalan dengan mini dress pendek dan juga lipstik merah serta sepatu heels. Byung Soo dkk sedang makan es krim melonggo melihat Dan Ah tak seperti biasanya. Dan Ah yang mabuk memberikan kiss bye dengan mata mengoda. Byung Soo dkk langsung jatuh lemas melihat Dan Ah berubah. 


Yeon Ji baru pulang melihat botol soju yang tergeletak, lalu mengeluh tahu kalau Dan Ah yang minum lagi. Dan Ah masih terus berjalan dan mengoda semua pria yang ditemuainya. Para pria pun senang melihat Dan Ah yang cantik dan mengoda mereka dengan kiss bye atau kedipan.
Sementara Nuna Yoon sedang mencicipi masakan Kang Soo memujinya Ini enak sekali dan ternyata pintar masak juga. Saat itu Dan Ah datang, Nuna Yoon binggung karena Dan Ah yang datang. Dan Ah langsung melintir tangan Nuna Yoon karena marah dan mendorongnya. Kang Soo panik melihatnya.
Dan Ah langsung mendorong Kang Soo ke dinding. Kang Soo terkejut kedua kalinya. Nuna Yoon melihat keduanya yang saling berdekata. Dan Ah sudah siap memegang leher Kang Soo untuk menciumnya, Kang Soo mendorong kepala Dan Ah untuk menjauh.
“Apa Kau mau mati?” ucap Dan Ah marah dan ingin mencium kembali. Kang Soo kembali mendorongnya. Dan Ah kembali marah ingin mencium Kang Soo.
“Sudah cukup... Aku marah.... Aku sedang  marah. Jadi Pulanglah sebelum aku geram... Cepat...” ucap Kang Soo marah
“Tidak... aku hanya...” kata Dan Ah ketakutan melihat Kang Soo marah. Yeon Ji akhirnya datang menarik temanya untuk pulang.  Dan Ah meminta waktu sebentar karena Kang Soo sedang marah. Yeon Jin menarik Dan Ah sambil berkata kalau harus pergi saja.
“Sebentar, Kang Soo benar-benar menakutkan. Kang Soo! Eonni, ayo kita bicara sebelum kau pergi.” Teriak Dan Ah. Yeon Ji terus menariknya keluar dari restoran. 


Kang Soo pun menanyakan keadaan Nuna Yoon. Nuna Yoon heran melihat tingkah Dan Ah bertanya apakah wanita itu menyukai Kang Soo. Kang Soo membenarkan. Nuna Yoon berpikir kalau Kang Soo tak merasakan hal yang sama.
“Tidak, aku lebih menyukainya.” Ungkap Kang Soo tak malu kalau sudah menyukai Dan Ah.
“Apa Kau bahkan tahu yang namanya berkencan? Hei... kau sudah dewasa rupanya.” Ungkap  Nuna Yoon memang melihat Kang Soo seperti adiknya sendiri. 

Dan Ah datang ke tempat les langsung tertunduk melihat Kang Soo sedang membersihkan ruangan. Kang Soo dengan tatapan dingin bertanya apakah  sudah sadar sekarang. Dan Ah mengangguk dengan wajah tertunduk. Kang Soo pun meminta agar Dan Ah menatapnya. Dan Ah mengangkat kepalanya, lalu Kang Soo memukul kepalanya. Dan Ah mengaduh kesakitann.
“Jangan minum lagi. Kalau kau minum dan melakukan itu lagi, maka kau akan dipecat. Mulai sekarang, lakukanlah dengan kepalamu yang jernih. Aku juga ingin tahu perasaanmu dengan kepala jernih, mengerti?” kata Kang Soo. Dan Ah menganguk mengerti. Kang Soo menyuruh Dan Ah untuk membersihkan ruangan. 

Keduanya menikmati kopi di atap gedung, Kang Soo menatap Dan Ah yang berdiri disampinganya, memuji Dan Ah yang terlihat cantik. Dan Ha mengeluh Kang Soo yang menentangnya.
“Aku tercengang... Aku tidak tahu harus berbuat apa.” Ucap Kang Soo
“Baguslah. Sebenarnya, aku tidak tahu apa yang harus dilakukan setelah itu.Ah, aku sangat malu.” Kata Dan Ah malu.
“Tapi, aku tidak pernah melihat Jin Kyu.” Kata Kang Soo heran. Dan Ah pun menyadarinya. 
“Aku juga tidak pernah melihatnya di Jungga Seolleongtang.” Ucap Kan Soo ternyata mencari Jin Kyu
“Mungkin dia di kantor pusat atau semacamnya.” Kata Dan Ah. Kang Soo pikir tidak karena Jin Kyu masih daftar les. Mereka pun bertanya-tanya kemana Jin Kyu sekarang dan Apa ada sesuatu yang terjadi padanya?
Jin Kyu terbangun dengan banyak kaki yang lalu lalang, akhirnya tersadar ia tertidur di taman dan banyak orang kantor lalu lalang melihatnya seperti gelandangan dengan jasnya. 


Soon Ae datang ke tempat service komputer, lalu meminta agar letakkan alat pelacak di sepatu yang dibawanya. Pria itu pikir Soon Ae salah karena tidak melakukan hal itu. Soon Ae mengeluarkan uang amplop dan meminta agar memasukkan beberapa sol.

Tuan Jang terharu melihat sepatu yang diberikan Soon Ae, Kang Soo dan Dan Ah melihatnya. Soon Ae mengaku membelinya karena sepatu Tuan Jang sudah usang jadi meminta agar memakainya. Tuan Jang benear-benar terharu.
“Jangan emosional. Pemberian sepatu sebagai hadiah biasanya berarti "pergi sana".” Kata Soon Ae.
“Terima kasih. Aku bahkan belum melakukan apa pun untukmu.” Kata Tuan Jung
“Jangan dibahas lagi dan Taruh saja dan mulailah bekerja.” Kata Soon Ae. Tuan Jang melepaskan sepatu mengantinya dengan sepatu pemberiaan Soon Ae. Soon Ae pun bisa melihat peta dari alat pelacak dalam sepattu Tuan Jang. 

Nuna Yoon datang pagi hari, Dan Ah melihat Nuna Yoon langsung membalikan karena malu. Nuna Yoon meminta Kang Soo agar memanggilkan semua pegawainya karena sudah selesai. Kang Soo terlihat senang mendengarnya. Dan Ah pun akhirnya membalikan badan mencoba untuk tak canggung. Mereka akhirnya berkumpul di ruang rapat.
“Ini adalah terminal restoran. Laptop ini merupakan sistem bagi perusahaan Strongest Deliveryman. Dan di ponsel ini adalah aplikasi untuk perusahaan Strongest Deliveryman. Saat seseorang memesan menggunakan aplikasi ini, maka restoran dan perusahaan harus menerima pemberitahuan agar bisa langsung membuat pesanannya.”jelas Nuna Yoon dengan menjejerkan laptop dan juga memegang ponsel.
“Bagaimana kalau kita coba?”kata Nuna Yoon lalu mencoba memesan Jjajangmyeon dengan Pesan dua porsi lalu Masukkan alamat dengan memBayar tunai, setelah itu pesan pun datang pada layar laptop. Semua terlihat tak percaya melihatanya.
“Beri tepuk tangan pada pembuat aplikasi perusahaan kita.” Kata Tuan Baek. Semua memberikan tepuk tangan pada Nuna Yoon dengan bangga.
“Tetap semangat menjalankan bisnisnya. Aku akan pergi.” Kata Nuna Yoon. Kang Soo mengucapkan terimakasih pada Nuna Yoon yang sudah berusaha keras. Nuna Yoon pikir tak perlu mengatakan seperti itu, lalu memuji Kang Soo dan Dan Ah memang sangat serasi. Tuan Baek dkk mengantar Nuna Yoon sampai pintu ruangan.
“Oke, bagaimana kalau kita mulai? Kami membutuhkan lebih banyak afiliasi.” Ucap Tuan Baek penuh semangat
“Kita perlu memasarkan aplikasi terlebih dulu.” Kata Byung Soo penuh semangat.
“Bukankah sebaiknya kita mempekerjakan lebih banyak orang juga?” ucap Young Taek
“Jangan khawatir. Aku memanggil beberapa orang. Mereka akan segera datang. Jadi Ayo turun, Mereka pasti sudah datang.” Kata Kang Soo. Semua kembali tepuk tangan dengan penuh semangat.



Sung Jae dkk datang menjabat tangan Kang Soo. Kang Soo dengan senang hati bertemu temanya kembali. Sung Jae menyapa Dan Ah yang bertemu lagi. Dan Ah mengoda kalau tak suka bertemu dengan Sung Jae. Saat itu tiga orang lain datang, Kang Soo menjadikan lantai bawah menjadi ruang pertemuan sementara.
“Inilah orang-orang yang akan membantu kita.” Ucap Kang Soo dibagian atas terlihat spanduk bertuliskan  [Orang-orang yang ditolong oleh Kang Soo]
“Aku sangat senang bisa membantu Anda. Sebagai penasihat hukum perusahaan Strongest Deliveryman, aku akan melakukan yang terbaik.” Ucap pria sebagai pengacara.
“Apa pun tentang hitung-hitung, serahkan saja padaku.” Kata pria kedua sebagai accounting.
“Aku tidak punya keterampilan apa-apa. Adikku punya toko khusus sepeda motor. Aku akan membuat motor pengantaran Anda terlihat mengagumkan!” kata Pria yang sebelumnya di tolong Kang Soo saat kecelakan.
Semua pun kembali tepuk tangan,  Kang Soo menjabat tangan dan memeluk salah satu temanya dengan menanyakan keadaanya.
“Ternyata Kang Soo juga pintar berbisnis.”komentar Soon Ae tersenyum melihatnya.
“Dia membuat kelompok yang cukup bagus...” kataTuan Jang lalu terdiam seperti salah bicara karena Soon Ae melirik sinis. 

Tuan Jang siap dengan ponselnya meminta mereka untuk lebih mendekat untuk mengambil gambar. Soon Ae meminta agar Tuan Jang  agar lebih naik karena bagian nama restoran tak terlihat. Tuan Jang pun memastikan kalau semua masuk frame dan mulai menghitung. Kang Soo dkk terlhat bahagia dengan perusahaan baru mereka. 

Nyonya Jung mengumpulkan semua pegawai dengan selempang yang dipakai, Ia mulai memberikan sembutan klau Jungga sudah banyak berbisnis dan Beberapa orang membuka restoran seperti sesuatu untuk dicoba, menurutnya Restoran yang berbohong tentang asal usul ramuannya dan malah menggunakan kembali lauk pauk tidak bisa hidup berdampingan dengan mereka.
“Ada yang bekerja keras selama dua atau tiga tahun. Mereka hanya ingin membuat keuntungan dengan cepat. Mereka tidak dapat hidup berdampingan dengan kita. Itu sebabnya kita berada di tempat ini. Kita akhirnya akan mengendalikan penjualan ini. Itulah yang terbaik bagi para pelanggan. Itulah yang terbaik bagi orang-orang. Selamat bekerja semuanya. Kupercayakan pada kalian semua.” Ucap Nyonya Jung. Semua pun terlihat bersemangat. Sementara Sekertarisnya terlihat masih gugup.
Nyonya Jung menyapa semua pelanggan yang datang didepan restora membagikan brosur kalau Ada menu yang sudah siap di dalam. Sementara pemilik restoran lain panik melihat restoran Nyonya Jung sudah ada didekat mereka dan mungkin bisa mati.
“Nanti kita semua akan berakhir seperti Hanyang. Mereka mengambil alih semuanya.” Ucap Bibi khawatir. 


Nyonya Jung berserta lainya berkeliling membagikan brosur bertemu dengan Kang Soo dkk sudah mengunakan seragam dan sepeda motor yang sama Manager memberitahu Nyonya Jung kalau Kang Soo Presdir perusahaan pengantaran yang pernah diceritakan.
“Dia Presdir Jungga, orang yang telah mengusir Hanyang.” Kata Tuan Baek. Kang Soo akhirnya turun dari motor dan keduanya saling berhadapan. 
“Senang bertemu dengan mu, Aku dengar banyak tentang Anda.” Kata Nyonya Jang. Kang Soo juga mengaku sudah mendengarnya.
“Bisakah kalian minggir?” ucap Nyonya Jung
“Mohon maaf, tapi kami sedang mengantar makanan. Tolong bisa beri kami jalan dulu?” kata Kang Soo
“Maaf, tapi kami tidak tahu cara berbalik kembali.” Kata Nyonya Jung
“Aku juga tidak tahu cara memutar balik motor kami.” Kata Kang Soo. Keduanya seperti mulai memulai pertarungan.
Bersambung ke episode 12

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar