PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Sabtu, 10 Februari 2018

Sinopsis Black Knight Episode 20 Part 2

PS : All images credit and content copyright : KBS

Hae Ra dan Soo Ho berada di rumah. Hae Ra pikir Soo Ho Oppa sudah melewati banyak hal lalu mengubah panggilanya jadi sayang. Dengan senyuman bahagia. Soo Ho pikir Semuanya berakhir jadi mengajak untuk mereka bisa hidup bahagia selamanya.
“Ini hari yang baik. Ayo kita minum sampanye.” Kata Soo Ho. Hae Ra menyetujuinya.


Keduanya duduk diruang tengah sambil minum wine, lalu Soo Ho berpikir kalau mereka hidup bahagia bersama, hanya kita berdua. Hae Ra pikir mereka sudah hidup bahagia bersama. Soo Ho menjelaskan maksudnya itu hanya mereka berdua saja.
“Apa Maksudmu, tanpa punya anak, hanya kita berdua?” tanya Hae Ra memastikan
“Banyak pasangan hidup tanpa punya bayi.” Ucap Soo Ho.
“Apa pun yang kau khawatirkan tidak akan terjadi. Aku punya firasat.” Kata Hae Ra menenangkan.
“Kalau begitu...Haruskah kita hidup tanpa ada kekhawatiran dan rencana?” kata Soo Ho 
“Baik. Jangan lakukan hal-hal itu... Ucap Hae Ra
“Berjanjilah satu hal padaku. Tidak peduli apa yang terjadi, tetap bersamaku.” Kata Soo Ho
“Tidak peduli apa yang terjadi, aku akan bersamamu.” Kata Hae Ra  lalu mereka saling melingkarkan kelingking.
“Haruskah kita mengunjungi kastil tua di Slovenia pada ulang tahun yang ke 10?” kata Soo Ho. Hae Ra menolak
“Kita pergi pada ulang tahun pernikahan ke 50.” Kata Hae Ra. Soo Ho tak percaya kalau mereka akan pergi Setelah 50 tahun
“Iya. Kastil kita akan tetap berada di sana setelah 50 tahun. Apa kau ingin bertaruh?” kata Hae Ra
“Berapa banyak kau akan bertaruh?” ucap Soo Ho. Hae Ra menjawab 10 juta dolar.
“Apa kau punya 10 juta dolar?” ejek Soo Ho. Hae Ra mengoda kalau mulai menghasilkan uang besok. Soo Ho tertawa lalu memberikan kecupan lalu memeluk erat Hae Ra. 


Papan nama bertuliskan “Departemen Bisnis Umum, Jung Hae Ra” suara terdengar bertanya Apa yang terjadi dengan penerbangan langsung dari Incheon ke Stockholm. Ji Hee menjelaskan Mereka akan menjalankannya untuk sementara selama musim semi.
“Mereka akan meneruskannya jika berjalan dengan baik.” Ucap Ji Hee.
“ Kita memungkinkan penerbangan langsung itu, jadi ayo kita buat ini berhasil.” Kata Hae Ra akhirnya duduk di tempat Ketua Tim.
“Jangan khawatir... Aku bekerja keras” ucap Ji Hee. 

Saat itu Ketua Tim sebelumny datang mengeluh kalau lelah seperti mengoda Direktur sebelumnya, Hae Ra dan Ji Hee menyapa ketua Tim dengan panggilan Direktur Utama
“Apa aku terlihat seperti direktur utama?” tanya Ketua tim seperti masih tak percaya. Ji Hee menganguk dengan senyuman.
“Tapi aku sangat kesepian. Kantorku begitu besar, dan aku kesepian, jadi lakukan setiap pertemuan di kantorku.” Ucap Ketua Tim dan membuat semua senang mendengarnya.
“Manajer Jung, Apa kau mendengar tentang Perjalanan bisnis Shinbang Pharmaceutics?” tanya Ketua Tim pada Hae Ra.
“Ya, mereka akan terus berbisnis dengan kita.” Ucap Hae Ra penuh semnagat
“Kau tidak bisa kehilangan mereka... Obat baru mereka mencapai jackpot.” Pesan Ketua Tim
“Jangan khawatir, Direktur Utama... Manajer Jung adalah yang terbaik.” Kata Ji Hee memuji
“Aku sudah tahu itu.. Sekarang  Semua orang, berhenti bekerja... Ayo pergi makan siang... Aku sangat lapar dan lelah.” Ucap Ketua Tim mengikuti gaya Direktur sebelumnya. 

Mereka masuk ke sebuah restoran dan menyapa direktur yang memakai celemek. Direktur memberitahu kalau searang adalah CEO sekarang jadi meminta agar dipanggil Ketua. Ketua Tim mengeluh dengan sikap Direktur yang tak pernah berubah.
“Aku sudah lama berhenti. Kenapa kau di sini?” tanya Direktur
“Kami di sini untuk pesta pembukaan.” Ucap Ketua Tim. Ji Hee mengaku kalau datang untuk pekerjaan paruh waktu.
“Kau tidak dipekerjakan.” Ejek Direktur lalu menyuruh mereka semua duduk saja. 

Mereka pun duduk berjejer di meja sambil makan ayam goreng sebagai Acara pembukaan. Direktur tak percaya kalau Hae Ra akhirnya dipromosikan menjadi manajer. Ketua Tim tak suka dengan komentar Direktur
“Jujur saja, semua paket perjalanan terbaik adalah ide Manager Jung.” Ucap  Ji Hee membela
“Itu karena aku mengajarinya dengan baik saat aku menjadi direktur utama.” Kata Direktur tetap merasa dirinya paling berharga. Semua hanya mengangguk setuju saja dengan bualan Direktur.
“Manajer Jung... kau beri dia makan apa?” tanya Direktur. Hae Ra binggung.
“Pak Moon memesan pengiriman kemarin.. Dia memesan 30 ekor ayam.” Cerita Direktur
“Astaga.Pak Moon baik sekali... Dia bahkan peduli dengan penjualan di sini.” Ejek Ketua Tim.
“Ngomong-ngomong, Pak Moon belum terlihat tua sama sekali. Bahkan Sebenarnya dia terlihat lebih muda lagi. Ucap Direktur
“Jadi kau harus menjaga dirimu juga.” Ejek Ji Hee pada Direktur. Hae Ra terdiam seperti merasa sedih.
“Aku tidak bercanda... Dia tidak terlihat seperti pria seumurnya.” Kata Direktur
“Itu karena aku memberinya makan dengan baik. Aku akan membuatnya kelaparan dan memberikan nasi” Ucap Hae Ra mencoba untuk bercanda. Direktur pikir Hae Ra harus memberikan ayam goreng saja.
“Astaga. Dia akan memintamu untuk memberinya makan ayam saja.” Keluh Ketua Tim mereka pun akhirnya makan bersama dengan Hae Ra yang terlihat sedih.

Soo Ho sudah memotong buah memangil Hae Ra untuk memakanya. Hae Ra masuk ke dapur dengan masker tissue diwajahnya. Soo Ho yang melihat berkomentar kalau Hae Ra tidak perlu melakukan itu karena  masih cantik. Hae Ra  mengaku bukan seperti itu tapi hanya Wajahnya sangat kering akhir-akhir ini dan ada keriput.
“Aku sudah lama seperti itu jadi Pakaikan aku juga.” Ucap Soo Ho. Hae Ra pun dengan semangat ingin memakaikan untuk Soo Ho. 

Keduanya duduk di kamar dengan Hae Ra memasangkan masker Tissue. Soo Ho memberitahu Hae Ra kalau akan mengikuti ujian lisensi medis dan perlu mengikuti ujian lagi jika ingin praktek kedokteran di Korea. Hae Ra pikir Soo Ho akan bekerja di rumah sakit
“Tidak.. Tapi Di sebuah rumah sakit kecil di pedesaan.” Ucap Soo Ho. Hae Ra pun bertanya dengan Blacksmith's. Soo Ho hanya diam saja. 

Gon datang menemui Young Mi dengan banyak kardus besar didepanya. Young Mi melihat Gon dengan kacamata memberitahu tahu kalau sudah menjual banyak hari ini jadi tidak perlu khawatir tentang sewa bulan ini bahkan Semua pengiriman sudah siap.
“Aku ingin membawamu ke suatu tempat.” Ucap Gon. Young Mi ingin tahu kemana mereka. 

Young Mi dan Gon datang menemui Soo Ho dan juga Tuan Han yang terlihat semakin tuan. Soo Ho menanyakan keadaan Tuan Park. Gon memberitahu Tuan Park ada di rumah sakit karena tidak bisa hidup dengan normal.
“Aku ingin Pak Han dan kau mengambil alih perusahaan ini.” Ucap Soo Ho. Young Mi dan Gon kaget mendengarnya.
“Pak Han... Tolong bantu dia.” Ucap Soo Ho. Tuan Han mengerti meminta Soo Ho Jangan khawatir.
“Dulu aku yang menginginkan pembangunan kembali daerah ini.” Kata Gon merasa bersalah
“Itu ayahmu, bukan kau. Dan Kau tahu bagaimana lingkungan ini menjadi sangat baik.” Ucap Soo Ho
“Dia sudah lama memikirkan hal ini.” Kata Tuan Han menyakinkan. Gon menatap Young Mi lalu memutuskan akan berpikir tentang hal ini.
“Ngomong-ngomong, kau terlihat sama dan belum berubah sama sekali.” Komentar Young Mi. Soo Ho hanya terdiam saja. 

Hae Ra dan Semua tim serta Ketua Tim dan yang lainya kembali ke restoran ayam, kalau merayakan babak kedua dan mulai bersulang. Ketua Tim meminta agar mereka berteriak "Selamat tinggal!" untuk Hae Ra. Semua berteriak dengan wajah bahagia sebagai pesta perpisahan.
“Ngomong-ngomong, Hae Ra... ini sangat mendadak. Kurasa kau akan terus bekerja di sini... Kenapa kau mendadak berhenti ?” ucap Ketua Tim sedih
“Aku bisa membuka agen perjalananku sendiri... Kau sebaiknya hati-hati.” Goda Hae Ra. Ketua Tim pikir mereka  harus punya penjaga.
“Bawa aku ke perusahaanmu, Nona Jung.” Kata Ji Hee. Hae Ra mengaku akan berpikir tentang hal ini.
“Astaga, apa yang kau katakan, Dasar kau berkhianat... Hae Ra.. Tolong pekerjakan aku dulu. Terima kasih.” Kata Ketua Tim ikut juga. Semua terlihat bahagia melakukan pesta perpisahan untuk Hae Ra.
“Ju Hee harus tinggal sampai dia menjadi manajer Dan sampai aku jadi presiden.” Ejek Ketua Tim. Hae Ra meminum birnya dengan wajah sedih. 

Soo Ho pindah ke rumah kayu, seperti jauh dari perkotaan lalu memberikan minum pada pegawai yang mengangkut barang. Si petugas  memuji kalau Rumah Soo Ho sangat cantik tapi menurutnya terlalu besar untuk dua saudara kandung. Hae Ra mendengar terdiam dibelakang Soo Ho.
“Apa kakak perempuanmu tidak nyaman?” kata Si pria melihat Hae Ra yang lebih muda.
“Dia adalah istriku.” Kata Soo Ho memanggil Hae Ra dengan panggilan Sayang. Si pria terlihat merasa malu dan mulai memindahkan barang saja.

Hae Ra seperti gelisah tertidur di kamar barunya, lalu menuruni tangga dengan membaca buku diary milik Baek He. Tapi malah melihat di lembaran belakang yang sobek.
“Apa dia... tahu caranya?” ucap Hae Ra berpikir kalau Soo Ho sudah membacanya lebih dulu. 

Hae Ra datang ke tempat Sharon dan kaget melihat si wanita hantu kembali datang dengan wajah masih muda, menurutnya Sharon tahu caranya, saat itu Seung Goo melihat Hae Ra yang datang dan langsung mengajaknya duduk.
“Malam itu, Aku datang ke sini, tapi dia pergi... Dia menghilang dan belum pernah muncul selama 10 tahun... Kurasa dia benar-benar pergi.” Cerita Seung Goo karena Sharon akhirnya kembali datang dengan wajah yang masih muda. 

Hae Ra mengeluarkan semua jaket yang akan dicuci lalu memeriksanya semua yang ada disaku apakah ada yang penting. Lalu menemukan selembar kertas yang ada saku baju Soo Ho, lalu memastikan kalau itu dari lembaran buku milik Baek Hee dan mulai membacanya.
“Doa Boon Yi terukir dicincin, dan itu menjadi pisau... Itu menyelamatkan Soo Ho... Mungkin, itu akan membiarkan dia hidup selamanya... Dia mungkin kembali normal jika dia berpisah dengan pemilik doa.” 

Hae Ra yang membacanya hanya bisa terdiam. Soo Ho sedang berada di klinik membalut perban dan memberikan obat penahan sakit meminta agar pasienya  Bersihkan luka dengan cairan yang diberikan sekali sehari. Pasien pun mengucapkan terimkasih lalu pamit pergi.
“Tapi tidak ada yang tahu bagaimana hasilnya. Pilihannya terserah mereka berdua.”
Soo Ho terdiam seperti memikirkan nasib dirinya yang akan abadi karena doa Boon Yi di masa lalu.

Soo Ho kembali ke rumah binggung melihat banyak barang. Hae Ra mengeluarkan kertas ditanganya, merasa kesal karena Soo Ho yang menyembunyikan ini darinya. Soo Ho seperti tahu kalau Hae Ra akan bersikap seperti ini.
“Aku akan terlihat seperti kakak perempuanmu, bibi, dan ibumu nanti. Apa kau suka hidup seperti ini? Aku harus menghilang darimu agar kau bisa kembali normal.” Ucap Hae Ra
“Tidak, jangan pergi... Jangan pergi apapun yang terjadi... Aku tidak suka hidup dengan cara ini... Ini lebih baik daripada hidup tanpamu.” Ucap Soo Ho memeluk erat Hae Ra tak ingin berpisah. 

Di ruang tengah, Seung Goo kembali menari seperti mulai kembali menua. Sementara dirumah Soo Ho pulang ke rumah bertanya Apa yang terjadi pada seorang bibi. Si bibi menceritakan kalau terjatuh di lereng jadi merawatnya dan membawanya pulang lalu bergegas pergi
Soo Ho tak banyak berkata masuk ke dalam kamarnya, terlihat Hae Ra yang sudah memutih rambutnya. Dan esok paginya semua barang dibereskan lalu Soo Ho mendorong kursi roda membawa Hae Ra pergi sesuai dengan nasehat Baek Hee.
“Jika hal-hal yang tidak kita sukai terjadi... Jangan berteman dengan orang banyak... Menjauhlah dari orang yang tertarik pada kehidupan pribadi orang lain. Akan lebih baik tinggal di kota besar daripada di sebuah kota kecil.”
Akhirnya Soo Ho kembali ke rumah lamanya dengan Hae Ra yang ada kursi roda lalu membantu menyisir rambut yang sudah memutih. Soo Ho seperti teringat dengan kenangan masa lalunya.
“Jangan menambah barang bawaanmu supaya mudah bagimu untuk bergerak. Jangan lepaskan tangannya sampai akhir.” 


Flash Back
Hae Ra yang masih mudah berbicara dengan Soo Ho, Jika sewaktu—waktu mati sebelum Soo Ho meminta agar memastikan menemukan wanita yang baik Tapi tidak menemukan seseorang yang lebih cantik, lebih lucu, atau lebih pintar darinya.
“Kau Temukan saja wanita ramah dan baik. Hiduplah menjadi pria tua yang baik, oke?” ucap Hae Ra
“Tidak bisakah aku bertemu dengan wanita yang lebih cantik, lebih lucu, atau lebih pintar?” goda Soo Ho
“Kau Jangan coba-coba...” kata Hae Ra. Soo Ho mengatakan akan berpikir tentang hal ini.
“Dan jika aku kebetulan mati duluan, maka Aku akan minta bantuan agar kau bisa kembali normal.” Ucap Hae Ra. Soo Ho bertanya Kepada siapa. Hae Ra pikir pada Siapapun.
“Bantuan seperti itu butuh persyaratan.” Pikir Soo Ho menahan rasa sedihnya.
“Syaratnya adalah... kau akan merindukanku sampai saat itu Kemudian kau bisa kembali normal.” Ucap Hae Ra. Keduanya pun hanya tersenyum.
Soo Ho hanya bisa menatap sedih rambut Hae Ra yang sudah memutih
“Kalian berdua akan bertemu lagi. Kau akan menemukan jawabannya saat itu.” 


Soo Ho membuka tirai jendela kamarnya memberitahu Hae Ra kalau Cuaca indah hari ini. Hae Ra hanya diam saja. Soo Ho akhirnya duduk di tempat tidur berpikia kalau mengajaknya jalan-jalan
“Aku... bermimpi pergi ke istana itu.”ucap Hae Ra perlahan. Soo Ho menyetujuinya. 

Keduanya pergi ke kastil yang di janjian akan datang 50 tahun pernikahan mereka. Soo Ho memapah Hae Ra yang sudah tua masuk ke dalam kastil walaupun berjalan perlahan.
“Sama seperti saat aku memasuki waktu setelah bertemu Soo Ho, Aku berdoa agar kalian akan mengenali satu sama lain.”
“Apa kau ingin pergi ke toko es krim yang dulu itu?” tanya Soo Ho. Hae Ra menyetujuinya. 

Hae Ra sebelumnya mengajak Soo Ho pergi ke tempat es krim yang terkenal Tepat di tikungan, bahkan didirikan 300 tahun yang lalu, yang dimulai dari pemiliknya membekukan beberapa susu sisa.
Soo Ho terdiam berdiri di tepi sungai karena tak ada lagi Hae Ra disampingnya tapi berdiri sendiri didepanya dan kenangaan kembali teringat saat datang dengan kameranya.
“Apa kau tahu apa yang terjadi Jika kau menangis sambil makan es krim?” ucap Soo Ho lalu mengambil foto Hae Ra. Hae Ra dengan malu-malu meminta Soo Ho agar tak mengambil fotonya.
Soo Ho terdiam dan kaget melihat Hae Ra sudah jatuh lemas di tepi sungai lalu memeluknya dengan erat. 

Keduanya duduk di tepi danau, tempat itu juga memilki kenangan keduanya. Soo Ho bertanya apakah Hae Ra ingat legenda danau ini. Hae Ra perlahan mengelengkan kepala, seperti sudah pikun.

Flash back
Hae Ra mengatakan Di Korea, orang mengatakan beberapa pekerjaan diciptakan dan disembunyikan oleh para dewa dan apakah Soo Ho mengetahui ungkapan itu.  Soo Ho mengaku punya beberapa teman yang mengerjakan pekerjaan itu dan ingin tahu kenapa Hae Ra ingin membahasnya.
“Danau yang kau lihat, Danau Bohinj disitulah dimana dewa menyimpan kekayaan.” Kata Hae Ra
“Itu jujur sekali... Dewa itu tidak menyimpan kekayaan di Gangnam.” Ucap Soo Ho
“Setelah dewa menciptakan dunia, Dia mulai memberikan tanah bagi orang-orang untuk menetap.” Kata Hae Ra
“Aku punya pertanyaan... Berapa per m²?” tanya Soo Ho mengoda. Hae Ra melirik sinis karena Soo Ho malah mengodanya. Soo Ho hanya tertawa.
“Tapi dewa itu membuat kesalahan. Dia lupa meninggalkan beberapa tanah... Bagi mereka yang rajin bekerja tanpa sepatah kata pun. Jadi dewa itu menyerahkan tanah yang dia simpan untuk dirinya sendiri.” Cerita Hae Ra
“Lalu apa kau mendapatkan saat itu?” tanya Soo Ho makin mengodanya dengan tertawa. Hae Ra ikut tertawa melihat kalau Soo Ho bersenang-senang, Keduanya pun tertawa bersama.
Soo Ho mengaku ingat semuanya, Bahkan ekspresi wajah Hae Ra yang tersenyum bahagia. Saat itu Hae Ra seperti merasakan tubuhnya lemah, lalu akhirnya bersadar di baju Soo Ho dan akhirnya meninggal begitu saja. Soo Ho memanggil Hae Ra yang sudah tak bersuara lalu menangis sendiri. 





Soo Ho berjalan ke tepi danau menatap kearah langit, lalu mengajak bicara Hae Ra agar bisa mengingat ucapanya.
“Tidak peduli kapan atau bagaimana kita bertemu lagi, Bahkan jika kita tidak bisa saling bertemu lagi, ingat bahwa ada ksatria hitam yang ingin melindungimu sampai akhir. Dan bahwa dia mungkin hidup. karena kau ada disana... Aku mencintaimu...” gumam Soo Ho akhirnya pergi dengan pemandangan gunung alpen yang sangat indah.
THE END

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

6 komentar:

  1. Sedih😂😂😂😂

    BalasHapus
  2. Huaaaaaa kasihan soho ,jadi duda abadi .....btw trims bgt buat mba dyah deedee yg nulis sinopsisnya ,ditunggu sinopsis lain yg romantis lagi....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha..bisa aja mba ane ane..duda abadi..

      Hapus
  3. Baca sinopsisnya saja jadi baper

    BalasHapus
  4. Baca sinopsisnya saja jadi baper

    BalasHapus